Pendahuluan

Dokumen ini berisi analisis sederhana data time series harga saham Bank Central Asia (BBCA), Bank Negara Indonesia (BBNI), dan Bank Rakyat Indonesia (BBRI) periode 2023–2025.

Analisis dilakukan menggunakan R Markdown dengan visualisasi time series dan boxplot menggunakan package ggplot2.

Visualisasi Time Series

Berikut merupakan visualisasi pergerakan harga saham BBCA, BBNI, dan BBRI selama periode pengamatan.

Interpretasi

1. Interpretasi Time Series Saham BBCA

Berdasarkan grafik time series harga saham BBCA selama periode 2023–2025, terlihat bahwa pergerakan harga saham cenderung mengalami tren meningkat meskipun tetap disertai fluktuasi harian yang wajar. Pada awal periode pengamatan, harga saham BBCA masih berada pada level yang relatif lebih rendah, kemudian perlahan mengalami kenaikan hingga mencapai beberapa titik puncak pada pertengahan hingga akhir periode pengamatan.

Visualisasi juga menunjukkan bahwa saham BBCA memiliki pergerakan yang relatif stabil dibandingkan saham perbankan lainnya. Walaupun terdapat beberapa penurunan harga pada waktu tertentu, tren umumnya tetap bergerak naik. Hal ini mengindikasikan bahwa BBCA memiliki performa pasar yang cukup kuat dan konsisten selama periode 2023–2025.

Selain itu, adanya penanda titik puncak (peaks) dan titik lembah (valleys) pada grafik membantu menunjukkan kapan terjadi kenaikan maupun penurunan harga yang cukup signifikan. Garis vertikal putus-putus sebagai pemisah tahun juga mempermudah dalam melihat perubahan tren harga dari tahun ke tahun.

2. Interpretasi Time Series Saham BBNI

Pada grafik time series saham BBNI, terlihat bahwa harga saham mengalami fluktuasi yang cukup dinamis sepanjang periode pengamatan. Pergerakan harga cenderung naik turun dalam rentang tertentu, namun tetap menunjukkan kecenderungan peningkatan pada beberapa periode.

Dibandingkan BBCA, volatilitas saham BBNI terlihat sedikit lebih tinggi. Hal ini tampak dari perubahan harga yang lebih tajam pada beberapa waktu tertentu. Beberapa titik puncak menunjukkan adanya periode ketika harga saham meningkat cukup tinggi, sedangkan titik lembah menunjukkan fase koreksi atau penurunan harga.

Visualisasi ini menunjukkan bahwa saham BBNI cukup aktif mengalami perubahan harga akibat kondisi pasar. Meskipun demikian, pola pergerakannya masih menunjukkan bahwa saham tetap berada dalam kondisi yang relatif stabil dan tidak mengalami penurunan ekstrem selama periode pengamatan.

3. Interpretasi Time Series Saham BBRI

Grafik time series saham BBRI menunjukkan pola pergerakan harga yang cukup fluktuatif selama tahun 2023–2025. Harga saham mengalami beberapa kali kenaikan dan penurunan yang cukup terlihat, namun secara umum masih berada dalam tren yang relatif stabil.

Jika dibandingkan dengan BBCA dan BBNI, saham BBRI memiliki rentang perubahan harga yang cukup lebar pada beberapa periode tertentu. Hal ini menunjukkan bahwa respons pasar terhadap saham BBRI cukup aktif selama periode pengamatan.

Titik-titik puncak dan lembah pada grafik membantu memperlihatkan kapan harga saham mencapai nilai tertinggi maupun terendah. Dengan adanya visualisasi ini, pola perubahan harga saham menjadi lebih mudah dipahami secara visual dibandingkan hanya melihat data angka saja.

4. Interpretasi Keseluruhan

Berdasarkan grafik multiple time series yang menampilkan ketiga saham secara bersamaan, terlihat adanya perbedaan level harga dan pola pergerakan antara BBCA, BBNI, dan BBRI.

Saham BBCA konsisten berada pada level harga paling tinggi dibandingkan dua saham lainnya selama periode pengamatan. Hal ini menunjukkan bahwa nilai pasar saham BBCA relatif lebih besar dan stabil. Sementara itu, saham BBNI dan BBRI berada pada rentang harga yang lebih rendah dengan pola fluktuasi yang lebih mirip satu sama lain.

Grafik gabungan ini juga mempermudah dalam membandingkan tren antar saham secara langsung. Ketika salah satu saham mengalami kenaikan atau penurunan, perbedaan pola respons masing-masing saham dapat terlihat dengan jelas. Selain itu, garis pemisah tahun membantu mengamati perubahan tren harga pada setiap pergantian tahun selama periode 2023–2025.

5. Interpretasi Boxplot

Berdasarkan boxplot harga saham harian periode 2023–2025, terlihat bahwa saham BBCA memiliki median harga paling tinggi dibandingkan saham BBNI dan BBRI. Hal ini menunjukkan bahwa secara umum harga saham BBCA berada pada level yang lebih tinggi selama periode pengamatan.

Selain median yang tinggi, boxplot BBCA juga memiliki rentang interkuartil (IQR) yang cukup lebar. Kondisi ini menunjukkan bahwa harga saham BBCA tetap mengalami variasi atau fluktuasi harga meskipun cenderung stabil pada level tinggi.

Sementara itu, saham BBNI dan BBRI memiliki median harga yang relatif lebih rendah. Namun, distribusi data kedua saham tersebut menunjukkan adanya variasi harga yang cukup aktif selama periode pengamatan. Pada beberapa bagian boxplot juga terlihat adanya titik outlier, terutama pada saham BBNI, yang menandakan terdapat beberapa periode ketika harga saham meningkat cukup jauh dibandingkan kondisi normalnya.

Secara keseluruhan, boxplot menunjukkan bahwa ketiga saham memiliki karakteristik distribusi harga yang berbeda, baik dari sisi tingkat harga maupun tingkat variasi pergerakannya selama tahun 2023–2025.