Jalankan chunk berikut sekali saja (boleh dihapus/diabaikan setelah package terinstal). Kode ini otomatis mengecek dulu, hanya menginstal package yang belum ada di komputer Anda.
packages_needed <- c("dplyr", "ggplot2", "scales", "knitr", "rmarkdown")
packages_missing <- packages_needed[!(packages_needed %in% installed.packages()[, "Package"])]
if (length(packages_missing) > 0) {
install.packages(packages_missing)
}
Analisis ini bertujuan untuk menghitung Capital Output Ratio (COR) dan Incremental Capital Output Ratio (ICOR) di Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Provinsi Sulawesi Selatan, periode 2021-2025. Variabel investasi diproksikan sebagai penjumlahan dari PMA (Penanaman Modal Asing), PMDN (Penanaman Modal Dalam Negeri), dan Belanja Modal Pemerintah Daerah.
Model dasar ICOR:
\[PDRB_{it} = a_0 + a_1 I_{it} + e\]
di mana \((1/a_1)\) adalah ICOR. Jika ICOR dianggap searah dengan pertumbuhan ekonomi, model diestimasi dalam bentuk non-linier (log-log):
\[\ln PDRB_{it} = \ln a_0 + a_1 \ln I_{it} + e_{it}\]
Proyeksi perubahan investasi regional:
\[\Delta I_{it} = ICOR_{it} \times PDRB_{it}\]
Secara konseptual, analisis ini menjawab pertanyaan mendasar dalam perencanaan pembangunan: seberapa besar investasi yang dibutuhkan suatu daerah untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi tertentu, sejalan dengan teori pertumbuhan Harrod-Domar yang menyatakan pertumbuhan ekonomi merupakan rasio investasi terhadap ICOR.
library(dplyr)
library(ggplot2)
library(scales)
library(knitr)
data_pangkep <- data.frame(
Tahun = 2021:2025,
PMA = c(6865700000, 988622000000, 31237800000, 19798200000, 11126986571),
PMDN = c(191449200000, 245259000000, 390452900000, 192402300000, 200339174494),
Belanja_Modal = c(184757276358.52, 261199067980, 293654336100.46, 234323375005.37, 54362180862.02),
PDRB_ADHK = c(17500610000000, 18363590000000, 19236710000000, 20197590000000, 21206550000000)
)
data_pangkep <- data_pangkep %>%
mutate(Total_Investasi = PMA + PMDN + Belanja_Modal)
kable(data_pangkep, format.args = list(big.mark = ","),
caption = "Data Investasi dan PDRB Kabupaten Pangkep 2021-2025")
| Tahun | PMA | PMDN | Belanja_Modal | PDRB_ADHK | Total_Investasi |
|---|---|---|---|---|---|
| 2,021 | 6,865,700,000 | 191,449,200,000 | 184,757,276,359 | 1.750061e+13 | 3.830722e+11 |
| 2,022 | 988,622,000,000 | 245,259,000,000 | 261,199,067,980 | 1.836359e+13 | 1.495080e+12 |
| 2,023 | 31,237,800,000 | 390,452,900,000 | 293,654,336,100 | 1.923671e+13 | 7.153450e+11 |
| 2,024 | 19,798,200,000 | 192,402,300,000 | 234,323,375,005 | 2.019759e+13 | 4.465239e+11 |
| 2,025 | 11,126,986,571 | 200,339,174,494 | 54,362,180,862 | 2.120655e+13 | 2.658283e+11 |
\[COR_t = \frac{I_t}{PDRB_t}\]
data_pangkep <- data_pangkep %>%
mutate(COR = Total_Investasi / PDRB_ADHK)
kable(data_pangkep %>% select(Tahun, Total_Investasi, PDRB_ADHK, COR),
digits = 4, format.args = list(big.mark = ","),
caption = "Capital Output Ratio (COR) per Tahun")
| Tahun | Total_Investasi | PDRB_ADHK | COR |
|---|---|---|---|
| 2,021 | 3.830722e+11 | 1.750061e+13 | 0.0219 |
| 2,022 | 1.495080e+12 | 1.836359e+13 | 0.0814 |
| 2,023 | 7.153450e+11 | 1.923671e+13 | 0.0372 |
| 2,024 | 4.465239e+11 | 2.019759e+13 | 0.0221 |
| 2,025 | 2.658283e+11 | 2.120655e+13 | 0.0125 |
cat("Rata-rata COR 2021-2025:", round(mean(data_pangkep$COR), 4))
## Rata-rata COR 2021-2025: 0.035
ggplot(data_pangkep, aes(x = Tahun, y = COR)) +
geom_line(color = "#2C3E50", linewidth = 1) +
geom_point(color = "#E74C3C", size = 3) +
scale_x_continuous(breaks = data_pangkep$Tahun) +
scale_y_continuous(labels = number_format(accuracy = 0.001)) +
labs(title = "Tren Capital Output Ratio (COR) Kabupaten Pangkep",
x = "Tahun", y = "COR") +
theme_minimal(base_size = 13)
\[ICOR_t = \frac{I_t}{\Delta PDRB_t}\]
data_pangkep <- data_pangkep %>%
