Analisis regresi linear berganda merupakan analasis yang digunakan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh signifikan antara dua atau lebih variabel bebas (independen) terhadap variabel terikat (dependen). Analisis regresi linier berganda menggunakan satu variabel dependen (Y) dan lebih dari 1 variabel independen (X). Model regresi linier berganda disajikan dalam persamaan berikut. \[ Y = \beta_0 + \beta_1 X_1 + \beta_2 X_2 + \cdots + \beta_k X_k + \epsilon \] dengan: \[ \begin{aligned} Y & = \text{Variabel dependen} \\ X_k & = \text{Variabel independen ke-}k \\ \beta_0 & = \text{Konstanta} \\ \beta_1, \beta_2, \ldots, \beta_k & = \text{Nilai parameter variabel independen ke-}k \\ \varepsilon & = \text{Variabel error} \end{aligned} \] Mode Regresi yang baik adalah model regresi yang semua variabel independennya (X) berpengaruh signifikan dan memenuhi semua uji asumsi (normalitas, linearitas, homoskedastisitas, autokorelasi, dan multikolinieritas).
Uji asumsi klasik pada model regresi linier digunakan untuk mengetahui apakah model regresi memiliki ketepatan dalam estimasi, tidak bias, dan konsisten. Uji asumsi klasik yang dilakukan meliputi uji normalitas residual, uji linearitas, uji homoskedastisitas, ui autokorelasi, dan uji multikolinearitas.
Uji Normalitas
Uji Normalitas digunakan dalam model regresi untuk menguji apakah
residual yang dihasilkan terdistribusi secara normal atau tidak. Model
regresi yang baik adalah model regresi yang memiliki nilai residual yang
terdistribusi secara normal. Secara visual, uji normalitas residual
dapat dideteksi menggunakan Q-Q Residuals Plot atau dengan histogram.
Secara formal, salah satu cara untuk menguji normalitas residual yaitu
dengan menggunakan Uji Kolmogorov Smirnov. Statistik uji pada uji
normalitas yaitu sebagai berikut.
\[
\begin{aligned}
D = max(|F_n(x_i)-F(x_i)|)
\end{aligned}
\]
dengan:
\[ \begin{aligned} D &:\ \text{statistik uji Kolmogorov-Smirnov} \\ F_n(x_i) &:\ \text{fungsi distribusi kumulatif empiris} \\ F(x_i) &:\ \text{fungsi distribusi kumulatif teoritis} \\ x_i &:\ \text{data pengamatan ke-}i \\ n &:\ \text{jumlah data} \end{aligned} \]
Uji Linearitas
Uji Linieairtas digunakan dalam model regresi digunakan untuk mengetahui
apakah hubungan linear antara variabel bebas (X) dan variabel terikat
(Y) dalam suatu model regresi. Uji linearitas dapat dideteksi dengan
melihat pola penyebaran Residual pada Plot Residual vs Fitted Value.
Jika titik residual tersebar tanpa pola yang jelas, maka asumsi
linearitas terpenuhi.
Uji Homoskedastisitas
Uji Homoskedastisitas digunakan untuk mengetahui ada atau tidaknya
penyimpangan asumsi klasik heteroskedastisitas yaitu adanya
ketidaksamaan varian dari residual untuk semua pengamatan pada model
regresi. Salah satu cara untuk mendeteksiadanya heteroskedastisitas
dapat dilakukan dengan menghitung statistik uji Breusch-Pagan. Uji
homoskedastisitas juga dapat dideteksi dengan melihat pola penyebaran
Residual pada Plot Residual vs Fitted Value. Jika titik residual
tersebar tanpa pola yang jelas, maka asumsi homoskedastisitas terpenuhi.
Statistik uji pada uji homoskedastisitas yaitu sebagai berikut. \[
\begin{equation}
BP = \frac{1}{2} f' Z (Z'Z)^{-1} Z' f
\end{equation}
\] \[
\begin{equation}
f_i = \left(\frac{e_i^2}{\hat{\sigma}^2}\right) - 1
\end{equation}
\] dengan: \[
\begin{align*}
e_i &= \text{Residual untuk pengamatan ke-}i \\
\hat{\sigma}^2 &= \text{Penduga variansi galat} \\
Z &= \text{Elemen dari matriks } X
\end{align*}
\]
Uji Non-Autokorelasi
Uji Non-Autokorelasi digunakan untuk mengetahui ada atau tidaknya
penyimpangan asumsi klasik autokorelasi yaitu korelasi yang terjadi
antara residual pada satu pengamatan dengan pengamatan lain pada model
regresi. Salah satu uji yang dapat dilakukan adalah uji Durbin Watson.
