1 Persiapan Data

1.1 Load Library

# ── Manipulasi Data ───────────────────────────────────────────────
library(foreign)           # read.dbf
library(dplyr)
library(readxl)            # read_excel
library(tidyr)

# ── Visualisasi ───────────────────────────────────────────────────
library(highcharter)       # interactive charts
library(htmltools)         # tagList, HTML

# ── Pemodelan ─────────────────────────────────────────────────────
library(ResourceSelection) # Hosmer-Lemeshow
library(lmtest)            # lrtest
library(logistf)           # Firth logistic regression
library(smotefamily)       # SMOTE oversampling
library(pROC)              # ROC-AUC
library(survey)            # estimasi tertimbang & confidence interval

# ── Output Tabel ──────────────────────────────────────────────────
library(knitr)
library(kableExtra)

1.2 Load Data Utama (SUSENAS 2023)

Data utama yang digunakan adalah data individu SUSENAS 2023 dalam format .dbf.

data_susenas <- read.dbf("D:/Altytan Semester 7/Skripsi Rampunggg/Data Pengolahan/46654/Susenas KOR maret 2023/bv2_2026_02_22_08_59_08_ssn202303kor_ind_1.dbf")

1.3 Filter Populasi Studi

Populasi studi adalah anak penyandang disabilitas usia 13–15 tahun yang berdomisili di Kawasan Timur Indonesia

Variabel kunci yang dibentuk pada tahap ini:

  • JUMLAH_JENIS_DISABILITAS: jumlah jenis disabilitas yang dialami anak (dari R1002–R1009).
  • status (Variabel Y): partisipasi sekolah β€” 1 = sedang bersekolah, 0 = tidak bersekolah.
allowed_vals <- c(1, 2, 3, 5, 6, 7)

dataku_filtered <- data_susenas %>%
  mutate(
    across(R1002:R1009, ~ as.numeric(.x)),

    JUMLAH_JENIS_DISABILITAS = rowSums(
      across(R1002:R1009, ~ .x %in% allowed_vals),
      na.rm = TRUE
    ),

    prov = as.numeric(R101),
    kabu = as.numeric(R101) * 100 + as.numeric(R102),

    # Y: Partisipasi Sekolah (1 = Bersekolah, 0 = Tidak Bersekolah)
    status = ifelse(
      R407 >= 13 & R407 <= 15 & JUMLAH_JENIS_DISABILITAS > 0,
      ifelse(R610 == 2, 1, 0),
      NA_real_
    )
  ) %>%
  filter(
    R407 >= 13 & R407 <= 15,
    JUMLAH_JENIS_DISABILITAS > 0,
    as.numeric(R101) %in% c(52:53, 61:65, 71:76, 81:82, 91:97)
  )

cat("Jumlah observasi setelah filter:", nrow(dataku_filtered), "\n")
Jumlah observasi setelah filter: 306 

1.4 Variabel Kepala Rumah Tangga (X4, X5, X6)

Variabel karakteristik kepala rumah tangga (KRT) diekstrak dari baris dengan R403 == 1 (penanda KRT dalam data).

  • R403 = hubungan dengan kepala rumah tangga (KRT). Kode 1 menandai baris KRT, kode 2 menandai pasangan KRT (istri/suami). Kombinasi R403 dengan R405 (jenis kelamin) inilah yang dipakai untuk memisahkan pendidikan ayah dan pendidikan ibu.
  • R614 = ijazah/pendidikan tertinggi yang ditamatkan. Variabel ini menjadi dasar seluruh varian pendidikan (KRT, ayah, dan ibu).
Variabel Deskripsi Kategori
X4 Jenis kelamin KRT 0 = Perempuan*; 1 = Laki-laki
X5 Pendidikan KRT (biner) 0 = ≀ SMP/Sederajat*; 1 = Minimal SMA/Sederajat
X5_3KAT Pendidikan KRT (3 kategori) 0 = SD ke bawah*; 1 = SMP; 2 = SMA ke atas
X5_AYAH Pendidikan ayah (biner) β€” role model & kapasitas ekonomi 0 = ≀ SMP/Sederajat*; 1 = Minimal SMA/Sederajat
X5_IBU Pendidikan ibu (biner) β€” pola asuh 0 = ≀ SMP/Sederajat*; 1 = Minimal SMA/Sederajat
X5_AYAH_3KAT Pendidikan ayah (3 kategori) 0 = SD ke bawah*; 1 = SMP; 2 = SMA ke atas
X5_IBU_3KAT Pendidikan ibu (3 kategori) 0 = SD ke bawah*; 1 = SMP; 2 = SMA ke atas
X6 Pekerjaan KRT 0 = Tidak bekerja*; 1 = Pertanian; 2 = Nonpertanian

Cara pembentukan pendidikan ayah & ibu. Diambil dari baris dengan R403 %in% c(1, 2), yaitu KRT dan pasangannya. Di dalam setiap rumah tangga:

  • Ayah = anggota berjenis kelamin laki-laki (R405 == 1) di antara pasangan {KRT, pasangan KRT} β†’ ijazahnya diambil dari R614.
  • Ibu = anggota berjenis kelamin perempuan (R405 == 2) di antara pasangan {KRT, pasangan KRT} β†’ ijazahnya diambil dari R614.
# ==================================================================
# FUNGSI REKODE IJAZAH (R614) β€” satu sumber kebenaran
# Ubah HANYA di sini bila batas kodebuku R614 Anda berbeda; seluruh
# variabel pendidikan (KRT, ayah, ibu) otomatis ikut menyesuaikan.
# ==================================================================

# Biner : 0 = ≀ SMP/Sederajat (ref) ; 1 = Minimal SMA/Sederajat
ijazah_biner <- function(x) {
  x <- as.numeric(x)
  dplyr::case_when(
    x >= 11 & x <= 24   ~ 1L,
    x %in% c(0:10, 25)  ~ 0L,
    TRUE                ~ NA_integer_
  )
}

# 3 kategori : 0 = SD ke bawah (ref) ; 1 = SMP ; 2 = SMA ke atas
ijazah_3kat <- function(x) {
  x <- as.numeric(x)
  dplyr::case_when(
    x %in% c(0:6)       ~ 0L,
    x %in% c(7:10, 25)  ~ 1L,
    x >= 11 & x <= 24   ~ 2L,
    TRUE                ~ NA_integer_
  )
}
id_rt <- c("URUT")

# ── (a) Karakteristik KRT: baris dengan R403 == 1 ────────────────
data_krt <- data_susenas %>%
  filter(as.numeric(R403) == 1) %>%
  mutate(
    R405 = as.numeric(R405),
    R614 = as.numeric(R614),
    R705 = as.numeric(R705),
    R706 = as.numeric(R706),

    # X4: Jenis Kelamin KRT
    X4 = case_when(
      R405 == 1 ~ 1L,
      R405 == 2 ~ 0L,
      TRUE      ~ NA_integer_
    ),

    # X5: Tingkat Pendidikan KRT (biner) β€” dari ijazah R614
    X5      = ijazah_biner(R614),

    # X5_3KAT: Tingkat Pendidikan KRT (3 kategori) β€” dari ijazah R614
    X5_3KAT = ijazah_3kat(R614),

    # X6: Pekerjaan KRT
    # 0 = Tidak bekerja; 1 = Pertanian; 2 = Nonpertanian
    X6 = case_when(
      R706 >= 1 & R706 <= 6     ~ 1L,
      R706 >= 7 & R706 <= 26    ~ 2L,
      R705 == 5                 ~ 0L,
      TRUE                      ~ NA_integer_
    )
  ) %>%
  select(all_of(id_rt), X4, X5, X5_3KAT, X6)

# ── (b) Pendidikan Ayah & Ibu: baris KRT + pasangan (R403 %in% 1:2) ──
#     Ayah = anggota laki-laki  (R405 == 1) di antara {KRT, pasangan}
#     Ibu  = anggota perempuan  (R405 == 2) di antara {KRT, pasangan}
data_ortu <- data_susenas %>%
  filter(as.numeric(R403) %in% c(1, 2)) %>%
  mutate(
    R405  = as.numeric(R405),
    R614  = as.numeric(R614),
    peran = case_when(
      R405 == 1 ~ "AYAH",
      R405 == 2 ~ "IBU",
      TRUE      ~ NA_character_
    )
  ) %>%
  filter(!is.na(peran)) %>%
  select(all_of(id_rt), peran, R614) %>%
  # Jaga-jaga bila ada >1 baris untuk peran yang sama dalam satu ruta
  group_by(across(all_of(id_rt)), peran) %>%
  slice(1) %>%
  ungroup() %>%
  tidyr::pivot_wider(names_from = peran, values_from = R614, names_prefix = "R614_")

# Pastikan kedua kolom selalu ada (menghindari error bila salah satu peran kosong)
if (!"R614_AYAH" %in% names(data_ortu)) data_ortu$R614_AYAH <- NA_real_
if (!"R614_IBU"  %in% names(data_ortu)) data_ortu$R614_IBU  <- NA_real_

data_ortu <- data_ortu %>%
  mutate(
    X5_AYAH      = ijazah_biner(R614_AYAH),
    X5_IBU       = ijazah_biner(R614_IBU),
    X5_AYAH_3KAT = ijazah_3kat(R614_AYAH),
    X5_IBU_3KAT  = ijazah_3kat(R614_IBU)
  ) %>%
  select(all_of(id_rt), X5_AYAH, X5_IBU, X5_AYAH_3KAT, X5_IBU_3KAT)

# ── (c) Gabung: satu tabel karakteristik level rumah tangga ──────
data_krt <- data_krt %>% left_join(data_ortu, by = id_rt)

cat("Rumah tangga dengan pendidikan ayah tersedia :",
    sum(!is.na(data_krt$X5_AYAH)), "\n")
Rumah tangga dengan pendidikan ayah tersedia : 290671 
cat("Rumah tangga dengan pendidikan ibu tersedia  :",
    sum(!is.na(data_krt$X5_IBU)),  "\n")
Rumah tangga dengan pendidikan ibu tersedia  : 317304 
cat("Rumah tangga dengan ayah DAN ibu tersedia    :",
    sum(!is.na(data_krt$X5_AYAH) & !is.na(data_krt$X5_IBU)), "\n")
Rumah tangga dengan ayah DAN ibu tersedia    : 266173 

1.5 Variabel Kemiskinan Rumah Tangga (X9)

Data pengeluaran per kapita (KAPITA) dari data KP Blok 4.3 digabung dengan Garis Kemiskinan (GK) provinsi/daerah untuk membentuk variabel status kemiskinan.

files_43 <- c(
  "D:/Altytan Semester 7/Skripsi Rampunggg/Data Pengolahan/46654/Susenas KP Maret 2023/bv2_2026_02_22_08_55_02_ssn202303kp_blok43_51_94.dbf",
  "D:/Altytan Semester 7/Skripsi Rampunggg/Data Pengolahan/46654/Susenas KP Maret 2023/bv2_2026_02_22_08_49_01_ssn202303kp_blok43_11_31.dbf",
  "D:/Altytan Semester 7/Skripsi Rampunggg/Data Pengolahan/46654/Susenas KP Maret 2023/bv2_2026_02_22_08_52_06_ssn202303kp_blok43_32_36.dbf"
)

data_kp_43 <- bind_rows(lapply(files_43, read.dbf, as.is = TRUE)) %>%
  mutate(
    R101 = as.numeric(R101),
    R102 = as.numeric(R102),
    URUT = as.numeric(URUT)
  )

GK <- read_excel(
  "D:/Altytan Semester 7/Skripsi Rampunggg/Data Pengolahan/Garis Kemiskinan (Rupiah_Kapita_Bulan) Menurut Provinsi dan Daerah , 2023.xlsx",
  sheet = "Sheet2"
) %>%
  mutate(R101 = as.numeric(R101))

data_kp_x9 <- data_kp_43 %>%
  left_join(GK, by = c("R101" = "R101", "R105" = "R105")) %>%
  mutate(
    # X9: Status Kemiskinan RT (0 = Miskin/ref; 1 = Tidak Miskin)
    X9 = if_else(KAPITA < GK, 0L, 1L, missing = NA_integer_)
  ) %>%
  select(all_of(id_rt), X9)

1.6 Penggabungan & Pembuatan Variabel

Semua variabel level individu dibentuk dan digabung menjadi satu dataset analisis (dataku_final).

Variabel Deskripsi Kategori
Y Partisipasi sekolah anak 1 = Bersekolah; 0 = Tidak
X1 Jenis kelamin anak 0 = Perempuan*; 1 = Laki-laki
X2 Jenis disabilitas 0 = Ganda (β‰₯2)*; 1 = Tunggal
X3 Tingkat kesulitan disabilitas 0 = Sangat kesulitan*; 1 = Kesulitan; 2 = Sedikit
X4 Jenis kelamin KRT 0 = Perempuan*; 1 = Laki-laki
X5 Pendidikan KRT (biner) 0 = ≀ SMP/Sederajat*; 1 = Minimal SMA/Sederajat
X5_3KAT Pendidikan KRT (3 kategori) 0 = SD ke bawah*; 1 = SMP; 2 = SMA ke atas
X5_AYAH Pendidikan ayah (biner) 0 = ≀ SMP/Sederajat*; 1 = Minimal SMA/Sederajat
X5_IBU Pendidikan ibu (biner) 0 = ≀ SMP/Sederajat*; 1 = Minimal SMA/Sederajat
X5_AYAH_3KAT Pendidikan ayah (3 kategori) 0 = SD ke bawah*; 1 = SMP; 2 = SMA ke atas
X5_IBU_3KAT Pendidikan ibu (3 kategori) 0 = SD ke bawah*; 1 = SMP; 2 = SMA ke atas
X6 Pekerjaan KRT 0 = Tidak bekerja*; 1 = Pertanian; 2 = Nonpertanian
X7 Daerah tempat tinggal 0 = Perdesaan*; 1 = Perkotaan
X8 Kepemilikan KIP/PIP 0 = Tidak memiliki*; 1 = Memiliki
X9 Status kemiskinan RT 0 = Miskin*; 1 = Tidak miskin
dataku_final <- dataku_filtered %>%
  mutate(
    across(R1002:R1009, ~ as.numeric(.x)),
    R105 = as.numeric(R105),
    R405 = as.numeric(R405),
    R615 = as.numeric(R615),
    R616 = as.numeric(R616),

    # Y: Partisipasi Sekolah
    Y  = as.integer(status),

    # X1: Jenis Kelamin Anak
    X1 = case_when(
      R405 == 1 ~ 1L,
      R405 == 2 ~ 0L,
      TRUE      ~ NA_integer_
    ),

    # X2: Jenis Disabilitas (0 = Ganda/ref; 1 = Tunggal)
    X2 = case_when(
      JUMLAH_JENIS_DISABILITAS > 1  ~ 0L,
      JUMLAH_JENIS_DISABILITAS == 1 ~ 1L,
      TRUE                          ~ NA_integer_
    ),

    # X3: Tingkat Kesulitan Disabilitas (prioritas terberat)
    X3 = case_when(
      rowSums(across(R1002:R1009, ~ .x %in% c(1, 5)), na.rm = TRUE) > 0 ~ 0L,
      rowSums(across(R1002:R1009, ~ .x %in% c(2, 6)), na.rm = TRUE) > 0 ~ 1L,
      rowSums(across(R1002:R1009, ~ .x %in% c(3, 7)), na.rm = TRUE) > 0 ~ 2L,
      TRUE ~ NA_integer_
    ),

    # X7: Daerah Tempat Tinggal
    X7 = case_when(
      R105 == 1 ~ 1L,
      R105 == 2 ~ 0L,
      TRUE      ~ NA_integer_
    ),

    # X8: Kepemilikan KIP/PIP
    X8 = if_else(
      R615 %in% c(1, 2) | R616 %in% c(1, 2),
      1L, 0L
    )
  ) %>%
  left_join(data_krt,   by = id_rt) %>%
  left_join(data_kp_x9, by = id_rt) %>%
  select(prov, kabu, Y, X1, X2, X3, X4, X5, X5_3KAT,
         X5_AYAH, X5_IBU, X5_AYAH_3KAT, X5_IBU_3KAT,
         X6, X7, X8, X9)

1.7 Encoding Variabel Kategorik (Factor)

dataku_final <- dataku_final %>%
  mutate(
    Y       = factor(Y,       levels = c(0, 1),    labels = c("Tidak bersekolah", "Bersekolah")),
    X1      = factor(X1,      levels = c(0, 1),    labels = c("Perempuan", "Laki-laki")),
    X2      = factor(X2,      levels = c(0, 1),    labels = c("Disabilitas ganda", "Disabilitas tunggal")),
    X3      = factor(X3,      levels = c(0, 1, 2), labels = c("Sangat kesulitan", "Kesulitan", "Sedikit kesulitan")),
    X4      = factor(X4,      levels = c(0, 1),    labels = c("Perempuan", "Laki-laki")),
    X5      = factor(X5,      levels = c(0, 1),    labels = c("≀ SMP", "β‰₯ SMA")),
    X5_3KAT = factor(X5_3KAT, levels = c(0, 1, 2), labels = c("SD ke bawah", "SMP", "SMA ke atas")),
    X5_AYAH = factor(X5_AYAH, levels = c(0, 1),    labels = c("≀ SMP", "β‰₯ SMA")),
    X5_IBU  = factor(X5_IBU,  levels = c(0, 1),    labels = c("≀ SMP", "β‰₯ SMA")),
    X5_AYAH_3KAT = factor(X5_AYAH_3KAT, levels = c(0, 1, 2), labels = c("SD ke bawah", "SMP", "SMA ke atas")),
    X5_IBU_3KAT  = factor(X5_IBU_3KAT,  levels = c(0, 1, 2), labels = c("SD ke bawah", "SMP", "SMA ke atas")),
    X6      = factor(X6,      levels = c(0, 1, 2), labels = c("Tidak bekerja", "Pertanian", "Nonpertanian")),
    X7      = factor(X7,      levels = c(0, 1),    labels = c("Perdesaan", "Perkotaan")),
    X8      = factor(X8,      levels = c(0, 1),    labels = c("Tidak memiliki", "Memiliki")),
    X9      = factor(X9,      levels = c(0, 1),    labels = c("Miskin", "Tidak miskin"))
  )

1.8 Subset Bagian B: KRT Laki-laki

Sebagai skenario tambahan (Bagian B), model dijalankan khusus pada subset rumah tangga dengan KRT laki-laki, sedangkan gambaran KRT perempuan tetap ditampilkan secara deskriptif pada Bagian A.

dataku_laki <- dataku_final %>% filter(X4 == "Laki-laki")

# Versi "pra-final" (masih menyimpan JUMLAH_JENIS_DISABILITAS) khusus KRT laki-laki,
# dipakai oleh chunk distribusi jumlah jenis disabilitas pada Bagian B.
dataku_filtered_laki <- dataku_filtered %>%
  left_join(data_krt %>% select(all_of(id_rt), X4), by = id_rt) %>%
  filter(X4 == 1)

cat("Jumlah observasi Bagian A (seluruh KRT)   :", nrow(dataku_final), "\n")
Jumlah observasi Bagian A (seluruh KRT)   : 306 
cat("Jumlah observasi Bagian B (KRT laki-laki) :", nrow(dataku_laki), "\n")
Jumlah observasi Bagian B (KRT laki-laki) : 268 
cat("Proporsi KRT laki-laki dari total         :",
    round(nrow(dataku_laki) / nrow(dataku_final) * 100, 2), "%\n")
Proporsi KRT laki-laki dari total         : 87.58 %

1.9 Referensi Variabel

data.frame(
  Kode     = c("Y", "X1", "X2", "X3", "X4", "X5", "X5_3KAT",
               "X5_AYAH", "X5_IBU", "X5_AYAH_3KAT", "X5_IBU_3KAT",
               "X6", "X7", "X8", "X9"),
  Nama     = c(
    "Partisipasi Sekolah",
    "Jenis Kelamin Anak",
    "Jenis Disabilitas",
    "Tingkat Kesulitan Disabilitas",
    "Jenis Kelamin KRT",
    "Pendidikan KRT (biner)",
    "Pendidikan KRT (3 kategori)",
    "Pendidikan Ayah (biner)",
    "Pendidikan Ibu (biner)",
    "Pendidikan Ayah (3 kategori)",
    "Pendidikan Ibu (3 kategori)",
    "Pekerjaan KRT",
    "Daerah Tempat Tinggal",
    "Kepemilikan KIP/PIP",
    "Status Kemiskinan RT"
  ),
  Sumber = c(
    "R610",
    "R405", "R1002–R1009", "R1002–R1009",
    "R403 == 1 & R405",
    "R403 == 1 & R614", "R403 == 1 & R614",
    "R403 %in% 1:2, R405 == 1, R614",
    "R403 %in% 1:2, R405 == 2, R614",
    "R403 %in% 1:2, R405 == 1, R614",
    "R403 %in% 1:2, R405 == 2, R614",
    "R403 == 1 & R705/R706",
    "R105", "R615/R616", "KAPITA vs GK"
  ),
  Kategori = c(
    "Dependen",
    rep("Karakteristik Anak", 3),
    rep("Karakteristik KRT/Orang Tua",  8),
    rep("Sosial-Ekonomi RT",  3)
  ),
  Koding = c(
    "1 = Bersekolah; 0 = Tidak bersekolah",
    "0 = Perempuan*; 1 = Laki-laki",
    "0 = Disabilitas ganda*; 1 = Disabilitas tunggal",
    "0 = Sangat kesulitan*; 1 = Kesulitan; 2 = Sedikit kesulitan",
    "0 = Perempuan*; 1 = Laki-laki",
    "0 = ≀ SMP/Sederajat*; 1 = Minimal SMA/Sederajat",
    "0 = SD ke bawah*; 1 = SMP; 2 = SMA ke atas",
    "0 = ≀ SMP/Sederajat*; 1 = Minimal SMA/Sederajat",
    "0 = ≀ SMP/Sederajat*; 1 = Minimal SMA/Sederajat",
    "0 = SD ke bawah*; 1 = SMP; 2 = SMA ke atas",
    "0 = SD ke bawah*; 1 = SMP; 2 = SMA ke atas",
    "0 = Tidak bekerja*; 1 = Pertanian; 2 = Nonpertanian",
    "0 = Perdesaan*; 1 = Perkotaan",
    "0 = Tidak memiliki*; 1 = Memiliki",
    "0 = Miskin*; 1 = Tidak miskin"
  ),
  check.names = FALSE
) %>%
  kable(caption = "Referensi Variabel Penelitian (Y, X1–X9, dan seluruh varian pendidikan)") %>%
  kable_styling(bootstrap_options = c("striped", "hover"), full_width = TRUE) %>%
  column_spec(1, bold = TRUE, width = "7em") %>%
  column_spec(4, italic = TRUE) %>%
  row_spec(1, background = "#fff3e0") %>%
  row_spec(6:11, background = "#f1f8e9") %>%
  footnote(
    general = paste(
      "* = kategori referensi.",
      "X5, X5_3KAT, (X5_AYAH + X5_IBU), dan (X5_AYAH_3KAT + X5_IBU_3KAT) adalah EMPAT varian pengukuran pendidikan orang tua/KRT.",
      "Keempatnya dipakai BERGANTIAN (bukan bersamaan) dalam model, sehingga menghasilkan 4 varian model per skenario."
    ),
    general_title = "Keterangan: ",
    footnote_as_chunk = TRUE,
    escape = FALSE
  )
Referensi Variabel Penelitian (Y, X1–X9, dan seluruh varian pendidikan)
Kode Nama Sumber Kategori Koding
Y Partisipasi Sekolah R610 Dependen 1 = Bersekolah; 0 = Tidak bersekolah
X1 Jenis Kelamin Anak R405 Karakteristik Anak 0 = Perempuan*; 1 = Laki-laki
X2 Jenis Disabilitas R1002–R1009 Karakteristik Anak 0 = Disabilitas ganda*; 1 = Disabilitas tunggal
X3 Tingkat Kesulitan Disabilitas R1002–R1009 Karakteristik Anak 0 = Sangat kesulitan*; 1 = Kesulitan; 2 = Sedikit kesulitan
X4 Jenis Kelamin KRT R403 == 1 & R405 Karakteristik KRT/Orang Tua 0 = Perempuan*; 1 = Laki-laki
X5 Pendidikan KRT (biner) R403 == 1 & R614 Karakteristik KRT/Orang Tua 0 = ≀ SMP/Sederajat*; 1 = Minimal SMA/Sederajat
X5_3KAT Pendidikan KRT (3 kategori) R403 == 1 & R614 Karakteristik KRT/Orang Tua 0 = SD ke bawah*; 1 = SMP; 2 = SMA ke atas
X5_AYAH Pendidikan Ayah (biner) R403 %in% 1:2, R405 == 1, R614 Karakteristik KRT/Orang Tua 0 = ≀ SMP/Sederajat*; 1 = Minimal SMA/Sederajat
X5_IBU Pendidikan Ibu (biner) R403 %in% 1:2, R405 == 2, R614 Karakteristik KRT/Orang Tua 0 = ≀ SMP/Sederajat*; 1 = Minimal SMA/Sederajat
X5_AYAH_3KAT Pendidikan Ayah (3 kategori) R403 %in% 1:2, R405 == 1, R614 Karakteristik KRT/Orang Tua 0 = SD ke bawah*; 1 = SMP; 2 = SMA ke atas
X5_IBU_3KAT Pendidikan Ibu (3 kategori) R403 %in% 1:2, R405 == 2, R614 Karakteristik KRT/Orang Tua 0 = SD ke bawah*; 1 = SMP; 2 = SMA ke atas
X6 Pekerjaan KRT R403 == 1 & R705/R706 Karakteristik KRT/Orang Tua 0 = Tidak bekerja*; 1 = Pertanian; 2 = Nonpertanian
X7 Daerah Tempat Tinggal R105 Sosial-Ekonomi RT 0 = Perdesaan*; 1 = Perkotaan
X8 Kepemilikan KIP/PIP R615/R616 Sosial-Ekonomi RT 0 = Tidak memiliki*; 1 = Memiliki
X9 Status Kemiskinan RT KAPITA vs GK Sosial-Ekonomi RT 0 = Miskin*; 1 = Tidak miskin
Keterangan: * = kategori referensi. X5, X5_3KAT, (X5_AYAH + X5_IBU), dan (X5_AYAH_3KAT + X5_IBU_3KAT) adalah EMPAT varian pengukuran pendidikan orang tua/KRT. Keempatnya dipakai BERGANTIAN (bukan bersamaan) dalam model, sehingga menghasilkan 4 varian model per skenario.

2 Fungsi Pembantu (Global)

Seluruh fungsi berikut bersifat generik (menerima parameter data dan/atau scenario_label) sehingga dapat dipanggil ulang untuk Bagian A maupun Bagian B tanpa duplikasi kode.


3 Estimasi Langsung Indikator β€” Setup Global

Data domain indikator dan desain survei SUSENAS dibangun satu kali di sini. Bagian A memakai desain ini secara langsung, sedangkan Bagian B memakai subset() atas desain yang sama (bukan membangun desain baru) agar galat baku (SE) tetap valid secara desain survei.

allowed_vals_ind <- c(1, 2, 3, 5, 6, 7)

# ── Bentuk data indikator dari data_susenas mentah, + gabungkan X4 (gender KRT) ──
indicator_disab <- data_susenas %>%
  mutate(
    across(R1002:R1009, ~ as.numeric(.x)),
    R101 = as.numeric(R101),
    R102 = as.numeric(R102),
    R105 = as.numeric(R105),
    R407 = as.numeric(R407),
    R610 = as.numeric(R610),
    FWT  = as.numeric(FWT),
    URUT = as.numeric(URUT),

    JUMLAH_DISAB = rowSums(
      across(R1002:R1009, ~ .x %in% allowed_vals_ind),
      na.rm = TRUE
    ),

    STRATA_IND = paste0(sprintf("%02d", R101), R105),
    jml_pddk = 100,
    pa = ifelse(R610 == 2, 100, 0)
  ) %>%
  filter(
    R407 >= 13 & R407 <= 15,
    JUMLAH_DISAB > 0,
    R101 %in% c(52:53, 61:65, 71:76, 81:82, 91:97)
  ) %>%
  left_join(data_krt %>% mutate(URUT = as.numeric(URUT)) %>% select(URUT, X4),
            by = "URUT")   # X4 KRT ditempel untuk keperluan subset Bagian B

cat("Jumlah observasi domain indikator (Bagian A, seluruh KRT):", nrow(indicator_disab), "\n")
Jumlah observasi domain indikator (Bagian A, seluruh KRT): 306 
options(survey.adjust.domain.lonely = TRUE)
options(survey.lonely.psu           = "adjust")

susenas_ind_design <- svydesign(
  id      = ~PSU + SSU,
  strata  = ~STRATA_IND,
  data    = indicator_disab,
  weights = ~FWT,
  nest    = TRUE
)

summary(susenas_ind_design$prob)
    Min.  1st Qu.   Median     Mean  3rd Qu.     Max. 
0.000793 0.007535 0.015225 0.034500 0.032886 0.316958 
# ==================================================================
# DESAIN SURVEI UNTUK ESTIMASI TERTIMBANG VARIABEL Y
# Dibangun SEKALI; Bagian B memakai subset() atas desain yang sama.
# ==================================================================
options(survey.adjust.domain.lonely = TRUE)
options(survey.lonely.psu           = "adjust")

y_design_data <- dataku_filtered %>%
  mutate(
    R101   = as.numeric(R101),
    R105   = as.numeric(R105),
    FWT    = as.numeric(FWT),
    URUT   = as.numeric(URUT),
    status = as.numeric(status),
    STRATA_Y = paste0(sprintf("%02d", R101), R105)
  ) %>%
  left_join(data_krt %>% mutate(URUT = as.numeric(URUT)) %>% select(URUT, X4),
            by = "URUT") %>%
  filter(!is.na(status), !is.na(FWT), FWT > 0,
         !is.na(PSU), !is.na(SSU), !is.na(STRATA_Y))

desain_y_kti <- svydesign(
  id      = ~PSU + SSU,
  strata  = ~STRATA_Y,
  weights = ~FWT,
  data    = y_design_data,
  nest    = TRUE
)

# Bagian B = subset desain (BUKAN svydesign baru) agar SE tetap valid
desain_y_kti_B <- subset(desain_y_kti, X4 == 1)

cat("n desain Y (Bagian A, seluruh KRT)   :", nrow(y_design_data), "\n")
n desain Y (Bagian A, seluruh KRT)   : 306 
cat("n desain Y (Bagian B, KRT laki-laki) :", sum(y_design_data$X4 == 1, na.rm = TRUE), "\n")
n desain Y (Bagian B, KRT laki-laki) : 268 
# ── V6-4. Tabel estimasi tertimbang % partisipasi sekolah + CI 95% ──
#     Menjawab arahan pembimbing: apakah statistik sampel masuk ke
#     dalam selang CI estimasi tertimbang (kontrol statistik akurat)?
estimasi_y_tertimbang <- function(design, status_sampel, scenario_label) {
  tryCatch({
    est_y <- svymean(~status, design, na.rm = TRUE)
    ci_y  <- confint(est_y, level = 0.95)

    est_pct <- as.numeric(coef(est_y)) * 100
    se_pct  <- as.numeric(SE(est_y))   * 100
    ci_low  <- max(0,   as.numeric(ci_y[1, 1]) * 100)
    ci_up   <- min(100, as.numeric(ci_y[1, 2]) * 100)
    pct_sampel <- mean(status_sampel == 1, na.rm = TRUE) * 100

    data.frame(
      Wilayah   = paste0("Kawasan Timur Indonesia \u2014 ", scenario_label),
      `Persentase sampel (%)`       = round(pct_sampel, 2),
      `Estimasi tertimbang (%)`     = round(est_pct, 2),
      SE                            = round(se_pct, 2),
      `CI 95% bawah`                = round(ci_low, 2),
      `CI 95% atas`                 = round(ci_up, 2),
      `RSE (%)`                     = round(se_pct / est_pct * 100, 2),
      `Persentase sampel masuk CI?` = ifelse(pct_sampel >= ci_low & pct_sampel <= ci_up,
                                             "Ya", "Tidak"),
      check.names = FALSE
    )
  }, error = function(e) e)
}

tampil_y_tertimbang <- function(est_df, scenario_label) {
  if (inherits(est_df, "error")) {
    return(HTML(paste0("<p><em>Estimasi tertimbang variabel Y tidak dapat dihitung: ",
                       est_df$message, "</em></p>")))
  }
  kable(est_df,
        caption = paste0("Estimasi Tertimbang Persentase Partisipasi Sekolah Anak ",
                         "Penyandang Disabilitas Usia 13\u201315 Tahun di KTI \u2014 ", scenario_label)) %>%
    kable_styling(bootstrap_options = c("striped", "hover", "condensed"), full_width = FALSE) %>%
    column_spec(3, bold = TRUE, color = "#1565c0") %>%
    column_spec(8, bold = TRUE,
                color = ifelse(est_df$`Persentase sampel masuk CI?`[1] == "Ya",
                               "darkgreen", "red"))
}

# ── V6-5. Pie chart Y versi estimasi tertimbang ──────────────────
pie_y_tertimbang <- function(est_df, scenario_label) {
  if (inherits(est_df, "error")) return(NULL)
  est_bersekolah <- as.numeric(est_df$`Estimasi tertimbang (%)`[1])

  pd_y_weighted <- data.frame(
    name = c("Tidak Bersekolah", "Bersekolah"),
    y    = c(round(100 - est_bersekolah, 2), round(est_bersekolah, 2))
  )

  highchart() %>%
    hc_chart(type = "pie", backgroundColor = "transparent",
             height = PIE_CHART_HEIGHT, style = list(fontFamily = "inherit")) %>%
    hc_title(text  = paste0("Distribusi Partisipasi Sekolah (Estimasi Tertimbang) \u2014 ", scenario_label),
             style = list(fontSize = "15px", fontWeight = "700", color = "#333")) %>%
    hc_subtitle(text = "Anak Penyandang Disabilitas Usia 13\u201315 Tahun di KTI (SUSENAS 2023)",
                style = list(fontSize = "12px", color = "#666")) %>%
    hc_series(list(name = "Persentase", colorByPoint = TRUE,
                   data = list_parse(pd_y_weighted))) %>%
    hc_colors(c(COL_TIDAK, COL_SEKOLAH)) %>%
    hc_plotOptions(pie = list(
      size = PIE_SIZE, center = PIE_CENTER,
      allowPointSelect = TRUE, cursor = "pointer",
      dataLabels = list(enabled = TRUE,
                        format  = "<b>{point.name}</b><br>{point.y:.2f}%",
                        style   = list(fontSize = "13px", textOutline = "none")),
      showInLegend = TRUE
    )) %>%
    hc_tooltip(pointFormat = "<b>{point.name}</b>: {point.y:.2f}%") %>%
    hc_exporting(enabled = TRUE,
                 filename = paste0("distribusi_y_tertimbang_", gsub("[^A-Za-z0-9]", "_", scenario_label)),
                 sourceWidth = 800, sourceHeight = 500,
                 buttons = list(contextButton = list(
                   menuItems = c("downloadPNG","downloadSVG","downloadPDF"),
                   text = "Unduh HD")))
}
prov_label_ind <- data.frame(
  R101 = c(
    11, 12, 13, 14, 15, 16, 17, 18, 19, 21,
    31, 32, 33, 34, 35, 36,
    51, 52, 53,
    61, 62, 63, 64, 65,
    71, 72, 73, 74, 75, 76,
    81, 82,
    91, 92, 93, 94, 95, 96
  ),
  Nama_Prov = c(
    "Aceh", "Sumatera Utara", "Sumatera Barat", "Riau", "Jambi",
    "Sumatera Selatan", "Bengkulu", "Lampung", "Kepulauan Bangka Belitung", "Kepulauan Riau",
    "DKI Jakarta", "Jawa Barat", "Jawa Tengah", "DI Yogyakarta", "Jawa Timur",
    "Banten",
    "Bali", "Nusa Tenggara Barat", "Nusa Tenggara Timur",
    "Kalimantan Barat", "Kalimantan Tengah", "Kalimantan Selatan", "Kalimantan Timur", "Kalimantan Utara",
    "Sulawesi Utara", "Sulawesi Tengah", "Sulawesi Selatan", "Sulawesi Tenggara", "Gorontalo",
    "Sulawesi Barat",
    "Maluku", "Maluku Utara",
    "Papua Barat", "Papua Selatan", "Papua Tengah", "Papua", "Papua Pegunungan", "Papua Barat Daya"
  ),
  Wilayah = c(
    rep("Sumatera", 10),
    rep("Jawa", 6),
    "Bali", rep("Nusa Tenggara", 2),
    rep("Kalimantan", 5),
    rep("Sulawesi", 6),
    rep("Maluku", 2),
    rep("Papua", 6)
  )
)
# ── Fungsi Estimasi Langsung per Provinsi (dipakai utk Bagian A & B) ──
estimasi_provinsi_html <- function(design, scenario_label) {
  resultP <- svyby(
    formula = ~pa, denom = ~jml_pddk, by = ~R101, design = design,
    deff = TRUE, svyratio, vartype = c("se", "ci", "cv", "cvpct", "var")
  )
  resultP[is.na(resultP)] <- 0

  resultP <- resultP %>%
    mutate(
      theta    = round(`pa/jml_pddk` * 100, 2),
      SE       = round(`se.pa/jml_pddk` * 100, 2),
      VAR      = round(SE^2, 2),
      CI_LOWER = round(ci_l * 100, 2),
      CI_UPPER = round(ci_u * 100, 2),
      RSE      = round(`cv%`, 2),
      DEFF     = round(DEff, 2)
    )
  resultP$CI_LOWER[resultP$CI_LOWER < 0] <- 0

  outputP <- resultP %>%
    select(R101, theta, SE, VAR, CI_LOWER, CI_UPPER, RSE, DEFF) %>%
    rename(Prov = R101, Estimasi = theta) %>%
    left_join(prov_label_ind, by = c("Prov" = "R101")) %>%
    # Jaring pengaman: kode provinsi yang belum ada di tabel label tidak hilang
    mutate(
      Nama_Prov = ifelse(is.na(Nama_Prov), paste0("Kode ", Prov), Nama_Prov),
      Wilayah   = ifelse(is.na(Wilayah),   "Lainnya",             Wilayah)
    ) %>%
    arrange(Prov)

  print(
    kable(
      outputP[, c("Nama_Prov", "Wilayah", "Estimasi", "SE", "CI_LOWER", "CI_UPPER", "RSE", "DEFF")],
      caption   = paste0("Estimasi Langsung: % Bersekolah per Provinsi \u2014 ", scenario_label),
      col.names = c("Provinsi", "Wilayah", "Estimasi (%)", "SE", "CI Lower", "CI Upper", "RSE (%)", "DEFF"),
      digits    = 2
    ) %>%
      kable_styling(bootstrap_options = c("striped", "hover", "condensed"), full_width = TRUE) %>%
      column_spec(3, bold = TRUE, color = "#1565c0") %>%
      column_spec(7, color = ifelse(outputP$RSE > 25, "red", "darkgreen"),
                  bold = ifelse(outputP$RSE > 25, TRUE, FALSE)) %>%
      row_spec(which(outputP$RSE > 25), background = "#fff3e0")
  )
  invisible(outputP)
}
# ── Fungsi Visualisasi Estimasi & RSE (per provinsi + per pulau) β€” dipakai utk Bagian A & B ──
estimasi_visualisasi_html <- function(outputP, scenario_label) {
  plot_data <- outputP %>%
    select(Nama_Prov, Wilayah, Estimasi, RSE, CI_LOWER, CI_UPPER) %>%
    mutate(Nama_Prov = as.character(Nama_Prov)) %>%
    arrange(desc(Estimasi))

  warna_wilayah <- c(
    "Nusa Tenggara" = "#1976D2","Kalimantan" = "yellow", "Sulawesi" = "#E64A19",
    "Maluku" = "#388E3C", "Papua" = "#7B1FA2", "Lainnya" = "#9E9E9E"
  )
  warna_of <- function(w) { z <- unname(warna_wilayah[w]); ifelse(is.na(z), "#9E9E9E", z) }

  hc_est <- highchart() %>%
    hc_chart(type = "column", backgroundColor = "transparent") %>%
    hc_title(text = paste0("Estimasi Angka Sekolah (95% CI) \u2014 ", scenario_label)) %>%
    hc_xAxis(categories = plot_data$Nama_Prov,
             labels = list(rotation = -45, style = list(fontSize = "11px")), gridLineWidth = 0) %>%
    hc_yAxis(title = list(text = "Persentase (%)"), labels = list(format = "{value}%"),
             gridLineWidth = 0.5, gridLineDashStyle = "Dot") %>%
    hc_plotOptions(column = list(borderWidth = 0,
      dataLabels = list(enabled = TRUE, format = "{y:.1f}%",
                        style = list(fontSize = "10px", fontWeight = "bold", textOutline = "none")))) %>%
    hc_add_series(name = "Estimasi (%)", type = "column",
      data = lapply(seq_len(nrow(plot_data)), function(i)
        list(y = round(plot_data$Estimasi[i], 2), color = warna_of(plot_data$Wilayah[i])))) %>%
    hc_add_series(name = "95% CI", type = "errorbar",
      data = lapply(seq_len(nrow(plot_data)), function(i)
        list(low = round(plot_data$CI_LOWER[i], 2), high = round(plot_data$CI_UPPER[i], 2))),
      color = "#424242", stemWidth = 1.5, whiskerLength = "60%") %>%
    hc_legend(enabled = FALSE) %>% hc_tooltip(shared = TRUE, crosshairs = TRUE) %>%
    hc_exporting(enabled = TRUE, filename = paste0("estimasi_provinsi_", scenario_label))

  rse_sorted <- plot_data %>% arrange(desc(RSE))
  hc_rse <- highchart() %>%
    hc_chart(type = "column", backgroundColor = "transparent") %>%
    hc_title(text = paste0("RSE \u2014 Batas Reliabilitas 25% (", scenario_label, ")")) %>%
    hc_xAxis(categories = rse_sorted$Nama_Prov,
             labels = list(rotation = -45, style = list(fontSize = "11px")), gridLineWidth = 0) %>%
    hc_yAxis(title = list(text = "RSE (%)"), labels = list(format = "{value}%"),
      gridLineWidth = 0.5, gridLineDashStyle = "Dot",
      plotLines = list(list(value = 25, color = "#C62828", dashStyle = "Dash", width = 2,
        label = list(text = "Batas RSE 25%", style = list(color = "#C62828", fontWeight = "bold"))))) %>%
    hc_plotOptions(column = list(borderWidth = 0,
      dataLabels = list(enabled = TRUE, format = "{y:.1f}%",
                        style = list(fontSize = "10px", fontWeight = "bold", textOutline = "none")))) %>%
    hc_add_series(name = "RSE (%)", type = "column",
      data = lapply(seq_len(nrow(rse_sorted)), function(i)
        list(y = round(rse_sorted$RSE[i], 2),
             color = ifelse(rse_sorted$RSE[i] > 25, "#EF5350", "#66BB6A")))) %>%
    hc_legend(enabled = FALSE) %>%
    hc_tooltip(pointFormat = "<b>{point.category}</b><br>RSE: {point.y:.2f}%") %>%
    hc_exporting(enabled = TRUE, filename = paste0("rse_provinsi_", scenario_label))

  # ── Agregasi per pulau ──
  pulau_data <- aggregate(cbind(Estimasi, VAR) ~ Wilayah, data = outputP, FUN = mean)
  pulau_data$SE       <- sqrt(pulau_data$VAR)
  pulau_data$CI_LOWER <- pulau_data$Estimasi - (1.96 * pulau_data$SE)
  pulau_data$CI_UPPER <- pulau_data$Estimasi + (1.96 * pulau_data$SE)
  pulau_data$RSE      <- (pulau_data$SE / pulau_data$Estimasi) * 100
  pulau_data          <- pulau_data[order(-pulau_data$Estimasi), ]
  warna_pulau <- c("#1976D2","#E64A19","#388E3C","#0097A7",
                   "#7B1FA2","#FBC02D","#E91E63")[seq_len(nrow(pulau_data))]

  hc_pul_est <- highchart() %>%
    hc_chart(type = "column", backgroundColor = "transparent") %>%
    hc_title(text = paste0("Estimasi Angka Sekolah per Wilayah KTI \u2014 ", scenario_label)) %>%
    hc_xAxis(categories = pulau_data$Wilayah, gridLineWidth = 0) %>%
    hc_yAxis(title = list(text = "Estimasi (%)"), labels = list(format = "{value}%"),
             gridLineWidth = 0.5, gridLineDashStyle = "Dot") %>%
    hc_plotOptions(column = list(borderWidth = 0,
      dataLabels = list(enabled = TRUE, format = "{y:.1f}%",
                        style = list(fontWeight = "bold", textOutline = "none")))) %>%
    hc_add_series(name = "Estimasi", type = "column",
      data = lapply(seq_len(nrow(pulau_data)), function(i)
        list(y = round(pulau_data$Estimasi[i], 2), color = warna_pulau[i]))) %>%
    hc_add_series(name = "95% CI", type = "errorbar",
      data = lapply(seq_len(nrow(pulau_data)), function(i)
        list(low = max(0, round(pulau_data$CI_LOWER[i], 2)), high = round(pulau_data$CI_UPPER[i], 2))),
      color = "#424242", stemWidth = 1.5, whiskerLength = "60%") %>%
    hc_legend(enabled = FALSE) %>% hc_tooltip(shared = TRUE) %>%
    hc_exporting(enabled = TRUE, filename = paste0("estimasi_wilayah_kti_", scenario_label))

  hc_pul_rse <- highchart() %>%
    hc_chart(type = "column", backgroundColor = "transparent") %>%
    hc_title(text = paste0("Reliabilitas Data (RSE) per Wilayah KTI \u2014 ", scenario_label)) %>%
    hc_xAxis(categories = pulau_data$Wilayah, gridLineWidth = 0) %>%
    hc_yAxis(title = list(text = "RSE (%)"), labels = list(format = "{value}%"),
      gridLineWidth = 0.5, gridLineDashStyle = "Dot",
      plotLines = list(list(value = 25, color = "#C62828", dashStyle = "Dash", width = 2,
        label = list(text = "Batas RSE 25%", style = list(color = "#C62828", fontWeight = "bold"))))) %>%
    hc_plotOptions(column = list(borderWidth = 0,
      dataLabels = list(enabled = TRUE, format = "{y:.1f}%",
                        style = list(fontWeight = "bold", textOutline = "none")))) %>%
    hc_add_series(name = "RSE (%)", type = "column",
      data = lapply(seq_len(nrow(pulau_data)), function(i)
        list(y = round(pulau_data$RSE[i], 2),
             color = ifelse(pulau_data$RSE[i] > 25, "#EF5350", "#66BB6A")))) %>%
    hc_legend(enabled = FALSE) %>%
    hc_tooltip(pointFormat = "<b>{point.category}</b><br>RSE: {point.y:.2f}%") %>%
    hc_exporting(enabled = TRUE, filename = paste0("rse_wilayah_kti_", scenario_label))

  tagList(
    HTML(paste0("<p style='font-weight:600;color:#1565c0;'>&#128200; Estimasi per Provinsi \u2014 ", scenario_label, "</p>")),
    hc_est,
    HTML("<p style='font-weight:600;color:#c62828;margin-top:20px;'>&#9888;&#65039; RSE per Provinsi</p>"),
    hc_rse,
    HTML(paste0("<p style='font-weight:600;color:#1565c0;margin-top:24px;'>&#128200; Estimasi per Wilayah KTI \u2014 ", scenario_label, "</p>")),
    hc_pul_est,
    HTML("<p style='font-weight:600;color:#c62828;margin-top:20px;'>&#9888;&#65039; RSE per Wilayah KTI</p>"),
    hc_pul_rse
  )
}

4 Bagian A β€” Data Awal (Seluruh KRT)

Skenario ini memakai dataku_final (n = 306), seluruh observasi anak penyandang disabilitas 13–15 tahun di KTI tanpa membedakan jenis kelamin KRT.

