Deskripsi

Dataset yang digunakan dalam penelitian ini merupakan dataset Teacher Burnout yang berisi data kuesioner mengenai kondisi psikologis guru. Variabel yang digunakan meliputi:

TSC = Teacher Self-Concept (Eksogen)

TE = Teacher Efficacy (Mediasi)

EE = Emotional Exhaustion (Endogen)

DP = Depersonalization (Endogen)

RPA = Reduced Personal AccomplishmenT (Endogen)

Setiap variabel diukur menggunakan beberapa indikator berbasis skala Likert 1–5. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Teacher Self-Concept dan Teacher Efficacy terhadap burnout guru menggunakan metode Structural Equation Modeling Partial Least Square (SEM-PLS). Tahapan analisis dalam penelitian ini meliputi preprocessing data, statistik deskriptif, pengujian asumsi, pembentukan outer model dan inner model, evaluasi model SEM-PLS, bootstrapping, serta visualisasi model. Metode SEM-PLS digunakan karena mampu menganalisis hubungan antar konstruk laten dengan indikator majemuk dan tidak mensyaratkan normalitas multivariat secara ketat.

Dataset: https://data.mendeley.com/datasets/6jmv43nffk/2

Install dan Load Package

library(readxl)
## Warning: package 'readxl' was built under R version 4.5.3
library(seminr)
library(psych)
## Warning: package 'psych' was built under R version 4.5.3
library(car)
## Loading required package: carData
## 
## Attaching package: 'car'
## The following object is masked from 'package:psych':
## 
##     logit
library(dplyr)
## 
## Attaching package: 'dplyr'
## The following object is masked from 'package:car':
## 
##     recode
## The following objects are masked from 'package:stats':
## 
##     filter, lag
## The following objects are masked from 'package:base':
## 
##     intersect, setdiff, setequal, union
library(corrplot)
## corrplot 0.95 loaded
library(semPlot)
## Warning: package 'semPlot' was built under R version 4.5.3
library(matrixStats)
## Warning: package 'matrixStats' was built under R version 4.5.3
## 
## Attaching package: 'matrixStats'
## The following object is masked from 'package:dplyr':
## 
##     count
library(tidyr)
library(qgraph)
## Warning: package 'qgraph' was built under R version 4.5.3

Import Data

data <- read_excel("2. Response.xlsx")
colnames(data)
##  [1] "TSC1" "TSC2" "TSC3" "TSC4" "TSC5" "TE1"  "TE2"  "TE3"  "TE4"  "TE5" 
## [11] "EE1"  "EE2"  "EE3"  "EE4"  "EE5"  "DE1"  "DE2"  "DE3"  "RPA1" "RPA2"
## [21] "RPA3" "RPA4" "RPA5"
str(data)
## tibble [876 × 23] (S3: tbl_df/tbl/data.frame)
##  $ TSC1: num [1:876] 4 4 4 4 4 4 1 1 2 2 ...
##  $ TSC2: num [1:876] 4 4 4 4 5 5 4 4 2 2 ...
##  $ TSC3: num [1:876] 4 4 5 5 3 3 4 4 2 2 ...
##  $ TSC4: num [1:876] 4 4 4 4 4 4 4 4 2 2 ...
##  $ TSC5: num [1:876] 4 4 5 5 4 4 4 4 2 2 ...
##  $ TE1 : num [1:876] 4 4 5 5 4 4 3 3 1 1 ...
##  $ TE2 : num [1:876] 4 4 4 4 4 4 3 3 2 2 ...
##  $ TE3 : num [1:876] 4 4 4 4 4 4 3 3 1 1 ...
##  $ TE4 : num [1:876] 4 4 5 5 4 4 3 3 1 1 ...
##  $ TE5 : num [1:876] 4 4 4 4 4 4 3 3 1 1 ...
##  $ EE1 : num [1:876] 4 4 4 4 4 4 4 4 1 1 ...
##  $ EE2 : num [1:876] 4 4 5 5 4 4 4 4 1 1 ...
##  $ EE3 : num [1:876] 4 4 5 5 4 4 4 4 1 1 ...
##  $ EE4 : num [1:876] 4 4 4 4 4 4 4 4 1 1 ...
##  $ EE5 : num [1:876] 4 4 5 5 4 4 3 3 1 1 ...
##  $ DE1 : num [1:876] 4 4 5 5 4 4 1 1 3 3 ...
##  $ DE2 : num [1:876] 4 4 5 5 4 4 1 1 2 2 ...
##  $ DE3 : num [1:876] 4 4 5 5 4 4 4 4 2 2 ...
##  $ RPA1: num [1:876] 4 4 5 5 4 4 3 3 2 2 ...
##  $ RPA2: num [1:876] 4 4 4 4 4 4 3 3 1 2 ...
##  $ RPA3: num [1:876] 4 4 5 5 4 4 3 4 2 1 ...
##  $ RPA4: num [1:876] 4 4 4 4 4 4 4 3 2 2 ...
##  $ RPA5: num [1:876] 4 4 5 5 4 4 4 4 1 1 ...

