Interpretasi Deskriptif: Berdasarkan Pie Chart, terlihat bahwa proporsi mobil berbahan bakar bensin (gas) sangat mendominasi populasi data dengan persentase sekitar 90%, sedangkan mobil bermesin diesel hanya merepresentasikan kelompok minoritas (sekitar 10%). Nilai modus dari data kategorik ini secara mutlak dipegang oleh bahan bakar gas.
Interpretasi Inferensia Dari hasil uji Chi-Square Goodness of Fit terhadap proporsi bahan bakar, diperoleh p-value < 0.05. Hal ini menunjukkan bahwa kita menolak H0. Kesimpulannya, ketidakseimbangan jumlah antara mobil bensin dan diesel di pasaran ini signifikan secara statistik, bukan sekadar kebetulan dari pengambilan sampel data.
Interpretasi Deskriptif: Bar Chart menunjukkan bahwa tipe bodi sedan dan hatchback adalah kategori mobil yang paling banyak diproduksi (menjadi modus dari data), dengan jumlah masing-masing mendekati atau lebih dari 70 unit. Sebaliknya, tipe bodi khusus seperti convertible (atap terbuka) dan hardtop sangat langka di pasaran.
Interpretasi infersia: Melalui uji Chi-Square, diperoleh p-value < 0.05. Kesimpulannya, distribusi tipe bodi mobil di populasi tidaklah merata. Secara statistik, dapat dipastikan bahwa pabrikan mobil memang secara signifikan lebih memprioritaskan produksi tipe tertentu (seperti sedan dan hatchback) dibandingkan tipe lainnya.
Interpretasi Deskriptif: Distribusi harga mobil pada Histogram memperlihatkan bentuk yang menjulur ke kanan (right-skewed). Mayoritas mobil berkumpul di rentang harga bawah hingga menengah (5.000 - 15.000 USD). Hal ini menyebabkan nilai rata-rata (mean) harga mobil akan tertarik menjadi lebih besar daripada nilai tengahnya (median) akibat adanya segelintir mobil super mewah di sisi kanan grafik.
Interpretasi Inferensia: Uji normalitas Shapiro-Wilk pada variabel harga menghasilkan p-value < 0.05, yang berarti tolak H0. Kesimpulannya, data harga mobil secara statistik tidak berdistribusi normal. Pola harga di pasar otomotif cenderung terpusat pada kendaraan kelas menengah ke bawah dengan sedikit pencilan (outlier) di kelas premium.
Interpretasi Deskriptif: Kurva kepadatan (Density Plot) untuk tenaga kuda (HP) menunjukkan puncak kepadatan tertinggi (modus) berada di rentang mesin standar, yaitu sekitar 60 hingga 100 HP. Semakin tinggi tenaga kudanya (di atas 150 HP), grafiknya semakin landai yang menandakan semakin sedikitnya jumlah mobil berforma tinggi atau mobil balap di dalam data.
Interpretasi Inferensia: Hasil uji Shapiro-Wilk untuk variabel horsepower juga menunjukkan p-value < 0.05. Oleh karena itu, kita dapat menyimpulkan bahwa distribusi spesifikasi tenaga kuda tidak berdistribusi normal secara statistik, melainkan condong secara signifikan ke arah spesifikasi mesin berskala kecil-menengah.
Interpretasi Deskriptif: Secara visual, Boxplot memperlihatkan bahwa garis median harga antara mobil gas dan diesel berada di titik yang hampir sejajar (sekitar 10.000 USD). Namun, kotak dan garis kumis (whiskers) pada mobil gas jauh lebih panjang. Mobil berbahan bakar gas juga memiliki banyak titik pencilan (outlier) di bagian atas, yang menandakan keberadaan mobil bensin eksklusif dengan harga yang sangat ekstrem.
Interpretasi Inferensia: Untuk membuktikan apakah perbedaan harga tersebut nyata, dilakukan uji Independent T-Test. Hasilnya menunjukkan p-value sebesar 0.1315. Karena p-value > 0.05 (taraf signifikansi 5%), maka kita gagal menolak H0. Kesimpulannya, meskipun sebaran datanya berbeda, tidak terdapat perbedaan rata-rata harga yang signifikan secara statistik antara mobil berbahan bakar gas dengan mobil diesel.
