Halo useRs!
Wiken project after lebaran ini akan mengulik soal harga atau tarif online yang kadang bisa berubah tanpa kita sadari, contoh: tarif ojek online dan tiket pesawat.
Pernahkah kalian memesan ojek online atau pada jam pulang sekolah, lalu mendapati harganya tiba-tiba meningkat? Fenomena ini sering kita temui dalam keseharian kita. Kenaikan harga tersebut bukan terjadi secara acak, melainkan merupakan bagian dari mekanisme yang dikenal sebagai Dynamic Pricing atau bisa kita singkat jadi inisial DP. Dalam sistem ini, harga akan menyesuaikan secara otomatis berdasarkan kondisi permintaan dan penawaran di pasar.
Btw, ini murni eksperimen simulasi saja ya. Tapi, tentu saja ada logika ekonomi yang akan kita gunakan kerangka berpikir yakni konsep demand and supply. Lebih jauh kita akan coba mempelajari bagaimana dynamic pricing bekerja melalui pendekatan ekonomi sederhana, serta mensimulasikan menggunakan bahasa pemrograman R untuk melihat bagaimana harga dapat berubah secara dinamis.
Sebelumnya kalian perlu mengingat kembali beberapa istilah yakni:
Permintaan (demand): Berapa banyak orang yang mau pesan layanan di kurun waktu yang relatif sama.
Harga (price): Nilai yang harus dibayar. Di simulasi ini, harga diasumsikan “nurut” sama permintaan.
Dynamic pricing: Strategi harga yang berubah/beda secara otomatis mengikuti kondisi pasar atau suatu strategi pengaturan harga barang atau jasa yang berubah-ubah (real time) mengikuti fluktuasi permintaan dan penawaran pasar.
Ok. Kita akan bikin skenario jumlah permintaan ojek online.
Pertama, data ini adalah data selama satu hari penuh, perhatikan angka-angka di variabel permintaan. Angka 45,50,56,dst itu merepresentasikan harga pada saat jam sibuk (rush hour) saat semua orang butuh tumpangan. Lanjut, buat data permintaannya.
Kedua, kita buat aturan simpel yakni fungsi harganya. Kalau permintaan naik 1, maka harga akan naik Rp500. Jadi komputer secara otomatis menghitung harga baru setiap jamnya. Next, gabungkan.
# --- SIMULASI DYNAMIC PRICING ---
# 1. Bikin Data Permintaan (Synthetic Data)
# Anggap saja jam 1 sampai jam 24
jam <- 1:24
# Permintaan biasanya naik di jam berangkat sekolah (jam 7), pulang sekolah (jam 14-15) dan pulang (jam 17)
permintaan <- c(5, 3, 2, 1, 2, 10, 45, 50, 30, 20, 15, 20, 25, 45, 50, 35, 56, 60, 45, 30, 20, 15, 10, 5)
# 2. Bikin Fungsi Harga (Pricing Function)
# Logika: Harga Dasar + (Permintaan * Faktor Kenaikan)
harga_dasar <- 10000
faktor_kenaikan <- 500
harga <- harga_dasar + (permintaan * faktor_kenaikan)
# Gabungkan data ke dalam satu tabel
data_simulasi <- data.frame(jam, permintaan, harga)
Grafik yang muncul nanti akan menunjukkan perubahan garis (naik-turun) yang menunjukkan dinamika harga berdasarkan permintaan pasar.
Garis Naik: Tandanya terjadi lonjakan harga karena banyak orang yang “rebutan” layanan.
Garis Turun: Saat tengah malam (jam 1-4), permintaan sedikit, jadi harga kembali ke level terendah atau harga dasar.
Simulasi ini adalah versi sederhana dari algoritma yang dipakai aplikasi besar. Daripada admin menaikkan harga secara manual, mereka pakai kode seperti ini agar harga bisa “menyesuaikan diri” mengikuti pasar secara real-time.
Dynamic pricing bukan hanya digunakan dalam e-commerce, tetapi merupakan mekanisme umum dalam ekonomi digital yang mencakup berbagai sektor seperti transportasi online, pariwisata, dan marketplace. Perbedaan utamanya terletak pada bagaimana algoritma merespon permintaan dan waktu.
Sekarang kalian sudah paham kan apa itu dynamic pricing?
Pertanyaan lanjutannya adalah:
Kita akan coba ulik di wiken project selanjutnya. FYI, artikel ini merupakan bagian dari The Wiken Project - Eksplorasi Ekonomi dan Data dengan R. Kalau kalian penasaran pengen belajar ekonomi komputasi dengan R, kunjungi website kami ya.