Preprocessing Data

Mengubah Semua Data Menjadi Numerik

data <- data %>%
    mutate(across(everything(), as.numeric))
str(data)
## tibble [876 × 23] (S3: tbl_df/tbl/data.frame)
##  $ TSC1: num [1:876] 4 4 4 4 4 4 1 1 2 2 ...
##  $ TSC2: num [1:876] 4 4 4 4 5 5 4 4 2 2 ...
##  $ TSC3: num [1:876] 4 4 5 5 3 3 4 4 2 2 ...
##  $ TSC4: num [1:876] 4 4 4 4 4 4 4 4 2 2 ...
##  $ TSC5: num [1:876] 4 4 5 5 4 4 4 4 2 2 ...
##  $ TE1 : num [1:876] 4 4 5 5 4 4 3 3 1 1 ...
##  $ TE2 : num [1:876] 4 4 4 4 4 4 3 3 2 2 ...
##  $ TE3 : num [1:876] 4 4 4 4 4 4 3 3 1 1 ...
##  $ TE4 : num [1:876] 4 4 5 5 4 4 3 3 1 1 ...
##  $ TE5 : num [1:876] 4 4 4 4 4 4 3 3 1 1 ...
##  $ EE1 : num [1:876] 4 4 4 4 4 4 4 4 1 1 ...
##  $ EE2 : num [1:876] 4 4 5 5 4 4 4 4 1 1 ...
##  $ EE3 : num [1:876] 4 4 5 5 4 4 4 4 1 1 ...
##  $ EE4 : num [1:876] 4 4 4 4 4 4 4 4 1 1 ...
##  $ EE5 : num [1:876] 4 4 5 5 4 4 3 3 1 1 ...
##  $ DE1 : num [1:876] 4 4 5 5 4 4 1 1 3 3 ...
##  $ DE2 : num [1:876] 4 4 5 5 4 4 1 1 2 2 ...
##  $ DE3 : num [1:876] 4 4 5 5 4 4 4 4 2 2 ...
##  $ RPA1: num [1:876] 4 4 5 5 4 4 3 3 2 2 ...
##  $ RPA2: num [1:876] 4 4 4 4 4 4 3 3 1 2 ...
##  $ RPA3: num [1:876] 4 4 5 5 4 4 3 4 2 1 ...
##  $ RPA4: num [1:876] 4 4 4 4 4 4 4 3 2 2 ...
##  $ RPA5: num [1:876] 4 4 5 5 4 4 4 4 1 1 ...

Terdapat 23 kolom yang berhasil dikonversi ke tipe num yang terdiri dari 876 responden dengan 23 indikator, mencakup mencakup TSC1–5, TE1–5, EE1–5, DE1–3, dan RPA1–5. Tidak ada kolom yang tersisa sebagai karakter atau faktor.

Cek Missing Value

colSums(is.na(data))
## TSC1 TSC2 TSC3 TSC4 TSC5  TE1  TE2  TE3  TE4  TE5  EE1  EE2  EE3  EE4  EE5  DE1 
##    0    0    0    0    0    0    0    0    0    0    0    0    0    0    0    0 
##  DE2  DE3 RPA1 RPA2 RPA3 RPA4 RPA5 
##    0    0    0    0    0    0    0
sum(is.na(data))
## [1] 0

Seluruh kolom tidak terdapat missing value, sehingga tidak perlu dilakukan imputasi dan data bisa langsung digunakan untuk analisis.

Statistik Deskriptif

describe(data)
##      vars   n mean   sd median trimmed  mad min max range  skew kurtosis   se
## TSC1    1 876 3.65 0.68      4    3.62 0.00   1   5     4 -0.09     0.06 0.02
## TSC2    2 876 3.81 0.64      4    3.78 0.00   2   5     3 -0.07    -0.14 0.02
## TSC3    3 876 3.73 0.64      4    3.71 0.00   2   5     3 -0.17    -0.02 0.02
## TSC4    4 876 3.71 0.67      4    3.67 0.00   2   5     3 -0.03    -0.25 0.02
## TSC5    5 876 3.82 0.65      4    3.79 0.00   2   5     3 -0.10    -0.13 0.02
## TE1     6 876 4.06 0.71      4    4.10 0.00   1   5     4 -0.47     0.38 0.02
## TE2     7 876 4.04 0.70      4    4.07 0.00   2   5     3 -0.22    -0.45 0.02
## TE3     8 876 4.12 0.71      4    4.17 0.00   1   5     4 -0.72     1.60 0.02
## TE4     9 876 4.11 0.69      4    4.15 0.00   1   5     4 -0.47     0.51 0.02
## TE5    10 876 3.90 0.75      4    3.92 0.00   1   5     4 -0.41     0.16 0.03
## EE1    11 876 3.81 0.76      4    3.81 0.00   1   5     4 -0.35     0.23 0.03
## EE2    12 876 3.73 0.85      4    3.75 1.48   1   5     4 -0.37     0.12 0.03
## EE3    13 876 3.88 0.83      4    3.91 1.48   1   5     4 -0.31    -0.40 0.03
## EE4    14 876 3.69 0.80      4    3.67 1.48   1   5     4 -0.03    -0.41 0.03
## EE5    15 876 3.99 0.81      4    4.03 1.48   1   5     4 -0.43    -0.27 0.03
## DE1    16 876 3.92 0.68      4    3.93 0.00   1   5     4 -0.53     1.25 0.02
## DE2    17 876 3.60 0.68      4    3.58 1.48   1   5     4 -0.22     0.64 0.02
## DE3    18 876 3.82 0.70      4    3.79 0.00   1   5     4 -0.14     0.01 0.02
## RPA1   19 876 3.93 0.83      4    3.97 1.48   1   5     4 -0.59     0.50 0.03
## RPA2   20 876 3.94 0.80      4    3.99 0.00   1   5     4 -0.79     1.22 0.03
## RPA3   21 876 3.88 0.79      4    3.91 0.00   1   5     4 -0.59     0.75 0.03
## RPA4   22 876 3.87 0.76      4    3.89 0.00   1   5     4 -0.48     0.33 0.03
## RPA5   23 876 3.84 0.79      4    3.86 0.00   1   5     4 -0.53     0.67 0.03

Seluruh indikator memiliki 876 responden tanpa missing value. Nilai mean berkisar 3.60–4.12 dari skala 1–5, yang menunjukkan responden cenderung memilih nilai setuju hingga sangat setuju, dengan SD kecil (0.64–0.85) yang mengindikasikan jawaban cukup homogen. Skewness seluruh indikator bernilai negatif namun masih dalam batas wajar (|skew| < 2), dan kurtosis mendekati 0 — sehingga data berdistribusi mendekati normal, yang tidak menjadi masalah dalam SEM-PLS.

