Analisis Regresi Linier Berganda
Input Data
# Data dari soal
data <- data.frame(
Siswa = 1:10,
IQ = c(110,120,115,130,110,120,120,125,110,120),
Kehadiran = c(60,70,75,80,80,90,95,95,100,100),
Nilai_UAS = c(65,70,75,75,80,80,85,95,90,98)
)
data## Siswa IQ Kehadiran Nilai_UAS
## 1 1 110 60 65
## 2 2 120 70 70
## 3 3 115 75 75
## 4 4 130 80 75
## 5 5 110 80 80
## 6 6 120 90 80
## 7 7 120 95 85
## 8 8 125 95 95
## 9 9 110 100 90
## 10 10 120 100 98
1. Persamaan Regresi Linier Berganda
Cara Manual
- Pendefinisian Variabel
- Menyusun Matriks
X <- cbind(1,X1,X2) # 1 sebagai intersep
n <- nrow(X) #JUMLAH OBSERVASU (baris data)
k <- ncol(X)-1 #JUMLAH VARIABEL BEBAS- Estimasi Koefisien Regresi
## [,1]
## 23.0544545
## X1 -0.0343275
## X2 0.7372330
Cara instan (membandingkan)
##
## Call:
## lm(formula = Nilai_UAS ~ IQ + Kehadiran, data = data)
##
## Residuals:
## Min 1Q Median 3Q Max
## -5.2861 -2.8939 0.0296 1.6791 6.1993
##
## Coefficients:
## Estimate Std. Error t value Pr(>|t|)
## (Intercept) 23.05445 25.57161 0.902 0.397247
## IQ -0.03433 0.22051 -0.156 0.880686
## Kehadiran 0.73723 0.10918 6.752 0.000264 ***
## ---
## Signif. codes: 0 '***' 0.001 '**' 0.01 '*' 0.05 '.' 0.1 ' ' 1
##
## Residual standard error: 4.346 on 7 degrees of freedom
## Multiple R-squared: 0.8719, Adjusted R-squared: 0.8353
## F-statistic: 23.82 on 2 and 7 DF, p-value: 0.0007523
## (Intercept) IQ Kehadiran
## 23.0544545 -0.0343275 0.7372330
Berdasarkan hasil estimasi, diperoleh persamaan regresi sebagai berikut:
\[ Y = 23.054 - 0.034X_1 + 0.737X_2 \]
Interpretasi:
Konstanta sebesar 23.054 menunjukkan bahwa jika IQ dan Kehadiran bernilai 0, maka Nilai UAS sebesar 23.054. Koefisien IQ sebesar -0.034 menunjukkan bahwa setiap kenaikan 1 poin IQ akan menurunkan Nilai UAS sebesar 0.034, dengan asumsi variabel lain konstan. Koefisien Kehadiran sebesar 0.737 menunjukkan bahwa setiap kenaikan 1% kehadiran akan meningkatkan Nilai UAS sebesar 0.737.
2. UJI F (Simultan)
## Analysis of Variance Table
##
## Response: Nilai_UAS
## Df Sum Sq Mean Sq F value Pr(>F)
## IQ 1 38.72 38.72 2.0502 0.1952857
## Kehadiran 1 861.17 861.17 45.5959 0.0002644 ***
## Residuals 7 132.21 18.89
## ---
## Signif. codes: 0 '***' 0.001 '**' 0.01 '*' 0.05 '.' 0.1 ' ' 1
Intepretasi:
Berdasarkan hasil uji F, diperoleh bahwa model regresi signifikan. Hal ini menunjukkan bahwa variabel IQ dan Kehadiran secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap Nilai UAS.
3. UJI t (Parsial)
## Estimate Std. Error t value Pr(>|t|)
## (Intercept) 23.0544545 25.5716101 0.9015644 0.3972467061
## IQ -0.0343275 0.2205125 -0.1556715 0.8806860631
## Kehadiran 0.7372330 0.1091797 6.7524718 0.0002644133
Interpretasi:
Variabel IQ memiliki p-value > 0.05, sehingga tidak berpengaruh signifikan terhadap Nilai UAS. Variabel Kehadiran memiliki p-value < 0.05, sehingga berpengaruh signifikan terhadap Nilai UAS. Dengan demikian, hanya variabel Kehadiran yang berpengaruh secara signifikan secara individu.
