Profile

Profile

Cahaya Medina Semidang

NIM: 52250053
Data Science Student

I analyze data, build statistical models, and turn raw numbers into meaningful insights.

Task 1 — Multi-Formula

## Column

Penjelasan

Linear
\[f(x)\ =\ 2x\ +\ 3\]
Quadratic

\[{f\left(x\right)=\operatorname{x}}^2\ +\ 2x\ +\ 1\]

Cubic

\[{f\left(x\right)=\operatorname{x}}^3\ -\ 3\operatorname{x}^2\ +\ 2\]

Exponential

\[{f\left(x\right)=\operatorname{e}}^{(0.3x)}\]

Interpretasi
Fungsi compute_formula(x, formula) menghitung 4 jenis formula: Linear f(x)=2x+3, Quadratic f(x)=x²+2x+1, Cubic f(x)=x³-3x²+2, dan Exponential f(x)=e^(0.3x). Nested loop digunakan untuk menghitung semua formula sekaligus untuk x = 1:20. Validasi input dilakukan dengan pengecekan nama formula.

Visualisasi

Interpretasi
Grafik ini menampilkan empat kurva fungsi matematika yang diplot secara bersamaan dalam satu bidang koordinat untuk nilai x = 1 hingga 20. Formula Linear ditampilkan sebagai garis lurus yang naik secara konstan. Formula Quadratic membentuk kurva parabola yang terbuka ke atas. Pada nilai-nilai x < 10, kurva ini masih dekat dengan linear, namun mulai mempercepat pertumbuhannya secara signifikan ketika x melewati angka 10. Formula Cubic menunjukkan pada nilai x (1–3), kurva ini sempat memiliki nilai yang lebih rendah bahkan negatif karena pengaruh suku −3x², namun setelah melewati titik belok sekitar x = 3–4, kurva kubik melaju dengan sangat cepat dan melampaui semua formula lainnya. Formula Exponential menunjukkan kurva yang tidak pernah melambat; mencerminkan sifat khas fungsi eksponensial. Secara keseluruhan, grafik ini memperlihatkan bahwa formula kubik mendominasi pada nilai x besar, sementara formula linear memiliki pertumbuhan paling lambat dan paling stabil.

Task 2 — Sales Simulation

## Column

Pendahuluan

PENDAHULUAN

Task 2 bertujuan mensimulasikan sistem penjualan multi-salesperson menggunakan konsep nested function — yaitu fungsi di dalam fungsi. Fungsi utama simulate_sales(n_salesperson, days) mengandung dua fungsi di dalamnya:

calc_cumulative()

Menghitung akumulasi penjualan secara bertahap

get_discount()

Menentukan besaran diskon secara kondisional berdasarkan nilai penjualan.

LOGIKA DISKON & STRUKTUR PERULANGAN

Logika diskon yang diterapkan: penjualan senilai ≥ 5.000 mendapat diskon 20%, ≥ 3.000 mendapat 15%, ≥ 1.000 mendapat 10%, dan di bawah 1.000 hanya mendapat diskon 5%. Struktur perulangan dalam task ini menggunakan nested loop: loop luar mengiterasi setiap salesperson (1 hingga 5), sementara loop dalam mengiterasi setiap hari dalam periode simulasi (1 hingga 10 hari). Untuk setiap kombinasi salesperson-hari, dihasilkan satu nilai sales_amount secara acak, kemudian diskon dihitung secara otomatis, dan net_sales diperoleh dari hasil pengurangan diskon tersebut.

Dataset

Cumulative Net Sales per Salesperson

Interpretasi
Grafik garis ini menampilkan akumulasi penjualan bersih (setelah diskon) dari masing-masing 5 salesperson selama 10 hari simulasi.

Setiap garis mewakili satu salesperson, dan terlihat bahwa semua garis memiliki tren naik secara monoton, tidak ada yang turun karena nilai kumulatif selalu bertambah setiap harinya. Perbedaan kemiringan antar garis mencerminkan perbedaan konsistensi penjualan harian. Salesperson dengan garis yang lebih curam berarti memiliki rata-rata penjualan harian yang lebih tinggi.

Summary Statistics per Salesperson

Interpretasi
Tabel ini merangkum performa keseluruhan tiap salesperson dalam satu periode 10 hari. Kolom Total_Sales menunjukkan total penjualan, Avg_Sales adalah rata-rata penjualan per hari, Avg_Discount adalah rata-rata diskon yang diterima, dan Cumulative_Net adalah total pendapatan setelah diskon.

