1. Pendahuluan

Industri minuman, khususnya rantai kedai kopi (coffee chain), memiliki dinamika pasar yang sangat kompetitif dengan variasi produk yang luas, mulai dari kopi konvensional hingga produk teh herbal. Dalam mengelola bisnis berskala nasional, efisiensi operasional dan ketepatan perencanaan keuangan menjadi kunci utama keberlanjutan usaha. Dataset Coffee Chain menyediakan gambaran komprehensif mengenai performa bisnis yang mencakup berbagai dimensi seperti wilayah pasar, lini produk, hingga perbandingan antara angka aktual dengan target yang telah dianggarkan.

Dua aspek kritikal dalam evaluasi performa bisnis ini adalah manajemen laba (margin) dan efektivitas biaya pemasaran. Pertama, perusahaan sering kali menetapkan budget margin sebagai indikator kinerja utama (KPI). Namun, dalam realitas lapangan, sering terjadi selisih antara profitabilitas yang direncanakan dengan yang dihasilkan secara aktual (margin). Ketidakpastian ini perlu diuji secara statistik untuk mengetahui apakah deviasi yang terjadi bersifat signifikan secara sistematis atau hanya fluktuasi acak, sehingga manajemen dapat mengevaluasi ketepatan proses penganggaran mereka.

Kedua, dalam upaya meningkatkan volume penjualan (sales), alokasi biaya pemasaran (marketing) merupakan investasi yang besar. Perusahaan perlu memastikan bahwa setiap unit mata uang yang dikeluarkan untuk pemasaran memiliki korelasi dan pengaruh yang positif terhadap pendapatan. Tanpa adanya analisis statistik yang kuat, sulit bagi perusahaan untuk menentukan apakah peningkatan penjualan memang didorong oleh aktivitas pemasaran atau oleh faktor eksternal lainnya.

Proyek ini bertujuan untuk mengeksplorasi dataset tersebut melalui tiga tahapan utama. Tahap pertama dilakukan melalui visualisasi data untuk mengidentifikasi pola penjualan dan distribusi profit di berbagai kategori. Tahap kedua berfokus pada uji beda (Wilcoxon Signed-Rank Test) untuk mengevaluasi konsistensi antara margin dan budget margin. Tahap terakhir melibatkan analisis Kendall Tau untuk menguji sejauh mana variabel marketing berpengaruh terhadap capaian sales. Hasil dari analisis ini diharapkan dapat memberikan rekomendasi strategis berbasis data (data-driven decision) bagi pengambil kebijakan di industri coffee chain.

2. Deskripsi Data

Dataset yang digunakan dalam analisis ini adalah Coffee Chain Datasets, sekumpulan data relasional yang mensimulasikan operasional bisnis rantai kedai kopi di berbagai wilayah. Data ini terdiri dari tiga tabel utama yang saling terhubung, yaitu factTable, Location, dan Product. Secara keseluruhan, dataset ini mencerminkan transaksi inventaris, pemasaran, dan performa keuangan.

Tabel pertama yaitu factTable, yang merupakan tabel pusat berisi rekaman data numerik dan transaksi bulanan. Tabel ini menyimpan variabel data transaksi seperti Date (tanggal transaksi), Area Code (kode area), dan ProductId(ID produk); metrik keuangan seperti Profit (keuntungan), Margin (selisih harga), Sales (penjualan), COGS (harga pokok penjualan), Total Expenses (total biaya); serta data anggaran (budget) meliputi Budget Profit, Budget COGS, Budget Margin, dan Budget Sales.

Selanjutnya adalah tabel Location (tabel dimensi). Tabel ini berisi informasi geografis cabang kedai kopi mencakup State (negara bagian), Market (wilayah pasar), dan Market Size. Tabel ini terhubung ke tabel fakta melalui kunci Area Code.

Terakhir, yaitu tabel Product (tabel dimensi), berisi ProductID (ID produk), klasifikasi produk yang dijual mencakup Product Line (lini produk), Product Type (jenis produk), Type (jenis kandungan produk) dan nama produk spesifik. Tabel ini terhubung melalui ProductId.

