###Layout Rancangan Percobaan Split Plot
Rancangan petak terbagi (Split Plot Design) dalam Rancangan Acak Lengkap (RAL) adalah rancangan percobaan yang menggunakan dua faktor perlakuan dengan tingkat kepentingan atau kemudahan pengacakan yang berbeda. Faktor yang lebih sulit diterapkan ditempatkan sebagai petak utama (main plot), sedangkan faktor yang lebih mudah diterapkan ditempatkan sebagai anak petak (sub plot). Pengacakan dilakukan dalam dua tahap, yaitu pengacakan petak utama dan pengacakan anak petak.
Model linier pada rancangan Split Plot dalam RAL dapat dituliskan sebagai berikut:
\[ Y_{ijk} = \mu + \alpha_i + \beta_j + \delta_{ik} + (\alpha\beta)_{ij} + \varepsilon_{ijk} \]
dengan:
\[ i = 1,2,\ldots,a; \quad j = 1,2,\ldots,b; \quad k = 1,2,\ldots,r \]
\(Y_{ijk}\) : Pengamatan pada kombinasi perlakuan faktor A taraf ke-\(i\) dan faktor B taraf ke-\(j\) pada ulangan ke-\(k\)
\(\mu\) : Nilai tengah umum (rata-rata populasi)
\(\alpha_i\) : Pengaruh faktor A taraf ke-\(i\) (petak utama)
\(\beta_j\) : Pengaruh faktor B taraf ke-\(j\) (anak petak)
\((\alpha\beta)_{ij}\) : Pengaruh interaksi antara faktor A dan faktor B
\(\delta_{ik}\) : Galat petak utama (main plot error)
\(\varepsilon_{ijk}\) : Galat anak petak (sub plot error)
| Sumber Keragaman | db | JK | KT | F-hitung |
|---|---|---|---|---|
| Faktor A | \(a-1\) | JKA | \(JKA/dbA\) | \(KTA/KTGA\) |
| Galat (a) | \(a(r-1)\) | JKGA | \(JKGA/dbGA\) | - |
| Faktor B | \(b-1\) | JKB | \(JKB/dbB\) | \(KTB/KTGB\) |
| Interaksi AB | \((a-1)(b-1)\) | JKAB | \(JKAB/dbAB\) | \(KTAB/KTGB\) |
| Galat (b) | \(a(b-1)(r-1)\) | JKGB | \(JKGB/dbGB\) | - |
| Total | \(abr-1\) | JKT | - | - |
\[ F_{hitung} > F_{tabel} \]
atau
\[ \textit{P-value} < \alpha \]
Seorang peneliti ingin mengetahui pengaruh:
terhadap bobot biji tanaman.
Pada percobaan ini:
## Warning: package 'readxl' was built under R version 4.3.3
## Warning: package 'dplyr' was built under R version 4.3.3
##
## Attaching package: 'dplyr'
## The following objects are masked from 'package:stats':
##
## filter, lag
## The following objects are masked from 'package:base':
##
## intersect, setdiff, setequal, union
## Warning: package 'agricolae' was built under R version 4.3.3
# 2. Import Data Excel
data_split_RAL <- read_excel(
"C:/Users/LENOVO/Documents/STATISTIKA PERTANIAN DAN BIOLOGI/Pertemuan_12_Splitplot/Data_Spliplot.xlsx")
data_split_RAL## # A tibble: 27 × 5
## No Pukan Benih Ulangan Bobot_Biji
## <dbl> <chr> <chr> <dbl> <dbl>
## 1 1 K1 J1 1 63.8
## 2 2 K1 J1 2 65
## 3 3 K1 J1 3 65.5
## 4 4 K1 J2 1 66.4
## 5 5 K1 J2 2 65.8
## 6 6 K1 J2 3 66.8
## 7 7 K1 J3 1 67.8
## 8 8 K1 J3 2 64.3
## 9 9 K1 J3 3 65.8
## 10 10 K2 J1 1 65.3
## # ℹ 17 more rows
## tibble [27 × 5] (S3: tbl_df/tbl/data.frame)
## $ No : num [1:27] 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 ...
## $ Pukan : chr [1:27] "K1" "K1" "K1" "K1" ...
## $ Benih : chr [1:27] "J1" "J1" "J1" "J2" ...
## $ Ulangan : num [1:27] 1 2 3 1 2 3 1 2 3 1 ...
## $ Bobot_Biji: num [1:27] 63.8 65 65.5 66.4 65.8 ...
Ulangan masih numerik, sehingga perlu kita ubah dan pastikan semuanya adalah factor sehingga kita melakukan perubahan struktur data.