Uji Asumsi

Uji Multikolinearitas

cor_matrix <- cor(data)
corrplot(
     cor_matrix,
     method = "color",
     type = "full",
     tl.cex = 0.7
 )

KOrelasi matrix memperlihatkan kotak-kotak diagonal berwarna biru tua yang menunjukkan korelasi sempurna setiap variabel dengan dirinya sendiri (r = 1). Korelasi antar indikator dalam konstruk yang sama seperti sesama TSC, sesama TE, atau sesama RPA yang tampak lebih gelap dibanding korelasi antar konstruk berbeda, yang sebagian besar berwarna biru muda hingga hampir putih. Tidak terdapat pasangan indikator di luar diagonal yang menunjukkan warna biru tua pekat, artinya tidak ada korelasi ekstrem (r > 0.90) antar variabel yang berbeda. Hal ini menunjukkan bahwa tidak terdapat masalah multikolinearitas dalam data.

Uji VIF

vif_model <- lm(
     EE1 ~ TSC1 + TSC2 + TSC3 + TSC4 + TSC5 + 
     TE1 + TE2 + TE3 + TE4 + TE5,
     data = data
 )
vif(vif_model)
##     TSC1     TSC2     TSC3     TSC4     TSC5      TE1      TE2      TE3 
## 1.603007 1.691369 1.571140 1.473345 1.698497 2.242678 1.954055 2.404414 
##      TE4      TE5 
## 2.848394 1.660994

Seluruh nilai VIF berada di bawah 3, artinya jauh dari batas masalah multikolinearitas (VIF > 10). Nilai tertinggi ada pada TE4 (2.85) dan terendah pada TSC4 (1.47), yang artinya tidak ada indikator yang terlalu berkorelasi satu sama lain hingga mengganggu model. Asumsi tidak ada multikolinearitas terpenuhi.

Uji KMO

KMO(data)
## Kaiser-Meyer-Olkin factor adequacy
## Call: KMO(r = data)
## Overall MSA =  0.94
## MSA for each item = 
## TSC1 TSC2 TSC3 TSC4 TSC5  TE1  TE2  TE3  TE4  TE5  EE1  EE2  EE3  EE4  EE5  DE1 
## 0.96 0.96 0.95 0.94 0.96 0.93 0.96 0.94 0.94 0.96 0.95 0.94 0.95 0.94 0.97 0.87 
##  DE2  DE3 RPA1 RPA2 RPA3 RPA4 RPA5 
## 0.86 0.92 0.91 0.91 0.95 0.94 0.96

Nilai KMO Overall MSA sebesar 0.94 yang termasuk kategori Marvelous (> 0.90), artinya data sangat layak untuk analisis faktor. Seluruh indikator juga memiliki MSA individual di atas 0.85, dengan nilai tertinggi pada EE5 (0.97) dan terendah pada DE2 (0.86). Data memenuhi syarat kecukupan sampling dan layak dilanjutkan ke analisis SEM-PLS.

Uji Bartlett

cortest.bartlett(
     cor(data),
     n = nrow(data)
 )
## $chisq
## [1] 10309.81
## 
## $p.value
## [1] 0
## 
## $df
## [1] 253

Hasil uji Bartlett menunjukkan nilai chi-square sebesar 10309.81 dengan p-value 0.000 (< 0.05), sehingga H0 ditolak. Artinya matriks korelasi bukan matriks identitas yang terdapat korelasi bermakna antar variabel, sehingga data layak digunakan untuk analisis SEM-PLS.

Uji Harman Singel Factor

harman_test <- fa(
     data,
     nfactors = 1,
     rotate = "none"
 )
print(harman_test)
## Factor Analysis using method =  minres
## Call: fa(r = data, nfactors = 1, rotate = "none")
## Standardized loadings (pattern matrix) based upon correlation matrix
##       MR1   h2   u2 com
## TSC1 0.59 0.35 0.65   1
## TSC2 0.61 0.38 0.62   1
## TSC3 0.56 0.31 0.69   1
## TSC4 0.53 0.28 0.72   1
## TSC5 0.63 0.40 0.60   1
## TE1  0.64 0.41 0.59   1
## TE2  0.64 0.41 0.59   1
## TE3  0.68 0.46 0.54   1
## TE4  0.74 0.55 0.45   1
## TE5  0.63 0.40 0.60   1
## EE1  0.70 0.49 0.51   1
## EE2  0.67 0.45 0.55   1
## EE3  0.72 0.52 0.48   1
## EE4  0.68 0.46 0.54   1
## EE5  0.75 0.57 0.43   1
## DE1  0.39 0.15 0.85   1
## DE2  0.40 0.16 0.84   1
## DE3  0.49 0.24 0.76   1
## RPA1 0.68 0.47 0.53   1
## RPA2 0.67 0.45 0.55   1
## RPA3 0.64 0.41 0.59   1
## RPA4 0.57 0.33 0.67   1
## RPA5 0.51 0.26 0.74   1
## 
##                 MR1
## SS loadings    8.88
## Proportion Var 0.39
## 
## Mean item complexity =  1
## Test of the hypothesis that 1 factor is sufficient.
## 
## df null model =  253  with the objective function =  11.9 with Chi Square =  10309.81
## df of  the model are 230  and the objective function was  3.11 
## 
## The root mean square of the residuals (RMSR) is  0.08 
## The df corrected root mean square of the residuals is  0.08 
## 
## The harmonic n.obs is  876 with the empirical chi square  1272.04  with prob <  1.1e-143 
## The total n.obs was  876  with Likelihood Chi Square =  2693.67  with prob <  0 
## 
## Tucker Lewis Index of factoring reliability =  0.73
## RMSEA index =  0.111  and the 90 % confidence intervals are  0.107 0.114
## BIC =  1135.33
## Fit based upon off diagonal values = 0.96
## Measures of factor score adequacy             
##                                                    MR1
## Correlation of (regression) scores with factors   0.97
## Multiple R square of scores with factors          0.94
## Minimum correlation of possible factor scores     0.88

Satu faktor hanya mampu menjelaskan 39% dari total variansi data (Proportion Var = 0.39), di bawah batas 50%. Artinya tidak ada satu faktor dominan yang mendominasi seluruh variansi, sehingga tidak terdapat Common Method Bias dalam data ini dan dapat dilanjutkan karena hasil dipengaruhi oleh bias metode pengukuran tunggal.

