1 Executive Summary

Laporan ini menganalisis data Badan Pusat Statistik (BPS) mengenai jumlah sekolah dasar, guru, dan murid menurut provinsi di Indonesia tahun 2025/2026. Fokus utama analisis adalah distribusi pendidikan dasar antar wilayah, statistik deskriptif, visualisasi, serta perbandingan rasio murid per guru antara Jawa dan luar Jawa.

Total Provinsi
38
Jumlah unit observasi provinsi
Total Sekolah SD
149.028
Gabungan sekolah negeri dan swasta
Total Guru SD
1.643.671
Akumulasi tenaga pendidik nasional
Total Murid SD
23.984.065
Jumlah peserta didik nasional

2 Sumber Data dan Tujuan Analisis

Sumber data: Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah sekolah dasar menurut provinsi tahun 2025/2026.

Tujuan analisis ini adalah: 1. Mendeskripsikan distribusi jumlah sekolah, guru, dan murid SD antar provinsi. 2. Menyajikan visualisasi data yang informatif dan profesional. 3. Menghitung statistik deskriptif variabel utama. 4. Melakukan analisis inferensia sederhana untuk membandingkan Jawa dan luar Jawa.

3 Struktur Variabel

4 Statistik Deskriptif

Statistik deskriptif digunakan untuk menggambarkan karakteristik umum variabel jumlah sekolah, jumlah guru, dan jumlah murid antar provinsi.

Secara umum, statistik deskriptif menunjukkan bahwa distribusi jumlah sekolah, guru, dan murid antar provinsi memiliki variasi yang besar. Hal ini menunjukkan adanya ketimpangan persebaran pendidikan dasar antar wilayah di Indonesia.

5 Interactive Deep Dive

5.1 Proporsi Jumlah Sekolah Menurut Wilayah Pulau

Grafik pie menunjukkan proporsi jumlah sekolah SD dari setiap kelompok wilayah pulau terhadap total nasional. Wilayah dengan irisan terbesar memiliki kontribusi jumlah sekolah paling dominan.

5.2 Top 10 Provinsi dengan Jumlah Murid Tertinggi

Grafik batang memperlihatkan sepuluh provinsi dengan jumlah murid SD tertinggi. Semakin panjang batang, semakin besar jumlah peserta didik di provinsi tersebut.

5.3 Distribusi Jumlah Guru SD antar Provinsi

Histogram menunjukkan sebaran jumlah guru SD antar provinsi. Jika sebagian besar observasi terkonsentrasi pada rentang tertentu dan hanya sedikit provinsi sangat tinggi, maka distribusi tenaga pendidik belum merata.

5.4 Distribusi Jumlah Murid SD antar Provinsi

Density plot menunjukkan kepadatan distribusi jumlah murid SD antar provinsi. Puncak kurva menggambarkan rentang jumlah murid yang paling umum muncul.

5.5 Perbandingan Rasio Murid per Guru antara Jawa dan Luar Jawa

Boxplot memperlihatkan perbedaan median, kuartil, dan outlier rasio murid per guru antara Jawa dan luar Jawa. Grafik ini digunakan untuk melihat apakah terdapat perbedaan pola distribusi antara kedua kelompok wilayah.

6 Statistik Inferensia

6.1 Uji Normalitas

Nilai p-value uji normalitas adalah 0,00002.

Interpretasi: Karena p-value < 0,05, maka data tidak berdistribusi normal.

6.2 Uji Beda Jawa dan Luar Jawa

Nilai p-value uji Wilcoxon adalah 0,01623.

Interpretasi: Karena p-value < 0,05, maka terdapat perbedaan signifikan rasio murid per guru antara wilayah Jawa dan luar Jawa.

7 Technical Appendix

7.1 Preview Data

7.2 Kode Statistik

hitung_statistik <- function(x) {
  data.frame(
    Mean = mean(x, na.rm = TRUE),
    Median = median(x, na.rm = TRUE),
    Modus = mfv(x, na_rm = TRUE)[1],
    Q1 = as.numeric(quantile(x, 0.25, na.rm = TRUE)),
    Q3 = as.numeric(quantile(x, 0.75, na.rm = TRUE)),
    Minimum = min(x, na.rm = TRUE),
    Maksimum = max(x, na.rm = TRUE),
    Range = max(x, na.rm = TRUE) - min(x, na.rm = TRUE),
    Varians = var(x, na.rm = TRUE),
    `Standar Deviasi` = sd(x, na.rm = TRUE)
  )
}

8 Kesimpulan

Berdasarkan analisis data BPS mengenai sekolah dasar menurut provinsi di Indonesia tahun 2025/2026, terdapat variasi yang besar dalam jumlah sekolah, guru, dan murid antar provinsi. Visualisasi menunjukkan bahwa persebaran pendidikan dasar belum merata antar wilayah. Hasil uji inferensia juga menunjukkan adanya perbedaan signifikan rasio murid per guru antara Jawa dan luar Jawa.