Salesperson yang memiliki Avg_Discount lebih tinggi belum tentu lebih baik, karena diskon tinggi berarti mereka sering berhasil menjual di atas Rp 3.000–5.000 (yang memicu diskon besar). Perbandingan antara Total_Sales dan Cumulative_Net mengindikasikan seberapa besar nilai yang “hilang” akibat diskon.

Task 3 — Performance Categorization

## Column

Pendahuluan

PENDAHULUAN

Task 3 bertujuan membangun fungsi categorize_performance() yang mengklasifikasikan setiap nilai penjualan ke dalam salah satu dari lima kategori performa menggunakan struktur if-else berlapis di dalam sebuah for loop. Lima kategori tersebut adalah:

EXCELLENT

Penjualan ≥ 6.000

VERY GOOD

Penjualan ≥ 4.500

GOOD

Penjualan ≥ 3.000

AVERAGE

Penjualan ≥ 1.500

POOR

Penjualan < 1.500

CARA KERJA

Fungsi ini bekerja dengan cara mengiterasi setiap elemen dalam vektor sales_amount satu per satu menggunakan for loop, kemudian menetapkan label kategori berdasarkan serangkaian kondisi yang diperiksa secara berurutan dari nilai tertinggi ke terendah.

Dataset

Bar Chart

Interpretasi
Bar chart ini menampilkan frekuensi tiap kategori performa dari 50 total transaksi (5 salesperson × 10 hari). Kategori “Execellent” dan “Very Good” mendominasi distribusi. Kategori “Average” relatif lebih sedikit.

Pie Chart

Interpretasi
Pie chart melengkapi bar chart dengan menunjukkan komposisi persentase dalam format lingkaran. Visualisasi ini mempermudah pembacaan proporsi relatif antar kategori secara intuitif. Proporsi kategori “Excellent” dan “Very Good” jika digabungkan berada diatas 50%, artinya mayoritas transaksi dalam simulasi ini berada di level performa menengah ke atas.

Task 4 — MultiCompany Dataset

## Column

Pendahuluan

PENDAHULUAN

Task 4 bertujuan menghasilkan dataset simulasi skala besar yang merepresentasikan data karyawan dari beberapa perusahaan sekaligus. Fungsi generate_full_dataset() menggunakan nested loop dua tingkat:

loop luar

Mengiterasi setiap perusahaan (Company_A hingga Company_G)

loop dalam

Mengiterasi setiap karyawan di perusahaan tersebut

ALUR

Untuk setiap karyawan, fungsi ini membangkitkan secara acak nilai salary, department (dari enam pilihan departemen), dan performance_score. Kemudian diterapkan conditional logic yang realistis: karyawan dengan performance_score ≥ 80 akan mendapatkan KPI_score di rentang 85–100 (mencerminkan penghargaan atas kinerja tinggi), sementara karyawan dengan performa lebih rendah mendapat KPI di rentang 40–84.

Dataset

Summary per Perusahaan

Interpretasi
Tabel ini merangkum untuk masing-masing dari 7 perusahaan: jumlah karyawan, rata-rata gaji, rata-rata performance score, KPI score tertinggi, dan jumlah top performers (KPI > 90). Karena setiap perusahaan memiliki jumlah karyawan yang sama (200), perbedaan pada kolom lainnya murni mencerminkan variasi acak dalam simulasi. Perusahaan dengan Avg_Performance tertinggi, yaitu company D, company F, company E, cenderung juga memiliki lebih banyak top performers, karena conditional logic dalam fungsi generator memberikan KPI tinggi kepada karyawan dengan performance ≥ 80.

Rata-rata Gaji per Perusahaan

Interpretasi
Bar chart ini membandingkan rata-rata gaji antar 7 perusahaan. Dengan company A memiliki rata-rata gaji tertinggi dan company E dan company B memiliki rata-rata terendah. meskipun demikian, rata-rata gaji antar perusahaan tidak memiliki perbedaan yang jauh.

Performance Score vs KPI Score

Interpretasi
Terlihat dengan jelas adanya dua bagian titik yang terpisah secara vertikal: bagian atas (KPI 85–100) yang terkonsentrasi di karyawan dengan performance_score ≥ 80, dan bagian bawah (KPI 40–84) yang tersebar di seluruh rentang performance score. Pola ini persis mencerminkan conditional logic dalam fungsi generate_full_dataset() — karyawan dengan performa ≥ 80 mendapat KPI yang jauh lebih tinggi.