4.1 Ukuran & Struktur Dataset

cat("Jumlah observasi :", nrow(dataku_final), "\n")
Jumlah observasi : 306 
cat("Jumlah variabel  :", ncol(dataku_final), "\n\n")
Jumlah variabel  : 17 
glimpse(dataku_final)
Rows: 306
Columns: 17
$ prov         <dbl> 74, 65, 53, 74, 71, 62, 64, 64, 53, 53, 63, 63, 63, 52, 8…
$ kabu         <dbl> 7411, 6571, 5302, 7414, 7106, 6201, 6409, 6403, 5313, 530…
$ Y            <fct> Bersekolah, Bersekolah, Bersekolah, Bersekolah, Bersekola…
$ X1           <fct> Perempuan, Laki-laki, Laki-laki, Laki-laki, Perempuan, Pe…
$ X2           <fct> Disabilitas ganda, Disabilitas ganda, Disabilitas ganda, …
$ X3           <fct> Sedikit kesulitan, Sangat kesulitan, Sedikit kesulitan, S…
$ X4           <fct> Perempuan, Laki-laki, Laki-laki, Laki-laki, Laki-laki, La…
$ X5           <fct> ≀ SMP, ≀ SMP, ≀ SMP, ≀ SMP, β‰₯ SMA, ≀ SMP, β‰₯ SMA, ≀ SMP, ≀…
$ X5_3KAT      <fct> SMP, SMP, SD ke bawah, SMP, SMA ke atas, SD ke bawah, SMA…
$ X5_AYAH      <fct> NA, ≀ SMP, ≀ SMP, ≀ SMP, β‰₯ SMA, ≀ SMP, β‰₯ SMA, ≀ SMP, ≀ SM…
$ X5_IBU       <fct> ≀ SMP, β‰₯ SMA, ≀ SMP, ≀ SMP, β‰₯ SMA, ≀ SMP, ≀ SMP, ≀ SMP, ≀…
$ X5_AYAH_3KAT <fct> NA, SMP, SD ke bawah, SMP, SMA ke atas, SD ke bawah, SMA …
$ X5_IBU_3KAT  <fct> SMP, SMA ke atas, SMP, SD ke bawah, SMA ke atas, SMP, SD …
$ X6           <fct> Pertanian, Pertanian, Nonpertanian, Pertanian, Nonpertani…
$ X7           <fct> Perdesaan, Perkotaan, Perdesaan, Perdesaan, Perkotaan, Pe…
$ X8           <fct> Tidak memiliki, Tidak memiliki, Memiliki, Tidak memiliki,…
$ X9           <fct> Tidak miskin, Tidak miskin, Tidak miskin, Miskin, Tidak m…

4.2 Statistik Deskriptif Ringkas

summary(dataku_final)
      prov            kabu                     Y               X1     
 Min.   :52.00   Min.   :5201   Tidak bersekolah: 89   Perempuan:129  
 1st Qu.:61.00   1st Qu.:6104   Bersekolah      :217   Laki-laki:177  
 Median :71.00   Median :7172                                         
 Mean   :69.32   Mean   :6949                                         
 3rd Qu.:75.00   3rd Qu.:7505                                         
 Max.   :94.00   Max.   :9436                                         
                   X2                      X3              X4          X5     
 Disabilitas ganda  :141   Sangat kesulitan : 85   Perempuan: 38   ≀ SMP:230  
 Disabilitas tunggal:165   Kesulitan        : 72   Laki-laki:268   β‰₯ SMA: 76  
                           Sedikit kesulitan:149                              
                                                                              
                                                                              
                                                                              
        X5_3KAT     X5_AYAH      X5_IBU         X5_AYAH_3KAT      X5_IBU_3KAT 
 SD ke bawah:136   ≀ SMP:196   ≀ SMP:225   SD ke bawah:115   SD ke bawah:132  
 SMP        : 94   β‰₯ SMA: 72   β‰₯ SMA: 64   SMP        : 81   SMP        : 93  
 SMA ke atas: 76   NA's : 38   NA's : 17   SMA ke atas: 72   SMA ke atas: 64  
                                           NA's       : 38   NA's       : 17  
                                                                              
                                                                              
             X6              X7                   X8                 X9     
 Tidak bekerja: 22   Perdesaan:210   Tidak memiliki:262   Miskin      : 52  
 Pertanian    :155   Perkotaan: 96   Memiliki      : 44   Tidak miskin:254  
 Nonpertanian :129                                                          
                                                                            
                                                                            
                                                                            

4.3 Pemeriksaan Missing Values

missing_tbl_A <- dataku_final %>%
  summarise(across(everything(), ~ sum(is.na(.)))) %>%
  pivot_longer(everything(), names_to = "Variabel", values_to = "Jumlah_NA") %>%
  mutate(Persen_NA = round(Jumlah_NA / nrow(dataku_final) * 100, 2)) %>%
  arrange(desc(Jumlah_NA))

kable(missing_tbl_A, caption = "Missing Value per Variabel β€” Bagian A",
      col.names = c("Variabel", "Jumlah NA", "% NA")) %>%
  kable_styling(bootstrap_options = c("striped", "hover", "condensed"), full_width = FALSE)
Missing Value per Variabel β€” Bagian A
Variabel Jumlah NA % NA
X5_AYAH 38 12.42
X5_AYAH_3KAT 38 12.42
X5_IBU 17 5.56
X5_IBU_3KAT 17 5.56
prov 0 0.00
kabu 0 0.00
Y 0 0.00
X1 0 0.00
X2 0 0.00
X3 0 0.00
X4 0 0.00
X5 0 0.00
X5_3KAT 0 0.00
X6 0 0.00
X7 0 0.00
X8 0 0.00
X9 0 0.00

4.4 Distribusi Variabel Dependen (Y) β€” Deskriptif Sampel

Alur narasi: bagian ini membahas Y terlebih dahulu (partisipasi sekolah), baru kemudian variabel X, sesuai arahan pembimbing agar cerita tidak melompat antar-bagian.

tbl_y_A <- dataku_final %>%
  count(Y) %>%
  mutate(Persen = round(n / sum(n) * 100, 2))

kable(tbl_y_A, caption = "Distribusi Partisipasi Sekolah β€” Bagian A (Sampel Mentah)",
      col.names = c("Status Sekolah", "Frekuensi", "%")) %>%
  kable_styling(bootstrap_options = c("striped", "hover"), full_width = FALSE)
Distribusi Partisipasi Sekolah β€” Bagian A (Sampel Mentah)
Status Sekolah Frekuensi %
Tidak bersekolah 89 29.08
Bersekolah 217 70.92
pd_y_A <- tbl_y_A %>% mutate(name = as.character(Y), y = Persen) %>% select(name, y)

highchart() %>%
  hc_chart(type = "pie", backgroundColor = "transparent", height = PIE_CHART_HEIGHT) %>%
  hc_title(text = "Distribusi Partisipasi Sekolah β€” Bagian A (Sampel)") %>%
  hc_series(list(name = "Persentase", colorByPoint = TRUE, data = list_parse(pd_y_A))) %>%
  hc_colors(c("#D73027","#4575B4")) %>%
  hc_plotOptions(pie = list(size = PIE_SIZE, center = PIE_CENTER,
    dataLabels = list(enabled = TRUE, format = "<b>{point.name}</b><br>{point.y:.2f}%"))) %>%
  hc_tooltip(pointFormat = "<b>{point.name}</b>: {point.y:.2f}%") %>%
  hc_exporting(enabled = TRUE, filename = "distribusi_y_A")

4.4.1 Estimasi Tertimbang Partisipasi Sekolah di KTI β€” Bagian A

est_y_A <- estimasi_y_tertimbang(desain_y_kti, y_design_data$status, "Bagian A \u2014 Seluruh KRT")
tampil_y_tertimbang(est_y_A, "Bagian A \u2014 Seluruh KRT")
Estimasi Tertimbang Persentase Partisipasi Sekolah Anak Penyandang Disabilitas Usia 13–15 Tahun di KTI β€” Bagian A β€” Seluruh KRT
Wilayah Persentase sampel (%) Estimasi tertimbang (%) SE CI 95% bawah CI 95% atas RSE (%) Persentase sampel masuk CI?
Kawasan Timur Indonesia β€” Bagian A β€” Seluruh KRT 70.92 72.46 3.69 65.24 79.69 5.09 Ya

4.4.2 Pie Chart Partisipasi Sekolah (Estimasi Tertimbang) β€” Bagian A

pie_y_tertimbang(est_y_A, "Bagian A \u2014 Seluruh KRT")

4.4.3 Partisipasi Sekolah per Provinsi β€” Bagian A

4.4.4 Partisipasi Sekolah per Wilayah KTI β€” Bagian A


4.5 Distribusi Jumlah Jenis Disabilitas

tbl_dis_A <- dataku_filtered %>%
  count(JUMLAH_JENIS_DISABILITAS) %>%
  mutate(Persen = round(n / sum(n) * 100, 2))

kable(tbl_dis_A, caption = "Distribusi Jumlah Jenis Disabilitas β€” Bagian A",
      col.names = c("Jumlah Jenis Disabilitas", "Frekuensi", "%")) %>%
  kable_styling(bootstrap_options = c("striped", "hover"), full_width = FALSE)
Distribusi Jumlah Jenis Disabilitas β€” Bagian A
Jumlah Jenis Disabilitas Frekuensi %
1 165 53.92
2 33 10.78
3 32 10.46
4 29 9.48
5 22 7.19
6 8 2.61
7 13 4.25
8 4 1.31
make_col(cats = tbl_dis_A$JUMLAH_JENIS_DISABILITAS, vals = tbl_dis_A$n,
         title = "Distribusi Jumlah Jenis Disabilitas β€” Bagian A",
         xlab = "Jumlah Jenis Disabilitas", ylab = "Frekuensi")

4.6 Tabel Hasil Odds Ratio

Hasil Odds Ratio dan Kategori Referensi (run versi v6 β€” pembanding historis)
Variabel Kategori Odds Ratio
Jenis kelamin anak Laki-laki 1,246
Perempuan*
Jenis disabilitas anak Disabilitas tunggal 6,432
Disabilitas ganda*
Tingkat kesulitan disabilitas anak Sedikit kesulitan 9,002
Kesulitan 3,269
Sangat kesulitan*
Jenis kelamin KRT Laki-laki 0,424
Perempuan*
Tingkat pendidikan KRT Minimal SMA/Sederajat 1,663
SMP/Sederajat ke bawah*
Pekerjaan KRT Bekerja di sektor nonpertanian 2,175
Bekerja di sektor pertanian 4,235
Tidak bekerja*
Daerah tempat tinggal Perkotaan 1,264
Perdesaan*
Status kepemilikan KIP/PIP Memiliki 17,239
Tidak memiliki*
Status kemiskinan rumah tangga Tidak Miskin 1,343
Miskin*

4.7 Distribusi Variabel Independen (X) β€” Bagian A

Setelah Y dibahas di atas, berikut distribusi tiap prediktor X dan hubungannya dengan Y.

πŸ“ˆ Jenis Kelamin Anak (X1) (Bagian A)

πŸ“‹ Tabulasi Jenis Kelamin Anak (X1)

Distribusi Jenis Kelamin Anak (X1)
Kategori Frekuensi Persen (%)
Perempuan 129 42.16
Laki-laki 177 57.84

πŸ”— Tabulasi Jenis Kelamin Anak (X1) Γ— Partisipasi Sekolah

Silang: Jenis Kelamin Anak (X1) Γ— Partisipasi Sekolah
Kategori Partisipasi Sekolah Frekuensi Persen (%)
Perempuan Tidak bersekolah 37 28.68
Perempuan Bersekolah 92 71.32
Laki-laki Tidak bersekolah 52 29.38
Laki-laki Bersekolah 125 70.62

πŸ₯§ Pie Chart β€” Jenis Kelamin Anak (X1)

πŸ“Š Stacked Bar β€” Jenis Kelamin Anak (X1) Γ— Partisipasi Sekolah

πŸ“ˆ Jenis Disabilitas (X2) (Bagian A)

πŸ“‹ Tabulasi Jenis Disabilitas (X2)

Distribusi Jenis Disabilitas (X2)
Kategori Frekuensi Persen (%)
Disabilitas ganda 141 46.08
Disabilitas tunggal 165 53.92

πŸ”— Tabulasi Jenis Disabilitas (X2) Γ— Partisipasi Sekolah

Silang: Jenis Disabilitas (X2) Γ— Partisipasi Sekolah
Kategori Partisipasi Sekolah Frekuensi Persen (%)
Disabilitas ganda Tidak bersekolah 67 47.52
Disabilitas ganda Bersekolah 74 52.48
Disabilitas tunggal Tidak bersekolah 22 13.33
Disabilitas tunggal Bersekolah 143 86.67

πŸ₯§ Pie Chart β€” Jenis Disabilitas (X2)

πŸ“Š Stacked Bar β€” Jenis Disabilitas (X2) Γ— Partisipasi Sekolah

πŸ“ˆ Tingkat Kesulitan (X3) (Bagian A)

πŸ“‹ Tabulasi Tingkat Kesulitan (X3)

Distribusi Tingkat Kesulitan (X3)
Kategori Frekuensi Persen (%)
Sangat kesulitan 85 27.78
Kesulitan 72 23.53
Sedikit kesulitan 149 48.69

πŸ”— Tabulasi Tingkat Kesulitan (X3) Γ— Partisipasi Sekolah

Silang: Tingkat Kesulitan (X3) Γ— Partisipasi Sekolah
Kategori Partisipasi Sekolah Frekuensi Persen (%)
Sangat kesulitan Tidak bersekolah 47 55.29
Sangat kesulitan Bersekolah 38 44.71
Kesulitan Tidak bersekolah 19 26.39
Kesulitan Bersekolah 53 73.61
Sedikit kesulitan Tidak bersekolah 23 15.44
Sedikit kesulitan Bersekolah 126 84.56

πŸ₯§ Pie Chart β€” Tingkat Kesulitan (X3)

πŸ“Š Stacked Bar β€” Tingkat Kesulitan (X3) Γ— Partisipasi Sekolah

πŸ“ˆ Jenis Kelamin KRT (X4) (Bagian A)

πŸ“‹ Tabulasi Jenis Kelamin KRT (X4)

Distribusi Jenis Kelamin KRT (X4)
Kategori Frekuensi Persen (%)
Perempuan 38 12.42
Laki-laki 268 87.58

πŸ”— Tabulasi Jenis Kelamin KRT (X4) Γ— Partisipasi Sekolah

Silang: Jenis Kelamin KRT (X4) Γ— Partisipasi Sekolah
Kategori Partisipasi Sekolah Frekuensi Persen (%)
Perempuan Tidak bersekolah 9 23.68
Perempuan Bersekolah 29 76.32
Laki-laki Tidak bersekolah 80 29.85
Laki-laki Bersekolah 188 70.15

πŸ₯§ Pie Chart β€” Jenis Kelamin KRT (X4)

πŸ“Š Stacked Bar β€” Jenis Kelamin KRT (X4) Γ— Partisipasi Sekolah

πŸ“ˆ Pendidikan KRT β€” biner (X5) (Bagian A)

πŸ“‹ Tabulasi Pendidikan KRT β€” biner (X5)

Distribusi Pendidikan KRT β€” biner (X5)
Kategori Frekuensi Persen (%)
≀ SMP 230 75.16
β‰₯ SMA 76 24.84

πŸ”— Tabulasi Pendidikan KRT β€” biner (X5) Γ— Partisipasi Sekolah

Silang: Pendidikan KRT β€” biner (X5) Γ— Partisipasi Sekolah
Kategori Partisipasi Sekolah Frekuensi Persen (%)
≀ SMP Tidak bersekolah 73 31.74
≀ SMP Bersekolah 157 68.26
β‰₯ SMA Tidak bersekolah 16 21.05
β‰₯ SMA Bersekolah 60 78.95

πŸ₯§ Pie Chart β€” Pendidikan KRT β€” biner (X5)

πŸ“Š Stacked Bar β€” Pendidikan KRT β€” biner (X5) Γ— Partisipasi Sekolah

πŸ“ˆ Pekerjaan KRT (X6) (Bagian A)

πŸ“‹ Tabulasi Pekerjaan KRT (X6)

Distribusi Pekerjaan KRT (X6)
Kategori Frekuensi Persen (%)
Tidak bekerja 22 7.19
Pertanian 155 50.65
Nonpertanian 129 42.16

πŸ”— Tabulasi Pekerjaan KRT (X6) Γ— Partisipasi Sekolah

Silang: Pekerjaan KRT (X6) Γ— Partisipasi Sekolah
Kategori Partisipasi Sekolah Frekuensi Persen (%)
Tidak bekerja Tidak bersekolah 12 54.55
Tidak bekerja Bersekolah 10 45.45
Pertanian Tidak bersekolah 47 30.32
Pertanian Bersekolah 108 69.68
Nonpertanian Tidak bersekolah 30 23.26
Nonpertanian Bersekolah 99 76.74

πŸ₯§ Pie Chart β€” Pekerjaan KRT (X6)

πŸ“Š Stacked Bar β€” Pekerjaan KRT (X6) Γ— Partisipasi Sekolah

πŸ“ˆ Daerah Tinggal (X7) (Bagian A)

πŸ“‹ Tabulasi Daerah Tinggal (X7)

Distribusi Daerah Tinggal (X7)
Kategori Frekuensi Persen (%)
Perdesaan 210 68.63
Perkotaan 96 31.37

πŸ”— Tabulasi Daerah Tinggal (X7) Γ— Partisipasi Sekolah

Silang: Daerah Tinggal (X7) Γ— Partisipasi Sekolah
Kategori Partisipasi Sekolah Frekuensi Persen (%)
Perdesaan Tidak bersekolah 66 31.43
Perdesaan Bersekolah 144 68.57
Perkotaan Tidak bersekolah 23 23.96
Perkotaan Bersekolah 73 76.04

πŸ₯§ Pie Chart β€” Daerah Tinggal (X7)

πŸ“Š Stacked Bar β€” Daerah Tinggal (X7) Γ— Partisipasi Sekolah

πŸ“ˆ Kepemilikan KIP/PIP (X8) (Bagian A)

πŸ“‹ Tabulasi Kepemilikan KIP/PIP (X8)

Distribusi Kepemilikan KIP/PIP (X8)
Kategori Frekuensi Persen (%)
Tidak memiliki 262 85.62
Memiliki 44 14.38

πŸ”— Tabulasi Kepemilikan KIP/PIP (X8) Γ— Partisipasi Sekolah

Silang: Kepemilikan KIP/PIP (X8) Γ— Partisipasi Sekolah
Kategori Partisipasi Sekolah Frekuensi Persen (%)
Tidak memiliki Tidak bersekolah 86 32.82
Tidak memiliki Bersekolah 176 67.18
Memiliki Tidak bersekolah 3 6.82
Memiliki Bersekolah 41 93.18

πŸ₯§ Pie Chart β€” Kepemilikan KIP/PIP (X8)

πŸ“Š Stacked Bar β€” Kepemilikan KIP/PIP (X8) Γ— Partisipasi Sekolah

πŸ“ˆ Status Kemiskinan RT (X9) (Bagian A)

πŸ“‹ Tabulasi Status Kemiskinan RT (X9)

Distribusi Status Kemiskinan RT (X9)
Kategori Frekuensi Persen (%)
Miskin 52 16.99
Tidak miskin 254 83.01

πŸ”— Tabulasi Status Kemiskinan RT (X9) Γ— Partisipasi Sekolah

Silang: Status Kemiskinan RT (X9) Γ— Partisipasi Sekolah
Kategori Partisipasi Sekolah Frekuensi Persen (%)
Miskin Tidak bersekolah 18 34.62
Miskin Bersekolah 34 65.38
Tidak miskin Tidak bersekolah 71 27.95
Tidak miskin Bersekolah 183 72.05

πŸ₯§ Pie Chart β€” Status Kemiskinan RT (X9)

πŸ“Š Stacked Bar β€” Status Kemiskinan RT (X9) Γ— Partisipasi Sekolah


4.8 Varian Pendidikan KRT & Orang Tua β€” Bagian A

Empat varian pengukuran pendidikan (KRT biner, KRT 3 kategori, ayah, dan ibu) ditampilkan lengkap di sini. Keempatnya dipakai bergantian dalam model (lihat bab Regresi Logistik), sehingga tidak dimasukkan ke dalam uji kebebasan antar-prediktor inti agar tidak saling mencemari.

πŸŽ“ Pendidikan KRT β€” 3 kategori (X5_3KAT) (Bagian A)

πŸ“‹ Tabulasi Pendidikan KRT β€” 3 kategori (X5_3KAT)

Distribusi Pendidikan KRT β€” 3 kategori (X5_3KAT)
Kategori Frekuensi Persen (%)
SD ke bawah 136 44.44
SMP 94 30.72
SMA ke atas 76 24.84

πŸ”— Tabulasi Pendidikan KRT β€” 3 kategori (X5_3KAT) Γ— Partisipasi Sekolah

Silang: Pendidikan KRT β€” 3 kategori (X5_3KAT) Γ— Partisipasi Sekolah
Kategori Partisipasi Sekolah Frekuensi Persen (%)
SD ke bawah Tidak bersekolah 45 33.09
SD ke bawah Bersekolah 91 66.91
SMP Tidak bersekolah 28 29.79
SMP Bersekolah 66 70.21
SMA ke atas Tidak bersekolah 16 21.05
SMA ke atas Bersekolah 60 78.95

πŸ₯§ Pie Chart β€” Pendidikan KRT β€” 3 kategori (X5_3KAT)

πŸ“Š Stacked Bar β€” Pendidikan KRT β€” 3 kategori (X5_3KAT) Γ— Partisipasi Sekolah

πŸŽ“ Pendidikan Ayah β€” biner (X5_AYAH) (Bagian A)

πŸ“‹ Tabulasi Pendidikan Ayah β€” biner (X5_AYAH)

Distribusi Pendidikan Ayah β€” biner (X5_AYAH)
Kategori Frekuensi Persen (%)
≀ SMP 196 73.13
β‰₯ SMA 72 26.87

πŸ”— Tabulasi Pendidikan Ayah β€” biner (X5_AYAH) Γ— Partisipasi Sekolah

Silang: Pendidikan Ayah β€” biner (X5_AYAH) Γ— Partisipasi Sekolah
Kategori Partisipasi Sekolah Frekuensi Persen (%)
≀ SMP Tidak bersekolah 65 33.16
≀ SMP Bersekolah 131 66.84
β‰₯ SMA Tidak bersekolah 15 20.83
β‰₯ SMA Bersekolah 57 79.17

πŸ₯§ Pie Chart β€” Pendidikan Ayah β€” biner (X5_AYAH)

πŸ“Š Stacked Bar β€” Pendidikan Ayah β€” biner (X5_AYAH) Γ— Partisipasi Sekolah

πŸŽ“ Pendidikan Ibu β€” biner (X5_IBU) (Bagian A)

πŸ“‹ Tabulasi Pendidikan Ibu β€” biner (X5_IBU)

Distribusi Pendidikan Ibu β€” biner (X5_IBU)
Kategori Frekuensi Persen (%)
≀ SMP 225 77.85
β‰₯ SMA 64 22.15

πŸ”— Tabulasi Pendidikan Ibu β€” biner (X5_IBU) Γ— Partisipasi Sekolah

Silang: Pendidikan Ibu β€” biner (X5_IBU) Γ— Partisipasi Sekolah
Kategori Partisipasi Sekolah Frekuensi Persen (%)
≀ SMP Tidak bersekolah 72 32.00
≀ SMP Bersekolah 153 68.00
β‰₯ SMA Tidak bersekolah 12 18.75
β‰₯ SMA Bersekolah 52 81.25

πŸ₯§ Pie Chart β€” Pendidikan Ibu β€” biner (X5_IBU)

πŸ“Š Stacked Bar β€” Pendidikan Ibu β€” biner (X5_IBU) Γ— Partisipasi Sekolah

πŸŽ“ Pendidikan Ayah β€” 3 kategori (X5_AYAH_3KAT) (Bagian A)

πŸ“‹ Tabulasi Pendidikan Ayah β€” 3 kategori (X5_AYAH_3KAT)

Distribusi Pendidikan Ayah β€” 3 kategori (X5_AYAH_3KAT)
Kategori Frekuensi Persen (%)
SD ke bawah 115 42.91
SMP 81 30.22
SMA ke atas 72 26.87

πŸ”— Tabulasi Pendidikan Ayah β€” 3 kategori (X5_AYAH_3KAT) Γ— Partisipasi Sekolah

Silang: Pendidikan Ayah β€” 3 kategori (X5_AYAH_3KAT) Γ— Partisipasi Sekolah
Kategori Partisipasi Sekolah Frekuensi Persen (%)
SD ke bawah Tidak bersekolah 39 33.91
SD ke bawah Bersekolah 76 66.09
SMP Tidak bersekolah 26 32.10
SMP Bersekolah 55 67.90
SMA ke atas Tidak bersekolah 15 20.83
SMA ke atas Bersekolah 57 79.17

πŸ₯§ Pie Chart β€” Pendidikan Ayah β€” 3 kategori (X5_AYAH_3KAT)

πŸ“Š Stacked Bar β€” Pendidikan Ayah β€” 3 kategori (X5_AYAH_3KAT) Γ— Partisipasi Sekolah

πŸŽ“ Pendidikan Ibu β€” 3 kategori (X5_IBU_3KAT) (Bagian A)

πŸ“‹ Tabulasi Pendidikan Ibu β€” 3 kategori (X5_IBU_3KAT)

Distribusi Pendidikan Ibu β€” 3 kategori (X5_IBU_3KAT)
Kategori Frekuensi Persen (%)
SD ke bawah 132 45.67
SMP 93 32.18
SMA ke atas 64 22.15

πŸ”— Tabulasi Pendidikan Ibu β€” 3 kategori (X5_IBU_3KAT) Γ— Partisipasi Sekolah

Silang: Pendidikan Ibu β€” 3 kategori (X5_IBU_3KAT) Γ— Partisipasi Sekolah
Kategori Partisipasi Sekolah Frekuensi Persen (%)
SD ke bawah Tidak bersekolah 47 35.61
SD ke bawah Bersekolah 85 64.39
SMP Tidak bersekolah 25 26.88
SMP Bersekolah 68 73.12
SMA ke atas Tidak bersekolah 12 18.75
SMA ke atas Bersekolah 52 81.25

πŸ₯§ Pie Chart β€” Pendidikan Ibu β€” 3 kategori (X5_IBU_3KAT)

πŸ“Š Stacked Bar β€” Pendidikan Ibu β€” 3 kategori (X5_IBU_3KAT) Γ— Partisipasi Sekolah

tabulasi_silang_semua(dataku_final, "Bagian A \u2014 Data Awal", vars = vars_pendidikan)

4.8.1 Pendidikan KRT β€” 3 kategori (X5_3KAT) ( Bagian A β€” Data Awal )

Pendidikan KRT β€” 3 kategori (X5_3KAT) β€” Bagian A β€” Data Awal β€” Chi-Square (p = 0.1776) β€” seluruh expected frequency β‰₯ 5
Tidak bersekolah Bersekolah Total % Bersekolah
SD ke bawah 45 91 136 66.9
SMP 28 66 94 70.2
SMA ke atas 16 60 76 78.9

4.8.2 Pendidikan Ayah β€” biner (X5_AYAH) ( Bagian A β€” Data Awal )

Pendidikan Ayah β€” biner (X5_AYAH) β€” Bagian A β€” Data Awal β€” Chi-Square (p = 0.0711) β€” seluruh expected frequency β‰₯ 5
Tidak bersekolah Bersekolah Total % Bersekolah
≀ SMP 65 131 196 66.8
β‰₯ SMA 15 57 72 79.2

4.8.3 Pendidikan Ibu β€” biner (X5_IBU) ( Bagian A β€” Data Awal )

Pendidikan Ibu β€” biner (X5_IBU) β€” Bagian A β€” Data Awal β€” Chi-Square (p = 0.0569) β€” seluruh expected frequency β‰₯ 5
Tidak bersekolah Bersekolah Total % Bersekolah
≀ SMP 72 153 225 68.0
β‰₯ SMA 12 52 64 81.2

4.8.4 Pendidikan Ayah β€” 3 kategori (X5_AYAH_3KAT) ( Bagian A β€” Data Awal )

Pendidikan Ayah β€” 3 kategori (X5_AYAH_3KAT) β€” Bagian A β€” Data Awal β€” Chi-Square (p = 0.1424) β€” seluruh expected frequency β‰₯ 5
Tidak bersekolah Bersekolah Total % Bersekolah
SD ke bawah 39 76 115 66.1
SMP 26 55 81 67.9
SMA ke atas 15 57 72 79.2

4.8.5 Pendidikan Ibu β€” 3 kategori (X5_IBU_3KAT) ( Bagian A β€” Data Awal )

Pendidikan Ibu β€” 3 kategori (X5_IBU_3KAT) β€” Bagian A β€” Data Awal β€” Chi-Square (p = 0.0438) β€” seluruh expected frequency β‰₯ 5
Tidak bersekolah Bersekolah Total % Bersekolah
SD ke bawah 47 85 132 64.4
SMP 25 68 93 73.1
SMA ke atas 12 52 64 81.2

4.9 Pendidikan KRT menurut Jenis Kelamin KRT β€” Bagian A

pendidikan_krt_gender(dataku_final, "Bagian A \u2014 Seluruh KRT")

Pendidikan KRT β€” biner (X5) menurut jenis kelamin KRT β€” Bagian A β€” Seluruh KRT

Frekuensi: Pendidikan KRT β€” biner (X5) Γ— Jenis Kelamin KRT β€” Bagian A β€” Seluruh KRT
≀ SMP β‰₯ SMA
Perempuan 34 4
Laki-laki 196 72
Persentase baris (%): Pendidikan KRT β€” biner (X5) Γ— Jenis Kelamin KRT β€” Bagian A β€” Seluruh KRT
≀ SMP β‰₯ SMA
Perempuan 89.5 10.5
Laki-laki 73.1 26.9

Pendidikan KRT β€” 3 kategori (X5_3KAT) menurut jenis kelamin KRT β€” Bagian A β€” Seluruh KRT

Frekuensi: Pendidikan KRT β€” 3 kategori (X5_3KAT) Γ— Jenis Kelamin KRT β€” Bagian A β€” Seluruh KRT
SD ke bawah SMP SMA ke atas
Perempuan 21 13 4
Laki-laki 115 81 72
Persentase baris (%): Pendidikan KRT β€” 3 kategori (X5_3KAT) Γ— Jenis Kelamin KRT β€” Bagian A β€” Seluruh KRT
SD ke bawah SMP SMA ke atas
Perempuan 55.3 34.2 10.5
Laki-laki 42.9 30.2 26.9

Ketersediaan & tingkat pendidikan Ayah vs Ibu β€” Bagian A β€” Seluruh KRT

Pendidikan Ayah vs Ibu β€” Bagian A β€” Seluruh KRT
Peran n tersedia n NA % β‰₯ SMA
Ayah (X5_AYAH) 268 38 26.9
Ibu (X5_IBU) 289 17 22.1

Kombinasi pendidikan Ayah Γ— Ibu β€” Bagian A β€” Seluruh KRT

Pendidikan Ayah Γ— Pendidikan Ibu β€” Bagian A β€” Seluruh KRT
≀ SMP β‰₯ SMA
≀ SMP 162 24
β‰₯ SMA 29 36

CramΓ©r’s V (Ayah Γ— Ibu) = 0.436 β€” semakin besar berarti pendidikan ayah dan ibu makin homogen (asortative mating), sehingga bila keduanya dimasukkan bersama ke model perlu dicermati tumpang tindih informasinya.


4.10 Catatan Diskusi: Pendidikan Ibu (Pola Asuh) vs Pendidikan Ayah (Role Model) β€” Bagian A

Dua peran pendidikan orang tua terhadap partisipasi sekolah anak penyandang disabilitas dapat dibedakan. Pendidikan ibu lebih berkaitan dengan pola asuh sehari-hari, khususnya pada jenjang pendidikan dasar ketika ibu masih berperan aktif mendampingi anak belajar; ibu yang berpendidikan tinggi diharapkan memberikan pola asuh yang lebih mendukung kelangsungan sekolah anak. Pendidikan ayah lebih berkaitan dengan fungsi sebagai role model sekaligus kontribusi terhadap kapasitas ekonomi rumah tangga yang menentukan kemampuan membiayai sekolah. Pada jenjang pendidikan yang lebih tinggi, peran pendampingan langsung oleh ibu cenderung berkurang dan aspek pembiayaan (yang lebih lekat pada ayah) menjadi lebih menentukan, kecuali apabila ibu berstatus sebagai KRT dan menjadi tulang punggung ekonomi keluarga.