Statistik uji pada Uji Durbin Watson yaitu sebagai berikut. \[
\begin{equation}
DW =
\frac{\sum_{i=2}^{n}(e_i - e_{i-1})^2}
{\sum_{i=1}^{n} e_i^2}
\end{equation}
\]
dengan:
\[ \begin{align*} DW &= \text{Nilai uji Durbin Watson} \\ e_i &= \text{Residual pada pengamatan ke-i} \\ d_L &= \text{Batas bawah pada tabel Durbin Watson} \\ d_U &= \text{Batas atas pada tabel Durbin Watson} \end{align*} \] Adapun kriteria pengujian yang digunakan dalam Uji Non-Autokorelasi menggunakan Uji Durbin Watson adalah sebagai berikut.
| Daerah Kritis | Keputusan | Keterangan |
|---|---|---|
| 0 < DW < dL | H0 ditolak | Terdapat autokorelasi positif |
| dL < DW < dU | Tidak ada kesimpulan | Daerah ragu-ragu |
| dU < DW < 4 - dU | H0 diterima | Tidak ada autokorelasi |
| 4 - dU < DW < 4 - dL | Tidak ada kesimpulan | Daerah ragu-ragu |
| 4 - dL < DW < 4 | H0 ditolak | Terdapat autokorelasi negatif |
Uji Multikolinearitas
Uji Multikolinearitas bertujuan untuk menguji apakah pada model regresi
ditemukan adanya korelasi antar variabel bebas (independen). Model
regresi yang baik seharusnya tidak terjadi korelasi antar variabel
independen. Salah satu cara untuk menguji Multikoliniearitas yaitu
dengan melihat nilai Variance Inflation Factor (VIF). Jika nilai VIF
< 10 maka dapatdinyatakan tidak terjadi multikolinearitas. Adapun
statistik uji pada Uji Multikolinearitas yaitu sebagai berikut. \[
VIF_k = \frac{1}{1 - R_k^2}
\]
dengan: \[ \begin{aligned} VIF_k &= \text{Variance Inflation Factor untuk variabel independen ke-}k \\ R_k^2 &= \text{Koefisien determinasi dari hasil regresi variabel independen ke-}k \\ &\quad \text{terhadap variabel independen lainnya} \end{aligned} \]
Uji signifikansi parameter dilakukan untuk melihat apakah ada pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen. Uji signifikansi parameter pada analisis regresi linear berganda yaitu dengan Uji F (uji simultan) dan Uji t (uji parsial).
\[ F = \frac{\displaystyle \sum_{i=1}^{n}(\hat{y}_i - \bar{Y})^2 / k} {\displaystyle \sum_{i=1}^{n}(y_i - \hat{y}_i)^2 / (n - k - 1)} > F_{\alpha,(k,n-k-1)} \]
dengan:
\[ \begin{aligned} \hat{y}_i &= \text{Nilai prediksi dari variabel dependen} \\ \bar{Y} &= \text{Rata-rata dari variabel dependen} \\ k &= \text{Jumlah variabel independen} \\ y_i &= \text{Nilai dari variabel dependen} \\ n &= \text{Jumlah observasi pada baris} \\ F_{\alpha,(k,n-k-1)} &= \text{Nilai } F_{\text{tabel}} \end{aligned} \]
Uji t (Uji Parsial)
Uji t digunakan untuk menguji koefisien regresi secara individu. Uji t
menunjukkan seberapa jauh pengaruh variabel independen (X) secara
parsial terhadap variabel dependen (Y). Statistik uji yang digunakan
dalam uji t adalah sebagai berikut. \[
t = \frac{\hat{\beta}_i}{se(\hat{\beta}_i)} > t_{\alpha/2,\,n-k-1}
\]
dengan: \[ \begin{array}{lll} \hat{\beta}_i & = & \text{Parameter terhadap variabel dependen} \\ se(\hat{\beta}_i) & = & \text{Standar error dari koefisien } \hat{\beta} \\ t_{\alpha/2,\,n-k-1} & = & \text{Nilai } t_{\text{tabel}} \end{array} \]
Koefisien determinasi pada regresi linear sering diartikan sebagai seberapa besar kemampuan semua variabel bebas dalam menjelaskan variabel terikatnya. Koefisien determinasi digunakan untuk mempertimbangkan ketepatan model regresi. Nilai koefisien determinasi yang kecil memiliki arti bahwa kemampuan variabel – variabel independen dalam menjelaskan variabel dependen sangat terbatas, Sebaliknya jika nilai mendekati 1 (satu) dan menjauhi 0 (nol) memiliki arti bahwa variabel – variabel independen memiliki kemampuan memberikan semua informasi yang dibutuhkan untuk memprediksi variabel dependen. Sehingga, batas besaran \(R^2\) adalah \(0 \le R^2 \le 1\), artinya jika \(R^2=1\) berarti variabel independen menjelaskan 100% variasi dependen. Rumus Koefisien Determinasi \(R^2\) yaitu sebagai berikut.
\[ R^2 = \frac{JKR}{JKT} \]
Dataset yang digunakan pada analisis ini merupakan data sekunder sebanyak 55 observasi yang diperoleh dari website World Population Review (2022). Data tersebut memuat informasi mengenai Environmental Performance Index (EPI), tingkat polusi udara (Air Pollution), dan Natural Disasters Risk Index pada berbagai negara di dunia pada tahun 2022.