Garis putus-putus merah di KPI = 90 menandai batas Top Performer. Titik-titik di atas garis ini adalah karyawan yang berhasil mencapai status top performer. Pola scatter ini tidak menunjukkan korelasi linear yang mulus.

Task 5 — Monte Carlo π

## Column

Penjelasan

Estimasi π (Monte Carlo, n=50,000)
\[3.13592\]
Nilai π Sesungguhny

\[3.141593\]

Absolute Error

\[0.005673\]

Prob. titik di sub-kotak [0,0.5]²

\[6.17%\]

Interpretasi
Visualisasi ini menampilkan 3.000 titik acak yang dilempar ke dalam kotak koordinat [-1, 1] × [-1, 1]. Titik berwarna hijau menandakan titik yang jatuh di dalam lingkaran unit (jarak dari pusat ≤ 1), sedangkan titik merah berada di luar lingkaran. Secara visual terlihat bahwa titik-titik hijau membentuk pola lingkaran yang terpola di tengah, sementara titik merah mengisi sudut-sudut kotak. Rasio antara jumlah titik hijau terhadap total titik yang dikalikan 4 menghasilkan estimasi π. Dengan 50.000 titik (walaupun hanya 3.000 yang ditampilkan), estimasi π yang dihasilkan sangat dekat dengan nilai π sesungguhnya (3,14159…).

Konvergensi Estimasi π (per iterasi)

Interpretasi
Pada jumlah titik yang sedikit (n < 1.000), estimasi π sangat bervariasi dan tidak stabil, garis berfluktuasi jauh di atas dan di bawah garis merah putus-putus yang menandakan nilai π sesungguhnya. Namun seiring bertambahnya n, fluktuasi semakin mengecil dan garis semakin mendekati nilai π = 3,14159. Grafik ini secara visual membuktikan Hukum Bilangan Besar (Law of Large Numbers): semakin besar sampel, semakin estimasi mendekati nilai populasi sesungguhnya.

Task 6 — Data Transformation

## Column

Pendahuluan

PENDAHULUAN

Task 6 bertujuan menerapkan dua teknik transformasi data yang paling umum digunakan dalam machine learning dan analisis statistik, serta membuat fitur-fitur baru yang lebih informatif melalui feature engineering.

normalize_columns()

Menerapkan Min-Max Normalization yang mengubah skala setiap kolom numerik menjadi rentang [0, 1] menggunakan formula (x − min) / (max − min)

z_score()

Menerapkan Standardisasi Z-Score yang mengubah distribusi setiap kolom sehingga memiliki rata-rata 0 dan standar deviasi 1, menggunakan formula (x − mean) / sd.

PENJELASAN

Kedua fungsi ini dibangun menggunakan for loop yang mengiterasi setiap kolom numerik dalam data frame. Selain itu, task ini juga menambahkan dua fitur baru: performance_category (High/Medium/Low) dan salary_bracket (Senior/Mid-level/Junior) yang mengubah variabel kontinu menjadi variabel kategorikal yang lebih mudah diinterpretasikan.

Dataset

Distribusi Salary: Before vs After Normalization

Interpretasi
Histogram ini membandingkan distribusi kolom salary dalam tiga kondisi secara berdampingan: Before (data asli), After Normalization (Min-Max), dan After Z-Score. Panel Before menampilkan distribusi salary asli dalam satuan Rupiah. Bentuknya relatif datar karena data disimulasikan dari distribusi uniform. Panel After Normalization menunjukkan distribusi yang sama persis namun skalanya berubah menjadi 0 hingga 1. Semua nilai terkecil menjadi 0 dan nilai terbesar menjadi 1. Bentuk histogram tidak berubah, hanya skala sumbu-x yang bergeser, membuktikan bahwa Min-Max normalization adalah transformasi linear yang mempertahankan bentuk distribusi.Panel After Z-Score menunjukkan distribusi yang kini berpusat di sekitar 0 (mean = 0) dengan nilai berkisar antara -1,7 hingga +1,7 (dalam satuan standar deviasi). Seperti normalisasi, bentuk distribusi tetap sama karena Z-Score juga merupakan transformasi linear.

