Data diperoleh dari studi tentang pasien leukemia (Cox and Oakes, 1984). Event yang menjadi perhatian adalah relapse (kekambuhan kembali) dari 42 pasien leukemia anak-anak yang pada awal studi telah dianggap sembuh (remission).
Pasien mendapatkan dua jenis perawatan:
Tanda
+menunjukkan data tersensor kanan (pasien tidak mengalami relapse hingga akhir studi).
## 'data.frame': 42 obs. of 3 variables:
## $ waktu : num 6 6 6 7 10 13 16 22 23 6 ...
## $ status: num 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 ...
## $ grup : chr "6-MP" "6-MP" "6-MP" "6-MP" ...
## waktu status grup
## 1 6 1 6-MP
## 2 6 1 6-MP
## 3 6 1 6-MP
## 4 7 1 6-MP
## 5 10 1 6-MP
## 6 13 1 6-MP
## 7 16 1 6-MP
## 8 22 1 6-MP
## 9 23 1 6-MP
## 10 6 0 6-MP
## [1] 6 6 6 7 10 13 16 22 23 6+ 9+ 10+ 11+ 17+ 19+ 20+ 25+ 32+ 32+
## [20] 34+ 35+ 1 1 2 2 3 4 4 5 5 8 8 8 8 11 11 12 12
## [39] 15 17 22 23
| time | d_i (event) | censored | Y_i (at risk) | 1 - (d_i / Y_i) | S(t) | d_i / Y_i(Y_i - d_i) | Σ d_i / Y_i(Y_i - d_i) | S(t)^2 Σ d_i / Y_i(Y_i - d_i) |
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| 0 | 0 | 0 | 21 | 1.0000 | 1.0000 | 0 | 0 | 0 |
| 6 | 3 | 1 | 21 | 0.8571 | 0.8571 | 0.0079 | 0.0079 | 0.0058 |
| 7 | 1 | 1 | 17 | 0.9412 | 0.8067 | 0.0037 | 0.0116 | 0.0076 |
| 10 | 1 | 2 | 15 | 0.9333 | 0.7529 | 0.0048 | 0.0164 | 0.0093 |
| 13 | 1 | 0 | 12 | 0.9167 | 0.6902 | 0.0076 | 0.0240 | 0.0114 |
| 16 | 1 | 3 | 11 | 0.9091 | 0.6275 | 0.0091 | 0.0330 | 0.0130 |
| 22 | 1 | 0 | 7 | 0.8571 | 0.5378 | 0.0238 | 0.0569 | 0.0164 |
| 23 | 1 | 5 | 6 | 0.8333 | 0.4482 | 0.0333 | 0.0902 | 0.0181 |
| time | d_i (event) | censored | Y_i (at risk) | 1 - (d_i / Y_i) | S(t) | d_i / Y_i(Y_i - d_i) | Σ d_i / Y_i(Y_i - d_i) | S(t)^2 Σ d_i / Y_i(Y_i - d_i) |
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| 0 | 0 | 0 | 21 | 1.0000 | 1.0000 | 0 | 0 | 0 |
| 1 | 2 | 0 | 21 | 0.9048 | 0.9048 | 0.0050 | 0.0050 | 0.0041 |
| 2 | 2 | 0 | 19 | 0.8947 | 0.8095 | 0.0062 | 0.0112 | 0.0073 |
| 3 | 1 | 0 | 17 | 0.9412 | 0.7619 | 0.0037 | 0.0149 | 0.0086 |
| 4 | 2 | 0 | 16 | 0.8750 | 0.6667 | 0.0089 | 0.0238 | 0.0106 |
| 5 | 2 | 0 | 14 | 0.8571 | 0.5714 | 0.0119 | 0.0357 | 0.0117 |
| 8 | 4 | 0 | 12 | 0.6667 | 0.3810 | 0.0417 | 0.0774 | 0.0112 |
| 11 | 2 | 0 | 8 | 0.7500 | 0.2857 | 0.0417 | 0.1190 | 0.0097 |
| 12 | 2 | 0 | 6 | 0.6667 | 0.1905 | 0.0833 | 0.2024 | 0.0073 |
| 15 | 1 | 0 | 4 | 0.7500 | 0.1429 | 0.0833 | 0.2857 | 0.0058 |
| 17 | 1 | 0 | 3 | 0.6667 | 0.0952 | 0.1667 | 0.4524 | 0.0041 |
| 22 | 1 | 0 | 2 | 0.5000 | 0.0476 | 0.5000 | 0.9524 | 0.0022 |
| 23 | 1 | 0 | 1 | 0.0000 | 0.0000 | #DIV/0! | #DIV/0! | #DIV/0! |
## Kelompok Waktu n_risk n_event n_censor S_t SE CI_lower CI_upper
## 1 grup=6-MP 6 21 3 1 0.8571 0.0764 0.7198 1.0000
## 2 grup=6-MP 7 17 1 0 0.8067 0.0869 0.6531 0.9964
## 3 grup=6-MP 10 15 1 2 0.7529 0.0963 0.5859 0.9676
## 4 grup=6-MP 13 12 1 1 0.6902 0.1068 0.5096 0.9348
## 5 grup=6-MP 16 11 1 0 0.6275 0.1141 0.4394 0.8960
## 6 grup=6-MP 22 7 1 3 0.5378 0.1282 0.3370 0.8582
## 7 grup=6-MP 23 6 1 0 0.4482 0.1346 0.2488 0.8074
## 8 grup=Placebo 1 21 2 0 0.9048 0.0641 0.7875 1.0000
## 9 grup=Placebo 2 19 2 0 0.8095 0.0857 0.6579 0.9962
## 10 grup=Placebo 3 17 1 0 0.7619 0.0929 0.5999 0.9677
## 11 grup=Placebo 4 16 2 0 0.6667 0.1029 0.4927 0.9021
## 12 grup=Placebo 5 14 2 0 0.5714 0.1080 0.3945 0.8276
## 13 grup=Placebo 8 12 4 0 0.3810 0.1060 0.2208 0.6571
## 14 grup=Placebo 11 8 2 0 0.2857 0.0986 0.1453 0.5619
## 15 grup=Placebo 12 6 2 0 0.1905 0.0857 0.0789 0.4600
## 16 grup=Placebo 15 4 1 0 0.1429 0.0764 0.0501 0.4073
## 17 grup=Placebo 17 3 1 0 0.0952 0.0641 0.0255 0.3559
## 18 grup=Placebo 22 2 1 0 0.0476 0.0465 0.0070 0.3225
## 19 grup=Placebo 23 1 1 0 0.0000 NaN NA NA
Interpretasi:
