1 Pendahuluan

Isu yang Diangkat

Perbedaan jenis kelamin, tingkat pendidikan, dan status pekerjaan merupakan isu strategis dalam penelitian sosial dan ketenagakerjaan. Ketiga variabel ini saling berkaitan secara kompleks dan tidak dapat dikaji secara terpisah.

1.1 Latar Belakang

Berbagai penelitian menunjukkan bahwa:

  • Individu berpendidikan lebih tinggi umumnya memiliki peluang kerja yang lebih baik
  • Namun pola tersebut tidak selalu sama pada setiap kelompok jenis kelamin (ILO, 2024; OECD, 2024)
  • Pria dan wanita dapat menghadapi peluang yang berbeda di pasar kerja meski tingkat pendidikan setara
  • Sebagian besar penelitian terdahulu menggunakan pendekatan regresi yang hanya fokus pada satu variabel respons

Diperlukan metode yang mampu mengkaji hubungan beberapa variabel kategorik secara simultan — inilah yang mendorong penggunaan Model Log-Linear Tiga Arah.

1.2 Tujuan Penelitian

  1. Menganalisis hubungan antara jenis kelamin, tingkat pendidikan, dan status pekerjaan secara bersamaan
  2. Menguji keberadaan asosiasi antar pasangan variabel
  3. Mengidentifikasi struktur asosiasi terbaik menggunakan model log-linear

2 Data yang Digunakan

2.1 Sumber Data

General Social Survey (GSS) 2024
Dikelola oleh NORC (National Opinion Research Center), University of Chicago
🔗 https://gss.norc.org

  • Total responden: 3.167 orang
  • Variabel: Jenis Kelamin, Tingkat Pendidikan, Status Pekerjaan

2.2 Pengelompokan Variabel

2.2.1 Tingkat Pendidikan

Pengelompokan mengacu pada klasifikasi Bureau of Labor Statistics (BLS) Amerika Serikat

Pengelompokan Tingkat Pendidikan (Sumber: BLS Classification)
Kelompok Kategori Asli GSS
Rendah Less than high school diploma; High school graduate
Menengah Some college; Associate degree
Tinggi Bachelor’s degree; Graduate degree

2.2.2 Status Pekerjaan

Pengelompokan mengacu pada konsep International Labour Organization (ILO)

Pengelompokan Status Pekerjaan (Sumber: ILO Classification)
Kelompok Kategori Asli GSS
Bekerja Working full time; Working part time; Temporarily not working
Menganggur Unemployed, laid off
Bukan Angkatan Kerja Retired; School; Keeping house

3 Input Data & Tabel Kontingensi

Total responden: 3167

3.1 Distribusi Frekuensi Per Variabel

Distribusi Responden Berdasarkan Variabel Penelitian
Variabel Kategori Frekuensi Persentase
Jenis Kelamin Pria 1418 44.8%
Wanita 1749 55.2%
Tingkat Pendidikan Rendah 1702 53.7%
Menengah 286 9.0%
Tinggi 1179 37.2%
Status Pekerjaan Bekerja 1829 57.7%
Menganggur 167 5.3%
Bukan Angkatan Kerja 1171 37.0%

3.2 Tabel Kontingensi Tiga Arah

Distribusi Responden: Status Pekerjaan Bekerja
Jenis Kelamin Rendah Menengah Tinggi Total
Pria 472 76 348 896
Wanita 417 114 402 933
Total 889 190 750 1829
Distribusi Responden: Status Pekerjaan Menganggur
Jenis Kelamin Rendah Menengah Tinggi Total
Pria 68 4 17 89
Wanita 60 6 12 78
Total 128 10 29 167
Distribusi Responden: Status Pekerjaan Bukan Angkatan Kerja
Jenis Kelamin Rendah Menengah Tinggi Total
Pria 241 31 161 433
Wanita 444 55 239 738
Total 685 86 400 1171

🔍 Pola Awal yang Terlihat: Wanita berpendidikan rendah yang berada di luar angkatan kerja jauh lebih banyak (444) dibanding pria (241). Hal ini mengindikasikan kemungkinan adanya asosiasi antara jenis kelamin dan status pekerjaan.