Boxplot Comparison: Performance Score

Interpretasi
Tiga boxplot berdampingan ini membandingkan distribusi performance_score sebelum dan sesudah dua jenis transformasi. Boxplot Before memiliki skala asli (40–100). Median terlihat sekitar 70, menunjukkan distribusi yang cenderung simetris. Adanya whisker yang hampir sama panjang mengindikasikan tidak ada skewness yang signifikan. Boxplot Normalized memiliki skala 0–1. Bentuk dan proporsi kotak persis sama dengan Before, hanya skalanya yang berubah. Ini kembali mengonfirmasi sifat linear dari normalisasi. Boxplot Z-Score memiliki median di sekitar 0 dan IQR (jarak antar kuartil) yang jauh lebih kecil dalam satuan standar deviasi. Interpretasi penting dari Z-Score adalah: nilai +1 berarti satu standar deviasi di atas rata-rata, nilai -1 berarti satu standar deviasi di bawah rata-rata. Ketiga boxplot ini secara kolektif membuktikan bahwa transformasi tidak mengubah struktur distribusi, hanya mengubah skala — sesuai dengan prinsip statistik yang mendasarinya.

Task 7 — KPI Dashboard

## Column

Pendahuluan

PENDAHULUAN

Salah satu elemen utama task ini adalah kategorisasi KPI Tier menggunakan for loop eksplisit yang mengiterasi setiap baris dataset dan menetapkan tier berdasarkan nilai KPI:

Platinum

KPI ≥ 90

Gold

KPI 75 - 89

Silver

KPI 60 - 74

Bronze

KPI < 60

PENJELASAN

Bagian ini menyajikan analisis dari empat sudut pandang: analisis performa melalui scatter plot regression antara performance score dan KPI score, analisis kompensasi melalui boxplot distribusi gaji per perusahaan, analisis departemen melalui tabel rata-rata KPI per departemen, dan analisis top performers melalui bar chart jumlah karyawan berkinerja terbaik.

Dataset

Summary

Scatter Plot

Interpretasi
Terlihat dengan jelas adanya dua bagian titik yang terpisah secara vertikal: bagian atas (KPI 85–100) yang terkonsentrasi di karyawan dengan performance_score ≥ 80, dan bagian bawah (KPI 40–84) yang tersebar di seluruh rentang performance score. Titik-titik di atas garis ini adalah karyawan yang berhasil mencapai status top performer. Pola scatter ini tidak menunjukkan korelasi linear yang mulus. Garis regresi per perusahaan menunjukkan semakin tinggi performance score, semakin tinggi pula KPI score. Namun kemiringan garis tidak terlalu curam karena ada banyak variasi acak dalam data. Garis putus-putus horizontal di KPI = 90 berfungsi sebagai referensi visual untuk top performer.

Boxplot

Interpretasi
Tujuh boxplot berdampingan ini membandingkan distribusi salary di setiap perusahaan. Karena semua perusahaan menggunakan distribusi salary yang sama (runif(4e6, 20e6)) dan memiliki jumlah karyawan yang sama (200), semua boxplot memiliki bentuk yang sangat mirip. Median tiap perusahaan diperkirakan berada di sekitar Rp 12 juta (tengah distribusi uniform), dengan whisker atas (max) mendekati Rp 20 juta dan whisker bawah (min) mendekati Rp 4 juta. Perbedaan kecil yang terlihat antar perusahaan adalah variasi sampling yang normal. Grafik ini mengonfirmasi bahwa tidak ada perusahaan yang secara sistematis memberikan gaji lebih tinggi atau lebih rendah dari perusahaan lain dalam simulasi ini.

Top Performers per Perusahaan

Interpretasi
Bar chart ini menampilkan jumlah karyawan dengan KPI > 90 di masing-masing perusahaan, diurutkan dari yang terbanyak ke yang tersedikit. Dengan 200 karyawan per perusahaan dan kondisi bahwa karyawan berperforma ≥ 80 mendapat KPI di rentang 85–100, proporsi yang mencapai KPI > 90 bergantung pada berapa banyak karyawan yang performance-nya ≥ 80 dan berapa banyak dari mereka yang secara acak mendapat KPI di atas 90. Perusahaan dengan bar tertinggi tidak berarti “lebih baik” secara manajemen dalam simulasi ini, itu murni hasil keberuntungan sampling. Dalam konteks bisnis nyata, grafik ini akan menjadi indikator penting untuk mengevaluasi efektivitas program pengembangan karyawan di masing-masing perusahaan.