Dataset ini bersifat data cross-section, yaitu data yang dikumpulkan pada satu periode waktu tertentu (tahun 2022) untuk banyak unit observasi. Setiap baris data merepresentasikan satu negara, sedangkan setiap kolom menunjukkan nilai dari variabel yang digunakan dalam penelitian. Variabel dependen dalam penelitian ini adalah Environmental Performance Index (EPI) yang menggambarkan tingkat kinerja lingkungan suatu negara. Sementara itu, variabel independen yang digunakan adalah Air Pollution yang mencerminkan tingkat polusi udara suatu negara, serta Natural Disasters Risk Index yang menunjukkan tingkat risiko suatu negara terhadap bencana alam.
Environmental Performance Index (EPI) merupakan indikator yang digunakan untuk mengukur kinerja lingkungan suatu negara berdasarkan berbagai aspek. Indeks ini memberikan gambaran tentang seberapa baik negara-negara menangani isu lingkungan, termasuk pengelolaan sumber daya alam, pengurangan polusi, dan penanganan resiko bencana alam. Nilai EPI biasanya dinyatakan dalam skala 0–100, di mana semakin tinggi nilai EPI maka semakin baik kinerja lingkungan suatu negara.
Variabel Air Pollution dalam dataset ini menggambarkan tingkat pencemaran udara yang terjadi di suatu negara. Indikator ini berkaitan dengan paparan polutan berbahaya di udara, seperti partikel halus (PM2.5), SO2, dan NO2 yang dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan. Tingginya tingkat polusi udara dapat berdampak pada kesehatan masyarakat serta menurunkan kualitas lingkungan suatu negara.
Sementara itu, Natural Disasters Risk Index menunjukkan tingkat kerentanan atau risiko suatu negara terhadap berbagai jenis bencana alam, seperti banjir, gempa bumi, badai, maupun kebakaran hutan. Negara dengan nilai indeks risiko bencana yang tinggi cenderung memiliki potensi dampak lingkungan yang lebih besar akibat kerusakan ekosistem dan gangguan terhadap aktivitas sosial serta ekonomi.
Secara keseluruhan, dataset ini digunakan untuk menganalisis hubungan antara tingkat polusi udara (Air Pollution) dan risiko bencana alam (Natural Disasters Risk Index) terhadap kinerja lingkungan suatu negara yang diukur melalui Environmental Performance Index (EPI). Analisis dilakukan menggunakan metode regresi linier berganda untuk mengetahui apakah kedua variabel independen tersebut memiliki pengaruh yang signifikan terhadap nilai EPI pada negara-negara di dunia pada tahun 2022.
| EPI | API | NDRI |
|---|---|---|
| 18.9 | 53.3 | 42.31 |
| 28.4 | 30.6 | 28.70 |
| 51.1 | 8.9 | 22.73 |
| 24.6 | 70.9 | 26.75 |
| 43.6 | 12.2 | 12.15 |
| 23.1 | 65.8 | 27.90 |
| 37.5 | 11.2 | 26.54 |
| 45.5 | 19.5 | 37.55 |
| 57.2 | 9.1 | 17.03 |
| 35.5 | 46.5 | 20.65 |
| 28.9 | 14.9 | 46.82 |
| 20.1 | 27.2 | 25.85 |
| 34.5 | 32.5 | 18.48 |
| 26.3 | 21.1 | 16.23 |
| 62.4 | 11.0 | 3.92 |
| 38.1 | 18.1 | 20.91 |
| 77.7 | 8.9 | 5.78 |
| 62.5 | 11.5 | 6.67 |
| 37.2 | 23.4 | 9.42 |
| 57.7 | 18.9 | 9.37 |
| 42.4 | 15.7 | 38.37 |
| 46.9 | 18.3 | 10.51 |
| 56.6 | 10.9 | 9.68 |
| 29.6 | 17.8 | 9.58 |
| 27.8 | 80.1 | 8.65 |
| 41.1 | 7.7 | 15.61 |
| 50.0 | 7.4 | 18.99 |
| 50.6 | 16.3 | 4.63 |
| 49.6 | 9.7 | 3.89 |
| 38.2 | 33.5 | 1.74 |
| 35.0 | 17.7 | 14.36 |
| 39.8 | 23.5 | 25.41 |
| 37.9 | 41.5 | 9.64 |
| 60.1 | 4.2 | 21.36 |
| 34.7 | 20.7 | 5.93 |
| 40.9 | 23.0 | 2.18 |
| 46.7 | 22.2 | 13.84 |
| 58.2 | 10.8 | 4.16 |
| 52.4 | 45.9 | 6.52 |
| 59.9 | 13.4 | 1.00 |
| 72.7 | 6.2 | 2.06 |
| 50.4 | 8.1 | 5.08 |
| 38.6 | 18.9 | 2.20 |
| 56.2 | 19.0 | 8.55 |
| 55.1 | 12.6 | 0.97 |
| 66.5 | 10.6 | 1.14 |
| 65.9 | 10.0 | 1.03 |
| 37.0 | 21.6 | 1.29 |
| 50.9 | 13.3 | 0.81 |
| 76.5 | 5.0 | 1.30 |
| 59.3 | 7.0 | 3.16 |
| 56.7 | 4.8 | 13.05 |
| 42.4 | 55.8 | 2.56 |
| 33.0 | 42.5 | 1.17 |
| 47.8 | 5.1 | 2.93 |
library(lmtest)
library(readxl)
library(nortest)
library(car)
Dalam anaisis regrsi linear berganda digunakan beberapa paket (library) pada perangkat lunak R untuk mendukung proses analisis data. Library yang digunakan dalam analisis data adalah sebagai berikut:
readxl
Library readxl digunakan untuk mengimpor atau membaca data dari
file Microsoft Excel ke dalam software R sehingga data dapat diolah dan
dianalisis lebih lanjut.