4 Model Log-Linear

4.1 Bentuk Umum Model

\[\log(\mu_{ijk}) = \lambda + \lambda_i^X + \lambda_j^Y + \lambda_k^Z + \lambda_{ij}^{XY} + \lambda_{ik}^{XZ} + \lambda_{jk}^{YZ} + \lambda_{ijk}^{XYZ}\]

Simbol Keterangan
\(\lambda\) Efek rata-rata umum (skala log)
\(\lambda_i^X, \lambda_j^Y, \lambda_k^Z\) Efek utama variabel X, Y, Z
\(\lambda_{ij}^{XY}, \lambda_{ik}^{XZ}, \lambda_{jk}^{YZ}\) Asosiasi dua arah antar variabel
\(\lambda_{ijk}^{XYZ}\) Interaksi tiga arah

4.2 Hierarki Model yang Diuji

Berikut adalah ringkasan 5 jenis model log-linear yang diuji:

Hierarki Model Log-Linear Tiga Arah
Jenis Model Generating Class Interaksi yang Ada
Mutual Independence [X][Y][Z] Tidak ada
Partial Independence [XY][Z], [XZ][Y], [YZ][X] Satu interaksi dua arah
Conditional Independence [XY][XZ], [XY][YZ], [XZ][YZ] Dua interaksi dua arah
Homogeneous Association [XY][XZ][YZ] Semua interaksi dua arah (tanpa tiga arah)
Saturated [XYZ] Semua interaksi (termasuk tiga arah)

5 Pemilihan Model Terbaik

5.1 Perbandingan Semua Model

Perbandingan Goodness-of-Fit Seluruh Model Log-Linear
Model df p-value G² AIC BIC
[X][Y][Z] Mutual Independence 135.0655 131.6089 12 0.0000 259.76 265.10
[X][YZ] Partial Indep X 65.2268 64.8332 8 0.0000 197.92 206.82
[Y][XZ] Partial Indep Y 87.8855 85.0869 10 0.0000 216.58 223.70
[Z][XY] Partial Indep Z 130.0439 127.4172 10 0.0000 258.74 265.86
[XY][XZ] Cond Indep YZ|X 82.8640 79.6363 8 0.0000 215.56 224.46
[XY][YZ] Cond Indep XZ|Y 60.2053 59.6533 6 0.0000 196.90 207.58
[XZ][YZ] Cond Indep XY|Z 18.0469 18.0073 6 0.0061 154.74 165.42
[XY][XZ][YZ] Homogeneous Assoc 11.1787 11.2156 4 0.0246 151.87 164.34
[XYZ] Saturated 0.0000 0.0000 0 1.0000 148.69 164.72

*Model Terpilih: Homogeneous Association [XY][XZ][YZ]**

  • G² = 11.1787, df = 4, p-value = 0.0246
  • BIC = 164.34 → lebih kecil dibanding Saturated (BIC = 164.72)
  • Mempertahankan seluruh interaksi dua arah tanpa interaksi tiga arah
  • Lebih parsimonious dan mudah diinterpretasikan

5.2 Mengapa Bukan Model Saturated?

Analysis of Deviance Table

Model 1: Freq ~ X_Sex * Y_Education + X_Sex * Z_WorkStatus + Y_Education * 
    Z_WorkStatus
Model 2: Freq ~ X_Sex * Y_Education * Z_WorkStatus
  Resid. Df Resid. Dev Df Deviance Pr(>Chi)  
1         4     11.179                       
2         0      0.000  4   11.179  0.02463 *
---
Signif. codes:  0 '***' 0.001 '**' 0.01 '*' 0.05 '.' 0.1 ' ' 1

Meskipun model Saturated memiliki G² = 0, model ini tidak memberikan nilai tambah interpretasi karena seluruh interaksi (termasuk tiga arah) sudah dimasukkan. BIC Saturated (164.72) justru lebih besar dari Homogeneous Association (164.34), sehingga model Homogeneous Association lebih dipilih.


