## Warning: package 'readr' was built under R version 4.4.3
## Rows: 267 Columns: 7
## ── Column specification ────────────────────────────────────────────────────────
## Delimiter: ";"
## chr (4): NAMA PROVINSI, NAMA KABUPATEN/KOTA, NAMA KECAMATAN, NAMA KELURAHAN
## dbl (3): TAHUN, LUAS WILAYAH (KM2), KEPADATAN (JIWA/KM2)
##
## ℹ Use `spec()` to retrieve the full column specification for this data.
## ℹ Specify the column types or set `show_col_types = FALSE` to quiet this message.
## # A tibble: 6 × 7
## Tahun Prov Kab Kec Kel Luas Kepadatan
## <dbl> <chr> <chr> <chr> <chr> <dbl> <dbl>
## 1 2013 PROVINSI DKI JAKARTA KAB.ADM.KEP.SERIBU KEP. SERI… P. P… 0.91 6779
## 2 2013 PROVINSI DKI JAKARTA KAB.ADM.KEP.SERIBU KEP. SERI… P. K… 3.76 1705
## 3 2013 PROVINSI DKI JAKARTA KAB.ADM.KEP.SERIBU KEP. SERI… P. H… 3.59 628
## 4 2013 PROVINSI DKI JAKARTA KAB.ADM.KEP.SERIBU KEP. SERI… P. U… 0.59 3625
## 5 2013 PROVINSI DKI JAKARTA KAB.ADM.KEP.SERIBU KEP. SERI… P. T… 1.57 3084
## 6 2013 PROVINSI DKI JAKARTA KAB.ADM.KEP.SERIBU KEP. SERI… P. P… 1.39 1968
#Membuat grafik menggunakan package lattice
library(lattice)
## Warning: package 'lattice' was built under R version 4.4.3
xyplot(Luas~Kepadatan, bintel1,
pch=20,
col="deeppink2",
main="Hubungan Luas Wilayah & Kepadatan Penduduk
Prov DKI Jakarta",
ylab=expression(paste("Luas Wilayah (" , Km^2, ")")),
xlab=expression(paste("Kepadatan(" ,Jiwa/Km^2, ")")),
cex=1.25,
par.settings=list(
panel.background=list(col="ivory")),
background="grey95")
Grafik tersebut menunjukkan hubungan antara kepadatan penduduk (jiwa/km²) dan luas wilayah (km²). Hasil visualisasi memperlihatkan bahwa wilayah dengan luas yang kecil cenderung memiliki tingkat kepadatan penduduk yang lebih tinggi.
xyplot(Luas~Kepadatan | factor(Kab), data=bintel1,
pch=20,
col="mediumpurple3",
main="Hubungan Luas Wilayah & Kepadatan Penduduk
Prov DKI Jakarta per Kab/Kota",
ylab=expression(paste("Luas Wilayah (" , Km^2, ")")),
xlab=expression(paste("Kepadatan(" ,Jiwa/Km^2, ")")),
par.strip.text=list(cex=0.7),
cex=1.25,
par.settings=list(
panel.background=list(col="ivory"),
strip.background=list(col="mediumpurple3")),
background="grey95")
Grafik tersebut menunjukkan hubungan antara kepadatan penduduk (jiwa/km²) dan luas wilayah (km²) di Provinsi DKI Jakarta berdasarkan kabupaten/kota. Pola sebaran pada masing-masing panel menunjukkan kecenderungan yang relatif serupa. Secara umum terlihat adanya kecenderungan hubungan negatif, yaitu wilayah dengan luas yang lebih kecil cenderung memiliki kepadatan penduduk yang lebih tinggi.
xyplot(Luas~Kepadatan, data=bintel1,
group=Kab,
auto.key=list(space="right"),
pch=20,
main="Hubungan Luas Wilayah & Kepadatan Penduduk
Prov DKI Jakarta per Kab/Kota",
ylab=expression(paste("Luas Wilayah (" , Km^2, ")")),
xlab=expression(paste("Kepadatan(" ,Jiwa/Km^2, ")")),
cex=1.2)
Grafik tersebut menunjukkan hubungan antara kepadatan penduduk (jiwa/km²) dan luas wilayah (km²) di Provinsi DKI Jakarta, dengan perbedaan warna yang merepresentasikan masing-masing kabupaten/kota. Berdasarkan visualisasi, terlihat bahwa sebagian besar data menunjukkan kecenderungan hubungan negatif, yaitu wilayah dengan luas yang lebih kecil cenderung memiliki tingkat kepadatan penduduk yang lebih tinggi. Selain itu, pewarnaan pada grafik memperlihatkan bahwa pola sebaran data antar kabupaten/kota relatif serupa dan saling tumpang tindih.
#Jakarta Barat
jakbar <- subset(bintel1, Kab=="JAKARTA BARAT")
xyplot(Luas~Kepadatan | factor(Kec),data=jakbar,
pch=20,
col="lightsalmon1",
main="Hubungan Luas Wilayah & Kepadatan Penduduk
Kab. Jakarta Barat Per Kec.",
ylab=expression(paste("Luas Wilayah (" , Km^2, ")")),
xlab=expression(paste("Kepadatan(" ,Jiwa/Km^2, ")")),
par.strip.text=list(cex=0.7),
cex=1.25,
par.settings=list(
panel.background=list(col="lightyellow"),
strip.background=list(col="lightsalmon1")),
background="grey95")
Grafik tersebut menunjukkan hubungan antara kepadatan penduduk (jiwa/km²) dan luas wilayah (km²) pada kecamatan di Jakarta Barat. Secara umum terlihat kecenderungan hubungan negatif, yaitu wilayah dengan luas yang lebih kecil cenderung memiliki kepadatan penduduk yang lebih tinggi, sedangkan wilayah yang lebih luas memiliki kepadatan yang relatif lebih rendah. Meskipun begitu, pola tersebut tidak sepenuhnya konsisten pada setiap kecamatan karena terdapat variasi sebaran data, sehingga menunjukkan bahwa kepadatan penduduk juga dipengaruhi oleh faktor lain selain luas wilayah.
xyplot(Luas~Kepadatan, data=jakbar,
group=Kec,
auto.key=list(space="right"),
pch=20,
main="Hubungan Luas Wilayah & Kepadatan Penduduk
Kab. Jakarta Barat Per Kec.",
ylab=expression(paste("Luas Wilayah (" , Km^2, ")")),
xlab=expression(paste("Kepadatan(" ,Jiwa/Km^2, ")")),
cex=1.5)
Grafik tersebut memperlihatkan hubungan antara kepadatan penduduk (jiwa/km²) dan luas wilayah (km²) di Jakarta Barat, dengan warna yang membedakan kecamatan. Secara umum terlihat bahwa titik dengan kepadatan penduduk yang tinggi banyak berada pada luas wilayah yang relatif kecil, sedangkan wilayah yang lebih luas cenderung memiliki kepadatan yang lebih rendah. Selain itu, titik dari berbagai kecamatan tersebar dan saling bercampur pada grafik, yang menunjukkan bahwa pola hubungan antara luas wilayah dan kepadatan penduduk antar kecamatan tidak terlalu berbeda secara mencolok.
#BOXPLOT
library(ggplot2)
## Warning: package 'ggplot2' was built under R version 4.4.3
ggplot(bintel1)+
geom_boxplot(aes(x=Kepadatan,y=Kab,fill=Kab))+
coord_flip()+
theme_classic()+
theme(axis.text.x = element_text(angle = 45, hjust = 1))