Simulasi untuk pengaruh ukuran sampel, variabilitas data (standar deviasi), dan pengetahuan tentang standar deviasi populasi (diketahui/tidak diketahui) terhadap lebar interval kepercayaan 95%, dengan informasi setiap faktor dan level sebagai berikut: a. Faktor 1: Ukuran Sampel (n), Level: 5, 30, 100. b. Faktor 2: Variabilitas Data (Standar Deviasi, σ atau s), Level: 10, 50, 90. c. Faktor 3: Pengetahuan Standar Deviasi Populasi, Level: Diketahui (σ), Tidak Diketahui (s)
set.seed(123)
# Menentukan faktor dan level
n_values <- c(5, 30, 100)
sd_values <- c(10, 50, 90)
mean_pop <- 100
alpha <- 0.05
hasil <- data.frame()
for (n in n_values) {
for (sd_val in sd_values) {
# Generate data
data <- rnorm(n, mean = mean_pop, sd = sd_val)
# ===== SD diketahui (Z) =====
z_value <- qnorm(1 - alpha/2)
width_z <- 2 * (z_value * sd_val / sqrt(n))
hasil <- rbind(hasil, data.frame(
n = n,
sd = sd_val,
kondisi = "Diketahui (Z)",
lebar_interval = width_z
))
# ===== SD tidak diketahui (t) =====
s <- sd(data)
t_value <- qt(1 - alpha/2, df = n-1)
width_t <- 2 * (t_value * s / sqrt(n))
hasil <- rbind(hasil, data.frame(
n = n,
sd = sd_val,
kondisi = "Tidak diketahui (t)",
lebar_interval = width_t
))
}
}
# Menampilkan hasil
hasil
## n sd kondisi lebar_interval
## 1 5 10 Diketahui (Z) 17.530451
## 2 5 10 Tidak diketahui (t) 20.140333
## 3 5 50 Diketahui (Z) 87.652254
## 4 5 50 Tidak diketahui (t) 144.466314
## 5 5 90 Diketahui (Z) 157.774057
## 6 5 90 Tidak diketahui (t) 142.919714
## 7 30 10 Diketahui (Z) 7.156777
## 8 30 10 Tidak diketahui (t) 7.524113
## 9 30 50 Diketahui (Z) 35.783883
## 10 30 50 Tidak diketahui (t) 34.612846
## 11 30 90 Diketahui (Z) 64.410989
## 12 30 90 Tidak diketahui (t) 54.901935
## 13 100 10 Diketahui (Z) 3.919928
## 14 100 10 Tidak diketahui (t) 3.965923
## 15 100 50 Diketahui (Z) 19.599640
## 16 100 50 Tidak diketahui (t) 18.569914
## 17 100 90 Diketahui (Z) 35.279352
## 18 100 90 Tidak diketahui (t) 36.942450
# INTERPRETASI
# (1) Ukuran Sampel (n)
# a. Dari tabel hasil terlihat bahwa ketika n meningkat (5 → 30 → 100), nilai lebar_interval cenderung mengecil. Ini berarti semakin besar sampel, interval kepercayaan semakin sempit, sehingga estimasi rata-rata menjadi lebih akurat dan stabil.
# (2) Variabilitas Data (SD)
# Untuk setiap n yang sama, ketika sd meningkat (10 → 50 → 90), lebar_interval menjadi lebih besar. Artinya, semakin tinggi penyebaran data, semakin besar ketidakpastian, sehingga interval kepercayaan melebar.
# (3) Pengetahuan Standar Deviasi
# Jika dibandingkan antara kondisi "Diketahui (Z)" dan "Tidak diketahui (t)", terlihat bahwa interval pada kondisi t umumnya lebih lebar, terutama saat n kecil. Hal ini karena distribusi t memperhitungkan ketidakpastian tambahan.
# (4) Kesimpulan
# Secara keseluruhan:Sampel besar → interval lebih sempit, Variabilitas besar → interval lebih lebar, SD diketahui → interval lebih sempit. Jadi, kombinasi terbaik untuk estimasi presisi adalah: n besar, sd kecil, dan sd populasi diketahui.