RAL Faktorial

Soal 1

Seorang peneliti melakukan percobaan pada tanaman di sebuah greenhouse untuk mengamati pertumbuhan tinggi tanaman.

Terdapat dua faktor perlakuan:

Faktor A: Varietas tanaman V1 V2 V3 Faktor B: Dosis pupuk Nitrogen N1 N2 N3 N4 N5

Percobaan dilakukan dengan 3 kali ulangan.

Data tinggi tanaman yang diperoleh adalah sebagai berikut: | Varietas | Ulangan | N1 | N2 | N3 | N4 | N5 | | ——– | ——- | — | — | — | — | — | | V1 | 1 | 0.9 | 1.2 | 1.3 | 1.8 | 1.1 | | V1 | 2 | 0.9 | 1.3 | 1.5 | 1.9 | 1.4 | | V1 | 3 | 1.0 | 1.2 | 1.4 | 2.1 | 1.2 | | V2 | 1 | 0.9 | 1.1 | 1.3 | 1.6 | 1.9 | | V2 | 2 | 0.8 | 0.9 | 1.5 | 1.3 | 1.6 | | V2 | 3 | 0.8 | 0.9 | 1.1 | 1.1 | 1.5 | | V3 | 1 | 0.9 | 1.4 | 1.3 | 1.4 | 1.2 | | V3 | 2 | 1.0 | 1.2 | 1.4 | 1.5 | 1.1 | | V3 | 3 | 0.7 | 1.0 | 1.4 | 1.4 | 1.3 |

Pertanyaan:

  1. Tentukan rancangan percobaan yang sesuai.
  2. Jelaskan alur pelaksanaan percobaan.
  3. Analisis apakah faktor perlakuan berpengaruh signifikan terhadap tinggi tanaman menggunakan R Studio.
  4. Berikan interpretasi hasil.

Jawaban: Karena terdapat 2 faktor perlakuan:

Faktor A = Varietas → 3 taraf: V1, V2, V3 Faktor B = Dosis Nitrogen → 5 taraf: N1, N2, N3, N4, N5 Ulangan = 3 kali

Maka rancangan yang paling tepat adalah RAL Faktorial (Completely Randomized Design Faktorial 3×5) karena:

✅ Percobaan dilakukan di green house → kondisi relatif homogen ✅ Tidak disebutkan adanya pengelompokan/blok ✅ Ada dua faktor perlakuan yang ingin diuji sekaligus beserta interaksinya.

Alur percobaan: Siapkan 45 pot tanaman Tentukan kombinasi perlakuan: V1N1, V1N2, …, V3N5 → total 15 kombinasi Masing-masing kombinasi diulang 3 kali Letakkan secara acak di greenhouse Berikan perlakuan varietas dan nitrogen sesuai kombinasi Amati respon: tinggi tanaman

# Membuat data
Varietas <- rep(c("V1","V2","V3"), each=15)
Nitrogen <- rep(rep(c("N1","N2","N3","N4","N5"), each=3), times=3)

Tinggi <- c(
  # V1
  0.9,0.9,1.0,
  1.2,1.3,1.2,
  1.3,1.5,1.4,
  1.8,1.9,2.1,
  1.1,1.4,1.2,