Task 8 — Auto Report (Bonus)

## Column

Pendahuluan

PENDAHULUAN

Task 8 menunjukkan bagaimana fungsi dan loop bisa dikombinasikan untuk mengotomatiskan pembuatan laporan yang biasanya harus dibuat secara manual satu per satu.

generate_company_report(df, company_name)

PENJELASAN

Fungsi generate_company_report(df, company_name) menerima seluruh dataset dan nama perusahaan sebagai input, kemudian secara otomatis memfilter data, menghitung ringkasan statistik, menyusun breakdown per departemen, dan mengidentifikasi top 5 performers terbaik semua dalam satu pemanggilan fungsi. Fungsi ini kemudian dipanggil di dalam sebuah for loop yang mengiterasi seluruh nama perusahaan secara otomatis, menghasilkan laporan lengkap untuk setiap perusahaan tanpa perlu menulis kode berulang. Dalam skenario produksi sesungguhnya, loop ini bisa dikombinasikan dengan rmarkdown::render() untuk menghasilkan file HTML atau PDF terpisah untuk setiap perusahaan secara fully automated

Company_A

Total Karyawan Rata-rata Gaji (IDR) Rata-rata KPI Rata-rata Performa Top Performers KPI Tertinggi Platinum Tier Gold Tier
200 Rp 12,423,404 71.38 68.65 42 99.9 42 51

Breakdown per Departemen:

Department Karyawan Avg_Gaji Avg_KPI Top_Perf
Engineering 28 Rp 14,148,443 74.09 6
Finance 46 Rp 13,206,396 72.35 9
Marketing 38 Rp 11,649,828 72.30 8
Sales 44 Rp 11,868,328 71.10 10
Operations 24 Rp 11,713,080 70.54 6
HR 20 Rp 11,750,823 65.16 3

Top 5 Performers:

employee_id department salary performance_score KPI_score KPI_tier
E0031 HR 15203232 91.6 99.9 Platinum
E0069 Finance 7158151 81.8 99.7 Platinum
E0080 Operations 5031779 92.7 99.7 Platinum
E0113 HR 10920119 81.3 99.7 Platinum
E0048 Sales 12420045 81.8 99.6 Platinum

Company_B

Total Karyawan Rata-rata Gaji (IDR) Rata-rata KPI Rata-rata Performa Top Performers KPI Tertinggi Platinum Tier Gold Tier
200 Rp 11,600,155 73.02 69.04 42 99.8 42 57

Breakdown per Departemen:

Department Karyawan Avg_Gaji Avg_KPI Top_Perf
HR 29 Rp 11,818,417 78.03 11
Operations 35 Rp 10,393,653 75.77 10
Engineering 26 Rp 11,420,205 73.85 4
Sales 34 Rp 11,808,103 72.92 7
Marketing 39 Rp 12,958,091 70.74 6
Finance 37 Rp 11,074,396 68.39 4

Top 5 Performers:

employee_id department salary performance_score KPI_score KPI_tier
E0290 HR 17695953 92.9 99.8 Platinum
E0278 Operations 4055257 86.7 99.6 Platinum
E0227 Marketing 10473234 86.9 99.5 Platinum
E0306 HR 15237115 99.7 99.2 Platinum
E0272 Finance 8543407 81.2 99.1 Platinum

Company_C

Total Karyawan Rata-rata Gaji (IDR) Rata-rata KPI Rata-rata Performa Top Performers KPI Tertinggi Platinum Tier Gold Tier
200 Rp 11,922,103 72 68.66 39 100 39 49

Breakdown per Departemen:

Department Karyawan Avg_Gaji Avg_KPI Top_Perf
Operations 40 Rp 11,989,983 75.03 11
Engineering 34 Rp 11,314,180 74.45 7
HR 32 Rp 11,896,074 72.77 6
Sales 27 Rp 12,401,105 71.41 3
Finance 34 Rp 11,482,284 68.83 8
Marketing 33 Rp 12,552,645 68.83 4

Top 5 Performers:

employee_id department salary performance_score KPI_score KPI_tier
E0493 Finance 5384547 92.2 100.0 Platinum
E0552 HR 14086250 86.4 99.8 Platinum
E0582 Operations 14211257 99.1 99.7 Platinum
E0440 HR 13004722 85.7 99.5 Platinum
E0471 Operations 5959376 80.1 99.5 Platinum

Company_D

Total Karyawan Rata-rata Gaji (IDR) Rata-rata KPI Rata-rata Performa Top Performers KPI Tertinggi Platinum Tier Gold Tier
200 Rp 12,010,748 73.23 70.98 44 99.8 44 56

