Dalam dunia bisnis, khususnya pada industri penjualan seperti Coffee Chain, pemahaman terhadap kinerja produk merupakan hal yang sangat penting dalam mendukung pengambilan keputusan. Perusahaan tidak hanya perlu mengetahui produk mana yang memiliki tingkat penjualan tinggi, tetapi juga harus memahami produk mana yang mampu memberikan keuntungan terbesar. Hal ini penting karena keberhasilan bisnis tidak hanya ditentukan oleh jumlah penjualan, tetapi juga oleh seberapa besar profit yang dihasilkan dari setiap produk yang dijual.
Tingginya penjualan tidak selalu sejalan dengan tingginya profit, karena adanya faktor biaya produksi, diskon, serta strategi pemasaran yang berbeda pada setiap produk. Oleh karena itu, analisis terhadap profit tiap produk menjadi sangat penting untuk membantu perusahaan dalam menentukan strategi bisnis yang lebih efektif dan efisien. Dengan memahami produk mana yang paling menguntungkan, perusahaan dapat lebih fokus dalam pengembangan dan pemasaran produk tersebut.
Berdasarkan hal tersebut, analisis ini difokuskan pada identifikasi produk atau kategori produk yang memiliki tingkat profit tertinggi dalam Coffee Chain Dataset. Analisis ini menggunakan variabel Product Type sebagai representasi jenis produk dan Profit sebagai indikator keuntungan yang diperoleh. Melalui analisis ini, diharapkan dapat diketahui produk yang memberikan kontribusi profit terbesar serta perbandingan tingkat profit antar produk, sehingga dapat menjadi dasar dalam pengambilan keputusan strategis seperti pengembangan produk, peningkatan promosi, maupun evaluasi terhadap produk dengan performa yang kurang optimal.
library(readxl)
dataset_coffe <- read_excel("D:/KULIAH/SEMESTER 2/SIM/Coffee_Chain_Datasets.xlsx")
colnames(dataset_coffe)
## [1] "Area Code" "Date" "Market" "Market Size"
## [5] "Product" "Product Line" "Product Type" "State"
## [9] "Type" "Budget COGS" "Budget Margin" "Budget Profit"
## [13] "Budget Sales" "COGS" "Inventory" "Margin"
## [17] "Marketing" "Profit" "Sales" "Total Expenses"
library(dplyr)
##
## Attaching package: 'dplyr'
## The following objects are masked from 'package:stats':
##
## filter, lag
## The following objects are masked from 'package:base':
##
## intersect, setdiff, setequal, union
data_produk <- dataset_coffe %>%
group_by(`Product Type`) %>%
summarise(Total_Profit = sum(Profit, na.rm = TRUE)) %>%
arrange(desc(Total_Profit))
data_produk
## # A tibble: 4 × 2
## `Product Type` Total_Profit
## <chr> <dbl>
## 1 Coffee 74683
## 2 Espresso 68620
## 3 Herbal Tea 63254
## 4 Tea 52986
library(ggplot2)
ggplot(data_produk, aes(x = reorder(`Product Type`, -Total_Profit), y = Total_Profit)) +
geom_col(fill = "#6F4E37") +
labs(title = "Total Profit per Product Type",
x = "Product Type",
y = "Total Profit") +
theme_minimal() +
theme(axis.text.x = element_text(angle = 45, hjust = 1))
Berdasarkan hasil analisis dan visualisasi data yang telah dilakukan, terlihat bahwa terdapat perbedaan kontribusi profit yang cukup signifikan antar jenis produk pada Coffee Chain Dataset. Produk Coffee memiliki total profit tertinggi dibandingkan dengan produk lainnya, diikuti oleh Espresso, Herbal Tea, dan Tea. Hal ini menunjukkan bahwa Coffee merupakan produk yang paling menguntungkan dan memiliki kontribusi terbesar terhadap keuntungan penjulan pada Coffee Chain Dataset.
Tingginya profit pada produk Coffee dapat mengindikasikan bahwa produk tersebut memiliki tingkat permintaan yang tinggi atau strategi penjualan yang lebih efektif dibandingkan produk lainnya. Selain itu, produk Espresso dan Herbal Tea juga menunjukkan performa yang cukup baik meskipun masih berada di bawah Coffee. Sementara itu, produk Tea memiliki total profit paling rendah, yang menunjukkan bahwa kontribusinya terhadap keuntungan penjualan relatif kecil dibandingkan produk lainnya.
Perbedaan ini menunjukkan bahwa tidak semua produk memberikan kontribusi yang sama terhadap profit penjualan. Oleh karena itu, perusahaan dapat lebih fokus dalam mengembangkan dan meningkatkan penjualan produk dengan profit tinggi seperti Coffee dan Espresso, serta melakukan evaluasi terhadap produk dengan profit rendah seperti Tea, baik dari segi strategi pemasaran, harga, maupun efisiensi biaya. Dengan demikian, hasil analisis ini dapat digunakan sebagai dasar dalam pengambilan keputusan strategis untuk meningkatkan kinerja bisnis secara keseluruhan.