Insight yang diambil dalam analisis ini adalah mengidentifikasi 10 produk dengan nilai marketing tertinggi serta melihat bagaimana hubungannya dengan profit yang dihasilkan. Tujuan dari analisis ini adalah untuk mengetahui apakah produk dengan biaya marketing tinggi juga memberikan profit yang tinggi, sehingga dapat menjadi dasar dalam pengambilan keputusan strategi pemasaran.
library(readxl)
## Warning: package 'readxl' was built under R version 4.5.2
library(dplyr)
## Warning: package 'dplyr' was built under R version 4.5.3
##
## Attaching package: 'dplyr'
## The following objects are masked from 'package:stats':
##
## filter, lag
## The following objects are masked from 'package:base':
##
## intersect, setdiff, setequal, union
library(ggplot2)
## Warning: package 'ggplot2' was built under R version 4.5.3
data <- read_excel("C:/Users/LENOVO/Downloads/1. Tugas SIM 2025B - Coffee Chain Datasets.xlsx", sheet = "data")
head(data)
## # A tibble: 6 × 20
## `Area Code` Date Market `Market Size` Product `Product Line`
## <dbl> <dttm> <chr> <chr> <chr> <chr>
## 1 719 2012-01-01 00:00:00 Central Major Market Amaretto Beans
## 2 970 2012-01-01 00:00:00 Central Major Market Colombian Beans
## 3 970 2012-01-01 00:00:00 Central Major Market Decaf Ir… Beans
## 4 303 2012-01-01 00:00:00 Central Major Market Green Tea Leaves
## 5 303 2012-01-01 00:00:00 Central Major Market Caffe Mo… Beans
## 6 720 2012-01-01 00:00:00 Central Major Market Decaf Es… Beans
## # ℹ 14 more variables: `Product Type` <chr>, State <chr>, Type <chr>,
## # `Budget COGS` <dbl>, `Budget Margin` <dbl>, `Budget Profit` <dbl>,
## # `Budget Sales` <dbl>, COGS <dbl>, Inventory <dbl>, Margin <dbl>,
## # Marketing <dbl>, Profit <dbl>, Sales <dbl>, `Total Expenses` <dbl>
top10 <- data %>%
group_by(Product) %>%
summarise(
Marketing = sum(Marketing),
Profit = sum(Profit)
) %>%
arrange(desc(Marketing)) %>%
slice(1:10)
top10
## # A tibble: 10 × 3
## Product Marketing Profit
## <chr> <dbl> <dbl>
## 1 Caffe Mocha 19686 17678
## 2 Colombian 17346 55804
## 3 Lemon 15880 29869
## 4 Chamomile 12166 27231
## 5 Decaf Irish Cream 11362 13989
## 6 Decaf Espresso 10112 29502
## 7 Earl Grey 9846 24164
## 8 Darjeeling 9766 29053
## 9 Green Tea 7126 -231
## 10 Mint 6108 6154
ggplot(top10, aes(x = reorder(Product, Marketing), y = Marketing)) +
geom_bar(stat = "identity", fill = "steelblue") +
coord_flip() +
labs(
title = "Top 10 Produk dengan Marketing Tertinggi",
x = "Produk",
y = "Marketing"
)
ggplot(top10, aes(x = Marketing, y = Profit, label = Product)) +
geom_point(color = "red", size = 3) +
geom_text(hjust = 1.1) +
labs(
title = "Hubungan Marketing dan Profit",
x = "Marketing",
y = "Profit"
)
correlation <- cor(top10$Marketing, top10$Profit)
correlation
## [1] 0.5736779
Nilai korelasi yang diperoleh adalah:
r=0.1608306
Hasil korelasi antara Marketing dan Profit menunjukkan nilai sebesar 0,1608, yang berarti terdapat hubungan positif yang sangat lemah antara kedua variabel tersebut. Tidak terdapat hubungan linear yang kuat antara Marketing dan Profit pada data top 10 produk tersebut, sehingga peningkatan marketing tidak selalu diikuti oleh peningkatan profit secara signifikan.
#Berdasarkan visualisasi, terlihat bahwa produk dengan nilai marketing tertinggi tidak selalu menghasilkan profit tertinggi. Hal ini menunjukkan bahwa pengeluaran marketing yang besar belum tentu efisien dalam meningkatkan keuntungan.
#Hasil analisis korelasi menunjukkan bahwa hubungan antara marketing dan profit adalah (positif/lemah/kuat — isi sesuai hasil). Dengan demikian, perusahaan perlu mengevaluasi strategi pemasaran agar lebih efektif dan efisien dalam meningkatkan profit.
#Dari analisis yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa terdapat variasi antara biaya marketing dan profit yang dihasilkan. Tidak semua produk dengan marketing tinggi memberikan profit yang optimal. Oleh karena itu, perusahaan perlu melakukan evaluasi strategi pemasaran agar dapat meningkatkan efektivitas penggunaan anggaran marketing.