Analisis ini menggunakan data historis dari tiga saham perbankan
utama di Indonesia (Big Banks), yaitu BBCA, BBRI, dan BMRI. Visualisasi
dibuat menggunakan bahasa pemrograman R dengan package
ggplot2 dan lubridate.
Berikut adalah kode R yang digunakan untuk mengolah data dan menghasilkan visualisasi:
# Memuat Library
library(ggplot2)
library(lubridate)
library(dplyr)
# Import Data (Pastikan direktori file CSV di komputermu sudah benar)
bbca <- read.csv("C:/Users/Acer/Downloads/Data Historis BBCA.csv", sep=",")
bbri <- read.csv("C:/Users/Acer/Downloads/Data Historis BBRI.csv", sep=",")
bmri <- read.csv("C:/Users/Acer/Downloads/Data Historis BMRI.csv", sep=",")
# Modifikasi Format Tanggal dan Harga
df_bbca <- data.frame(Time = dmy(bbca$Tanggal), Price = as.numeric(gsub(",", "", bbca$Terakhir)), Saham = "BBCA")
df_bbri <- data.frame(Time = dmy(bbri$Tanggal), Price = as.numeric(gsub(",", "", bbri$Terakhir)), Saham = "BBRI")
df_bmri <- data.frame(Time = dmy(bmri$Tanggal), Price = as.numeric(gsub(",", "", bmri$Terakhir)), Saham = "BMRI")
# Gabung Data
df_all <- rbind(df_bbca, df_bbri, df_bmri)
# Menentukan titik garis putus-putus untuk pemisah tahun
batas_tahun <- as.Date(c("2024-01-01", "2025-01-01", "2026-01-01"))
plot_single <- ggplot(df_bbca, aes(x = Time, y = Price)) +
geom_line(color = "steelblue3", linewidth = 1) +
scale_x_date(date_labels = "%b %Y", date_breaks = "4 months") +
geom_vline(xintercept = batas_tahun, linetype = 2, color = "red", linewidth = 1) +
theme_minimal() +
labs(title = "Pergerakan Harga Saham BBCA (Single Series)", x = "Tanggal", y = "Harga (IDR)") +
theme(axis.text.x = element_text(angle = 50, hjust = 1))
print(plot_single)
Interpretasi: Grafik di atas menunjukkan tren pergerakan harga saham BBCA. Terlihat bahwa pada pertengahan tahun 2023 hingga pertengahan 2024, saham BBCA mengalami tren kenaikan (uptrend) yang cukup konsisten, mencapai puncaknya di sekitar nilai 11. Namun, setelah memasuki kuartal ketiga tahun 2024 dan menyeberang ke tahun 2025, terjadi koreksi harga yang tajam dan tren berubah menjadi penurunan (downtrend).
Garis putus-putus merah horizontal sangat membantu untuk memisahkan pergerakan harga secara Year-on-Year (YoY), di mana tahun 2025 tampaknya menjadi tahun dengan volatilitas tinggi dan penurunan harga yang signifikan dibandingkan awal tahun 2024.
plot_multi <- ggplot(df_all, aes(x = Time, y = Price, color = Saham)) +
geom_line(linewidth = 0.8) +
scale_x_date(date_labels = "%b %Y", date_breaks = "4 months") +
geom_vline(xintercept = batas_tahun, linetype = 2, color = "black", linewidth = 0.8) +
theme_minimal() +
labs(title = "Perbandingan Harga Saham Big Banks (Multiple Series)", x = "Tanggal", y = "Harga (IDR)") +
theme(legend.position = "bottom", axis.text.x = element_text(angle = 50, hjust = 1))
print(plot_multi)
Interpretasi: Grafik multiple series ini membandingkan pergerakan harga ketiga saham: BBCA (merah), BMRI (biru), dan BBRI (hijau). Terdapat beberapa temuan utama:
plot_box <- ggplot(df_all, aes(x = Saham, y = Price, fill = Saham)) +
geom_boxplot() +
theme_minimal() +
labs(title = "Eksplorasi Distribusi Harga Saham (Boxplot)", x = "Kode Saham", y = "Harga (IDR)")
print(plot_box)
Interpretasi: Berdasarkan visualisasi boxplot, kita dapat melihat ringkasan distribusi dan sebaran harga dari masing-masing saham: