Pendahuluan

Pesatnya pertumbuhan industri kopi telah ditandai dengan meningkatnya jumlah kedai kopi di berbagai kota pada beberapa tahun terakhir. Menghadapi persaingan industri yang makin ketat, bagi perusahaan yang akan terjun di industri ini tentu perlu pemahaman dinamika penjualan dan minat konsumen dengan baik. Oleh karena itu, laporan ini disusun untuk mengeksplorasi dan memvisualisasikan data penjualan kopi dengan menerapkan berbagai uji statistik seperti normalitas, perbedaan rata-rata, dan korelasi guna mengidentifikasi faktor yang mempengaruhi performa penjualan, sehingga dapat menjadi acuan untuk mengambil keputusan yang strategis terutama di bidang pemasaran dan penjualan.

Dataset

Data yang digunakan merupakan hasil ekspor dari basis data relasional yang terdiri atas tiga tabel utama: Location, Product, dan factTable yang menyimpan fakta transaksi penjualan.

library(readxl)
## Warning: package 'readxl' was built under R version 4.4.3
library(kableExtra)
## Warning: package 'kableExtra' was built under R version 4.4.3
data <- read_excel("C:/Users/MyBook Hype AMD/Downloads/SIM/Coffee Chain Datasets.xlsx")

data[1:10, ] %>%
  knitr::kable() %>%
  kable_styling(full_width = FALSE) %>%
  scroll_box(width = "100%", height = "300px")
Area Code Date Market Market Size Product Product Line Product Type State Type Budget COGS Budget Margin Budget Profit Budget Sales COGS Inventory Margin Marketing Profit Sales Total Expenses
719 2012-01-01 Central Major Market Amaretto Beans Coffee Colorado Regular 90 130 100 220 89 777 130 24 94 219 36
970 2012-01-01 Central Major Market Colombian Beans Coffee Colorado Regular 80 110 80 190 83 623 107 27 68 190 39
970 2012-01-01 Central Major Market Decaf Irish Cream Beans Coffee Colorado Decaf 100 140 110 240 95 821 139 26 101 234 38
303 2012-01-01 Central Major Market Green Tea Leaves Tea Colorado Regular 30 50 30 80 44 623 56 14 30 100 26
303 2012-01-01 Central Major Market Caffe Mocha Beans Espresso Colorado Regular 60 90 70 150 54 456 80 15 54 134 26
720 2012-01-01 Central Major Market Decaf Espresso Beans Espresso Colorado Decaf 80 130 80 210 72 558 108 23 53 180 55
970 2012-01-01 Central Major Market Chamomile Leaves Herbal Tea Colorado Decaf 140 160 110 300 170 1091 171 47 99 341 72
719 2012-01-01 Central Major Market Lemon Leaves Herbal Tea Colorado Decaf 50 80 20 130 63 435 87 57 0 150 87
970 2012-01-01 Central Major Market Mint Leaves Herbal Tea Colorado Decaf 50 70 40 120 60 336 80 19 33 140 47
719 2012-01-01 Central Major Market Darjeeling Leaves Tea Colorado Regular 40 70 20 110 58 338 72 22 17 130 55
  • Area Code : Kode area.
  • Date : Tanggal transaksi
  • Market : Daerah atau wilayah
  • Market Size : Ukuran dari Market
  • Product: Nama produk spesifik (misal: Colombian, Caffe Mocha, Lemon)
  • Product Line : Kategori produk (Beans, Leaves)
  • Product Type : Jenis produk (Coffee, Espresso, Tea, Herbal Tea)
  • State : Negara bagian
  • Type : Kategori (reguler atau decaf)
  • Budget COGS, Budget Margin, Budget Profit, Budget Sales : Nilai anggaran untuk Harga Pokok Penjualan, Margin, Profit, dan Penjualan
  • COGS : Harga pokok penjualan aktual
  • Inventory : Jumlah persediaan
  • Margin : Realisasi margin aktual
  • Marketing : Biaya pemasaran yang dikeluarkan
  • Profit : Realisasi keuntungan aktual
  • Sales : Realisasi penjualan aktual
  • Total Expenses : Total biaya yang dikeluarkan

Eksplorasi Data

Eksplorasi data adalah langkah memahami data secara keseluruhan sebelum akhirnya melakukan analisis data. Eksplorasi data meliputi melihat tipe data, data unik, dan sebaran data.