6 Pengujian Signifikansi Interaksi

6.1 Likelihood Ratio Test (LRT)

Pengujian dilakukan dengan membandingkan model penuh (Homogeneous Association) terhadap model yang menghilangkan satu interaksi:

\[\Delta G^2 = G^2(M_{reduced}) - G^2(M_{full})\]

Pengujian Signifikansi Interaksi Dua Arah (LRT)
Interaksi yang Diuji Model Reduced ΔG² Δdf p-value Keputusan
YZ: Pendidikan × Status Pekerjaan [XY][XZ] tanpa YZ 71.6853 4 0.0000 Signifikan
XZ: Jenis Kelamin × Status Pekerjaan [XY][YZ] tanpa XZ 49.0266 2 0.0000 Signifikan
XY: Jenis Kelamin × Pendidikan [XZ][YZ] tanpa XY 6.8682 2 0.0323 Signifikan

Seluruh interaksi dua arah signifikan pada taraf 5% (p-value < 0.05):

  1. Pendidikan × Status Pekerjaan — ΔG² = 71.6853 (terkuat)
  2. Jenis Kelamin × Status Pekerjaan — ΔG² = 49.0266
  3. Jenis Kelamin × Pendidikan — ΔG² = 6.8682 (signifikan, relatif lebih kecil)

7 Estimasi Parameter Model Final


Call:
glm(formula = Freq ~ X_Sex * Y_Education + X_Sex * Z_WorkStatus + 
    Y_Education * Z_WorkStatus, family = poisson(link = "log"), 
    data = data_xyz)

Coefficients:
                                                 Estimate Std. Error z value
(Intercept)                                       6.11001    0.04473 136.591
X_SexFEMALE                                      -0.02629    0.05999  -0.438
Y_EducationMiddle                                -1.72547    0.10941 -15.771
Y_EducationHigh                                  -0.20887    0.06311  -3.309
Z_WorkStatusUnemployed                           -1.87166    0.12105 -15.461
Z_WorkStatusNot in Labor Force                   -0.54410    0.06726  -8.089
X_SexFEMALE:Y_EducationMiddle                     0.34040    0.13215   2.576
X_SexFEMALE:Y_EducationHigh                       0.07721    0.07747   0.997
X_SexFEMALE:Z_WorkStatusUnemployed               -0.13951    0.16342  -0.854
X_SexFEMALE:Z_WorkStatusNot in Labor Force        0.50926    0.07699   6.614
Y_EducationMiddle:Z_WorkStatusUnemployed         -0.99455    0.33824  -2.940
Y_EducationHigh:Z_WorkStatusUnemployed           -1.31202    0.21159  -6.201
Y_EducationMiddle:Z_WorkStatusNot in Labor Force -0.57338    0.14061  -4.078
Y_EducationHigh:Z_WorkStatusNot in Labor Force   -0.37754    0.08072  -4.677
                                                 Pr(>|z|)    
(Intercept)                                       < 2e-16 ***
X_SexFEMALE                                      0.661151    
Y_EducationMiddle                                 < 2e-16 ***
Y_EducationHigh                                  0.000935 ***
Z_WorkStatusUnemployed                            < 2e-16 ***
Z_WorkStatusNot in Labor Force                   6.00e-16 ***
X_SexFEMALE:Y_EducationMiddle                    0.009996 ** 
X_SexFEMALE:Y_EducationHigh                      0.318913    
X_SexFEMALE:Z_WorkStatusUnemployed               0.393296    
X_SexFEMALE:Z_WorkStatusNot in Labor Force       3.73e-11 ***
Y_EducationMiddle:Z_WorkStatusUnemployed         0.003278 ** 
Y_EducationHigh:Z_WorkStatusUnemployed           5.61e-10 ***
Y_EducationMiddle:Z_WorkStatusNot in Labor Force 4.55e-05 ***
Y_EducationHigh:Z_WorkStatusNot in Labor Force   2.91e-06 ***
---
Signif. codes:  0 '***' 0.001 '**' 0.01 '*' 0.05 '.' 0.1 ' ' 1