3. Manajemen, Eksplorasi, dan Visualisasi Data

Manajemen Data

Sebelum melakukan manajemen, eksplorasi, hingga visualisasi data, dilakukan koneksi terlebih dahulu antara R dengan Coffe Chain Datasets yang sudah diimpor ke MySQL dan diberi nama database “coffeechain”.

library(DBI)
library(odbc)
dbConnect(odbc(),
          Driver = "MySQL ODBC 8.0 ANSI Driver",
          Server = "127.0.0.1",
          Database = "coffeechain",
          UID = "root",
          PWD = "listiana121206",
          Port = 3306)
## <OdbcConnection> root@127.0.0.1 via TCP/IP
##   Database: coffeechain
##   MySQL Version: 8.0.43
koneksi1 <- dbConnect(odbc(),
          Driver = "MySQL ODBC 8.0 ANSI Driver",
          Server = "127.0.0.1",
          Database = "coffeechain",
          UID = "root",
          PWD = "listiana121206",
          Port = 3306)

Eksplorasi Data

Selanjutnya, dapat dilakukan eksplorasi pada database coffeechain yang sudah terhubung:

  1. Melihat tabel-tabel yang terdapat dalam database coffeechain
dbListTables(koneksi1)
## [1] "facttable" "location"  "product"

Terdapat 3 tabel yaitu facttable, location, dan product.

  1. Melihat nama atribut pada masing-masing tabel

Melihat nama atribut tabel facttable

dbListFields(koneksi1, "facttable")
##  [1] "Profit"         "Margin"         "Sales"          "COGS"          
##  [5] "Total Expenses" "Marketing"      "Inventory"      "Budget Profit" 
##  [9] "Budget COGS"    "Budget Margin"  "Budget Sales"   "Area Code"     
## [13] "ProductId"      "Date"

Melihat nama atribut tabel location

dbListFields(koneksi1, "location")
## [1] "Area Code"   "State"       "Market"      "Market Size"

Melihat nama atribut tabel product

dbListFields(koneksi1, "product")
## [1] "Product Line" "Product Type" "Product"      "ProductId"    "Type"
  1. Melihat Isi Tabel

Melihat isi tabel product

dbReadTable(koneksi1, "product")
##    Product.Line Product.Type           Product ProductId    Type
## 1         Beans       Coffee          Amaretto         1 Regular
## 2         Beans       Coffee         Colombian         2 Regular
## 3         Beans       Coffee Decaf Irish Cream         3   Decaf
## 4         Beans     Espresso       Caffe Latte         4 Regular
## 5         Beans     Espresso       Caffe Mocha         5 Regular
## 6         Beans     Espresso    Decaf Espresso         6   Decaf
## 7         Beans     Espresso  Regular Espresso         7 Regular
## 8        Leaves   Herbal Tea         Chamomile         8   Decaf
## 9        Leaves   Herbal Tea             Lemon         9   Decaf
## 10       Leaves   Herbal Tea              Mint        10   Decaf
## 11       Leaves          Tea        Darjeeling        11 Regular
## 12       Leaves          Tea         Earl Grey        12 Regular
## 13       Leaves          Tea         Green Tea        13 Regular
  1. Mengeksekusi Query DDL dan DML MySQL