Melihat Tipe Data

str(data)
## tibble [4,248 × 20] (S3: tbl_df/tbl/data.frame)
##  $ Area Code     : num [1:4248] 719 970 970 303 303 720 970 719 970 719 ...
##  $ Date          : POSIXct[1:4248], format: "2012-01-01" "2012-01-01" ...
##  $ Market        : chr [1:4248] "Central" "Central" "Central" "Central" ...
##  $ Market Size   : chr [1:4248] "Major Market" "Major Market" "Major Market" "Major Market" ...
##  $ Product       : chr [1:4248] "Amaretto" "Colombian" "Decaf Irish Cream" "Green Tea" ...
##  $ Product Line  : chr [1:4248] "Beans" "Beans" "Beans" "Leaves" ...
##  $ Product Type  : chr [1:4248] "Coffee" "Coffee" "Coffee" "Tea" ...
##  $ State         : chr [1:4248] "Colorado" "Colorado" "Colorado" "Colorado" ...
##  $ Type          : chr [1:4248] "Regular" "Regular" "Decaf" "Regular" ...
##  $ Budget COGS   : num [1:4248] 90 80 100 30 60 80 140 50 50 40 ...
##  $ Budget Margin : num [1:4248] 130 110 140 50 90 130 160 80 70 70 ...
##  $ Budget Profit : num [1:4248] 100 80 110 30 70 80 110 20 40 20 ...
##  $ Budget Sales  : num [1:4248] 220 190 240 80 150 210 300 130 120 110 ...
##  $ COGS          : num [1:4248] 89 83 95 44 54 72 170 63 60 58 ...
##  $ Inventory     : num [1:4248] 777 623 821 623 456 ...
##  $ Margin        : num [1:4248] 130 107 139 56 80 108 171 87 80 72 ...
##  $ Marketing     : num [1:4248] 24 27 26 14 15 23 47 57 19 22 ...
##  $ Profit        : num [1:4248] 94 68 101 30 54 53 99 0 33 17 ...
##  $ Sales         : num [1:4248] 219 190 234 100 134 180 341 150 140 130 ...
##  $ Total Expenses: num [1:4248] 36 39 38 26 26 55 72 87 47 55 ...

Terdapat 4.248 baris data dengan 20 kolom variabel. Terdapat 7 tipe data chr (data teks), 12 tipe data num (numerik), dan 1 tipe data POSIXct (data yang menyimpan waktu dan tanggal).

Melihat Data null

colSums(is.na(data))
##      Area Code           Date         Market    Market Size        Product 
##              0              0              0              0              0 
##   Product Line   Product Type          State           Type    Budget COGS 
##              0              0              0              0              0 
##  Budget Margin  Budget Profit   Budget Sales           COGS      Inventory 
##              0              0              0              0              0 
##         Margin      Marketing         Profit          Sales Total Expenses 
##              0              0              0              0              0

Terlihat tidak ada data null atau yang data kosong. Hal ini penting agar analisis data bisa dilakukan dengan baik, jika terdapat null, maka data tersebut harus ditangani terlebih dahulu.

Melihat data Unik

Melihat kategori pada kolom bertipe chr atau teks.

for(col in names(data)) {
  if(is.character(data[[col]])) {
    cat("\nNilai unik pada kolom : ", col, ":\n")
    print(unique(data[[col]]))
  }
}
## 
## Nilai unik pada kolom :  Market :
## [1] "Central" "East"    "South"   "West"   
## 
## Nilai unik pada kolom :  Market Size :
## [1] "Major Market" "Small Market"
## 
## Nilai unik pada kolom :  Product :
##  [1] "Amaretto"          "Colombian"         "Decaf Irish Cream"
##  [4] "Green Tea"         "Caffe Mocha"       "Decaf Espresso"   
##  [7] "Chamomile"         "Lemon"             "Mint"             
## [10] "Darjeeling"        "Earl Grey"         "Regular Espresso" 
## [13] "Caffe Latte"      
## 
## Nilai unik pada kolom :  Product Line :
## [1] "Beans"  "Leaves"
## 
## Nilai unik pada kolom :  Product Type :
## [1] "Coffee"     "Tea"        "Espresso"   "Herbal Tea"
## 
## Nilai unik pada kolom :  State :
##  [1] "Colorado"      "Illinois"      "Iowa"          "Missouri"     
##  [5] "Ohio"          "Wisconsin"     "Connecticut"   "Florida"      
##  [9] "Massachusetts" "New Hampshire" "New York"      "Louisiana"    
## [13] "New Mexico"    "Oklahoma"      "Texas"         "Utah"         
## [17] "California"    "Nevada"        "Oregon"        "Washington"   
## 
## Nilai unik pada kolom :  Type :
## [1] "Regular" "Decaf"