lmtest
Library lmtest digunakan untuk melakukan pengujian pada model
regresi linier. Package ini menyediakan beberapa pengujian, seperti uji
Breusch–Pagan dan uji Durbin-Watson.
nortest
Library nortest digunakan untuk melakukan uji normalitas data
atau residual model regresi. Package ini menyediakan beberapa metode
pengujian normalitas, salah satunya adalah uji
Kolmogorov–Smirnov.
car
Library car (Companion to Applied Regression)
digunakan untuk analisis diagnostik pada model regresi, seperti
mendeteksi multikolinearitas antar variabel independen menggunakan nilai
Variance Inflation Factor (VIF) serta memeriksa asumsi linearitas
melalui grafik diagnostik regresi.
data_env <- read_excel("D:\\KULIAH\\S6\\Komlan b\\Tugas1_Try1\\Data_Tugas1_Komlan.xlsx")
head(data_env)
## # A tibble: 6 × 3
## EPI API NDRI
## <dbl> <dbl> <dbl>
## 1 18.9 53.3 42.3
## 2 28.4 30.6 28.7
## 3 51.1 8.9 22.7
## 4 24.6 70.9 26.8
## 5 43.6 12.2 12.2
## 6 23.1 65.8 27.9
dengan: \[ \begin{array}{lll} Y & = & \text{Environmental Performance Index (EPI)} \\ X_1 & = & \text{Air Pollution Index (API)} \\ X_2 & = & \text{Natural Disasters Risk Index (NDRI)} \end{array} \]
Model Regresi Linier Berganda Data Environmental
model_env = lm(EPI ~ API + NDRI, data=data_env)
summary(model_env)
##
## Call:
## lm(formula = EPI ~ API + NDRI, data = data_env)
##
## Residuals:
## Min 1Q Median 3Q Max
## -19.4374 -6.4181 0.9752 6.8879 22.9170
##
## Coefficients:
## Estimate Std. Error t value Pr(>|t|)
## (Intercept) 61.4902 2.3580 26.077 < 2e-16 ***
## API -0.4382 0.0771 -5.684 6.05e-07 ***
## NDRI -0.4857 0.1152 -4.215 9.99e-05 ***
## ---
## Signif. codes: 0 '***' 0.001 '**' 0.01 '*' 0.05 '.' 0.1 ' ' 1
##
## Residual standard error: 9.652 on 52 degrees of freedom
## Multiple R-squared: 0.5512, Adjusted R-squared: 0.5339
## F-statistic: 31.93 on 2 and 52 DF, p-value: 8.982e-10
Persamaan Model Regresi Linier Berganda: \[ Y = 61.4902 -0.4382 X_1 -0.4857 X_2 + \epsilon \] \[ EPI = 61.4902 -0.4382 API -0.4857 NDRI + \epsilon \] dengan: \[ \beta_0 = 61.4902 \\ \beta_1 = -0.4382 \\ \beta_2 = -0.4857 \]
Berdasarkan persamaan model regrsi linear berganda tersebut diketahui bahwa koefisien regresi variabel API bernilai 0.4382. Hal ini menunjukkan bahwa setiap kenaikan 1 satuan Air Pollution (dengan asumsi variabel NDRI konstan) maka nilai EPI akan menurun sebesar 0.4382 satuan. Sementara itu, koefisien regresi variabel NDRI sebesar 0.4857 menunjukkan bahwa setiap kenaikan 1 satuan Natural Disasters Risk Index, dengan asumsi API tetap, maka nilai EPI akan menurun sebesar 0.4857 satuan. Tanda negatif pada kedua koefisien tersebut menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat polusi udara dan semakin tinggi tingkat risiko bencana alam pada suatu negara, maka kinerja lingkungan negara tersebut yang diukur melalui Environmental Performance Index (EPI) cenderung semakin menurun.
