Perkembangan media sosial seperti Instagram menjadi sarana utama dalam promosi event melalui media partner. Setiap postingan memiliki tingkat interaksi yang berbeda, sehingga diperlukan analisis untuk mengetahui efektivitas promosi.
Pada tahap ini, data yang telah dikumpulkan kemudian diolah untuk menghasilkan variabel baru yang digunakan dalam analisis. Variabel tersebut meliputi engagement, followers, dan engagement rate.
Variabel engagement dihitung berdasarkan total interaksi dari setiap postingan, yaitu jumlah like dan komentar. Selain itu, ditambahkan variabel followers berdasarkan masing-masing media partner, yaitu 81.000 untuk info.eventyogya dan 58.800 untuk infoeventjogja.
Selanjutnya, dihitung engagement rate untuk mengukur tingkat interaksi relatif terhadap jumlah followers.
Rumus yang digunakan:
Engagement = Like + Comment
Engagement Rate = %
Berdasarkan tabel data yang telah disajikan, terdapat 6 postingan event yang dipublikasikan melalui dua media partner di platform Instagram, yaitu info.eventyogya dan infoeventjogja. Setiap postingan berisi informasi terkait event seperti tanggal, nama event, serta jumlah interaksi berupa like dan komentar.
Dari data tersebut, terlihat bahwa seluruh postingan hanya memiliki interaksi dalam bentuk like, sementara jumlah komentar pada semua postingan adalah nol. Hal ini menunjukkan bahwa interaksi audience masih bersifat pasif dan belum mencapai tahap partisipasi aktif seperti berdiskusi atau memberikan tanggapan melalui komentar.
Selain itu, jumlah like pada setiap postingan bervariasi, dengan nilai tertinggi sebesar 72 pada event Workshop Analisa dan Praktik Investasi dan terendah sebesar 4 pada event yang sama di tanggal berbeda. Variasi ini menunjukkan bahwa performa konten tidak konsisten, meskipun berasal dari media partner yang sama.
Berdasarkan hasil perhitungan rata-rata engagement, media partner info.eventyogya memiliki nilai rata-rata engagement sebesar 27, sedangkan infoeventjogja memiliki rata-rata engagement sebesar 59. Hal ini menunjukkan bahwa secara rata-rata, postingan yang dipublikasikan oleh infoeventjogja menghasilkan interaksi yang lebih tinggi dibandingkan info.eventyogya.
Namun, jika dilihat dari jumlah data, info.eventyogya memiliki lebih banyak postingan dibandingkan infoeventjogja, sehingga rata-rata yang dihasilkan cenderung lebih stabil. Sebaliknya, nilai rata-rata pada infoeventjogja hanya berasal dari satu postingan, sehingga belum dapat menggambarkan performa secara keseluruhan.
Selain itu, jika mempertimbangkan nilai engagement rate, infoeventjogja juga menunjukkan performa yang lebih baik dibandingkan info.eventyogya. Hal ini mengindikasikan bahwa meskipun jumlah followers lebih kecil, tingkat interaksi audience terhadap konten yang dipublikasikan relatif lebih tinggi.
Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa infoeventjogja memiliki potensi sebagai media partner yang lebih efektif dalam menghasilkan engagement, namun diperlukan data tambahan untuk memastikan konsistensi performa tersebut.
Berdasarkan hasil perhitungan, info.eventyogya memiliki total engagement sebesar 135, sedangkan infoeventjogja sebesar 59. Hal ini menunjukkan bahwa info.eventyogya menghasilkan interaksi lebih tinggi secara keseluruhan.
Namun, jumlah postingan yang lebih banyak pada info.eventyogya mempengaruhi hasil tersebut. Oleh karena itu, meskipun total engagement lebih besar, belum tentu performanya lebih efektif dibandingkan infoeventjogja.
Berdasarkan grafik, terlihat bahwa event Workshop Analisa dan Praktik Investasi memiliki engagement tertinggi dibandingkan Kelas NGOPI, khususnya pada media partner info.eventyogya.
Sementara itu, pada event Kelas NGOPI, infoeventjogja menunjukkan engagement yang lebih tinggi dibandingkan info.eventyogya. Hal ini menunjukkan bahwa performa media partner dapat berbeda tergantung pada jenis event yang dipromosikan.
Secara keseluruhan, event workshop cenderung menghasilkan engagement yang lebih tinggi dibandingkan kelas biasa.
Berdasarkan hasil analisis, media partner dengan jumlah followers yang besar tidak selalu menghasilkan engagement yang tinggi. Hal ini terlihat dari perbandingan antara info.eventyogya dan infoeventjogja, di mana media partner dengan followers lebih kecil justru memiliki engagement rate yang lebih tinggi.
Selain itu, secara keseluruhan engagement rate yang diperoleh masih tergolong rendah karena berada di bawah 1%. Hal ini menunjukkan bahwa tingkat interaksi audience terhadap konten masih belum optimal.
Dari sisi jenis event, Workshop Analisa dan Praktik Investasi memiliki performa yang lebih baik dibandingkan Kelas NGOPI, yang ditunjukkan oleh jumlah engagement yang lebih tinggi.
Di sisi lain, tidak adanya komentar pada seluruh postingan menunjukkan bahwa interaksi audience masih bersifat pasif, sehingga diperlukan strategi untuk meningkatkan partisipasi aktif, seperti mendorong audience untuk berkomentar.
Berdasarkan hasil analisis terhadap 6 postingan event di platform Instagram, diperoleh beberapa kesimpulan sebagai berikut:
1. Tingkat Engagement
2. Perbandingan Media Partner
info.eventyogya memiliki total engagement lebih tinggi (135) dibandingkan infoeventjogja (59) Namun, rata-rata engagement:
Engagement rate:
Menunjukkan bahwa media partner dengan followers lebih kecil dapat lebih efektif dalam menghasilkan interaksi
3. Performa Jenis Event
Event Workshop Analisa dan Praktik Investasi memiliki engagement tertinggi (72) Lebih unggul dibandingkan Kelas NGOPI
4. Kesimpulan Umum
Efektivitas promosi tidak hanya dipengaruhi oleh jumlah followers Faktor penting lainnya:
Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan, terdapat beberapa saran untuk meningkatkan efektivitas promosi event di media sosial Instagram, yaitu sebagai berikut:
1. Peningkatan Kualitas Konten
2. Meningkatkan Interaksi Audience
3. Pemilihan Media Partner
4. Strategi Jenis Event