Logo

1. Pendahuluan

1.1 Latar Belakang

Perkembangan media sosial seperti Instagram menjadi sarana utama dalam promosi event melalui media partner. Setiap postingan memiliki tingkat interaksi yang berbeda, sehingga diperlukan analisis untuk mengetahui efektivitas promosi.

1.2 Tujuan

  • Mengukur engagement setiap postingan
  • Membandingkan media partner
  • Menentukan performa terbaik

2. Data dan Metodologi

2.1 Input Data


2.2 Data Processing

Pada tahap ini, data yang telah dikumpulkan kemudian diolah untuk menghasilkan variabel baru yang digunakan dalam analisis. Variabel tersebut meliputi engagement, followers, dan engagement rate.

Variabel engagement dihitung berdasarkan total interaksi dari setiap postingan, yaitu jumlah like dan komentar. Selain itu, ditambahkan variabel followers berdasarkan masing-masing media partner, yaitu 81.000 untuk info.eventyogya dan 58.800 untuk infoeventjogja.

Selanjutnya, dihitung engagement rate untuk mengukur tingkat interaksi relatif terhadap jumlah followers.


2.4 Metode Analisis

Rumus yang digunakan:

Engagement = Like + Comment

Engagement Rate = %


3. Hasil dan Pembahasan

3.1 Tabel Data

Berdasarkan tabel data yang telah disajikan, terdapat 15 postingan event yang dipublikasikan melalui dua media partner di platform Instagram, yaitu info.eventyogya dan infoeventjogja. Setiap postingan berisi informasi terkait event seperti tanggal, nama event, serta jumlah interaksi berupa like dan komentar.

Dari data tersebut, terlihat bahwa seluruh postingan hanya memiliki interaksi dalam bentuk like, sementara jumlah komentar pada semua postingan adalah nol. Hal ini menunjukkan bahwa interaksi audience masih bersifat pasif (low engagement depth) dan belum mencapai tahap partisipasi aktif seperti berdiskusi atau memberikan tanggapan melalui komentar.

Selain itu, jumlah like pada setiap postingan bervariasi cukup signifikan, dengan nilai tertinggi sebesar 93 like pada event Kelas NGOPI melalui media partner infoeventjogja, dan terendah sebesar 4 like pada event Workshop Analisa dan Praktik Investasi. Variasi ini menunjukkan bahwa performa konten masih belum konsisten, meskipun dipublikasikan oleh media partner yang sama.

Jika dilihat berdasarkan media partner, postingan yang dipublikasikan melalui infoeventjogja cenderung memiliki jumlah interaksi yang lebih tinggi dibandingkan info.eventyogya, meskipun jumlah postingannya lebih sedikit. Hal ini mengindikasikan bahwa kualitas audiens atau efektivitas distribusi konten pada media partner tersebut lebih baik.


3.2 Rata-rata Engagement per Media Partner

Berdasarkan hasil perhitungan rata-rata engagement, media partner info.eventyogya memiliki nilai rata-rata engagement sebesar 21,67, sedangkan infoeventjogja memiliki rata-rata engagement sebesar 54,67. Hal ini menunjukkan bahwa secara rata-rata, postingan yang dipublikasikan oleh infoeventjogja menghasilkan interaksi yang lebih tinggi dibandingkan info.eventyogya.

Jika dilihat dari jumlah data, info.eventyogya memiliki jumlah postingan yang lebih banyak (12 postingan) dibandingkan infoeventjogja (3 postingan). Hal ini menyebabkan nilai rata-rata pada info.eventyogya cenderung lebih stabil, sedangkan rata-rata pada infoeventjogja masih dipengaruhi oleh jumlah data yang relatif sedikit.

Selain itu, berdasarkan nilai engagement rate, infoeventjogja juga menunjukkan performa yang lebih baik dengan nilai rata-rata sebesar 0,093%, dibandingkan info.eventyogya sebesar 0,027%. Hal ini mengindikasikan bahwa meskipun jumlah followers lebih kecil, tingkat interaksi audiens terhadap konten yang dipublikasikan oleh infoeventjogja relatif lebih tinggi.

Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa infoeventjogja memiliki potensi sebagai media partner yang lebih efektif dalam menghasilkan engagement, namun diperlukan data tambahan untuk memastikan konsistensi performa tersebut dalam jangka panjang.


3.3 Total Engagement

Berdasarkan hasil perhitungan, media partner info.eventyogya memiliki total engagement sebesar 260, sedangkan infoeventjogja sebesar 164. Hal ini menunjukkan bahwa secara keseluruhan, info.eventyogya menghasilkan jumlah interaksi yang lebih tinggi.

Namun, perlu diperhatikan bahwa jumlah postingan pada info.eventyogya lebih banyak (12 postingan) dibandingkan infoeventjogja (3 postingan). Hal ini menyebabkan total engagement yang dihasilkan oleh info.eventyogya menjadi lebih besar secara akumulatif.

Oleh karena itu, meskipun total engagement info.eventyogya lebih tinggi, hal tersebut tidak secara langsung menunjukkan bahwa performanya lebih efektif. Jika dilihat dari rata-rata engagement dan engagement rate, infoeventjogja justru menunjukkan performa yang lebih tinggi.

Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa:

  • info.eventyogya unggul dalam volume (quantity)
  • infoeventjogja unggul dalam efektivitas (quality)

3.4 Visualisasi Engagement

Berdasarkan grafik, terlihat bahwa event Kelas NGOPI pada media partner infoeventjogja memiliki engagement tertinggi dibandingkan kombinasi event dan media partner lainnya.