(Dispersion parameter for poisson family taken to be 1)

    Null deviance: 2946.514  on 17  degrees of freedom
Residual deviance:   11.179  on  4  degrees of freedom
AIC: 151.87

Number of Fisher Scoring iterations: 4
Koefisien Estimasi Model Homogeneous Association
Estimate Std. Error z value Pr(>&#124;z&#124;) Sig.
(Intercept) 6.1100 0.0447 136.5914 0.0000 ***
X_SexFEMALE -0.0263 0.0600 -0.4383 0.6612
Y_EducationMiddle -1.7255 0.1094 -15.7706 0.0000 ***
Y_EducationHigh -0.2089 0.0631 -3.3094 0.0009 ***
Z_WorkStatusUnemployed -1.8717 0.1211 -15.4614 0.0000 ***
Z_WorkStatusNot in Labor Force -0.5441 0.0673 -8.0894 0.0000 ***
X_SexFEMALE:Y_EducationMiddle 0.3404 0.1321 2.5760 0.0100
X_SexFEMALE:Y_EducationHigh 0.0772 0.0775 0.9967 0.3189
X_SexFEMALE:Z_WorkStatusUnemployed -0.1395 0.1634 -0.8537 0.3933
X_SexFEMALE:Z_WorkStatusNot in Labor Force 0.5093 0.0770 6.6143 0.0000 ***
Y_EducationMiddle:Z_WorkStatusUnemployed -0.9945 0.3382 -2.9404 0.0033 **
Y_EducationHigh:Z_WorkStatusUnemployed -1.3120 0.2116 -6.2009 0.0000 ***
Y_EducationMiddle:Z_WorkStatusNot in Labor Force -0.5734 0.1406 -4.0776 0.0000 ***
Y_EducationHigh:Z_WorkStatusNot in Labor Force -0.3775 0.0807 -4.6773 0.0000 ***

8 Diagnostik Model

8.1 Frekuensi Harapan vs Pengamatan

Diagnostik Model Homogeneous Association — Seluruh Sel
Jenis Kelamin Pendidikan Status Pekerjaan Observed Fitted Pearson Res. Std. Res. Dev. Res.
MALE Low Employed 472 450.3434 1.0205 3.2453 1.0125
MALE Low Unemployed 68 69.2935 -0.1554 -0.4841 -0.1559
MALE Low Not in Labor Force 241 261.3631 -1.2596 -3.1202 -1.2765
MALE Middle Employed 76 80.2012 -0.4691 -1.1566 -0.4733
MALE Middle Unemployed 4 4.5646 -0.2643 -0.3771 -0.2700
MALE Middle Not in Labor Force 31 26.2342 0.9305 1.3611 0.9042
MALE High Employed 348 365.4554 -0.9131 -2.7077 -0.9205
MALE High Unemployed 17 15.1419 0.4775 0.7736 0.4682
MALE High Not in Labor Force 161 145.4027 1.2935 2.4679 1.2713
FEMALE Low Employed 417 438.6566 -1.0340 -3.2453 -1.0427
FEMALE Low Unemployed 60 58.7065 0.1688 0.4841 0.1682
FEMALE Low Not in Labor Force 444 423.6369 0.9893 3.1202 0.9816
FEMALE Middle Employed 114 109.7988 0.4009 1.1566 0.3984
FEMALE Middle Unemployed 6 5.4354 0.2422 0.3771 0.2382
FEMALE Middle Not in Labor Force 55 59.7658 -0.6165 -1.3611 -0.6249
FEMALE High Employed 402 384.5446 0.8901 2.7077 0.8835
FEMALE High Unemployed 12 13.8581 -0.4991 -0.7736 -0.5110
FEMALE High Not in Labor Force 239 254.5973 -0.9775 -2.4679 -0.9878

8.2 Sel dengan Residual Terbesar (|Std. Residual| > 3)

Sel dengan Standardized Residual |> 3|
Jenis Kelamin Pendidikan Status Pekerjaan Observed Fitted Pearson Res. Std. Res. Dev. Res.
1 MALE Low Employed 472 450.3434 1.0205 3.2453 1.0125
3 MALE Low Not in Labor Force 241 261.3631 -1.2596 -3.1202 -1.2765
10 FEMALE Low Employed 417 438.6566 -1.0340 -3.2453 -1.0427
12 FEMALE Low Not in Labor Force 444 423.6369 0.9893 3.1202 0.9816

Empat sel dengan residual besar semuanya berasal dari kelompok berpendidikan rendah, mengindikasikan bahwa model masih memiliki penyimpangan terbesar pada kelompok ini. Namun jumlahnya sangat sedikit (4 dari 18 sel), sehingga model masih dianggap memadai.


9 Kesimpulan

9.1 Rangkuman Temuan Utama

1. Model Terpilih: Homogeneous Association [XY][XZ][YZ]
Dipilih berdasarkan nilai BIC terkecil (164.34) dan kemampuannya merepresentasikan seluruh interaksi dua arah secara parsimonious.

2. Semua Interaksi Dua Arah Signifikan (α = 5%)

Interaksi ΔG² Kekuatan
Pendidikan × Status Pekerjaan 71.6853 Terkuat
Jenis Kelamin × Status Pekerjaan 49.0266 Kuat
Jenis Kelamin × Pendidikan 6.8682 Signifikan

3. Interpretasi Substantif - Individu berpendidikan lebih tinggi memiliki peluang lebih besar untuk bekerja - Terdapat perbedaan kondisi ketenagakerjaan antara pria dan wanita - Terdapat perbedaan distribusi tingkat pendidikan antara pria dan wanita

Implikasi Kebijakan: Jenis kelamin dan tingkat pendidikan harus dipertimbangkan secara bersamaan dalam merancang kebijakan ketenagakerjaan, karena keduanya secara signifikan berkaitan dengan kondisi pekerjaan seseorang.


10 Daftar Pustaka

  1. International Labour Organization. World Employment and Social Outlook: Trends 2024. ILO: Geneva, Switzerland, 2024.

  2. Organisation for Economic Co-operation and Development. Education at a Glance 2024: OECD Indicators. OECD Publishing: Paris, France, 2024.

  3. World Bank. World Development Report 2023: Migrants, Refugees and Societies. World Bank: Washington, DC, USA, 2023.

  4. NORC at the University of Chicago. General Social Survey (GSS). Available online: https://gss.norc.org

  5. Sasmitaningroh, P.N.; Wasil, M. Pengaruh Pendidikan, Upah Minimum, dan Penanaman Modal Asing terhadap Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja Wanita di Indonesia. JDEP, 2025.

  6. Shihab, N.; Taher, A.R.Y.; Purwaningsih, V.T. Determinan Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja Wanita di Indonesia: Studi 34 Provinsi Tahun 2019–2024. Al-Zayn, 2025.

  7. Agresti, A. Categorical Data Analysis, 3rd ed. John Wiley & Sons: Hoboken, NJ, USA, 2013.

  8. Christensen, R. Log-Linear Models and Logistic Regression, 2nd ed. Springer: New York, NY, USA, 1997.


Analisis Hubungan Jenis Kelamin, Tingkat Pendidikan, dan Status Pekerjaan | GSS 2024 | Kelompok 15