# Uji Normalitas Residual Secara Visual (Plot Residual)
plot(model_env,2)
# Uji Normalitas Residual Secara Visual (Histogram Residual)
error = model_env$residuals
hist(error,
main = "Histogram Residual",
xlab = "Nilai Residual",
ylab = "Frekuensi",
col = "lightblue",
border = "black")
Berdasarkan histogram residual, terlihat bahwa sebaran nilai residual membentuk pola yang relatif simetris dan menyerupai kurva lonceng (bell-shaped). Hal ini menunjukkan bahwa distribusi residual tidak terlalu menyimpang dan tidak terdapat pola yang sangat mencolok seperti skewness yang ekstrem. Dengan demikian, secara visual dapat disimpulkan bahwa residual cenderung berdistribusi normal, sehingga asumsi normalitas pada model regresi dapat dianggap terpenuhi. Berdasarkan grafik Q-Q Residuals diperoleh bahwa plot-plot residual juga cenderung mengikuti garis regresi sehingga dapat disimpulkan bahwa residual data berdistribusi normal dan asumsi normalitas terpenuhi secara visual.
# Uji Normalitas Residual Secara Formal
error = model_env$residuals
ks_result <- ks.test(error, "pnorm",mean(error),sqrt(var(error)))
ks_result
##
## Exact one-sample Kolmogorov-Smirnov test
##
## data: error
## D = 0.079029, p-value = 0.8553
## alternative hypothesis: two-sided
Berdasarkan uji normalitas residual menggunakan uji kolmogorov smirnov diperoleh nilai statistik D = 0.079 dan p-value = 0.8553.
Daerah Penolakan:
Tolak \(H_0\) jika \(p-value < \alpha\text{ }(0.05)\)
Keputusan:
\(H_0\) gagal ditolak karena \(p-value\text{ }(0.8553) > \alpha\text{
}(0.05)\)
Kesimpulan:
Pada taraf signifikansi \(\alpha=0.05\), \(H_0\) gagal ditolak karena nilai \(p-value\text{ }(0.8553) > \alpha\text{
}(0.05)\) sehingga dapat disimpulkan bahwa residual data
berdistribusi normal dan asumsi normalitas terpenuhi secara formal.
# Uji Asumsi Linieritas
plot(model_env,1)
Berdasarkan grafik Residuals vs Fitted, terlihat bahwa plot-plot
residual menyebar di sekitar garis horizontal nol tanpa membentuk pola
tertentu yang jelas. Penyebaran residual juga cenderung acak di
sepanjang fitted values. Meskipun terdapat sedikit pola lengkungan ,
secara umum plot-plot residual masih tersebar di atas dan di bawah garis
nol. Hal ini menunjukkan bahwa hubungan antara variabel independen (API
dan NDRI) dengan variabel dependen (EPI) cenderung bersifat linear.
Dengan demikian, asumsi linearitas pada model regresi dapat dianggap
terpenuhi.
plot(model_env,1)
Berdasarkan grafik Residuals vs Fitted dapat dilihat bahwa plot-plot
residual menyebar secara acak dan tidak membentuk pola, sehingga dapat
disimpulkan bahwa asumsi homoskedastisitas terpenuhi.
bp_test <-bptest(model_env)
bp_test
##
## studentized Breusch-Pagan test
##
## data: model_env
## BP = 2.734, df = 2, p-value = 0.2549
\[ \begin{equation} BP = \frac{1}{2} f' Z (Z'Z)^{-1} Z' f = 2.734 \end{equation} \]
Berdasarkan uji homoskedastisitas menggunakan uji Breusch-Pagan diperoleh nilai statistik BP = 2.734 dan p-value = 0.2549.
Daerah Penolakan:
Tolak \(H_0\) jika \(p-value < \alpha\text{ }(0.05)\)
Keputusan:
\(H_0\) gagal ditolak karena \(p-value\text{ }(0.2549) > \alpha\text{
}(0.05)\)
Kesimpulan:
Pada taraf signifikansi \(\alpha=0.05\), \(H_0\) gagal ditolak karena nilai \(p-value\text{ }(0.2549) > \alpha\text{
}(0.05)\) sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi gejala
heteroskedastisitas atau dengan kata lain asumsi homoskedastisitas
terpenuhi secara formal.