Memilih seluruh kolom pada tabel location

dbGetQuery(koneksi1, "SELECT * FROM location")
##     Area Code         State  Market  Market Size
## 1         203   Connecticut    East Small Market
## 2         206    Washington    West Small Market
## 3         209    California    West Major Market
## 4         210         Texas   South Major Market
## 5         212      New York    East Major Market
## 6         213    California    West Major Market
## 7         214         Texas   South Major Market
## 8         216          Ohio Central Major Market
## 9         217      Illinois Central Major Market
## 10        224      Illinois Central Major Market
## 11        225     Louisiana   South Small Market
## 12        234          Ohio Central Major Market
## 13        239       Florida    East Major Market
## 14        253    Washington    West Small Market
## 15        254         Texas   South Major Market
## 16        262     Wisconsin Central Small Market
## 17        281         Texas   South Major Market
## 18        303      Colorado Central Major Market
## 19        305       Florida    East Major Market
## 20        309      Illinois Central Major Market
## 21        310    California    West Major Market
## 22        312      Illinois Central Major Market
## 23        314      Missouri Central Small Market
## 24        315      New York    East Major Market
## 25        318     Louisiana   South Small Market
## 26        319          Iowa Central Small Market
## 27        321       Florida    East Major Market
## 28        323    California    West Major Market
## 29        325         Texas   South Major Market
## 30        330          Ohio Central Major Market
## 31        337     Louisiana   South Small Market
## 32        339 Massachusetts    East Major Market
## 33        347      New York    East Major Market
## 34        351 Massachusetts    East Major Market
## 35        352       Florida    East Major Market
## 36        360    Washington    West Small Market
## 37        361         Texas   South Major Market
## 38        386       Florida    East Major Market
## 39        405      Oklahoma   South Small Market
## 40        407       Florida    East Major Market
## 41        408    California    West Major Market
## 42        409         Texas   South Major Market
## 43        413 Massachusetts    East Major Market
## 44        414     Wisconsin Central Small Market
## 45        415    California    West Major Market
## 46        417      Missouri Central Small Market
## 47        419          Ohio Central Major Market
## 48        425    Washington    West Small Market
## 49        430         Texas   South Major Market
## 50        432         Texas   South Major Market
## 51        435          Utah    West Small Market
## 52        440          Ohio Central Major Market
## 53        469         Texas   South Major Market
## 54        475   Connecticut    East Small Market
## 55        503        Oregon    West Small Market
## 56        504     Louisiana   South Small Market
## 57        505    New Mexico   South Small Market
## 58        508 Massachusetts    East Major Market
## 59        509    Washington    West Small Market
## 60        510    California    West Major Market
## 61        512         Texas   South Major Market
## 62        513          Ohio Central Major Market
## 63        515          Iowa Central Small Market
## 64        516      New York    East Major Market
## 65        518      New York    East Major Market
## 66        530    California    West Major Market
## 67        541        Oregon    West Small Market
## 68        559    California    West Major Market
## 69        561       Florida    East Major Market
## 70        562    California    West Major Market
## 71        563          Iowa Central Small Market
## 72        567          Ohio Central Major Market
## 73        573      Missouri Central Small Market
## 74        580      Oklahoma   South Small Market
## 75        585      New York    East Major Market
## 76        603 New Hampshire    East Small Market
## 77        607      New York    East Major Market
## 78        608     Wisconsin Central Small Market
## 79        614          Ohio Central Major Market
## 80        617 Massachusetts    East Major Market
## 81        618      Illinois Central Major Market
## 82        619    California    West Major Market
## 83        626    California    West Major Market
## 84        630      Illinois Central Major Market
## 85        631      New York    East Major Market
## 86        636      Missouri Central Small Market
## 87        641          Iowa Central Small Market
## 88        646      New York    East Major Market
## 89        650    California    West Major Market
## 90        660      Missouri Central Small Market
## 91        661    California    West Major Market
## 92        682         Texas   South Major Market
## 93        702        Nevada    West Small Market
## 94        707    California    West Major Market
## 95        708      Illinois Central Major Market
## 96        712          Iowa Central Small Market
## 97        713         Texas   South Major Market
## 98        714    California    West Major Market
## 99        715     Wisconsin Central Small Market
## 100       716      New York    East Major Market
## 101       718      New York    East Major Market
## 102       719      Colorado Central Major Market
## 103       720      Colorado Central Major Market
## 104       727       Florida    East Major Market
## 105       740          Ohio Central Major Market
## 106       754       Florida    East Major Market
## 107       760    California    West Major Market
## 108       772       Florida    East Major Market
## 109       773      Illinois Central Major Market
## 110       774 Massachusetts    East Major Market
## 111       775        Nevada    West Small Market
## 112       781 Massachusetts    East Major Market
## 113       786       Florida    East Major Market
## 114       801          Utah    West Small Market
## 115       805    California    West Major Market
## 116       806         Texas   South Major Market
## 117       813       Florida    East Major Market
## 118       815      Illinois Central Major Market
## 119       816      Missouri Central Small Market
## 120       817         Texas   South Major Market
## 121       818    California    West Major Market
## 122       830         Texas   South Major Market
## 123       831    California    West Major Market
## 124       832         Texas   South Major Market
## 125       845      New York    East Major Market
## 126       847      Illinois Central Major Market
## 127       850       Florida    East Major Market
## 128       857 Massachusetts    East Major Market
## 129       858    California    West Major Market
## 130       860   Connecticut    East Small Market
## 131       863       Florida    East Major Market
## 132       903         Texas   South Major Market
## 133       904       Florida    East Major Market
## 134       909    California    West Major Market
## 135       914      New York    East Major Market
## 136       915         Texas   South Major Market
## 137       916    California    West Major Market
## 138       917      New York    East Major Market
## 139       918      Oklahoma   South Small Market
## 140       920     Wisconsin Central Small Market
## 141       925    California    West Major Market
## 142       936         Texas   South Major Market
## 143       937          Ohio Central Major Market
## 144       940         Texas   South Major Market
## 145       941       Florida    East Major Market
## 146       949    California    West Major Market
## 147       951    California    West Major Market
## 148       954       Florida    East Major Market
## 149       956         Texas   South Major Market
## 150       959   Connecticut    East Small Market
## 151       970      Colorado Central Major Market
## 152       971        Oregon    West Small Market
## 153       972         Texas   South Major Market
## 154       978 Massachusetts    East Major Market
## 155       979         Texas   South Major Market
## 156       985     Louisiana   South Small Market
  1. Menyimpan Hasil Manajemen data dalam bentuk objek R

