# Data awal
tabel_permintaan <- data.frame(
permintaan = c(50, 60, 70, 80, 90),
frekuensi = c(10, 20, 40, 20, 10)
)
print(tabel_permintaan)
## permintaan frekuensi
## 1 50 10
## 2 60 20
## 3 70 40
## 4 80 20
## 5 90 10
# total frekuensi
total_frekuensi <- sum(tabel_permintaan$frekuensi)
# peluang
total_frekuensi <- sum(tabel_permintaan$frekuensi)
tabel_permintaan$probabilitas <- tabel_permintaan$frekuensi / total_frekuensi
print(tabel_permintaan)
## permintaan frekuensi probabilitas
## 1 50 10 0.1
## 2 60 20 0.2
## 3 70 40 0.4
## 4 80 20 0.2
## 5 90 10 0.1
# Probabilitas kumulatif
tabel_permintaan$probabilitas_kumulatif <- cumsum(tabel_permintaan$probabilitas)
print(tabel_permintaan)
## permintaan frekuensi probabilitas probabilitas_kumulatif
## 1 50 10 0.1 0.1
## 2 60 20 0.2 0.3
## 3 70 40 0.4 0.7
## 4 80 20 0.2 0.9
## 5 90 10 0.1 1.0
# interval dengan +1 untuk lower bound
tabel_permintaan$batas_bawah<- c(1, head(tabel_permintaan$probabilitas_kumulatif, -1) * 100 + 1)
tabel_permintaan$batas_atas <- tabel_permintaan$probabilitas_kumulatif * 100
print(tabel_permintaan)
## permintaan frekuensi probabilitas probabilitas_kumulatif batas_bawah
## 1 50 10 0.1 0.1 1
## 2 60 20 0.2 0.3 11
## 3 70 40 0.4 0.7 31
## 4 80 20 0.2 0.9 71
## 5 90 10 0.1 1.0 91
## batas_atas
## 1 10
## 2 30
## 3 70
## 4 90
## 5 100
# ekspektasi Berdasarkan distribusi peluang yang sudah dihitung sebelumnya
nilai_ekspektasi <- sum(tabel_permintaan$permintaan * tabel_permintaan$probabilitas)
cat("Ekspektasi permintaan:", nilai_ekspektasi, "\n")
## Ekspektasi permintaan: 70
permintaan_simulasi <- function(n, tabel_permintaan) {
# Bilangan acak dari 1 sampai 100 (diskrit sesuai interval)
bilangan_acak <- sample(1:100, n, replace = TRUE)
# Fungsi bantu untuk menentukan demand berdasarkan interval
get_demand <- function(x) {
index <- which(x >= tabel_permintaan$batas_bawah & x <= tabel_permintaan$batas_atas)
if (length(index) == 0) {
return(NA) # atau fallback ke 70 jika mau pakai nilai tengah
} else {
return(tabel_permintaan$permintaan[index])
}
}
prediksi_permintaan <- sapply(bilangan_acak, get_demand)
# Hapus NA jika ada
result <- data.frame(
bilangan_acak = bilangan_acak,
prediksi_permintaan = prediksi_permintaan
)
result <- na.omit(result)
return(result)
}
set.seed(1000)
# a. 1000 hari
sim_1000 <- permintaan_simulasi(1000, tabel_permintaan)
cat("Rata-rata permintaan (1000 hari):", mean(sim_1000$prediksi_permintaan), "\n")
## Rata-rata permintaan (1000 hari): 70.12097
set.seed(5000)
# b. 5000 hari
sim_5000 <- permintaan_simulasi(5000, tabel_permintaan)
cat("Rata-rata permintaan (5000 hari):", mean(sim_5000$prediksi_permintaan), "\n")
## Rata-rata permintaan (5000 hari): 70.08871
set.seed(20000)
# c. 20000 hari
sim_20000 <- permintaan_simulasi(20000, tabel_permintaan)
cat("Rata-rata permintaan (20000 hari):", mean(sim_20000$prediksi_permintaan), "\n")
## Rata-rata permintaan (20000 hari): 69.89096
perbandingan <- data.frame(
Metode = c("Ekspektasi Teoritis", "Simulasi 1.000 hari", "Simulasi 5.000 hari", "Simulasi 20.000 hari"),
Permintaan_Rata_Rata = c(
round(nilai_ekspektasi, 2),
round(mean(sim_1000$prediksi_permintaan), 2),
round(mean(sim_5000$prediksi_permintaan), 2),
round(mean(sim_20000$prediksi_permintaan), 2)
)
)
# Tampilkan tabel perbandingan baru
print(perbandingan)
## Metode Permintaan_Rata_Rata
## 1 Ekspektasi Teoritis 70.00
## 2 Simulasi 1.000 hari 70.12
## 3 Simulasi 5.000 hari 70.09
## 4 Simulasi 20.000 hari 69.89