Dalam R, deret bilangan dapat dibuat menggunakan beberapa fungsi, antara lain:
: -> untuk deret bilangan bulat
berurutanseq() -> untuk deret bilangan
dengan pola tertentu (pertambahan/penurunan tertentu)c() -> untuk menuliskan elemen
secara langsungrep() -> untuk mengulang elemen
tertentua = [5 6 7 8 9 10]Deret bilangan bulat berurutan dari 5 sampai 10. Dapat dibuat
menggunakan operator :.
## [1] 5 6 7 8 9 10
b = [10 8 6 4 2]Deret bilangan menurun dari 10 ke 2 dengan pertambahan -2. Dibuat
menggunakan fungsi seq() dengan argumen
by = -2.
## [1] 10 8 6 4 2
c = [0.0 0.2 0.4 0.6 0.8 1.0]Deret bilangan riil dari 0.0 sampai 1.0 dengan pertambahan 0.2.
Dibuat menggunakan seq().
## [1] 0.0 0.2 0.4 0.6 0.8 1.0
d = [3 3 3 7 7 7 9 9]Deret bilangan yang terdiri atas pengulangan nilai 3 sebanyak 3 kali,
nilai 7 sebanyak 3 kali, dan nilai 9 sebanyak 2 kali. Dibuat menggunakan
fungsi rep() dan digabung dengan c().
## [1] 3 3 3 7 7 7 9 9
Data frame adalah objek dalam R yang menyerupai tabel, di mana setiap kolom dapat memiliki tipe data yang berbeda. Ini adalah jenis objek yang sering digunakan dalam analisis data.
Data frame mahasiswa dibuat dengan spesifikasi:
"Statistika",
"Matematika", "Fisika""Jakarta",
"Bandung", "Surabaya"mahasiswa <- data.frame(
jurusan = c("Statistika", "Matematika", "Fisika"),
kota = c("Jakarta", "Bandung", "Surabaya"),
angkatan = c(2021, 2022, 2023)
)
mahasiswa## jurusan kota angkatan
## 1 Statistika Jakarta 2021
## 2 Matematika Bandung 2022
## 3 Fisika Surabaya 2023
Untuk memverifikasi tipe data dan struktur dari data frame yang
dibuat, kita dapat menggunakan fungsi str() dan
summary().
## 'data.frame': 3 obs. of 3 variables:
## $ jurusan : chr "Statistika" "Matematika" "Fisika"
## $ kota : chr "Jakarta" "Bandung" "Surabaya"
## $ angkatan: num 2021 2022 2023
## jurusan kota angkatan
## Length:3 Length:3 Min. :2021
## Class :character Class :character 1st Qu.:2022
## Mode :character Mode :character Median :2022
## Mean :2022
## 3rd Qu.:2022
## Max. :2023
Setiap kolom pada data frame dapat diakses menggunakan operator
$.
Berdasarkan materi Sesi 2 - Data dalam Sistem R (Modul SATS4111), berikut adalah dua contoh yang mencakup pembuatan objek dan manipulasi data dengan operasi dasar aritmetika.
Contoh ini mendemonstrasikan pembuatan vektor menggunakan fungsi
seq() dan rep(), kemudian melakukan operasi
aritmetika dasar (+, -, *, /, ^) pada vektor tersebut sesuai dengan
materi Kegiatan Belajar 3: Membuat Data dalam R.
seq()## Vektor nilai:
## [1] 2 4 6 8 10
tambah <- nilai + 5
kurang <- nilai - 1
kali <- nilai * 3
bagi <- nilai / 2
pangkat <- nilai ^ 2
cat("Hasil nilai + 5:\n"); tambah## Hasil nilai + 5:
## [1] 7 9 11 13 15
## Hasil nilai - 1:
## [1] 1 3 5 7 9
## Hasil nilai * 3:
## [1] 6 12 18 24 30
## Hasil nilai / 2:
## [1] 1 2 3 4 5
## Hasil nilai ^ 2:
## [1] 4 16 36 64 100
## Panjang (length) : 5
## Nilai minimum : 2
## Nilai maksimum : 10
## Jumlah (sum) : 30
## Rata-rata (mean) : 6
## Mode (tipe data) : numeric
Contoh ini mendemonstrasikan pembuatan data acak menggunakan fungsi
rnorm() dan rbinom() sesuai materi
Tabel 3.7 - Fungsi untuk Membangun Data Acak, serta
menginspeksi jenis atau tipe objek menggunakan class(),
mode(), dan length() sesuai Kegiatan
Belajar 1: Jenis-Jenis Objek dan Operasi Dasar Aritmetika dalam
R.
set.seed(42)
data_normal <- rnorm(n = 10, mean = 70, sd = 10)
cat("Data acak distribusi Normal (n=10, mean=70, sd=10):\n")## Data acak distribusi Normal (n=10, mean=70, sd=10):
## [1] 83.71 64.35 73.63 76.33 74.04 68.94 85.12 69.05 90.18 69.37
data_binomial <- rbinom(n = 10, size = 5, prob = 0.4)
cat("\nData acak distribusi Binomial (n=10, size=5, prob=0.4):\n")##
## Data acak distribusi Binomial (n=10, size=5, prob=0.4):
## [1] 3 1 4 4 1 2 2 3 2 3
## class() : numeric
## mode() : numeric
## length() : 10
## class() : integer
## mode() : numeric
## length() : 10