Variabel random adalah variabel yang nilainya ditentukan oleh hasil percobaan acak. Terdapat dua jenis:
Tugas ini terdiri dari dua bagian:
Skenario: Dari 10 soal pilihan ganda, peluang seorang mahasiswa menjawab benar setiap soal adalah 0,7. Disimulasikan sebanyak 1.000 mahasiswa.
n_soal <- 10
p_benar <- 0.7
binom_data <- rbinom(n, size = n_soal, prob = p_benar)
cat("Rata-rata soal benar:", round(mean(binom_data), 2), "\n")
## Rata-rata soal benar: 7.01
cat("Standar deviasi :", round(sd(binom_data), 2), "\n")
## Standar deviasi : 1.45
cat("P(benar > 8 soal) :", round(mean(binom_data > 8), 4))
## P(benar > 8 soal) : 0.155
hist(binom_data,
breaks = 10,
main = "Distribusi Binomial (n=10, p=0.7)",
xlab = "Jumlah Soal Benar",
col = "lightblue",
border = "white")
abline(v = mean(binom_data), col = "red", lwd = 2, lty = 2)
legend("topleft", legend = paste("Mean =", round(mean(binom_data), 2)),
col = "red", lty = 2, lwd = 2)
Histogram menunjukkan distribusi condong ke kanan karena probabilitas sukses (p = 0,7) cukup tinggi, sehingga sebagian besar mahasiswa mampu menjawab lebih dari 7 soal dengan benar.
Skenario: Rata-rata email yang masuk ke kotak masuk per jam adalah 8 email. Disimulasikan selama 1.000 jam.
lambda_email <- 8
poisson_data <- rpois(n, lambda = lambda_email)
cat("Rata-rata email per jam :", round(mean(poisson_data), 2), "\n")
## Rata-rata email per jam : 7.99
cat("P(email > 10 per jam) :", round(mean(poisson_data > 10), 4))
## P(email > 10 per jam) : 0.177
hist(poisson_data,
breaks = 15,
main = "Distribusi Poisson (lambda = 8)",
xlab = "Jumlah Email per Jam",
col = "lightgreen",
border = "white")
abline(v = lambda_email, col = "red", lwd = 2, lty = 2)
legend("topright", legend = paste("Lambda =", lambda_email),
col = "red", lty = 2, lwd = 2)
Histogram memperlihatkan bentuk khas distribusi Poisson yang sedikit miring ke kanan, berpusat di sekitar \(\lambda = 8\).
Skenario: Berat badan mahasiswa di suatu universitas berdistribusi normal dengan rata-rata 65 kg dan standar deviasi 8 kg. Disimulasikan sebanyak 1.000 mahasiswa.
mu_bb <- 65
sigma_bb <- 8
normal_data <- rnorm(n, mean = mu_bb, sd = sigma_bb)
cat("Rata-rata berat badan :", round(mean(normal_data), 2), "kg\n")
## Rata-rata berat badan : 65.34 kg
cat("P(berat > 70 kg) :", round(mean(normal_data > 70), 4))
## P(berat > 70 kg) : 0.29
hist(normal_data,
breaks = 30,
main = "Distribusi Normal (mu=65, sigma=8)",
xlab = "Berat Badan (kg)",
col = "lightpink",
border = "white")
abline(v = mu_bb, col = "red", lwd = 2, lty = 2)
legend("topright", legend = paste("Mean =", mu_bb, "kg"),
col = "red", lty = 2, lwd = 2)
Histogram membentuk kurva lonceng simetris di sekitar 65 kg, sesuai karakteristik distribusi normal.