  # V2
  0.9,0.8,0.8,
  1.1,0.9,0.9,
  1.3,1.5,1.1,
  1.6,1.3,1.1,
  1.9,1.6,1.5,

  # V3
  0.9,1.0,0.7,
  1.4,1.2,1.0,
  1.3,1.4,1.4,
  1.4,1.5,1.4,
  1.2,1.1,1.3
)

data <- data.frame(Varietas, Nitrogen, Tinggi)
data
##    Varietas Nitrogen Tinggi
## 1        V1       N1    0.9
## 2        V1       N1    0.9
## 3        V1       N1    1.0
## 4        V1       N2    1.2
## 5        V1       N2    1.3
## 6        V1       N2    1.2
## 7        V1       N3    1.3
## 8        V1       N3    1.5
## 9        V1       N3    1.4
## 10       V1       N4    1.8
## 11       V1       N4    1.9
## 12       V1       N4    2.1
## 13       V1       N5    1.1
## 14       V1       N5    1.4
## 15       V1       N5    1.2
## 16       V2       N1    0.9
## 17       V2       N1    0.8
## 18       V2       N1    0.8
## 19       V2       N2    1.1
## 20       V2       N2    0.9
## 21       V2       N2    0.9
## 22       V2       N3    1.3
## 23       V2       N3    1.5
## 24       V2       N3    1.1
## 25       V2       N4    1.6
## 26       V2       N4    1.3
## 27       V2       N4    1.1
## 28       V2       N5    1.9
## 29       V2       N5    1.6
## 30       V2       N5    1.5
## 31       V3       N1    0.9
## 32       V3       N1    1.0
## 33       V3       N1    0.7
## 34       V3       N2    1.4
## 35       V3       N2    1.2
## 36       V3       N2    1.0
## 37       V3       N3    1.3
## 38       V3       N3    1.4
## 39       V3       N3    1.4
## 40       V3       N4    1.4
## 41       V3       N4    1.5
## 42       V3       N4    1.4
## 43       V3       N5    1.2
## 44       V3       N5    1.1
## 45       V3       N5    1.3
model <- aov(Tinggi ~ Varietas*Nitrogen, data=data)
summary(model)
##                   Df Sum Sq Mean Sq F value   Pr(>F)    
## Varietas           2 0.1693  0.0847   4.141   0.0258 *  
## Nitrogen           4 2.4902  0.6226  30.451 3.57e-10 ***
## Varietas:Nitrogen  8 1.0151  0.1269   6.207 9.65e-05 ***
## Residuals         30 0.6133  0.0204                     
## ---
## Signif. codes:  0 '***' 0.001 '**' 0.01 '*' 0.05 '.' 0.1 ' ' 1
TukeyHSD(model, "Nitrogen")
##   Tukey multiple comparisons of means
##     95% family-wise confidence level
## 
## Fit: aov(formula = Tinggi ~ Varietas * Nitrogen, data = data)
## 
## $Nitrogen
##              diff         lwr          upr     p adj
## N2-N1  0.25555556  0.06004490  0.451066208 0.0056457
## N3-N1  0.47777778  0.28226713  0.673288430 0.0000007
## N4-N1  0.68888889  0.49337824  0.884399541 0.0000000
## N5-N1  0.48888889  0.29337824  0.684399541 0.0000004
## N3-N2  0.22222222  0.02671157  0.417732874 0.0197025
## N4-N2  0.43333333  0.23782268  0.628843985 0.0000040
## N5-N2  0.23333333  0.03782268  0.428843985 0.0131103
## N4-N3  0.21111111  0.01560046  0.406621763 0.0292843
## N5-N3  0.01111111 -0.18439954  0.206621763 0.9998241
## N5-N4 -0.20000000 -0.39551065 -0.004489348 0.0429850
TukeyHSD(model, "Varietas")
##   Tukey multiple comparisons of means
##     95% family-wise confidence level
## 
## Fit: aov(formula = Tinggi ~ Varietas * Nitrogen, data = data)
## 
## $Varietas
##               diff        lwr          upr     p adj
## V2-V1 -0.126666667 -0.2553795  0.002046134 0.0544482
## V3-V1 -0.133333333 -0.2620461 -0.004620533 0.0411204
## V3-V2 -0.006666667 -0.1353795  0.122046134 0.9910542
interaction.plot(data$Nitrogen, data$Varietas, data$Tinggi)

Interpretasi plot interaksi Varietas × Nitrogen:

Terdapat indikasi interaksi Garis antar varietas tidak sepenuhnya sejajar. Bahkan terlihat pola garis yang saling mendekat/berpotongan terutama pada N4–N5. Ini menunjukkan bahwa respon tinggi tanaman terhadap dosis nitrogen berbeda pada setiap varietas.

Varietas V1

Mengalami peningkatan tinggi tanaman dari N1 → N4. Puncak tertinggi terjadi pada N4 (sekitar 1.9). Setelah itu turun cukup tajam pada N5.

Artinya: dosis optimal untuk V1 cenderung di N4.

Varietas V2

Meningkat secara bertahap dari N1 → N5. Nilai tertinggi justru terjadi pada N5.