Melihat Persebaran Data

Statistik deskiptif dilakukan untuk melihat persebaran data menggunakan mean, median, variasi, dan standar deviasi. Langkah ini dilakukan untuk melihat gambaran dasar persebaran data yang mungkin berdampak pada analisis.

Karena kolom Area Code merupakan kode unik yang tidak akan dianalisis, maka kolom tersebut dihapus terlebih dahulu.

data <- data[, -1]
data
## # A tibble: 4,248 × 19
##    Date                Market  `Market Size` Product           `Product Line`
##    <dttm>              <chr>   <chr>         <chr>             <chr>         
##  1 2012-01-01 00:00:00 Central Major Market  Amaretto          Beans         
##  2 2012-01-01 00:00:00 Central Major Market  Colombian         Beans         
##  3 2012-01-01 00:00:00 Central Major Market  Decaf Irish Cream Beans         
##  4 2012-01-01 00:00:00 Central Major Market  Green Tea         Leaves        
##  5 2012-01-01 00:00:00 Central Major Market  Caffe Mocha       Beans         
##  6 2012-01-01 00:00:00 Central Major Market  Decaf Espresso    Beans         
##  7 2012-01-01 00:00:00 Central Major Market  Chamomile         Leaves        
##  8 2012-01-01 00:00:00 Central Major Market  Lemon             Leaves        
##  9 2012-01-01 00:00:00 Central Major Market  Mint              Leaves        
## 10 2012-01-01 00:00:00 Central Major Market  Darjeeling        Leaves        
## # ℹ 4,238 more rows
## # ℹ 14 more variables: `Product Type` <chr>, State <chr>, Type <chr>,
## #   `Budget COGS` <dbl>, `Budget Margin` <dbl>, `Budget Profit` <dbl>,
## #   `Budget Sales` <dbl>, COGS <dbl>, Inventory <dbl>, Margin <dbl>,
## #   Marketing <dbl>, Profit <dbl>, Sales <dbl>, `Total Expenses` <dbl>

Rumus yang digunakan untuk statistik deskriptif:

Mean \[\mu = \frac{1}{N} \sum_{i=1}^{N} x_i\]

Standar Deviasi \[\sigma = \sqrt{\frac{1}{N} \sum_{i=1}^{N} (x_i - \mu)^2}\]

Variansi \[\sigma^2 = \frac{1}{N} \sum_{i=1}^{N} (x_i - \mu)^2\]

for(col in names(data)) {
  if(is.numeric(data[[col]])) {
    kolom <- data[[col]]
    mean_val  <- mean(kolom, na.rm = TRUE)
    median_val <- median(kolom, na.rm = TRUE)
    sd_val    <- sd(kolom, na.rm = TRUE)
    var_val   <- var(kolom, na.rm = TRUE)