Persentase Variance

harman_test$Vaccounted
##                      MR1
## SS loadings    8.8821929
## Proportion Var 0.3861823

Hasil ini konsisten dengan output sebelumnya dengan satu faktor menjelaskan 38.62% variansi total, di bawah ambang batas 50%. Tidak terdapat Common Method Bias, sehingga data aman untuk dianalisis lebih lanjut.

Membuat Outer Model (Measurement Model)

measurement_model <- constructs(
     
     composite(
         "TSC",
         multi_items("TSC", 1:5)
     ),
     
     composite(
         "TE",
         multi_items("TE", 1:5)
     ),
     
     composite(
         "EE",
         multi_items("EE", 1:5)
     ),
     
     composite(
         "DP",
         multi_items("DE", 1:3)
     ),
     
     composite(
         "RPA",
         multi_items("RPA", 1:5)
     )
 )

Outer model adalah hubungan antara setiap variabel laten dengan indikator-indikatornya. Semua variabel dibentuk menggunakan fungsi composite() yang berarti menggunakan model reflektif, di mana indikator dianggap sebagai cerminan dari variabel latennya. TSC dibentuk dari TSC1–TSC5, TE dari TE1–TE5, EE dari EE1–EE5, DP dari DE1–DE3, dan RPA dari RPA1–RPA5. Perlu dicatat bahwa variabel DP menggunakan prefix indikator DE (bukan DP), yang sesuai dengan nama kolom di dataset.

Membuat Inner Model (Structural Model)

structural_model <- relationships(
     
     paths(
         from = "TSC",
         to = c("TE", "EE")
     ),
     
     paths(
         from = "TE",
         to = "EE"
     ),
     
     paths(
         from = "EE",
         to = c("DP", "RPA")
     ),
     
     paths(
         from = "DP",
         to = "RPA"
     )
 )

Inner model merupakan jalur hubungan antar variabel. TSC berpengaruh langsung ke TE dan EE, lalu TE juga berpengaruh ke EE, yang artinya TE berperan sebagai mediator antara TSC dan EE. Selanjutnya EE berpengaruh ke DP dan RPA, dan DP juga berpengaruh ke RPA. Jadi alur besarnya adalah TSC → TE → EE → DP → RPA, dengan TSC juga bisa langsung mempengaruhi EE tanpa melalui TE.

Model SEM-PLS

pls_model <- estimate_pls(
     data = data,
     measurement_model = measurement_model,
     structural_model = structural_model
 )
## Generating the seminr model
## All 876 observations are valid.
summary(pls_model)
## 
## Results from  package seminr (2.5.0)
## 
## Path Coefficients:
##           TE    EE    DP   RPA
## R^2    0.321 0.551 0.160 0.436
## AdjR^2 0.320 0.550 0.159 0.435
## TSC    0.566 0.427     .     .
## TE         . 0.411     .     .
## EE         .     . 0.400 0.626
## DP         .     .     . 0.076
## 
## Reliability:
##     alpha  rhoA  rhoC   AVE
## TSC 0.804 0.808 0.864 0.561
## TE  0.874 0.876 0.909 0.666
## EE  0.876 0.878 0.910 0.668
## DP  0.733 0.762 0.847 0.649
## RPA 0.845 0.855 0.890 0.621
## 
## Alpha, rhoA, and rhoC should exceed 0.7 while AVE should exceed 0.5

Path Coefficients & R² dengan TSC berpengaruh ke TE (0.566) dan EE (0.427), sementara TE juga berpengaruh ke EE (0.411), dan EE berpengaruh ke DP (0.400) dan RPA (0.626). DP ke RPA pengaruhnya kecil (0.076). Untuk R², variansi EE dapat dijelaskan sebesar 55.1% yang paling tinggi di antara variabel lainnya. TE dijelaskan 32.1%, RPA 43.6%, dan DP hanya 16% yang tergolong lemah. Semua variabel memenuhi syarat reliabilitas. Nilai Cronbach’s Alpha dan rhoC seluruhnya di atas 0.70, dengan TE, EE, dan RPA mencapai nilai tertinggi (> 0.87). Hal ini menunjukkan indikator-indikator dalam tiap variabel konsisten mengukur hal yang sama. Sementara itu, seluruh nilai AVE berada di atas 0.50, yang artinya setiap variabel mampu menjelaskan lebih dari separuh variansi intikatornya sendiri.

Outer Model Evaluation

Loading Factor

pls_model$outer_loadings
##            TSC        TE        EE        DP       RPA
## TSC1 0.7370451 0.0000000 0.0000000 0.0000000 0.0000000
## TSC2 0.7745359 0.0000000 0.0000000 0.0000000 0.0000000
## TSC3 0.7430075 0.0000000 0.0000000 0.0000000 0.0000000
## TSC4 0.7065822 0.0000000 0.0000000 0.0000000 0.0000000
## TSC5 0.7811514 0.0000000 0.0000000 0.0000000 0.0000000
## TE1  0.0000000 0.8123562 0.0000000 0.0000000 0.0000000
## TE2  0.0000000 0.7955864 0.0000000 0.0000000 0.0000000
## TE3  0.0000000 0.8490892 0.0000000 0.0000000 0.0000000
## TE4  0.0000000 0.8769919 0.0000000 0.0000000 0.0000000
## TE5  0.0000000 0.7400351 0.0000000 0.0000000 0.0000000
## EE1  0.0000000 0.0000000 0.8056751 0.0000000 0.0000000
## EE2  0.0000000 0.0000000 0.8177064 0.0000000 0.0000000
## EE3  0.0000000 0.0000000 0.8356050 0.0000000 0.0000000
## EE4  0.0000000 0.0000000 0.8203630 0.0000000 0.0000000
## EE5  0.0000000 0.0000000 0.8075094 0.0000000 0.0000000
## DE1  0.0000000 0.0000000 0.0000000 0.7616082 0.0000000
## DE2  0.0000000 0.0000000 0.0000000 0.7944709 0.0000000
## DE3  0.0000000 0.0000000 0.0000000 0.8578524 0.0000000
## RPA1 0.0000000 0.0000000 0.0000000 0.0000000 0.8380383
## RPA2 0.0000000 0.0000000 0.0000000 0.0000000 0.8604740
## RPA3 0.0000000 0.0000000 0.0000000 0.0000000 0.8269899
## RPA4 0.0000000 0.0000000 0.0000000 0.0000000 0.7340486
## RPA5 0.0000000 0.0000000 0.0000000 0.0000000 0.6635877