Artinya: V2 masih merespon positif terhadap penambahan nitrogen hingga dosis tertinggi.

Varietas V3

Naik dari N1 → N4. Sedikit menurun pada N5.

Artinya: dosis optimal V3 juga cenderung di N4.

Secara umum: N1 menghasilkan tinggi tanaman paling rendah pada semua varietas. N4 dan N5 memberikan pertumbuhan lebih baik dibanding dosis lain. Kombinasi terbaik secara visual adalah V1 pada N4 karena memiliki rata-rata tinggi tertinggi.

summary(model)
##                   Df Sum Sq Mean Sq F value   Pr(>F)    
## Varietas           2 0.1693  0.0847   4.141   0.0258 *  
## Nitrogen           4 2.4902  0.6226  30.451 3.57e-10 ***
## Varietas:Nitrogen  8 1.0151  0.1269   6.207 9.65e-05 ***
## Residuals         30 0.6133  0.0204                     
## ---
## Signif. codes:  0 '***' 0.001 '**' 0.01 '*' 0.05 '.' 0.1 ' ' 1

Pada percobaan RAL faktorial 3×5 dengan 3 ulangan, diperoleh bahwa:

Varietas berpengaruh signifikan terhadap tinggi tanaman Dosis nitrogen berpengaruh sangat signifikan terhadap tinggi tanaman Terdapat interaksi signifikan antara varietas dan nitrogen

Sehingga rekomendasi perlakuan terbaik berdasarkan data adalah Varietas 1 dengan Nitrogen dosis N4 (V1N4) karena menghasilkan tinggi tanaman tertinggi.

Soal 2

Sebuah eksperimen dilakukan untuk menyelidiki pengaruh:

Faktor A: Keyboard Feel Mushy Crisp Faktor B: Ukuran tombol (Key Size) Small Medium Large

Variabel respon yang diamati adalah:

Typing Speed

Percobaan dilakukan sebanyak 3 ulangan.

Data yang diperoleh: | Key Size | Mushy | Crisp | | ——– | ———- | ———- | | Small | 31, 33, 35 | 36, 40, 41 | | Medium | 36, 35, 33 | 40, 41, 42 | | Large | 37, 34, 33 | 38, 36, 39 |

Pertanyaan:

  1. Analyze the data from this experiment.
  2. Investigate model adequacy by constructing appropriate residual plots.
  3. What conclusions can you draw?

Jawaban: Soal ini adalah ANOVA dua arah dengan replikasi (faktorial 3×2) karena terdapat:

Faktor A: Keyboard Feel Mushy Crisp Faktor B: Key Size Small Medium Large Respon: Typing Speed Ulangan: 3 kali

Feel <- c(rep("Mushy",9), rep("Crisp",9))

Size <- c(
  rep("Small",3),
  rep("Medium",3),
  rep("Large",3),
  rep("Small",3),
  rep("Medium",3),
  rep("Large",3)
)

Speed <- c(
  # Mushy
  31,33,35,
  36,35,33,
  37,34,33,

  # Crisp
  36,40,41,
  40,41,42,
  38,36,39
)

data <- data.frame(Feel, Size, Speed)
data
##     Feel   Size Speed
## 1  Mushy  Small    31
## 2  Mushy  Small    33
## 3  Mushy  Small    35
## 4  Mushy Medium    36
## 5  Mushy Medium    35
## 6  Mushy Medium    33
## 7  Mushy  Large    37
## 8  Mushy  Large    34
## 9  Mushy  Large    33
## 10 Crisp  Small    36
## 11 Crisp  Small    40
## 12 Crisp  Small    41
## 13 Crisp Medium    40
## 14 Crisp Medium    41
## 15 Crisp Medium    42
## 16 Crisp  Large    38
## 17 Crisp  Large    36
## 18 Crisp  Large    39
# Anova 2 arah
model <- aov(Speed ~ Feel*Size, data=data)
summary(model)
##             Df Sum Sq Mean Sq F value   Pr(>F)    
## Feel         1 117.56  117.56  33.587 8.53e-05 ***
## Size         2  12.33    6.17   1.762    0.213    
## Feel:Size    2  10.11    5.06   1.444    0.274    
## Residuals   12  42.00    3.50                     
## ---
## Signif. codes:  0 '***' 0.001 '**' 0.01 '*' 0.05 '.' 0.1 ' ' 1
par(mfrow=c(2,2))
plot(model)