    cat("\nStatistik deskriptif untuk kolom:", col,
        "\n- Mean             :", round(mean_val, 2),
        "\n- Median           :", round(median_val, 2),
        "\n- Standar Deviasi  :", round(sd_val, 2),
        "\n- Variansi         :", round(var_val, 2), "\n")
  }
}
## 
## Statistik deskriptif untuk kolom: Budget COGS 
## - Mean             : 74.83 
## - Median           : 50 
## - Standar Deviasi  : 66.24 
## - Variansi         : 4387.49 
## 
## Statistik deskriptif untuk kolom: Budget Margin 
## - Mean             : 100.82 
## - Median           : 70 
## - Standar Deviasi  : 92.6 
## - Variansi         : 8575.26 
## 
## Statistik deskriptif untuk kolom: Budget Profit 
## - Mean             : 60.91 
## - Median           : 40 
## - Standar Deviasi  : 79.55 
## - Variansi         : 6327.59 
## 
## Statistik deskriptif untuk kolom: Budget Sales 
## - Mean             : 175.65 
## - Median           : 130 
## - Standar Deviasi  : 148.89 
## - Variansi         : 22168.69 
## 
## Statistik deskriptif untuk kolom: COGS 
## - Mean             : 84.43 
## - Median           : 60 
## - Standar Deviasi  : 67.25 
## - Variansi         : 4522.53 
## 
## Statistik deskriptif untuk kolom: Inventory 
## - Mean             : 749.38 
## - Median           : 619 
## - Standar Deviasi  : 661.03 
## - Variansi         : 436963.2 
## 
## Statistik deskriptif untuk kolom: Margin 
## - Mean             : 104.29 
## - Median           : 76 
## - Standar Deviasi  : 94.34 
## - Variansi         : 8900.51 
## 
## Statistik deskriptif untuk kolom: Marketing 
## - Mean             : 31.19 
## - Median           : 22 
## - Standar Deviasi  : 27.02 
## - Variansi         : 730.26 
## 
## Statistik deskriptif untuk kolom: Profit 
## - Mean             : 61.1 
## - Median           : 40 
## - Standar Deviasi  : 101.71 
## - Variansi         : 10344.63 
## 
## Statistik deskriptif untuk kolom: Sales 
## - Mean             : 192.99 
## - Median           : 138 
## - Standar Deviasi  : 151.13 
## - Variansi         : 22841.22 
## 
## Statistik deskriptif untuk kolom: Total Expenses 
## - Mean             : 54.06 
## - Median           : 46 
## - Standar Deviasi  : 32.35 
## - Variansi         : 1046.69

Uji Statistik

Pada tahap ini dilakukan analisis menggunakan pendekatan statistik untuk membantu perusahaan dalam membuat keputusan berdasarkan data yang ada. Untuk memilih uji statistik yang tepat harus melihat distribusi data apakah normal atau tidak. Dalam uji statistik, kita berfokus pada p-valuenya, yaitu nilai proabilitas untuk menilai suatu asumsi atau hipotesis (\(H_0\)). Jika p-valuenya lebih kecil daritingkat signifikansi (umumnya 0.05), maka cukup bukti untuk menolak hipotesisnya.

Case 1

Dalam upaya mengelola persediaan secara efisien, perusahaan butuh mengetahui apakah terdapat hubungan antara Inventory dengan total penjualan Sales. Menggunakan uji korelasi.

Sebelum melakukan uji korelasi, diperlukan pengecekan normalitas data menggunakan uji Shapiro-Wilk.

\(H_0\): Data berdistribusi normal \(H_1\): Data tidak berdistribusi normal

c_1 <- c("Inventory", "Sales")
c_1_selected <- data[, c_1]

c_1_normality <- lapply(c_1_selected, shapiro.test)
c_1_normality
## $Inventory
## 
##  Shapiro-Wilk normality test
## 
## data:  X[[i]]
## W = 0.71102, p-value < 2.2e-16
## 
## 
## $Sales
## 
##  Shapiro-Wilk normality test
## 
## data:  X[[i]]
## W = 0.78969, p-value < 2.2e-16

Karena data tidak berdistribusi normal, maka dilakukan uji korelasi spearman. \[\rho = 1 - \frac{6 \sum d_i^2}{n(n^2 - 1)}\] \(H_0\): Tidak ada korelasi yang signifikan antara Inventory dan Sales \(H_1\): Ada korelasi yang signifikan antara Inventory dan Sales

cor.test(data$Inventory, data$Sales, method = 'spearman')
## 
##  Spearman's rank correlation rho
## 
## data:  data$Inventory and data$Sales
## S = 8007938723, p-value < 2.2e-16
## alternative hypothesis: true rho is not equal to 0
## sample estimates:
##       rho 
## 0.3732151

Diperoleh p-value < 0.05 sehingga \(H_0\) ditolak. Dapat disimpulkan bahwa terdapat korelasi yang signifikan antara Inventory dan Sales.

Case 2

Perusahaan ingin mengetahui apakah terdapat perbedaan yang signifikan antara dua komponen biaya utama, yaitu Harga Pokok Penjualan (COGS) dan Total Biaya Operasional (Total Expenses). Analisis ini penting untuk memahami struktur biaya perusahaan.

Dilakukan pengecekan normalitas data menggunakan uji Shapiro-Wilk.