Skenario: Waktu tunggu pelanggan di kasir supermarket berdistribusi eksponensial dengan rata-rata 3 menit. Disimulasikan sebanyak 1.000 pelanggan.
rate_kasir <- 1/3
exp_data <- rexp(n, rate = rate_kasir)
cat("Rata-rata waktu tunggu :", round(mean(exp_data), 2), "menit\n")
## Rata-rata waktu tunggu : 3.02 menit
cat("P(tunggu > 5 menit) :", round(mean(exp_data > 5), 4))
## P(tunggu > 5 menit) : 0.171
hist(exp_data,
breaks = 30,
main = "Distribusi Eksponensial (mean = 3 menit)",
xlab = "Waktu Tunggu (menit)",
col = "lightyellow",
border = "white")
abline(v = mean(exp_data), col = "red", lwd = 2, lty = 2)
legend("topright", legend = paste("Mean =", round(mean(exp_data), 2), "menit"),
col = "red", lty = 2, lwd = 2)
Histogram memperlihatkan distribusi yang sangat miring ke kanan — mayoritas pelanggan hanya menunggu sebentar, namun ada sebagian kecil yang menunggu jauh lebih lama.
Latar belakang: Sebuah bioskop ingin menganalisis pola operasionalnya selama setahun (365 hari). Terdapat tiga variabel yang dimodelkan:
| Variabel | Distribusi | Parameter |
|---|---|---|
| Jumlah penonton per sesi | Poisson | \(\lambda = 120\) |
| Durasi film | Normal | \(\mu = 110\) menit, \(\sigma = 15\) menit |
| Waktu antar kedatangan penonton | Eksponensial | mean = 2 menit |
Pertanyaan:
set.seed(42)
n_hari <- 365
lambda_penonton <- 120
penonton_data <- rpois(n_hari, lambda = lambda_penonton)
cat("Rata-rata penonton per sesi :", round(mean(penonton_data), 2), "\n")
## Rata-rata penonton per sesi : 119.48
cat("P(penonton > 140) :", round(mean(penonton_data > 140), 4), "\n")
## P(penonton > 140) : 0.0301
cat("P(penonton < 100) :", round(mean(penonton_data < 100), 4))
## P(penonton < 100) : 0.0247
mu_durasi <- 110
sigma_durasi <- 15
durasi_data <- rnorm(n_hari, mean = mu_durasi, sd = sigma_durasi)
cat("Rata-rata durasi film :", round(mean(durasi_data), 2), "menit\n")
## Rata-rata durasi film : 108.78 menit
cat("P(durasi antara 90-120 menit) :", round(mean(durasi_data >= 90 & durasi_data <= 120), 4))
## P(durasi antara 90-120 menit) : 0.6712
rate_kedatangan <- 1/2
kedatangan_data <- rexp(n_hari, rate = rate_kedatangan)
cat("Rata-rata waktu antar kedatangan :", round(mean(kedatangan_data), 2), "menit\n")
## Rata-rata waktu antar kedatangan : 2.05 menit
cat("P(waktu antar kedatangan < 1 mnt):", round(mean(kedatangan_data < 1), 4))
## P(waktu antar kedatangan < 1 mnt): 0.3836
par(mfrow = c(1, 3))
hist(penonton_data,
breaks = 20, col = "steelblue", border = "white",
main = "Jumlah Penonton\n(Poisson, λ=120)",
xlab = "Jumlah Penonton")
abline(v = mean(penonton_data), col = "red", lwd = 2, lty = 2)
hist(durasi_data,
breaks = 20, col = "coral", border = "white",
main = "Durasi Film\n(Normal, μ=110, σ=15)",
xlab = "Durasi (menit)")
abline(v = mean(durasi_data), col = "red", lwd = 2, lty = 2)
hist(kedatangan_data,
breaks = 20, col = "mediumseagreen", border = "white",
main = "Waktu Antar Kedatangan\n(Eksponensial, mean=2)",
xlab = "Waktu (menit)")
abline(v = mean(kedatangan_data), col = "red", lwd = 2, lty = 2)
par(mfrow = c(1, 1))
Bagian 1 menunjukkan bahwa setiap distribusi memiliki bentuk histogram yang khas: Binomial dan Poisson (diskrit) membentuk pola batang, Normal (kontinu) membentuk lonceng simetris, dan Eksponensial (kontinu) sangat miring ke kanan.
Studi kasus bioskop membuktikan bahwa variabel-variabel operasional dunia nyata dapat dimodelkan secara efektif menggunakan distribusi probabilitas yang sesuai, memungkinkan analisis seperti peluang kepadatan penonton atau estimasi waktu operasional.