4.11 Distribusi Observasi per Provinsi β€” Bagian A

tbl_prov_A <- dataku_final %>%
  count(prov) %>%
  mutate(Persen = round(n / sum(n) * 100, 2)) %>%
  arrange(desc(n))

kable(tbl_prov_A, caption = "Distribusi Observasi per Provinsi β€” Bagian A",
      col.names = c("Kode Provinsi", "Frekuensi", "%")) %>%
  kable_styling(bootstrap_options = c("striped", "hover"), full_width = FALSE)
Distribusi Observasi per Provinsi β€” Bagian A
Kode Provinsi Frekuensi %
53 49 16.01
73 42 13.73
94 22 7.19
63 21 6.86
82 20 6.54
52 19 6.21
62 17 5.56
71 17 5.56
74 17 5.56
81 16 5.23
61 15 4.90
64 11 3.59
91 11 3.59
72 9 2.94
75 8 2.61
65 6 1.96
76 6 1.96
tbl_prov_A_sorted <- tbl_prov_A %>% arrange(n)
make_col(cats = tbl_prov_A_sorted$prov, vals = tbl_prov_A_sorted$n,
         title = "Jumlah Observasi per Provinsi β€” Bagian A",
         color = "#74ADD1", xlab = "Kode Provinsi", ylab = "Frekuensi", horizontal = TRUE)

4.12 Tabulasi Silang: Partisipasi Sekolah (Y) vs Setiap Prediktor β€” Bagian A

Termasuk cek asumsi expected frequency < 5 dan Fisher’s Exact Test sebagai pembanding (revisi #1).

tabulasi_silang_semua(dataku_final, "Bagian A \u2014 Data Awal", vars = vars_for_tab)

4.12.1 Jenis Kelamin Anak (X1) ( Bagian A β€” Data Awal )

Jenis Kelamin Anak (X1) β€” Bagian A β€” Data Awal β€” Chi-Square (p = 0.996) β€” seluruh expected frequency β‰₯ 5
Tidak bersekolah Bersekolah Total % Bersekolah
Perempuan 37 92 129 71.3
Laki-laki 52 125 177 70.6

4.12.2 Jenis Disabilitas (X2) ( Bagian A β€” Data Awal )

Jenis Disabilitas (X2) β€” Bagian A β€” Data Awal β€” Chi-Square (p = 0) β€” seluruh expected frequency β‰₯ 5
Tidak bersekolah Bersekolah Total % Bersekolah
Disabilitas ganda 67 74 141 52.5
Disabilitas tunggal 22 143 165 86.7

4.12.3 Tingkat Kesulitan (X3) ( Bagian A β€” Data Awal )

Tingkat Kesulitan (X3) β€” Bagian A β€” Data Awal β€” Chi-Square (p = 0) β€” seluruh expected frequency β‰₯ 5
Tidak bersekolah Bersekolah Total % Bersekolah
Sangat kesulitan 47 38 85 44.7
Kesulitan 19 53 72 73.6
Sedikit kesulitan 23 126 149 84.6

4.12.4 Jenis Kelamin KRT (X4) ( Bagian A β€” Data Awal )

Jenis Kelamin KRT (X4) β€” Bagian A β€” Data Awal β€” Chi-Square (p = 0.5535) β€” seluruh expected frequency β‰₯ 5
Tidak bersekolah Bersekolah Total % Bersekolah
Perempuan 9 29 38 76.3
Laki-laki 80 188 268 70.1

4.12.5 Pendidikan KRT β€” biner (X5) ( Bagian A β€” Data Awal )

Pendidikan KRT β€” biner (X5) β€” Bagian A β€” Data Awal β€” Chi-Square (p = 0.1025) β€” seluruh expected frequency β‰₯ 5
Tidak bersekolah Bersekolah Total % Bersekolah
≀ SMP 73 157 230 68.3
β‰₯ SMA 16 60 76 78.9

4.12.6 Pekerjaan KRT (X6) ( Bagian A β€” Data Awal )

Pekerjaan KRT (X6) β€” Bagian A β€” Data Awal β€” Chi-Square (p = 0.0103) β€” seluruh expected frequency β‰₯ 5
Tidak bersekolah Bersekolah Total % Bersekolah
Tidak bekerja 12 10 22 45.5
Pertanian 47 108 155 69.7
Nonpertanian 30 99 129 76.7

4.12.7 Daerah Tinggal (X7) ( Bagian A β€” Data Awal )

Daerah Tinggal (X7) β€” Bagian A β€” Data Awal β€” Chi-Square (p = 0.2303) β€” seluruh expected frequency β‰₯ 5
Tidak bersekolah Bersekolah Total % Bersekolah
Perdesaan 66 144 210 68.6
Perkotaan 23 73 96 76.0

4.12.8 Kepemilikan KIP/PIP (X8) ( Bagian A β€” Data Awal )

Kepemilikan KIP/PIP (X8) β€” Bagian A β€” Data Awal β€” Chi-Square (p = 9e-04) β€” seluruh expected frequency β‰₯ 5
Tidak bersekolah Bersekolah Total % Bersekolah
Tidak memiliki 86 176 262 67.2
Memiliki 3 41 44 93.2

4.12.9 Status Kemiskinan RT (X9) ( Bagian A β€” Data Awal )

Status Kemiskinan RT (X9) β€” Bagian A β€” Data Awal β€” Chi-Square (p = 0.4259) β€” seluruh expected frequency β‰₯ 5
Tidak bersekolah Bersekolah Total % Bersekolah
Miskin 18 34 52 65.4
Tidak miskin 71 183 254 72.0

4.13 Tabulasi X9 (Kemiskinan) Γ— X8 (KIP/PIP) β€” Bagian A

tabulasi_x9_x8(dataku_final, "Bagian A β€” Data Awal")

Tabulasi Status Kemiskinan (X9) Γ— Kepemilikan KIP/PIP (X8) β€” Bagian A β€” Data Awal

X9 Γ— X8 β€” Bagian A β€” Data Awal
Tidak memiliki Memiliki
Miskin 44 8
Tidak miskin 218 36

Jumlah anak dengan KIP/PIP namun tidak bersekolah ( Bagian A β€” Data Awal ): 3


4.14 Estimasi Langsung Indikator β€” Bagian A

outputP_A <- estimasi_provinsi_html(susenas_ind_design, "Bagian A β€” Data Awal")
Estimasi Langsung: % Bersekolah per Provinsi β€” Bagian A β€” Data Awal
Provinsi Wilayah Estimasi (%) SE CI Lower CI Upper RSE (%) DEFF
Nusa Tenggara Barat Nusa Tenggara 83.39 11.17 61.49 105.29 13.40 1.63
Nusa Tenggara Timur Nusa Tenggara 76.48 8.26 60.30 92.66 10.79 1.84
Kalimantan Barat Kalimantan 68.91 12.11 45.17 92.66 17.58 0.97
Kalimantan Tengah Kalimantan 88.74 6.02 76.94 100.54 6.79 0.59
Kalimantan Selatan Kalimantan 49.54 14.75 20.62 78.45 29.78 1.75
Kalimantan Timur Kalimantan 93.18 5.85 81.71 104.65 6.28 0.54
Kalimantan Utara Kalimantan 99.18 0.93 97.36 101.01 0.94 0.05
Sulawesi Utara Sulawesi 82.46 10.52 61.84 103.09 12.76 1.24
Sulawesi Tengah Sulawesi 86.23 12.31 62.11 110.35 14.27 1.03
Sulawesi Selatan Sulawesi 67.28 10.36 46.97 87.59 15.40 2.01
Sulawesi Tenggara Sulawesi 29.57 12.54 4.99 54.16 42.42 1.23
Gorontalo Sulawesi 61.81 24.79 13.22 110.39 40.11 1.85
Sulawesi Barat Sulawesi 9.15 9.97 0.00 28.70 109.01 0.60
Maluku Maluku 89.16 8.66 72.20 106.13 9.71 1.17
Maluku Utara Maluku 84.10 8.34 67.75 100.45 9.92 1.01
Papua Barat Papua 84.91 10.55 64.23 105.59 12.42 0.90
Papua Papua 68.44 15.75 37.58 99.30 23.01 2.47
estimasi_visualisasi_html(outputP_A, "Bagian A")

πŸ“ˆ Estimasi per Provinsi β€” Bagian A

⚠️ RSE per Provinsi

πŸ“ˆ Estimasi per Wilayah KTI β€” Bagian A

⚠️ RSE per Wilayah KTI


5 Bagian B β€” Data KRT Laki-laki

Skenario ini memakai dataku_laki (n = 268), subset observasi dengan KRT laki-laki saja (KRT perempuan dikeluarkan karena hanya sekitar 13% dari total dan relatif homogen).

5.1 Ukuran & Struktur Dataset

cat("Jumlah observasi :", nrow(dataku_laki), "\n")
Jumlah observasi : 268 
cat("Jumlah variabel  :", ncol(dataku_laki), "\n\n")
Jumlah variabel  : 17 
glimpse(dataku_laki)
Rows: 268
Columns: 17
$ prov         <dbl> 65, 53, 74, 71, 62, 64, 64, 53, 53, 63, 63, 63, 52, 82, 5…
$ kabu         <dbl> 6571, 5302, 7414, 7106, 6201, 6409, 6403, 5313, 5307, 630…
$ Y            <fct> Bersekolah, Bersekolah, Bersekolah, Bersekolah, Bersekola…
$ X1           <fct> Laki-laki, Laki-laki, Laki-laki, Perempuan, Perempuan, La…
$ X2           <fct> Disabilitas ganda, Disabilitas ganda, Disabilitas tunggal…
$ X3           <fct> Sangat kesulitan, Sedikit kesulitan, Sedikit kesulitan, S…
$ X4           <fct> Laki-laki, Laki-laki, Laki-laki, Laki-laki, Laki-laki, La…
$ X5           <fct> ≀ SMP, ≀ SMP, ≀ SMP, β‰₯ SMA, ≀ SMP, β‰₯ SMA, ≀ SMP, ≀ SMP, ≀…
$ X5_3KAT      <fct> SMP, SD ke bawah, SMP, SMA ke atas, SD ke bawah, SMA ke a…
$ X5_AYAH      <fct> ≀ SMP, ≀ SMP, ≀ SMP, β‰₯ SMA, ≀ SMP, β‰₯ SMA, ≀ SMP, ≀ SMP, ≀…
$ X5_IBU       <fct> β‰₯ SMA, ≀ SMP, ≀ SMP, β‰₯ SMA, ≀ SMP, ≀ SMP, ≀ SMP, ≀ SMP, ≀…
$ X5_AYAH_3KAT <fct> SMP, SD ke bawah, SMP, SMA ke atas, SD ke bawah, SMA ke a…
$ X5_IBU_3KAT  <fct> SMA ke atas, SMP, SD ke bawah, SMA ke atas, SMP, SD ke ba…
$ X6           <fct> Pertanian, Nonpertanian, Pertanian, Nonpertanian, Pertani…
$ X7           <fct> Perkotaan, Perdesaan, Perdesaan, Perkotaan, Perdesaan, Pe…
$ X8           <fct> Tidak memiliki, Memiliki, Tidak memiliki, Memiliki, Tidak…
$ X9           <fct> Tidak miskin, Tidak miskin, Miskin, Tidak miskin, Tidak m…

5.2 Statistik Deskriptif Ringkas

summary(dataku_laki)
      prov            kabu                     Y               X1     
 Min.   :52.00   Min.   :5201   Tidak bersekolah: 80   Perempuan:107  
 1st Qu.:61.75   1st Qu.:6194   Bersekolah      :188   Laki-laki:161  
 Median :71.50   Median :7187                                         
 Mean   :69.38   Mean   :6955                                         
 3rd Qu.:75.00   3rd Qu.:7522                                         
 Max.   :94.00   Max.   :9436                                         
                   X2                      X3              X4          X5     
 Disabilitas ganda  :123   Sangat kesulitan : 76   Perempuan:  0   ≀ SMP:196  
 Disabilitas tunggal:145   Kesulitan        : 63   Laki-laki:268   β‰₯ SMA: 72  
                           Sedikit kesulitan:129                              
                                                                              
                                                                              
                                                                              
        X5_3KAT     X5_AYAH      X5_IBU         X5_AYAH_3KAT      X5_IBU_3KAT 
 SD ke bawah:115   ≀ SMP:196   ≀ SMP:191   SD ke bawah:115   SD ke bawah:111  
 SMP        : 81   β‰₯ SMA: 72   β‰₯ SMA: 60   SMP        : 81   SMP        : 80  
 SMA ke atas: 72               NA's : 17   SMA ke atas: 72   SMA ke atas: 60  
                                                             NA's       : 17  
                                                                              
                                                                              
             X6              X7                   X8                 X9     
 Tidak bekerja: 11   Perdesaan:181   Tidak memiliki:229   Miskin      : 49  
 Pertanian    :134   Perkotaan: 87   Memiliki      : 39   Tidak miskin:219  
 Nonpertanian :123                                                          
                                                                            
                                                                            
                                                                            

5.3 Pemeriksaan Missing Values

missing_tbl_B <- dataku_laki %>%
  summarise(across(everything(), ~ sum(is.na(.)))) %>%
  pivot_longer(everything(), names_to = "Variabel", values_to = "Jumlah_NA") %>%
  mutate(Persen_NA = round(Jumlah_NA / nrow(dataku_laki) * 100, 2)) %>%
  arrange(desc(Jumlah_NA))

kable(missing_tbl_B, caption = "Missing Value per Variabel β€” Bagian B",
      col.names = c("Variabel", "Jumlah NA", "% NA")) %>%
  kable_styling(bootstrap_options = c("striped", "hover", "condensed"), full_width = FALSE)
Missing Value per Variabel β€” Bagian B
Variabel Jumlah NA % NA
X5_IBU 17 6.34
X5_IBU_3KAT 17 6.34
prov 0 0.00
kabu 0 0.00
Y 0 0.00
X1 0 0.00
X2 0 0.00
X3 0 0.00
X4 0 0.00
X5 0 0.00
X5_3KAT 0 0.00
X5_AYAH 0 0.00
X5_AYAH_3KAT 0 0.00
X6 0 0.00
X7 0 0.00
X8 0 0.00
X9 0 0.00

5.4 Distribusi Variabel Dependen (Y) β€” Deskriptif Sampel

Alur narasi: bagian ini membahas Y terlebih dahulu (partisipasi sekolah), baru kemudian variabel X, sesuai arahan pembimbing agar cerita tidak melompat antar-bagian.

tbl_y_B <- dataku_laki %>%
  count(Y) %>%
  mutate(Persen = round(n / sum(n) * 100, 2))

kable(tbl_y_B, caption = "Distribusi Partisipasi Sekolah β€” Bagian B (Sampel Mentah)",
      col.names = c("Status Sekolah", "Frekuensi", "%")) %>%
  kable_styling(bootstrap_options = c("striped", "hover"), full_width = FALSE)
Distribusi Partisipasi Sekolah β€” Bagian B (Sampel Mentah)
Status Sekolah Frekuensi %
Tidak bersekolah 80 29.85
Bersekolah 188 70.15
pd_y_B <- tbl_y_B %>% mutate(name = as.character(Y), y = Persen) %>% select(name, y)

highchart() %>%
  hc_chart(type = "pie", backgroundColor = "transparent", height = PIE_CHART_HEIGHT) %>%
  hc_title(text = "Distribusi Partisipasi Sekolah β€” Bagian B (Sampel)") %>%
  hc_series(list(name = "Persentase", colorByPoint = TRUE, data = list_parse(pd_y_B))) %>%
  hc_colors(c("#D73027","#4575B4")) %>%
  hc_plotOptions(pie = list(size = PIE_SIZE, center = PIE_CENTER,
    dataLabels = list(enabled = TRUE, format = "<b>{point.name}</b><br>{point.y:.2f}%"))) %>%
  hc_tooltip(pointFormat = "<b>{point.name}</b>: {point.y:.2f}%") %>%
  hc_exporting(enabled = TRUE, filename = "distribusi_y_B")

5.4.1 Estimasi Tertimbang Partisipasi Sekolah di KTI β€” Bagian B

status_sampel_B <- y_design_data$status[which(y_design_data$X4 == 1)]
est_y_B <- estimasi_y_tertimbang(desain_y_kti_B, status_sampel_B, "Bagian B \u2014 KRT Laki-laki")
tampil_y_tertimbang(est_y_B, "Bagian B \u2014 KRT Laki-laki")
Estimasi Tertimbang Persentase Partisipasi Sekolah Anak Penyandang Disabilitas Usia 13–15 Tahun di KTI β€” Bagian B β€” KRT Laki-laki
Wilayah Persentase sampel (%) Estimasi tertimbang (%) SE CI 95% bawah CI 95% atas RSE (%) Persentase sampel masuk CI?
Kawasan Timur Indonesia β€” Bagian B β€” KRT Laki-laki 70.15 73.25 3.79 65.81 80.68 5.18 Ya

5.4.2 Pie Chart Partisipasi Sekolah (Estimasi Tertimbang) β€” Bagian B

pie_y_tertimbang(est_y_B, "Bagian B \u2014 KRT Laki-laki")

5.4.3 Partisipasi Sekolah per Provinsi β€” Bagian B

5.4.4 Partisipasi Sekolah per Wilayah KTI β€” Bagian B


5.5 Distribusi Jumlah Jenis Disabilitas

tbl_dis_B <- dataku_filtered_laki %>%
  count(JUMLAH_JENIS_DISABILITAS) %>%
  mutate(Persen = round(n / sum(n) * 100, 2))

kable(tbl_dis_B, caption = "Distribusi Jumlah Jenis Disabilitas β€” Bagian B",
      col.names = c("Jumlah Jenis Disabilitas", "Frekuensi", "%")) %>%
  kable_styling(bootstrap_options = c("striped", "hover"), full_width = FALSE)
Distribusi Jumlah Jenis Disabilitas β€” Bagian B
Jumlah Jenis Disabilitas Frekuensi %
1 145 54.10
2 27 10.07
3 28 10.45
4 27 10.07
5 20 7.46
6 7 2.61
7 13 4.85
8 1 0.37
make_col(cats = tbl_dis_B$JUMLAH_JENIS_DISABILITAS, vals = tbl_dis_B$n,
         title = "Distribusi Jumlah Jenis Disabilitas β€” Bagian B",
         xlab = "Jumlah Jenis Disabilitas", ylab = "Frekuensi")

5.6 Distribusi Variabel Independen (X) β€” Bagian B

Setelah Y dibahas di atas, berikut distribusi tiap prediktor X dan hubungannya dengan Y.

Catatan: X4 (jenis kelamin KRT) tidak ditampilkan pada Bagian B karena bernilai konstan (seluruh observasi ber-KRT laki-laki), sehingga distribusi, tabulasi silang, maupun uji kebebasannya tidak bermakna. Gambaran KRT perempuan tetap tersedia lengkap pada Bagian A.

πŸ“ˆ Jenis Kelamin Anak (X1) (Bagian B)

πŸ“‹ Tabulasi Jenis Kelamin Anak (X1)

Distribusi Jenis Kelamin Anak (X1)
Kategori Frekuensi Persen (%)
Perempuan 107 39.93
Laki-laki 161 60.07

πŸ”— Tabulasi Jenis Kelamin Anak (X1) Γ— Partisipasi Sekolah

Silang: Jenis Kelamin Anak (X1) Γ— Partisipasi Sekolah
Kategori Partisipasi Sekolah Frekuensi Persen (%)
Perempuan Tidak bersekolah 33 30.84
Perempuan Bersekolah 74 69.16
Laki-laki Tidak bersekolah 47 29.19
Laki-laki Bersekolah 114 70.81

πŸ₯§ Pie Chart β€” Jenis Kelamin Anak (X1)

πŸ“Š Stacked Bar β€” Jenis Kelamin Anak (X1) Γ— Partisipasi Sekolah

πŸ“ˆ Jenis Disabilitas (X2) (Bagian B)

πŸ“‹ Tabulasi Jenis Disabilitas (X2)

Distribusi Jenis Disabilitas (X2)
Kategori Frekuensi Persen (%)
Disabilitas ganda 123 45.9
Disabilitas tunggal 145 54.1

πŸ”— Tabulasi Jenis Disabilitas (X2) Γ— Partisipasi Sekolah

Silang: Jenis Disabilitas (X2) Γ— Partisipasi Sekolah
Kategori Partisipasi Sekolah Frekuensi Persen (%)
Disabilitas ganda Tidak bersekolah 61 49.59
Disabilitas ganda Bersekolah 62 50.41
Disabilitas tunggal Tidak bersekolah 19 13.10
Disabilitas tunggal Bersekolah 126 86.90

πŸ₯§ Pie Chart β€” Jenis Disabilitas (X2)

πŸ“Š Stacked Bar β€” Jenis Disabilitas (X2) Γ— Partisipasi Sekolah

πŸ“ˆ Tingkat Kesulitan (X3) (Bagian B)

πŸ“‹ Tabulasi Tingkat Kesulitan (X3)

Distribusi Tingkat Kesulitan (X3)
Kategori Frekuensi Persen (%)
Sangat kesulitan 76 28.36
Kesulitan 63 23.51
Sedikit kesulitan 129 48.13

πŸ”— Tabulasi Tingkat Kesulitan (X3) Γ— Partisipasi Sekolah

Silang: Tingkat Kesulitan (X3) Γ— Partisipasi Sekolah
Kategori Partisipasi Sekolah Frekuensi Persen (%)
Sangat kesulitan Tidak bersekolah 43 56.58
Sangat kesulitan Bersekolah 33 43.42
Kesulitan Tidak bersekolah 17 26.98
Kesulitan Bersekolah 46 73.02
Sedikit kesulitan Tidak bersekolah 20 15.50
Sedikit kesulitan Bersekolah 109 84.50

πŸ₯§ Pie Chart β€” Tingkat Kesulitan (X3)

πŸ“Š Stacked Bar β€” Tingkat Kesulitan (X3) Γ— Partisipasi Sekolah

πŸ“ˆ Pendidikan KRT β€” biner (X5) (Bagian B)

πŸ“‹ Tabulasi Pendidikan KRT β€” biner (X5)

Distribusi Pendidikan KRT β€” biner (X5)
Kategori Frekuensi Persen (%)
≀ SMP 196 73.13
β‰₯ SMA 72 26.87

πŸ”— Tabulasi Pendidikan KRT β€” biner (X5) Γ— Partisipasi Sekolah

Silang: Pendidikan KRT β€” biner (X5) Γ— Partisipasi Sekolah
Kategori Partisipasi Sekolah Frekuensi Persen (%)
≀ SMP Tidak bersekolah 65 33.16
≀ SMP Bersekolah 131 66.84
β‰₯ SMA Tidak bersekolah 15 20.83
β‰₯ SMA Bersekolah 57 79.17

πŸ₯§ Pie Chart β€” Pendidikan KRT β€” biner (X5)

πŸ“Š Stacked Bar β€” Pendidikan KRT β€” biner (X5) Γ— Partisipasi Sekolah

πŸ“ˆ Pekerjaan KRT (X6) (Bagian B)

πŸ“‹ Tabulasi Pekerjaan KRT (X6)

Distribusi Pekerjaan KRT (X6)
Kategori Frekuensi Persen (%)
Tidak bekerja 11 4.1
Pertanian 134 50.0
Nonpertanian 123 45.9

πŸ”— Tabulasi Pekerjaan KRT (X6) Γ— Partisipasi Sekolah

Silang: Pekerjaan KRT (X6) Γ— Partisipasi Sekolah
Kategori Partisipasi Sekolah Frekuensi Persen (%)
Tidak bekerja Tidak bersekolah 7 63.64
Tidak bekerja Bersekolah 4 36.36
Pertanian Tidak bersekolah 45 33.58
Pertanian Bersekolah 89 66.42
Nonpertanian Tidak bersekolah 28 22.76
Nonpertanian Bersekolah 95 77.24

πŸ₯§ Pie Chart β€” Pekerjaan KRT (X6)

πŸ“Š Stacked Bar β€” Pekerjaan KRT (X6) Γ— Partisipasi Sekolah

πŸ“ˆ Daerah Tinggal (X7) (Bagian B)

πŸ“‹ Tabulasi Daerah Tinggal (X7)

Distribusi Daerah Tinggal (X7)
Kategori Frekuensi Persen (%)
Perdesaan 181 67.54
Perkotaan 87 32.46

πŸ”— Tabulasi Daerah Tinggal (X7) Γ— Partisipasi Sekolah

Silang: Daerah Tinggal (X7) Γ— Partisipasi Sekolah
Kategori Partisipasi Sekolah Frekuensi Persen (%)
Perdesaan Tidak bersekolah 60 33.15
Perdesaan Bersekolah 121 66.85
Perkotaan Tidak bersekolah 20 22.99
Perkotaan Bersekolah 67 77.01

πŸ₯§ Pie Chart β€” Daerah Tinggal (X7)

πŸ“Š Stacked Bar β€” Daerah Tinggal (X7) Γ— Partisipasi Sekolah

πŸ“ˆ Kepemilikan KIP/PIP (X8) (Bagian B)

πŸ“‹ Tabulasi Kepemilikan KIP/PIP (X8)

Distribusi Kepemilikan KIP/PIP (X8)
Kategori Frekuensi Persen (%)
Tidak memiliki 229 85.45
Memiliki 39 14.55

πŸ”— Tabulasi Kepemilikan KIP/PIP (X8) Γ— Partisipasi Sekolah

Silang: Kepemilikan KIP/PIP (X8) Γ— Partisipasi Sekolah
Kategori Partisipasi Sekolah Frekuensi Persen (%)
Tidak memiliki Tidak bersekolah 77 33.62
Tidak memiliki Bersekolah 152 66.38
Memiliki Tidak bersekolah 3 7.69
Memiliki Bersekolah 36 92.31

πŸ₯§ Pie Chart β€” Kepemilikan KIP/PIP (X8)

πŸ“Š Stacked Bar β€” Kepemilikan KIP/PIP (X8) Γ— Partisipasi Sekolah

πŸ“ˆ Status Kemiskinan RT (X9) (Bagian B)

πŸ“‹ Tabulasi Status Kemiskinan RT (X9)

Distribusi Status Kemiskinan RT (X9)
Kategori Frekuensi Persen (%)
Miskin 49 18.28
Tidak miskin 219 81.72

πŸ”— Tabulasi Status Kemiskinan RT (X9) Γ— Partisipasi Sekolah

Silang: Status Kemiskinan RT (X9) Γ— Partisipasi Sekolah
Kategori Partisipasi Sekolah Frekuensi Persen (%)
Miskin Tidak bersekolah 16 32.65
Miskin Bersekolah 33 67.35
Tidak miskin Tidak bersekolah 64 29.22
Tidak miskin Bersekolah 155 70.78

πŸ₯§ Pie Chart β€” Status Kemiskinan RT (X9)

πŸ“Š Stacked Bar β€” Status Kemiskinan RT (X9) Γ— Partisipasi Sekolah


5.7 Varian Pendidikan KRT & Orang Tua β€” Bagian B

Pada Bagian B seluruh KRT adalah laki-laki, sehingga X5 (pendidikan KRT) identik dengan X5_AYAH (pendidikan ayah), sedangkan X5_IBU merefleksikan pendidikan istri KRT. Inilah skenario yang paling bersih untuk memisahkan peran pola asuh ibu dari role model ayah, karena tidak lagi tercampur dengan rumah tangga ber-KRT perempuan.

πŸŽ“ Pendidikan KRT β€” 3 kategori (X5_3KAT) (Bagian B)

πŸ“‹ Tabulasi Pendidikan KRT β€” 3 kategori (X5_3KAT)

Distribusi Pendidikan KRT β€” 3 kategori (X5_3KAT)
Kategori Frekuensi Persen (%)
SD ke bawah 115 42.91
SMP 81 30.22
SMA ke atas 72 26.87

πŸ”— Tabulasi Pendidikan KRT β€” 3 kategori (X5_3KAT) Γ— Partisipasi Sekolah

Silang: Pendidikan KRT β€” 3 kategori (X5_3KAT) Γ— Partisipasi Sekolah
Kategori Partisipasi Sekolah Frekuensi Persen (%)
SD ke bawah Tidak bersekolah 39 33.91
SD ke bawah Bersekolah 76 66.09
SMP Tidak bersekolah 26 32.10
SMP Bersekolah 55 67.90
SMA ke atas Tidak bersekolah 15 20.83
SMA ke atas Bersekolah 57 79.17

πŸ₯§ Pie Chart β€” Pendidikan KRT β€” 3 kategori (X5_3KAT)

πŸ“Š Stacked Bar β€” Pendidikan KRT β€” 3 kategori (X5_3KAT) Γ— Partisipasi Sekolah

πŸŽ“ Pendidikan Ayah β€” biner (X5_AYAH) (Bagian B)

πŸ“‹ Tabulasi Pendidikan Ayah β€” biner (X5_AYAH)

Distribusi Pendidikan Ayah β€” biner (X5_AYAH)
Kategori Frekuensi Persen (%)
≀ SMP 196 73.13
β‰₯ SMA 72 26.87

πŸ”— Tabulasi Pendidikan Ayah β€” biner (X5_AYAH) Γ— Partisipasi Sekolah

Silang: Pendidikan Ayah β€” biner (X5_AYAH) Γ— Partisipasi Sekolah
Kategori Partisipasi Sekolah Frekuensi Persen (%)
≀ SMP Tidak bersekolah 65 33.16
≀ SMP Bersekolah 131 66.84
β‰₯ SMA Tidak bersekolah 15 20.83
β‰₯ SMA Bersekolah 57 79.17

πŸ₯§ Pie Chart β€” Pendidikan Ayah β€” biner (X5_AYAH)

πŸ“Š Stacked Bar β€” Pendidikan Ayah β€” biner (X5_AYAH) Γ— Partisipasi Sekolah

πŸŽ“ Pendidikan Ibu β€” biner (X5_IBU) (Bagian B)

πŸ“‹ Tabulasi Pendidikan Ibu β€” biner (X5_IBU)

Distribusi Pendidikan Ibu β€” biner (X5_IBU)
Kategori Frekuensi Persen (%)
≀ SMP 191 76.1
β‰₯ SMA 60 23.9

πŸ”— Tabulasi Pendidikan Ibu β€” biner (X5_IBU) Γ— Partisipasi Sekolah

Silang: Pendidikan Ibu β€” biner (X5_IBU) Γ— Partisipasi Sekolah
Kategori Partisipasi Sekolah Frekuensi Persen (%)
≀ SMP Tidak bersekolah 64 33.51
≀ SMP Bersekolah 127 66.49
β‰₯ SMA Tidak bersekolah 11 18.33
β‰₯ SMA Bersekolah 49 81.67

πŸ₯§ Pie Chart β€” Pendidikan Ibu β€” biner (X5_IBU)

πŸ“Š Stacked Bar β€” Pendidikan Ibu β€” biner (X5_IBU) Γ— Partisipasi Sekolah

πŸŽ“ Pendidikan Ayah β€” 3 kategori (X5_AYAH_3KAT) (Bagian B)

πŸ“‹ Tabulasi Pendidikan Ayah β€” 3 kategori (X5_AYAH_3KAT)

Distribusi Pendidikan Ayah β€” 3 kategori (X5_AYAH_3KAT)
Kategori Frekuensi Persen (%)
SD ke bawah 115 42.91
SMP 81 30.22
SMA ke atas 72 26.87

πŸ”— Tabulasi Pendidikan Ayah β€” 3 kategori (X5_AYAH_3KAT) Γ— Partisipasi Sekolah

Silang: Pendidikan Ayah β€” 3 kategori (X5_AYAH_3KAT) Γ— Partisipasi Sekolah
Kategori Partisipasi Sekolah Frekuensi Persen (%)
SD ke bawah Tidak bersekolah 39 33.91
SD ke bawah Bersekolah 76 66.09
SMP Tidak bersekolah 26 32.10
SMP Bersekolah 55 67.90
SMA ke atas Tidak bersekolah 15 20.83
SMA ke atas Bersekolah 57 79.17

πŸ₯§ Pie Chart β€” Pendidikan Ayah β€” 3 kategori (X5_AYAH_3KAT)

πŸ“Š Stacked Bar β€” Pendidikan Ayah β€” 3 kategori (X5_AYAH_3KAT) Γ— Partisipasi Sekolah

πŸŽ“ Pendidikan Ibu β€” 3 kategori (X5_IBU_3KAT) (Bagian B)

πŸ“‹ Tabulasi Pendidikan Ibu β€” 3 kategori (X5_IBU_3KAT)

Distribusi Pendidikan Ibu β€” 3 kategori (X5_IBU_3KAT)
Kategori Frekuensi Persen (%)
SD ke bawah 111 44.22
SMP 80 31.87
SMA ke atas 60 23.90

πŸ”— Tabulasi Pendidikan Ibu β€” 3 kategori (X5_IBU_3KAT) Γ— Partisipasi Sekolah

Silang: Pendidikan Ibu β€” 3 kategori (X5_IBU_3KAT) Γ— Partisipasi Sekolah
Kategori Partisipasi Sekolah Frekuensi Persen (%)
SD ke bawah Tidak bersekolah 41 36.94
SD ke bawah Bersekolah 70 63.06
SMP Tidak bersekolah 23 28.75
SMP Bersekolah 57 71.25
SMA ke atas Tidak bersekolah 11 18.33
SMA ke atas Bersekolah 49 81.67

πŸ₯§ Pie Chart β€” Pendidikan Ibu β€” 3 kategori (X5_IBU_3KAT)

πŸ“Š Stacked Bar β€” Pendidikan Ibu β€” 3 kategori (X5_IBU_3KAT) Γ— Partisipasi Sekolah

tabulasi_silang_semua(dataku_laki, "Bagian B \u2014 KRT Laki-laki", vars = vars_pendidikan)

5.7.1 Pendidikan KRT β€” 3 kategori (X5_3KAT) ( Bagian B β€” KRT Laki-laki )

Pendidikan KRT β€” 3 kategori (X5_3KAT) β€” Bagian B β€” KRT Laki-laki β€” Chi-Square (p = 0.1424) β€” seluruh expected frequency β‰₯ 5
Tidak bersekolah Bersekolah Total % Bersekolah
SD ke bawah 39 76 115 66.1
SMP 26 55 81 67.9
SMA ke atas 15 57 72 79.2

5.7.2 Pendidikan Ayah β€” biner (X5_AYAH) ( Bagian B β€” KRT Laki-laki )

Pendidikan Ayah β€” biner (X5_AYAH) β€” Bagian B β€” KRT Laki-laki β€” Chi-Square (p = 0.0711) β€” seluruh expected frequency β‰₯ 5
Tidak bersekolah Bersekolah Total % Bersekolah
≀ SMP 65 131 196 66.8
β‰₯ SMA 15 57 72 79.2

5.7.3 Pendidikan Ibu β€” biner (X5_IBU) ( Bagian B β€” KRT Laki-laki )

Pendidikan Ibu β€” biner (X5_IBU) β€” Bagian B β€” KRT Laki-laki β€” Chi-Square (p = 0.0377) β€” seluruh expected frequency β‰₯ 5
Tidak bersekolah Bersekolah Total % Bersekolah
≀ SMP 64 127 191 66.5
β‰₯ SMA 11 49 60 81.7

5.7.4 Pendidikan Ayah β€” 3 kategori (X5_AYAH_3KAT) ( Bagian B β€” KRT Laki-laki )

Pendidikan Ayah β€” 3 kategori (X5_AYAH_3KAT) β€” Bagian B β€” KRT Laki-laki β€” Chi-Square (p = 0.1424) β€” seluruh expected frequency β‰₯ 5
Tidak bersekolah Bersekolah Total % Bersekolah
SD ke bawah 39 76 115 66.1
SMP 26 55 81 67.9
SMA ke atas 15 57 72 79.2

5.7.5 Pendidikan Ibu β€” 3 kategori (X5_IBU_3KAT) ( Bagian B β€” KRT Laki-laki )

Pendidikan Ibu β€” 3 kategori (X5_IBU_3KAT) β€” Bagian B β€” KRT Laki-laki β€” Chi-Square (p = 0.0387) β€” seluruh expected frequency β‰₯ 5
Tidak bersekolah Bersekolah Total % Bersekolah
SD ke bawah 41 70 111 63.1
SMP 23 57 80 71.2
SMA ke atas 11 49 60 81.7

5.8 Pendidikan KRT menurut Jenis Kelamin KRT β€” Bagian B

pendidikan_krt_gender(dataku_laki, "Bagian B \u2014 KRT Laki-laki")

Pendidikan KRT β€” biner (X5) menurut jenis kelamin KRT β€” Bagian B β€” KRT Laki-laki

Frekuensi: Pendidikan KRT β€” biner (X5) Γ— Jenis Kelamin KRT β€” Bagian B β€” KRT Laki-laki
≀ SMP β‰₯ SMA
Laki-laki 196 72
Persentase baris (%): Pendidikan KRT β€” biner (X5) Γ— Jenis Kelamin KRT β€” Bagian B β€” KRT Laki-laki
≀ SMP β‰₯ SMA
Laki-laki 73.1 26.9

Pendidikan KRT β€” 3 kategori (X5_3KAT) menurut jenis kelamin KRT β€” Bagian B β€” KRT Laki-laki

Frekuensi: Pendidikan KRT β€” 3 kategori (X5_3KAT) Γ— Jenis Kelamin KRT β€” Bagian B β€” KRT Laki-laki
SD ke bawah SMP SMA ke atas
Laki-laki 115 81 72
Persentase baris (%): Pendidikan KRT β€” 3 kategori (X5_3KAT) Γ— Jenis Kelamin KRT β€” Bagian B β€” KRT Laki-laki
SD ke bawah SMP SMA ke atas
Laki-laki 42.9 30.2 26.9

Ketersediaan & tingkat pendidikan Ayah vs Ibu β€” Bagian B β€” KRT Laki-laki

Pendidikan Ayah vs Ibu β€” Bagian B β€” KRT Laki-laki
Peran n tersedia n NA % β‰₯ SMA
Ayah (X5_AYAH) 268 0 26.9
Ibu (X5_IBU) 251 17 23.9

Kombinasi pendidikan Ayah Γ— Ibu β€” Bagian B β€” KRT Laki-laki

Pendidikan Ayah Γ— Pendidikan Ibu β€” Bagian B β€” KRT Laki-laki
≀ SMP β‰₯ SMA
≀ SMP 162 24
β‰₯ SMA 29 36

CramΓ©r’s V (Ayah Γ— Ibu) = 0.436 β€” semakin besar berarti pendidikan ayah dan ibu makin homogen (asortative mating), sehingga bila keduanya dimasukkan bersama ke model perlu dicermati tumpang tindih informasinya.


5.9 Catatan Diskusi: Pendidikan Ibu (Pola Asuh) vs Pendidikan Ayah (Role Model) β€” Bagian B (KRT Laki-laki)


5.10 Distribusi Observasi per Provinsi β€” Bagian B

tbl_prov_B <- dataku_laki %>%
  count(prov) %>%
  mutate(Persen = round(n / sum(n) * 100, 2)) %>%
  arrange(desc(n))

kable(tbl_prov_B, caption = "Distribusi Observasi per Provinsi β€” Bagian B",
      col.names = c("Kode Provinsi", "Frekuensi", "%")) %>%
  kable_styling(bootstrap_options = c("striped", "hover"), full_width = FALSE)
Distribusi Observasi per Provinsi β€” Bagian B
Kode Provinsi Frekuensi %
53 41 15.30
73 40 14.93
63 19 7.09
82 19 7.09
62 17 6.34
94 17 6.34
52 15 5.60
81 15 5.60
71 14 5.22
74 12 4.48
61 11 4.10
64 11 4.10
91 9 3.36
72 8 2.99
75 8 2.99
65 6 2.24
76 6 2.24
tbl_prov_B_sorted <- tbl_prov_B %>% arrange(n)
make_col(cats = tbl_prov_B_sorted$prov, vals = tbl_prov_B_sorted$n,
         title = "Jumlah Observasi per Provinsi β€” Bagian B",
         color = "#74ADD1", xlab = "Kode Provinsi", ylab = "Frekuensi", horizontal = TRUE)

5.11 Tabulasi Silang: Partisipasi Sekolah (Y) vs Setiap Prediktor β€” Bagian B

Termasuk cek asumsi expected frequency < 5 dan Fisher’s Exact Test sebagai pembanding (revisi #1).

tabulasi_silang_semua(dataku_laki, "Bagian B \u2014 KRT Laki-laki", vars = vars_for_tab_B)

5.11.1 Jenis Kelamin Anak (X1) ( Bagian B β€” KRT Laki-laki )

Jenis Kelamin Anak (X1) β€” Bagian B β€” KRT Laki-laki β€” Chi-Square (p = 0.8787) β€” seluruh expected frequency β‰₯ 5
Tidak bersekolah Bersekolah Total % Bersekolah
Perempuan 33 74 107 69.2
Laki-laki 47 114 161 70.8

5.11.2 Jenis Disabilitas (X2) ( Bagian B β€” KRT Laki-laki )

Jenis Disabilitas (X2) β€” Bagian B β€” KRT Laki-laki β€” Chi-Square (p = 0) β€” seluruh expected frequency β‰₯ 5
Tidak bersekolah Bersekolah Total % Bersekolah
Disabilitas ganda 61 62 123 50.4
Disabilitas tunggal 19 126 145 86.9

5.11.3 Tingkat Kesulitan (X3) ( Bagian B β€” KRT Laki-laki )

Tingkat Kesulitan (X3) β€” Bagian B β€” KRT Laki-laki β€” Chi-Square (p = 0) β€” seluruh expected frequency β‰₯ 5
Tidak bersekolah Bersekolah Total % Bersekolah
Sangat kesulitan 43 33 76 43.4
Kesulitan 17 46 63 73.0
Sedikit kesulitan 20 109 129 84.5

5.11.4 Pendidikan KRT β€” biner (X5) ( Bagian B β€” KRT Laki-laki )

Pendidikan KRT β€” biner (X5) β€” Bagian B β€” KRT Laki-laki β€” Chi-Square (p = 0.0711) β€” seluruh expected frequency β‰₯ 5
Tidak bersekolah Bersekolah Total % Bersekolah
≀ SMP 65 131 196 66.8
β‰₯ SMA 15 57 72 79.2

5.11.5 Pekerjaan KRT (X6) ( Bagian B β€” KRT Laki-laki )

Pekerjaan KRT (X6) β€” Bagian B β€” KRT Laki-laki β€” Fisher’s Exact Test (p = 0.006) β€” dipakai karena ada expected frequency < 5
Tidak bersekolah Bersekolah Total % Bersekolah
Tidak bekerja 7 4 11 36.4
Pertanian 45 89 134 66.4
Nonpertanian 28 95 123 77.2

5.11.6 Daerah Tinggal (X7) ( Bagian B β€” KRT Laki-laki )

Daerah Tinggal (X7) β€” Bagian B β€” KRT Laki-laki β€” Chi-Square (p = 0.1189) β€” seluruh expected frequency β‰₯ 5
Tidak bersekolah Bersekolah Total % Bersekolah
Perdesaan 60 121 181 66.9
Perkotaan 20 67 87 77.0

5.11.7 Kepemilikan KIP/PIP (X8) ( Bagian B β€” KRT Laki-laki )

Kepemilikan KIP/PIP (X8) β€” Bagian B β€” KRT Laki-laki β€” Chi-Square (p = 0.0021) β€” seluruh expected frequency β‰₯ 5
Tidak bersekolah Bersekolah Total % Bersekolah
Tidak memiliki 77 152 229 66.4
Memiliki 3 36 39 92.3

5.11.8 Status Kemiskinan RT (X9) ( Bagian B β€” KRT Laki-laki )

Status Kemiskinan RT (X9) β€” Bagian B β€” KRT Laki-laki β€” Chi-Square (p = 0.763) β€” seluruh expected frequency β‰₯ 5
Tidak bersekolah Bersekolah Total % Bersekolah
Miskin 16 33 49 67.3
Tidak miskin 64 155 219 70.8

5.12 Tabulasi X9 (Kemiskinan) Γ— X8 (KIP/PIP) β€” Bagian B

tabulasi_x9_x8(dataku_laki, "Bagian B β€” KRT Laki-laki")

Tabulasi Status Kemiskinan (X9) Γ— Kepemilikan KIP/PIP (X8) β€” Bagian B β€” KRT Laki-laki

X9 Γ— X8 β€” Bagian B β€” KRT Laki-laki
Tidak memiliki Memiliki
Miskin 41 8
Tidak miskin 188 31

Jumlah anak dengan KIP/PIP namun tidak bersekolah ( Bagian B β€” KRT Laki-laki ): 3


5.13 Estimasi Langsung Indikator β€” Bagian B

susenas_ind_design_B <- subset(susenas_ind_design, X4 == 1)
outputP_B <- estimasi_provinsi_html(susenas_ind_design_B, "Bagian B β€” KRT Laki-laki")
Estimasi Langsung: % Bersekolah per Provinsi β€” Bagian B β€” KRT Laki-laki
Provinsi Wilayah Estimasi (%) SE CI Lower CI Upper RSE (%) DEFF
Nusa Tenggara Barat Nusa Tenggara 79.79 13.41 53.50 106.08 16.81 1.57
Nusa Tenggara Timur Nusa Tenggara 73.65 9.64 54.76 92.54 13.09 1.94
Kalimantan Barat Kalimantan 70.78 13.74 43.85 97.70 19.41 0.92
Kalimantan Tengah Kalimantan 88.74 6.02 76.94 100.54 6.79 0.59
Kalimantan Selatan Kalimantan 57.71 14.61 29.08 86.34 25.31 1.58
Kalimantan Timur Kalimantan 93.18 5.85 81.71 104.65 6.28 0.54
Kalimantan Utara Kalimantan 99.18 0.93 97.36 101.01 0.94 0.05
Sulawesi Utara Sulawesi 82.15 10.85 60.88 103.43 13.21 1.05
Sulawesi Tengah Sulawesi 98.53 1.65 95.29 101.77 1.68 0.13
Sulawesi Selatan Sulawesi 67.49 10.47 46.96 88.02 15.52 1.96
Sulawesi Tenggara Sulawesi 35.28 15.48 4.95 65.61 43.87 1.18
Gorontalo Sulawesi 61.81 24.79 13.22 110.39 40.11 1.85
Sulawesi Barat Sulawesi 9.15 9.97 0.00 28.70 109.01 0.60
Maluku Maluku 89.09 8.73 71.99 106.20 9.80 1.11
Maluku Utara Maluku 84.00 8.40 67.53 100.46 10.00 0.97
Papua Barat Papua 79.51 14.32 51.45 107.57 18.01 1.05
Papua Papua 61.53 17.27 27.67 95.38 28.08 2.07
estimasi_visualisasi_html(outputP_B, "Bagian B β€” KRT Laki-laki")

πŸ“ˆ Estimasi per Provinsi β€” Bagian B β€” KRT Laki-laki

⚠️ RSE per Provinsi

πŸ“ˆ Estimasi per Wilayah KTI β€” Bagian B β€” KRT Laki-laki

⚠️ RSE per Wilayah KTI


6 Analisis Regresi Logistik

Catatan: Model dijalankan untuk 2 skenario data (Bagian A: seluruh KRT; Bagian B: KRT laki-laki) dikali 4 varian pengukuran pendidikan (X5 biner; X5_3KAT tiga kategori; Ayah + Ibu biner; Ayah + Ibu tiga kategori) dikali 2 metode (Reglog Biasa; SMOTE), sehingga menghasilkan 16 kombinasi. Seluruh fungsi di bawah bersifat generik: menerima argumen xvars sehingga dapat dipanggil ulang untuk tiap kombinasi tanpa duplikasi kode.