Menyimpan seluruh isi tabel facttable dan menyimpannya di R dalam tipe data frame

facttable <- dbGetQuery(koneksi1, "SELECT * FROM facttable")
View(facttable)

Menyimpan seluruh isi tabel location dan menyimpannya di R dalam tipe data frame

location <- dbGetQuery(koneksi1, "SELECT * FROM location")
View(location)

Visualisasi Data

  1. Pie Chart (Diagram Lingkaran)

Akan dibuat pie chart yang merepresentasikan total penjualan berdasarkan tipe kandungan kafein pada produk. Pertama, data yang akan divisualisasikan harus difilter terlebih dahulu dengan query MySQL.

product <- dbGetQuery(koneksi1, "SELECT * FROM product")
product2 <- dbGetQuery(koneksi1, "SELECT p.Type, SUM(f.Sales) AS jumlah
FROM product p
JOIN facttable f ON  p.ProductId = f.ProductId
GROUP BY p.Type")
product2
##      Type jumlah
## 1 Regular 472187
## 2   Decaf 347624

Setelah itu, yang harus dilakukan adalah mendefinisikan angka persentase yang akan dijadikan isian pie chart.

product2$jumlah <- as.numeric(product2$jumlah)

percentage <- round(product2$jumlah/sum(product2$jumlah)*100, digits=2)
percentage
## [1] 57.6 42.4
product2
##      Type jumlah
## 1 Regular 472187
## 2   Decaf 347624

Membuat pie chart dengan package ggplot2:

library(ggplot2)
pie_coffee <- ggplot(product2, aes(x= "", y= jumlah, fill= Type)) +
  geom_bar(stat= "identity", width=1) +
  coord_polar("y",start = 0) +
  geom_text(aes(label=paste0(percentage, "%")), position= position_stack(vjust = 0.5)) +
    labs (x = NULL, y= NULL, fill= NULL, title = "Total Penjualan Berdasarkan Tipe Produk") +
  scale_fill_manual(values = c("#4B2C20","#D7B19D")) +
  theme_classic() +
  theme(axis.line = element_blank(),
        axis.text = element_blank(),
        axis.ticks = element_blank(),
        plot.title = element_text(hjust=0.5, color="#261C15"))

  
pie_coffee

  1. Bar Chart (Diagram Batang)

Akan dibuat pie chart yang memvisualisasikan performa profit (keuntungan) tiap jenis produk yang dikelompokkan berdasarkan jenisnya. Langkah-langkahnya sebagai berikut:

Pertama, memfilter data yang akan divisualisasikan dan menyimpannya dalam objek bernama dt_bar.

dt_bar <- dbGetQuery(koneksi1, "SELECT p.`Product Type`, SUM(f.Profit) AS Total FROM product p JOIN facttable f ON p.ProductId = f.ProductId GROUP BY `Product Type`")
dt_bar
##   Product Type Total
## 1       Coffee 74683
## 2          Tea 52986
## 3     Espresso 68620
## 4   Herbal Tea 63254

