set.seed(150)
kumpulan_data <- rnorm(1000, mean = 30, sd = 2.5)
vektor_rata_rata <- numeric(50)
for(i in 1:50) {
sampel_bootstrap <- sample(kumpulan_data, size = 1000, replace = TRUE)
vektor_rata_rata[i] <- mean(sampel_bootstrap)
}
Interpretasi Latihan 1:
Kode di atas membangkitkan 1000 data observasi dengan distribusi normal, lalu melakukan proses iterasi 50 kali untuk mengambil sampel acak dengan pengembalian (resampling) dan menyimpan masing-masing nilai rata-ratanya ke dalam sebuah vektor.
par(mfrow = c(2, 1), mar = c(5, 5, 3, 2))
hist(vektor_rata_rata, main = "Distribusi Rata-Rata (50 Sampel Bootstrap)", xlab = "Rata-Rata", ylab = "Frekuensi", col = "#ff6f69", border = "white", las = 1)
hist(kumpulan_data, main = "Distribusi 1000 Observasi Data Asli", xlab = "Nilai", ylab = "Frekuensi", col = "#88d8b0", border = "white", las = 1)
par(mfrow = c(1, 1))
Interpretasi Latihan 2:
Secara keseluruhan, visualisasi pada Latihan 2 merupakan bukti langsung dari Teorema Limit Pusat (Central Limit Theorem). Proses resampling melalui metode Bootstrap berhasil menekan variabilitas secara signifikan, membuktikan bahwa distribusi rata-rata sampel selalu memiliki penyebaran yang jauh lebih sempit dibandingkan distribusi data aslinya, sehingga memberikan estimasi nilai rata-rata populasi yang sangat akurat dan presisi.