Partisipasi perempuan dalam angkatan kerja terus meningkat dan memunculkan beragam persepsi di masyarakat. Di Amerika Serikat, pergeseran pandangan ini cukup dramatis — pada 1986, sekitar 52% orang Amerika percaya anak prasekolah akan menderita jika ibunya bekerja. Pada 2016, angka itu turun menjadi 28%.
Namun, perubahan ini tidak merata. Muncul fenomena stalled gender revolution — masa stagnansi pada pertengahan 1990-an hingga awal 2000-an di mana sikap masyarakat sempat berbalik ke arah konservatif, sebelum kembali liberal setelah 2010. Dua faktor yang konsisten memengaruhi perbedaan ini adalah:
Pertanyaan: Apakah pola ini masih bertahan di tahun 2024?
Data berasal dari General Social Survey (GSS) 2024, survei sosial nasional yang telah berjalan sejak 1972 di Amerika Serikat. Setelah seleksi variabel dan penghapusan observasi yang tidak lengkap, diperoleh 2.157 responden.
| Variabel | Peran | Kategori |
|---|---|---|
| fechld | Respon (Ordinal) | Strongly Disagree, Disagree, Agree, Strongly Agree |
| degree | Prediktor | Less than HS, High School, Associate/Junior College, Bachelor’s, Graduate |
| sex | Prediktor | Female (ref), Male |
Variabel fechld menangkap respons
terhadap pernyataan: “Seorang ibu yang bekerja dapat membangun
hubungan yang sama hangat dan amannya dengan anaknya seperti ibu yang
tidak bekerja.”
| Persepsi terhadap Ibu Bekerja | n | Proporsi |
|---|---|---|
| Strongly Disagree | 106 | 4.9% |
| Disagree | 425 | 19.7% |
| Agree | 932 | 43.2% |
| Strongly Agree | 694 | 32.2% |
| Total | 2157 | 100% |
75.4% responden bersikap positif (Agree + Strongly Agree) terhadap ibu bekerja — mencerminkan pergeseran signifikan dibanding dekade sebelumnya.
| Variabel | Kategori | n | Proporsi |
|---|---|---|---|
| Tingkat Pendidikan | Less than High School | 185 | 8.6% |
| High School | 994 | 46.1% | |
| Associate/Junior College | 187 | 8.7% | |
| Bachelor’s | 476 | 22.1% | |
| Graduate | 315 | 14.6% | |
| Jenis Kelamin | Female (Referensi) | 1204 | 55.8% |
| Male | 953 | 44.2% |
Karena variabel respon bersifat ordinal (berjenjang), metode yang digunakan adalah regresi logistik ordinal dengan model cumulative logit:
\[\log\frac{P(Y \leq j)}{P(Y > j)} = \alpha_j + \beta_1 X_1 + \beta_2 X_2, \quad j = 1, 2, \ldots, J-1\]
Model ini berasumsi bahwa pengaruh prediktor konstan di setiap batas kategori (proportional odds assumption). Parameter diestimasi dengan Maximum Likelihood Estimation (MLE).
Interpretasi menggunakan Odds Ratio:
\[OR_k = e^{\beta_k}\]
| Variabel Prediktor | VIF |
|---|---|
| degree (Tingkat Pendidikan) | 1.000198 |
| sex (Jenis Kelamin) | 1.000198 |
Kedua variabel memiliki VIF ≈ 1 (jauh di bawah batas 10) → tidak ada masalah multikolinearitas. Kedua prediktor dapat digunakan bersamaan tanpa gangguan estimasi.
| Parameter | Koefisien | Std. Error | t-value | p-value |
|---|---|---|---|---|
| degree | 0.2351 | 0.0321 | 7.327 | 2.35 × 10⁻¹³ |
| sex (Male) | -0.4973 | 0.0809 | -6.142 | 8.17 × 10⁻¹⁰ |
| Threshold: SD|D | -2.5749 | 0.1381 | -18.647 | 1.33 × 10⁻⁷⁷ |
| Threshold: D|A | -0.7051 | 0.1093 | -6.449 | 1.13 × 10⁻¹⁰ |
| Threshold: A|SA | 1.2278 | 0.1117 | 10.997 | 3.97 × 10⁻²⁸ |
Kedua prediktor signifikan secara statistik (p < 0.001). Namun sebelum interpretasi lebih lanjut, perlu diperiksa apakah asumsi proportional odds terpenuhi.
| Komponen Uji | Chi-Square | df | p-value |
|---|---|---|---|
| Omnibus (seluruh model) | 10.71 | 4 | 0.03 ✗ |
| degree | 1.44 | 2 | 0.49 ✓ |
| sex (Male) | 9.17 | 2 | 0.01 ✗ |
Kesimpulan:
degree: p = 0.49 → asumsi terpenuhi
✓sex: p = 0.01 → asumsi tidak terpenuhi
✗Karena asumsi dilanggar khusus pada variabel sex, model
perlu dimodifikasi. Jika seluruh variabel diperlakukan bebas
(multinomial logit), informasi urutan kategori respon akan hilang.
