Analisis Time Series Penggunaan Bike Sharing (2011–2012)

Studi Kasus

Toko Sepeda Tok Dalang Ranggi merupakan sebuah usaha penyewaan sepeda yang telah beroperasi sejak tahun 2011. Dalam menjalankan usahanya, toko ini melayani dua jenis pelanggan utama, yaitu pengguna kasual dan pengguna terdaftar yang menggunakan sepeda untuk kebutuhan sehari-hari.

Seiring berjalannya waktu, pemilik toko menyadari adanya fluktuasi jumlah penyewaan sepeda dari hari ke hari. Pada kondisi tertentu, jumlah penyewaan meningkat secara signifikan, sementara pada kondisi lainnya mengalami penurunan. Hal ini menimbulkan kebutuhan untuk memahami pola data secara lebih mendalam.

Oleh karena itu, dilakukan analisis data time series terhadap data penyewaan sepeda harian dengan mempertimbangkan faktor waktu, kondisi cuaca, serta karakteristik pengguna. Analisis ini diharapkan dapat memberikan wawasan yang berguna dalam pengambilan keputusan bisnis.

Tujuan Analisis

Adapun tujuan dari analisis ini adalah sebagai berikut:

1.Mengidentifikasi tren penyewaan sepeda dari waktu ke waktu

2.Menganalisis pola musiman (seasonality) dalam data

3.Membandingkan perilaku pengguna kasual dan terdaftar

4.Mengkaji pengaruh faktor cuaca terhadap jumlah penyewaan

5.Memberikan insight sebagai dasar pengambilan keputusan bisnis

## Rows: 731
## Columns: 16
## $ instant    <dbl> 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10, 11, 12, 13, 14, 15, 16, 17, …
## $ dteday     <dttm> 2011-01-01, 2011-01-02, 2011-01-03, 2011-01-04, 2011-01-05…
## $ season     <dbl> 1, 1, 1, 1, 1, 1, 1, 1, 1, 1, 1, 1, 1, 1, 1, 1, 1, 1, 1, 1,…
## $ yr         <dbl> 0, 0, 0, 0, 0, 0, 0, 0, 0, 0, 0, 0, 0, 0, 0, 0, 0, 0, 0, 0,…
## $ mnth       <dbl> 1, 1, 1, 1, 1, 1, 1, 1, 1, 1, 1, 1, 1, 1, 1, 1, 1, 1, 1, 1,…
## $ holiday    <dbl> 0, 0, 0, 0, 0, 0, 0, 0, 0, 0, 0, 0, 0, 0, 0, 0, 1, 0, 0, 0,…
## $ weekday    <dbl> 6, 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 0, 1, 2, 3, 4,…
## $ workingday <dbl> 0, 0, 1, 1, 1, 1, 1, 0, 0, 1, 1, 1, 1, 1, 0, 0, 0, 1, 1, 1,…
## $ weathersit <dbl> 2, 2, 1, 1, 1, 1, 2, 2, 1, 1, 2, 1, 1, 1, 2, 1, 2, 2, 2, 2,…
## $ temp       <dbl> 0.344167000, 0.363478000, 0.196364000, 0.001388889, 0.22695…
## $ atemp      <dbl> 0.3636250, 0.3537390, 0.1894050, 0.2121220, 0.2292700, 0.23…
## $ hum        <dbl> 0.805833000, 0.696087000, 0.437273000, 0.590435000, 0.43695…
## $ windspeed  <dbl> 0.1604460, 0.2485390, 0.2483090, 0.1602960, 1.2979167, 0.08…
## $ casual     <dbl> 331, 131, 120, 108, 82, 88, 148, 68, 54, 41, 43, 25, 38, 54…
## $ registered <dbl> 654, 670, 1229, 1454, 1518, 1518, 1362, 891, 768, 1280, 122…
## $ cnt        <dbl> 985, 801, 1349, 1562, 1600, 1606, 1510, 959, 822, 1321, 126…

Visualisasi

Berdasarkan grafik tren penyewaan sepeda harian, terlihat bahwa jumlah penyewaan mengalami peningkatan secara bertahap dari awal tahun 2011 hingga mencapai nilai yang lebih tinggi pada tahun 2012. Pada awal periode, jumlah penyewaan masih relatif rendah, namun seiring waktu terjadi kenaikan yang cukup signifikan. Meskipun demikian, data harian menunjukkan fluktuasi yang cukup besar, di mana terdapat beberapa lonjakan dan penurunan tajam pada waktu tertentu. Hal ini mengindikasikan bahwa selain adanya tren peningkatan, jumlah penyewaan juga dipengaruhi oleh faktor lain yang bersifat dinamis, seperti kondisi cuaca atau aktivitas harian masyarakat.

Grafik moving average 7 hari menunjukkan pola yang lebih halus dibandingkan data harian. Terlihat bahwa tren penyewaan meningkat secara konsisten dari awal 2011 hingga pertengahan 2012. Setelah mencapai titik tertentu, tren cenderung stabil pada tingkat yang tinggi sebelum akhirnya mengalami penurunan menjelang akhir periode. Pola ini memperjelas adanya kecenderungan pertumbuhan dalam jangka panjang, sekaligus menunjukkan bahwa penurunan di akhir periode kemungkinan merupakan bagian dari pola musiman atau faktor eksternal lainnya.

Dari perbandingan antara tahun 2011 dan 2012, terlihat bahwa jumlah penyewaan pada tahun 2012 secara umum lebih tinggi dibandingkan tahun 2011. Selain itu, pola kenaikan dan penurunan yang terjadi pada kedua tahun tersebut terlihat serupa. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat pola yang berulang dari tahun ke tahun, yang mengindikasikan adanya komponen musiman dalam data penyewaan sepeda. Dengan kata lain, waktu dalam setahun memiliki pengaruh terhadap tingkat permintaan.