Hampir semua indikator memiliki loading factor di atas 0.70, yang berarti tiap indikator sudah cukup kuat mencerminkan variabelnya masing-masing. Loading tertinggi ada pada RPA2 (0.860) dan TE4 (0.877), sementara yang terendah adalah RPA5 (0.664). Meskipun RPA5 sedikit di bawah 0.70, nilainya masih di atas 0.60 sehingga masih bisa dipertahankan. Nilai nol pada kolom variabel lain menunjukkan bahwa setiap indikator hanya mengukur konstruknya sendiri yang tidak nyasar ke variabel lain.

Outer Weights

pls_model$outer_weights
##            TSC        TE        EE        DP       RPA
## TSC1 0.2670286 0.0000000 0.0000000 0.0000000 0.0000000
## TSC2 0.2867407 0.0000000 0.0000000 0.0000000 0.0000000
## TSC3 0.2531155 0.0000000 0.0000000 0.0000000 0.0000000
## TSC4 0.2346672 0.0000000 0.0000000 0.0000000 0.0000000
## TSC5 0.2908764 0.0000000 0.0000000 0.0000000 0.0000000
## TE1  0.0000000 0.2323183 0.0000000 0.0000000 0.0000000
## TE2  0.0000000 0.2362763 0.0000000 0.0000000 0.0000000
## TE3  0.0000000 0.2426968 0.0000000 0.0000000 0.0000000
## TE4  0.0000000 0.2689607 0.0000000 0.0000000 0.0000000
## TE5  0.0000000 0.2450545 0.0000000 0.0000000 0.0000000
## EE1  0.0000000 0.0000000 0.2428505 0.0000000 0.0000000
## EE2  0.0000000 0.0000000 0.2291340 0.0000000 0.0000000
## EE3  0.0000000 0.0000000 0.2502314 0.0000000 0.0000000
## EE4  0.0000000 0.0000000 0.2314521 0.0000000 0.0000000
## EE5  0.0000000 0.0000000 0.2699755 0.0000000 0.0000000
## DE1  0.0000000 0.0000000 0.0000000 0.3356359 0.0000000
## DE2  0.0000000 0.0000000 0.0000000 0.3945743 0.0000000
## DE3  0.0000000 0.0000000 0.0000000 0.5022999 0.0000000
## RPA1 0.0000000 0.0000000 0.0000000 0.0000000 0.2830485
## RPA2 0.0000000 0.0000000 0.0000000 0.0000000 0.2700237
## RPA3 0.0000000 0.0000000 0.0000000 0.0000000 0.2580685
## RPA4 0.0000000 0.0000000 0.0000000 0.0000000 0.2391973
## RPA5 0.0000000 0.0000000 0.0000000 0.0000000 0.2131499

Outer weights menunjukkan kontribusi unik setiap variabelnya dalam membentuk skor variabelnya. Berbeda dengan loading factor, bobotnya lebih merata antar indikator dalam satu konstruk. Untuk TSC, TE, EE, dan RPA bobotnya cukup seimbang dngan semua indikator berkontribusi hampir sama besar. Yang sedikit berbeda adalah variabel DP, yang di mana DE3 memiliki bobot paling tinggi (0.502) dibanding DE1 (0.336) dan DE2 (0.395), menandakan DE3 yang paling dominan dalam membentuk variabel Depersonalisasi.

Reliability

summary(pls_model)$reliability
##     alpha  rhoA  rhoC   AVE
## TSC 0.804 0.808 0.864 0.561
## TE  0.874 0.876 0.909 0.666
## EE  0.876 0.878 0.910 0.668
## DP  0.733 0.762 0.847 0.649
## RPA 0.845 0.855 0.890 0.621
## 
## Alpha, rhoA, and rhoC should exceed 0.7 while AVE should exceed 0.5

Seluruh konstruk memenuhi syarat reliabilitas. Nilai Cronbach’s Alpha dan rhoC semua di atas 0.70, dengan rentang alpha 0.733 (DP) hingga 0.876 (EE) dan rhoC 0.847 (DP) hingga 0.910 (EE). AVE seluruh variabel juga di atas 0.50, mulai dari 0.561 (TSC) hingga 0.668 (EE), artinya setiap indikator mampu menjelaskan lebih dari separuh variansi indikatornya.