data_split_RAL$Pukan <- as.factor(data_split_RAL$Pukan)
data_split_RAL$Benih <- as.factor(data_split_RAL$Benih)
data_split_RAL$Ulangan <- as.factor(data_split_RAL
$Ulangan)
str(data_split_RAL)## tibble [27 × 5] (S3: tbl_df/tbl/data.frame)
## $ No : num [1:27] 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 ...
## $ Pukan : Factor w/ 3 levels "K1","K2","K3": 1 1 1 1 1 1 1 1 1 2 ...
## $ Benih : Factor w/ 3 levels "J1","J2","J3": 1 1 1 2 2 2 3 3 3 1 ...
## $ Ulangan : Factor w/ 3 levels "1","2","3": 1 2 3 1 2 3 1 2 3 1 ...
## $ Bobot_Biji: num [1:27] 63.8 65 65.5 66.4 65.8 ...
# 6. Split Plot harus melihat rata rata untuk ANOVA
data_split_RAL %>%
group_by(Pukan, Benih) %>%
summarise(
Mean = mean(Bobot_Biji)
)## `summarise()` has grouped output by 'Pukan'. You can override using the
## `.groups` argument.
## # A tibble: 9 × 3
## # Groups: Pukan [3]
## Pukan Benih Mean
## <fct> <fct> <dbl>
## 1 K1 J1 64.8
## 2 K1 J2 66.4
## 3 K1 J3 66.0
## 4 K2 J1 65.4
## 5 K2 J2 68.6
## 6 K2 J3 66.9
## 7 K3 J1 65.2
## 8 K3 J2 65.8
## 9 K3 J3 63.6
# 5. Buat Tabel ANOVA
model_split_RAL <- aov(
Bobot_Biji ~ Pukan * Benih + Error(Ulangan/Pukan),
data = data_split_RAL
)
summary(model_split_RAL)##
## Error: Ulangan
## Df Sum Sq Mean Sq F value Pr(>F)
## Residuals 2 0.605 0.3025
##
## Error: Ulangan:Pukan
## Df Sum Sq Mean Sq F value Pr(>F)
## Pukan 2 20.873 10.436 14.98 0.0139 *
## Residuals 4 2.787 0.697
## ---
## Signif. codes: 0 '***' 0.001 '**' 0.01 '*' 0.05 '.' 0.1 ' ' 1
##
## Error: Within
## Df Sum Sq Mean Sq F value Pr(>F)
## Benih 2 16.418 8.209 10.79 0.00208 **
## Pukan:Benih 4 11.345 2.836 3.73 0.03395 *
## Residuals 12 9.125 0.760
## ---
## Signif. codes: 0 '***' 0.001 '**' 0.01 '*' 0.05 '.' 0.1 ' ' 1
| Keragaman | db | JK | KT | F hitung | P-value |
|---|---|---|---|---|---|
| Pupuk Kandang (A) | 2 | 20.873 | 10.436 | 14.98 | 0.0139 |
| Galat a | 4 | 2.787 | 0.697 | - | - |
| Jumlah Benih (B) | 2 | 16.418 | 8.209 | 10.79 | 0.0021 |
| Interaksi (AB) | 4 | 11.345 | 2.836 | 3.73 | 0.0340 |
| Galat b | 12 | 9.125 | 0.760 | - | - |
| Total | 26 | 60.548 | - | - | - |
## Uji Lanjut Tukey dengan Grouping
library(agricolae)
# Membuat kombinasi perlakuan
data_split_RAL$Perlakuan <- with(
data_split_RAL,
interaction(Pukan, Benih)
)
# Model ANOVA
model_tukey <- aov(
Bobot_Biji ~ Perlakuan,
data = data_split_RAL
)
# Uji Tukey Grouping
hasil_tukey <- HSD.test(
model_tukey,
trt = "Perlakuan",
group = TRUE
)
# Menampilkan grouping
hasil_tukey$groups## Bobot_Biji groups
## K2.J2 68.62333 a
## K2.J3 66.91667 ab
## K1.J2 66.36333 ab
## K1.J3 65.99667 b
## K3.J2 65.77667 bc
## K2.J1 65.38667 bc
## K3.J1 65.16667 bc
## K1.J1 64.77667 bc
## K3.J3 63.55667 c
## Membuat Grafik Interaksi
interaction.plot(
x.factor = data_split_RAL$Benih,
trace.factor = data_split_RAL$Pukan,
response = data_split_RAL$Bobot_Biji,
type = "b",
col = c("blue", "red", "darkgreen"),
pch = c(16, 17, 15),
lwd = 2,
xlab = "Jumlah Benih",
ylab = "Rata-rata Bobot Biji",
trace.label = "Pupuk Kandang",
main = "Grafik Interaksi Pupuk Kandang dan Jumlah Benih"
)Rancangan petak terbagi (Split Plot Design) dalam Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) adalah rancangan percobaan yang menggunakan dua faktor perlakuan dengan tingkat kemudahan pengacakan yang berbeda serta melibatkan pengelompokan (blok) untuk mengendalikan keragaman lingkungan. Faktor yang lebih sulit diterapkan ditempatkan sebagai petak utama (main plot), sedangkan faktor yang lebih mudah diterapkan ditempatkan sebagai anak petak (sub plot). Pengacakan dilakukan dalam dua tahap pada setiap kelompok, yaitu pengacakan petak utama dan pengacakan anak petak.