Hipotesis: \[ \begin{aligned} H_0 & : \rho=0 \text{ } \text{(Tidak ada autokorelasi pada residual data)} \\ H_1 & : \rho\neq0 \text{(Ada autokorelasi pada residual data)} \end{aligned} \] Taraf Signifikansi: \[ \begin{aligned} \alpha = 0.05 \end{aligned} \] Statistik Uji:
dw_test <- dwtest(model_env)
dw_test
##
## Durbin-Watson test
##
## data: model_env
## DW = 2.0314, p-value = 0.5256
## alternative hypothesis: true autocorrelation is greater than 0
\[ \begin{equation} DW = \frac{\sum_{i=2}^{n}(e_i - e_{i-1})^2} {\sum_{i=1}^{n} e_i^2} = 2.0314 \end{equation} \]
Berdasarkan uji non-autokorelasi menggunakan uji Durbin Watson diperoleh nilai statistik \(DW\) = 2.0314 dan p-value = 0.5256. Dengan \(\alpha\) = 5%, n = 55, dan k =2 diperoleh:
| Daerah Kritis | Nilai |
|---|---|
| dL | 1.4903 |
| dU | 1.6406 |
| 4 - dU | 2.3594 |
Daerah Penolakan:
| Daerah Kritis | Keputusan | Keterangan |
|---|---|---|
| 0 < DW < dL | H0 ditolak | Terdapat autokorelasi positif |
| dL < DW < dU | Tidak ada kesimpulan | Daerah ragu-ragu |
| dU < DW < 4 - dU | H0 diterima | Tidak ada autokorelasi |
| 4 - dU < DW < 4 - dL | Tidak ada kesimpulan | Daerah ragu-ragu |
| 4 - dL < DW < 4 | H0 ditolak | Terdapat autokorelasi negatif |
Keputusan:
\(H_0\) gagal ditolak karena \(dU (1.6406) < DW (2.0314) < 4-dU
(2.3594)\) atau \(p-value\text{
}(0.5256) > \alpha\text{ }(0.05)\) .
Kesimpulan:
Pada taraf signifikansi \(\alpha=0.05\), \(H_0\) gagal ditolak karena nilai \(dU (1.6406) < DW (2.0314) < 4-dU
(2.3594)\) atau \(p-value\text{
}(0.5256) > \alpha\text{ }(0.05)\) sehingga dapat disimpulkan
bahwa tidak terjadi ada autokorelasi pada model regresi atau dengan kata
lain asumsi non-autokorelasi terpenuhi.
Hipotesis: \[ \begin{aligned} H_0 & : \text{(Tidak terdapat multikolinearitas)} \\ H_1 & : \text{(Terdapat multikolinearitas} \end{aligned} \] Taraf Signifikansi: \[ \begin{aligned} \alpha = 0.05 \end{aligned} \] Statistik Uji:
vif_test <- vif(model_env)
vif_test
## API NDRI
## 1.051898 1.051898
\[ VIF_{API} = \frac{1}{1 - R_i^2} = 1.0519\\ VIF_{NDRI} = \frac{1}{1 - R_i^2} = 1.0519 \] Berdasarkan uji non-multikolinearitas menggunakan uji VIF diperoleh nilai statistik \(VIP_{API} = 1.0519\) dan \(VIP_{NDRI} = 1.0519\).
Daerah Penolakan:
Tolak \(H_0\) jika \(VIF > 10\)
Keputusan:
\(H_0\) gagal ditolak karena \(VIP_{API} = 1.0519< 10\) dan \(VIP_{NDRI} = 1.0519< 10\)
Kesimpulan:
Pada taraf signifikansi \(\alpha=0.05\), \(H_0\) gagal ditolak karena nilai \(VIP_{API} = 1.0519< 10\) dan \(VIP_{NDRI} = 1.0519< 10\) sehingga dapat
disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan antara variabel \(X_1\) dan \(X_2\) atau dengan kata lain asumsi
non-multikolinearitas terpenuhi.
Hipotesis: \[ \begin{aligned} H_0 & : \beta_1 = \beta_2 \text{(Tidak terdapat hubungan signifikan antara variabel independen secara simultan terhadap variabel dependen)} \\ H_1 & : \text{Paling sedikit ada satu} \text{ } \beta_k \neq 0\text{ } \text{(Terdapat hubungan signifikan antara variabel independen secara simultan terhadap variabel dependen)} \end{aligned} \] Taraf Signifikansi: \[ \begin{aligned} \alpha = 0.05 \end{aligned} \] Statistik Uji:
summary(model_env)
##
## Call:
## lm(formula = EPI ~ API + NDRI, data = data_env)
##
## Residuals:
## Min 1Q Median 3Q Max
## -19.4374 -6.4181 0.9752 6.8879 22.9170
##
## Coefficients:
## Estimate Std. Error t value Pr(>|t|)
## (Intercept) 61.4902 2.3580 26.077 < 2e-16 ***
## API -0.4382 0.0771 -5.684 6.05e-07 ***
## NDRI -0.4857 0.1152 -4.215 9.99e-05 ***
## ---
## Signif. codes: 0 '***' 0.001 '**' 0.01 '*' 0.05 '.' 0.1 ' ' 1
##
## Residual standard error: 9.652 on 52 degrees of freedom
## Multiple R-squared: 0.5512, Adjusted R-squared: 0.5339
## F-statistic: 31.93 on 2 and 52 DF, p-value: 8.982e-10
\[ F = \frac{\displaystyle \sum_{i=1}^{n}(\hat{y}_i - \bar{Y})^2 / k} {\displaystyle \sum_{i=1}^{n}(y_i - \hat{y}_i)^2 / (n - k - 1)} = 31.9323 \]
Berdasarkan uji F diperoleh nilai statistik \(F = 31.9323\) dan \(p-value = 8.982e-10\).