Validity

summary(pls_model)$validity
## $vif_items
## TSC :
##  TSC1  TSC2  TSC3  TSC4  TSC5 
## 1.495 1.605 1.540 1.450 1.622 
## 
## TE :
##   TE1   TE2   TE3   TE4   TE5 
## 2.187 1.887 2.354 2.750 1.587 
## 
## EE :
##   EE1   EE2   EE3   EE4   EE5 
## 1.959 2.219 2.180 2.138 1.920 
## 
## DP :
##   DE1   DE2   DE3 
## 1.433 1.437 1.480 
## 
## RPA :
##  RPA1  RPA2  RPA3  RPA4  RPA5 
## 2.631 2.784 2.057 1.623 1.372 
## 
## 
## $htmt
##       TSC    TE    EE    DP RPA
## TSC     .     .     .     .   .
## TE  0.671     .     .     .   .
## EE  0.783 0.742     .     .   .
## DP  0.589 0.553 0.483     .   .
## RPA 0.666 0.673 0.758 0.411   .
## 
## $fl_criteria
##       TSC    TE    EE    DP   RPA
## TSC 0.749     .     .     .     .
## TE  0.566 0.816     .     .     .
## EE  0.660 0.653 0.817     .     .
## DP  0.455 0.447 0.400 0.806     .
## RPA 0.554 0.579 0.657 0.326 0.788
## 
## FL Criteria table reports square root of AVE on the diagonal and construct correlations on the lower triangle.
## 
## $cross_loadings
##        TSC    TE    EE    DP   RPA
## TSC1 0.737 0.441 0.478 0.359 0.434
## TSC2 0.775 0.456 0.529 0.343 0.427
## TSC3 0.743 0.386 0.481 0.373 0.358
## TSC4 0.707 0.356 0.448 0.313 0.386
## TSC5 0.781 0.469 0.531 0.320 0.462
## TE1  0.440 0.812 0.501 0.364 0.435
## TE2  0.447 0.796 0.510 0.340 0.454
## TE3  0.452 0.849 0.530 0.320 0.497
## TE4  0.509 0.877 0.581 0.433 0.524
## TE5  0.456 0.740 0.536 0.358 0.447
## EE1  0.497 0.559 0.806 0.343 0.523
## EE2  0.539 0.461 0.818 0.288 0.511
## EE3  0.557 0.533 0.836 0.310 0.563
## EE4  0.535 0.505 0.820 0.314 0.484
## EE5  0.566 0.599 0.808 0.373 0.592
## DE1  0.353 0.364 0.250 0.762 0.220
## DE2  0.333 0.307 0.299 0.794 0.253
## DE3  0.409 0.405 0.395 0.858 0.304
## RPA1 0.506 0.499 0.581 0.253 0.838
## RPA2 0.475 0.491 0.553 0.247 0.860
## RPA3 0.454 0.464 0.527 0.255 0.827
## RPA4 0.391 0.420 0.482 0.283 0.734
## RPA5 0.336 0.400 0.430 0.256 0.664

VIF Items Semua nilai VIF antar indikator dalam tiap variabel di bawah 3, jadi tidak ada multikolinearitas antar indikator.

HTMT (Discriminant Validity) Semua nilai HTMT di bawah 0.85, dengan nilai tertinggi EE–TSC (0.783) dan terendah DP–RPA (0.411). Artinya setiap variabel sudah mengukur hal yang berbeda-beda dan tidak saling tumpang tindih.

Cross Loadings & FL Criteria Setiap indikator memiliki loading tertinggi pada konstruknya sendiri dibanding konstruk lain, seperti TSC1 loading ke TSC (0.737) lebih tinggi dari loading ke TE (0.441), EE (0.478), dst. Nilai diagonal FL Criteria (akar AVE) juga lebih besar dari korelasi antar variabel di bawahnya. Hal ini mengkonfirmasi bahwa masing-masing indikator sudah tepat mengukur indikator yang dimaksud.

names(summary(pls_model))
##  [1] "meta"                   "iterations"             "paths"                 
##  [4] "total_effects"          "total_indirect_effects" "loadings"              
##  [7] "weights"                "validity"               "reliability"           
## [10] "composite_scores"       "vif_antecedents"        "fSquare"               
## [13] "descriptives"           "it_criteria"            "missing_data"

Inner Model Evaluation

Path Coefficient

pls_model$path_coef
##     TSC        TE        EE        DP       RPA
## TSC   0 0.5661417 0.4274388 0.0000000 0.0000000
## TE    0 0.0000000 0.4112762 0.0000000 0.0000000
## EE    0 0.0000000 0.0000000 0.4002087 0.6264565
## DP    0 0.0000000 0.0000000 0.0000000 0.0756224
## RPA   0 0.0000000 0.0000000 0.0000000 0.0000000

Koefisien jalur menunjukkan kekuatan dan arah pengaruh antar konstruk. TSC berpengaruh cukup kuat ke TE (0.566) dan EE (0.427), artinya semakin tinggi konsep diri guru, semakin tinggi efikasi diri dan kelelahan emosionalnya. TE juga berpengaruh ke EE (0.411), yang berarti efikasi diri turut berkontribusi pada kelelahan emosional. EE berpengaruh kuat ke RPA (0.626) dan cukup kuat ke DP (0.400) dengan semakin lelah secara emosional, semakin tinggi depersonalisasi dan penurunan prestasi pribadi. Sementara pengaruh DP ke RPA sangat kecil (0.076), menunjukkan depersonalisasi tidak terlalu berkontribusi langsung terhadap penurunan prestasi pribadi setelah EE sudah diperhitungkan.

R-Square

summary(pls_model)
## 
## Results from  package seminr (2.5.0)
## 
## Path Coefficients:
##           TE    EE    DP   RPA
## R^2    0.321 0.551 0.160 0.436
## AdjR^2 0.320 0.550 0.159 0.435
## TSC    0.566 0.427     .     .
## TE         . 0.411     .     .
## EE         .     . 0.400 0.626
## DP         .     .     . 0.076
## 
## Reliability:
##     alpha  rhoA  rhoC   AVE
## TSC 0.804 0.808 0.864 0.561
## TE  0.874 0.876 0.909 0.666
## EE  0.876 0.878 0.910 0.668
## DP  0.733 0.762 0.847 0.649
## RPA 0.845 0.855 0.890 0.621
## 
## Alpha, rhoA, and rhoC should exceed 0.7 while AVE should exceed 0.5

Nilai R² menunjukkan seberapa besar variansi setiap konstruk endogen dapat dijelaskan oleh variabel yang mempengaruhinya. EE memiliki R² tertinggi (0.551), artinya 55.1% variansi kelelahan emosional dijelaskan oleh TSC dan TE yang tergolong moderat hingga kuat. RPA dijelaskan sebesar 43.6% oleh EE dan DP, sementara TE dijelaskan 32.1% oleh TSC. Yang paling rendah adalah DP (0.160), artinya hanya 16% variansi depersonalisasi yang bisa dijelaskan oleh EE yang sisanya dipengaruhi faktor lain di luar model.

Bootstrapping

boot_model <- bootstrap_model(
     seminr_model = pls_model,
     nboot = 5000,
     cores = 1,
     seed = 123
 )
## Bootstrapping model using seminr...
## SEMinR Model successfully bootstrapped
summary(boot_model)
## 
## Results from Bootstrap resamples:  5000
## 
## Bootstrapped Structural Paths:
##             Original Est. Bootstrap Mean Bootstrap SD T Stat. 2.5% CI 97.5% CI
## TSC  ->  TE         0.566          0.566        0.028  19.867   0.509    0.620
## TSC  ->  EE         0.427          0.428        0.031  13.769   0.364    0.488
## TE  ->  EE          0.411          0.411        0.033  12.475   0.347    0.478
## EE  ->  DP          0.400          0.402        0.033  12.105   0.334    0.464
## EE  ->  RPA         0.626          0.628        0.023  27.621   0.582    0.672
## DP  ->  RPA         0.076          0.076        0.030   2.480   0.015    0.134
##             Bootstrap P Val
## TSC  ->  TE           0.000
## TSC  ->  EE           0.000
## TE  ->  EE            0.000
## EE  ->  DP            0.000
## EE  ->  RPA           0.000
## DP  ->  RPA           0.014
## 
## Bootstrapped Weights:
##               Original Est. Bootstrap Mean Bootstrap SD T Stat. 2.5% CI
## TSC1  ->  TSC         0.267          0.267        0.010  25.529   0.247
## TSC2  ->  TSC         0.287          0.287        0.009  32.020   0.270
## TSC3  ->  TSC         0.253          0.253        0.010  24.147   0.233
## TSC4  ->  TSC         0.235          0.235        0.011  21.704   0.213
## TSC5  ->  TSC         0.291          0.291        0.010  30.322   0.273
## TE1  ->  TE           0.232          0.232        0.007  34.523   0.219
## TE2  ->  TE           0.236          0.236        0.008  29.556   0.221
## TE3  ->  TE           0.243          0.243        0.007  34.363   0.229
## TE4  ->  TE           0.269          0.269        0.007  37.714   0.256
## TE5  ->  TE           0.245          0.245        0.009  27.926   0.228
## EE1  ->  EE           0.243          0.243        0.007  36.259   0.230
## EE2  ->  EE           0.229          0.229        0.006  36.442   0.217
## EE3  ->  EE           0.250          0.250        0.006  43.057   0.239
## EE4  ->  EE           0.231          0.232        0.006  38.070   0.220
## EE5  ->  EE           0.270          0.270        0.007  38.483   0.257
## DE1  ->  DP           0.336          0.335        0.026  12.778   0.281
## DE2  ->  DP           0.395          0.394        0.027  14.639   0.341
## DE3  ->  DP           0.502          0.502        0.027  18.500   0.452
## RPA1  ->  RPA         0.283          0.283        0.011  24.990   0.263
## RPA2  ->  RPA         0.270          0.270        0.010  27.072   0.251
## RPA3  ->  RPA         0.258          0.258        0.010  25.247   0.238
## RPA4  ->  RPA         0.239          0.239        0.011  21.655   0.218
## RPA5  ->  RPA         0.213          0.212        0.012  17.086   0.187
##               97.5% CI Bootstrap P Val
## TSC1  ->  TSC    0.289           0.000
## TSC2  ->  TSC    0.305           0.000
## TSC3  ->  TSC    0.274           0.000
## TSC4  ->  TSC    0.255           0.000
## TSC5  ->  TSC    0.311           0.000
## TE1  ->  TE      0.246           0.000
## TE2  ->  TE      0.252           0.000
## TE3  ->  TE      0.257           0.000
## TE4  ->  TE      0.284           0.000
## TE5  ->  TE      0.263           0.000
## EE1  ->  EE      0.256           0.000
## EE2  ->  EE      0.241           0.000
## EE3  ->  EE      0.262           0.000
## EE4  ->  EE      0.244           0.000
## EE5  ->  EE      0.285           0.000
## DE1  ->  DP      0.385           0.000
## DE2  ->  DP      0.447           0.000
## DE3  ->  DP      0.559           0.000
## RPA1  ->  RPA    0.307           0.000
## RPA2  ->  RPA    0.291           0.000
## RPA3  ->  RPA    0.278           0.000
## RPA4  ->  RPA    0.261           0.000
## RPA5  ->  RPA    0.236           0.000
## 
## Bootstrapped Loadings:
##               Original Est. Bootstrap Mean Bootstrap SD T Stat. 2.5% CI
## TSC1  ->  TSC         0.737          0.737        0.019  39.839   0.699
## TSC2  ->  TSC         0.775          0.774        0.016  49.094   0.743
## TSC3  ->  TSC         0.743          0.743        0.019  39.878   0.704
## TSC4  ->  TSC         0.707          0.706        0.023  31.271   0.660
## TSC5  ->  TSC         0.781          0.781        0.015  53.742   0.751
## TE1  ->  TE           0.812          0.812        0.015  52.876   0.780
## TE2  ->  TE           0.796          0.796        0.014  56.634   0.767
## TE3  ->  TE           0.849          0.849        0.012  68.095   0.823
## TE4  ->  TE           0.877          0.877        0.009  93.714   0.858
## TE5  ->  TE           0.740          0.740        0.020  37.248   0.700
## EE1  ->  EE           0.806          0.806        0.015  55.346   0.777
## EE2  ->  EE           0.818          0.817        0.013  60.872   0.790
## EE3  ->  EE           0.836          0.835        0.012  71.031   0.811
## EE4  ->  EE           0.820          0.820        0.015  54.489   0.790
## EE5  ->  EE           0.808          0.807        0.014  56.917   0.779
## DE1  ->  DP           0.762          0.760        0.027  28.346   0.701
## DE2  ->  DP           0.794          0.794        0.021  37.960   0.750
## DE3  ->  DP           0.858          0.858        0.014  62.711   0.829
## RPA1  ->  RPA         0.838          0.839        0.011  78.698   0.816
## RPA2  ->  RPA         0.860          0.860        0.011  81.820   0.839
## RPA3  ->  RPA         0.827          0.827        0.017  48.211   0.791
## RPA4  ->  RPA         0.734          0.734        0.023  31.907   0.686
## RPA5  ->  RPA         0.664          0.663        0.031  21.133   0.598
##               97.5% CI Bootstrap P Val
## TSC1  ->  TSC    0.772           0.000
## TSC2  ->  TSC    0.804           0.000
## TSC3  ->  TSC    0.777           0.000
## TSC4  ->  TSC    0.748           0.000
## TSC5  ->  TSC    0.808           0.000
## TE1  ->  TE      0.840           0.000
## TE2  ->  TE      0.822           0.000
## TE3  ->  TE      0.871           0.000
## TE4  ->  TE      0.894           0.000
## TE5  ->  TE      0.776           0.000
## EE1  ->  EE      0.833           0.000
## EE2  ->  EE      0.843           0.000
## EE3  ->  EE      0.857           0.000
## EE4  ->  EE      0.848           0.000
## EE5  ->  EE      0.834           0.000
## DE1  ->  DP      0.807           0.000
## DE2  ->  DP      0.831           0.000
## DE3  ->  DP      0.883           0.000
## RPA1  ->  RPA    0.859           0.000
## RPA2  ->  RPA    0.880           0.000
## RPA3  ->  RPA    0.858           0.000
## RPA4  ->  RPA    0.776           0.000
## RPA5  ->  RPA    0.720           0.000
## 
## Bootstrapped HTMT:
##              Original Est. Bootstrap Mean Bootstrap SD 2.5% CI 97.5% CI
## TSC  ->  TE          0.671          0.670        0.031   0.606    0.729
## TSC  ->  EE          0.783          0.783        0.025   0.732    0.829
## TSC  ->  DP          0.589          0.590        0.040   0.509    0.668
## TSC  ->  RPA         0.666          0.665        0.031   0.603    0.725
## TE  ->  EE           0.742          0.741        0.025   0.691    0.790
## TE  ->  DP           0.553          0.553        0.037   0.478    0.621
## TE  ->  RPA          0.673          0.673        0.030   0.612    0.730
## EE  ->  DP           0.483          0.484        0.041   0.400    0.562
## EE  ->  RPA          0.758          0.758        0.023   0.710    0.803
## DP  ->  RPA          0.411          0.411        0.042   0.326    0.491
##              Bootstrap P Val
## TSC  ->  TE            0.000
## TSC  ->  EE            0.000
## TSC  ->  DP            0.000
## TSC  ->  RPA           0.000
## TE  ->  EE             0.000
## TE  ->  DP             0.000
## TE  ->  RPA            0.000
## EE  ->  DP             0.000
## EE  ->  RPA            0.000
## DP  ->  RPA            0.000
## 
## Bootstrapped Total Paths:
##              Original Est. Bootstrap Mean Bootstrap SD 2.5% CI 97.5% CI
## TSC  ->  TE          0.566          0.566        0.028   0.509    0.620
## TSC  ->  EE          0.660          0.661        0.022   0.615    0.701
## TSC  ->  DP          0.264          0.265        0.026   0.216    0.315
## TSC  ->  RPA         0.434          0.435        0.023   0.389    0.479
## TE  ->  EE           0.411          0.411        0.033   0.347    0.478
## TE  ->  DP           0.165          0.165        0.021   0.127    0.208
## TE  ->  RPA          0.270          0.270        0.026   0.222    0.323
## EE  ->  DP           0.400          0.402        0.033   0.334    0.464
## EE  ->  RPA          0.657          0.658        0.022   0.613    0.700
## DP  ->  RPA          0.076          0.076        0.030   0.015    0.134