Model linier pada rancangan Split Plot dalam Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dapat dituliskan sebagai berikut:
\[ Y_{ijk} = \mu + K_k + \alpha_i + \delta_{ik} + \beta_j + (\alpha\beta)_{ij} + \varepsilon_{ijk} \]
dengan:
\[ i = 1,2,\ldots,a; \quad j = 1,2,\ldots,b; \quad k = 1,2,\ldots,r \]
\(Y_{ijk}\) : Pengamatan pada kombinasi perlakuan faktor A taraf ke-\(i\) dan faktor B taraf ke-\(j\) pada kelompok ke-\(k\)
\(\mu\) : Nilai tengah umum (rata-rata populasi)
\(K_k\) : Pengaruh kelompok/ulangan ke-\(k\)
\(\alpha_i\) : Pengaruh faktor A taraf ke-\(i\) (petak utama)
\(\beta_j\) : Pengaruh faktor B taraf ke-\(j\) (anak petak)
\((\alpha\beta)_{ij}\) : Pengaruh interaksi antara faktor A dan faktor B
\(\delta_{ik}\) : Galat petak utama (main plot error)
\(\varepsilon_{ijk}\) : Galat anak petak (sub plot error)
| Sumber Keragaman | db | JK | KT | F-hitung |
|---|---|---|---|---|
| Kelompok | \(r-1\) | JKK | \(JKK/dbK\) | - |
| Faktor A | \(a-1\) | JKA | \(JKA/dbA\) | \(KTA/KTGA\) |
| Galat (a) | \((r-1)(a-1)\) | JKGA | \(JKGA/dbGA\) | - |
| Faktor B | \(b-1\) | JKB | \(JKB/dbB\) | \(KTB/KTGB\) |
| Interaksi AB | \((a-1)(b-1)\) | JKAB | \(JKAB/dbAB\) | \(KTAB/KTGB\) |
| Galat (b) | \(a(r-1)(b-1)\) | JKGB | \(JKGB/dbGB\) | - |
| Total | \(abr-1\) | JKT | - | - |
\[ F_{hitung} > F_{tabel} \]
atau
\[ \textit{P-value} < \alpha \]
Gunakan data produksi padi yang telah diberikan (Data di Sheet 2 “Data_SplitPlot”) untuk melakukan analisis rancangan Split Plot dalam Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL).
Faktor A (Petak Utama)
= Jenis pupuk
(Kontrol, PK, N, NP, NK, NPK)
Faktor B (Anak Petak)
= Genotipe padi
(IR-64 dan S-969)
Kelompok/Ulangan
= 4 kelompok
Respon
= Produksi padi (kg/ha)
Lakukan tahapan berikut secara mandiri:
Bentuk model split plot menggunakan fungsi: dengan struktur galat yang sesuai.
Kata Kunci : model_split_RAKL <- aov( Produksi_Padi ~ Pupuk * Genotipe + Error(Kelompok/Pupuk), data = data_split_RAKL (Ini Contoh kalau di RAKL, GANTI ULANGAN DENGAN KELOMPOK)
Interpretasikan:
Gunakan: - F hitung - P-value
Jika interaksi berbeda nyata: