Pendahuluan

Laporan ini bertujuan untuk menganalisis tren harga penutupan (closing price) saham tiga bank besar Indonesia, yaitu BBNI, BBCA, dan BMRI, menggunakan visualisasi Time Series. Data bersumber dari data historis harga saham harian yang diambil dari Investing.com.

Analisis ini mencakup:


Library yang Digunakan


Load dan Persiapan Data

Data dibaca dari file CSV, lalu kolom Tanggal diubah ke format Date menggunakan fungsi dmy() dari package lubridate. Selanjutnya dibuat dataset terpisah per saham dengan kolom: Date, Close, dan Saham.

##         Date Close Saham
## 1 2025-12-30  8075  BBCA
## 2 2025-12-29  8025  BBCA
## 3 2025-12-24  8025  BBCA
## 4 2025-12-23  8025  BBCA
## 5 2025-12-22  8175  BBCA
## 6 2025-12-19  8050  BBCA

Visualisasi 1: Time Series Harga Saham BBCA

Grafik berikut menampilkan pergerakan harga penutupan saham BBCA dari waktu ke waktu. Garis merah putus-putus menandai pergantian tahun sebagai referensi.

Visualisasi 2: Perbandingan Ketiga Saham

Grafik berikut membandingkan tren harga penutupan ketiga saham sekaligus dalam satu tampilan untuk memudahkan perbandingan antar saham.

Visualisasi 3: Boxplot Distribusi Harga Saham

Boxplot ini memberikan gambaran distribusi harga penutupan masing-masing saham selama periode pengamatan, termasuk nilai tengah (median), rentang harga, dan keberadaan outlier.

Kesimpulan

Berdasarkan visualisasi yang telah dibuat, dapat disimpulkan bahwa:

  1. BBCA secara konsisten memiliki harga saham tertinggi di antara ketiga saham selama periode Januari 2022 hingga awal 2026, dengan rentang harga berkisar antara Rp7.000 hingga Rp11.000 per lembar saham.

  2. BBNI memiliki harga terendah di antara ketiganya dengan rentang harga sekitar Rp3.000–Rp6.000, meskipun sempat mencatat lonjakan ekstrem ke kisaran Rp8.000 pada awal 2022 yang terlihat sebagai outlier di boxplot.

  3. BMRI berada di posisi tengah dengan rentang harga sekitar Rp3.500–Rp7.500, dan distribusinya lebih lebar dibanding BBNI yang mengindikasikan volatilitas yang lebih tinggi.

  4. Berdasarkan Time Series BBCA, tren harga menunjukkan pola naik signifikan di periode 2024 hingga mencapai puncak sekitar Rp11.000 pada pertengahan 2024, kemudian mengalami penurunan tajam setelah pertengahan 2024 hingga awal 2026.

  5. Berdasarkan grafik perbandingan, ketiga saham menunjukkan pola tren yang serupa — naik bersama pada 2023–2024 dan turun bersama setelahnya — yang mengindikasikan adanya pengaruh faktor makroekonomi yang memengaruhi sektor perbankan secara bersamaan.

  6. Dari boxplot, BBCA memiliki median tertinggi (~Rp9.000) dengan IQR yang relatif sempit, artinya harga BBCA cenderung stabil di level tinggi. Sementara BBNI memiliki banyak outlier ke atas yang menunjukkan adanya periode harga yang jauh di atas normal secara historis.