Ascorbic Acid (Asam Askorbat) yang secara umum dikenal sebagai Vitamin C merupakan nutrisi penting yang sangat diperlukan bagi tubuh. Dalam pemanfaatannya, vitamin C larut dalam air dan berperan untuk sistem kekebalan tubuh serta sebagai antioksidan dari serangan radikal bebas. Namun karena vitamin C bersifat esensial, tubuh tidak dapat memproduksi vitamin C secara alami, sehingga kita sepenuhnya membutuhkan asupan dari luar. Dalam analisis ini, kadar plasma asam askorbat merujuk pada konsentrasi vitamin C di dalam sirkulasi darah (plasma).
Pada ibu hamil, menjaga kadar vitamin c yang cukup di dalam darah menjadi sangat penting karena tiga alasan utama:
Menjaga selaput ketuban
Perisai antioksidan
Perkembangan otak janin
Merokok menjadi pemicu adanya pabrik radikal bebas dalam tubuh karena secara teoritis asap rokok menguras cadangan vitamin C maternal secara masif untuk menetralisir racun eksogen.
Dalam statistik uji ini, uji t Welch dipilih karena dataset memiliki karakteristik:
Unequal Variances : varians data antar kelompok tidak diasumsikan sama.
Unbalanced Design : ukuran sampel tidak seimbang (24 vs 8).
Sebuah penelitian dilakukan untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan kadar plasma asam askorbat pada wanita hamil yang merokok dan tidak merokok. Pengambilan sampel dilakukan secara acak pada wanita hamil dengan rentang usia 15 tahun hingga 32 tahun sehingga diperoleh data sebagai berikut.
tidak_merokok <- c(1.16, 0.97, 0.85, 1.00, 0.90, 0.92, 1.24, 0.98,
0.86, 0.72, 0.99, 1.09, 0.58, 0.81, 0.74, 0.78,
0.57, 0.62, 0.88, 1.24, 0.64, 1.32, 0.94, 1.18)
merokok <- c(0.48, 1.18, 0.68, 1.64, 0.98, 0.78, 0.71, 1.36)
data_penelitian <- data.frame(
kadar = c(tidak_merokok, merokok),
grup = rep(c("Tidak Merokok", "Merokok"), c(length(tidak_merokok), length(merokok)))
)
Grup Kontrol
N = 24 wanita hamil
Kategori: tidak merokok
Grup Kasus
N = 8 wanita hamil
Kategori: merokok
Variabel ukur: kadar plasma asam askorbat (mg/dL)
Jika data diasumsikan berdistribusi normal dengan variansi berbeda, apakah hipotesis peneliti tersebut dapat diterima?
hasil_uji <- t.test(kadar ~ grup, data = data_penelitian, var.equal = FALSE)
print(hasil_uji)
##
## Welch Two Sample t-test
##
## data: kadar by grup
## t = 0.4162, df = 8.4442, p-value = 0.6876
## alternative hypothesis: true difference in means between group Merokok and group Tidak Merokok is not equal to 0
## 95 percent confidence interval:
## -0.2712908 0.3921241
## sample estimates:
## mean in group Merokok mean in group Tidak Merokok
## 0.9762500 0.9158333
| Parameter | Tidak Merokok | Merokok | Hasil Uji T-Welch |
|---|---|---|---|
| Jumlah Sampel (N) | 24 | 8 | - |
| Rata-rata (Mean) mg/dL | 0.9158333 | 0.9762500 | - |
| Nilai t (t-value) | - | - | 0.4162 |
| Derajat Kebebasan (df) | - | - | 8.4442 |
| P-Value | - | - | 0.6876 |
## Hasil Analisis:
## - P-value sebesar 0.6876 >= 0.05. Hipotesis penelitian DITOLAK (Tidak terdapat perbedaan signifikan antara kadar asam askorbat pada wanita hamil yang merokok dan tidak merokok).