mutate(Delta_PDRB = PDRB_ADHK - lag(PDRB_ADHK),
ICOR = Total_Investasi / Delta_PDRB)
kable(data_pangkep %>% filter(!is.na(ICOR)) %>%
select(Tahun, Total_Investasi, Delta_PDRB, ICOR),
digits = 4, format.args = list(big.mark = ","),
caption = "ICOR per Tahun (2022-2025)")
| Tahun | Total_Investasi | Delta_PDRB | ICOR |
|---|---|---|---|
| 2,022 | 1.495080e+12 | 8.62980e+11 | 1.7325 |
| 2,023 | 7.153450e+11 | 8.73120e+11 | 0.8193 |
| 2,024 | 4.465239e+11 | 9.60880e+11 | 0.4647 |
| 2,025 | 2.658283e+11 | 1.00896e+12 | 0.2635 |
cat("Rata-rata ICOR tahunan 2022-2025:",
round(mean(data_pangkep$ICOR, na.rm = TRUE), 4))
## Rata-rata ICOR tahunan 2022-2025: 0.82
ggplot(data_pangkep %>% filter(!is.na(ICOR)), aes(x = Tahun, y = ICOR)) +
geom_line(color = "#2980B9", linewidth = 1) +
geom_point(color = "#C0392B", size = 3) +
scale_x_continuous(breaks = data_pangkep$Tahun) +
labs(title = "Tren ICOR Kabupaten Pangkep (Metode Tahunan)",
x = "Tahun", y = "ICOR") +
theme_minimal(base_size = 13)
Catatan: ICOR tahunan sangat fluktuatif karena investasi bersifat lumpy (menumpuk pada tahun tertentu, misalnya lonjakan PMA di 2022), sementara PDRB tumbuh relatif stabil. Untuk data deret waktu (time series), nilai ICOR yang mewakili periode tersebut diperoleh dengan metode rata-rata sederhana (simple average) atas ICOR tahunan, sebagaimana lazim digunakan dalam perhitungan ICOR daerah di Indonesia.
\[ICOR_{rata-rata} = \frac{1}{n}\sum_{t} ICOR_t\]
icor_rata_rata <- mean(data_pangkep$ICOR, na.rm = TRUE)
cat("ICOR Rata-rata Sederhana (2022-2025):", round(icor_rata_rata, 4))
## ICOR Rata-rata Sederhana (2022-2025): 0.82
Interpretasi: Nilai ICOR rata-rata sebesar 0.82 berarti dibutuhkan sekitar Rp0.82 investasi untuk menghasilkan tambahan Rp1 PDRB di Kabupaten Pangkep selama periode 2021-2025.
Model: \(\ln PDRB_{it} = \ln a_0 + a_1 \ln I_{it} + e_{it}\), dengan \(ICOR = 1/a_1\)
model_log <- lm(log(PDRB_ADHK) ~ log(Total_Investasi), data = data_pangkep)
summary(model_log)
##
## Call:
## lm(formula = log(PDRB_ADHK) ~ log(Total_Investasi), data = data_pangkep)
##
## Residuals:
## 1 2 3 4 5
## -0.11430 0.00550 0.01316 0.03710 0.05855
##
## Coefficients:
## Estimate Std. Error t value Pr(>|t|)
## (Intercept) 32.01123 1.57624 20.309 0.000261 ***
## log(Total_Investasi) -0.05263 0.05831 -0.903 0.433272
## ---
## Signif. codes: 0 '***' 0.001 '**' 0.01 '*' 0.05 '.' 0.1 ' ' 1
##
## Residual standard error: 0.07761 on 3 degrees of freedom
## Multiple R-squared: 0.2136, Adjusted R-squared: -0.04858
## F-statistic: 0.8147 on 1 and 3 DF, p-value: 0.4333
a1 <- coef(model_log)[2]
icor_regresi <- 1 / a1
cat("\nKoefisien a1 (elastisitas PDRB terhadap Investasi):", round(a1, 6), "\n")
##
## Koefisien a1 (elastisitas PDRB terhadap Investasi): -0.052628
cat("ICOR hasil regresi (1/a1):", round(icor_regresi, 4))
## ICOR hasil regresi (1/a1): -19.0012
Catatan penting: Dengan hanya 5 titik data (n=5), hasil regresi ini memiliki derajat kebebasan yang sangat terbatas sehingga signifikansi statistiknya lemah. Hasil regresi menunjukkan koefisien a1 bernilai negatif (-0.0526), sehingga ICOR hasil regresi (-19) juga negatif dan tidak bermakna secara ekonomi. Ini terjadi karena arah pergerakan Investasi dan PDRB tidak searah pada periode pengamatan — Investasi melonjak tinggi di 2022 lalu terus menurun hingga 2025, sementara PDRB terus tumbuh stabil. Temuan ini konsisten dengan literatur ICOR daerah yang menyebutkan koefisien ICOR dapat bernilai negatif apabila terjadi ketidaksesuaian arah antara pertumbuhan investasi dan pertumbuhan output. Oleh karena itu, ICOR rata-rata sederhana (bagian sebelumnya) digunakan sebagai angka utama untuk interpretasi dan proyeksi, sedangkan hasil regresi ini disajikan sebagai bahan diskusi kritis mengenai keterbatasan metode pada data time series pendek dan fluktuatif.