Berdasarkan distribusi penyewaan per bulan, terlihat bahwa jumlah penyewaan cenderung rendah pada awal tahun, khususnya pada bulan Januari dan Februari. Selanjutnya, terjadi peningkatan pada bulan-bulan berikutnya hingga mencapai puncaknya pada pertengahan tahun, sekitar bulan Juni hingga September. Setelah itu, jumlah penyewaan kembali menurun menjelang akhir tahun. Pola ini menunjukkan adanya pengaruh musim terhadap aktivitas penyewaan sepeda, di mana periode pertengahan tahun menjadi waktu dengan permintaan tertinggi.

Grafik pola penyewaan berdasarkan hari menunjukkan bahwa jumlah penyewaan relatif stabil di setiap hari, namun terdapat kecenderungan nilai yang lebih tinggi pada hari kerja dibandingkan akhir pekan. Hari-hari seperti Rabu, Kamis, dan Jumat memiliki median penyewaan yang sedikit lebih tinggi dibandingkan hari lainnya. Hal ini mengindikasikan bahwa sepeda tidak hanya digunakan untuk keperluan rekreasi, tetapi juga untuk aktivitas rutin sehari-hari. Dengan demikian, pengguna terdaftar yang menggunakan sepeda secara reguler kemungkinan memberikan kontribusi besar terhadap total penyewaan.

Jika melihat grafik garisnya, bisnis penyewaan sepeda ini mengalami pertumbuhan yang sangat positif dari tahun 2011 ke tahun 2012, yang ditandai dengan puncak jumlah pengguna yang jauh lebih tinggi di tahun kedua. Data ini juga menunjukkan pola musiman yang konsisten; penyewaan akan melonjak tajam pada pertengahan tahun dan mengalami penurunan signifikan saat memasuki akhir dan awal tahun. Dalam fluktuasi harian tersebut, kelompok pengguna terdaftar selalu mendominasi volume penyewaan dan memiliki tren pertumbuhan yang lebih stabil, sementara kelompok pengguna kasual jumlahnya cenderung lebih rendah dan hanya menunjukkan lonjakan pada waktu-waktu tertentu saja.

Berdasarkan peta korelasi tersebut, terlihat jelas bahwa jumlah total penyewaan sepeda sangat dipengaruhi oleh variabel suhu. Semakin tinggi suhu udara maupun suhu yang dirasakan, semakin meningkat pula minat masyarakat untuk bersepeda. Sebaliknya, faktor seperti kelembapan udara dan kecepatan angin memberikan dampak negatif, di mana kondisi yang terlalu lembap atau berangin cenderung menurunkan jumlah penyewa. Selain itu, terlihat bahwa angka penyewaan total memiliki hubungan yang jauh lebih kuat dengan kelompok pengguna terdaftar dibandingkan pengguna kasual, yang menandakan bahwa pengguna tetap adalah kontributor utama dalam aktivitas ini.

Insight

Berdasarkan keseluruhan hasil analisis, dapat disimpulkan bahwa pola penyewaan sepeda di Toko Tok Dalang Ranggi tidak terjadi secara acak, melainkan dipengaruhi oleh tren waktu, musim, serta kebiasaan pengguna. Salah satu insight utama adalah adanya pertumbuhan permintaan dari tahun ke tahun, di mana jumlah penyewaan pada tahun 2012 secara konsisten lebih tinggi dibandingkan tahun 2011. Hal ini menunjukkan bahwa bisnis penyewaan sepeda memiliki potensi yang baik untuk terus berkembang.

Selain itu, ditemukan adanya pola musiman yang kuat, di mana penyewaan cenderung meningkat pada pertengahan tahun dan menurun pada awal serta akhir tahun. Insight ini sangat penting karena menunjukkan bahwa permintaan dapat diprediksi berdasarkan periode waktu tertentu. Dengan demikian, pemilik usaha dapat mengantisipasi lonjakan permintaan dengan menambah jumlah sepeda atau meningkatkan kesiapan operasional pada periode puncak, serta menyusun strategi promosi pada periode rendah untuk menjaga kestabilan pendapatan.

Dari sisi perilaku pengguna, terlihat bahwa penyewaan lebih tinggi pada hari kerja dibandingkan akhir pekan. Hal ini mengindikasikan bahwa sepeda tidak hanya digunakan untuk rekreasi, tetapi juga sebagai sarana transportasi atau kebutuhan rutin sehari-hari. Insight ini membuka peluang bagi pemilik usaha untuk lebih fokus pada pelanggan tetap atau pengguna terdaftar, misalnya dengan menyediakan paket langganan atau layanan khusus bagi pengguna rutin.

Di sisi lain, tingginya fluktuasi harian menunjukkan bahwa terdapat faktor eksternal yang memengaruhi jumlah penyewaan, seperti kondisi cuaca atau situasi tertentu. Hal ini menjadi perhatian penting bagi pemilik usaha untuk lebih adaptif, misalnya dengan menyediakan informasi cuaca, memberikan promo saat kondisi tertentu, atau menyesuaikan strategi operasional secara fleksibel.

Secara keseluruhan, insight dari analisis ini memberikan gambaran bahwa pengelolaan bisnis penyewaan sepeda tidak hanya bergantung pada ketersediaan unit, tetapi juga pada kemampuan memahami pola permintaan. Dengan memanfaatkan informasi tren, musim, dan perilaku pengguna, Toko Tok Dalang Ranggi dapat mengambil keputusan yang lebih tepat dalam mengoptimalkan operasional dan meningkatkan keuntungan usaha.