Lalu, membuat bar chart dan menyimpannya dengan nama bar_coffee.

bar_coffee <- ggplot(dt_bar, aes(x= `Product Type`,y=Total)) + 
  geom_bar(stat="identity", fill="#709255", alpha=0.8) +
  theme_minimal() +
  labs(title="Performa Keuntungan Tiap Jenis Produk", x ="Jenis Produk", y= "Total Keuntungan") +
  theme(axis.text=element_text(hjust=0.5), 
        plot.title = element_text(hjust=0.5, color="black"))

bar_coffee

  1. Line Chart (Diagram Garis)

Pada line chart berikut ini, akan ditampilkan tren penjualan bulanan dari seluruh cabang kedai kopi, terhitung dari bulan Januari 2012 hingga Desember 2013.

Seperti pada 2 grafik sebelumnya, yang pertama dilakukan adalah memfilter kolom dari 2 tabel yang dijoinkan. Kemudian menyimpannya dengan nama dt_line, di mana dt_line ini akan digunakan dalam menggambar line chart menggunakan fungsi ggplot.

dt_line <- dbGetQuery(koneksi1, "SELECT DATE_FORMAT(Date, '%Y-%M') AS orderMonth, SUM(Sales) AS monthlySales
FROM facttable
JOIN product ON facttable.ProductId = product.ProductId
GROUP BY orderMonth")
dt_line
##        orderMonth monthlySales
## 1    2012-January        31555
## 2   2012-February        32092
## 3      2012-March        32245
## 4      2012-April        32943
## 5        2012-May        33692
## 6       2012-June        35125
## 7       2012-July        36161
## 8     2012-August        36029
## 9  2012-September        33092
## 10   2012-October        32849
## 11  2012-November        32003
## 12  2012-December        33373
## 13   2013-January        35316
## 14  2013-February        34192
## 15     2013-March        34355
## 16     2013-April        35112
## 17       2013-May        33394
## 18      2013-June        34807
## 19      2013-July        35830
## 20    2013-August        35707
## 21 2013-September        35269
## 22   2013-October        34987
## 23  2013-November        34103
## 24  2013-December        35580
library(lubridate)
## Warning: package 'lubridate' was built under R version 4.5.3
## 
## Attaching package: 'lubridate'
## The following objects are masked from 'package:base':
## 
##     date, intersect, setdiff, union
dt_line$orderMonth <- ym(dt_line$orderMonth)

line_coffee <- ggplot(dt_line, aes(x = orderMonth, y= monthlySales)) +
  geom_line(color="goldenrod") + 
  theme_minimal() +
  labs(title= "Tren Penjualan Bulanan",
       x= "Bulan",
       y= "Total Penjualan") +
  theme(plot.title = element_text(hjust=0.5, color="black"))
line_coffee

4. ANALISIS DATA

Sebelum melakukan analisis data, perlu dicek apakah terdapat data yang kosong (missing value). Hal ini bertujuan agar jika benar-benar ada data kosong, bisa dilakukan penanganan pada data tersebut.

colSums(is.na(facttable))
##         Profit         Margin          Sales           COGS Total Expenses 
##              0              0              0              0              0 
##      Marketing      Inventory  Budget Profit    Budget COGS  Budget Margin 
##              0              0              0              0              0 
##   Budget Sales      Area Code      ProductId           Date 
##              0              0              0              0

Dapat dilihat bahwa dalam tabel facttable tidak terdapat kolom yang mengandung missing value.

Analisis Komparatif Realisasi vs Anggaran Margin

Di sini kita akan menguji apakah terdapat perbedaan signifikan antara margin dengan budget margin.

Untuk melakukan analisis antara 2 sampel atau lebih menggunakan uji statistik parametrik maupun non parametrik, penting untuk memeriksa apakah data berdistribusi normal atau tidak. Jika berdistribusi normal, maka uji yang digunakan adalah statistika parametrik. Jika tidak berdistribusi normal, maka gunakan statistika non parametrik.