\(H_0\): Data berdistribusi normal \(H_1\): Data tidak berdistribusi normal

c_2 <- c("COGS", "Total Expenses")
c_2_selected <- data[, c_2]

c_2_normality <- lapply(c_2_selected, shapiro.test)
c_2_normality
## $COGS
## 
##  Shapiro-Wilk normality test
## 
## data:  X[[i]]
## W = 0.80416, p-value < 2.2e-16
## 
## 
## $`Total Expenses`
## 
##  Shapiro-Wilk normality test
## 
## data:  X[[i]]
## W = 0.88605, p-value < 2.2e-16

Kedua variabel memiliki p-value < 0.05 atau tidak berdistribusi normal. Maka digunakan uji Wilcoxon Signed-Rank Test untuk menguji data berpasangan.

\(H_0\): Tidak ada perbedaan yang signifikan antara COGS dan Total Expenses \(H_1\): Ada perbedaan yang signifikan antara COGS dan Total Expenses

wilcox.test(data$COGS, data$`Total Expenses`, paired = TRUE)
## 
##  Wilcoxon signed rank test with continuity correction
## 
## data:  data$COGS and data$`Total Expenses`
## V = 7389225, p-value < 2.2e-16
## alternative hypothesis: true location shift is not equal to 0

Diperoleh p-value < 0.05 sehingga \(H_0\) ditolak. Dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara COGS dan Total Expenses.

Case 3

Ingin diketahui apakah terdapat perbedaan profit yang signifikan antara pasar besar (Major Market) dan pasar kecil (Small Market).

Dilakukan pengecekan normalitas.

\(H_0\): Data berdistribusi normal \(H_1\): Data tidak berdistribusi normal

library(rstatix)
## Warning: package 'rstatix' was built under R version 4.4.3
## 
## Attaching package: 'rstatix'
## The following object is masked from 'package:stats':
## 
##     filter
data %>%
  group_by(`Market Size`) %>%
  shapiro_test(Profit)
## # A tibble: 2 × 4
##   `Market Size` variable statistic        p
##   <chr>         <chr>        <dbl>    <dbl>
## 1 Major Market  Profit       0.892 5.10e-33
## 2 Small Market  Profit       0.687 3.78e-56

Kedua variabel memiliki p-value < 0.05 atau tidak berdistribusi normal. Maka digunakan uji non-parametrik Mann-Whitney U untuk dua kelompok.

\(H_0\): Tidak ada perbedaan profit yang signifikan antara Major Market dan Small Market \(H_1\): Ada perbedaan profit yang signifikan antara Major Market dan Small Market

wilcox.test(Profit ~ `Market Size`, data = data)
## 
##  Wilcoxon rank sum test with continuity correction
## 
## data:  Profit by Market Size
## W = 2975087, p-value < 2.2e-16
## alternative hypothesis: true location shift is not equal to 0

Diperoleh p-value < 0.05 sehingga \(H_0\) ditolak. Dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan profit yang signifikan antaraMajor Market dan Small Market.

Case 4

Perusahaan perlu untuk mengetahui hubungan antara wilayah pemasaran (Market) dengan preferensi tipe produk (Product Type). Informasi ini berguna untuk strategi stok dan promosi spesifik wilayah.

\(H_0\): Tidak ada hubungan yang signifikan antara Market dan Product Type \(H_1\): Ada hubungan yang signifikan antara Market dan Product Type

Uji yang digunakan adalah uji Chi- Square Test : \[\chi^2 = \sum_{i=1}^{r} \sum_{j=1}^{c} \frac{(O_{ij} - E_{ij})^2}{E_{ij}}\]

c_4 <- table(data$Market, data$`Product Type`)
c_4
##          
##           Coffee Espresso Herbal Tea Tea
##   Central    384      288        336 336
##   East       168      240        216 264
##   South      192      288        192   0
##   West       312      360        312 360
chisq.test(c_4)
## 
##  Pearson's Chi-squared test
## 
## data:  c_4
## X-squared = 291.66, df = 9, p-value < 2.2e-16

Diperoleh p-value < 0.05 sehingga \(H_0\) ditolak. Dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antaraMarket dan Product Type.

Visualisasi Data

Untuk mempermudah melihat dan menganalisis data, diberikan gambaran atau visualisasi data untuk analisis sebelumnya.