Solusi yang tepat: Partial Proportional Odds Model
(PPOM).
PPOM memungkinkan:
degree)
→ koefisien konstan di semua batas kategorisex) →
koefisien bebas di tiap batas kategori| Parameter | Koefisien | Std. Error | p-value | Signifikan? |
|---|---|---|---|---|
| Intercept | ||||
| Intercept (SD|D) | -2.470 | 0.257 | < 0.001 | ✓ |
| Intercept (D|A) | -0.605 | 0.133 | < 0.001 | ✓ |
| Intercept (A|SA) | 1.161 | 0.125 | < 0.001 | ✓ |
| degree (konstan) | ||||
| degree (SD|D) | -0.170 | 0.083 | 0.040 | ✓ |
| degree (D|A) | -0.258 | 0.042 | < 0.001 | ✓ |
| degree (A|SA) | -0.225 | 0.037 | < 0.001 | ✓ |
| sex Male (bebas per batas) | ||||
| sex Male (SD|D) | -0.047 | 0.201 | 0.817 | ✗ |
| sex Male (D|A) | 0.433 | 0.101 | < 0.001 | ✓ |
| sex Male (A|SA) | 0.591 | 0.096 | < 0.001 | ✓ |
Perhatikan bahwa pengaruh sex pada batas SD|D
tidak signifikan (p = 0.817), namun signifikan pada dua
batas berikutnya. Ini mengonfirmasi perlunya PPOM — efek gender tidak
seragam di seluruh kategori.
| Model | Log-Likelihood | Jml. Parameter | AIC |
|---|---|---|---|
| Proportional Odds (POM) | -2531.986 | 2 | 5073.972 |
| Partial Proportional Odds (PPOM) | -2527.463 | 4 | 5068.926 |
PPOM memiliki AIC lebih rendah (5068.93 vs 5073.97) → PPOM lebih baik meski menggunakan lebih banyak parameter. Model ini dipilih sebagai model akhir.
| G² | df | p-value |
|---|---|---|
| 93.6704 | 5 | < 2.2 × 10⁻¹⁶ |
p-value < 0.05 → setidaknya satu prediktor berpengaruh
signifikan secara bersama-sama. Model dengan
degree dan sex jauh lebih baik dari model
tanpa prediktor.
| Variabel | OR | CI 95% (Bawah) | CI 95% (Atas) | Interpretasi |
|---|---|---|---|---|
| degree (Tingkat Pendidikan) | 1.265 | 1.188 | 1.347 | Naik 1 jenjang pendidikan → 26.5% lebih mungkin mendukung ibu bekerja |
| sex Male (Jenis Kelamin: Laki-laki) | 0.608 | 0.519 | 0.713 | Laki-laki 39.2% lebih kecil kemungkinannya mendukung vs. perempuan |
| Statistik Uji | df | p-value |
|---|---|---|
| LR Deviance = 9.4768 | 9 | 0.3945 |
p-value = 0.3945 > 0.05 → model fit terhadap data. Tidak ada perbedaan signifikan antara prediksi model dan data observasi.
Penelitian ini menganalisis persepsi 2.157 responden AS tahun 2024 terhadap ibu bekerja menggunakan Partial Proportional Odds Model. Berikut ringkasan temuan:
| No | Temuan Utama |
|---|---|
| 1 | Tidak ada multikolinearitas antara degree dan sex (VIF ≈ 1) |
| 2 | Asumsi proportional odds dilanggar pada variabel sex → PPOM diterapkan |
| 3 | Model PPOM lebih baik dari POM standar berdasarkan AIC (5068.93 < 5073.97) |
| 4 | Tingkat pendidikan berpengaruh positif signifikan: OR = 1.265 — makin tinggi pendidikan, makin mendukung ibu bekerja |
| 5 | Laki-laki cenderung kurang mendukung dibanding perempuan: OR = 0.608 |
| 6 | Model layak digunakan: Lipsitz GoF p = 0.395 > 0.05 |
Kesimpulan: Mayoritas masyarakat AS 2024 mendukung ibu bekerja (75.4%), namun kesenjangan berdasarkan jenis kelamin dan pendidikan masih nyata — menandakan revolusi gender belum sepenuhnya tuntas.