6.1 Fungsi Pembantu

# ── Empat varian pengukuran pendidikan; sisanya identik ──────────
xvars_global <- c("X1", "X2", "X3", "X4", "X5",                          "X6", "X7", "X8", "X9")
xvars_3kat   <- c("X1", "X2", "X3", "X4", "X5_3KAT",                     "X6", "X7", "X8", "X9")
xvars_ortu   <- c("X1", "X2", "X3", "X4", "X5_AYAH", "X5_IBU",           "X6", "X7", "X8", "X9")
xvars_ortu3  <- c("X1", "X2", "X3", "X4", "X5_AYAH_3KAT", "X5_IBU_3KAT", "X6", "X7", "X8", "X9")

# ── Wadah rekap odds ratio lintas kombinasi (diisi oleh run_biasa/run_smote) ──
OR_RECAP <- data.frame()

# ── Konversi kable ke string HTML ─────────────────────────────────
kbl_h <- function(df, caption = NULL) {
  knitr::kable(df, format = "html", caption = caption, escape = FALSE) %>%
    kable_styling(
      bootstrap_options = c("striped", "hover", "condensed"),
      full_width = FALSE, font_size = 13, position = "left"
    ) %>%
    as.character()
}

# ── Pra-pemrosesan data standar (diparameterisasi dengan xvars) ──
# Y dikonversi ke 0/1 (0 = tidak bersekolah; 1 = bersekolah).
# Seluruh X dipertahankan sebagai faktor agar kategori referensi mengikuti
# level pertama/faktor berkode 0 yang ditandai (*) pada tabel referensi.
prep_data <- function(data, xvars = xvars_global) {
  df <- data %>%
    select(all_of(c("Y", xvars))) %>%
    mutate(
      status_sekolah = if_else(Y == "Bersekolah", 1L, 0L),
      across(all_of(xvars), ~ droplevels(as.factor(.x)))
    ) %>%
    select(-Y) %>%
    na.omit()

  konstan <- xvars[sapply(xvars, function(v) dplyr::n_distinct(df[[v]]) < 2)]
  xvars_model <- setdiff(xvars, konstan)
  df <- df %>% mutate(across(all_of(xvars_model), ~ droplevels(as.factor(.x))))
  formula_mod <- as.formula(paste("status_sekolah ~", paste(xvars_model, collapse = " + ")))
  list(df = df, xvars_model = xvars_model, formula_mod = formula_mod, konstan = konstan)
}

# ── Wrapper HTML untuk tiap sub-bagian ───────────────────────────
sec <- function(icon, judul, isi) {
  paste0(
    '<div style="margin-bottom:18px">',
    '<h5 style="color:#1565c0;border-bottom:2px solid #bbdefb;',
    'padding-bottom:5px;margin-top:18px;font-size:13.5px;">',
    icon, ' ', judul, '</h5>', isi, '</div>'
  )
}

# ── EDA: distribusi Y ────────────────────────────────────────────
eda_html <- function(df) {
  tbl <- table(df$status_sekolah)
  pct <- round(prop.table(tbl) * 100, 2)
  kbl_h(data.frame(
    Kategori = c("Tidak Bersekolah (0)", "Bersekolah (1)"),
    N        = as.integer(c(tbl["0"], tbl["1"])),
    Persen   = paste0(c(pct["0"], pct["1"]), " %")
  ), "Distribusi Y β€” Partisipasi Sekolah")
}

# ── Uji Simultan (GLM-based) ─────────────────────────────────────
simultan_html <- function(model, model_null, xvars_model) {
  G2    <- model_null$deviance - model$deviance
  df_G2 <- model_null$df.residual - model$df.residual
  chi_k <- qchisq(0.95, df_G2)
  pval  <- pchisq(G2, df_G2, lower.tail = FALSE)
  kbl_h(data.frame(
    Statistik = c("-2LL Null", "-2LL Model", "GΒ² Hitung", "df",
                  "χ² Tabel (Ξ±=5%)", "p-value", "Keputusan"),
    Nilai = c(
      round(model_null$deviance, 3), round(model$deviance, 3),
      round(G2, 3), df_G2, round(chi_k, 3), round(pval, 4),
      ifelse(G2 > chi_k, "βœ… Tolak H0 β€” Model Signifikan", "❌ Gagal Tolak H0")
    )
  ), "Uji Simultan (Likelihood Ratio Test / GΒ²)")
}

# ── Uji Parsial Wald (GLM-based) ────────────────────────────────
wald_html <- function(model) {
  koef <- summary(model)$coefficients
  kbl_h(data.frame(
    Variabel   = rownames(koef),
    B          = round(koef[, 1], 4),
    SE         = round(koef[, 2], 4),
    Wald       = round((koef[, 1] / koef[, 2])^2, 4),
    `p-value`  = round(koef[, 4], 4),
    Kesimpulan = ifelse(koef[, 4] < 0.05, "βœ… Signifikan", "❌ Tdk Signifikan"),
    check.names = FALSE
  ), "Uji Parsial (Wald Test)")
}

# ── Hosmer-Lemeshow ──────────────────────────────────────────────
hl_html <- function(model, y) {
  hl <- tryCatch(hoslem.test(y, fitted(model), g = 10), error = function(e) NULL)
  if (is.null(hl)) return("<p><em>⚠️ Hosmer-Lemeshow tidak dapat dihitung.</em></p>")
  kbl_h(data.frame(
    Statistik = c("χ² HL", "df", "p-value", "Keputusan"),
    Nilai = c(
      round(hl$statistic, 3), hl$parameter, round(hl$p.value, 4),
      ifelse(hl$p.value > 0.05,
             "βœ… Gagal Tolak H0 β€” Model FIT",
             "❌ Tolak H0 β€” TIDAK FIT")
    )
  ), "Goodness of Fit (Hosmer-Lemeshow)")
}

# ── Odds Ratio (GLM-based) ───────────────────────────────────────
or_html <- function(model) {
  or <- exp(coef(model))
  kbl_h(data.frame(
    Variabel     = names(or),
    `exp(B)`     = round(or, 4),
    Interpretasi = ifelse(names(or) == "(Intercept)", "Baseline odds",
                   ifelse(or > 1,
                          "↑ Peluang bersekolah lebih besar dibanding referensi",
                          "↓ Peluang bersekolah lebih kecil dibanding referensi")),
    check.names = FALSE
  ), "Interpretasi Parameter (Odds Ratio)")
}

# ── Keputusan eksplisit variabel dengan ORβ‰ˆ1 / tidak signifikan (revisi #6) ──
keputusan_variabel_html <- function(model) {
  koef <- summary(model)$coefficients
  or   <- exp(coef(model))
  df_dec <- data.frame(
    Variabel  = rownames(koef),
    `exp(B)`  = round(or, 3),
    `p-value` = round(koef[, 4], 4),
    check.names = FALSE
  ) %>% filter(Variabel != "(Intercept)")

  df_dec$Kandidat_Ditinjau <- with(df_dec,
    ifelse((`exp(B)` >= 0.8 & `exp(B)` <= 1.25) | `p-value` >= 0.05,
           "⚠️ OR mendekati 1 dan/atau tidak signifikan", "β€”"))

  df_dec$Keputusan <- ifelse(
    df_dec$Kandidat_Ditinjau != "β€”",
    "Dipertahankan dalam model (justifikasi teoretis, bukan dibuang otomatis)",
    "Dipertahankan (signifikan/berkontribusi)"
  )

  paste0(
    kbl_h(df_dec, "Keputusan Eksplisit: Variabel dengan OR \u2248 1 atau Tidak Signifikan"),
    '<p><em>Catatan: variabel yang ditandai tidak otomatis dikeluarkan dari model. ',
    'Keputusan mempertahankan atau mengeluarkan suatu prediktor perlu disertai justifikasi ',
    'teoretis (relevansi variabel terhadap partisipasi sekolah anak disabilitas), bukan semata-mata ',
    'berdasarkan signifikansi statistik, karena model regresi logistik di sini dipakai untuk tujuan ',
    'eksplanatori, bukan seleksi prediktif murni. Peneliti perlu menuliskan alasan spesifik untuk ',
    'tiap variabel yang ditandai pada baris di atas sebelum finalisasi model.</em></p>'
  )
}

# ── Kriteria Informasi: AIC / AICc / BIC ─────────────────────────
ic_html <- function(model, n, k, method = "glm") {
  if (method == "glm") {
    aic_val <- tryCatch(AIC(model),                error = function(e) NA)
    bic_val <- tryCatch(BIC(model),                error = function(e) NA)
    ll_val  <- tryCatch(as.numeric(logLik(model)), error = function(e) NA)
  } else if (method == "firth") {
    ll_val  <- max(model$loglik)
    aic_val <- -2 * ll_val + 2 * k
    bic_val <- -2 * ll_val + log(n) * k
  } else {
    aic_val <- NA; bic_val <- NA; ll_val <- NA
  }

  aicc_val <- if (!is.na(aic_val) && (n - k - 1) > 0) {
    aic_val + (2 * k^2 + 2 * k) / (n - k - 1)
  } else NA

  rows <- paste0(
    '<tr><td><strong>AIC</strong></td><td>',  round(aic_val,  3),
    '</td><td>Semakin kecil semakin baik</td></tr>',
    '<tr><td><strong>AICc</strong></td><td>', round(aicc_val, 3),
    '</td><td>Koreksi utk sampel kecil</td></tr>',
    '<tr><td><strong>BIC</strong></td><td>',  round(bic_val,  3),
    '</td><td>Penalti lebih besar pada parameter</td></tr>',
    '<tr><td>Log-Likelihood</td><td>',         round(ll_val,  3),
    '</td><td></td></tr>'
  )

  paste0(
    '<table class="table table-striped table-condensed" style="font-size:13px;width:auto;margin-bottom:0">',
    '<thead><tr>',
    '<th style="min-width:130px">Kriteria</th>',
    '<th style="min-width:90px">Nilai</th>',
    '<th>Keterangan</th></tr></thead><tbody>',
    rows,
    '<tr><td>k (parameter)</td><td>', k, '</td><td>Termasuk intercept</td></tr>',
    '<tr><td>n (observasi)</td><td>', n, '</td><td></td></tr>',
    '</tbody></table>'
  )
}

6.2 Fungsi Evaluasi Model

# ── A. Perfect Separation Check ──────────────────────────────────
separation_html <- function(coefs, ses, is_firth = FALSE) {
  if (is_firth) {
    return(paste0(
      '<div class="eval-sub">',
      '<h6>Perfect Separation Check</h6>',
      '<p class="sep-ok">&#10003; Firth (Penalized Likelihood) dirancang khusus ',
      'menangani complete/quasi-complete separation β€” hasil tetap valid tanpa bias.</p>',
      '</div>'
    ))
  }
  flag_b  <- abs(coefs) > 10
  flag_se <- !is.na(ses) & ses > 5
  flag    <- flag_b | flag_se
  status  <- if (any(flag, na.rm = TRUE)) {
    '<p class="sep-flag">&#9888; Terdeteksi potensi separation pada variabel berikut:</p>'
  } else {
    '<p class="sep-ok">&#10003; Tidak terdeteksi perfect/quasi-complete separation.</p>'
  }
  tbl <- kbl_h(data.frame(
    Variabel   = names(coefs),
    `|B|>10`   = ifelse(flag_b,  "&#9888; Ya", "&#10003; Tidak"),
    `SE>5`     = ifelse(flag_se, "&#9888; Ya", "&#10003; Tidak"),
    Status     = ifelse(flag,
                        '<span class="sep-flag">&#9888; Potensi Separation</span>',
                        '<span class="sep-ok">&#10003; Aman</span>'),
    check.names = FALSE
  ), "Perfect Separation Check")
  paste0('<div class="eval-sub"><h6>Perfect Separation Check</h6>', status, tbl, '</div>')
}

# ── B. Confusion Matrix + Metrics ────────────────────────────────
conf_metrics <- function(y_true, y_prob, cutoff) {
  y_pred <- as.integer(y_prob >= cutoff)
  tp <- sum(y_true == 1 & y_pred == 1)
  tn <- sum(y_true == 0 & y_pred == 0)
  fp <- sum(y_true == 0 & y_pred == 1)
  fn <- sum(y_true == 1 & y_pred == 0)
  acc  <- ifelse((tp + tn + fp + fn) > 0, (tp + tn) / (tp + tn + fp + fn), NA)
  sens <- ifelse((tp + fn) > 0, tp / (tp + fn), NA)
  spec <- ifelse((tn + fp) > 0, tn / (tn + fp), NA)
  prec <- ifelse((tp + fp) > 0, tp / (tp + fp), NA)
  f1   <- ifelse(!is.na(prec) & !is.na(sens) & (prec + sens) > 0,
                 2 * prec * sens / (prec + sens), NA)
  list(tp = tp, tn = tn, fp = fp, fn = fn,
       acc = acc, sens = sens, spec = spec, prec = prec, f1 = f1)
}

conf_block_html <- function(y_true, y_prob, cutoff, label_class, label_text) {
  m   <- conf_metrics(y_true, y_prob, cutoff)
  pct <- function(x) paste0(round(x * 100, 2), " %")
  cm_tbl <- kbl_h(data.frame(
    ` `          = c("Pred: Tidak Bersekolah (0)", "Pred: Bersekolah (1)"),
    `Aktual: 0`  = c(m$tn, m$fp),
    `Aktual: 1`  = c(m$fn, m$tp),
    check.names  = FALSE
  ), paste0("Confusion Matrix β€” ", label_text))
  chips <- paste0(
    '<div class="metric-row">',
    '<span class="metric-chip">Accuracy: ',    pct(m$acc),  '</span>',
    '<span class="metric-chip">Sensitivity: ', pct(m$sens), '</span>',
    '<span class="metric-chip">Specificity: ', pct(m$spec), '</span>',
    '<span class="metric-chip">Precision: ',   pct(m$prec), '</span>',
    '<span class="metric-chip">F1-Score: ',    pct(m$f1),   '</span>',
    '</div>'
  )
  paste0(
    '<div class="cm-box">',
    '<span class="cm-label ', label_class, '">', label_text, '</span>',
    cm_tbl, chips,
    '</div>'
  )
}

cm_html <- function(y_true, y_prob) {
  roc_obj <- tryCatch(pROC::roc(y_true, y_prob, quiet = TRUE), error = function(e) NULL)
  cut_you <- if (!is.null(roc_obj)) {
    co <- pROC::coords(roc_obj, "best", best.method = "youden", ret = "threshold")
    as.numeric(co[1, 1])
  } else 0.5

  b50 <- conf_block_html(y_true, y_prob, 0.5,     "cut50",  "Cutoff 0.5")
  byo <- conf_block_html(y_true, y_prob, cut_you, "cutyou",
                         paste0("Youden Optimal (", round(cut_you, 3), ")"))
  paste0('<div class="eval-sub"><h6>Confusion Matrix &amp; Metrik Klasifikasi</h6>',
         '<div class="cm-wrap">', b50, byo, '</div></div>')
}

# ── C. ROC-AUC + Toggle Plot ─────────────────────────────────────
roc_html <- function(y_true, y_prob, plot_id) {
  roc_obj <- tryCatch(pROC::roc(y_true, y_prob, quiet = TRUE), error = function(e) NULL)
  if (is.null(roc_obj))
    return('<div class="eval-sub"><h6>ROC-AUC</h6><p><em>ROC tidak dapat dihitung.</em></p></div>')

  auc_val <- as.numeric(pROC::auc(roc_obj))
  auc_cat <- if (auc_val >= 0.9) list(cls = "auc-great", txt = "Sangat Baik")
        else if (auc_val >= 0.8) list(cls = "auc-good",  txt = "Baik")
        else if (auc_val >= 0.7) list(cls = "auc-fair",  txt = "Cukup")
        else                     list(cls = "auc-poor",  txt = "Kurang")

  tmp <- tempfile(fileext = ".png")
  png(tmp, width = 400, height = 400, res = 90)
  plot(roc_obj, col = "#1565c0", lwd = 2.5,
       main = paste0("ROC Curve\nAUC = ", round(auc_val, 4)),
       cex.main = 0.9, cex.axis = 0.8, cex.lab = 0.85)
  abline(a = 0, b = 1, lty = 2, col = "gray60")
  dev.off()
  b64 <- knitr::image_uri(tmp)
  unlink(tmp)

  pid <- gsub("[^a-zA-Z0-9]", "_", plot_id)
  paste0(
    '<div class="eval-sub"><h6>ROC-AUC</h6>',
    '<span class="auc-badge ', auc_cat$cls, '">AUC = ', round(auc_val, 4), '</span>',
    '<strong>', auc_cat$txt, '</strong>',
    ' &nbsp;|&nbsp; Skala: 0.9–1.0 Sangat Baik | 0.8–0.9 Baik | 0.7–0.8 Cukup | &lt;0.7 Kurang<br>',
    '<button class="btn-roc" onclick="toggleRoc(\'', pid, '\')">',
    '&#128200; Tampilkan / Sembunyikan Plot ROC</button>',
    '<div class="roc-plot-wrap" id="roc_', pid, '">',
    '<img src="', b64, '" alt="ROC Curve">',
    '</div></div>'
  )
}

# ── D. Full Evaluasi Section (GLM-based) ─────────────────────────
evaluasi_html <- function(model, y_true, y_prob, plot_id, is_firth = FALSE) {
  coefs <- coef(model)
  ses   <- tryCatch(sqrt(diag(vcov(model))), error = function(e) rep(NA, length(coefs)))
  paste0(
    '<div class="eval-wrap">',
    separation_html(coefs, ses, is_firth),
    cm_html(y_true, y_prob),
    roc_html(y_true, y_prob, plot_id),
    '</div>'
  )
}

# ── D2. Evaluasi SMOTE (2 data: asli + SMOTE) ────────────────────
evaluasi_smote_html <- function(model,
                                 y_true_ori, y_prob_ori,
                                 y_true_sm,  y_prob_sm,
                                 plot_id) {
  coefs <- coef(model)
  ses   <- tryCatch(sqrt(diag(vcov(model))), error = function(e) rep(NA, length(coefs)))
  pid   <- gsub("[^a-zA-Z0-9]", "_", plot_id)

  panel_ori <- paste0(
    '<div class="smote-panel active" id="panel_ori_', pid, '">',
    cm_html(y_true_ori, y_prob_ori),
    roc_html(y_true_ori, y_prob_ori, paste0(plot_id, "_ori")),
    '</div>'
  )
  panel_sm <- paste0(
    '<div class="smote-panel" id="panel_sm_', pid, '">',
    cm_html(y_true_sm, y_prob_sm),
    roc_html(y_true_sm, y_prob_sm, paste0(plot_id, "_smote")),
    '</div>'
  )
  tabs <- paste0(
    '<div class="smote-tabs">',
    '<button class="smote-tab-btn active" ',
    paste0('onclick="switchSmote(\'', pid, '\',\'ori\')">&#128202; Data Asli (Fair)</button>'),
    '<button class="smote-tab-btn" ',
    paste0('onclick="switchSmote(\'', pid, '\',\'sm\')">&#129512; Data SMOTE (In-Sample)</button>'),
    '</div>'
  )
  paste0(
    '<div class="eval-wrap">',
    separation_html(coefs, ses, FALSE),
    '<div class="eval-sub"><h6>Confusion Matrix, Metrik &amp; ROC β€” Pilih Data</h6>',
    tabs, panel_ori, panel_sm,
    '</div></div>'
  )
}

6.3 Fungsi Analisis β€” Reglog Biasa

run_biasa <- function(data, nama_dataset, xvars = xvars_global) {
  p   <- prep_data(data, xvars)
  df  <- p$df; xm <- p$xvars_model; fm <- p$formula_mod

  if (length(xm) == 0) return("<p>⚠️ Tidak ada variabel valid.</p>")

  mdl  <- tryCatch(glm(fm, data = df, family = binomial), error = function(e) NULL)
  mdl0 <- tryCatch(glm(status_sekolah ~ 1, data = df, family = binomial), error = function(e) NULL)
  if (is.null(mdl)) return("<p>⚠️ Model gagal di-fit.</p>")

  info <- paste0('<p><strong>n valid:</strong> ', nrow(df), ' obs.',
    if (length(p$konstan) > 0) paste0(' | <em>Konstan (dikeluarkan): ',
                                       paste(p$konstan, collapse = ", "), '</em>') else '',
    '</p>')

  k_biasa <- length(coef(mdl))
  n_biasa <- nrow(df)
  pid     <- paste0("biasa-", gsub("[^a-zA-Z0-9]", "_", nama_dataset))

  # ── Rekam OR untuk tabel rekap lintas kombinasi (Lampiran) ──
  koef_b <- summary(mdl)$coefficients
  OR_RECAP <<- bind_rows(OR_RECAP, data.frame(
    Kombinasi = nama_dataset,
    Metode    = "Reglog Biasa",
    Variabel  = rownames(koef_b),
    `Odds Ratio` = round(exp(coef(mdl)), 3),
    `p-value`    = round(koef_b[, 4], 4),
    n            = n_biasa,
    row.names    = NULL,
    check.names  = FALSE
  ))

  paste0(info,
    sec("πŸ“Š", "EDA β€” Distribusi Y",               eda_html(df)),
    sec("πŸ“", "Uji Simultan (GΒ²)",                simultan_html(mdl, mdl0, xm)),
    sec("πŸ“‹", "Uji Parsial (Wald Test)",           wald_html(mdl)),
    sec("βœ…", "Goodness of Fit (H-L Test)",        hl_html(mdl, df$status_sekolah)),
    sec("πŸ“Š", "Kriteria Informasi (AIC/AICc/BIC)", ic_html(mdl, n_biasa, k_biasa, "glm")),
    sec("πŸ“ˆ", "Interpretasi Parameter (OR)",       or_html(mdl)),
    sec("🧭", "Keputusan Variabel ORβ‰ˆ1 / Tdk Signifikan", keputusan_variabel_html(mdl)),
    sec("πŸ”", "Evaluasi Model",
        evaluasi_html(mdl, df$status_sekolah, fitted(mdl), pid))
  )
}

6.4 Fungsi Analisis β€” SMOTE

run_smote <- function(data, nama_dataset, xvars = xvars_global) {
  p  <- prep_data(data, xvars)
  df <- p$df; xm <- p$xvars_model; fm <- p$formula_mod

  if (length(xm) == 0) return("<p>⚠️ Tidak ada variabel valid.</p>")

  # SMOTE memerlukan input numerik. Faktor X diubah menjadi dummy dengan
  # model.matrix sehingga referensi tetap kategori berkode 0/*.
  X_dummy <- model.matrix(fm, data = df)[, -1, drop = FALSE]
  X_dummy <- as.data.frame(X_dummy)
  names(X_dummy) <- make.names(names(X_dummy), unique = TRUE)
  xm_sm <- names(X_dummy)
  df_eval <- cbind(status_sekolah = df$status_sekolah, X_dummy)
  fm_sm <- as.formula(paste("status_sekolah ~", paste(xm_sm, collapse = " + ")))

  df_sm <- tryCatch({
    res <- smotefamily::SMOTE(
      X        = X_dummy,
      target   = as.character(df$status_sekolah),
      K        = 5,
      dup_size = 0
    )$data
    res$status_sekolah <- as.numeric(as.character(res$class))
    res$class         <- NULL
    res[, c("status_sekolah", xm_sm)]
  }, error = function(e) NULL)

  if (is.null(df_sm))
    return("<p>⚠️ SMOTE gagal β€” kemungkinan n terlalu kecil atau kelas sangat tidak seimbang.</p>")

  mdl  <- tryCatch(glm(fm_sm, data = df_sm, family = binomial), error = function(e) NULL)
  mdl0 <- tryCatch(glm(status_sekolah ~ 1, data = df_sm, family = binomial), error = function(e) NULL)
  if (is.null(mdl)) return("<p>⚠️ Model GLM setelah SMOTE gagal.</p>")

  # EDA before & after
  t_ori   <- table(df$status_sekolah)
  t_sm    <- table(df_sm$status_sekolah)
  eda_tbl <- kbl_h(data.frame(
    Kategori  = c("Tidak Bersekolah (0)", "Bersekolah (1)"),
    `N Asal`  = as.integer(c(t_ori["0"], t_ori["1"])),
    `N SMOTE` = as.integer(c(t_sm["0"], t_sm["1"])),
    check.names = FALSE
  ), "Distribusi Y Sebelum & Sesudah SMOTE (rasio asli \u2248 28:72)")

  info <- paste0('<p><strong>n asli:</strong> ', nrow(df),
    ' | <strong>n setelah SMOTE:</strong> ', nrow(df_sm),
    ' | <em>X kategorik dikonversi menjadi dummy; referensi tetap kategori bertanda (*).</em></p>')

  k_smote <- length(coef(mdl))
  n_smote <- nrow(df_sm)
  pid     <- paste0("smote-", gsub("[^a-zA-Z0-9]", "_", nama_dataset))

  # ── Rekam OR untuk tabel rekap lintas kombinasi (Lampiran) ──
  koef_s <- summary(mdl)$coefficients
  OR_RECAP <<- bind_rows(OR_RECAP, data.frame(
    Kombinasi = nama_dataset,
    Metode    = "SMOTE",
    Variabel  = rownames(koef_s),
    `Odds Ratio` = round(exp(coef(mdl)), 3),
    `p-value`    = round(koef_s[, 4], 4),
    n            = n_smote,
    row.names    = NULL,
    check.names  = FALSE
  ))

  paste0(info,
    sec("πŸ“Š", "EDA β€” Distribusi Y (Sebelum & Sesudah SMOTE)", eda_tbl),
    sec("πŸ“", "Uji Simultan (GΒ²)",       simultan_html(mdl, mdl0, xm_sm)),
    sec("πŸ“‹", "Uji Parsial (Wald Test)",  wald_html(mdl)),
    sec("βœ…", "Goodness of Fit (H-L Test)", hl_html(mdl, df_sm$status_sekolah)),
    sec("πŸ“Š", "Kriteria Informasi (AIC/AICc/BIC)",
        paste0(ic_html(mdl, n_smote, k_smote, "glm"),
               '<p><em><small>&#9432; AIC/AICc/BIC dihitung dari data SMOTE (n = ',
               n_smote, '). Gunakan sebagai perbandingan; evaluasi fair tetap di data asli.</small></em></p>')),
    sec("πŸ“ˆ", "Interpretasi Parameter (OR)", or_html(mdl)),
    sec("🧭", "Keputusan Variabel ORβ‰ˆ1 / Tdk Signifikan", keputusan_variabel_html(mdl)),
    sec("πŸ”", "Evaluasi Model",
        evaluasi_smote_html(
          mdl,
          df_eval$status_sekolah, predict(mdl, newdata = df_eval, type = "response"),
          df_sm$status_sekolah,   predict(mdl, newdata = df_sm,   type = "response"),
          pid
        ))
  )
}

7 Hasil Analisis Interaktif β€” 16 Kombinasi

πŸ”§ Filter Hasil Analisis (8 Kombinasi)

Skenario Data

Varian Pendidikan

Metode Analisis

Menghitung...
⚠ Tidak ada hasil yang sesuai pilihan.
Centang minimal satu opsi pada setiap kelompok filter.

Bagian A β€” Seluruh KRT | X5 KRT Biner (≀SMP / β‰₯SMA)

Reglog Biasa

Reglog Biasa

n valid: 306 obs.

πŸ“Š EDA β€” Distribusi Y
Distribusi Y β€” Partisipasi Sekolah
Kategori N Persen
Tidak Bersekolah (0) 89 29.08 %
Bersekolah (1) 217 70.92 %
πŸ“ Uji Simultan (GΒ²)
Uji Simultan (Likelihood Ratio Test / GΒ²)
Statistik Nilai
-2LL Null 368.981
-2LL Model 292.664
GΒ² Hitung 76.318
df 11
χ² Tabel (Ξ±=5%) 19.675
p-value 0
Keputusan βœ… Tolak H0 β€” Model Signifikan
πŸ“‹ Uji Parsial (Wald Test)
Uji Parsial (Wald Test)
Variabel B SE Wald p-value Kesimpulan
(Intercept) (Intercept) -1.1567 0.6760 2.9275 0.0871 ❌ Tdk Signifikan
X1Laki-laki X1Laki-laki 0.1588 0.3036 0.2737 0.6009 ❌ Tdk Signifikan
X2Disabilitas tunggal X2Disabilitas tunggal 1.2165 0.3352 13.1679 0.0003 βœ… Signifikan
X3Kesulitan X3Kesulitan 0.8728 0.3767 5.3699 0.0205 βœ… Signifikan
X3Sedikit kesulitan X3Sedikit kesulitan 1.1584 0.3778 9.3999 0.0022 βœ… Signifikan
X4Laki-laki X4Laki-laki -0.9015 0.5171 3.0386 0.0813 ❌ Tdk Signifikan
X5β‰₯ SMA X5β‰₯ SMA 0.4739 0.3786 1.5667 0.2107 ❌ Tdk Signifikan
X6Pertanian X6Pertanian 1.1748 0.5774 4.1403 0.0419 βœ… Signifikan
X6Nonpertanian X6Nonpertanian 1.4168 0.5936 5.6978 0.0170 βœ… Signifikan
X7Perkotaan X7Perkotaan 0.1852 0.3553 0.2718 0.6022 ❌ Tdk Signifikan
X8Memiliki X8Memiliki 1.4388 0.6369 5.1037 0.0239 βœ… Signifikan
X9Tidak miskin X9Tidak miskin 0.0451 0.3847 0.0138 0.9066 ❌ Tdk Signifikan
βœ… Goodness of Fit (H-L Test)
Goodness of Fit (Hosmer-Lemeshow)
Statistik Nilai
χ² HL 8.616
df 8
p-value 0.3758
Keputusan βœ… Gagal Tolak H0 β€” Model FIT
πŸ“Š Kriteria Informasi (AIC/AICc/BIC)
KriteriaNilaiKeterangan
AIC316.664Semakin kecil semakin baik
AICc317.729Koreksi utk sampel kecil
BIC361.347Penalti lebih besar pada parameter
Log-Likelihood-146.332
k (parameter)12Termasuk intercept
n (observasi)306
πŸ“ˆ Interpretasi Parameter (OR)
Interpretasi Parameter (Odds Ratio)
Variabel exp(B) Interpretasi
(Intercept) (Intercept) 0.3145 Baseline odds
X1Laki-laki X1Laki-laki 1.1722 ↑ Peluang bersekolah lebih besar dibanding referensi
X2Disabilitas tunggal X2Disabilitas tunggal 3.3752 ↑ Peluang bersekolah lebih besar dibanding referensi
X3Kesulitan X3Kesulitan 2.3937 ↑ Peluang bersekolah lebih besar dibanding referensi
X3Sedikit kesulitan X3Sedikit kesulitan 3.1847 ↑ Peluang bersekolah lebih besar dibanding referensi
X4Laki-laki X4Laki-laki 0.4060 ↓ Peluang bersekolah lebih kecil dibanding referensi
X5β‰₯ SMA X5β‰₯ SMA 1.6063 ↑ Peluang bersekolah lebih besar dibanding referensi
X6Pertanian X6Pertanian 3.2376 ↑ Peluang bersekolah lebih besar dibanding referensi
X6Nonpertanian X6Nonpertanian 4.1241 ↑ Peluang bersekolah lebih besar dibanding referensi
X7Perkotaan X7Perkotaan 1.2035 ↑ Peluang bersekolah lebih besar dibanding referensi
X8Memiliki X8Memiliki 4.2154 ↑ Peluang bersekolah lebih besar dibanding referensi
X9Tidak miskin X9Tidak miskin 1.0462 ↑ Peluang bersekolah lebih besar dibanding referensi
🧭 Keputusan Variabel ORβ‰ˆ1 / Tdk Signifikan
Keputusan Eksplisit: Variabel dengan OR β‰ˆ 1 atau Tidak Signifikan
Variabel exp(B) p-value Kandidat_Ditinjau Keputusan
X1Laki-laki X1Laki-laki 1.172 0.6009 ⚠️ OR mendekati 1 dan/atau tidak signifikan Dipertahankan dalam model (justifikasi teoretis, bukan dibuang otomatis)
X2Disabilitas tunggal X2Disabilitas tunggal 3.375 0.0003 β€” Dipertahankan (signifikan/berkontribusi)
X3Kesulitan X3Kesulitan 2.394 0.0205 β€” Dipertahankan (signifikan/berkontribusi)
X3Sedikit kesulitan X3Sedikit kesulitan 3.185 0.0022 β€” Dipertahankan (signifikan/berkontribusi)
X4Laki-laki X4Laki-laki 0.406 0.0813 ⚠️ OR mendekati 1 dan/atau tidak signifikan Dipertahankan dalam model (justifikasi teoretis, bukan dibuang otomatis)
X5β‰₯ SMA X5β‰₯ SMA 1.606 0.2107 ⚠️ OR mendekati 1 dan/atau tidak signifikan Dipertahankan dalam model (justifikasi teoretis, bukan dibuang otomatis)
X6Pertanian X6Pertanian 3.238 0.0419 β€” Dipertahankan (signifikan/berkontribusi)
X6Nonpertanian X6Nonpertanian 4.124 0.0170 β€” Dipertahankan (signifikan/berkontribusi)
X7Perkotaan X7Perkotaan 1.203 0.6022 ⚠️ OR mendekati 1 dan/atau tidak signifikan Dipertahankan dalam model (justifikasi teoretis, bukan dibuang otomatis)
X8Memiliki X8Memiliki 4.215 0.0239 β€” Dipertahankan (signifikan/berkontribusi)
X9Tidak miskin X9Tidak miskin 1.046 0.9066 ⚠️ OR mendekati 1 dan/atau tidak signifikan Dipertahankan dalam model (justifikasi teoretis, bukan dibuang otomatis)

Catatan: variabel yang ditandai tidak otomatis dikeluarkan dari model. Keputusan mempertahankan atau mengeluarkan suatu prediktor perlu disertai justifikasi teoretis (relevansi variabel terhadap partisipasi sekolah anak disabilitas), bukan semata-mata berdasarkan signifikansi statistik, karena model regresi logistik di sini dipakai untuk tujuan eksplanatori, bukan seleksi prediktif murni. Peneliti perlu menuliskan alasan spesifik untuk tiap variabel yang ditandai pada baris di atas sebelum finalisasi model.

πŸ” Evaluasi Model
Perfect Separation Check

βœ“ Tidak terdeteksi perfect/quasi-complete separation.

Perfect Separation Check
Variabel |B|>10 SE>5 Status
(Intercept) (Intercept) βœ“ Tidak βœ“ Tidak βœ“ Aman
X1Laki-laki X1Laki-laki βœ“ Tidak βœ“ Tidak βœ“ Aman
X2Disabilitas tunggal X2Disabilitas tunggal βœ“ Tidak βœ“ Tidak βœ“ Aman
X3Kesulitan X3Kesulitan βœ“ Tidak βœ“ Tidak βœ“ Aman
X3Sedikit kesulitan X3Sedikit kesulitan βœ“ Tidak βœ“ Tidak βœ“ Aman
X4Laki-laki X4Laki-laki βœ“ Tidak βœ“ Tidak βœ“ Aman
X5β‰₯ SMA X5β‰₯ SMA βœ“ Tidak βœ“ Tidak βœ“ Aman
X6Pertanian X6Pertanian βœ“ Tidak βœ“ Tidak βœ“ Aman
X6Nonpertanian X6Nonpertanian βœ“ Tidak βœ“ Tidak βœ“ Aman
X7Perkotaan X7Perkotaan βœ“ Tidak βœ“ Tidak βœ“ Aman
X8Memiliki X8Memiliki βœ“ Tidak βœ“ Tidak βœ“ Aman
X9Tidak miskin X9Tidak miskin βœ“ Tidak βœ“ Tidak βœ“ Aman
Confusion Matrix & Metrik Klasifikasi
Cutoff 0.5
Confusion Matrix β€” Cutoff 0.5
Aktual: 0 Aktual: 1
Pred: Tidak Bersekolah (0) 38 24
Pred: Bersekolah (1) 51 193
Accuracy: 75.49 %Sensitivity: 88.94 %Specificity: 42.7 %Precision: 79.1 %F1-Score: 83.73 %
Youden Optimal (0.659)
Confusion Matrix β€” Youden Optimal (0.659)
Aktual: 0 Aktual: 1
Pred: Tidak Bersekolah (0) 62 52
Pred: Bersekolah (1) 27 165
Accuracy: 74.18 %Sensitivity: 76.04 %Specificity: 69.66 %Precision: 85.94 %F1-Score: 80.68 %
ROC-AUC
AUC = 0.7996Cukup Β |Β  Skala: 0.9–1.0 Sangat Baik | 0.8–0.9 Baik | 0.7–0.8 Cukup | <0.7 Kurang
ROC Curve

Bagian A β€” Seluruh KRT | X5 KRT Biner (≀SMP / β‰₯SMA)

SMOTE

SMOTE

n asli: 306 | n setelah SMOTE: 395 | X kategorik dikonversi menjadi dummy; referensi tetap kategori bertanda (*).

πŸ“Š EDA β€” Distribusi Y (Sebelum & Sesudah SMOTE)
Distribusi Y Sebelum & Sesudah SMOTE (rasio asli β‰ˆ 28:72)
Kategori N Asal N SMOTE
Tidak Bersekolah (0) 89 178
Bersekolah (1) 217 217
πŸ“ Uji Simultan (GΒ²)
Uji Simultan (Likelihood Ratio Test / GΒ²)
Statistik Nilai
-2LL Null 543.729
-2LL Model 414.646
GΒ² Hitung 129.084
df 11
χ² Tabel (Ξ±=5%) 19.675
p-value 0
Keputusan βœ… Tolak H0 β€” Model Signifikan
πŸ“‹ Uji Parsial (Wald Test)
Uji Parsial (Wald Test)
Variabel B SE Wald p-value Kesimpulan
(Intercept) (Intercept) -1.4631 0.6074 5.8027 0.0160 βœ… Signifikan
X1Laki.laki X1Laki.laki 0.1206 0.2567 0.2207 0.6385 ❌ Tdk Signifikan
X2Disabilitas.tunggal X2Disabilitas.tunggal 1.2601 0.2823 19.9216 0.0000 βœ… Signifikan
X3Kesulitan X3Kesulitan 1.0631 0.3260 10.6359 0.0011 βœ… Signifikan
X3Sedikit.kesulitan X3Sedikit.kesulitan 1.1850 0.3276 13.0850 0.0003 βœ… Signifikan
X4Laki.laki X4Laki.laki -1.1930 0.4503 7.0181 0.0081 βœ… Signifikan
X5..SMA X5..SMA 0.6937 0.3265 4.5145 0.0336 βœ… Signifikan
X6Pertanian X6Pertanian 1.1760 0.5288 4.9458 0.0262 βœ… Signifikan
X6Nonpertanian X6Nonpertanian 1.3873 0.5399 6.6025 0.0102 βœ… Signifikan
X7Perkotaan X7Perkotaan 0.0939 0.3048 0.0949 0.7581 ❌ Tdk Signifikan
X8Memiliki X8Memiliki 1.7855 0.5426 10.8269 0.0010 βœ… Signifikan
X9Tidak.miskin X9Tidak.miskin -0.1722 0.3410 0.2551 0.6135 ❌ Tdk Signifikan
βœ… Goodness of Fit (H-L Test)
Goodness of Fit (Hosmer-Lemeshow)
Statistik Nilai
χ² HL 5.025
df 8
p-value 0.7549
Keputusan βœ… Gagal Tolak H0 β€” Model FIT
πŸ“Š Kriteria Informasi (AIC/AICc/BIC)
KriteriaNilaiKeterangan
AIC438.646Semakin kecil semakin baik
AICc439.462Koreksi utk sampel kecil
BIC486.392Penalti lebih besar pada parameter
Log-Likelihood-207.323
k (parameter)12Termasuk intercept
n (observasi)395

β“˜ AIC/AICc/BIC dihitung dari data SMOTE (n = 395). Gunakan sebagai perbandingan; evaluasi fair tetap di data asli.

