## # A tibble: 9 × 3
## Kabupaten `Tingkat Pengangguran (%)` PDRB
## <chr> <dbl> <dbl>
## 1 Jembrana 3.33 18236.
## 2 Tabanan 4.70 29984.
## 3 Badung 5.42 81663.
## 4 Gianyar 5.04 36117.
## 5 Klungkung 1.50 12004.
## 6 Bangli 1.25 9155
## 7 Karang Asem 5.93 21804.
## 8 Buleleng 7.71 45121.
## 9 Kota Denpasar 6.10 71099.
## Simple feature collection with 9 features and 6 fields
## Geometry type: MULTIPOLYGON
## Dimension: XY
## Bounding box: xmin: 114.4316 ymin: -8.84919 xmax: 115.7125 ymax: -8.061396
## Geodetic CRS: WGS 84
## # A tibble: 9 × 7
## ADM0_EN date validOn PROVINCE Kabupaten PRV2
## <chr> <date> <date> <chr> <chr> <chr>
## 1 Indonesia 2019-12-20 2020-04-01 Bali Badung Bali
## 2 Indonesia 2019-12-20 2020-04-01 Bali Bangli Bali
## 3 Indonesia 2019-12-20 2020-04-01 Bali Buleleng Bali
## 4 Indonesia 2019-12-20 2020-04-01 Bali Gianyar Bali
## 5 Indonesia 2019-12-20 2020-04-01 Bali Jembrana Bali
## 6 Indonesia 2019-12-20 2020-04-01 Bali Karang Asem Bali
## 7 Indonesia 2019-12-20 2020-04-01 Bali Klungkung Bali
## 8 Indonesia 2019-12-20 2020-04-01 Bali Kota Denpasar Bali
## 9 Indonesia 2019-12-20 2020-04-01 Bali Tabanan Bali
## # ℹ 1 more variable: geometry <MULTIPOLYGON [°]>
## Simple feature collection with 9 features and 8 fields
## Geometry type: MULTIPOLYGON
## Dimension: XY
## Bounding box: xmin: 114.4316 ymin: -8.84919 xmax: 115.7125 ymax: -8.061396
## Geodetic CRS: WGS 84
## Kabupaten ADM0_EN date validOn PROVINCE PRV2
## 1 Badung Indonesia 2019-12-20 2020-04-01 Bali Bali
## 2 Bangli Indonesia 2019-12-20 2020-04-01 Bali Bali
## 3 Buleleng Indonesia 2019-12-20 2020-04-01 Bali Bali
## 4 Gianyar Indonesia 2019-12-20 2020-04-01 Bali Bali
## 5 Jembrana Indonesia 2019-12-20 2020-04-01 Bali Bali
## 6 Karang Asem Indonesia 2019-12-20 2020-04-01 Bali Bali
## 7 Klungkung Indonesia 2019-12-20 2020-04-01 Bali Bali
## 8 Kota Denpasar Indonesia 2019-12-20 2020-04-01 Bali Bali
## 9 Tabanan Indonesia 2019-12-20 2020-04-01 Bali Bali
## Tingkat Pengangguran (%) PDRB geometry
## 1 5.425 81663.17 MULTIPOLYGON (((115.1251 -8...
## 2 1.248 9155.00 MULTIPOLYGON (((115.3217 -8...
## 3 7.710 45120.51 MULTIPOLYGON (((114.5926 -8...
## 4 5.036 36116.87 MULTIPOLYGON (((115.2574 -8...
## 5 3.333 18236.31 MULTIPOLYGON (((114.4501 -8...
## 6 5.931 21804.41 MULTIPOLYGON (((115.5864 -8...
## 7 1.501 12003.73 MULTIPOLYGON (((115.5811 -8...
## 8 6.105 71099.12 MULTIPOLYGON (((115.2358 -8...
## 9 4.705 29983.84 MULTIPOLYGON (((114.9599 -8...
tmap::tmap_options(check_and_fix = TRUE)
tmap::qtm(geo_lengkap,fill ="Tingkat Pengangguran (%)", text ="Kabupaten", text_size=0.6,text.fontface="bold",title="Tingkat Pengangguran")
Secara visualisasi spasial, peta tersebut menunjukkan adanya ketimpangan tingkat pengangguran yang cukup signifikan antarwilayah di Pulau Bali, di mana Kabupaten Buleleng menonjol sebagai wilayah dengan tingkat pengangguran tertinggi sedangkan wilayah terendah terletak pada wilayah Bangli dan Klungkung.
tmap::tmap_options(check_and_fix = TRUE)
tmap::qtm(geo_lengkap,fill ="PDRB", text ="Kabupaten", text_size=0.6,text.fontface="bold",title="Tingkat PDRB")
Secara visualisasi spasial, peta tersebut menunjukkan adanya junlah PDRB pengangguran yang cukup signifikan antarwilayah di Pulau Bali, di mana Kabupaten Badung menonjol sebagai wilayah dengan nilai PDRB tertinggi sedangkan wilayah yang tergolong terendah terletak pada wilayah Jembrana, klungkung dan Jembrana.
Berdasarkan grafik scatter plot tersebut, hubungan antara Pengangguran dan PDRB menunjukkan tren positif, yang berarti secara statistik, daerah dengan PDRB lebih tinggi cenderung memiliki tingkat pengangguran yang juga lebih tinggi. Fenomena ini unik karena biasanya pertumbuhan ekonomi (PDRB) diharapkan menurunkan pengangguran, namun dalam konteks ini bisa mengindikasikan bahwa wilayah dengan ekonomi besar (seperti pusat perkotaan/industri) menarik lebih banyak pencari kerja (migrasi) yang melebihi kapasitas serap lapangan kerja, atau adanya ketidaksesuaian antara kualifikasi tenaga kerja dengan kebutuhan industri modern di wilayah tersebut.