| Data Statistik | Penjelasan Proses / Rumus | Hasil (USD) |
|---|---|---|
| 1. Jumlah Data (N) | Menghitung total baris mobil di data | 205.00 |
| 2. Total Harga (Sum) | Menjumlahkan keseluruhan harga mobil | 2,721,725.67 |
| 3. Nilai Minimum | Mencari nominal harga paling murah | 5,118.00 |
| 4. Kuartil 1 (Q1) | Mencari batas 25% harga termurah | 7,788.00 |
| 5. Nilai Tengah (Median / Q2) | Mencari nilai di urutan ke-50% | 10,295.00 |
| 6. Kuartil 3 (Q3) | Mencari batas 75% harga | 16,503.00 |
| 7. Nilai Maksimum | Mencari nominal harga paling mahal | 45,400.00 |
| 8. Rata-rata (Mean) | Total Harga dibagi dengan N | 13,276.71 |
| 9. Sering Muncul (Modus) | Mencari harga dengan frekuensi tertinggi | 16,500.00 |
| 10. Jangkauan (Range) | Nilai Maksimum dikurangi Nilai Minimum | 40,282.00 |
| 11. Varians (Ragam) | Jumlah kuadrat deviasi dibagi dengan (N-1) | 63,821,761.58 |
| 12. Standar Deviasi | Akar kuadrat dari nilai Varians | 7,988.85 |
| Data Statistik | Penjelasan Proses / Rumus | Hasil (HP) |
|---|---|---|
| 1. Jumlah Data (N) | Menghitung total baris mobil di data | 205 |
| 2. Total Tenaga Kuda (Sum) | Menjumlahkan keseluruhan tenaga kuda | 21,344.00 |
| 3. Nilai Minimum | Mencari tenaga kuda paling rendah | 48 |
| 4. Kuartil 1 (Q1) | Mencari batas 25% tenaga kuda terendah | 70 |
| 5. Nilai Tengah (Median / Q2) | Mencari nilai tenaga kuda di urutan ke-50% | 95 |
| 6. Kuartil 3 (Q3) | Mencari batas 75% tenaga kuda | 116 |
| 7. Nilai Maksimum | Mencari tenaga kuda paling tinggi | 288 |
| 8. Rata-rata (Mean) | Total tenaga kuda dibagi dengan N | 104.12 |
| 9. Sering Muncul (Modus) | Mencari tenaga kuda dengan frekuensi tertinggi | 68 |
| 10. Jangkauan (Range) | Nilai Maksimum dikurangi Nilai Minimum | 240 |
| 11. Varians (Ragam) | Jumlah kuadrat deviasi dibagi dengan (N-1) | 1563.74 |
| 12. Standar Deviasi | Akar kuadrat dari nilai Varians | 39.54 |
| Data Statistik | Penjelasan Proses / Rumus | Hasil |
|---|---|---|
| 1. Total Mobil (N) | Menghitung total seluruh mobil | 205 |
| 2. Tipe Bensin (Gas) | Jumlah mobil berbahan bakar bensin | 185 |
| 3. Persentase Bensin | (Jumlah Bensin / Total) × 100% | 90.2% |
| 4. Tipe Diesel | Jumlah mobil berbahan bakar diesel | 20 |
| 5. Persentase Diesel | (Jumlah Diesel / Total) × 100% | 9.8% |
| 6. Selisih Gas - Diesel | Mobil Bensin - Mobil Diesel | 165 |
| 7. Rasio Gas : Diesel | Perbandingan jumlah Bensin : Diesel | 9.2 : 1 |
| 8. Tipe Dominan (Modus) | Tipe bahan bakar dengan frekuensi tertinggi | Gas (Bensin) |
| Data Statistik | Penjelasan Proses / Rumus | Hasil |
|---|---|---|
| 1. Total Mobil (N) | Menghitung total seluruh mobil | 205 |
| 2. Tipe Terpopuler (Modus) | Tipe bodi dengan frekuensi tertinggi | sedan |
| 3. Jumlah Tipe Terpopuler | Jumlah mobil dengan tipe terpopuler | 96 |
| 4. Persentase Terpopuler | (Jumlah Terpopuler / Total) × 100% | 46.8% |
| 5. Tipe Tersedikit | Tipe bodi dengan frekuensi terendah | convertible |
| 6. Jumlah Tipe Tersedikit | Jumlah mobil dengan tipe tersedikit | 6 |
| 7. Persentase Tersedikit | (Jumlah Tersedikit / Total) × 100% | 2.9% |
| 8. Selisih Terbanyak - Tersedikit | Jumlah Terpopuler - Jumlah Tersedikit | 90 |
| 9. Distribusi Lengkap | Urutan tipe bodi dari terbanyak ke tersedikit | sedan (96 unit, 46.8%), hatchback (70 unit, 34.1%), wagon (25 unit, 12.2%), hardtop (8 unit, 3.9%), convertible (6 unit, 2.9%) |