Plot ini mengecek:

Residual vs fitted → homoskedastisitas Normal Q-Q → normalitas residual Scale-location Residual vs leverage

shapiro.test(residuals(model))
## 
##  Shapiro-Wilk normality test
## 
## data:  residuals(model)
## W = 0.95335, p-value = 0.4799
library(car)
## Loading required package: carData
leveneTest(Speed ~ Feel*Size, data=data)
## Levene's Test for Homogeneity of Variance (center = median)
##       Df F value Pr(>F)
## group  5  0.2129 0.9504
##       12
TukeyHSD(model)
##   Tukey multiple comparisons of means
##     95% family-wise confidence level
## 
## Fit: aov(formula = Speed ~ Feel * Size, data = data)
## 
## $Feel
##                  diff       lwr       upr    p adj
## Mushy-Crisp -5.111111 -7.032643 -3.189579 8.53e-05
## 
## $Size
##                    diff       lwr      upr     p adj
## Medium-Large  1.6666667 -1.214955 4.548289 0.3066393
## Small-Large  -0.1666667 -3.048289 2.714955 0.9869738
## Small-Medium -1.8333333 -4.714955 1.048289 0.2460224
## 
## $`Feel:Size`
##                                    diff        lwr        upr     p adj
## Mushy:Large-Crisp:Large   -3.000000e+00  -8.130836  2.1308364 0.4134160
## Crisp:Medium-Crisp:Large   3.333333e+00  -1.797503  8.4641697 0.3122532
## Mushy:Medium-Crisp:Large  -3.000000e+00  -8.130836  2.1308364 0.4134160
## Crisp:Small-Crisp:Large    1.333333e+00  -3.797503  6.4641697 0.9461127
## Mushy:Small-Crisp:Large   -4.666667e+00  -9.797503  0.4641697 0.0827647
## Crisp:Medium-Mushy:Large   6.333333e+00   1.202497 11.4641697 0.0132553
## Mushy:Medium-Mushy:Large  -7.105427e-15  -5.130836  5.1308364 1.0000000
## Crisp:Small-Mushy:Large    4.333333e+00  -0.797503  9.4641697 0.1178140
## Mushy:Small-Mushy:Large   -1.666667e+00  -6.797503  3.4641697 0.8758624
## Mushy:Medium-Crisp:Medium -6.333333e+00 -11.464170 -1.2024970 0.0132553
## Crisp:Small-Crisp:Medium  -2.000000e+00  -7.130836  3.1308364 0.7751116
## Mushy:Small-Crisp:Medium  -8.000000e+00 -13.130836 -2.8691636 0.0022128
## Crisp:Small-Mushy:Medium   4.333333e+00  -0.797503  9.4641697 0.1178140
## Mushy:Small-Mushy:Medium  -1.666667e+00  -6.797503  3.4641697 0.8758624
## Mushy:Small-Crisp:Small   -6.000000e+00 -11.130836 -0.8691636 0.0191499
library(ggplot2)
ggplot(data, aes(x=Size, y=Speed,
                 color=Feel, group=Feel))+
  stat_summary(fun=mean, geom="line")+
  stat_summary(fun=mean, geom="point", size=3)+
  theme_minimal()

Berdasarkan plot interaksi keyboard feel × key size, terlihat bahwa keyboard dengan feel Crisp secara konsisten menghasilkan kecepatan mengetik yang lebih tinggi dibandingkan Mushy pada semua ukuran tombol. Kecepatan tertinggi diperoleh pada kombinasi Crisp–Medium, sedangkan kecepatan terendah terdapat pada Mushy–Small. Pola garis yang tidak sepenuhnya sejajar menunjukkan adanya indikasi interaksi antara ukuran tombol dan jenis keyboard feel, artinya pengaruh ukuran tombol terhadap typing speed dapat berbeda tergantung pada feel keyboard yang digunakan. Secara umum, dapat disimpulkan bahwa pengguna cenderung mengetik lebih cepat pada keyboard dengan feel Crisp, terutama ketika menggunakan ukuran tombol Medium.