Inventory vs Sales

library(ggplot2)
## Warning: package 'ggplot2' was built under R version 4.4.3
ggplot(data, aes(x = Inventory, y = Sales)) +
  geom_point(alpha = 0.3, color = "steelblue") +
  geom_smooth(method = "lm", se = FALSE, color = "red") +
  labs(title = "Hubungan Inventory dan Sales",
       x = "Inventory", y = "Sales") +
  theme_minimal()
## `geom_smooth()` using formula = 'y ~ x'

Visualisasi diatas menunjukkan hubungan positif yang signifikan antara Inventory dan Sales, di mana peningkatan nilai persediaan cenderung diikuti oleh kenaikan penjualan.

COGS vs Total Expenses

library(ggplot2)

ggplot(data, aes(x = COGS, y = `Total Expenses`)) +
  geom_point(alpha = 0.3, color = "steelblue") +
  geom_smooth(method = "lm", se = FALSE, color = "red", linetype = "dashed") +
  labs( title = "Hubungan antara COGS dan Total        Expenses", x = "Cost of Goods Sold", y = "Total Expenses"
  ) +
  theme_minimal()
## `geom_smooth()` using formula = 'y ~ x'

Visualisasi menunjukkan hubungan positif walaupun lemah antara variabel COGS dan Total Expenses, di mana peningkatan COGS tidak selalu diiringi kenaikan proporsional pada Total Expenses.

Major Market vs Small Market

ggplot(data, aes(x = `Market Size`, y = Profit, fill = `Market Size`)) +
  geom_boxplot(alpha = 0.8, outlier.color = "gray", outlier.size = 1) +
  scale_fill_manual(values = c("Major Market" = "blue", "Small Market" = "green")) +
  labs(
    title = "Perbandingan Profit antara Major Market dan Small Market",
    x = "Ukuran Pasar",
    y = "Profit"
  ) +
  theme_minimal() +
  theme(
    plot.title = element_text(hjust = 0.5, face = "bold"),
    legend.position = "none",
    panel.grid.minor = element_blank()
  )

Major Market memiliki median profit lebih tinggi dan sebaran data lebih luas dibandingkan Small Market, menandakan performa keuntungan yang lebih baik di pasar besar.

Market and Product Type

ggplot(data, aes(x = Market, fill = `Product Type`)) +
  geom_bar(position = "dodge", color = "white", width = 0.8) +
  scale_fill_brewer(palette = "Set2") +
  labs(
    title = "Jumlah Transaksi per Product Type di Setiap Market",
    x = "Market",
    y = "Jumlah Transaksi",
    fill = "Product Type"
  ) +
  theme_minimal()

Proporsi tipe produk berbeda di setiap wilayah, dengan West didominasi Coffee dan Espresso, sementara Central dan East memiliki komposisi yang lebih merata.

Kesimpulan

Berikut kesimpulan berdasarkan analisis statistik yang telah dilakukan:


Berdasarkan seluruh analisis statistik yang telah dilakukan terhadap data penjualan kopi, dapat ditarik beberapa kesimpulan sebagai berikut:

  1. Case 1 Terdapat korelasi positif yang signifikan antara Inventory dan Sales (Spearman, p-value < 0,05). Artinya, peningkatan nilai persediaan cenderung diiringi oleh peningkatan penjualan, sehingga pengelolaan stok yang memadai merupakan faktor penting dalam mendorong performa penjualan.

  2. Case 2 Terdapat perbedaan yang signifikan antara COGS dan Total Expenses (Wilcoxon Signed-Rank, p-value < 0,05). Rata-rata COGS lebih tinggi dibandingkan Total Expenses, menunjukkan bahwa biaya langsung barang yang dijual merupakan komponen pengeluaran terbesar dan perlu menjadi fokus efisiensi.

  3. Case 3 Pasar besar (Major Market) menghasilkan profit yang secara signifikan lebih tinggi dibandingkan pasar kecil (Small Market) (Mann-Whitney U, p-value < 0,05). Perusahaan sebaiknya memprioritaskan alokasi sumber daya pemasaran dan distribusi pada wilayah dengan kategori Major Market untuk mengoptimalkan keuntungan.

  4. Case 4 Terdapat hubungan yang signifikan antara Market dan Product Type (Chi-Square, p-value < 0,05). Setiap wilayah pasar memiliki preferensi tipe produk yang berbeda, sehingga perusahaan dapat menyesuaikan strategi stok dan promosi secara regional berdasarkan karakteristik konsumsi masing-masing wilayah.