πŸ“ˆ Interpretasi Parameter (OR)
Interpretasi Parameter (Odds Ratio)
Variabel exp(B) Interpretasi
(Intercept) (Intercept) 0.2315 Baseline odds
X1Laki.laki X1Laki.laki 1.1282 ↑ Peluang bersekolah lebih besar dibanding referensi
X2Disabilitas.tunggal X2Disabilitas.tunggal 3.5256 ↑ Peluang bersekolah lebih besar dibanding referensi
X3Kesulitan X3Kesulitan 2.8954 ↑ Peluang bersekolah lebih besar dibanding referensi
X3Sedikit.kesulitan X3Sedikit.kesulitan 3.2706 ↑ Peluang bersekolah lebih besar dibanding referensi
X4Laki.laki X4Laki.laki 0.3033 ↓ Peluang bersekolah lebih kecil dibanding referensi
X5..SMA X5..SMA 2.0012 ↑ Peluang bersekolah lebih besar dibanding referensi
X6Pertanian X6Pertanian 3.2415 ↑ Peluang bersekolah lebih besar dibanding referensi
X6Nonpertanian X6Nonpertanian 4.0040 ↑ Peluang bersekolah lebih besar dibanding referensi
X7Perkotaan X7Perkotaan 1.0984 ↑ Peluang bersekolah lebih besar dibanding referensi
X8Memiliki X8Memiliki 5.9625 ↑ Peluang bersekolah lebih besar dibanding referensi
X9Tidak.miskin X9Tidak.miskin 0.8418 ↓ Peluang bersekolah lebih kecil dibanding referensi
🧭 Keputusan Variabel ORβ‰ˆ1 / Tdk Signifikan
Keputusan Eksplisit: Variabel dengan OR β‰ˆ 1 atau Tidak Signifikan
Variabel exp(B) p-value Kandidat_Ditinjau Keputusan
X1Laki.laki X1Laki.laki 1.128 0.6385 ⚠️ OR mendekati 1 dan/atau tidak signifikan Dipertahankan dalam model (justifikasi teoretis, bukan dibuang otomatis)
X2Disabilitas.tunggal X2Disabilitas.tunggal 3.526 0.0000 β€” Dipertahankan (signifikan/berkontribusi)
X3Kesulitan X3Kesulitan 2.895 0.0011 β€” Dipertahankan (signifikan/berkontribusi)
X3Sedikit.kesulitan X3Sedikit.kesulitan 3.271 0.0003 β€” Dipertahankan (signifikan/berkontribusi)
X4Laki.laki X4Laki.laki 0.303 0.0081 β€” Dipertahankan (signifikan/berkontribusi)
X5..SMA X5..SMA 2.001 0.0336 β€” Dipertahankan (signifikan/berkontribusi)
X6Pertanian X6Pertanian 3.242 0.0262 β€” Dipertahankan (signifikan/berkontribusi)
X6Nonpertanian X6Nonpertanian 4.004 0.0102 β€” Dipertahankan (signifikan/berkontribusi)
X7Perkotaan X7Perkotaan 1.098 0.7581 ⚠️ OR mendekati 1 dan/atau tidak signifikan Dipertahankan dalam model (justifikasi teoretis, bukan dibuang otomatis)
X8Memiliki X8Memiliki 5.963 0.0010 β€” Dipertahankan (signifikan/berkontribusi)
X9Tidak.miskin X9Tidak.miskin 0.842 0.6135 ⚠️ OR mendekati 1 dan/atau tidak signifikan Dipertahankan dalam model (justifikasi teoretis, bukan dibuang otomatis)

Catatan: variabel yang ditandai tidak otomatis dikeluarkan dari model. Keputusan mempertahankan atau mengeluarkan suatu prediktor perlu disertai justifikasi teoretis (relevansi variabel terhadap partisipasi sekolah anak disabilitas), bukan semata-mata berdasarkan signifikansi statistik, karena model regresi logistik di sini dipakai untuk tujuan eksplanatori, bukan seleksi prediktif murni. Peneliti perlu menuliskan alasan spesifik untuk tiap variabel yang ditandai pada baris di atas sebelum finalisasi model.

πŸ” Evaluasi Model
Perfect Separation Check

βœ“ Tidak terdeteksi perfect/quasi-complete separation.

Perfect Separation Check
Variabel |B|>10 SE>5 Status
(Intercept) (Intercept) βœ“ Tidak βœ“ Tidak βœ“ Aman
X1Laki.laki X1Laki.laki βœ“ Tidak βœ“ Tidak βœ“ Aman
X2Disabilitas.tunggal X2Disabilitas.tunggal βœ“ Tidak βœ“ Tidak βœ“ Aman
X3Kesulitan X3Kesulitan βœ“ Tidak βœ“ Tidak βœ“ Aman
X3Sedikit.kesulitan X3Sedikit.kesulitan βœ“ Tidak βœ“ Tidak βœ“ Aman
X4Laki.laki X4Laki.laki βœ“ Tidak βœ“ Tidak βœ“ Aman
X5..SMA X5..SMA βœ“ Tidak βœ“ Tidak βœ“ Aman
X6Pertanian X6Pertanian βœ“ Tidak βœ“ Tidak βœ“ Aman
X6Nonpertanian X6Nonpertanian βœ“ Tidak βœ“ Tidak βœ“ Aman
X7Perkotaan X7Perkotaan βœ“ Tidak βœ“ Tidak βœ“ Aman
X8Memiliki X8Memiliki βœ“ Tidak βœ“ Tidak βœ“ Aman
X9Tidak.miskin X9Tidak.miskin βœ“ Tidak βœ“ Tidak βœ“ Aman
Confusion Matrix, Metrik & ROC β€” Pilih Data
Confusion Matrix & Metrik Klasifikasi
Cutoff 0.5
Confusion Matrix β€” Cutoff 0.5
Aktual: 0 Aktual: 1
Pred: Tidak Bersekolah (0) 63 54
Pred: Bersekolah (1) 26 163
Accuracy: 73.86 %Sensitivity: 75.12 %Specificity: 70.79 %Precision: 86.24 %F1-Score: 80.3 %
Youden Optimal (0.503)
Confusion Matrix β€” Youden Optimal (0.503)
Aktual: 0 Aktual: 1
Pred: Tidak Bersekolah (0) 63 54
Pred: Bersekolah (1) 26 163
Accuracy: 73.86 %Sensitivity: 75.12 %Specificity: 70.79 %Precision: 86.24 %F1-Score: 80.3 %
ROC-AUC
AUC = 0.7988Cukup Β |Β  Skala: 0.9–1.0 Sangat Baik | 0.8–0.9 Baik | 0.7–0.8 Cukup | <0.7 Kurang
ROC Curve
Confusion Matrix & Metrik Klasifikasi
Cutoff 0.5
Confusion Matrix β€” Cutoff 0.5
Aktual: 0 Aktual: 1
Pred: Tidak Bersekolah (0) 126 54
Pred: Bersekolah (1) 52 163
Accuracy: 73.16 %Sensitivity: 75.12 %Specificity: 70.79 %Precision: 75.81 %F1-Score: 75.46 %
Youden Optimal (0.404)
Confusion Matrix β€” Youden Optimal (0.404)
Aktual: 0 Aktual: 1
Pred: Tidak Bersekolah (0) 110 26
Pred: Bersekolah (1) 68 191
Accuracy: 76.2 %Sensitivity: 88.02 %Specificity: 61.8 %Precision: 73.75 %F1-Score: 80.25 %
ROC-AUC
AUC = 0.8138Baik Β |Β  Skala: 0.9–1.0 Sangat Baik | 0.8–0.9 Baik | 0.7–0.8 Cukup | <0.7 Kurang
ROC Curve

Bagian A β€” Seluruh KRT | X5_3KAT KRT (SD / SMP / SMA ke atas)

Reglog Biasa

Reglog Biasa

n valid: 306 obs.

πŸ“Š EDA β€” Distribusi Y
Distribusi Y β€” Partisipasi Sekolah
Kategori N Persen
Tidak Bersekolah (0) 89 29.08 %
Bersekolah (1) 217 70.92 %
πŸ“ Uji Simultan (GΒ²)
Uji Simultan (Likelihood Ratio Test / GΒ²)
Statistik Nilai
-2LL Null 368.981
-2LL Model 291.107
GΒ² Hitung 77.874
df 12
χ² Tabel (Ξ±=5%) 21.026
p-value 0
Keputusan βœ… Tolak H0 β€” Model Signifikan
πŸ“‹ Uji Parsial (Wald Test)
Uji Parsial (Wald Test)
Variabel B SE Wald p-value Kesimpulan
(Intercept) (Intercept) -1.2440 0.6840 3.3084 0.0689 ❌ Tdk Signifikan
X1Laki-laki X1Laki-laki 0.1399 0.3045 0.2110 0.6460 ❌ Tdk Signifikan
X2Disabilitas tunggal X2Disabilitas tunggal 1.2940 0.3428 14.2503 0.0002 βœ… Signifikan
X3Kesulitan X3Kesulitan 0.8300 0.3786 4.8063 0.0284 βœ… Signifikan
X3Sedikit kesulitan X3Sedikit kesulitan 1.1352 0.3796 8.9412 0.0028 βœ… Signifikan
X4Laki-laki X4Laki-laki -0.9281 0.5213 3.1701 0.0750 ❌ Tdk Signifikan
X5_3KATSMP X5_3KATSMP 0.4297 0.3468 1.5350 0.2154 ❌ Tdk Signifikan
X5_3KATSMA ke atas X5_3KATSMA ke atas 0.6756 0.4129 2.6769 0.1018 ❌ Tdk Signifikan
X6Pertanian X6Pertanian 1.1532 0.5849 3.8874 0.0486 βœ… Signifikan
X6Nonpertanian X6Nonpertanian 1.4196 0.6005 5.5892 0.0181 βœ… Signifikan
X7Perkotaan X7Perkotaan 0.1489 0.3579 0.1730 0.6774 ❌ Tdk Signifikan
X8Memiliki X8Memiliki 1.4641 0.6384 5.2594 0.0218 βœ… Signifikan
X9Tidak miskin X9Tidak miskin -0.0194 0.3905 0.0025 0.9604 ❌ Tdk Signifikan
βœ… Goodness of Fit (H-L Test)
Goodness of Fit (Hosmer-Lemeshow)
Statistik Nilai
χ² HL 3.096
df 8
p-value 0.9282
Keputusan βœ… Gagal Tolak H0 β€” Model FIT
πŸ“Š Kriteria Informasi (AIC/AICc/BIC)
KriteriaNilaiKeterangan
AIC317.107Semakin kecil semakin baik
AICc318.354Koreksi utk sampel kecil
BIC365.514Penalti lebih besar pada parameter
Log-Likelihood-145.554
k (parameter)13Termasuk intercept
n (observasi)306
πŸ“ˆ Interpretasi Parameter (OR)
Interpretasi Parameter (Odds Ratio)
Variabel exp(B) Interpretasi
(Intercept) (Intercept) 0.2882 Baseline odds
X1Laki-laki X1Laki-laki 1.1501 ↑ Peluang bersekolah lebih besar dibanding referensi
X2Disabilitas tunggal X2Disabilitas tunggal 3.6474 ↑ Peluang bersekolah lebih besar dibanding referensi
X3Kesulitan X3Kesulitan 2.2933 ↑ Peluang bersekolah lebih besar dibanding referensi
X3Sedikit kesulitan X3Sedikit kesulitan 3.1116 ↑ Peluang bersekolah lebih besar dibanding referensi
X4Laki-laki X4Laki-laki 0.3953 ↓ Peluang bersekolah lebih kecil dibanding referensi
X5_3KATSMP X5_3KATSMP 1.5368 ↑ Peluang bersekolah lebih besar dibanding referensi
X5_3KATSMA ke atas X5_3KATSMA ke atas 1.9652 ↑ Peluang bersekolah lebih besar dibanding referensi
X6Pertanian X6Pertanian 3.1682 ↑ Peluang bersekolah lebih besar dibanding referensi
X6Nonpertanian X6Nonpertanian 4.1353 ↑ Peluang bersekolah lebih besar dibanding referensi
X7Perkotaan X7Perkotaan 1.1605 ↑ Peluang bersekolah lebih besar dibanding referensi
X8Memiliki X8Memiliki 4.3236 ↑ Peluang bersekolah lebih besar dibanding referensi
X9Tidak miskin X9Tidak miskin 0.9808 ↓ Peluang bersekolah lebih kecil dibanding referensi
🧭 Keputusan Variabel ORβ‰ˆ1 / Tdk Signifikan
Keputusan Eksplisit: Variabel dengan OR β‰ˆ 1 atau Tidak Signifikan
Variabel exp(B) p-value Kandidat_Ditinjau Keputusan
X1Laki-laki X1Laki-laki 1.150 0.6460 ⚠️ OR mendekati 1 dan/atau tidak signifikan Dipertahankan dalam model (justifikasi teoretis, bukan dibuang otomatis)
X2Disabilitas tunggal X2Disabilitas tunggal 3.647 0.0002 β€” Dipertahankan (signifikan/berkontribusi)
X3Kesulitan X3Kesulitan 2.293 0.0284 β€” Dipertahankan (signifikan/berkontribusi)
X3Sedikit kesulitan X3Sedikit kesulitan 3.112 0.0028 β€” Dipertahankan (signifikan/berkontribusi)
X4Laki-laki X4Laki-laki 0.395 0.0750 ⚠️ OR mendekati 1 dan/atau tidak signifikan Dipertahankan dalam model (justifikasi teoretis, bukan dibuang otomatis)
X5_3KATSMP X5_3KATSMP 1.537 0.2154 ⚠️ OR mendekati 1 dan/atau tidak signifikan Dipertahankan dalam model (justifikasi teoretis, bukan dibuang otomatis)
X5_3KATSMA ke atas X5_3KATSMA ke atas 1.965 0.1018 ⚠️ OR mendekati 1 dan/atau tidak signifikan Dipertahankan dalam model (justifikasi teoretis, bukan dibuang otomatis)
X6Pertanian X6Pertanian 3.168 0.0486 β€” Dipertahankan (signifikan/berkontribusi)
X6Nonpertanian X6Nonpertanian 4.135 0.0181 β€” Dipertahankan (signifikan/berkontribusi)
X7Perkotaan X7Perkotaan 1.161 0.6774 ⚠️ OR mendekati 1 dan/atau tidak signifikan Dipertahankan dalam model (justifikasi teoretis, bukan dibuang otomatis)
X8Memiliki X8Memiliki 4.324 0.0218 β€” Dipertahankan (signifikan/berkontribusi)
X9Tidak miskin X9Tidak miskin 0.981 0.9604 ⚠️ OR mendekati 1 dan/atau tidak signifikan Dipertahankan dalam model (justifikasi teoretis, bukan dibuang otomatis)

Catatan: variabel yang ditandai tidak otomatis dikeluarkan dari model. Keputusan mempertahankan atau mengeluarkan suatu prediktor perlu disertai justifikasi teoretis (relevansi variabel terhadap partisipasi sekolah anak disabilitas), bukan semata-mata berdasarkan signifikansi statistik, karena model regresi logistik di sini dipakai untuk tujuan eksplanatori, bukan seleksi prediktif murni. Peneliti perlu menuliskan alasan spesifik untuk tiap variabel yang ditandai pada baris di atas sebelum finalisasi model.

πŸ” Evaluasi Model
Perfect Separation Check

βœ“ Tidak terdeteksi perfect/quasi-complete separation.

Perfect Separation Check
Variabel |B|>10 SE>5 Status
(Intercept) (Intercept) βœ“ Tidak βœ“ Tidak βœ“ Aman
X1Laki-laki X1Laki-laki βœ“ Tidak βœ“ Tidak βœ“ Aman
X2Disabilitas tunggal X2Disabilitas tunggal βœ“ Tidak βœ“ Tidak βœ“ Aman
X3Kesulitan X3Kesulitan βœ“ Tidak βœ“ Tidak βœ“ Aman
X3Sedikit kesulitan X3Sedikit kesulitan βœ“ Tidak βœ“ Tidak βœ“ Aman
X4Laki-laki X4Laki-laki βœ“ Tidak βœ“ Tidak βœ“ Aman
X5_3KATSMP X5_3KATSMP βœ“ Tidak βœ“ Tidak βœ“ Aman
X5_3KATSMA ke atas X5_3KATSMA ke atas βœ“ Tidak βœ“ Tidak βœ“ Aman
X6Pertanian X6Pertanian βœ“ Tidak βœ“ Tidak βœ“ Aman
X6Nonpertanian X6Nonpertanian βœ“ Tidak βœ“ Tidak βœ“ Aman
X7Perkotaan X7Perkotaan βœ“ Tidak βœ“ Tidak βœ“ Aman
X8Memiliki X8Memiliki βœ“ Tidak βœ“ Tidak βœ“ Aman
X9Tidak miskin X9Tidak miskin βœ“ Tidak βœ“ Tidak βœ“ Aman
Confusion Matrix & Metrik Klasifikasi
Cutoff 0.5
Confusion Matrix β€” Cutoff 0.5
Aktual: 0 Aktual: 1
Pred: Tidak Bersekolah (0) 40 24
Pred: Bersekolah (1) 49 193
Accuracy: 76.14 %Sensitivity: 88.94 %Specificity: 44.94 %Precision: 79.75 %F1-Score: 84.1 %
Youden Optimal (0.642)
Confusion Matrix β€” Youden Optimal (0.642)
Aktual: 0 Aktual: 1
Pred: Tidak Bersekolah (0) 60 46
Pred: Bersekolah (1) 29 171
Accuracy: 75.49 %Sensitivity: 78.8 %Specificity: 67.42 %Precision: 85.5 %F1-Score: 82.01 %
ROC-AUC
AUC = 0.8029Baik Β |Β  Skala: 0.9–1.0 Sangat Baik | 0.8–0.9 Baik | 0.7–0.8 Cukup | <0.7 Kurang
ROC Curve

Bagian A β€” Seluruh KRT | X5_3KAT KRT (SD / SMP / SMA ke atas)

SMOTE

SMOTE

n asli: 306 | n setelah SMOTE: 395 | X kategorik dikonversi menjadi dummy; referensi tetap kategori bertanda (*).

πŸ“Š EDA β€” Distribusi Y (Sebelum & Sesudah SMOTE)
Distribusi Y Sebelum & Sesudah SMOTE (rasio asli β‰ˆ 28:72)
Kategori N Asal N SMOTE
Tidak Bersekolah (0) 89 178
Bersekolah (1) 217 217
πŸ“ Uji Simultan (GΒ²)
Uji Simultan (Likelihood Ratio Test / GΒ²)
Statistik Nilai
-2LL Null 543.729
-2LL Model 410.96
GΒ² Hitung 132.77
df 12
χ² Tabel (Ξ±=5%) 21.026
p-value 0
Keputusan βœ… Tolak H0 β€” Model Signifikan
πŸ“‹ Uji Parsial (Wald Test)
Uji Parsial (Wald Test)
Variabel B SE Wald p-value Kesimpulan
(Intercept) (Intercept) -2.0477 0.6096 11.2824 0.0008 βœ… Signifikan
X1Laki.laki X1Laki.laki 0.1732 0.2589 0.4477 0.5034 ❌ Tdk Signifikan
X2Disabilitas.tunggal X2Disabilitas.tunggal 1.4996 0.2936 26.0938 0.0000 βœ… Signifikan
X3Kesulitan X3Kesulitan 1.0319 0.3300 9.7799 0.0018 βœ… Signifikan
X3Sedikit.kesulitan X3Sedikit.kesulitan 1.0868 0.3263 11.0955 0.0009 βœ… Signifikan
X4Laki.laki X4Laki.laki -0.9767 0.4475 4.7626 0.0291 βœ… Signifikan
X5_3KATSMP X5_3KATSMP 0.5073 0.3033 2.7978 0.0944 ❌ Tdk Signifikan
X5_3KATSMA.ke.atas X5_3KATSMA.ke.atas 0.5725 0.3439 2.7715 0.0960 ❌ Tdk Signifikan
X6Pertanian X6Pertanian 1.1391 0.5418 4.4196 0.0355 βœ… Signifikan
X6Nonpertanian X6Nonpertanian 1.3981 0.5513 6.4313 0.0112 βœ… Signifikan
X7Perkotaan X7Perkotaan 0.2528 0.3133 0.6514 0.4196 ❌ Tdk Signifikan
X8Memiliki X8Memiliki 1.7878 0.5453 10.7505 0.0010 βœ… Signifikan
X9Tidak.miskin X9Tidak.miskin 0.0008 0.3378 0.0000 0.9982 ❌ Tdk Signifikan
βœ… Goodness of Fit (H-L Test)
Goodness of Fit (Hosmer-Lemeshow)
Statistik Nilai
χ² HL 8.226
df 8
p-value 0.4117
Keputusan βœ… Gagal Tolak H0 β€” Model FIT
πŸ“Š Kriteria Informasi (AIC/AICc/BIC)
KriteriaNilaiKeterangan
AIC436.96Semakin kecil semakin baik
AICc437.915Koreksi utk sampel kecil
BIC488.685Penalti lebih besar pada parameter
Log-Likelihood-205.48
k (parameter)13Termasuk intercept
n (observasi)395

β“˜ AIC/AICc/BIC dihitung dari data SMOTE (n = 395). Gunakan sebagai perbandingan; evaluasi fair tetap di data asli.

πŸ“ˆ Interpretasi Parameter (OR)
Interpretasi Parameter (Odds Ratio)
Variabel exp(B) Interpretasi
(Intercept) (Intercept) 0.1290 Baseline odds
X1Laki.laki X1Laki.laki 1.1891 ↑ Peluang bersekolah lebih besar dibanding referensi
X2Disabilitas.tunggal X2Disabilitas.tunggal 4.4797 ↑ Peluang bersekolah lebih besar dibanding referensi
X3Kesulitan X3Kesulitan 2.8065 ↑ Peluang bersekolah lebih besar dibanding referensi
X3Sedikit.kesulitan X3Sedikit.kesulitan 2.9647 ↑ Peluang bersekolah lebih besar dibanding referensi
X4Laki.laki X4Laki.laki 0.3765 ↓ Peluang bersekolah lebih kecil dibanding referensi
X5_3KATSMP X5_3KATSMP 1.6607 ↑ Peluang bersekolah lebih besar dibanding referensi
X5_3KATSMA.ke.atas X5_3KATSMA.ke.atas 1.7728 ↑ Peluang bersekolah lebih besar dibanding referensi
X6Pertanian X6Pertanian 3.1239 ↑ Peluang bersekolah lebih besar dibanding referensi
X6Nonpertanian X6Nonpertanian 4.0475 ↑ Peluang bersekolah lebih besar dibanding referensi
X7Perkotaan X7Perkotaan 1.2877 ↑ Peluang bersekolah lebih besar dibanding referensi
X8Memiliki X8Memiliki 5.9764 ↑ Peluang bersekolah lebih besar dibanding referensi
X9Tidak.miskin X9Tidak.miskin 1.0008 ↑ Peluang bersekolah lebih besar dibanding referensi
🧭 Keputusan Variabel ORβ‰ˆ1 / Tdk Signifikan
Keputusan Eksplisit: Variabel dengan OR β‰ˆ 1 atau Tidak Signifikan
Variabel exp(B) p-value Kandidat_Ditinjau Keputusan
X1Laki.laki X1Laki.laki 1.189 0.5034 ⚠️ OR mendekati 1 dan/atau tidak signifikan Dipertahankan dalam model (justifikasi teoretis, bukan dibuang otomatis)
X2Disabilitas.tunggal X2Disabilitas.tunggal 4.480 0.0000 β€” Dipertahankan (signifikan/berkontribusi)
X3Kesulitan X3Kesulitan 2.806 0.0018 β€” Dipertahankan (signifikan/berkontribusi)
X3Sedikit.kesulitan X3Sedikit.kesulitan 2.965 0.0009 β€” Dipertahankan (signifikan/berkontribusi)
X4Laki.laki X4Laki.laki 0.377 0.0291 β€” Dipertahankan (signifikan/berkontribusi)
X5_3KATSMP X5_3KATSMP 1.661 0.0944 ⚠️ OR mendekati 1 dan/atau tidak signifikan Dipertahankan dalam model (justifikasi teoretis, bukan dibuang otomatis)
X5_3KATSMA.ke.atas X5_3KATSMA.ke.atas 1.773 0.0960 ⚠️ OR mendekati 1 dan/atau tidak signifikan Dipertahankan dalam model (justifikasi teoretis, bukan dibuang otomatis)
X6Pertanian X6Pertanian 3.124 0.0355 β€” Dipertahankan (signifikan/berkontribusi)
X6Nonpertanian X6Nonpertanian 4.047 0.0112 β€” Dipertahankan (signifikan/berkontribusi)
X7Perkotaan X7Perkotaan 1.288 0.4196 ⚠️ OR mendekati 1 dan/atau tidak signifikan Dipertahankan dalam model (justifikasi teoretis, bukan dibuang otomatis)
X8Memiliki X8Memiliki 5.976 0.0010 β€” Dipertahankan (signifikan/berkontribusi)
X9Tidak.miskin X9Tidak.miskin 1.001 0.9982 ⚠️ OR mendekati 1 dan/atau tidak signifikan Dipertahankan dalam model (justifikasi teoretis, bukan dibuang otomatis)

Catatan: variabel yang ditandai tidak otomatis dikeluarkan dari model. Keputusan mempertahankan atau mengeluarkan suatu prediktor perlu disertai justifikasi teoretis (relevansi variabel terhadap partisipasi sekolah anak disabilitas), bukan semata-mata berdasarkan signifikansi statistik, karena model regresi logistik di sini dipakai untuk tujuan eksplanatori, bukan seleksi prediktif murni. Peneliti perlu menuliskan alasan spesifik untuk tiap variabel yang ditandai pada baris di atas sebelum finalisasi model.

πŸ” Evaluasi Model
Perfect Separation Check

βœ“ Tidak terdeteksi perfect/quasi-complete separation.

Perfect Separation Check
Variabel |B|>10 SE>5 Status
(Intercept) (Intercept) βœ“ Tidak βœ“ Tidak βœ“ Aman
X1Laki.laki X1Laki.laki βœ“ Tidak βœ“ Tidak βœ“ Aman
X2Disabilitas.tunggal X2Disabilitas.tunggal βœ“ Tidak βœ“ Tidak βœ“ Aman
X3Kesulitan X3Kesulitan βœ“ Tidak βœ“ Tidak βœ“ Aman
X3Sedikit.kesulitan X3Sedikit.kesulitan βœ“ Tidak βœ“ Tidak βœ“ Aman
X4Laki.laki X4Laki.laki βœ“ Tidak βœ“ Tidak βœ“ Aman
X5_3KATSMP X5_3KATSMP βœ“ Tidak βœ“ Tidak βœ“ Aman
X5_3KATSMA.ke.atas X5_3KATSMA.ke.atas βœ“ Tidak βœ“ Tidak βœ“ Aman
X6Pertanian X6Pertanian βœ“ Tidak βœ“ Tidak βœ“ Aman
X6Nonpertanian X6Nonpertanian βœ“ Tidak βœ“ Tidak βœ“ Aman
X7Perkotaan X7Perkotaan βœ“ Tidak βœ“ Tidak βœ“ Aman
X8Memiliki X8Memiliki βœ“ Tidak βœ“ Tidak βœ“ Aman
X9Tidak.miskin X9Tidak.miskin βœ“ Tidak βœ“ Tidak βœ“ Aman
Confusion Matrix, Metrik & ROC β€” Pilih Data
Confusion Matrix & Metrik Klasifikasi
Cutoff 0.5
Confusion Matrix β€” Cutoff 0.5
Aktual: 0 Aktual: 1
Pred: Tidak Bersekolah (0) 61 50
Pred: Bersekolah (1) 28 167
Accuracy: 74.51 %Sensitivity: 76.96 %Specificity: 68.54 %Precision: 85.64 %F1-Score: 81.07 %
Youden Optimal (0.472)
Confusion Matrix β€” Youden Optimal (0.472)
Aktual: 0 Aktual: 1
Pred: Tidak Bersekolah (0) 61 46
Pred: Bersekolah (1) 28 171
Accuracy: 75.82 %Sensitivity: 78.8 %Specificity: 68.54 %Precision: 85.93 %F1-Score: 82.21 %
ROC-AUC
AUC = 0.7998Cukup Β |Β  Skala: 0.9–1.0 Sangat Baik | 0.8–0.9 Baik | 0.7–0.8 Cukup | <0.7 Kurang
ROC Curve
Confusion Matrix & Metrik Klasifikasi
Cutoff 0.5
Confusion Matrix β€” Cutoff 0.5
Aktual: 0 Aktual: 1
Pred: Tidak Bersekolah (0) 126 50
Pred: Bersekolah (1) 52 167
Accuracy: 74.18 %Sensitivity: 76.96 %Specificity: 70.79 %Precision: 76.26 %F1-Score: 76.61 %
Youden Optimal (0.47)
Confusion Matrix β€” Youden Optimal (0.47)
Aktual: 0 Aktual: 1
Pred: Tidak Bersekolah (0) 124 44
Pred: Bersekolah (1) 54 173
Accuracy: 75.19 %Sensitivity: 79.72 %Specificity: 69.66 %Precision: 76.21 %F1-Score: 77.93 %
ROC-AUC
AUC = 0.8162Baik Β |Β  Skala: 0.9–1.0 Sangat Baik | 0.8–0.9 Baik | 0.7–0.8 Cukup | <0.7 Kurang
ROC Curve

Bagian A β€” Seluruh KRT | Ayah + Ibu (biner)

Reglog Biasa

Reglog Biasa

n valid: 251 obs. | Konstan (dikeluarkan): X4

πŸ“Š EDA β€” Distribusi Y
Distribusi Y β€” Partisipasi Sekolah
Kategori N Persen
Tidak Bersekolah (0) 75 29.88 %
Bersekolah (1) 176 70.12 %
πŸ“ Uji Simultan (GΒ²)
Uji Simultan (Likelihood Ratio Test / GΒ²)
Statistik Nilai
-2LL Null 306.144
-2LL Model 239.476
GΒ² Hitung 66.668
df 11
χ² Tabel (Ξ±=5%) 19.675
p-value 0
Keputusan βœ… Tolak H0 β€” Model Signifikan
πŸ“‹ Uji Parsial (Wald Test)
Uji Parsial (Wald Test)
Variabel B SE Wald p-value Kesimpulan
(Intercept) (Intercept) -1.3737 0.9773 1.9758 0.1598 ❌ Tdk Signifikan
X1Laki-laki X1Laki-laki 0.1979 0.3379 0.3431 0.5580 ❌ Tdk Signifikan
X2Disabilitas tunggal X2Disabilitas tunggal 1.3302 0.3727 12.7399 0.0004 βœ… Signifikan
X3Kesulitan X3Kesulitan 0.9635 0.4197 5.2697 0.0217 βœ… Signifikan
X3Sedikit kesulitan X3Sedikit kesulitan 1.1738 0.4263 7.5803 0.0059 βœ… Signifikan
X5_AYAHβ‰₯ SMA X5_AYAHβ‰₯ SMA 0.2694 0.4520 0.3553 0.5512 ❌ Tdk Signifikan
X5_IBUβ‰₯ SMA X5_IBUβ‰₯ SMA 0.8968 0.4698 3.6440 0.0563 ❌ Tdk Signifikan
X6Pertanian X6Pertanian 0.4634 0.9039 0.2629 0.6081 ❌ Tdk Signifikan
X6Nonpertanian X6Nonpertanian 0.7794 0.9005 0.7490 0.3868 ❌ Tdk Signifikan
X7Perkotaan X7Perkotaan -0.0095 0.4112 0.0005 0.9816 ❌ Tdk Signifikan
X8Memiliki X8Memiliki 1.3935 0.6538 4.5427 0.0331 βœ… Signifikan
X9Tidak miskin X9Tidak miskin -0.2412 0.4143 0.3390 0.5604 ❌ Tdk Signifikan
βœ… Goodness of Fit (H-L Test)
Goodness of Fit (Hosmer-Lemeshow)
Statistik Nilai
χ² HL 8.527
df 8
p-value 0.3838
Keputusan βœ… Gagal Tolak H0 β€” Model FIT
πŸ“Š Kriteria Informasi (AIC/AICc/BIC)
KriteriaNilaiKeterangan
AIC263.476Semakin kecil semakin baik
AICc264.787Koreksi utk sampel kecil
BIC305.781Penalti lebih besar pada parameter
Log-Likelihood-119.738
k (parameter)12Termasuk intercept
n (observasi)251
πŸ“ˆ Interpretasi Parameter (OR)
Interpretasi Parameter (Odds Ratio)
Variabel exp(B) Interpretasi
(Intercept) (Intercept) 0.2532 Baseline odds
X1Laki-laki X1Laki-laki 1.2189 ↑ Peluang bersekolah lebih besar dibanding referensi
X2Disabilitas tunggal X2Disabilitas tunggal 3.7819 ↑ Peluang bersekolah lebih besar dibanding referensi
X3Kesulitan X3Kesulitan 2.6210 ↑ Peluang bersekolah lebih besar dibanding referensi
X3Sedikit kesulitan X3Sedikit kesulitan 3.2342 ↑ Peluang bersekolah lebih besar dibanding referensi
X5_AYAHβ‰₯ SMA X5_AYAHβ‰₯ SMA 1.3092 ↑ Peluang bersekolah lebih besar dibanding referensi
X5_IBUβ‰₯ SMA X5_IBUβ‰₯ SMA 2.4518 ↑ Peluang bersekolah lebih besar dibanding referensi
X6Pertanian X6Pertanian 1.5895 ↑ Peluang bersekolah lebih besar dibanding referensi
X6Nonpertanian X6Nonpertanian 2.1802 ↑ Peluang bersekolah lebih besar dibanding referensi
X7Perkotaan X7Perkotaan 0.9905 ↓ Peluang bersekolah lebih kecil dibanding referensi
X8Memiliki X8Memiliki 4.0288 ↑ Peluang bersekolah lebih besar dibanding referensi
X9Tidak miskin X9Tidak miskin 0.7857 ↓ Peluang bersekolah lebih kecil dibanding referensi
🧭 Keputusan Variabel ORβ‰ˆ1 / Tdk Signifikan
Keputusan Eksplisit: Variabel dengan OR β‰ˆ 1 atau Tidak Signifikan
Variabel exp(B) p-value Kandidat_Ditinjau Keputusan
X1Laki-laki X1Laki-laki 1.219 0.5580 ⚠️ OR mendekati 1 dan/atau tidak signifikan Dipertahankan dalam model (justifikasi teoretis, bukan dibuang otomatis)
X2Disabilitas tunggal X2Disabilitas tunggal 3.782 0.0004 β€” Dipertahankan (signifikan/berkontribusi)
X3Kesulitan X3Kesulitan 2.621 0.0217 β€” Dipertahankan (signifikan/berkontribusi)
X3Sedikit kesulitan X3Sedikit kesulitan 3.234 0.0059 β€” Dipertahankan (signifikan/berkontribusi)
X5_AYAHβ‰₯ SMA X5_AYAHβ‰₯ SMA 1.309 0.5512 ⚠️ OR mendekati 1 dan/atau tidak signifikan Dipertahankan dalam model (justifikasi teoretis, bukan dibuang otomatis)
X5_IBUβ‰₯ SMA X5_IBUβ‰₯ SMA 2.452 0.0563 ⚠️ OR mendekati 1 dan/atau tidak signifikan Dipertahankan dalam model (justifikasi teoretis, bukan dibuang otomatis)
X6Pertanian X6Pertanian 1.590 0.6081 ⚠️ OR mendekati 1 dan/atau tidak signifikan Dipertahankan dalam model (justifikasi teoretis, bukan dibuang otomatis)
X6Nonpertanian X6Nonpertanian 2.180 0.3868 ⚠️ OR mendekati 1 dan/atau tidak signifikan Dipertahankan dalam model (justifikasi teoretis, bukan dibuang otomatis)
X7Perkotaan X7Perkotaan 0.991 0.9816 ⚠️ OR mendekati 1 dan/atau tidak signifikan Dipertahankan dalam model (justifikasi teoretis, bukan dibuang otomatis)
X8Memiliki X8Memiliki 4.029 0.0331 β€” Dipertahankan (signifikan/berkontribusi)
X9Tidak miskin X9Tidak miskin 0.786 0.5604 ⚠️ OR mendekati 1 dan/atau tidak signifikan Dipertahankan dalam model (justifikasi teoretis, bukan dibuang otomatis)

Catatan: variabel yang ditandai tidak otomatis dikeluarkan dari model. Keputusan mempertahankan atau mengeluarkan suatu prediktor perlu disertai justifikasi teoretis (relevansi variabel terhadap partisipasi sekolah anak disabilitas), bukan semata-mata berdasarkan signifikansi statistik, karena model regresi logistik di sini dipakai untuk tujuan eksplanatori, bukan seleksi prediktif murni. Peneliti perlu menuliskan alasan spesifik untuk tiap variabel yang ditandai pada baris di atas sebelum finalisasi model.

πŸ” Evaluasi Model
Perfect Separation Check

βœ“ Tidak terdeteksi perfect/quasi-complete separation.

Perfect Separation Check
Variabel |B|>10 SE>5 Status
(Intercept) (Intercept) βœ“ Tidak βœ“ Tidak βœ“ Aman
X1Laki-laki X1Laki-laki βœ“ Tidak βœ“ Tidak βœ“ Aman
X2Disabilitas tunggal X2Disabilitas tunggal βœ“ Tidak βœ“ Tidak βœ“ Aman
X3Kesulitan X3Kesulitan βœ“ Tidak βœ“ Tidak βœ“ Aman
X3Sedikit kesulitan X3Sedikit kesulitan βœ“ Tidak βœ“ Tidak βœ“ Aman
X5_AYAHβ‰₯ SMA X5_AYAHβ‰₯ SMA βœ“ Tidak βœ“ Tidak βœ“ Aman
X5_IBUβ‰₯ SMA X5_IBUβ‰₯ SMA βœ“ Tidak βœ“ Tidak βœ“ Aman
X6Pertanian X6Pertanian βœ“ Tidak βœ“ Tidak βœ“ Aman
X6Nonpertanian X6Nonpertanian βœ“ Tidak βœ“ Tidak βœ“ Aman
X7Perkotaan X7Perkotaan βœ“ Tidak βœ“ Tidak βœ“ Aman
X8Memiliki X8Memiliki βœ“ Tidak βœ“ Tidak βœ“ Aman
X9Tidak miskin X9Tidak miskin βœ“ Tidak βœ“ Tidak βœ“ Aman
Confusion Matrix & Metrik Klasifikasi
Cutoff 0.5
Confusion Matrix β€” Cutoff 0.5
Aktual: 0 Aktual: 1
Pred: Tidak Bersekolah (0) 33 18
Pred: Bersekolah (1) 42 158
Accuracy: 76.1 %Sensitivity: 89.77 %Specificity: 44 %Precision: 79 %F1-Score: 84.04 %
Youden Optimal (0.693)
Confusion Matrix β€” Youden Optimal (0.693)
Aktual: 0 Aktual: 1
Pred: Tidak Bersekolah (0) 56 46
Pred: Bersekolah (1) 19 130
Accuracy: 74.1 %Sensitivity: 73.86 %Specificity: 74.67 %Precision: 87.25 %F1-Score: 80 %
ROC-AUC
AUC = 0.8003Baik Β |Β  Skala: 0.9–1.0 Sangat Baik | 0.8–0.9 Baik | 0.7–0.8 Cukup | <0.7 Kurang
ROC Curve

Bagian A β€” Seluruh KRT | Ayah + Ibu (biner)

SMOTE

SMOTE

n asli: 251 | n setelah SMOTE: 326 | X kategorik dikonversi menjadi dummy; referensi tetap kategori bertanda (*).

πŸ“Š EDA β€” Distribusi Y (Sebelum & Sesudah SMOTE)
Distribusi Y Sebelum & Sesudah SMOTE (rasio asli β‰ˆ 28:72)
Kategori N Asal N SMOTE
Tidak Bersekolah (0) 75 150
Bersekolah (1) 176 176
πŸ“ Uji Simultan (GΒ²)
Uji Simultan (Likelihood Ratio Test / GΒ²)
Statistik Nilai
-2LL Null 449.856
-2LL Model 329.509
GΒ² Hitung 120.347
df 11
χ² Tabel (Ξ±=5%) 19.675
p-value 0
Keputusan βœ… Tolak H0 β€” Model Signifikan
πŸ“‹ Uji Parsial (Wald Test)
Uji Parsial (Wald Test)
Variabel B SE Wald p-value Kesimpulan
(Intercept) (Intercept) -2.3775 0.8762 7.3630 0.0067 βœ… Signifikan
X1Laki.laki X1Laki.laki 0.2392 0.2949 0.6580 0.4173 ❌ Tdk Signifikan
X2Disabilitas.tunggal X2Disabilitas.tunggal 1.6129 0.3270 24.3245 0.0000 βœ… Signifikan
X3Kesulitan X3Kesulitan 1.0247 0.3632 7.9603 0.0048 βœ… Signifikan
X3Sedikit.kesulitan X3Sedikit.kesulitan 1.0739 0.3794 8.0107 0.0047 βœ… Signifikan
X5_AYAH..SMA X5_AYAH..SMA 0.4148 0.4023 1.0628 0.3026 ❌ Tdk Signifikan
X5_IBU..SMA X5_IBU..SMA 0.9448 0.4169 5.1359 0.0234 βœ… Signifikan
X6Pertanian X6Pertanian 0.7095 0.8090 0.7692 0.3805 ❌ Tdk Signifikan
X6Nonpertanian X6Nonpertanian 0.9193 0.7988 1.3242 0.2498 ❌ Tdk Signifikan
X7Perkotaan X7Perkotaan -0.0649 0.3602 0.0325 0.8569 ❌ Tdk Signifikan
X8Memiliki X8Memiliki 1.9181 0.6163 9.6870 0.0019 βœ… Signifikan
X9Tidak.miskin X9Tidak.miskin -0.2303 0.3653 0.3973 0.5285 ❌ Tdk Signifikan
βœ… Goodness of Fit (H-L Test)
Goodness of Fit (Hosmer-Lemeshow)
Statistik Nilai
χ² HL 4.507
df 8
p-value 0.8088
Keputusan βœ… Gagal Tolak H0 β€” Model FIT
πŸ“Š Kriteria Informasi (AIC/AICc/BIC)
KriteriaNilaiKeterangan
AIC353.509Semakin kecil semakin baik
AICc354.506Koreksi utk sampel kecil
BIC398.952Penalti lebih besar pada parameter
Log-Likelihood-164.755
k (parameter)12Termasuk intercept
n (observasi)326

β“˜ AIC/AICc/BIC dihitung dari data SMOTE (n = 326). Gunakan sebagai perbandingan; evaluasi fair tetap di data asli.

