install.packages(“readxl”) install.packages(“lmtest”)
library(readxl)
## Warning: package 'readxl' was built under R version 4.3.3
library(lmtest)
## Warning: package 'lmtest' was built under R version 4.3.3
## Loading required package: zoo
## Warning: package 'zoo' was built under R version 4.3.3
##
## Attaching package: 'zoo'
## The following objects are masked from 'package:base':
##
## as.Date, as.Date.numeric
data <- read_excel("C:/Users/Arul123/Documents/SMT 6/KOMLAN/Tugas_Regresi_Rmarkdown/data_JSMR.xlsx")
head(data)
## # A tibble: 6 × 3
## Date `Y(IHSG)` `X1( JSMR)`
## <chr> <dbl> <dbl>
## 1 45719 6520. 3710
## 2 45750 6380. 3620
## 3 45780 6531. 3620
## 4 45811 6618. 3810
## 5 45841 6636 3860
## 6 45933 6598. 3850
summary(data)
## Date Y(IHSG) X1( JSMR)
## Length:235 Min. :5968 Min. :3300
## Class :character 1st Qu.:7046 1st Qu.:3510
## Mode :character Median :7916 Median :3610
## Mean :7715 Mean :3685
## 3rd Qu.:8314 3rd Qu.:3810
## Max. :9135 Max. :4480
mean(data$`Y(IHSG)`)
## [1] 7715.434
sd(data$`Y(IHSG)`)
## [1] 792.0944
mean(data$`X1( JSMR)`)
## [1] 3684.894
sd(data$`X1( JSMR)`)
## [1] 246.0793
cor(data$`X1( JSMR)`, data$`Y(IHSG)`)
## [1] -0.602848
Nilai koefisien korelasi yang bernilai negatif menunjukkan bahwa hubungan antara harga saham JSMR dan IHSG bersifat berlawanan arah. Hal ini berarti peningkatan pada variabel harga saham JSMR cenderung diikuti oleh penurunan pada nilai IHSG.
\[ IHSG = \beta_0 + \beta_1 JSMR + \epsilon \]
model <- lm(`Y(IHSG)` ~ `X1( JSMR)`, data = data)
summary(model)
##
## Call:
## lm(formula = `Y(IHSG)` ~ `X1( JSMR)`, data = data)
##
## Residuals:
## Min 1Q Median 3Q Max
## -1670.6 -450.6 102.7 433.1 1216.5
##
## Coefficients:
## Estimate Std. Error t value Pr(>|t|)
## (Intercept) 14865.9056 621.3489 23.93 <2e-16 ***
## `X1( JSMR)` -1.9405 0.1682 -11.53 <2e-16 ***
## ---
## Signif. codes: 0 '***' 0.001 '**' 0.01 '*' 0.05 '.' 0.1 ' ' 1
##
## Residual standard error: 633.3 on 233 degrees of freedom
## Multiple R-squared: 0.3634, Adjusted R-squared: 0.3607
## F-statistic: 133 on 1 and 233 DF, p-value: < 2.2e-16
Berdasarkan hasil analisis regresi linear diperoleh model yang menggambarkan hubungan antara harga saham JSMR sebagai variabel independen dan IHSG sebagai variabel dependen. Koefisien regresi menunjukkan arah hubungan antara kedua variabel, dimana nilai koefisien yang bernilai negatif menunjukkan bahwa peningkatan harga saham JSMR cenderung diikuti oleh penurunan nilai IHSG.
Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0.3634 menunjukkan bahwa sekitar 36,34% variasi pada IHSG dapat dijelaskan oleh variabel harga saham JSMR, sedangkan sisanya yaitu sekitar 63,66% dipengaruhi oleh faktor lain di luar model regresi yang digunakan dalam penelitian ini.
Nilai Adjusted R-squared sebesar 0.3607 menunjukkan bahwa setelah memperhitungkan jumlah variabel dalam model, kemampuan variabel harga saham JSMR dalam menjelaskan variasi IHSG tetap berada pada kisaran 36%.
plot(data$`X1( JSMR)`,
data$`Y(IHSG)`,
main = "Hubungan IHSG dan JSMR",
xlab = "Harga JSMR",
ylab = "IHSG",
pch = 19)
abline(model, col="red", lwd=2)
Scatter plot yang menggambarkan hubungan antara harga saham JSMR dan IHSG menunjukkan bahwa titik-titik data cenderung membentuk pola yang menurun dari kiri atas ke kanan bawah. Pola tersebut mengindikasikan adanya hubungan linear negatif antara kedua variabel.
shapiro.test(residuals(model))
##
## Shapiro-Wilk normality test
##
## data: residuals(model)
## W = 0.98142, p-value = 0.003551
Hasil pengujian menunjukkan nilai p-value yang lebih kecil dari tingkat signifikansi 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa residual model regresi tidak berdistribusi normal.
hist(residuals(model),
main="Histogram Residual",
xlab="Residual",
col="lightblue")
qqnorm(residuals(model))
qqline(residuals(model), col="red")
# Plot Diagnostik
par(mfrow=c(2,2))
plot(model)
dwtest(model)
##
## Durbin-Watson test
##
## data: model
## DW = 0.10316, p-value < 2.2e-16
## alternative hypothesis: true autocorrelation is greater than 0
Berdasarkan hasil pengujian diperoleh nilai statistik Durbin-Watson sebesar 0,10316 dengan p-value < 2,2 × 10⁻¹⁶. Nilai p-value yang lebih kecil dari tingkat signifikansi 0,05 menunjukkan bahwa terdapat autokorelasi positif pada residual model regresi. Hal ini menunjukkan bahwa residual antar observasi tidak bersifat independen.
bptest(model)
##
## studentized Breusch-Pagan test
##
## data: model
## BP = 0.20889, df = 1, p-value = 0.6476
Berdasarkan hasil pengujian, nilai p-value dibandingkan dengan tingkat signifikansi 0,05. p-value lebih besar dari 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat heteroskedastisitas, sehingga variansi residual dapat dianggap konstan.
Berdasarkan hasil analisis regresi linear antara harga saham JSMR dan IHSG dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang bersifat negatif antara kedua variabel tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa perubahan pada harga saham JSMR memiliki keterkaitan dengan perubahan pada nilai IHSG.
Namun demikian, nilai koefisien determinasi sebesar 36,34% menunjukkan bahwa variabel harga saham JSMR hanya mampu menjelaskan sebagian variasi pada IHSG, sementara sebagian besar variasi IHSG dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak dimasukkan dalam model regresi.
Selain itu, hasil pengujian asumsi klasik menunjukkan adanya autokorelasi pada residual model regresi, bersifat heterokeadstisitas, dan tidak berdistribusi normal