Dikarenakan jumlah sampel (n) kurang dari 5000, maka uji normalitas yang digunakan adalah Shapiro Wilk (shapiro.test()).

Uji Normalitas Variabel Margin dan Budget Margin

H0: Data berdistribusi normal

H1: Data tidak berdistribusi normal

Taraf signifikansi = 0.05

shapiro.test(facttable$Margin)
## 
##  Shapiro-Wilk normality test
## 
## data:  facttable$Margin
## W = 0.82439, p-value < 2.2e-16

Karena p-value kurang dari 0.05, maka H0 ditolak yang berarti data Margin tidak berdistribusi normal.

shapiro.test(facttable$`Budget Margin`)
## 
##  Shapiro-Wilk normality test
## 
## data:  facttable$`Budget Margin`
## W = 0.80307, p-value < 2.2e-16

Karena p-value kurang dari 0.05, maka H0 ditolak yang berarti data Budget Margin tidak berdistribusi normal.

Uji Hipotesis Non Parametrik Margin dan Budget Margin

Karena kedua variabel di atas tidak berdistribusi normal, maka digunakan uji non parametrik lebih tepatnya uji Mann Whitney.

H0: Tidak terdapat perbedaan signifikan antara Margin dan Budget Margin

H1: Terdapat perbedaan signifikan antara Margin dan Budget Margin

wilcox.test(facttable$Margin, facttable$`Budget Margin`, paired = TRUE) 
## 
##  Wilcoxon signed rank test with continuity correction
## 
## data:  facttable$Margin and facttable$`Budget Margin`
## V = 5491743, p-value < 2.2e-16
## alternative hypothesis: true location shift is not equal to 0

Karena p-value kurang dari 0.05, maka H0 ditolak yang berarti terdapat perbedaan signifikan antara Margin dan Budget Margin.

Analisis Pengaruh Biaya Pemasaran terhadap Penjualan

Misalnya pemilik bisnis coffee chain ingin mengetahui efektivitas pengeluaran biaya marketing terhadap penjualan mereka. Maka di sini kita bisa memanfaatkan variabel marketing (biaya yang dikeluarkan untuk keperluan pemasaran atau promosi) dan sales (total penjualan) untuk mengetahui seberapa kuat korelasi antara keduanya.

Sama seperti sebelumnya, kita lakukan uji normalitas terlebih dahulu terhadap kedua variabel yang akan diuji.

Uji Normalitas Variabel Marketing dan Sales

H0: Data berdistribusi normal

H1: Data tidak berdistribusi normal

shapiro.test(facttable$Marketing)
## 
##  Shapiro-Wilk normality test
## 
## data:  facttable$Marketing
## W = 0.81776, p-value < 2.2e-16

Karena p-value kurang dari 0.05, maka H0 ditolak yang berarti data Marketing tidak berdistribusi normal.

shapiro.test(facttable$Sales)
## 
##  Shapiro-Wilk normality test
## 
## data:  facttable$Sales
## W = 0.78969, p-value < 2.2e-16

Karena p-value kurang dari 0.05, maka H0 ditolak yang berarti data Sales tidak berdistribusi normal.

Uji Hipotesis Non Parametrik Marketing dan Sales

Karena kedua variabel tidak berdistribusi normal, maka digunakan uji non parametrik lebih tepatnya uji korelasi Kendall Tau.

H0: Tidak terdapat perbedaan signifikan antara pengeluaran biaya marketing dengan banyaknya penjualan

H1: Terdapat hubungan sigifikan antara pengeluaran biaya marketing dengan banyaknya penjualan

cor.test(facttable$Marketing, facttable$Sales , method = "kendall")
## 
##  Kendall's rank correlation tau
## 
## data:  facttable$Marketing and facttable$Sales
## z = 67.182, p-value < 2.2e-16
## alternative hypothesis: true tau is not equal to 0
## sample estimates:
##       tau 
## 0.6959066

Karena p-value kurang dari 0.05, maka H0 ditolak yang berarti terdapat hubungan signifikan antara pengeluaran biaya marketing dengan banyaknya penjualan.