πŸ“ˆ Interpretasi Parameter (OR)
Interpretasi Parameter (Odds Ratio)
Variabel exp(B) Interpretasi
(Intercept) (Intercept) 0.0928 Baseline odds
X1Laki.laki X1Laki.laki 1.2703 ↑ Peluang bersekolah lebih besar dibanding referensi
X2Disabilitas.tunggal X2Disabilitas.tunggal 5.0171 ↑ Peluang bersekolah lebih besar dibanding referensi
X3Kesulitan X3Kesulitan 2.7863 ↑ Peluang bersekolah lebih besar dibanding referensi
X3Sedikit.kesulitan X3Sedikit.kesulitan 2.9266 ↑ Peluang bersekolah lebih besar dibanding referensi
X5_AYAH..SMA X5_AYAH..SMA 1.5140 ↑ Peluang bersekolah lebih besar dibanding referensi
X5_IBU..SMA X5_IBU..SMA 2.5723 ↑ Peluang bersekolah lebih besar dibanding referensi
X6Pertanian X6Pertanian 2.0330 ↑ Peluang bersekolah lebih besar dibanding referensi
X6Nonpertanian X6Nonpertanian 2.5074 ↑ Peluang bersekolah lebih besar dibanding referensi
X7Perkotaan X7Perkotaan 0.9371 ↓ Peluang bersekolah lebih kecil dibanding referensi
X8Memiliki X8Memiliki 6.8083 ↑ Peluang bersekolah lebih besar dibanding referensi
X9Tidak.miskin X9Tidak.miskin 0.7943 ↓ Peluang bersekolah lebih kecil dibanding referensi
🧭 Keputusan Variabel ORβ‰ˆ1 / Tdk Signifikan
Keputusan Eksplisit: Variabel dengan OR β‰ˆ 1 atau Tidak Signifikan
Variabel exp(B) p-value Kandidat_Ditinjau Keputusan
X1Laki.laki X1Laki.laki 1.270 0.4173 ⚠️ OR mendekati 1 dan/atau tidak signifikan Dipertahankan dalam model (justifikasi teoretis, bukan dibuang otomatis)
X2Disabilitas.tunggal X2Disabilitas.tunggal 5.017 0.0000 β€” Dipertahankan (signifikan/berkontribusi)
X3Kesulitan X3Kesulitan 2.786 0.0048 β€” Dipertahankan (signifikan/berkontribusi)
X3Sedikit.kesulitan X3Sedikit.kesulitan 2.927 0.0047 β€” Dipertahankan (signifikan/berkontribusi)
X5_AYAH..SMA X5_AYAH..SMA 1.514 0.3026 ⚠️ OR mendekati 1 dan/atau tidak signifikan Dipertahankan dalam model (justifikasi teoretis, bukan dibuang otomatis)
X5_IBU..SMA X5_IBU..SMA 2.572 0.0234 β€” Dipertahankan (signifikan/berkontribusi)
X6Pertanian X6Pertanian 2.033 0.3805 ⚠️ OR mendekati 1 dan/atau tidak signifikan Dipertahankan dalam model (justifikasi teoretis, bukan dibuang otomatis)
X6Nonpertanian X6Nonpertanian 2.507 0.2498 ⚠️ OR mendekati 1 dan/atau tidak signifikan Dipertahankan dalam model (justifikasi teoretis, bukan dibuang otomatis)
X7Perkotaan X7Perkotaan 0.937 0.8569 ⚠️ OR mendekati 1 dan/atau tidak signifikan Dipertahankan dalam model (justifikasi teoretis, bukan dibuang otomatis)
X8Memiliki X8Memiliki 6.808 0.0019 β€” Dipertahankan (signifikan/berkontribusi)
X9Tidak.miskin X9Tidak.miskin 0.794 0.5285 ⚠️ OR mendekati 1 dan/atau tidak signifikan Dipertahankan dalam model (justifikasi teoretis, bukan dibuang otomatis)

Catatan: variabel yang ditandai tidak otomatis dikeluarkan dari model. Keputusan mempertahankan atau mengeluarkan suatu prediktor perlu disertai justifikasi teoretis (relevansi variabel terhadap partisipasi sekolah anak disabilitas), bukan semata-mata berdasarkan signifikansi statistik, karena model regresi logistik di sini dipakai untuk tujuan eksplanatori, bukan seleksi prediktif murni. Peneliti perlu menuliskan alasan spesifik untuk tiap variabel yang ditandai pada baris di atas sebelum finalisasi model.

πŸ” Evaluasi Model
Perfect Separation Check

βœ“ Tidak terdeteksi perfect/quasi-complete separation.

Perfect Separation Check
Variabel |B|>10 SE>5 Status
(Intercept) (Intercept) βœ“ Tidak βœ“ Tidak βœ“ Aman
X1Laki.laki X1Laki.laki βœ“ Tidak βœ“ Tidak βœ“ Aman
X2Disabilitas.tunggal X2Disabilitas.tunggal βœ“ Tidak βœ“ Tidak βœ“ Aman
X3Kesulitan X3Kesulitan βœ“ Tidak βœ“ Tidak βœ“ Aman
X3Sedikit.kesulitan X3Sedikit.kesulitan βœ“ Tidak βœ“ Tidak βœ“ Aman
X5_AYAH..SMA X5_AYAH..SMA βœ“ Tidak βœ“ Tidak βœ“ Aman
X5_IBU..SMA X5_IBU..SMA βœ“ Tidak βœ“ Tidak βœ“ Aman
X6Pertanian X6Pertanian βœ“ Tidak βœ“ Tidak βœ“ Aman
X6Nonpertanian X6Nonpertanian βœ“ Tidak βœ“ Tidak βœ“ Aman
X7Perkotaan X7Perkotaan βœ“ Tidak βœ“ Tidak βœ“ Aman
X8Memiliki X8Memiliki βœ“ Tidak βœ“ Tidak βœ“ Aman
X9Tidak.miskin X9Tidak.miskin βœ“ Tidak βœ“ Tidak βœ“ Aman
Confusion Matrix, Metrik & ROC β€” Pilih Data
Confusion Matrix & Metrik Klasifikasi
Cutoff 0.5
Confusion Matrix β€” Cutoff 0.5
Aktual: 0 Aktual: 1
Pred: Tidak Bersekolah (0) 53 40
Pred: Bersekolah (1) 22 136
Accuracy: 75.3 %Sensitivity: 77.27 %Specificity: 70.67 %Precision: 86.08 %F1-Score: 81.44 %
Youden Optimal (0.539)
Confusion Matrix β€” Youden Optimal (0.539)
Aktual: 0 Aktual: 1
Pred: Tidak Bersekolah (0) 55 43
Pred: Bersekolah (1) 20 133
Accuracy: 74.9 %Sensitivity: 75.57 %Specificity: 73.33 %Precision: 86.93 %F1-Score: 80.85 %
ROC-AUC
AUC = 0.7997Cukup Β |Β  Skala: 0.9–1.0 Sangat Baik | 0.8–0.9 Baik | 0.7–0.8 Cukup | <0.7 Kurang
ROC Curve
Confusion Matrix & Metrik Klasifikasi
Cutoff 0.5
Confusion Matrix β€” Cutoff 0.5
Aktual: 0 Aktual: 1
Pred: Tidak Bersekolah (0) 113 40
Pred: Bersekolah (1) 37 136
Accuracy: 76.38 %Sensitivity: 77.27 %Specificity: 75.33 %Precision: 78.61 %F1-Score: 77.94 %
Youden Optimal (0.539)
Confusion Matrix β€” Youden Optimal (0.539)
Aktual: 0 Aktual: 1
Pred: Tidak Bersekolah (0) 117 43
Pred: Bersekolah (1) 33 133
Accuracy: 76.69 %Sensitivity: 75.57 %Specificity: 78 %Precision: 80.12 %F1-Score: 77.78 %
ROC-AUC
AUC = 0.827Baik Β |Β  Skala: 0.9–1.0 Sangat Baik | 0.8–0.9 Baik | 0.7–0.8 Cukup | <0.7 Kurang
ROC Curve

Bagian A β€” Seluruh KRT | Ayah + Ibu (SD / SMP / SMA ke atas)

Reglog Biasa

Reglog Biasa

n valid: 251 obs. | Konstan (dikeluarkan): X4

πŸ“Š EDA β€” Distribusi Y
Distribusi Y β€” Partisipasi Sekolah
Kategori N Persen
Tidak Bersekolah (0) 75 29.88 %
Bersekolah (1) 176 70.12 %
πŸ“ Uji Simultan (GΒ²)
Uji Simultan (Likelihood Ratio Test / GΒ²)
Statistik Nilai
-2LL Null 306.144
-2LL Model 237.086
GΒ² Hitung 69.058
df 13
χ² Tabel (Ξ±=5%) 22.362
p-value 0
Keputusan βœ… Tolak H0 β€” Model Signifikan
πŸ“‹ Uji Parsial (Wald Test)
Uji Parsial (Wald Test)
Variabel B SE Wald p-value Kesimpulan
(Intercept) (Intercept) -1.5269 1.0107 2.2824 0.1309 ❌ Tdk Signifikan
X1Laki-laki X1Laki-laki 0.2209 0.3428 0.4154 0.5192 ❌ Tdk Signifikan
X2Disabilitas tunggal X2Disabilitas tunggal 1.4183 0.3820 13.7886 0.0002 βœ… Signifikan
X3Kesulitan X3Kesulitan 0.9814 0.4290 5.2324 0.0222 βœ… Signifikan
X3Sedikit kesulitan X3Sedikit kesulitan 1.1788 0.4302 7.5096 0.0061 βœ… Signifikan
X5_AYAH_3KATSMP X5_AYAH_3KATSMP 0.2375 0.4029 0.3476 0.5555 ❌ Tdk Signifikan
X5_AYAH_3KATSMA ke atas X5_AYAH_3KATSMA ke atas 0.3896 0.4959 0.6174 0.4320 ❌ Tdk Signifikan
X5_IBU_3KATSMP X5_IBU_3KATSMP 0.4596 0.3966 1.3426 0.2466 ❌ Tdk Signifikan
X5_IBU_3KATSMA ke atas X5_IBU_3KATSMA ke atas 1.0830 0.5079 4.5464 0.0330 βœ… Signifikan
X6Pertanian X6Pertanian 0.3261 0.9423 0.1197 0.7293 ❌ Tdk Signifikan
X6Nonpertanian X6Nonpertanian 0.6687 0.9369 0.5095 0.4753 ❌ Tdk Signifikan
X7Perkotaan X7Perkotaan -0.0553 0.4171 0.0176 0.8945 ❌ Tdk Signifikan
X8Memiliki X8Memiliki 1.3455 0.6580 4.1808 0.0409 βœ… Signifikan
X9Tidak miskin X9Tidak miskin -0.3070 0.4216 0.5302 0.4665 ❌ Tdk Signifikan
βœ… Goodness of Fit (H-L Test)
Goodness of Fit (Hosmer-Lemeshow)
Statistik Nilai
χ² HL 7.922
df 8
p-value 0.4411
Keputusan βœ… Gagal Tolak H0 β€” Model FIT
πŸ“Š Kriteria Informasi (AIC/AICc/BIC)
KriteriaNilaiKeterangan
AIC265.086Semakin kecil semakin baik
AICc266.865Koreksi utk sampel kecil
BIC314.442Penalti lebih besar pada parameter
Log-Likelihood-118.543
k (parameter)14Termasuk intercept
n (observasi)251
πŸ“ˆ Interpretasi Parameter (OR)
Interpretasi Parameter (Odds Ratio)
Variabel exp(B) Interpretasi
(Intercept) (Intercept) 0.2172 Baseline odds
X1Laki-laki X1Laki-laki 1.2472 ↑ Peluang bersekolah lebih besar dibanding referensi
X2Disabilitas tunggal X2Disabilitas tunggal 4.1302 ↑ Peluang bersekolah lebih besar dibanding referensi
X3Kesulitan X3Kesulitan 2.6683 ↑ Peluang bersekolah lebih besar dibanding referensi
X3Sedikit kesulitan X3Sedikit kesulitan 3.2506 ↑ Peluang bersekolah lebih besar dibanding referensi
X5_AYAH_3KATSMP X5_AYAH_3KATSMP 1.2681 ↑ Peluang bersekolah lebih besar dibanding referensi
X5_AYAH_3KATSMA ke atas X5_AYAH_3KATSMA ke atas 1.4765 ↑ Peluang bersekolah lebih besar dibanding referensi
X5_IBU_3KATSMP X5_IBU_3KATSMP 1.5834 ↑ Peluang bersekolah lebih besar dibanding referensi
X5_IBU_3KATSMA ke atas X5_IBU_3KATSMA ke atas 2.9535 ↑ Peluang bersekolah lebih besar dibanding referensi
X6Pertanian X6Pertanian 1.3855 ↑ Peluang bersekolah lebih besar dibanding referensi
X6Nonpertanian X6Nonpertanian 1.9518 ↑ Peluang bersekolah lebih besar dibanding referensi
X7Perkotaan X7Perkotaan 0.9462 ↓ Peluang bersekolah lebih kecil dibanding referensi
X8Memiliki X8Memiliki 3.8399 ↑ Peluang bersekolah lebih besar dibanding referensi
X9Tidak miskin X9Tidak miskin 0.7357 ↓ Peluang bersekolah lebih kecil dibanding referensi
🧭 Keputusan Variabel ORβ‰ˆ1 / Tdk Signifikan
Keputusan Eksplisit: Variabel dengan OR β‰ˆ 1 atau Tidak Signifikan
Variabel exp(B) p-value Kandidat_Ditinjau Keputusan
X1Laki-laki X1Laki-laki 1.247 0.5192 ⚠️ OR mendekati 1 dan/atau tidak signifikan Dipertahankan dalam model (justifikasi teoretis, bukan dibuang otomatis)
X2Disabilitas tunggal X2Disabilitas tunggal 4.130 0.0002 β€” Dipertahankan (signifikan/berkontribusi)
X3Kesulitan X3Kesulitan 2.668 0.0222 β€” Dipertahankan (signifikan/berkontribusi)
X3Sedikit kesulitan X3Sedikit kesulitan 3.251 0.0061 β€” Dipertahankan (signifikan/berkontribusi)
X5_AYAH_3KATSMP X5_AYAH_3KATSMP 1.268 0.5555 ⚠️ OR mendekati 1 dan/atau tidak signifikan Dipertahankan dalam model (justifikasi teoretis, bukan dibuang otomatis)
X5_AYAH_3KATSMA ke atas X5_AYAH_3KATSMA ke atas 1.476 0.4320 ⚠️ OR mendekati 1 dan/atau tidak signifikan Dipertahankan dalam model (justifikasi teoretis, bukan dibuang otomatis)
X5_IBU_3KATSMP X5_IBU_3KATSMP 1.583 0.2466 ⚠️ OR mendekati 1 dan/atau tidak signifikan Dipertahankan dalam model (justifikasi teoretis, bukan dibuang otomatis)
X5_IBU_3KATSMA ke atas X5_IBU_3KATSMA ke atas 2.953 0.0330 β€” Dipertahankan (signifikan/berkontribusi)
X6Pertanian X6Pertanian 1.385 0.7293 ⚠️ OR mendekati 1 dan/atau tidak signifikan Dipertahankan dalam model (justifikasi teoretis, bukan dibuang otomatis)
X6Nonpertanian X6Nonpertanian 1.952 0.4753 ⚠️ OR mendekati 1 dan/atau tidak signifikan Dipertahankan dalam model (justifikasi teoretis, bukan dibuang otomatis)
X7Perkotaan X7Perkotaan 0.946 0.8945 ⚠️ OR mendekati 1 dan/atau tidak signifikan Dipertahankan dalam model (justifikasi teoretis, bukan dibuang otomatis)
X8Memiliki X8Memiliki 3.840 0.0409 β€” Dipertahankan (signifikan/berkontribusi)
X9Tidak miskin X9Tidak miskin 0.736 0.4665 ⚠️ OR mendekati 1 dan/atau tidak signifikan Dipertahankan dalam model (justifikasi teoretis, bukan dibuang otomatis)

Catatan: variabel yang ditandai tidak otomatis dikeluarkan dari model. Keputusan mempertahankan atau mengeluarkan suatu prediktor perlu disertai justifikasi teoretis (relevansi variabel terhadap partisipasi sekolah anak disabilitas), bukan semata-mata berdasarkan signifikansi statistik, karena model regresi logistik di sini dipakai untuk tujuan eksplanatori, bukan seleksi prediktif murni. Peneliti perlu menuliskan alasan spesifik untuk tiap variabel yang ditandai pada baris di atas sebelum finalisasi model.

πŸ” Evaluasi Model
Perfect Separation Check

βœ“ Tidak terdeteksi perfect/quasi-complete separation.

Perfect Separation Check
Variabel |B|>10 SE>5 Status
(Intercept) (Intercept) βœ“ Tidak βœ“ Tidak βœ“ Aman
X1Laki-laki X1Laki-laki βœ“ Tidak βœ“ Tidak βœ“ Aman
X2Disabilitas tunggal X2Disabilitas tunggal βœ“ Tidak βœ“ Tidak βœ“ Aman
X3Kesulitan X3Kesulitan βœ“ Tidak βœ“ Tidak βœ“ Aman
X3Sedikit kesulitan X3Sedikit kesulitan βœ“ Tidak βœ“ Tidak βœ“ Aman
X5_AYAH_3KATSMP X5_AYAH_3KATSMP βœ“ Tidak βœ“ Tidak βœ“ Aman
X5_AYAH_3KATSMA ke atas X5_AYAH_3KATSMA ke atas βœ“ Tidak βœ“ Tidak βœ“ Aman
X5_IBU_3KATSMP X5_IBU_3KATSMP βœ“ Tidak βœ“ Tidak βœ“ Aman
X5_IBU_3KATSMA ke atas X5_IBU_3KATSMA ke atas βœ“ Tidak βœ“ Tidak βœ“ Aman
X6Pertanian X6Pertanian βœ“ Tidak βœ“ Tidak βœ“ Aman
X6Nonpertanian X6Nonpertanian βœ“ Tidak βœ“ Tidak βœ“ Aman
X7Perkotaan X7Perkotaan βœ“ Tidak βœ“ Tidak βœ“ Aman
X8Memiliki X8Memiliki βœ“ Tidak βœ“ Tidak βœ“ Aman
X9Tidak miskin X9Tidak miskin βœ“ Tidak βœ“ Tidak βœ“ Aman
Confusion Matrix & Metrik Klasifikasi
Cutoff 0.5
Confusion Matrix β€” Cutoff 0.5
Aktual: 0 Aktual: 1
Pred: Tidak Bersekolah (0) 37 19
Pred: Bersekolah (1) 38 157
Accuracy: 77.29 %Sensitivity: 89.2 %Specificity: 49.33 %Precision: 80.51 %F1-Score: 84.64 %
Youden Optimal (0.665)
Confusion Matrix β€” Youden Optimal (0.665)
Aktual: 0 Aktual: 1
Pred: Tidak Bersekolah (0) 56 41
Pred: Bersekolah (1) 19 135
Accuracy: 76.1 %Sensitivity: 76.7 %Specificity: 74.67 %Precision: 87.66 %F1-Score: 81.82 %
ROC-AUC
AUC = 0.8105Baik Β |Β  Skala: 0.9–1.0 Sangat Baik | 0.8–0.9 Baik | 0.7–0.8 Cukup | <0.7 Kurang
ROC Curve

Bagian A β€” Seluruh KRT | Ayah + Ibu (SD / SMP / SMA ke atas)

SMOTE

SMOTE

n asli: 251 | n setelah SMOTE: 326 | X kategorik dikonversi menjadi dummy; referensi tetap kategori bertanda (*).

πŸ“Š EDA β€” Distribusi Y (Sebelum & Sesudah SMOTE)
Distribusi Y Sebelum & Sesudah SMOTE (rasio asli β‰ˆ 28:72)
Kategori N Asal N SMOTE
Tidak Bersekolah (0) 75 150
Bersekolah (1) 176 176
πŸ“ Uji Simultan (GΒ²)
Uji Simultan (Likelihood Ratio Test / GΒ²)
Statistik Nilai
-2LL Null 449.856
-2LL Model 327.104
GΒ² Hitung 122.752
df 13
χ² Tabel (Ξ±=5%) 22.362
p-value 0
Keputusan βœ… Tolak H0 β€” Model Signifikan
πŸ“‹ Uji Parsial (Wald Test)
Uji Parsial (Wald Test)
Variabel B SE Wald p-value Kesimpulan
(Intercept) (Intercept) -2.2914 0.9189 6.2188 0.0126 βœ… Signifikan
X1Laki.laki X1Laki.laki 0.1819 0.2934 0.3843 0.5353 ❌ Tdk Signifikan
X2Disabilitas.tunggal X2Disabilitas.tunggal 1.7102 0.3305 26.7783 0.0000 βœ… Signifikan
X3Kesulitan X3Kesulitan 1.0551 0.3795 7.7274 0.0054 βœ… Signifikan
X3Sedikit.kesulitan X3Sedikit.kesulitan 1.2046 0.3839 9.8456 0.0017 βœ… Signifikan
X5_AYAH_3KATSMP X5_AYAH_3KATSMP 0.4363 0.3538 1.5211 0.2175 ❌ Tdk Signifikan
X5_AYAH_3KATSMA.ke.atas X5_AYAH_3KATSMA.ke.atas 0.6016 0.4420 1.8528 0.1735 ❌ Tdk Signifikan
X5_IBU_3KATSMP X5_IBU_3KATSMP 0.6194 0.3485 3.1587 0.0755 ❌ Tdk Signifikan
X5_IBU_3KATSMA.ke.atas X5_IBU_3KATSMA.ke.atas 1.1778 0.4529 6.7617 0.0093 βœ… Signifikan
X6Pertanian X6Pertanian 0.1444 0.8641 0.0279 0.8673 ❌ Tdk Signifikan
X6Nonpertanian X6Nonpertanian 0.6166 0.8567 0.5179 0.4717 ❌ Tdk Signifikan
X7Perkotaan X7Perkotaan -0.2011 0.3763 0.2854 0.5932 ❌ Tdk Signifikan
X8Memiliki X8Memiliki 1.5914 0.5594 8.0940 0.0044 βœ… Signifikan
X9Tidak.miskin X9Tidak.miskin -0.3585 0.3764 0.9073 0.3408 ❌ Tdk Signifikan
βœ… Goodness of Fit (H-L Test)
Goodness of Fit (Hosmer-Lemeshow)
Statistik Nilai
χ² HL 8.669
df 8
p-value 0.371
Keputusan βœ… Gagal Tolak H0 β€” Model FIT
πŸ“Š Kriteria Informasi (AIC/AICc/BIC)
KriteriaNilaiKeterangan
AIC355.104Semakin kecil semakin baik
AICc356.455Koreksi utk sampel kecil
BIC408.121Penalti lebih besar pada parameter
Log-Likelihood-163.552
k (parameter)14Termasuk intercept
n (observasi)326

β“˜ AIC/AICc/BIC dihitung dari data SMOTE (n = 326). Gunakan sebagai perbandingan; evaluasi fair tetap di data asli.

πŸ“ˆ Interpretasi Parameter (OR)
Interpretasi Parameter (Odds Ratio)
Variabel exp(B) Interpretasi
(Intercept) (Intercept) 0.1011 Baseline odds
X1Laki.laki X1Laki.laki 1.1995 ↑ Peluang bersekolah lebih besar dibanding referensi
X2Disabilitas.tunggal X2Disabilitas.tunggal 5.5299 ↑ Peluang bersekolah lebih besar dibanding referensi
X3Kesulitan X3Kesulitan 2.8721 ↑ Peluang bersekolah lebih besar dibanding referensi
X3Sedikit.kesulitan X3Sedikit.kesulitan 3.3355 ↑ Peluang bersekolah lebih besar dibanding referensi
X5_AYAH_3KATSMP X5_AYAH_3KATSMP 1.5470 ↑ Peluang bersekolah lebih besar dibanding referensi
X5_AYAH_3KATSMA.ke.atas X5_AYAH_3KATSMA.ke.atas 1.8251 ↑ Peluang bersekolah lebih besar dibanding referensi
X5_IBU_3KATSMP X5_IBU_3KATSMP 1.8579 ↑ Peluang bersekolah lebih besar dibanding referensi
X5_IBU_3KATSMA.ke.atas X5_IBU_3KATSMA.ke.atas 3.2472 ↑ Peluang bersekolah lebih besar dibanding referensi
X6Pertanian X6Pertanian 1.1554 ↑ Peluang bersekolah lebih besar dibanding referensi
X6Nonpertanian X6Nonpertanian 1.8525 ↑ Peluang bersekolah lebih besar dibanding referensi
X7Perkotaan X7Perkotaan 0.8179 ↓ Peluang bersekolah lebih kecil dibanding referensi
X8Memiliki X8Memiliki 4.9105 ↑ Peluang bersekolah lebih besar dibanding referensi
X9Tidak.miskin X9Tidak.miskin 0.6987 ↓ Peluang bersekolah lebih kecil dibanding referensi
🧭 Keputusan Variabel ORβ‰ˆ1 / Tdk Signifikan
Keputusan Eksplisit: Variabel dengan OR β‰ˆ 1 atau Tidak Signifikan
Variabel exp(B) p-value Kandidat_Ditinjau Keputusan
X1Laki.laki X1Laki.laki 1.199 0.5353 ⚠️ OR mendekati 1 dan/atau tidak signifikan Dipertahankan dalam model (justifikasi teoretis, bukan dibuang otomatis)
X2Disabilitas.tunggal X2Disabilitas.tunggal 5.530 0.0000 β€” Dipertahankan (signifikan/berkontribusi)
X3Kesulitan X3Kesulitan 2.872 0.0054 β€” Dipertahankan (signifikan/berkontribusi)
X3Sedikit.kesulitan X3Sedikit.kesulitan 3.335 0.0017 β€” Dipertahankan (signifikan/berkontribusi)
X5_AYAH_3KATSMP X5_AYAH_3KATSMP 1.547 0.2175 ⚠️ OR mendekati 1 dan/atau tidak signifikan Dipertahankan dalam model (justifikasi teoretis, bukan dibuang otomatis)
X5_AYAH_3KATSMA.ke.atas X5_AYAH_3KATSMA.ke.atas 1.825 0.1735 ⚠️ OR mendekati 1 dan/atau tidak signifikan Dipertahankan dalam model (justifikasi teoretis, bukan dibuang otomatis)
X5_IBU_3KATSMP X5_IBU_3KATSMP 1.858 0.0755 ⚠️ OR mendekati 1 dan/atau tidak signifikan Dipertahankan dalam model (justifikasi teoretis, bukan dibuang otomatis)
X5_IBU_3KATSMA.ke.atas X5_IBU_3KATSMA.ke.atas 3.247 0.0093 β€” Dipertahankan (signifikan/berkontribusi)
X6Pertanian X6Pertanian 1.155 0.8673 ⚠️ OR mendekati 1 dan/atau tidak signifikan Dipertahankan dalam model (justifikasi teoretis, bukan dibuang otomatis)
X6Nonpertanian X6Nonpertanian 1.853 0.4717 ⚠️ OR mendekati 1 dan/atau tidak signifikan Dipertahankan dalam model (justifikasi teoretis, bukan dibuang otomatis)
X7Perkotaan X7Perkotaan 0.818 0.5932 ⚠️ OR mendekati 1 dan/atau tidak signifikan Dipertahankan dalam model (justifikasi teoretis, bukan dibuang otomatis)
X8Memiliki X8Memiliki 4.911 0.0044 β€” Dipertahankan (signifikan/berkontribusi)
X9Tidak.miskin X9Tidak.miskin 0.699 0.3408 ⚠️ OR mendekati 1 dan/atau tidak signifikan Dipertahankan dalam model (justifikasi teoretis, bukan dibuang otomatis)

Catatan: variabel yang ditandai tidak otomatis dikeluarkan dari model. Keputusan mempertahankan atau mengeluarkan suatu prediktor perlu disertai justifikasi teoretis (relevansi variabel terhadap partisipasi sekolah anak disabilitas), bukan semata-mata berdasarkan signifikansi statistik, karena model regresi logistik di sini dipakai untuk tujuan eksplanatori, bukan seleksi prediktif murni. Peneliti perlu menuliskan alasan spesifik untuk tiap variabel yang ditandai pada baris di atas sebelum finalisasi model.

πŸ” Evaluasi Model
Perfect Separation Check

βœ“ Tidak terdeteksi perfect/quasi-complete separation.

Perfect Separation Check
Variabel |B|>10 SE>5 Status
(Intercept) (Intercept) βœ“ Tidak βœ“ Tidak βœ“ Aman
X1Laki.laki X1Laki.laki βœ“ Tidak βœ“ Tidak βœ“ Aman
X2Disabilitas.tunggal X2Disabilitas.tunggal βœ“ Tidak βœ“ Tidak βœ“ Aman
X3Kesulitan X3Kesulitan βœ“ Tidak βœ“ Tidak βœ“ Aman
X3Sedikit.kesulitan X3Sedikit.kesulitan βœ“ Tidak βœ“ Tidak βœ“ Aman
X5_AYAH_3KATSMP X5_AYAH_3KATSMP βœ“ Tidak βœ“ Tidak βœ“ Aman
X5_AYAH_3KATSMA.ke.atas X5_AYAH_3KATSMA.ke.atas βœ“ Tidak βœ“ Tidak βœ“ Aman
X5_IBU_3KATSMP X5_IBU_3KATSMP βœ“ Tidak βœ“ Tidak βœ“ Aman
X5_IBU_3KATSMA.ke.atas X5_IBU_3KATSMA.ke.atas βœ“ Tidak βœ“ Tidak βœ“ Aman
X6Pertanian X6Pertanian βœ“ Tidak βœ“ Tidak βœ“ Aman
X6Nonpertanian X6Nonpertanian βœ“ Tidak βœ“ Tidak βœ“ Aman
X7Perkotaan X7Perkotaan βœ“ Tidak βœ“ Tidak βœ“ Aman
X8Memiliki X8Memiliki βœ“ Tidak βœ“ Tidak βœ“ Aman
X9Tidak.miskin X9Tidak.miskin βœ“ Tidak βœ“ Tidak βœ“ Aman
Confusion Matrix, Metrik & ROC β€” Pilih Data
Confusion Matrix & Metrik Klasifikasi
Cutoff 0.5
Confusion Matrix β€” Cutoff 0.5
Aktual: 0 Aktual: 1
Pred: Tidak Bersekolah (0) 54 42
Pred: Bersekolah (1) 21 134
Accuracy: 74.9 %Sensitivity: 76.14 %Specificity: 72 %Precision: 86.45 %F1-Score: 80.97 %
Youden Optimal (0.515)
Confusion Matrix β€” Youden Optimal (0.515)
Aktual: 0 Aktual: 1
Pred: Tidak Bersekolah (0) 56 42
Pred: Bersekolah (1) 19 134
Accuracy: 75.7 %Sensitivity: 76.14 %Specificity: 74.67 %Precision: 87.58 %F1-Score: 81.46 %
ROC-AUC
AUC = 0.8105Baik Β |Β  Skala: 0.9–1.0 Sangat Baik | 0.8–0.9 Baik | 0.7–0.8 Cukup | <0.7 Kurang
ROC Curve
Confusion Matrix & Metrik Klasifikasi
Cutoff 0.5
Confusion Matrix β€” Cutoff 0.5
Aktual: 0 Aktual: 1
Pred: Tidak Bersekolah (0) 113 42
Pred: Bersekolah (1) 37 134
Accuracy: 75.77 %Sensitivity: 76.14 %Specificity: 75.33 %Precision: 78.36 %F1-Score: 77.23 %
Youden Optimal (0.668)
Confusion Matrix β€” Youden Optimal (0.668)
Aktual: 0 Aktual: 1
Pred: Tidak Bersekolah (0) 129 57
Pred: Bersekolah (1) 21 119
Accuracy: 76.07 %Sensitivity: 67.61 %Specificity: 86 %Precision: 85 %F1-Score: 75.32 %
ROC-AUC
AUC = 0.8315Baik Β |Β  Skala: 0.9–1.0 Sangat Baik | 0.8–0.9 Baik | 0.7–0.8 Cukup | <0.7 Kurang
ROC Curve

Bagian B β€” KRT Laki-laki | X5 KRT Biner (≀SMP / β‰₯SMA)

Reglog Biasa

Reglog Biasa

n valid: 268 obs. | Konstan (dikeluarkan): X4

πŸ“Š EDA β€” Distribusi Y
Distribusi Y β€” Partisipasi Sekolah
Kategori N Persen
Tidak Bersekolah (0) 80 29.85 %
Bersekolah (1) 188 70.15 %
πŸ“ Uji Simultan (GΒ²)
Uji Simultan (Likelihood Ratio Test / GΒ²)
Statistik Nilai
-2LL Null 326.743
-2LL Model 256.485
GΒ² Hitung 70.258
df 10
χ² Tabel (Ξ±=5%) 18.307
p-value 0
Keputusan βœ… Tolak H0 β€” Model Signifikan
πŸ“‹ Uji Parsial (Wald Test)
Uji Parsial (Wald Test)
Variabel B SE Wald p-value Kesimpulan
(Intercept) (Intercept) -2.0677 0.8328 6.1649 0.0130 βœ… Signifikan
X1Laki-laki X1Laki-laki 0.2149 0.3242 0.4391 0.5075 ❌ Tdk Signifikan
X2Disabilitas tunggal X2Disabilitas tunggal 1.3064 0.3627 12.9711 0.0003 βœ… Signifikan
X3Kesulitan X3Kesulitan 0.9159 0.4015 5.2053 0.0225 βœ… Signifikan
X3Sedikit kesulitan X3Sedikit kesulitan 1.1456 0.4092 7.8375 0.0051 βœ… Signifikan
X5β‰₯ SMA X5β‰₯ SMA 0.4527 0.4026 1.2646 0.2608 ❌ Tdk Signifikan
X6Pertanian X6Pertanian 1.1535 0.7456 2.3935 0.1218 ❌ Tdk Signifikan
X6Nonpertanian X6Nonpertanian 1.5026 0.7480 4.0354 0.0446 βœ… Signifikan
X7Perkotaan X7Perkotaan 0.2178 0.3824 0.3243 0.5690 ❌ Tdk Signifikan
X8Memiliki X8Memiliki 1.3865 0.6450 4.6211 0.0316 βœ… Signifikan
X9Tidak miskin X9Tidak miskin -0.0666 0.4056 0.0270 0.8695 ❌ Tdk Signifikan
βœ… Goodness of Fit (H-L Test)
Goodness of Fit (Hosmer-Lemeshow)
Statistik Nilai
χ² HL 8.448
df 8
p-value 0.3909
Keputusan βœ… Gagal Tolak H0 β€” Model FIT
πŸ“Š Kriteria Informasi (AIC/AICc/BIC)
KriteriaNilaiKeterangan
AIC278.485Semakin kecil semakin baik
AICc279.516Koreksi utk sampel kecil
BIC317.986Penalti lebih besar pada parameter
Log-Likelihood-128.242
k (parameter)11Termasuk intercept
n (observasi)268
πŸ“ˆ Interpretasi Parameter (OR)
Interpretasi Parameter (Odds Ratio)
Variabel exp(B) Interpretasi
(Intercept) (Intercept) 0.1265 Baseline odds
X1Laki-laki X1Laki-laki 1.2397 ↑ Peluang bersekolah lebih besar dibanding referensi
X2Disabilitas tunggal X2Disabilitas tunggal 3.6930 ↑ Peluang bersekolah lebih besar dibanding referensi
X3Kesulitan X3Kesulitan 2.4991 ↑ Peluang bersekolah lebih besar dibanding referensi
X3Sedikit kesulitan X3Sedikit kesulitan 3.1444 ↑ Peluang bersekolah lebih besar dibanding referensi
X5β‰₯ SMA X5β‰₯ SMA 1.5725 ↑ Peluang bersekolah lebih besar dibanding referensi
X6Pertanian X6Pertanian 3.1693 ↑ Peluang bersekolah lebih besar dibanding referensi
X6Nonpertanian X6Nonpertanian 4.4934 ↑ Peluang bersekolah lebih besar dibanding referensi
X7Perkotaan X7Perkotaan 1.2433 ↑ Peluang bersekolah lebih besar dibanding referensi
X8Memiliki X8Memiliki 4.0008 ↑ Peluang bersekolah lebih besar dibanding referensi
X9Tidak miskin X9Tidak miskin 0.9356 ↓ Peluang bersekolah lebih kecil dibanding referensi
🧭 Keputusan Variabel ORβ‰ˆ1 / Tdk Signifikan
Keputusan Eksplisit: Variabel dengan OR β‰ˆ 1 atau Tidak Signifikan
Variabel exp(B) p-value Kandidat_Ditinjau Keputusan
X1Laki-laki X1Laki-laki 1.240 0.5075 ⚠️ OR mendekati 1 dan/atau tidak signifikan Dipertahankan dalam model (justifikasi teoretis, bukan dibuang otomatis)
X2Disabilitas tunggal X2Disabilitas tunggal 3.693 0.0003 β€” Dipertahankan (signifikan/berkontribusi)
X3Kesulitan X3Kesulitan 2.499 0.0225 β€” Dipertahankan (signifikan/berkontribusi)
X3Sedikit kesulitan X3Sedikit kesulitan 3.144 0.0051 β€” Dipertahankan (signifikan/berkontribusi)
X5β‰₯ SMA X5β‰₯ SMA 1.573 0.2608 ⚠️ OR mendekati 1 dan/atau tidak signifikan Dipertahankan dalam model (justifikasi teoretis, bukan dibuang otomatis)
X6Pertanian X6Pertanian 3.169 0.1218 ⚠️ OR mendekati 1 dan/atau tidak signifikan Dipertahankan dalam model (justifikasi teoretis, bukan dibuang otomatis)
X6Nonpertanian X6Nonpertanian 4.493 0.0446 β€” Dipertahankan (signifikan/berkontribusi)
X7Perkotaan X7Perkotaan 1.243 0.5690 ⚠️ OR mendekati 1 dan/atau tidak signifikan Dipertahankan dalam model (justifikasi teoretis, bukan dibuang otomatis)
X8Memiliki X8Memiliki 4.001 0.0316 β€” Dipertahankan (signifikan/berkontribusi)
X9Tidak miskin X9Tidak miskin 0.936 0.8695 ⚠️ OR mendekati 1 dan/atau tidak signifikan Dipertahankan dalam model (justifikasi teoretis, bukan dibuang otomatis)

Catatan: variabel yang ditandai tidak otomatis dikeluarkan dari model. Keputusan mempertahankan atau mengeluarkan suatu prediktor perlu disertai justifikasi teoretis (relevansi variabel terhadap partisipasi sekolah anak disabilitas), bukan semata-mata berdasarkan signifikansi statistik, karena model regresi logistik di sini dipakai untuk tujuan eksplanatori, bukan seleksi prediktif murni. Peneliti perlu menuliskan alasan spesifik untuk tiap variabel yang ditandai pada baris di atas sebelum finalisasi model.

πŸ” Evaluasi Model
Perfect Separation Check

βœ“ Tidak terdeteksi perfect/quasi-complete separation.

Perfect Separation Check
Variabel |B|>10 SE>5 Status
(Intercept) (Intercept) βœ“ Tidak βœ“ Tidak βœ“ Aman
X1Laki-laki X1Laki-laki βœ“ Tidak βœ“ Tidak βœ“ Aman
X2Disabilitas tunggal X2Disabilitas tunggal βœ“ Tidak βœ“ Tidak βœ“ Aman
X3Kesulitan X3Kesulitan βœ“ Tidak βœ“ Tidak βœ“ Aman
X3Sedikit kesulitan X3Sedikit kesulitan βœ“ Tidak βœ“ Tidak βœ“ Aman
X5β‰₯ SMA X5β‰₯ SMA βœ“ Tidak βœ“ Tidak βœ“ Aman
X6Pertanian X6Pertanian βœ“ Tidak βœ“ Tidak βœ“ Aman
X6Nonpertanian X6Nonpertanian βœ“ Tidak βœ“ Tidak βœ“ Aman
X7Perkotaan X7Perkotaan βœ“ Tidak βœ“ Tidak βœ“ Aman
X8Memiliki X8Memiliki βœ“ Tidak βœ“ Tidak βœ“ Aman
X9Tidak miskin X9Tidak miskin βœ“ Tidak βœ“ Tidak βœ“ Aman
Confusion Matrix & Metrik Klasifikasi
Cutoff 0.5
Confusion Matrix β€” Cutoff 0.5
Aktual: 0 Aktual: 1
Pred: Tidak Bersekolah (0) 37 22
Pred: Bersekolah (1) 43 166
Accuracy: 75.75 %Sensitivity: 88.3 %Specificity: 46.25 %Precision: 79.43 %F1-Score: 83.63 %
Youden Optimal (0.684)
Confusion Matrix β€” Youden Optimal (0.684)
Aktual: 0 Aktual: 1
Pred: Tidak Bersekolah (0) 58 48
Pred: Bersekolah (1) 22 140
Accuracy: 73.88 %Sensitivity: 74.47 %Specificity: 72.5 %Precision: 86.42 %F1-Score: 80 %
ROC-AUC
AUC = 0.8059Baik Β |Β  Skala: 0.9–1.0 Sangat Baik | 0.8–0.9 Baik | 0.7–0.8 Cukup | <0.7 Kurang
ROC Curve

Bagian B β€” KRT Laki-laki | X5 KRT Biner (≀SMP / β‰₯SMA)

SMOTE

SMOTE

n asli: 268 | n setelah SMOTE: 348 | X kategorik dikonversi menjadi dummy; referensi tetap kategori bertanda (*).