Breakdown per Departemen:

Department Karyawan Avg_Gaji Avg_KPI Top_Perf
Operations 33 Rp 10,875,502 77.18 7
Finance 43 Rp 12,013,072 75.51 11
Engineering 31 Rp 12,502,393 71.67 9
HR 24 Rp 12,372,509 71.59 4
Marketing 40 Rp 11,477,033 71.47 8
Sales 29 Rp 13,210,353 70.80 5

Top 5 Performers:

employee_id department salary performance_score KPI_score KPI_tier
E0709 Finance 5902590 90.7 99.8 Platinum
E0798 Finance 6346829 80.6 99.8 Platinum
E0616 Finance 4358411 81.6 99.6 Platinum
E0728 Engineering 18531972 99.5 99.3 Platinum
E0695 Marketing 8234040 97.4 99.2 Platinum

Company_E

Total Karyawan Rata-rata Gaji (IDR) Rata-rata KPI Rata-rata Performa Top Performers KPI Tertinggi Platinum Tier Gold Tier
200 Rp 11,559,999 72.38 70.42 44 99.7 44 50

Breakdown per Departemen:

Department Karyawan Avg_Gaji Avg_KPI Top_Perf
Marketing 36 Rp 11,080,272 74.91 10
Operations 30 Rp 10,109,466 74.88 6
Engineering 33 Rp 12,095,594 74.14 7
Sales 32 Rp 12,731,710 72.72 6
Finance 32 Rp 11,932,310 70.56 7
HR 37 Rp 11,389,805 67.62 8

Top 5 Performers:

employee_id department salary performance_score KPI_score KPI_tier
E0998 Operations 6407084 89.2 99.7 Platinum
E0806 Finance 13162289 84.3 99.4 Platinum
E0924 HR 5259910 94.2 99.0 Platinum
E0913 Operations 6546447 91.7 98.9 Platinum
E0905 Sales 9948234 89.7 98.7 Platinum

Company_F

Total Karyawan Rata-rata Gaji (IDR) Rata-rata KPI Rata-rata Performa Top Performers KPI Tertinggi Platinum Tier Gold Tier
200 Rp 11,765,272 74.43 70.68 61 99.9 61 43

Breakdown per Departemen:

Department Karyawan Avg_Gaji Avg_KPI Top_Perf
Finance 42 Rp 12,526,781 78.21 17
Operations 34 Rp 12,587,047 75.39 11
HR 29 Rp 11,862,287 74.85 9
Marketing 32 Rp 11,343,265 73.38 7
Engineering 37 Rp 10,390,862 72.79 12
Sales 26 Rp 11,827,585 70.26 5

Top 5 Performers:

employee_id department salary performance_score KPI_score KPI_tier
E1098 Engineering 4133454 89.3 99.9 Platinum
E1136 Finance 4827198 93.1 99.8 Platinum
E1019 Marketing 5305292 82.2 99.6 Platinum
E1179 Engineering 4323536 80.7 99.3 Platinum
E1167 HR 14149211 96.6 99.0 Platinum

Company_G

Total Karyawan Rata-rata Gaji (IDR) Rata-rata KPI Rata-rata Performa Top Performers KPI Tertinggi Platinum Tier Gold Tier
200 Rp 11,807,772 71.8 68.07 42 99.8 42 45

Breakdown per Departemen:

Department Karyawan Avg_Gaji Avg_KPI Top_Perf
HR 25 Rp 11,919,724 74.65 9
Finance 39 Rp 11,234,944 74.11 6
Marketing 30 Rp 11,960,985 73.69 8
Sales 31 Rp 12,819,417 73.19 8
Operations 45 Rp 11,726,234 71.65 10
Engineering 30 Rp 11,382,881 63.29 1

Top 5 Performers:

employee_id department salary performance_score KPI_score KPI_tier
E1254 HR 13798243 85.7 99.8 Platinum
E1313 Finance 4123127 88.2 99.8 Platinum
E1305 Sales 19000434 81.1 99.4 Platinum
E1215 Operations 5698270 96.6 99.3 Platinum
E1322 HR 8515977 92.3 99.3 Platinum

Summary

Row

Total Companies

7

Total Employees

1,400

Top Performers

314

Estimated π

3.13592

Avg Company KPI

72.61

Row

Company Summary Table

KPI Tier Distribution per Company