Analisis Statistik: Kadar Asam Askorbat

1. Pendahuluan

Ascorbic Acid (Asam Askorbat) yang secara umum dikenal sebagai Vitamin C merupakan nutrisi penting yang sangat diperlukan bagi tubuh. Dalam pemanfaatannya, vitamin C larut dalam air dan berperan untuk sistem kekebalan tubuh serta sebagai antioksidan dari serangan radikal bebas. Namun karena vitamin C bersifat esensial, tubuh tidak dapat memproduksi vitamin C secara alami, sehingga kita sepenuhnya membutuhkan asupan dari luar. Dalam analisis ini, kadar plasma asam askorbat merujuk pada konsentrasi vitamin C di dalam sirkulasi darah (plasma).

Pada ibu hamil, menjaga kadar vitamin c yang cukup di dalam darah menjadi sangat penting karena tiga alasan utama:

  • Menjaga selaput ketuban

  • Perisai antioksidan

  • Perkembangan otak janin

Merokok menjadi pemicu adanya pabrik radikal bebas dalam tubuh karena secara teoritis asap rokok menguras cadangan vitamin C maternal secara masif untuk menetralisir racun eksogen.

Dalam statistik uji ini, uji t Welch dipilih karena dataset memiliki karakteristik:

  • Unequal Variances : varians data antar kelompok tidak diasumsikan sama.

  • Unbalanced Design : ukuran sampel tidak seimbang (24 vs 8).

2. Input dan Persiapan Data

Sebuah penelitian dilakukan untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan kadar plasma asam askorbat pada wanita hamil yang merokok dan tidak merokok. Pengambilan sampel dilakukan secara acak pada wanita hamil dengan rentang usia 15 tahun hingga 32 tahun sehingga diperoleh data sebagai berikut.

tidak_merokok <- c(1.16, 0.97, 0.85, 1.00, 0.90, 0.92, 1.24, 0.98,
                   0.86, 0.72, 0.99, 1.09, 0.58, 0.81, 0.74, 0.78,
                   0.57, 0.62, 0.88, 1.24, 0.64, 1.32, 0.94, 1.18)

merokok <- c(0.48, 1.18, 0.68, 1.64, 0.98, 0.78, 0.71, 1.36)

data_penelitian <- data.frame(
  kadar = c(tidak_merokok, merokok),
  grup = rep(c("Tidak Merokok", "Merokok"), c(length(tidak_merokok), length(merokok)))
)

Grup Kontrol

N = 24 wanita hamil

Kategori: tidak merokok

Grup Kasus

N = 8 wanita hamil

Kategori: merokok

Variabel ukur: kadar plasma asam askorbat (mg/dL)

Jika data diasumsikan berdistribusi normal dengan variansi berbeda, apakah hipotesis peneliti tersebut dapat diterima?

3. Uji Statistik (Welch’s t-test)

hasil_uji <- t.test(kadar ~ grup, data = data_penelitian, var.equal = FALSE)
print(hasil_uji)
## 
##  Welch Two Sample t-test
## 
## data:  kadar by grup
## t = 0.4162, df = 8.4442, p-value = 0.6876
## alternative hypothesis: true difference in means between group Merokok and group Tidak Merokok is not equal to 0
## 95 percent confidence interval:
##  -0.2712908  0.3921241
## sample estimates:
##       mean in group Merokok mean in group Tidak Merokok 
##                   0.9762500                   0.9158333
Tabel 1. Ringkasan Analisis Statistik Kadar Plasma Asam Askorbat
Parameter Tidak Merokok Merokok Hasil Uji T-Welch
Jumlah Sampel (N) 24 8 -
Rata-rata (Mean) mg/dL 0.9158333 0.9762500 -
Nilai t (t-value) - - 0.4162
Derajat Kebebasan (df) - - 8.4442
P-Value - - 0.6876

4. Visualisasi Data (Boxplot)

5. Kesimpulan Otomatis

## Hasil Analisis:
## - P-value sebesar 0.6876 >= 0.05. Hipotesis penelitian DITOLAK (Tidak terdapat perbedaan signifikan antara kadar asam askorbat pada wanita hamil yang merokok dan tidak merokok).