πŸ“Š EDA β€” Distribusi Y (Sebelum & Sesudah SMOTE)
Distribusi Y Sebelum & Sesudah SMOTE (rasio asli β‰ˆ 28:72)
Kategori N Asal N SMOTE
Tidak Bersekolah (0) 80 160
Bersekolah (1) 188 188
πŸ“ Uji Simultan (GΒ²)
Uji Simultan (Likelihood Ratio Test / GΒ²)
Statistik Nilai
-2LL Null 480.175
-2LL Model 361.306
GΒ² Hitung 118.87
df 10
χ² Tabel (Ξ±=5%) 18.307
p-value 0
Keputusan βœ… Tolak H0 β€” Model Signifikan
πŸ“‹ Uji Parsial (Wald Test)
Uji Parsial (Wald Test)
Variabel B SE Wald p-value Kesimpulan
(Intercept) (Intercept) -2.9134 0.7800 13.9503 0.0002 βœ… Signifikan
X1Laki.laki X1Laki.laki 0.2619 0.2746 0.9095 0.3402 ❌ Tdk Signifikan
X2Disabilitas.tunggal X2Disabilitas.tunggal 1.3838 0.3047 20.6296 0.0000 βœ… Signifikan
X3Kesulitan X3Kesulitan 1.2207 0.3502 12.1465 0.0005 βœ… Signifikan
X3Sedikit.kesulitan X3Sedikit.kesulitan 1.1790 0.3484 11.4521 0.0007 βœ… Signifikan
X5..SMA X5..SMA 0.5157 0.3441 2.2460 0.1340 ❌ Tdk Signifikan
X6Pertanian X6Pertanian 1.1272 0.7140 2.4924 0.1144 ❌ Tdk Signifikan
X6Nonpertanian X6Nonpertanian 1.4259 0.7127 4.0027 0.0454 βœ… Signifikan
X7Perkotaan X7Perkotaan 0.1629 0.3353 0.2360 0.6271 ❌ Tdk Signifikan
X8Memiliki X8Memiliki 1.9424 0.5934 10.7146 0.0011 βœ… Signifikan
X9Tidak.miskin X9Tidak.miskin -0.0124 0.3523 0.0012 0.9718 ❌ Tdk Signifikan
βœ… Goodness of Fit (H-L Test)
Goodness of Fit (Hosmer-Lemeshow)
Statistik Nilai
χ² HL 2.929
df 8
p-value 0.9387
Keputusan βœ… Gagal Tolak H0 β€” Model FIT
πŸ“Š Kriteria Informasi (AIC/AICc/BIC)
KriteriaNilaiKeterangan
AIC383.306Semakin kecil semakin baik
AICc384.091Koreksi utk sampel kecil
BIC425.68Penalti lebih besar pada parameter
Log-Likelihood-180.653
k (parameter)11Termasuk intercept
n (observasi)348

β“˜ AIC/AICc/BIC dihitung dari data SMOTE (n = 348). Gunakan sebagai perbandingan; evaluasi fair tetap di data asli.

πŸ“ˆ Interpretasi Parameter (OR)
Interpretasi Parameter (Odds Ratio)
Variabel exp(B) Interpretasi
(Intercept) (Intercept) 0.0543 Baseline odds
X1Laki.laki X1Laki.laki 1.2994 ↑ Peluang bersekolah lebih besar dibanding referensi
X2Disabilitas.tunggal X2Disabilitas.tunggal 3.9900 ↑ Peluang bersekolah lebih besar dibanding referensi
X3Kesulitan X3Kesulitan 3.3895 ↑ Peluang bersekolah lebih besar dibanding referensi
X3Sedikit.kesulitan X3Sedikit.kesulitan 3.2512 ↑ Peluang bersekolah lebih besar dibanding referensi
X5..SMA X5..SMA 1.6748 ↑ Peluang bersekolah lebih besar dibanding referensi
X6Pertanian X6Pertanian 3.0869 ↑ Peluang bersekolah lebih besar dibanding referensi
X6Nonpertanian X6Nonpertanian 4.1616 ↑ Peluang bersekolah lebih besar dibanding referensi
X7Perkotaan X7Perkotaan 1.1769 ↑ Peluang bersekolah lebih besar dibanding referensi
X8Memiliki X8Memiliki 6.9758 ↑ Peluang bersekolah lebih besar dibanding referensi
X9Tidak.miskin X9Tidak.miskin 0.9876 ↓ Peluang bersekolah lebih kecil dibanding referensi
🧭 Keputusan Variabel ORβ‰ˆ1 / Tdk Signifikan
Keputusan Eksplisit: Variabel dengan OR β‰ˆ 1 atau Tidak Signifikan
Variabel exp(B) p-value Kandidat_Ditinjau Keputusan
X1Laki.laki X1Laki.laki 1.299 0.3402 ⚠️ OR mendekati 1 dan/atau tidak signifikan Dipertahankan dalam model (justifikasi teoretis, bukan dibuang otomatis)
X2Disabilitas.tunggal X2Disabilitas.tunggal 3.990 0.0000 β€” Dipertahankan (signifikan/berkontribusi)
X3Kesulitan X3Kesulitan 3.389 0.0005 β€” Dipertahankan (signifikan/berkontribusi)
X3Sedikit.kesulitan X3Sedikit.kesulitan 3.251 0.0007 β€” Dipertahankan (signifikan/berkontribusi)
X5..SMA X5..SMA 1.675 0.1340 ⚠️ OR mendekati 1 dan/atau tidak signifikan Dipertahankan dalam model (justifikasi teoretis, bukan dibuang otomatis)
X6Pertanian X6Pertanian 3.087 0.1144 ⚠️ OR mendekati 1 dan/atau tidak signifikan Dipertahankan dalam model (justifikasi teoretis, bukan dibuang otomatis)
X6Nonpertanian X6Nonpertanian 4.162 0.0454 β€” Dipertahankan (signifikan/berkontribusi)
X7Perkotaan X7Perkotaan 1.177 0.6271 ⚠️ OR mendekati 1 dan/atau tidak signifikan Dipertahankan dalam model (justifikasi teoretis, bukan dibuang otomatis)
X8Memiliki X8Memiliki 6.976 0.0011 β€” Dipertahankan (signifikan/berkontribusi)
X9Tidak.miskin X9Tidak.miskin 0.988 0.9718 ⚠️ OR mendekati 1 dan/atau tidak signifikan Dipertahankan dalam model (justifikasi teoretis, bukan dibuang otomatis)

Catatan: variabel yang ditandai tidak otomatis dikeluarkan dari model. Keputusan mempertahankan atau mengeluarkan suatu prediktor perlu disertai justifikasi teoretis (relevansi variabel terhadap partisipasi sekolah anak disabilitas), bukan semata-mata berdasarkan signifikansi statistik, karena model regresi logistik di sini dipakai untuk tujuan eksplanatori, bukan seleksi prediktif murni. Peneliti perlu menuliskan alasan spesifik untuk tiap variabel yang ditandai pada baris di atas sebelum finalisasi model.

πŸ” Evaluasi Model
Perfect Separation Check

βœ“ Tidak terdeteksi perfect/quasi-complete separation.

Perfect Separation Check
Variabel |B|>10 SE>5 Status
(Intercept) (Intercept) βœ“ Tidak βœ“ Tidak βœ“ Aman
X1Laki.laki X1Laki.laki βœ“ Tidak βœ“ Tidak βœ“ Aman
X2Disabilitas.tunggal X2Disabilitas.tunggal βœ“ Tidak βœ“ Tidak βœ“ Aman
X3Kesulitan X3Kesulitan βœ“ Tidak βœ“ Tidak βœ“ Aman
X3Sedikit.kesulitan X3Sedikit.kesulitan βœ“ Tidak βœ“ Tidak βœ“ Aman
X5..SMA X5..SMA βœ“ Tidak βœ“ Tidak βœ“ Aman
X6Pertanian X6Pertanian βœ“ Tidak βœ“ Tidak βœ“ Aman
X6Nonpertanian X6Nonpertanian βœ“ Tidak βœ“ Tidak βœ“ Aman
X7Perkotaan X7Perkotaan βœ“ Tidak βœ“ Tidak βœ“ Aman
X8Memiliki X8Memiliki βœ“ Tidak βœ“ Tidak βœ“ Aman
X9Tidak.miskin X9Tidak.miskin βœ“ Tidak βœ“ Tidak βœ“ Aman
Confusion Matrix, Metrik & ROC β€” Pilih Data
Confusion Matrix & Metrik Klasifikasi
Cutoff 0.5
Confusion Matrix β€” Cutoff 0.5
Aktual: 0 Aktual: 1
Pred: Tidak Bersekolah (0) 56 47
Pred: Bersekolah (1) 24 141
Accuracy: 73.51 %Sensitivity: 75 %Specificity: 70 %Precision: 85.45 %F1-Score: 79.89 %
Youden Optimal (0.536)
Confusion Matrix β€” Youden Optimal (0.536)
Aktual: 0 Aktual: 1
Pred: Tidak Bersekolah (0) 59 48
Pred: Bersekolah (1) 21 140
Accuracy: 74.25 %Sensitivity: 74.47 %Specificity: 73.75 %Precision: 86.96 %F1-Score: 80.23 %
ROC-AUC
AUC = 0.8014Baik Β |Β  Skala: 0.9–1.0 Sangat Baik | 0.8–0.9 Baik | 0.7–0.8 Cukup | <0.7 Kurang
ROC Curve
Confusion Matrix & Metrik Klasifikasi
Cutoff 0.5
Confusion Matrix β€” Cutoff 0.5
Aktual: 0 Aktual: 1
Pred: Tidak Bersekolah (0) 116 47
Pred: Bersekolah (1) 44 141
Accuracy: 73.85 %Sensitivity: 75 %Specificity: 72.5 %Precision: 76.22 %F1-Score: 75.6 %
Youden Optimal (0.59)
Confusion Matrix β€” Youden Optimal (0.59)
Aktual: 0 Aktual: 1
Pred: Tidak Bersekolah (0) 126 52
Pred: Bersekolah (1) 34 136
Accuracy: 75.29 %Sensitivity: 72.34 %Specificity: 78.75 %Precision: 80 %F1-Score: 75.98 %
ROC-AUC
AUC = 0.8169Baik Β |Β  Skala: 0.9–1.0 Sangat Baik | 0.8–0.9 Baik | 0.7–0.8 Cukup | <0.7 Kurang
ROC Curve

Bagian B β€” KRT Laki-laki | X5_3KAT KRT (SD / SMP / SMA ke atas)

Reglog Biasa

Reglog Biasa

n valid: 268 obs. | Konstan (dikeluarkan): X4

πŸ“Š EDA β€” Distribusi Y
Distribusi Y β€” Partisipasi Sekolah
Kategori N Persen
Tidak Bersekolah (0) 80 29.85 %
Bersekolah (1) 188 70.15 %
πŸ“ Uji Simultan (GΒ²)
Uji Simultan (Likelihood Ratio Test / GΒ²)
Statistik Nilai
-2LL Null 326.743
-2LL Model 255.34
GΒ² Hitung 71.402
df 11
χ² Tabel (Ξ±=5%) 19.675
p-value 0
Keputusan βœ… Tolak H0 β€” Model Signifikan
πŸ“‹ Uji Parsial (Wald Test)
Uji Parsial (Wald Test)
Variabel B SE Wald p-value Kesimpulan
(Intercept) (Intercept) -2.1646 0.8456 6.5532 0.0105 βœ… Signifikan
X1Laki-laki X1Laki-laki 0.1969 0.3251 0.3666 0.5449 ❌ Tdk Signifikan
X2Disabilitas tunggal X2Disabilitas tunggal 1.3780 0.3701 13.8610 0.0002 βœ… Signifikan
X3Kesulitan X3Kesulitan 0.8704 0.4035 4.6517 0.0310 βœ… Signifikan
X3Sedikit kesulitan X3Sedikit kesulitan 1.1363 0.4100 7.6797 0.0056 βœ… Signifikan
X5_3KATSMP X5_3KATSMP 0.3968 0.3732 1.1306 0.2876 ❌ Tdk Signifikan
X5_3KATSMA ke atas X5_3KATSMA ke atas 0.6403 0.4407 2.1107 0.1463 ❌ Tdk Signifikan
X6Pertanian X6Pertanian 1.1169 0.7564 2.1802 0.1398 ❌ Tdk Signifikan
X6Nonpertanian X6Nonpertanian 1.4805 0.7581 3.8138 0.0508 ❌ Tdk Signifikan
X7Perkotaan X7Perkotaan 0.1934 0.3849 0.2524 0.6154 ❌ Tdk Signifikan
X8Memiliki X8Memiliki 1.4111 0.6467 4.7610 0.0291 βœ… Signifikan
X9Tidak miskin X9Tidak miskin -0.1193 0.4106 0.0844 0.7714 ❌ Tdk Signifikan
βœ… Goodness of Fit (H-L Test)
Goodness of Fit (Hosmer-Lemeshow)
Statistik Nilai
χ² HL 5.048
df 8
p-value 0.7525
Keputusan βœ… Gagal Tolak H0 β€” Model FIT
πŸ“Š Kriteria Informasi (AIC/AICc/BIC)
KriteriaNilaiKeterangan
AIC279.34Semakin kecil semakin baik
AICc280.564Koreksi utk sampel kecil
BIC322.432Penalti lebih besar pada parameter
Log-Likelihood-127.67
k (parameter)12Termasuk intercept
n (observasi)268
πŸ“ˆ Interpretasi Parameter (OR)
Interpretasi Parameter (Odds Ratio)
Variabel exp(B) Interpretasi
(Intercept) (Intercept) 0.1148 Baseline odds
X1Laki-laki X1Laki-laki 1.2176 ↑ Peluang bersekolah lebih besar dibanding referensi
X2Disabilitas tunggal X2Disabilitas tunggal 3.9668 ↑ Peluang bersekolah lebih besar dibanding referensi
X3Kesulitan X3Kesulitan 2.3878 ↑ Peluang bersekolah lebih besar dibanding referensi
X3Sedikit kesulitan X3Sedikit kesulitan 3.1151 ↑ Peluang bersekolah lebih besar dibanding referensi
X5_3KATSMP X5_3KATSMP 1.4871 ↑ Peluang bersekolah lebih besar dibanding referensi
X5_3KATSMA ke atas X5_3KATSMA ke atas 1.8971 ↑ Peluang bersekolah lebih besar dibanding referensi
X6Pertanian X6Pertanian 3.0554 ↑ Peluang bersekolah lebih besar dibanding referensi
X6Nonpertanian X6Nonpertanian 4.3952 ↑ Peluang bersekolah lebih besar dibanding referensi
X7Perkotaan X7Perkotaan 1.2133 ↑ Peluang bersekolah lebih besar dibanding referensi
X8Memiliki X8Memiliki 4.1006 ↑ Peluang bersekolah lebih besar dibanding referensi
X9Tidak miskin X9Tidak miskin 0.8875 ↓ Peluang bersekolah lebih kecil dibanding referensi
🧭 Keputusan Variabel ORβ‰ˆ1 / Tdk Signifikan
Keputusan Eksplisit: Variabel dengan OR β‰ˆ 1 atau Tidak Signifikan
Variabel exp(B) p-value Kandidat_Ditinjau Keputusan
X1Laki-laki X1Laki-laki 1.218 0.5449 ⚠️ OR mendekati 1 dan/atau tidak signifikan Dipertahankan dalam model (justifikasi teoretis, bukan dibuang otomatis)
X2Disabilitas tunggal X2Disabilitas tunggal 3.967 0.0002 β€” Dipertahankan (signifikan/berkontribusi)
X3Kesulitan X3Kesulitan 2.388 0.0310 β€” Dipertahankan (signifikan/berkontribusi)
X3Sedikit kesulitan X3Sedikit kesulitan 3.115 0.0056 β€” Dipertahankan (signifikan/berkontribusi)
X5_3KATSMP X5_3KATSMP 1.487 0.2876 ⚠️ OR mendekati 1 dan/atau tidak signifikan Dipertahankan dalam model (justifikasi teoretis, bukan dibuang otomatis)
X5_3KATSMA ke atas X5_3KATSMA ke atas 1.897 0.1463 ⚠️ OR mendekati 1 dan/atau tidak signifikan Dipertahankan dalam model (justifikasi teoretis, bukan dibuang otomatis)
X6Pertanian X6Pertanian 3.055 0.1398 ⚠️ OR mendekati 1 dan/atau tidak signifikan Dipertahankan dalam model (justifikasi teoretis, bukan dibuang otomatis)
X6Nonpertanian X6Nonpertanian 4.395 0.0508 ⚠️ OR mendekati 1 dan/atau tidak signifikan Dipertahankan dalam model (justifikasi teoretis, bukan dibuang otomatis)
X7Perkotaan X7Perkotaan 1.213 0.6154 ⚠️ OR mendekati 1 dan/atau tidak signifikan Dipertahankan dalam model (justifikasi teoretis, bukan dibuang otomatis)
X8Memiliki X8Memiliki 4.101 0.0291 β€” Dipertahankan (signifikan/berkontribusi)
X9Tidak miskin X9Tidak miskin 0.888 0.7714 ⚠️ OR mendekati 1 dan/atau tidak signifikan Dipertahankan dalam model (justifikasi teoretis, bukan dibuang otomatis)

Catatan: variabel yang ditandai tidak otomatis dikeluarkan dari model. Keputusan mempertahankan atau mengeluarkan suatu prediktor perlu disertai justifikasi teoretis (relevansi variabel terhadap partisipasi sekolah anak disabilitas), bukan semata-mata berdasarkan signifikansi statistik, karena model regresi logistik di sini dipakai untuk tujuan eksplanatori, bukan seleksi prediktif murni. Peneliti perlu menuliskan alasan spesifik untuk tiap variabel yang ditandai pada baris di atas sebelum finalisasi model.

πŸ” Evaluasi Model
Perfect Separation Check

βœ“ Tidak terdeteksi perfect/quasi-complete separation.

Perfect Separation Check
Variabel |B|>10 SE>5 Status
(Intercept) (Intercept) βœ“ Tidak βœ“ Tidak βœ“ Aman
X1Laki-laki X1Laki-laki βœ“ Tidak βœ“ Tidak βœ“ Aman
X2Disabilitas tunggal X2Disabilitas tunggal βœ“ Tidak βœ“ Tidak βœ“ Aman
X3Kesulitan X3Kesulitan βœ“ Tidak βœ“ Tidak βœ“ Aman
X3Sedikit kesulitan X3Sedikit kesulitan βœ“ Tidak βœ“ Tidak βœ“ Aman
X5_3KATSMP X5_3KATSMP βœ“ Tidak βœ“ Tidak βœ“ Aman
X5_3KATSMA ke atas X5_3KATSMA ke atas βœ“ Tidak βœ“ Tidak βœ“ Aman
X6Pertanian X6Pertanian βœ“ Tidak βœ“ Tidak βœ“ Aman
X6Nonpertanian X6Nonpertanian βœ“ Tidak βœ“ Tidak βœ“ Aman
X7Perkotaan X7Perkotaan βœ“ Tidak βœ“ Tidak βœ“ Aman
X8Memiliki X8Memiliki βœ“ Tidak βœ“ Tidak βœ“ Aman
X9Tidak miskin X9Tidak miskin βœ“ Tidak βœ“ Tidak βœ“ Aman
Confusion Matrix & Metrik Klasifikasi
Cutoff 0.5
Confusion Matrix β€” Cutoff 0.5
Aktual: 0 Aktual: 1
Pred: Tidak Bersekolah (0) 37 23
Pred: Bersekolah (1) 43 165
Accuracy: 75.37 %Sensitivity: 87.77 %Specificity: 46.25 %Precision: 79.33 %F1-Score: 83.33 %
Youden Optimal (0.602)
Confusion Matrix β€” Youden Optimal (0.602)
Aktual: 0 Aktual: 1
Pred: Tidak Bersekolah (0) 52 32
Pred: Bersekolah (1) 28 156
Accuracy: 77.61 %Sensitivity: 82.98 %Specificity: 65 %Precision: 84.78 %F1-Score: 83.87 %
ROC-AUC
AUC = 0.8076Baik Β |Β  Skala: 0.9–1.0 Sangat Baik | 0.8–0.9 Baik | 0.7–0.8 Cukup | <0.7 Kurang
ROC Curve

Bagian B β€” KRT Laki-laki | X5_3KAT KRT (SD / SMP / SMA ke atas)

SMOTE

SMOTE

n asli: 268 | n setelah SMOTE: 348 | X kategorik dikonversi menjadi dummy; referensi tetap kategori bertanda (*).

πŸ“Š EDA β€” Distribusi Y (Sebelum & Sesudah SMOTE)
Distribusi Y Sebelum & Sesudah SMOTE (rasio asli β‰ˆ 28:72)
Kategori N Asal N SMOTE
Tidak Bersekolah (0) 80 160
Bersekolah (1) 188 188
πŸ“ Uji Simultan (GΒ²)
Uji Simultan (Likelihood Ratio Test / GΒ²)
Statistik Nilai
-2LL Null 480.175
-2LL Model 360.81
GΒ² Hitung 119.365
df 11
χ² Tabel (Ξ±=5%) 19.675
p-value 0
Keputusan βœ… Tolak H0 β€” Model Signifikan
πŸ“‹ Uji Parsial (Wald Test)
Uji Parsial (Wald Test)
Variabel B SE Wald p-value Kesimpulan
(Intercept) (Intercept) -2.8951 0.7722 14.0559 0.0002 βœ… Signifikan
X1Laki.laki X1Laki.laki 0.2542 0.2766 0.8447 0.3581 ❌ Tdk Signifikan
X2Disabilitas.tunggal X2Disabilitas.tunggal 1.4646 0.3096 22.3731 0.0000 βœ… Signifikan
X3Kesulitan X3Kesulitan 0.9297 0.3458 7.2298 0.0072 βœ… Signifikan
X3Sedikit.kesulitan X3Sedikit.kesulitan 1.1359 0.3515 10.4403 0.0012 βœ… Signifikan
X5_3KATSMP X5_3KATSMP 0.4576 0.3237 1.9979 0.1575 ❌ Tdk Signifikan
X5_3KATSMA.ke.atas X5_3KATSMA.ke.atas 0.7104 0.3731 3.6263 0.0569 ❌ Tdk Signifikan
X6Pertanian X6Pertanian 1.1373 0.7123 2.5496 0.1103 ❌ Tdk Signifikan
X6Nonpertanian X6Nonpertanian 1.4563 0.7076 4.2354 0.0396 βœ… Signifikan
X7Perkotaan X7Perkotaan 0.2289 0.3359 0.4642 0.4957 ❌ Tdk Signifikan
X8Memiliki X8Memiliki 1.9370 0.5940 10.6343 0.0011 βœ… Signifikan
X9Tidak.miskin X9Tidak.miskin -0.2395 0.3602 0.4423 0.5060 ❌ Tdk Signifikan
βœ… Goodness of Fit (H-L Test)
Goodness of Fit (Hosmer-Lemeshow)
Statistik Nilai
χ² HL 11.618
df 8
p-value 0.1691
Keputusan βœ… Gagal Tolak H0 β€” Model FIT
πŸ“Š Kriteria Informasi (AIC/AICc/BIC)
KriteriaNilaiKeterangan
AIC384.81Semakin kecil semakin baik
AICc385.741Koreksi utk sampel kecil
BIC431.036Penalti lebih besar pada parameter
Log-Likelihood-180.405
k (parameter)12Termasuk intercept
n (observasi)348

β“˜ AIC/AICc/BIC dihitung dari data SMOTE (n = 348). Gunakan sebagai perbandingan; evaluasi fair tetap di data asli.

πŸ“ˆ Interpretasi Parameter (OR)
Interpretasi Parameter (Odds Ratio)
Variabel exp(B) Interpretasi
(Intercept) (Intercept) 0.0553 Baseline odds
X1Laki.laki X1Laki.laki 1.2894 ↑ Peluang bersekolah lebih besar dibanding referensi
X2Disabilitas.tunggal X2Disabilitas.tunggal 4.3256 ↑ Peluang bersekolah lebih besar dibanding referensi
X3Kesulitan X3Kesulitan 2.5337 ↑ Peluang bersekolah lebih besar dibanding referensi
X3Sedikit.kesulitan X3Sedikit.kesulitan 3.1139 ↑ Peluang bersekolah lebih besar dibanding referensi
X5_3KATSMP X5_3KATSMP 1.5802 ↑ Peluang bersekolah lebih besar dibanding referensi
X5_3KATSMA.ke.atas X5_3KATSMA.ke.atas 2.0348 ↑ Peluang bersekolah lebih besar dibanding referensi
X6Pertanian X6Pertanian 3.1184 ↑ Peluang bersekolah lebih besar dibanding referensi
X6Nonpertanian X6Nonpertanian 4.2899 ↑ Peluang bersekolah lebih besar dibanding referensi
X7Perkotaan X7Perkotaan 1.2572 ↑ Peluang bersekolah lebih besar dibanding referensi
X8Memiliki X8Memiliki 6.9378 ↑ Peluang bersekolah lebih besar dibanding referensi
X9Tidak.miskin X9Tidak.miskin 0.7870 ↓ Peluang bersekolah lebih kecil dibanding referensi
🧭 Keputusan Variabel ORβ‰ˆ1 / Tdk Signifikan
Keputusan Eksplisit: Variabel dengan OR β‰ˆ 1 atau Tidak Signifikan
Variabel exp(B) p-value Kandidat_Ditinjau Keputusan
X1Laki.laki X1Laki.laki 1.289 0.3581 ⚠️ OR mendekati 1 dan/atau tidak signifikan Dipertahankan dalam model (justifikasi teoretis, bukan dibuang otomatis)
X2Disabilitas.tunggal X2Disabilitas.tunggal 4.326 0.0000 β€” Dipertahankan (signifikan/berkontribusi)
X3Kesulitan X3Kesulitan 2.534 0.0072 β€” Dipertahankan (signifikan/berkontribusi)
X3Sedikit.kesulitan X3Sedikit.kesulitan 3.114 0.0012 β€” Dipertahankan (signifikan/berkontribusi)
X5_3KATSMP X5_3KATSMP 1.580 0.1575 ⚠️ OR mendekati 1 dan/atau tidak signifikan Dipertahankan dalam model (justifikasi teoretis, bukan dibuang otomatis)
X5_3KATSMA.ke.atas X5_3KATSMA.ke.atas 2.035 0.0569 ⚠️ OR mendekati 1 dan/atau tidak signifikan Dipertahankan dalam model (justifikasi teoretis, bukan dibuang otomatis)
X6Pertanian X6Pertanian 3.118 0.1103 ⚠️ OR mendekati 1 dan/atau tidak signifikan Dipertahankan dalam model (justifikasi teoretis, bukan dibuang otomatis)
X6Nonpertanian X6Nonpertanian 4.290 0.0396 β€” Dipertahankan (signifikan/berkontribusi)
X7Perkotaan X7Perkotaan 1.257 0.4957 ⚠️ OR mendekati 1 dan/atau tidak signifikan Dipertahankan dalam model (justifikasi teoretis, bukan dibuang otomatis)
X8Memiliki X8Memiliki 6.938 0.0011 β€” Dipertahankan (signifikan/berkontribusi)
X9Tidak.miskin X9Tidak.miskin 0.787 0.5060 ⚠️ OR mendekati 1 dan/atau tidak signifikan Dipertahankan dalam model (justifikasi teoretis, bukan dibuang otomatis)

Catatan: variabel yang ditandai tidak otomatis dikeluarkan dari model. Keputusan mempertahankan atau mengeluarkan suatu prediktor perlu disertai justifikasi teoretis (relevansi variabel terhadap partisipasi sekolah anak disabilitas), bukan semata-mata berdasarkan signifikansi statistik, karena model regresi logistik di sini dipakai untuk tujuan eksplanatori, bukan seleksi prediktif murni. Peneliti perlu menuliskan alasan spesifik untuk tiap variabel yang ditandai pada baris di atas sebelum finalisasi model.

πŸ” Evaluasi Model
Perfect Separation Check

βœ“ Tidak terdeteksi perfect/quasi-complete separation.

Perfect Separation Check
Variabel |B|>10 SE>5 Status
(Intercept) (Intercept) βœ“ Tidak βœ“ Tidak βœ“ Aman
X1Laki.laki X1Laki.laki βœ“ Tidak βœ“ Tidak βœ“ Aman
X2Disabilitas.tunggal X2Disabilitas.tunggal βœ“ Tidak βœ“ Tidak βœ“ Aman
X3Kesulitan X3Kesulitan βœ“ Tidak βœ“ Tidak βœ“ Aman
X3Sedikit.kesulitan X3Sedikit.kesulitan βœ“ Tidak βœ“ Tidak βœ“ Aman
X5_3KATSMP X5_3KATSMP βœ“ Tidak βœ“ Tidak βœ“ Aman
X5_3KATSMA.ke.atas X5_3KATSMA.ke.atas βœ“ Tidak βœ“ Tidak βœ“ Aman
X6Pertanian X6Pertanian βœ“ Tidak βœ“ Tidak βœ“ Aman
X6Nonpertanian X6Nonpertanian βœ“ Tidak βœ“ Tidak βœ“ Aman
X7Perkotaan X7Perkotaan βœ“ Tidak βœ“ Tidak βœ“ Aman
X8Memiliki X8Memiliki βœ“ Tidak βœ“ Tidak βœ“ Aman
X9Tidak.miskin X9Tidak.miskin βœ“ Tidak βœ“ Tidak βœ“ Aman
Confusion Matrix, Metrik & ROC β€” Pilih Data
Confusion Matrix & Metrik Klasifikasi
Cutoff 0.5
Confusion Matrix β€” Cutoff 0.5
Aktual: 0 Aktual: 1
Pred: Tidak Bersekolah (0) 55 47
Pred: Bersekolah (1) 25 141
Accuracy: 73.13 %Sensitivity: 75 %Specificity: 68.75 %Precision: 84.94 %F1-Score: 79.66 %
Youden Optimal (0.445)
Confusion Matrix β€” Youden Optimal (0.445)
Aktual: 0 Aktual: 1
Pred: Tidak Bersekolah (0) 53 35
Pred: Bersekolah (1) 27 153
Accuracy: 76.87 %Sensitivity: 81.38 %Specificity: 66.25 %Precision: 85 %F1-Score: 83.15 %
ROC-AUC
AUC = 0.804Baik Β |Β  Skala: 0.9–1.0 Sangat Baik | 0.8–0.9 Baik | 0.7–0.8 Cukup | <0.7 Kurang
ROC Curve
Confusion Matrix & Metrik Klasifikasi
Cutoff 0.5
Confusion Matrix β€” Cutoff 0.5
Aktual: 0 Aktual: 1
Pred: Tidak Bersekolah (0) 111 47
Pred: Bersekolah (1) 49 141
Accuracy: 72.41 %Sensitivity: 75 %Specificity: 69.38 %Precision: 74.21 %F1-Score: 74.6 %
Youden Optimal (0.656)
Confusion Matrix β€” Youden Optimal (0.656)
Aktual: 0 Aktual: 1
Pred: Tidak Bersekolah (0) 137 69
Pred: Bersekolah (1) 23 119
Accuracy: 73.56 %Sensitivity: 63.3 %Specificity: 85.62 %Precision: 83.8 %F1-Score: 72.12 %
ROC-AUC
AUC = 0.8175Baik Β |Β  Skala: 0.9–1.0 Sangat Baik | 0.8–0.9 Baik | 0.7–0.8 Cukup | <0.7 Kurang
ROC Curve

Bagian B β€” KRT Laki-laki | Ayah + Ibu (biner)

Reglog Biasa

Reglog Biasa

n valid: 251 obs. | Konstan (dikeluarkan): X4

πŸ“Š EDA β€” Distribusi Y
Distribusi Y β€” Partisipasi Sekolah
Kategori N Persen
Tidak Bersekolah (0) 75 29.88 %
Bersekolah (1) 176 70.12 %
πŸ“ Uji Simultan (GΒ²)
Uji Simultan (Likelihood Ratio Test / GΒ²)
Statistik Nilai
-2LL Null 306.144
-2LL Model 239.476
GΒ² Hitung 66.668
df 11
χ² Tabel (Ξ±=5%) 19.675
p-value 0
Keputusan βœ… Tolak H0 β€” Model Signifikan
πŸ“‹ Uji Parsial (Wald Test)
Uji Parsial (Wald Test)
Variabel B SE Wald p-value Kesimpulan
(Intercept) (Intercept) -1.3737 0.9773 1.9758 0.1598 ❌ Tdk Signifikan
X1Laki-laki X1Laki-laki 0.1979 0.3379 0.3431 0.5580 ❌ Tdk Signifikan
X2Disabilitas tunggal X2Disabilitas tunggal 1.3302 0.3727 12.7399 0.0004 βœ… Signifikan
X3Kesulitan X3Kesulitan 0.9635 0.4197 5.2697 0.0217 βœ… Signifikan
X3Sedikit kesulitan X3Sedikit kesulitan 1.1738 0.4263 7.5803 0.0059 βœ… Signifikan
X5_AYAHβ‰₯ SMA X5_AYAHβ‰₯ SMA 0.2694 0.4520 0.3553 0.5512 ❌ Tdk Signifikan
X5_IBUβ‰₯ SMA X5_IBUβ‰₯ SMA 0.8968 0.4698 3.6440 0.0563 ❌ Tdk Signifikan
X6Pertanian X6Pertanian 0.4634 0.9039 0.2629 0.6081 ❌ Tdk Signifikan
X6Nonpertanian X6Nonpertanian 0.7794 0.9005 0.7490 0.3868 ❌ Tdk Signifikan
X7Perkotaan X7Perkotaan -0.0095 0.4112 0.0005 0.9816 ❌ Tdk Signifikan
X8Memiliki X8Memiliki 1.3935 0.6538 4.5427 0.0331 βœ… Signifikan
X9Tidak miskin X9Tidak miskin -0.2412 0.4143 0.3390 0.5604 ❌ Tdk Signifikan
βœ… Goodness of Fit (H-L Test)
Goodness of Fit (Hosmer-Lemeshow)
Statistik Nilai
χ² HL 8.527
df 8
p-value 0.3838
Keputusan βœ… Gagal Tolak H0 β€” Model FIT
πŸ“Š Kriteria Informasi (AIC/AICc/BIC)
KriteriaNilaiKeterangan
AIC263.476Semakin kecil semakin baik
AICc264.787Koreksi utk sampel kecil
BIC305.781Penalti lebih besar pada parameter
Log-Likelihood-119.738
k (parameter)12Termasuk intercept
n (observasi)251
πŸ“ˆ Interpretasi Parameter (OR)
Interpretasi Parameter (Odds Ratio)
Variabel exp(B) Interpretasi
(Intercept) (Intercept) 0.2532 Baseline odds
X1Laki-laki X1Laki-laki 1.2189 ↑ Peluang bersekolah lebih besar dibanding referensi
X2Disabilitas tunggal X2Disabilitas tunggal 3.7819 ↑ Peluang bersekolah lebih besar dibanding referensi
X3Kesulitan X3Kesulitan 2.6210 ↑ Peluang bersekolah lebih besar dibanding referensi
X3Sedikit kesulitan X3Sedikit kesulitan 3.2342 ↑ Peluang bersekolah lebih besar dibanding referensi
X5_AYAHβ‰₯ SMA X5_AYAHβ‰₯ SMA 1.3092 ↑ Peluang bersekolah lebih besar dibanding referensi
X5_IBUβ‰₯ SMA X5_IBUβ‰₯ SMA 2.4518 ↑ Peluang bersekolah lebih besar dibanding referensi
X6Pertanian X6Pertanian 1.5895 ↑ Peluang bersekolah lebih besar dibanding referensi
X6Nonpertanian X6Nonpertanian 2.1802 ↑ Peluang bersekolah lebih besar dibanding referensi
X7Perkotaan X7Perkotaan 0.9905 ↓ Peluang bersekolah lebih kecil dibanding referensi
X8Memiliki X8Memiliki 4.0288 ↑ Peluang bersekolah lebih besar dibanding referensi
X9Tidak miskin X9Tidak miskin 0.7857 ↓ Peluang bersekolah lebih kecil dibanding referensi
🧭 Keputusan Variabel ORβ‰ˆ1 / Tdk Signifikan
Keputusan Eksplisit: Variabel dengan OR β‰ˆ 1 atau Tidak Signifikan
Variabel exp(B) p-value Kandidat_Ditinjau Keputusan
X1Laki-laki X1Laki-laki 1.219 0.5580 ⚠️ OR mendekati 1 dan/atau tidak signifikan Dipertahankan dalam model (justifikasi teoretis, bukan dibuang otomatis)
X2Disabilitas tunggal X2Disabilitas tunggal 3.782 0.0004 β€” Dipertahankan (signifikan/berkontribusi)
X3Kesulitan X3Kesulitan 2.621 0.0217 β€” Dipertahankan (signifikan/berkontribusi)
X3Sedikit kesulitan X3Sedikit kesulitan 3.234 0.0059 β€” Dipertahankan (signifikan/berkontribusi)
X5_AYAHβ‰₯ SMA X5_AYAHβ‰₯ SMA 1.309 0.5512 ⚠️ OR mendekati 1 dan/atau tidak signifikan Dipertahankan dalam model (justifikasi teoretis, bukan dibuang otomatis)
X5_IBUβ‰₯ SMA X5_IBUβ‰₯ SMA 2.452 0.0563 ⚠️ OR mendekati 1 dan/atau tidak signifikan Dipertahankan dalam model (justifikasi teoretis, bukan dibuang otomatis)
X6Pertanian X6Pertanian 1.590 0.6081 ⚠️ OR mendekati 1 dan/atau tidak signifikan Dipertahankan dalam model (justifikasi teoretis, bukan dibuang otomatis)
X6Nonpertanian X6Nonpertanian 2.180 0.3868 ⚠️ OR mendekati 1 dan/atau tidak signifikan Dipertahankan dalam model (justifikasi teoretis, bukan dibuang otomatis)
X7Perkotaan X7Perkotaan 0.991 0.9816 ⚠️ OR mendekati 1 dan/atau tidak signifikan Dipertahankan dalam model (justifikasi teoretis, bukan dibuang otomatis)
X8Memiliki X8Memiliki 4.029 0.0331 β€” Dipertahankan (signifikan/berkontribusi)
X9Tidak miskin X9Tidak miskin 0.786 0.5604 ⚠️ OR mendekati 1 dan/atau tidak signifikan Dipertahankan dalam model (justifikasi teoretis, bukan dibuang otomatis)

Catatan: variabel yang ditandai tidak otomatis dikeluarkan dari model. Keputusan mempertahankan atau mengeluarkan suatu prediktor perlu disertai justifikasi teoretis (relevansi variabel terhadap partisipasi sekolah anak disabilitas), bukan semata-mata berdasarkan signifikansi statistik, karena model regresi logistik di sini dipakai untuk tujuan eksplanatori, bukan seleksi prediktif murni. Peneliti perlu menuliskan alasan spesifik untuk tiap variabel yang ditandai pada baris di atas sebelum finalisasi model.

πŸ” Evaluasi Model
Perfect Separation Check

βœ“ Tidak terdeteksi perfect/quasi-complete separation.

Perfect Separation Check
Variabel |B|>10 SE>5 Status
(Intercept) (Intercept) βœ“ Tidak βœ“ Tidak βœ“ Aman
X1Laki-laki X1Laki-laki βœ“ Tidak βœ“ Tidak βœ“ Aman
X2Disabilitas tunggal X2Disabilitas tunggal βœ“ Tidak βœ“ Tidak βœ“ Aman
X3Kesulitan X3Kesulitan βœ“ Tidak βœ“ Tidak βœ“ Aman
X3Sedikit kesulitan X3Sedikit kesulitan βœ“ Tidak βœ“ Tidak βœ“ Aman
X5_AYAHβ‰₯ SMA X5_AYAHβ‰₯ SMA βœ“ Tidak βœ“ Tidak βœ“ Aman
X5_IBUβ‰₯ SMA X5_IBUβ‰₯ SMA βœ“ Tidak βœ“ Tidak βœ“ Aman
X6Pertanian X6Pertanian βœ“ Tidak βœ“ Tidak βœ“ Aman
X6Nonpertanian X6Nonpertanian βœ“ Tidak βœ“ Tidak βœ“ Aman
X7Perkotaan X7Perkotaan βœ“ Tidak βœ“ Tidak βœ“ Aman
X8Memiliki X8Memiliki βœ“ Tidak βœ“ Tidak βœ“ Aman
X9Tidak miskin X9Tidak miskin βœ“ Tidak βœ“ Tidak βœ“ Aman
Confusion Matrix & Metrik Klasifikasi
Cutoff 0.5
Confusion Matrix β€” Cutoff 0.5
Aktual: 0 Aktual: 1
Pred: Tidak Bersekolah (0) 33 18
Pred: Bersekolah (1) 42 158
Accuracy: 76.1 %Sensitivity: 89.77 %Specificity: 44 %Precision: 79 %F1-Score: 84.04 %
Youden Optimal (0.693)
Confusion Matrix β€” Youden Optimal (0.693)
Aktual: 0 Aktual: 1
Pred: Tidak Bersekolah (0) 56 46
Pred: Bersekolah (1) 19 130
Accuracy: 74.1 %Sensitivity: 73.86 %Specificity: 74.67 %Precision: 87.25 %F1-Score: 80 %
ROC-AUC
AUC = 0.8003Baik Β |Β  Skala: 0.9–1.0 Sangat Baik | 0.8–0.9 Baik | 0.7–0.8 Cukup | <0.7 Kurang
ROC Curve

Bagian B β€” KRT Laki-laki | Ayah + Ibu (biner)

SMOTE

SMOTE

n asli: 251 | n setelah SMOTE: 326 | X kategorik dikonversi menjadi dummy; referensi tetap kategori bertanda (*).