Target pertumbuhan PDRB bukan angka hasil hitungan, melainkan asumsi/skenario yang harus ditetapkan. Untuk tugas ini, target ditetapkan berdasarkan rata-rata pertumbuhan PDRB historis Kabupaten Pangkep 2022-2025, sebagai skenario business as usual.
data_pangkep <- data_pangkep %>%
mutate(Pertumbuhan_PDRB = Delta_PDRB / lag(PDRB_ADHK))
kable(data_pangkep %>% filter(!is.na(Pertumbuhan_PDRB)) %>%
select(Tahun, Pertumbuhan_PDRB),
digits = 4, caption = "Pertumbuhan PDRB per Tahun")
| Tahun | Pertumbuhan_PDRB |
|---|---|
| 2022 | 0.0493 |
| 2023 | 0.0475 |
| 2024 | 0.0500 |
| 2025 | 0.0500 |
target_pertumbuhan <- mean(data_pangkep$Pertumbuhan_PDRB, na.rm = TRUE)
cat("Rata-rata pertumbuhan PDRB 2022-2025 (dipakai sebagai target):",
percent(target_pertumbuhan))
## Rata-rata pertumbuhan PDRB 2022-2025 (dipakai sebagai target): 5%
Menggunakan ICOR rata-rata sederhana, proyeksi kebutuhan tambahan investasi (\(\Delta I\)) untuk mencapai target pertumbuhan PDRB tersebut:
\[\Delta I = ICOR_{rata-rata} \times PDRB_{tahun\ dasar} \times target\ pertumbuhan\]
pdrb_2025 <- data_pangkep$PDRB_ADHK[data_pangkep$Tahun == 2025]
delta_pdrb_target <- pdrb_2025 * target_pertumbuhan
proyeksi_investasi <- icor_rata_rata * delta_pdrb_target
cat("Target pertumbuhan PDRB:", percent(target_pertumbuhan), "\n")
## Target pertumbuhan PDRB: 5%
cat("Target tambahan PDRB (Rp):", format(delta_pdrb_target, big.mark = ","), "\n")
## Target tambahan PDRB (Rp): 1.043163e+12
cat("Proyeksi kebutuhan investasi tahun berikutnya (Rp):",
format(proyeksi_investasi, big.mark = ","))
## Proyeksi kebutuhan investasi tahun berikutnya (Rp): 855,375,779,272
Analisis COR-ICOR pada dasarnya menjawab satu pertanyaan mendasar bagi perencana daerah: seberapa besar investasi yang dibutuhkan suatu daerah untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi tertentu. Ini sejalan dengan teori pertumbuhan Harrod-Domar, di mana pertumbuhan ekonomi merupakan rasio investasi terhadap ICOR — semakin rendah ICOR (semakin efisien), semakin besar pertumbuhan yang dapat dicapai dengan jumlah investasi yang sama.
Nilai ICOR Pangkep yang relatif rendah (0.82) dapat diinterpretasikan bahwa pertumbuhan ekonomi daerah ini tidak terlalu bergantung pada investasi besar, kemungkinan karena struktur ekonominya didominasi sektor yang tidak terlalu padat modal (misalnya pertanian, perikanan, atau perdagangan rakyat) dibandingkan sektor industri berat. Temuan ini dapat menjadi dasar bagi Pemerintah Kabupaten Pangkep untuk menyusun kebijakan investasi yang lebih terarah, baik melalui belanja modal APBD maupun upaya menarik PMDN/PMA ke sektor-sektor strategis.