5. Interpretasi dan Kesimpulan

Pie Chart

Diagram lingkaran yang telah dihasilkan menunjukkan bahwa persentase total penjualan produk regular (kopi biasa yang memiliki kandungan kafein) mencapai lebih dari 50%, lebih tepatnya di angka 57.6%. Sementara produk decaf (tanpa kafein) menyumbang penjualan sebesar 42.4%. Hal ini memperlihatkan pola preferensi pelanggan yang cenderung lebih menyukai produk kafein.

Bar Chart

Pada visualisasi kedua yaitu diagram batang, ditampilkan performa keuntungan dari tiap-tiap jenis produk. Dari diagram tersebut dapat dilihat bahwa produk jenis kopi menyumbang keuntungan terbesar dalam keseluruhan penjualan bisnis coffee chain, diikuti produk jenis espresso, teh herbal, dan teh.

Line Chart

Berikutnya, visualisasi diagram garis menggambarkan tren penjualan keseluruhan produk setiap bulannya pada tahun 2012 hingga 2013. Secara umum, terdapat tren pertumbuhan positif meskipun fluktuasinya sangat tajam. Penjualan dimulai di titik terendah (sekitar 31.500) pada awal 2012 dan berakhir di level yang jauh lebih tinggi (mendekati 35.500) pada akhir 2013. Penjualan cenderung melonjak tajam pada periode pertengahan tahun (sekitar bulan Juli). Ini bisa disebabkan oleh musim liburan atau promo tengah tahun. Sementara mendekati akhir tahun atau pada kuartal keempat mengalami kontraksi atau titik rendah sebelum akhirnya memantul kembali di awal tahun baru.

Pada tahun 2012, penjualan mengalami lonjakan yang sangat masif di pertengahan tahun hingga mencapai puncak tertinggi. Namun, terjadi penurunan drastis setelah Juli hingga mencapai titik nadir tahunan di sekitar Oktober-November 2012.

Awal tahun 2013 teradi pemulihan cepat (recovery). Meskipun tidak pernah melewati rekor Juli 2012, grafik menunjukkan stabilitas yang lebih baik di level atas.

Analisis Komparatif Realisasi vs Anggaran Margin

Dari analisis menggunakan uji Mann Whitney antara variabel target margin dan realisasinya, didapatkan hasil yang menunjukkan bahwa terdapat perbedaan signifikan antara keduanya. Itu artinya terdapat ketidaksesuaian besar antara rencana finansial dengan realita di lapangan. Perbedaan ini bisa berarti harga jual per cangkir kopi tidak lagi relevan untuk menutupi biaya operasional sambil tetap mengejar target profit. Perusahaan mungkin perlu mengevaluasi apakah mereka terlalu banyak memberikan diskon atau promo yang justru “memakan” margin keuntungan.

Analisis Pengaruh Biaya Pemasaran terhadap Penjualan

Hasil uji korelasi Kendall Tau memperlihatkan adanya hubungan signifikan antara pengeluaran biaya marketing dengan banyaknya penjualan kopi. Dengan kata lain, semakin besar biaya yang dikeluarkan untuk marketing, semakin tinggi pula jumlah penjualan yang didapat. Ini dapat diartikan bahwasanya uang yang dikeluarkan untuk promosi atau iklan tidak terbuang sia-sia. Ada pola yang konsisten di mana kenaikan budget marketing diikuti oleh kenaikan volume penjualan.

Kesimpulan

Secara keseluruhan, penelitian ini menunjukkan bahwa:

  1. Pelanggan memiliki kecenderungan kuat terhadap produk berkafein (Regular) dengan pangsa pasar 57,6%. Namun, segmen Decaf yang mencapai 42,4% juga merupakan pasar yang sangat besar dan tidak bisa diabaikan.

  2. Bisnis menunjukkan tren pertumbuhan positif dari tahun 2012 hingga akhir 2013 (meningkat dari kisaran 31.500 ke 35.500), diwarnai dengan lonjakan di pertengahan tahun dan penurunan drastis menjelang akhir tahun.

  3. Terdapat kesenjangan finansial antara target margin dengan realisasinya. Ini perlu mendapat perhatian serius dari pihak manajemen.

  4. Strategi pemasaran saat ini sudah berada di jalur yang benar dalam meningkatkan volume, meskipun mungkin perlu dievaluasi pengaruhnya terhadap margin keuntungan.