Dalam analisis spasial, selain mengetahui adanya autokorelasi, penting juga untuk mengidentifikasi lokasi spesifik yang menjadi pusat konsentrasi nilai tinggi (hotspot) atau rendah (coldspot).
Metode Getis-Ord Gi* digunakan untuk mendeteksi cluster lokal signifikan berdasarkan intensitas nilai di suatu wilayah dan tetangganya.
Mengidentifikasi hotspot (nilai tinggi)
Mengidentifikasi coldspot (nilai rendah)
Menentukan wilayah prioritas secara spasial
data <- read.csv("D:/Youtube/Spasial/LISA.csv")
data
## wilayah Kemiskinan
## 1 Bantaeng 7.2
## 2 Barru 7.5
## 3 Bone 9.5
## 4 Bulukumba 11.1
## 5 Enrekang 10.5
## 6 Gowa 7.8
## 7 Jeneponto 12.5
## 8 Kepulauan Selayar 10.8
## 9 Luwu 11.0
## 10 Luwu Timur 11.8
## 11 Luwu Utara 12.2
## 12 Makassar 4.5
## 13 Maros 6.9
## 14 Palopo 9.3
## 15 Pangkep 8.2
## 16 Parepare 6.5
## 17 Pinrang 8.3
## 18 Sidrap 7.9
## 19 Sinjai 9.8
## 20 Soppeng 8.7
## 21 Takalar 9.0
## 22 Tana Toraja 12.7
## 23 Toraja Utara 13.0
## 24 Wajo 10.2
library(sf)
## Linking to GEOS 3.13.1, GDAL 3.11.4, PROJ 9.7.0; sf_use_s2() is TRUE
library(dplyr)
##
## Attaching package: 'dplyr'
## The following objects are masked from 'package:stats':
##
## filter, lag
## The following objects are masked from 'package:base':
##
## intersect, setdiff, setequal, union
shp <- st_read("D:/Youtube/Spasial/SHP/sulsel.shp")
## Reading layer `sulsel' from data source `D:\Youtube\Spasial\SHP\sulsel.shp' using driver `ESRI Shapefile'
## Simple feature collection with 24 features and 13 fields
## Geometry type: MULTIPOLYGON
## Dimension: XY
## Bounding box: xmin: 117.0385 ymin: -7.758941 xmax: 121.8402 ymax: -1.895236
## Geodetic CRS: WGS 84
shp$kemiskinan <- data$Kemiskinan
shp$wilayah <- shp$NAME_2
library(spdep)
## Loading required package: spData
## To access larger datasets in this package, install the spDataLarge
## package with: `install.packages('spDataLarge',
## repos='https://nowosad.github.io/drat/', type='source')`
nb <- poly2nb(shp, queen = TRUE)
## Warning in poly2nb(shp, queen = TRUE): some observations have no neighbours;
## if this seems unexpected, try increasing the snap argument.
## Warning in poly2nb(shp, queen = TRUE): neighbour object has 2 sub-graphs;
## if this sub-graph count seems unexpected, try increasing the snap argument.
lw <- nb2listw(nb, style = "W", zero.policy = TRUE)
gi <- localG(shp$kemiskinan, lw, zero.policy = TRUE)
# Simpan hasil
shp$GiZ <- as.numeric(gi)
shp$kategori <- "Not Significant"
shp$kategori[shp$GiZ > 1.96] <- "Hotspot (95%)"
shp$kategori[shp$GiZ > 2.58] <- "Hotspot (99%)"
shp$kategori[shp$GiZ < -1.96] <- "Coldspot (95%)"
shp$kategori[shp$GiZ < -2.58] <- "Coldspot (99%)"
library(ggplot2)
ggplot(shp) +
geom_sf(aes(fill = kategori), color = "black", size = 0.2) +
scale_fill_manual(values = c(
"Hotspot (99%)" = "darkred",
"Hotspot (95%)" = "red",
"Coldspot (99%)" = "darkblue",
"Coldspot (95%)" = "blue",
"Not Significant" = "grey80"
)) +
labs(
title = "Peta Hotspot Getis-Ord Gi*",
subtitle = "Kabupaten/Kota Sulawesi Selatan",
fill = "Kategori"
) +
theme_minimal()
Area berwarna merah menunjukkan Hotspot dengan tingkat kepercayaan 95%.
Wilayah di bagian Utara Sulawesi Selatan (termasuk Luwu Utara dan sekitarnya) secara konsisten teridentifikasi sebagai pusat kemiskinan yang tinggi.
Statistik \(G_i^*\) yang positif dan signifikan di sini menunjukkan bahwa wilayah-wilayah tersebut memiliki nilai kemiskinan tinggi dan dikelilingi oleh nilai-nilai yang juga tinggi secara ekstrem, melebihi apa yang bisa dianggap sebagai kebetulan acak.
Area berwarna biru menunjukkan Coldspot dengan tingkat kepercayaan 95%.
Terlihat di wilayah Selatan (sekitar Makassar dan daerah penyangganya).
Statistik \(G_i^*\) yang negatif dan signifikan menunjukkan area ini memiliki tingkat kemiskinan yang sangat rendah dan dikelilingi oleh tetangga yang juga memiliki nilai rendah. Area ini merupakan zona dengan tingkat kesejahteraan relatif paling stabil di provinsi tersebut.
Sebagian besar wilayah tengah dan pesisir barat Sulawesi Selatan berada pada kategori Not Significant. Hal ini berarti di wilayah tersebut tidak ditemukan pengelompokan nilai tinggi atau rendah yang cukup ekstrem untuk dianggap sebagai hotspot/coldspot pada level kepercayaan 95%.