Structural Paths (Jalur Struktural) Semua jalur signifikan dengan T-statistic jauh di atas 1.96 dan p-value 0.000, kecuali DP dengan RPA yang T-stat-nya 2.480 dan p-value 0.014, tetap signifikan tapi paling lemah. Bootstrap Mean hampir identik dengan Original Estimate di semua jalur, menandakan hasil model sangat stabil. Confidence interval seluruh jalur tidak melewati angka 0, mengkonfirmasi semua pengaruh signifikan secara statistik.

Weights & Loadings Semua bobot dan loading factor terkonfirmasi signifikan (p = 0.000) dengan T-statistic sangat tinggi. Bootstrap Mean konsisten dengan estimasi asli, artinya tidak ada bias dalam perhitungan model.

Total Paths Menarik untuk dilihat bahwa total effect TSC dengan EE (0.660) lebih besar dari direct effect-nya (0.427), karena sudah mencakup efek tidak langsung melalui TE. Ini mengkonfirmasi bahwa TE memang berperan sebagai mediator yang TSC mempengaruhi EE tidak hanya secara langsung, tapi juga lewat jalur TSC → TE → EE. Total effect EE → RPA juga tinggi (0.657), menjadikan EE sebagai variabel paling berpengaruh terhadap penurunan prestasi pribadi guru.

Visualisasi Model SEM-PLS

plot(
     pls_model,
     title = "SEM-PLS Model"
 )

Visualisasi model SEM-PLS menampilkan keseluruhan hubungan antar variabel dan indikatornya secara sekaligus. TSC sebagai variabel eksogen berada di kiri, dengan 5 indikator (TSC1–TSC5) yang loading-nya berkisar 0.707–0.781. TSC mengirimkan dua jalur ke TE (β = 0.566) dan langsung ke EE (β = 0.427), di mana jalur ke TE tampak lebih tebal menandakan pengaruh yang lebih kuat.

TE berada di tengah dengan R² = 0.321, diapit indikator TE1–TE5 (loading 0.740–0.877), dan meneruskan pengaruhnya ke EE (β = 0.411). EE dengan R² = 0.551 menjadi variabel paling “ramai” karena menerima pengaruh dari dua arah sekaligus (TSC dan TE), lalu mendistribusikan pengaruhnya ke DP (β = 0.400) dan RPA (β = 0.626) yang panahnya ke RPA tampak paling tebal di seluruh model, menandakan jalur terkuat.

DP (R² = 0.160) hanya dijelaskan oleh EE dan pengaruhnya ke RPA sangat kecil (β = 0.076), terlihat dari panah yang tipis. RPA sebagai variabel akhir memiliki R² = 0.436 dengan indikator RPA1–RPA5 di sisi kanan. Secara keseluruhan, alur dominan dalam model ini adalah TSC → TE → EE → RPA, dengan EE sebagai variabel sentral yang paling menentukan kondisi burnout guru.