Berdasarkan kurva Kaplan-Meier, terlihat bahwa kurva survival kelompok 6-MP secara konsisten berada di atas kurva placebo, yang menunjukkan bahwa probabilitas pasien untuk tetap bebas relapse pada kelompok 6-MP lebih tinggi pada setiap waktu pengamatan. Selain itu, bentuk kurva 6-MP cenderung lebih landai dengan penurunan yang bertahap, menandakan bahwa kejadian relapse terjadi lebih lambat dan tidak terlalu sering dalam waktu yang berdekatan. Sebaliknya, kurva placebo menunjukkan penurunan yang lebih curam dan lebih cepat, terutama pada awal pengamatan, yang mengindikasikan bahwa pasien pada kelompok ini mengalami relapse lebih dini dan lebih sering. Perbedaan bentuk dan pola penurunan kurva ini secara keseluruhan menunjukkan bahwa terapi 6-MP lebih efektif dalam menunda terjadinya relapse dibandingkan placebo.
## Call: survfit(formula = surv_obj ~ grup, data = data_leukemia)
##
## n events median 0.95LCL 0.95UCL
## grup=6-MP 21 9 23 16 NA
## grup=Placebo 21 21 8 4 12
Interpretasi:
Berdasarkan hasil yang diperoleh, median survival pada kelompok 6-MP adalah 23 bulan, sedangkan pada kelompok placebo hanya 8 bulan. Hal ini menunjukkan bahwa pasien yang mendapatkan terapi 6-MP mampu bertahan bebas relapse lebih lama dibandingkan pasien yang hanya mendapatkan placebo. Dengan demikian, median survival memperkuat hasil analisis sebelumnya bahwa terapi 6-MP lebih efektif dalam memperpanjang waktu bebas kekambuhan.
## Call:
## survdiff(formula = surv_obj ~ grup, data = data_leukemia)
##
## N Observed Expected (O-E)^2/E (O-E)^2/V
## grup=6-MP 21 9 19.3 5.46 16.8
## grup=Placebo 21 21 10.7 9.77 16.8
##
## Chisq= 16.8 on 1 degrees of freedom, p= 4e-05
##
## Chi-square = 16.7929
## Derajat bebas = 1
## P-value = 4.2e-05
Interpretasi:
Berdasarkan hasil yang diperoleh, nilai chi-square sebesar 16.79 dengan p-value sebesar 4.2×10⁻⁵ (p < 0.05) menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara kelompok 6-MP dan placebo. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa distribusi waktu bebas relapse pada kedua kelompok tidak sama, di mana kelompok yang menerima terapi 6-MP memiliki ketahanan yang lebih baik dibandingkan kelompok placebo.
Berdasarkan hasil analisis survival menggunakan metode Kaplan-Meier, terlihat bahwa kelompok pasien yang mendapatkan terapi 6-MP memiliki probabilitas bertahan bebas relapse yang lebih tinggi dibandingkan kelompok placebo, yang ditunjukkan oleh kurva survival yang secara konsisten berada di atas dan menurun lebih lambat. Hal ini diperkuat oleh nilai median survival yang lebih panjang pada kelompok 6-MP (23 bulan) dibandingkan placebo (8 bulan), yang menunjukkan bahwa waktu ketahanan bebas kekambuhan pada kelompok 6-MP lebih lama. Selain itu, hasil uji log-rank menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan secara statistik antara kedua kelompok (p < 0.05), sehingga dapat disimpulkan bahwa terapi 6-MP lebih efektif dalam memperpanjang waktu bebas relapse dibandingkan placebo.
Cox, D.R. and Oakes, D. (1984). Analysis of Survival Data. Chapman & Hall, London. ```