Analisis data kategori merupakan metode statistik yang digunakan untuk menganalisis variabel yang berbentuk kategori atau kelompok tertentu. Variabel kategorikal sering muncul dalam berbagai penelitian seperti kesehatan, sosial, ekonomi, dan epidemiologi.
Menurut Agresti (2013), analisis data kategori bertujuan untuk mempelajari hubungan antar variabel yang dinyatakan dalam bentuk kategori dengan menggunakan tabel frekuensi atau tabel kontingensi.
Beberapa karakteristik variabel kategori antara lain:
Contoh variabel kategori:
| Variabel | Kategori |
|---|---|
| Jenis Kelamin | Laki-laki, Perempuan |
| Status Merokok | Merokok, Tidak Merokok |
| Status Penyakit | Sakit, Tidak Sakit |
Contoh penggunaan analisis data kategori dalam penelitian:
Tabel kontingensi adalah tabel yang menyajikan distribusi frekuensi dari dua atau lebih variabel kategorikal sehingga dapat digunakan untuk melihat hubungan antara variabel tersebut.
Contoh tabel kontingensi 2×2:
| Kanker | Tidak Kanker | |
|---|---|---|
| Merokok | a | b |
| Tidak Merokok | c | d |
data <- matrix(c(60,40,20,80),
nrow = 2,
byrow = TRUE)
rownames(data) <- c("Merokok","Tidak Merokok")
colnames(data) <- c("Kanker","Tidak Kanker")
data## Kanker Tidak Kanker
## Merokok 60 40
## Tidak Merokok 20 80
kable(data, caption = "Tabel Kontingensi Merokok vs Kanker") %>%
kable_styling(bootstrap_options = c("striped","hover","condensed"),
full_width = FALSE)| Kanker | Tidak Kanker | |
|---|---|---|
| Merokok | 60 | 40 |
| Tidak Merokok | 20 | 80 |
## Kanker Tidak Kanker
## Merokok 0.3 0.2
## Tidak Merokok 0.1 0.4
## Merokok Tidak Merokok
## 0.5 0.5
## Kanker Tidak Kanker
## 0.4 0.6
Odds merupakan rasio antara peluang suatu kejadian dengan peluang tidak terjadinya kejadian tersebut.
\[ Odds = \frac{p}{1-p} \]
\[ OR = \frac{ad}{bc} \]
\[ RR = \frac{a/(a+b)}{c/(c+d)} \]
Diketahui tabel:
| Kanker | Tidak Kanker | |
|---|---|---|
| Merokok | 60 | 40 |
| Tidak Merokok | 20 | 80 |
Sehingga:
a = 60
b = 40
c = 20
d = 80
Odds kanker pada perokok:
\[ Odds = \frac{60}{40} = 1.5 \]
Odds kanker pada bukan perokok:
\[ Odds = \frac{20}{80} = 0.25 \]
Hasil uji chi-square menunjukkan adanya hubungan antara status merokok dan kejadian kanker paru apabila nilai p-value lebih kecil dari 0.05.
Odds Ratio sebesar 6 menunjukkan bahwa individu yang merokok memiliki peluang enam kali lebih besar terkena kanker paru dibandingkan individu yang tidak merokok.
Hasil ini menunjukkan bahwa kebiasaan merokok merupakan faktor risiko yang signifikan terhadap kejadian kanker paru.
Analisis data kategori menggunakan tabel kontingensi dapat digunakan untuk memahami hubungan antar variabel kategorikal.
Agresti, A. (2013). Categorical Data Analysis. Wiley.
Everitt, B. (2002). The Cambridge Dictionary of Statistics.
Cambridge University Press.