4. Koefisien Determinasi
## [1] 0.8719029
## [1] 0.8353038
Interpretasi:
Nilai R²=0.8719 menunjukkan bahwa sebesar 87.19% variasi Nilai UAS dapat dijelaskan oleh variabel IQ dan Kehadiran, sedangkan sisanya sebesar 12.81% dijelaskan oleh faktor lain di luar model. Nilai Adjusted R² sebesar sekitar 0.83 menunjukkan bahwa setelah disesuaikan dengan jumlah variabel, model masih mampu menjelaskan sekitar 83% variasi Nilai UAS. Hal ini menunjukkan bahwa model memiliki kemampuan prediksi yang baik. Nilai Adjusted R² lebih kecil dari R², yang menunjukkan bahwa tidak semua variabel memberikan kontribusi yang signifikan dalam model.
5. Uji Asumsi Klasik
a. normalitas residual
##
## Shapiro-Wilk normality test
##
## data: residuals(model)
## W = 0.95125, p-value = 0.6833
hist(residuals(model),
main = "Histogram Residual",
xlab = "Residual",
col = "skyblue",
border = "black")
Berdasarkan hasil uji Shapiro-Wilk, diperoleh nilai p-value > 0.05,
sehingga dapat disimpulkan bahwa residual berdistribusi normal. Hal ini
juga didukung oleh histogram residual yang menunjukkan pola mendekati
distribusi normal.
b. multikolinieritas
## Loading required package: carData
## IQ Kehadiran
## 1.055571 1.055571
Berdasarkan hasil perhitungan Variance Inflation Factor (VIF), seluruh variabel independen memiliki nilai VIF < 10. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat masalah multikolinearitas dalam model regresi.
c. heteroskedastisitas
## Warning: package 'lmtest' was built under R version 4.5.2
## Loading required package: zoo
## Warning: package 'zoo' was built under R version 4.5.2
##
## Attaching package: 'zoo'
## The following objects are masked from 'package:base':
##
## as.Date, as.Date.numeric
##
## studentized Breusch-Pagan test
##
## data: model
## BP = 5.905, df = 2, p-value = 0.05221
Berdasarkan uji Breusch-Pagan, diperoleh nilai p-value > 0.05,
sehingga tidak terdapat indikasi heteroskedastisitas. Hal ini
menunjukkan bahwa varians residual bersifat konstan (homoskedastis).
Selain itu, grafik residual menunjukkan pola penyebaran yang acak dan
tidak membentuk pola tertentu.
d. autokorelasi
##
## Durbin-Watson test
##
## data: model
## DW = 2.594, p-value = 0.8013
## alternative hypothesis: true autocorrelation is greater than 0
Berdasarkan uji Durbin-Watson, diperoleh nilai statistik yang mendekati 2, sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat autokorelasi dalam model.
Kesimpulan
Berdasarkan hasil analisis regresi linier berganda, diperoleh bahwa variabel Kehadiran berpengaruh positif dan signifikan terhadap Nilai UAS, sedangkan variabel IQ tidak berpengaruh signifikan. Secara simultan, variabel IQ dan Kehadiran berpengaruh signifikan terhadap Nilai UAS, yang ditunjukkan oleh hasil uji F dengan p-value < 0.05. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0.8719 menunjukkan bahwa model mampu menjelaskan sebesar 87.19% variasi Nilai UAS, sedangkan sisanya dijelaskan oleh faktor lain di luar model. Nilai Adjusted R² yang sedikit lebih rendah menunjukkan bahwa tidak semua variabel memberikan kontribusi signifikan dalam model. Berdasarkan uji asumsi klasik, model regresi telah memenuhi asumsi normalitas, tidak terjadi multikolinearitas, tidak terdapat heteroskedastisitas, serta tidak terdapat autokorelasi. Dengan terpenuhinya asumsi klasik, maka model regresi yang dihasilkan dapat dikatakan valid dan layak digunakan untuk analisis lebih lanjut hubungan antara Kehadiran dan Nilai UAS.