Daerah Penolakan:
Tolak \(H_0\) jika \(p-value < \alpha\text{ }(0.05)\)
Keputusan:
\(H_0\) ditolak karena \(p-value\text{ }(8.982e-10) < \alpha\text{
}(0.05)\).
Kesimpulan:
Pada taraf signifikansi \(\alpha=0.05\), \(H_0\) gagal ditolak karena nilai \(p-value\text{ }(8.982e-10) < \alpha\text{
}(0.05)\) sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan
signifikan antara variabel independen secara simultan terhadap variabel
dependen.
Hipotesis: \[ \begin{aligned} H_0 & : \beta_0 = 0 \text{(Tidak terdapat hubungan signifikan terhadap variabel independen secara parsial terhadap variabel dependen)} \\ H_1 & : \beta_i \neq 0\text{ } \text{(Terdapat hubungan signifikan antara variabel independen secara parsial terhadap variabel dependen)} \end{aligned} \] Taraf Signifikansi: \[ \begin{aligned} \alpha = 0.05 \end{aligned} \] Statistik Uji:
summary(model_env)
##
## Call:
## lm(formula = EPI ~ API + NDRI, data = data_env)
##
## Residuals:
## Min 1Q Median 3Q Max
## -19.4374 -6.4181 0.9752 6.8879 22.9170
##
## Coefficients:
## Estimate Std. Error t value Pr(>|t|)
## (Intercept) 61.4902 2.3580 26.077 < 2e-16 ***
## API -0.4382 0.0771 -5.684 6.05e-07 ***
## NDRI -0.4857 0.1152 -4.215 9.99e-05 ***
## ---
## Signif. codes: 0 '***' 0.001 '**' 0.01 '*' 0.05 '.' 0.1 ' ' 1
##
## Residual standard error: 9.652 on 52 degrees of freedom
## Multiple R-squared: 0.5512, Adjusted R-squared: 0.5339
## F-statistic: 31.93 on 2 and 52 DF, p-value: 8.982e-10
\[ t_1 = \frac{\hat{\beta}_1}{s_0(\hat{\beta}_1)} = -5.6839 \text{ } \text{dengan p-value} = 6.048\times 10^{-7}\\ t_2 = \frac{\hat{\beta}_2}{s_0(\hat{\beta}_2)} = -4.2147\text{ } \text{dengan p-value} = 9.988\times 10^{-5} \] Berdasarkan uji t diperoleh nilai statistik \(t_1 =-5.6839 \text{ } \text{dengan p-value} = 6.048\times 10^{-7}\\\). Kemudian diperoleh pula nilai statistik \(t_2 = \frac{\hat{\beta}_2}{s_0(\hat{\beta}_2)} = -4.2147\text{ } \text{dengan p-value} = 9.988\times 10^{-5}\).
Daerah Penolakan:
Tolak \(H_0\) jika \(p-value < \alpha\text{ }(0.05)\)
Keputusan:
\(H_0\) ditolak untuk \(X_1\) dan \(X_2\) karena kedua \(p-value < \alpha\text{ }(0.05)\)
Kesimpulan:
Pada taraf signifikansi \(\alpha=0.05\), \(H_0\) ditolak karena kedua \(p-value < \alpha\text{ }(0.05)\)
sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara
variabel independen secara parsial terhadap variabel dependen.