Pada media partner info.eventyogya, event Workshop Analisa dan Praktik Investasi menunjukkan engagement yang relatif lebih tinggi dibandingkan Kelas NGOPI. Hal ini menunjukkan bahwa performa konten workshop lebih optimal pada media partner tersebut.

Sementara itu, pada event Kelas NGOPI, media partner infoeventjogja menghasilkan engagement yang jauh lebih tinggi dibandingkan info.eventyogya. Hal ini mengindikasikan bahwa efektivitas media partner sangat bergantung pada kesesuaian antara jenis event dan karakteristik audiens.

Secara keseluruhan, tidak semua event memiliki performa yang sama pada setiap media partner. Oleh karena itu, strategi promosi perlu mempertimbangkan kecocokan antara jenis event dan media partner untuk memaksimalkan engagement.


3.5 Pembahasan

Berdasarkan hasil analisis, media partner dengan jumlah followers yang besar tidak selalu menghasilkan engagement yang tinggi. Hal ini terlihat dari perbandingan antara info.eventyogya dan infoeventjogja, di mana media partner dengan jumlah followers lebih kecil justru memiliki engagement rate yang lebih tinggi.

Selain itu, secara keseluruhan engagement rate yang diperoleh masih tergolong rendah karena berada di bawah 1%. Hal ini menunjukkan bahwa tingkat interaksi audiens terhadap konten masih belum optimal, sehingga diperlukan strategi untuk meningkatkan engagement.

Dari sisi jenis event, performa engagement tidak menunjukkan pola yang konsisten. Pada media partner info.eventyogya, event Workshop Analisa dan Praktik Investasi cenderung memiliki engagement yang lebih tinggi. Namun, pada media partner infoeventjogja, event Kelas NGOPI justru menunjukkan performa yang paling tinggi. Hal ini mengindikasikan bahwa efektivitas suatu event sangat bergantung pada kecocokan antara jenis konten dan karakteristik audiens media partner.

Di sisi lain, tidak adanya komentar pada seluruh postingan menunjukkan bahwa interaksi audiens masih bersifat pasif (low engagement depth). Oleh karena itu, diperlukan strategi untuk mendorong partisipasi aktif, seperti penggunaan call-to-action yang lebih jelas, pertanyaan interaktif dalam caption, atau konten yang memancing diskusi.


4. Kesimpulan

Berdasarkan hasil analisis terhadap 15 postingan event di platform Instagram, diperoleh beberapa kesimpulan sebagai berikut:

1. Tingkat Engagement

  • Seluruh postingan memiliki engagement rate di bawah 1%
  • Hal ini menunjukkan bahwa interaksi audiens masih tergolong rendah
  • Selain itu, tidak adanya komentar pada seluruh postingan menunjukkan bahwa interaksi masih bersifat pasif (low engagement depth)

2. Perbandingan Media Partner

info.eventyogya memiliki total engagement lebih tinggi (260) dibandingkan infoeventjogja (164)

Namun, dari sisi rata-rata engagement:

  • infoeventjogja = 54.67
  • info.eventyogya = 21.67

Engagement rate:

  • infoeventjogja ≈ 0,09%
  • info.eventyogya ≈ 0,03%

Hal ini menunjukkan bahwa media partner dengan jumlah followers lebih kecil dapat lebih efektif dalam menghasilkan interaksi (quality over quantity)

3. Performa Jenis Event

Performa event tidak konsisten pada setiap media partner

  • Pada info.eventyogya, event workshop cenderung lebih tinggi
  • Namun pada infoeventjogja, Kelas NGOPI justru memiliki engagement tertinggi (93)

Hal ini menunjukkan bahwa efektivitas event bergantung pada kecocokan antara konten dan audiens media partner

4. Kesimpulan Umum

Efektivitas promosi tidak hanya dipengaruhi oleh jumlah followers, tetapi juga oleh:

  • Kualitas audiens
  • Kesesuaian konten dengan target audience
  • Strategi penyampaian konten

Dengan demikian, strategi pemasaran yang optimal perlu mempertimbangkan kombinasi antara media partner yang tepat dan jenis konten yang sesuai untuk meningkatkan engagement secara maksimal.


5. Saran

Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan, terdapat beberapa saran untuk meningkatkan efektivitas promosi event di media sosial Instagram, yaitu sebagai berikut:

1. Peningkatan Kualitas Konten

  • Memperbaiki desain visual agar lebih menarik dan konsisten dengan identitas brand
  • Menggunakan caption yang lebih informatif, ringkas, dan mampu menarik perhatian audiens
  • Menyesuaikan konten dengan karakteristik audiens dari masing-masing media partner

2. Meningkatkan Interaksi Audience

  • Menambahkan call to action (CTA) seperti: “tulis pendapat kamu di komentar” atau “tag temanmu”
  • Menggunakan format konten yang interaktif (polling, pertanyaan, atau storytelling)
  • Membuat konten yang memancing diskusi untuk meningkatkan engagement depth (tidak hanya like)

3. Pemilihan Media Partner

  • Tidak hanya mempertimbangkan jumlah followers
  • Menggunakan engagement rate sebagai indikator utama dalam memilih media partner
  • Memprioritaskan media partner yang memiliki audiens yang relevan dengan target market

4. Strategi Jenis Event

  • Menyesuaikan jenis event dengan karakteristik audiens pada masing-masing media partner
  • Tidak hanya berfokus pada satu jenis event (seperti workshop), tetapi juga mengevaluasi performa event secara kontekstual
  • Mengembangkan konsep event yang lebih interaktif dan aplikatif untuk meningkatkan minat audiens