# Skenario 1: Menguji Ukuran Sampel (n)
alpha <- 0.05
sd_tetap <- 50
n_levels <- c(5, 30, 100)
cat("Hasil Skenario 1 \n")
## Hasil Skenario 1
for (n in n_levels) {
z_critical <- qnorm(1 - alpha/2)
se <- sd_tetap / sqrt(n)
lebar_interval <- 2 * z_critical * se
cat("Ukuran Sampel (n) =", n, " -> Lebar Interval =", lebar_interval, "\n")
}
## Ukuran Sampel (n) = 5 -> Lebar Interval = 87.65225
## Ukuran Sampel (n) = 30 -> Lebar Interval = 35.78388
## Ukuran Sampel (n) = 100 -> Lebar Interval = 19.59964
Interpretasi : angka Lebar Interval pasti semakin mengecil
(menyempit) seiring bertambahnya n. Artinya, semakin besar sampel, angka
standard error semakin kecil sehingga estimasi semakin presisi.
# Skenario 2: Pengaruh Variabilitas Data (Standar Deviasi)
alpha <- 0.05
n_tetap <- 30
sd_levels <- c(10, 50, 90)
cat("Hasil Skenario \n")
## Hasil Skenario
for (sd in sd_levels) {
z_critical <- qnorm(1 - alpha/2)
se <- sd / sqrt(n_tetap)
lebar_interval <- 2 * z_critical * se
cat("Standar Deviasi (SD) =", sd, " -> Lebar Interval =", lebar_interval, "\n")
}
## Standar Deviasi (SD) = 10 -> Lebar Interval = 7.156777
## Standar Deviasi (SD) = 50 -> Lebar Interval = 35.78388
## Standar Deviasi (SD) = 90 -> Lebar Interval = 64.41099
Interpretasi: angka Lebar Interval pasti semakin membesar (melebar)
seiring bertambahnya nilai SD. Artinya, data populasi yang semakin
acak/beragam meningkatkan ketidakpastian, sehingga rentang tebakan harus
dibuat lebih lebar.
# Skenario 3: Pengaruh Pengetahuan Standar Deviasi Populasi
alpha <- 0.05
n_kecil <- 5
sd_tetap <- 50
# 1. Kondisi Diketahui (Z)
z_critical <- qnorm(1 - alpha/2)
lebar_z <- 2 * z_critical * (sd_tetap / sqrt(n_kecil))
# 2. Kondisi Tidak Diketahui (t)
t_critical <- qt(1 - alpha/2, df = n_kecil - 1)
lebar_t <- 2 * t_critical * (sd_tetap / sqrt(n_kecil))
cat("Hasil Skenario \n")
## Hasil Skenario
cat("Kondisi SD Diketahui (Distribusi Z) -> Lebar Interval =", lebar_z, "\n")
## Kondisi SD Diketahui (Distribusi Z) -> Lebar Interval = 87.65225
cat("Kondisi SD Tidak Diketahui (Distribusi t) -> Lebar Interval =", lebar_t, "\n")
## Kondisi SD Tidak Diketahui (Distribusi t) -> Lebar Interval = 124.1664
Interpretasi: kondisi Tidak Diketahui (t) pasti menghasilkan rentang
yang lebih lebar daripada kondisi Diketahui (Z). Hal ini karena
distribusi t memiliki ekor yang lebih tebal (fat tails) untuk memberikan
toleransi ekstra terhadap ketidakpastian akibat parameter populasi yang
tidak diketahui.