πŸ“Š EDA β€” Distribusi Y (Sebelum & Sesudah SMOTE)
Distribusi Y Sebelum & Sesudah SMOTE (rasio asli β‰ˆ 28:72)
Kategori N Asal N SMOTE
Tidak Bersekolah (0) 75 150
Bersekolah (1) 176 176
πŸ“ Uji Simultan (GΒ²)
Uji Simultan (Likelihood Ratio Test / GΒ²)
Statistik Nilai
-2LL Null 449.856
-2LL Model 330.37
GΒ² Hitung 119.486
df 11
χ² Tabel (Ξ±=5%) 19.675
p-value 0
Keputusan βœ… Tolak H0 β€” Model Signifikan
πŸ“‹ Uji Parsial (Wald Test)
Uji Parsial (Wald Test)
Variabel B SE Wald p-value Kesimpulan
(Intercept) (Intercept) -1.6894 0.9407 3.2255 0.0725 ❌ Tdk Signifikan
X1Laki.laki X1Laki.laki 0.2466 0.2910 0.7178 0.3969 ❌ Tdk Signifikan
X2Disabilitas.tunggal X2Disabilitas.tunggal 1.6338 0.3233 25.5331 0.0000 βœ… Signifikan
X3Kesulitan X3Kesulitan 1.1115 0.3648 9.2847 0.0023 βœ… Signifikan
X3Sedikit.kesulitan X3Sedikit.kesulitan 1.1730 0.3724 9.9196 0.0016 βœ… Signifikan
X5_AYAH..SMA X5_AYAH..SMA 0.1126 0.3958 0.0809 0.7761 ❌ Tdk Signifikan
X5_IBU..SMA X5_IBU..SMA 1.0077 0.4201 5.7548 0.0164 βœ… Signifikan
X6Pertanian X6Pertanian 0.1324 0.8850 0.0224 0.8810 ❌ Tdk Signifikan
X6Nonpertanian X6Nonpertanian 0.4401 0.8738 0.2537 0.6145 ❌ Tdk Signifikan
X7Perkotaan X7Perkotaan 0.0608 0.3707 0.0269 0.8698 ❌ Tdk Signifikan
X8Memiliki X8Memiliki 1.6950 0.5658 8.9751 0.0027 βœ… Signifikan
X9Tidak.miskin X9Tidak.miskin -0.5088 0.3731 1.8598 0.1726 ❌ Tdk Signifikan
βœ… Goodness of Fit (H-L Test)
Goodness of Fit (Hosmer-Lemeshow)
Statistik Nilai
χ² HL 15.21
df 8
p-value 0.0552
Keputusan βœ… Gagal Tolak H0 β€” Model FIT
πŸ“Š Kriteria Informasi (AIC/AICc/BIC)
KriteriaNilaiKeterangan
AIC354.37Semakin kecil semakin baik
AICc355.367Koreksi utk sampel kecil
BIC399.813Penalti lebih besar pada parameter
Log-Likelihood-165.185
k (parameter)12Termasuk intercept
n (observasi)326

β“˜ AIC/AICc/BIC dihitung dari data SMOTE (n = 326). Gunakan sebagai perbandingan; evaluasi fair tetap di data asli.

πŸ“ˆ Interpretasi Parameter (OR)
Interpretasi Parameter (Odds Ratio)
Variabel exp(B) Interpretasi
(Intercept) (Intercept) 0.1846 Baseline odds
X1Laki.laki X1Laki.laki 1.2796 ↑ Peluang bersekolah lebih besar dibanding referensi
X2Disabilitas.tunggal X2Disabilitas.tunggal 5.1234 ↑ Peluang bersekolah lebih besar dibanding referensi
X3Kesulitan X3Kesulitan 3.0388 ↑ Peluang bersekolah lebih besar dibanding referensi
X3Sedikit.kesulitan X3Sedikit.kesulitan 3.2318 ↑ Peluang bersekolah lebih besar dibanding referensi
X5_AYAH..SMA X5_AYAH..SMA 1.1191 ↑ Peluang bersekolah lebih besar dibanding referensi
X5_IBU..SMA X5_IBU..SMA 2.7392 ↑ Peluang bersekolah lebih besar dibanding referensi
X6Pertanian X6Pertanian 1.1416 ↑ Peluang bersekolah lebih besar dibanding referensi
X6Nonpertanian X6Nonpertanian 1.5529 ↑ Peluang bersekolah lebih besar dibanding referensi
X7Perkotaan X7Perkotaan 1.0626 ↑ Peluang bersekolah lebih besar dibanding referensi
X8Memiliki X8Memiliki 5.4465 ↑ Peluang bersekolah lebih besar dibanding referensi
X9Tidak.miskin X9Tidak.miskin 0.6012 ↓ Peluang bersekolah lebih kecil dibanding referensi
🧭 Keputusan Variabel ORβ‰ˆ1 / Tdk Signifikan
Keputusan Eksplisit: Variabel dengan OR β‰ˆ 1 atau Tidak Signifikan
Variabel exp(B) p-value Kandidat_Ditinjau Keputusan
X1Laki.laki X1Laki.laki 1.280 0.3969 ⚠️ OR mendekati 1 dan/atau tidak signifikan Dipertahankan dalam model (justifikasi teoretis, bukan dibuang otomatis)
X2Disabilitas.tunggal X2Disabilitas.tunggal 5.123 0.0000 β€” Dipertahankan (signifikan/berkontribusi)
X3Kesulitan X3Kesulitan 3.039 0.0023 β€” Dipertahankan (signifikan/berkontribusi)
X3Sedikit.kesulitan X3Sedikit.kesulitan 3.232 0.0016 β€” Dipertahankan (signifikan/berkontribusi)
X5_AYAH..SMA X5_AYAH..SMA 1.119 0.7761 ⚠️ OR mendekati 1 dan/atau tidak signifikan Dipertahankan dalam model (justifikasi teoretis, bukan dibuang otomatis)
X5_IBU..SMA X5_IBU..SMA 2.739 0.0164 β€” Dipertahankan (signifikan/berkontribusi)
X6Pertanian X6Pertanian 1.142 0.8810 ⚠️ OR mendekati 1 dan/atau tidak signifikan Dipertahankan dalam model (justifikasi teoretis, bukan dibuang otomatis)
X6Nonpertanian X6Nonpertanian 1.553 0.6145 ⚠️ OR mendekati 1 dan/atau tidak signifikan Dipertahankan dalam model (justifikasi teoretis, bukan dibuang otomatis)
X7Perkotaan X7Perkotaan 1.063 0.8698 ⚠️ OR mendekati 1 dan/atau tidak signifikan Dipertahankan dalam model (justifikasi teoretis, bukan dibuang otomatis)
X8Memiliki X8Memiliki 5.446 0.0027 β€” Dipertahankan (signifikan/berkontribusi)
X9Tidak.miskin X9Tidak.miskin 0.601 0.1726 ⚠️ OR mendekati 1 dan/atau tidak signifikan Dipertahankan dalam model (justifikasi teoretis, bukan dibuang otomatis)

Catatan: variabel yang ditandai tidak otomatis dikeluarkan dari model. Keputusan mempertahankan atau mengeluarkan suatu prediktor perlu disertai justifikasi teoretis (relevansi variabel terhadap partisipasi sekolah anak disabilitas), bukan semata-mata berdasarkan signifikansi statistik, karena model regresi logistik di sini dipakai untuk tujuan eksplanatori, bukan seleksi prediktif murni. Peneliti perlu menuliskan alasan spesifik untuk tiap variabel yang ditandai pada baris di atas sebelum finalisasi model.

πŸ” Evaluasi Model
Perfect Separation Check

βœ“ Tidak terdeteksi perfect/quasi-complete separation.

Perfect Separation Check
Variabel |B|>10 SE>5 Status
(Intercept) (Intercept) βœ“ Tidak βœ“ Tidak βœ“ Aman
X1Laki.laki X1Laki.laki βœ“ Tidak βœ“ Tidak βœ“ Aman
X2Disabilitas.tunggal X2Disabilitas.tunggal βœ“ Tidak βœ“ Tidak βœ“ Aman
X3Kesulitan X3Kesulitan βœ“ Tidak βœ“ Tidak βœ“ Aman
X3Sedikit.kesulitan X3Sedikit.kesulitan βœ“ Tidak βœ“ Tidak βœ“ Aman
X5_AYAH..SMA X5_AYAH..SMA βœ“ Tidak βœ“ Tidak βœ“ Aman
X5_IBU..SMA X5_IBU..SMA βœ“ Tidak βœ“ Tidak βœ“ Aman
X6Pertanian X6Pertanian βœ“ Tidak βœ“ Tidak βœ“ Aman
X6Nonpertanian X6Nonpertanian βœ“ Tidak βœ“ Tidak βœ“ Aman
X7Perkotaan X7Perkotaan βœ“ Tidak βœ“ Tidak βœ“ Aman
X8Memiliki X8Memiliki βœ“ Tidak βœ“ Tidak βœ“ Aman
X9Tidak.miskin X9Tidak.miskin βœ“ Tidak βœ“ Tidak βœ“ Aman
Confusion Matrix, Metrik & ROC β€” Pilih Data
Confusion Matrix & Metrik Klasifikasi
Cutoff 0.5
Confusion Matrix β€” Cutoff 0.5
Aktual: 0 Aktual: 1
Pred: Tidak Bersekolah (0) 54 40
Pred: Bersekolah (1) 21 136
Accuracy: 75.7 %Sensitivity: 77.27 %Specificity: 72 %Precision: 86.62 %F1-Score: 81.68 %
Youden Optimal (0.474)
Confusion Matrix β€” Youden Optimal (0.474)
Aktual: 0 Aktual: 1
Pred: Tidak Bersekolah (0) 54 39
Pred: Bersekolah (1) 21 137
Accuracy: 76.1 %Sensitivity: 77.84 %Specificity: 72 %Precision: 86.71 %F1-Score: 82.04 %
ROC-AUC
AUC = 0.8014Baik Β |Β  Skala: 0.9–1.0 Sangat Baik | 0.8–0.9 Baik | 0.7–0.8 Cukup | <0.7 Kurang
ROC Curve
Confusion Matrix & Metrik Klasifikasi
Cutoff 0.5
Confusion Matrix β€” Cutoff 0.5
Aktual: 0 Aktual: 1
Pred: Tidak Bersekolah (0) 112 40
Pred: Bersekolah (1) 38 136
Accuracy: 76.07 %Sensitivity: 77.27 %Specificity: 74.67 %Precision: 78.16 %F1-Score: 77.71 %
Youden Optimal (0.522)
Confusion Matrix β€” Youden Optimal (0.522)
Aktual: 0 Aktual: 1
Pred: Tidak Bersekolah (0) 113 40
Pred: Bersekolah (1) 37 136
Accuracy: 76.38 %Sensitivity: 77.27 %Specificity: 75.33 %Precision: 78.61 %F1-Score: 77.94 %
ROC-AUC
AUC = 0.8283Baik Β |Β  Skala: 0.9–1.0 Sangat Baik | 0.8–0.9 Baik | 0.7–0.8 Cukup | <0.7 Kurang
ROC Curve

Bagian B β€” KRT Laki-laki | Ayah + Ibu (SD / SMP / SMA ke atas)

Reglog Biasa

Reglog Biasa

n valid: 251 obs. | Konstan (dikeluarkan): X4

πŸ“Š EDA β€” Distribusi Y
Distribusi Y β€” Partisipasi Sekolah
Kategori N Persen
Tidak Bersekolah (0) 75 29.88 %
Bersekolah (1) 176 70.12 %
πŸ“ Uji Simultan (GΒ²)
Uji Simultan (Likelihood Ratio Test / GΒ²)
Statistik Nilai
-2LL Null 306.144
-2LL Model 237.086
GΒ² Hitung 69.058
df 13
χ² Tabel (Ξ±=5%) 22.362
p-value 0
Keputusan βœ… Tolak H0 β€” Model Signifikan
πŸ“‹ Uji Parsial (Wald Test)
Uji Parsial (Wald Test)
Variabel B SE Wald p-value Kesimpulan
(Intercept) (Intercept) -1.5269 1.0107 2.2824 0.1309 ❌ Tdk Signifikan
X1Laki-laki X1Laki-laki 0.2209 0.3428 0.4154 0.5192 ❌ Tdk Signifikan
X2Disabilitas tunggal X2Disabilitas tunggal 1.4183 0.3820 13.7886 0.0002 βœ… Signifikan
X3Kesulitan X3Kesulitan 0.9814 0.4290 5.2324 0.0222 βœ… Signifikan
X3Sedikit kesulitan X3Sedikit kesulitan 1.1788 0.4302 7.5096 0.0061 βœ… Signifikan
X5_AYAH_3KATSMP X5_AYAH_3KATSMP 0.2375 0.4029 0.3476 0.5555 ❌ Tdk Signifikan
X5_AYAH_3KATSMA ke atas X5_AYAH_3KATSMA ke atas 0.3896 0.4959 0.6174 0.4320 ❌ Tdk Signifikan
X5_IBU_3KATSMP X5_IBU_3KATSMP 0.4596 0.3966 1.3426 0.2466 ❌ Tdk Signifikan
X5_IBU_3KATSMA ke atas X5_IBU_3KATSMA ke atas 1.0830 0.5079 4.5464 0.0330 βœ… Signifikan
X6Pertanian X6Pertanian 0.3261 0.9423 0.1197 0.7293 ❌ Tdk Signifikan
X6Nonpertanian X6Nonpertanian 0.6687 0.9369 0.5095 0.4753 ❌ Tdk Signifikan
X7Perkotaan X7Perkotaan -0.0553 0.4171 0.0176 0.8945 ❌ Tdk Signifikan
X8Memiliki X8Memiliki 1.3455 0.6580 4.1808 0.0409 βœ… Signifikan
X9Tidak miskin X9Tidak miskin -0.3070 0.4216 0.5302 0.4665 ❌ Tdk Signifikan
βœ… Goodness of Fit (H-L Test)
Goodness of Fit (Hosmer-Lemeshow)
Statistik Nilai
χ² HL 7.922
df 8
p-value 0.4411
Keputusan βœ… Gagal Tolak H0 β€” Model FIT
πŸ“Š Kriteria Informasi (AIC/AICc/BIC)
KriteriaNilaiKeterangan
AIC265.086Semakin kecil semakin baik
AICc266.865Koreksi utk sampel kecil
BIC314.442Penalti lebih besar pada parameter
Log-Likelihood-118.543
k (parameter)14Termasuk intercept
n (observasi)251
πŸ“ˆ Interpretasi Parameter (OR)
Interpretasi Parameter (Odds Ratio)
Variabel exp(B) Interpretasi
(Intercept) (Intercept) 0.2172 Baseline odds
X1Laki-laki X1Laki-laki 1.2472 ↑ Peluang bersekolah lebih besar dibanding referensi
X2Disabilitas tunggal X2Disabilitas tunggal 4.1302 ↑ Peluang bersekolah lebih besar dibanding referensi
X3Kesulitan X3Kesulitan 2.6683 ↑ Peluang bersekolah lebih besar dibanding referensi
X3Sedikit kesulitan X3Sedikit kesulitan 3.2506 ↑ Peluang bersekolah lebih besar dibanding referensi
X5_AYAH_3KATSMP X5_AYAH_3KATSMP 1.2681 ↑ Peluang bersekolah lebih besar dibanding referensi
X5_AYAH_3KATSMA ke atas X5_AYAH_3KATSMA ke atas 1.4765 ↑ Peluang bersekolah lebih besar dibanding referensi
X5_IBU_3KATSMP X5_IBU_3KATSMP 1.5834 ↑ Peluang bersekolah lebih besar dibanding referensi
X5_IBU_3KATSMA ke atas X5_IBU_3KATSMA ke atas 2.9535 ↑ Peluang bersekolah lebih besar dibanding referensi
X6Pertanian X6Pertanian 1.3855 ↑ Peluang bersekolah lebih besar dibanding referensi
X6Nonpertanian X6Nonpertanian 1.9518 ↑ Peluang bersekolah lebih besar dibanding referensi
X7Perkotaan X7Perkotaan 0.9462 ↓ Peluang bersekolah lebih kecil dibanding referensi
X8Memiliki X8Memiliki 3.8399 ↑ Peluang bersekolah lebih besar dibanding referensi
X9Tidak miskin X9Tidak miskin 0.7357 ↓ Peluang bersekolah lebih kecil dibanding referensi
🧭 Keputusan Variabel ORβ‰ˆ1 / Tdk Signifikan
Keputusan Eksplisit: Variabel dengan OR β‰ˆ 1 atau Tidak Signifikan
Variabel exp(B) p-value Kandidat_Ditinjau Keputusan
X1Laki-laki X1Laki-laki 1.247 0.5192 ⚠️ OR mendekati 1 dan/atau tidak signifikan Dipertahankan dalam model (justifikasi teoretis, bukan dibuang otomatis)
X2Disabilitas tunggal X2Disabilitas tunggal 4.130 0.0002 β€” Dipertahankan (signifikan/berkontribusi)
X3Kesulitan X3Kesulitan 2.668 0.0222 β€” Dipertahankan (signifikan/berkontribusi)
X3Sedikit kesulitan X3Sedikit kesulitan 3.251 0.0061 β€” Dipertahankan (signifikan/berkontribusi)
X5_AYAH_3KATSMP X5_AYAH_3KATSMP 1.268 0.5555 ⚠️ OR mendekati 1 dan/atau tidak signifikan Dipertahankan dalam model (justifikasi teoretis, bukan dibuang otomatis)
X5_AYAH_3KATSMA ke atas X5_AYAH_3KATSMA ke atas 1.476 0.4320 ⚠️ OR mendekati 1 dan/atau tidak signifikan Dipertahankan dalam model (justifikasi teoretis, bukan dibuang otomatis)
X5_IBU_3KATSMP X5_IBU_3KATSMP 1.583 0.2466 ⚠️ OR mendekati 1 dan/atau tidak signifikan Dipertahankan dalam model (justifikasi teoretis, bukan dibuang otomatis)
X5_IBU_3KATSMA ke atas X5_IBU_3KATSMA ke atas 2.953 0.0330 β€” Dipertahankan (signifikan/berkontribusi)
X6Pertanian X6Pertanian 1.385 0.7293 ⚠️ OR mendekati 1 dan/atau tidak signifikan Dipertahankan dalam model (justifikasi teoretis, bukan dibuang otomatis)
X6Nonpertanian X6Nonpertanian 1.952 0.4753 ⚠️ OR mendekati 1 dan/atau tidak signifikan Dipertahankan dalam model (justifikasi teoretis, bukan dibuang otomatis)
X7Perkotaan X7Perkotaan 0.946 0.8945 ⚠️ OR mendekati 1 dan/atau tidak signifikan Dipertahankan dalam model (justifikasi teoretis, bukan dibuang otomatis)
X8Memiliki X8Memiliki 3.840 0.0409 β€” Dipertahankan (signifikan/berkontribusi)
X9Tidak miskin X9Tidak miskin 0.736 0.4665 ⚠️ OR mendekati 1 dan/atau tidak signifikan Dipertahankan dalam model (justifikasi teoretis, bukan dibuang otomatis)

Catatan: variabel yang ditandai tidak otomatis dikeluarkan dari model. Keputusan mempertahankan atau mengeluarkan suatu prediktor perlu disertai justifikasi teoretis (relevansi variabel terhadap partisipasi sekolah anak disabilitas), bukan semata-mata berdasarkan signifikansi statistik, karena model regresi logistik di sini dipakai untuk tujuan eksplanatori, bukan seleksi prediktif murni. Peneliti perlu menuliskan alasan spesifik untuk tiap variabel yang ditandai pada baris di atas sebelum finalisasi model.

πŸ” Evaluasi Model
Perfect Separation Check

βœ“ Tidak terdeteksi perfect/quasi-complete separation.

Perfect Separation Check
Variabel |B|>10 SE>5 Status
(Intercept) (Intercept) βœ“ Tidak βœ“ Tidak βœ“ Aman
X1Laki-laki X1Laki-laki βœ“ Tidak βœ“ Tidak βœ“ Aman
X2Disabilitas tunggal X2Disabilitas tunggal βœ“ Tidak βœ“ Tidak βœ“ Aman
X3Kesulitan X3Kesulitan βœ“ Tidak βœ“ Tidak βœ“ Aman
X3Sedikit kesulitan X3Sedikit kesulitan βœ“ Tidak βœ“ Tidak βœ“ Aman
X5_AYAH_3KATSMP X5_AYAH_3KATSMP βœ“ Tidak βœ“ Tidak βœ“ Aman
X5_AYAH_3KATSMA ke atas X5_AYAH_3KATSMA ke atas βœ“ Tidak βœ“ Tidak βœ“ Aman
X5_IBU_3KATSMP X5_IBU_3KATSMP βœ“ Tidak βœ“ Tidak βœ“ Aman
X5_IBU_3KATSMA ke atas X5_IBU_3KATSMA ke atas βœ“ Tidak βœ“ Tidak βœ“ Aman
X6Pertanian X6Pertanian βœ“ Tidak βœ“ Tidak βœ“ Aman
X6Nonpertanian X6Nonpertanian βœ“ Tidak βœ“ Tidak βœ“ Aman
X7Perkotaan X7Perkotaan βœ“ Tidak βœ“ Tidak βœ“ Aman
X8Memiliki X8Memiliki βœ“ Tidak βœ“ Tidak βœ“ Aman
X9Tidak miskin X9Tidak miskin βœ“ Tidak βœ“ Tidak βœ“ Aman
Confusion Matrix & Metrik Klasifikasi
Cutoff 0.5
Confusion Matrix β€” Cutoff 0.5
Aktual: 0 Aktual: 1
Pred: Tidak Bersekolah (0) 37 19
Pred: Bersekolah (1) 38 157
Accuracy: 77.29 %Sensitivity: 89.2 %Specificity: 49.33 %Precision: 80.51 %F1-Score: 84.64 %
Youden Optimal (0.665)
Confusion Matrix β€” Youden Optimal (0.665)
Aktual: 0 Aktual: 1
Pred: Tidak Bersekolah (0) 56 41
Pred: Bersekolah (1) 19 135
Accuracy: 76.1 %Sensitivity: 76.7 %Specificity: 74.67 %Precision: 87.66 %F1-Score: 81.82 %
ROC-AUC
AUC = 0.8105Baik Β |Β  Skala: 0.9–1.0 Sangat Baik | 0.8–0.9 Baik | 0.7–0.8 Cukup | <0.7 Kurang
ROC Curve

Bagian B β€” KRT Laki-laki | Ayah + Ibu (SD / SMP / SMA ke atas)

SMOTE

SMOTE

n asli: 251 | n setelah SMOTE: 326 | X kategorik dikonversi menjadi dummy; referensi tetap kategori bertanda (*).

πŸ“Š EDA β€” Distribusi Y (Sebelum & Sesudah SMOTE)
Distribusi Y Sebelum & Sesudah SMOTE (rasio asli β‰ˆ 28:72)
Kategori N Asal N SMOTE
Tidak Bersekolah (0) 75 150
Bersekolah (1) 176 176
πŸ“ Uji Simultan (GΒ²)
Uji Simultan (Likelihood Ratio Test / GΒ²)
Statistik Nilai
-2LL Null 449.856
-2LL Model 329.272
GΒ² Hitung 120.584
df 13
χ² Tabel (Ξ±=5%) 22.362
p-value 0
Keputusan βœ… Tolak H0 β€” Model Signifikan
πŸ“‹ Uji Parsial (Wald Test)
Uji Parsial (Wald Test)
Variabel B SE Wald p-value Kesimpulan
(Intercept) (Intercept) -2.5971 0.9192 7.9820 0.0047 βœ… Signifikan
X1Laki.laki X1Laki.laki 0.2873 0.2949 0.9487 0.3300 ❌ Tdk Signifikan
X2Disabilitas.tunggal X2Disabilitas.tunggal 1.5177 0.3365 20.3408 0.0000 βœ… Signifikan
X3Kesulitan X3Kesulitan 1.1645 0.3807 9.3584 0.0022 βœ… Signifikan
X3Sedikit.kesulitan X3Sedikit.kesulitan 1.2036 0.3826 9.8964 0.0017 βœ… Signifikan
X5_AYAH_3KATSMP X5_AYAH_3KATSMP 0.3850 0.3583 1.1548 0.2825 ❌ Tdk Signifikan
X5_AYAH_3KATSMA.ke.atas X5_AYAH_3KATSMA.ke.atas 0.5330 0.4416 1.4566 0.2275 ❌ Tdk Signifikan
X5_IBU_3KATSMP X5_IBU_3KATSMP 0.6692 0.3495 3.6666 0.0555 ❌ Tdk Signifikan
X5_IBU_3KATSMA.ke.atas X5_IBU_3KATSMA.ke.atas 1.0968 0.4466 6.0312 0.0141 βœ… Signifikan
X6Pertanian X6Pertanian 0.5551 0.8511 0.4254 0.5142 ❌ Tdk Signifikan
X6Nonpertanian X6Nonpertanian 0.8766 0.8335 1.1060 0.2929 ❌ Tdk Signifikan
X7Perkotaan X7Perkotaan 0.1077 0.3755 0.0823 0.7742 ❌ Tdk Signifikan
X8Memiliki X8Memiliki 1.8951 0.6171 9.4295 0.0021 βœ… Signifikan
X9Tidak.miskin X9Tidak.miskin -0.4920 0.3773 1.7007 0.1922 ❌ Tdk Signifikan
βœ… Goodness of Fit (H-L Test)
Goodness of Fit (Hosmer-Lemeshow)
Statistik Nilai
χ² HL 3.972
df 8
p-value 0.8597
Keputusan βœ… Gagal Tolak H0 β€” Model FIT
πŸ“Š Kriteria Informasi (AIC/AICc/BIC)
KriteriaNilaiKeterangan
AIC357.272Semakin kecil semakin baik
AICc358.623Koreksi utk sampel kecil
BIC410.289Penalti lebih besar pada parameter
Log-Likelihood-164.636
k (parameter)14Termasuk intercept
n (observasi)326

β“˜ AIC/AICc/BIC dihitung dari data SMOTE (n = 326). Gunakan sebagai perbandingan; evaluasi fair tetap di data asli.

πŸ“ˆ Interpretasi Parameter (OR)
Interpretasi Parameter (Odds Ratio)
Variabel exp(B) Interpretasi
(Intercept) (Intercept) 0.0745 Baseline odds
X1Laki.laki X1Laki.laki 1.3328 ↑ Peluang bersekolah lebih besar dibanding referensi
X2Disabilitas.tunggal X2Disabilitas.tunggal 4.5617 ↑ Peluang bersekolah lebih besar dibanding referensi
X3Kesulitan X3Kesulitan 3.2043 ↑ Peluang bersekolah lebih besar dibanding referensi
X3Sedikit.kesulitan X3Sedikit.kesulitan 3.3322 ↑ Peluang bersekolah lebih besar dibanding referensi
X5_AYAH_3KATSMP X5_AYAH_3KATSMP 1.4696 ↑ Peluang bersekolah lebih besar dibanding referensi
X5_AYAH_3KATSMA.ke.atas X5_AYAH_3KATSMA.ke.atas 1.7040 ↑ Peluang bersekolah lebih besar dibanding referensi
X5_IBU_3KATSMP X5_IBU_3KATSMP 1.9527 ↑ Peluang bersekolah lebih besar dibanding referensi
X5_IBU_3KATSMA.ke.atas X5_IBU_3KATSMA.ke.atas 2.9946 ↑ Peluang bersekolah lebih besar dibanding referensi
X6Pertanian X6Pertanian 1.7421 ↑ Peluang bersekolah lebih besar dibanding referensi
X6Nonpertanian X6Nonpertanian 2.4027 ↑ Peluang bersekolah lebih besar dibanding referensi
X7Perkotaan X7Perkotaan 1.1138 ↑ Peluang bersekolah lebih besar dibanding referensi
X8Memiliki X8Memiliki 6.6530 ↑ Peluang bersekolah lebih besar dibanding referensi
X9Tidak.miskin X9Tidak.miskin 0.6114 ↓ Peluang bersekolah lebih kecil dibanding referensi
🧭 Keputusan Variabel ORβ‰ˆ1 / Tdk Signifikan
Keputusan Eksplisit: Variabel dengan OR β‰ˆ 1 atau Tidak Signifikan
Variabel exp(B) p-value Kandidat_Ditinjau Keputusan
X1Laki.laki X1Laki.laki 1.333 0.3300 ⚠️ OR mendekati 1 dan/atau tidak signifikan Dipertahankan dalam model (justifikasi teoretis, bukan dibuang otomatis)
X2Disabilitas.tunggal X2Disabilitas.tunggal 4.562 0.0000 β€” Dipertahankan (signifikan/berkontribusi)
X3Kesulitan X3Kesulitan 3.204 0.0022 β€” Dipertahankan (signifikan/berkontribusi)
X3Sedikit.kesulitan X3Sedikit.kesulitan 3.332 0.0017 β€” Dipertahankan (signifikan/berkontribusi)
X5_AYAH_3KATSMP X5_AYAH_3KATSMP 1.470 0.2825 ⚠️ OR mendekati 1 dan/atau tidak signifikan Dipertahankan dalam model (justifikasi teoretis, bukan dibuang otomatis)
X5_AYAH_3KATSMA.ke.atas X5_AYAH_3KATSMA.ke.atas 1.704 0.2275 ⚠️ OR mendekati 1 dan/atau tidak signifikan Dipertahankan dalam model (justifikasi teoretis, bukan dibuang otomatis)
X5_IBU_3KATSMP X5_IBU_3KATSMP 1.953 0.0555 ⚠️ OR mendekati 1 dan/atau tidak signifikan Dipertahankan dalam model (justifikasi teoretis, bukan dibuang otomatis)
X5_IBU_3KATSMA.ke.atas X5_IBU_3KATSMA.ke.atas 2.995 0.0141 β€” Dipertahankan (signifikan/berkontribusi)
X6Pertanian X6Pertanian 1.742 0.5142 ⚠️ OR mendekati 1 dan/atau tidak signifikan Dipertahankan dalam model (justifikasi teoretis, bukan dibuang otomatis)
X6Nonpertanian X6Nonpertanian 2.403 0.2929 ⚠️ OR mendekati 1 dan/atau tidak signifikan Dipertahankan dalam model (justifikasi teoretis, bukan dibuang otomatis)
X7Perkotaan X7Perkotaan 1.114 0.7742 ⚠️ OR mendekati 1 dan/atau tidak signifikan Dipertahankan dalam model (justifikasi teoretis, bukan dibuang otomatis)
X8Memiliki X8Memiliki 6.653 0.0021 β€” Dipertahankan (signifikan/berkontribusi)
X9Tidak.miskin X9Tidak.miskin 0.611 0.1922 ⚠️ OR mendekati 1 dan/atau tidak signifikan Dipertahankan dalam model (justifikasi teoretis, bukan dibuang otomatis)

Catatan: variabel yang ditandai tidak otomatis dikeluarkan dari model. Keputusan mempertahankan atau mengeluarkan suatu prediktor perlu disertai justifikasi teoretis (relevansi variabel terhadap partisipasi sekolah anak disabilitas), bukan semata-mata berdasarkan signifikansi statistik, karena model regresi logistik di sini dipakai untuk tujuan eksplanatori, bukan seleksi prediktif murni. Peneliti perlu menuliskan alasan spesifik untuk tiap variabel yang ditandai pada baris di atas sebelum finalisasi model.

πŸ” Evaluasi Model
Perfect Separation Check

βœ“ Tidak terdeteksi perfect/quasi-complete separation.

Perfect Separation Check
Variabel |B|>10 SE>5 Status
(Intercept) (Intercept) βœ“ Tidak βœ“ Tidak βœ“ Aman
X1Laki.laki X1Laki.laki βœ“ Tidak βœ“ Tidak βœ“ Aman
X2Disabilitas.tunggal X2Disabilitas.tunggal βœ“ Tidak βœ“ Tidak βœ“ Aman
X3Kesulitan X3Kesulitan βœ“ Tidak βœ“ Tidak βœ“ Aman
X3Sedikit.kesulitan X3Sedikit.kesulitan βœ“ Tidak βœ“ Tidak βœ“ Aman
X5_AYAH_3KATSMP X5_AYAH_3KATSMP βœ“ Tidak βœ“ Tidak βœ“ Aman
X5_AYAH_3KATSMA.ke.atas X5_AYAH_3KATSMA.ke.atas βœ“ Tidak βœ“ Tidak βœ“ Aman
X5_IBU_3KATSMP X5_IBU_3KATSMP βœ“ Tidak βœ“ Tidak βœ“ Aman
X5_IBU_3KATSMA.ke.atas X5_IBU_3KATSMA.ke.atas βœ“ Tidak βœ“ Tidak βœ“ Aman
X6Pertanian X6Pertanian βœ“ Tidak βœ“ Tidak βœ“ Aman
X6Nonpertanian X6Nonpertanian βœ“ Tidak βœ“ Tidak βœ“ Aman
X7Perkotaan X7Perkotaan βœ“ Tidak βœ“ Tidak βœ“ Aman
X8Memiliki X8Memiliki βœ“ Tidak βœ“ Tidak βœ“ Aman
X9Tidak.miskin X9Tidak.miskin βœ“ Tidak βœ“ Tidak βœ“ Aman
Confusion Matrix, Metrik & ROC β€” Pilih Data
Confusion Matrix & Metrik Klasifikasi
Cutoff 0.5
Confusion Matrix β€” Cutoff 0.5
Aktual: 0 Aktual: 1
Pred: Tidak Bersekolah (0) 55 37
Pred: Bersekolah (1) 20 139
Accuracy: 77.29 %Sensitivity: 78.98 %Specificity: 73.33 %Precision: 87.42 %F1-Score: 82.99 %
Youden Optimal (0.499)
Confusion Matrix β€” Youden Optimal (0.499)
Aktual: 0 Aktual: 1
Pred: Tidak Bersekolah (0) 55 37
Pred: Bersekolah (1) 20 139
Accuracy: 77.29 %Sensitivity: 78.98 %Specificity: 73.33 %Precision: 87.42 %F1-Score: 82.99 %
ROC-AUC
AUC = 0.8061Baik Β |Β  Skala: 0.9–1.0 Sangat Baik | 0.8–0.9 Baik | 0.7–0.8 Cukup | <0.7 Kurang
ROC Curve
Confusion Matrix & Metrik Klasifikasi
Cutoff 0.5
Confusion Matrix β€” Cutoff 0.5
Aktual: 0 Aktual: 1
Pred: Tidak Bersekolah (0) 115 37
Pred: Bersekolah (1) 35 139
Accuracy: 77.91 %Sensitivity: 78.98 %Specificity: 76.67 %Precision: 79.89 %F1-Score: 79.43 %
Youden Optimal (0.501)
Confusion Matrix β€” Youden Optimal (0.501)
Aktual: 0 Aktual: 1
Pred: Tidak Bersekolah (0) 115 37
Pred: Bersekolah (1) 35 139
Accuracy: 77.91 %Sensitivity: 78.98 %Specificity: 76.67 %Precision: 79.89 %F1-Score: 79.43 %
ROC-AUC
AUC = 0.8289Baik Β |Β  Skala: 0.9–1.0 Sangat Baik | 0.8–0.9 Baik | 0.7–0.8 Cukup | <0.7 Kurang
ROC Curve

8 Lampiran

8.1 Ringkasan Persentase Status Sekolah per Kategori Prediktor

ringkasan_gabungan <- bind_rows(
  ringkasan_persen_y(dataku_final, "Bagian A β€” Seluruh KRT",
                     vars = c(vars_for_tab,   vars_pendidikan)),
  ringkasan_persen_y(dataku_laki,  "Bagian B β€” KRT Laki-laki",
                     vars = c(vars_for_tab_B, vars_pendidikan))
)

kable(ringkasan_gabungan,
      caption = "Ringkasan % Status Sekolah per Kategori Prediktor β€” Bagian A & B") %>%
  kable_styling(bootstrap_options = c("striped", "hover", "condensed"), full_width = FALSE) %>%
  collapse_rows(columns = c(1, 2), valign = "top")
Ringkasan % Status Sekolah per Kategori Prediktor β€” Bagian A & B
Skenario Variabel Kategori % Tidak Bersekolah % Bersekolah
Bagian A β€” Seluruh KRT Jenis Kelamin Anak (X1) Perempuan 28.7 71.3
Laki-laki 29.4 70.6
Jenis Disabilitas (X2) Disabilitas ganda 47.5 52.5
Disabilitas tunggal 13.3 86.7
Tingkat Kesulitan (X3) Sangat kesulitan 55.3 44.7
Kesulitan 26.4 73.6
Sedikit kesulitan 15.4 84.6
Jenis Kelamin KRT (X4) Perempuan 23.7 76.3
Laki-laki 29.9 70.1
Pendidikan KRT β€” biner (X5) ≀ SMP 31.7 68.3
β‰₯ SMA 21.1 78.9
Pekerjaan KRT (X6) Tidak bekerja 54.5 45.5
Pertanian 30.3 69.7
Nonpertanian 23.3 76.7
Daerah Tinggal (X7) Perdesaan 31.4 68.6
Perkotaan 24.0 76.0
Kepemilikan KIP/PIP (X8) Tidak memiliki 32.8 67.2
Memiliki 6.8 93.2
Status Kemiskinan RT (X9) Miskin 34.6 65.4
Tidak miskin 28.0 72.0
Pendidikan KRT β€” 3 kategori (X5_3KAT) SD ke bawah 33.1 66.9
SMP 29.8 70.2
SMA ke atas 21.1 78.9
Pendidikan Ayah β€” biner (X5_AYAH) ≀ SMP 33.2 66.8
β‰₯ SMA 20.8 79.2
Pendidikan Ibu β€” biner (X5_IBU) ≀ SMP 32.0 68.0
β‰₯ SMA 18.8 81.2
Pendidikan Ayah β€” 3 kategori (X5_AYAH_3KAT) SD ke bawah 33.9 66.1
SMP 32.1 67.9
SMA ke atas 20.8 79.2
Pendidikan Ibu β€” 3 kategori (X5_IBU_3KAT) SD ke bawah 35.6 64.4
SMP 26.9 73.1
SMA ke atas 18.8 81.2
Bagian B β€” KRT Laki-laki Jenis Kelamin Anak (X1) Perempuan 30.8 69.2
Laki-laki 29.2 70.8
Jenis Disabilitas (X2) Disabilitas ganda 49.6 50.4
Disabilitas tunggal 13.1 86.9
Tingkat Kesulitan (X3) Sangat kesulitan 56.6 43.4
Kesulitan 27.0 73.0
Sedikit kesulitan 15.5 84.5
Pendidikan KRT β€” biner (X5) ≀ SMP 33.2 66.8
β‰₯ SMA 20.8 79.2
Pekerjaan KRT (X6) Tidak bekerja 63.6 36.4
Pertanian 33.6 66.4
Nonpertanian 22.8 77.2
Daerah Tinggal (X7) Perdesaan 33.1 66.9
Perkotaan 23.0 77.0
Kepemilikan KIP/PIP (X8) Tidak memiliki 33.6 66.4
Memiliki 7.7 92.3
Status Kemiskinan RT (X9) Miskin 32.7 67.3
Tidak miskin 29.2 70.8
Pendidikan KRT β€” 3 kategori (X5_3KAT) SD ke bawah 33.9 66.1
SMP 32.1 67.9
SMA ke atas 20.8 79.2
Pendidikan Ayah β€” biner (X5_AYAH) ≀ SMP 33.2 66.8
β‰₯ SMA 20.8 79.2
Pendidikan Ibu β€” biner (X5_IBU) ≀ SMP 33.5 66.5
β‰₯ SMA 18.3 81.7
Pendidikan Ayah β€” 3 kategori (X5_AYAH_3KAT) SD ke bawah 33.9 66.1
SMP 32.1 67.9
SMA ke atas 20.8 79.2
Pendidikan Ibu β€” 3 kategori (X5_IBU_3KAT) SD ke bawah 36.9 63.1
SMP 28.7 71.2
SMA ke atas 18.3 81.7

8.2 Perbandingan Ringkas Ketersediaan Data Pendidikan Ayah & Ibu

bind_rows(
  data.frame(
    Skenario = "Bagian A β€” Seluruh KRT",
    `n total` = nrow(dataku_final),
    `n X5 tersedia`      = sum(!is.na(dataku_final$X5)),
    `n X5_AYAH tersedia` = sum(!is.na(dataku_final$X5_AYAH)),
    `n X5_IBU tersedia`  = sum(!is.na(dataku_final$X5_IBU)),
    `n Ayah & Ibu lengkap` = sum(!is.na(dataku_final$X5_AYAH) & !is.na(dataku_final$X5_IBU)),
    check.names = FALSE
  ),
  data.frame(
    Skenario = "Bagian B β€” KRT Laki-laki",
    `n total` = nrow(dataku_laki),
    `n X5 tersedia`      = sum(!is.na(dataku_laki$X5)),
    `n X5_AYAH tersedia` = sum(!is.na(dataku_laki$X5_AYAH)),
    `n X5_IBU tersedia`  = sum(!is.na(dataku_laki$X5_IBU)),
    `n Ayah & Ibu lengkap` = sum(!is.na(dataku_laki$X5_AYAH) & !is.na(dataku_laki$X5_IBU)),
    check.names = FALSE
  )
) %>%
  kable(caption = "Ketersediaan Variabel Pendidikan Ayah & Ibu per Skenario") %>%
  kable_styling(bootstrap_options = c("striped", "hover", "condensed"), full_width = FALSE)
Ketersediaan Variabel Pendidikan Ayah & Ibu per Skenario
Skenario n total n X5 tersedia n X5_AYAH tersedia n X5_IBU tersedia n Ayah & Ibu lengkap
Bagian A β€” Seluruh KRT 306 306 268 289 251
Bagian B β€” KRT Laki-laki 268 268 268 251 251

Selisih antara n X5 tersedia dan n Ayah & Ibu lengkap adalah biaya sampel dari memakai varian Ayah + Ibu. Angka ini yang perlu dilaporkan bila pembimbing menanyakan mengapa n model varian orang tua berbeda dari varian X5.