Berdasarkan uji F, model regresi yang dibuat cocok digunakan untuk analisis lebih lanjut dan berdasarkan uji t, koefisien parameter regresi X yaitu \(\beta_1\) dan \(\beta_2\) berpengaruh signfikan terhadap Y, sehingga model akhir sama dengan model awal. Adapun persamaannya, yaitu: \[ Y = 61.4902 -0.4382 X_1 -0.4857 X_2 + \epsilon \]
summary(model_env)
##
## Call:
## lm(formula = EPI ~ API + NDRI, data = data_env)
##
## Residuals:
## Min 1Q Median 3Q Max
## -19.4374 -6.4181 0.9752 6.8879 22.9170
##
## Coefficients:
## Estimate Std. Error t value Pr(>|t|)
## (Intercept) 61.4902 2.3580 26.077 < 2e-16 ***
## API -0.4382 0.0771 -5.684 6.05e-07 ***
## NDRI -0.4857 0.1152 -4.215 9.99e-05 ***
## ---
## Signif. codes: 0 '***' 0.001 '**' 0.01 '*' 0.05 '.' 0.1 ' ' 1
##
## Residual standard error: 9.652 on 52 degrees of freedom
## Multiple R-squared: 0.5512, Adjusted R-squared: 0.5339
## F-statistic: 31.93 on 2 and 52 DF, p-value: 8.982e-10
Berdasarkan tabel Model Summary dan Multiple R-squared dapat diketahui: \[ R^2 = \frac{JKR}{JKT}=0.5512 \] Berdasarkan output di atas, diperoleh nilai R-squared sebesar 0.5512 yang artinya sebesar 55.12% variabel \(Y\) dipengaruhi oleh variabel \(X_1\) dan \(X_2\), sedangkan sisanya sebesar 44.88% variabel \(Y\) dipengaruhi oleh faktor lain. Atau dapat diartikan bahwa sebesar 55.12% variabel Environmental Performance Index (EPI) dipengaruhi oleh variabel Air Pollution Index (API) dan Natural Disasters Risk Index (NDRI), sedangkan sisanya sebesar 44.88% variabel Environmental Performance Index (EPI) dipengaruhi oleh faktor lain.
Model Awal
Persamaan Model Regresi Linier Berganda: \[
Y = 61.4902 -0.4382 X_1 -0.4857 X_2 + \epsilon
\] \[
EPI = 61.4902 -0.4382 API -0.4857 NDRI + \epsilon
\] dengan: \[
\beta_0 = 61.4902 \\
\beta_1 = -0.4382 \\
\beta_2 = -0.4857
\]
Uji Asumsi
Berdasarkan uji asumsi klasik yang telah dilakukan, model regresi
memenuhi ji normalitas residual, uji linearitas, uji homoskedastisitas,
ui autokorelasi, dan uji multikolinearitas. Karena Uji asumsi klasik
pada model regresi linier terpenuhi maka dapat disimpulkan bahwa model
regresi memiliki ketepatan dalam estimasi, tidak bias, dan
konsisten.
Uji Signifikansi
Berdasarkan Uji F dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan signifikan
antara variabel independen secara simultan terhadap variabel dependen
dan berdasarkan Uji t dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan
signifikan antara variabel independen secara parsial terhadap variabel
dependen.
Model Akhir
Berdasarkan uji F, model regresi yang dibuat cocok digunakan untuk
analisis lebih lanjut dan berdasarkan uji t, koefisien parameter regresi
X yaitu \(\beta_1\) dan \(\beta_2\) berpengaruh signfikan terhadap Y,
sehingga model akhir sama dengan model awal. Adapun persamaannya, yaitu:
\[
Y = 61.4902 -0.4382 X_1 -0.4857 X_2 + \epsilon
\]
Koefisien Determinasi
Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, diperoleh nilai R-squared
sebesar 0.5512 yang artinya sebesar 55.12% variabel Environmental
Performance Index (EPI) dipengaruhi oleh variabel Air Pollution Index
(API) dan Natural Disasters Risk Index (NDRI), sedangkan sisanya sebesar
44.88% variabel Environmental Performance Index (EPI) dipengaruhi oleh
faktor lain.
Khotimah, A. K., Rahman, A. A., Alam, M. Z., Adawiyah, R., Nur, Y. H., Aufi, T. R., & Sifriyani. (2024). Analisis Regresi Linier Berganda Dalam Estimasi Indeks Pembangunan Manusia di Indonesia. Jurnal EKSPONENSIAL, 15(2). https://doi.org/10.30872/eksponensial.v15i2.1318.
Kipkemboi, M. K., & Ombaba, M. K. B. (2020). Effect of Investment Appraisal on Performance of Housing Cooperative Societies in North Rift Region Counties. International Journal of Social Science and Economic Research, 5(11), 3365–3382.
Mardiatmoko, G. (2020). Pentingnya Uji Asumsi klasik pada Analisis Regresi Linier Berganda (Studi Kasus Penyusunan Persamaan Allometrik Kenari Muda [Canarium indicum L.]). Jurnal Ilmu Matematika dan Terapan, 14(3), 333–342. https://doi.org/10.30598/barekengvol14iss3pp333-342.
Marnilin, F., Mutmainah, I., Yulia, I. A., & Mahfudi, A. Z. (2022). Pengaruh perceived value terhadap kepuasan implementasi program MBKM. Jurnal Ilmiah Manajemen Kesatuan, 11(1), 1–10. https://doi.org/10.37641/jimkes.v11i1.936.
Sulantari, S., Hariadi, W., Putra, E. D., & Anas, A. (2024). Analisis Regresi Linier berganda untuk Memodelkan Faktor yang Mempengaruhi Nilai Penambahan Utang Tahunan Negara Indonesia. Jurnal UJMC (Unisda Journal of Mathematics and Computer Science), 10(1), 36–46. https://doi.org/10.52166/ujmc.v10i1.6631.