Analisis ini menggunakan data persentase rumah tangga anak usia dini yang memiliki akses terhadap layanan sumber air minum layak (X) dan persentase anak usia dini yang pernah dirawat inap dalam setahun terakhir (variabel Y) menurut provinsi pada tahun 2023.
| Provinsi | X | Y |
|---|---|---|
| Aceh | 89.27 | 3.34 |
| Sumatera Utara | 91.11 | 2.74 |
| Sumatera Barat | 83.73 | 3.52 |
| Riau | 90.25 | 3.43 |
| Jambi | 78.70 | 3.06 |
| Sumatera Selatan | 86.23 | 2.01 |
| Bengkulu | 72.83 | 4.23 |
| Lampung | 82.05 | 3.50 |
| Kep. Bangka Belitung | 79.24 | 4.13 |
| Kepulauan Riau | 91.56 | 4.94 |
| DKI Jakarta | 99.59 | 5.52 |
| Jawa Barat | 93.80 | 4.08 |
| Jawa Tengah | 93.57 | 5.79 |
| DI Yogyakarta | 96.07 | 8.87 |
| Jawa Timur | 96.23 | 5.66 |
| Banten | 92.76 | 3.55 |
| Bali | 97.99 | 4.56 |
| Nusa Tenggara Barat | 96.47 | 5.24 |
| Nusa Tenggara Timur | 87.17 | 3.03 |
| Kalimantan Barat | 81.04 | 2.97 |
| Kalimantan Tengah | 76.91 | 2.38 |
| Kalimantan Selatan | 75.47 | 4.25 |
| Kalimantan Timur | 86.49 | 5.88 |
| Kalimantan Utara | 90.48 | 7.19 |
| Sulawesi Utara | 94.11 | 4.57 |
| Sulawesi Tengah | 85.98 | 5.16 |
| Sulawesi Selatan | 92.54 | 4.91 |
| Sulawesi Tenggara | 95.52 | 2.69 |
| Gorontalo | 95.38 | 5.31 |
| Sulawesi Barat | 79.39 | 3.34 |
| Maluku | 92.44 | 1.88 |
| Maluku Utara | 87.63 | 2.31 |
| Papua Barat | 81.80 | 3.39 |
| Papua | 68.35 | 2.09 |
## Provinsi X Y
## Length:34 Min. :68.35 Min. :1.880
## Class :character 1st Qu.:81.86 1st Qu.:3.038
## Mode :character Median :89.76 Median :3.815
## Mean :87.71 Mean :4.104
## 3rd Qu.:93.74 3rd Qu.:5.105
## Max. :99.59 Max. :8.870
Rata-rata akses air rumah tangga adalah 87.7102941 %
Rata-rata rawat inap anak usia dini adalah 4.1035294 %
Analisis ini akan memberikan pemahaman tentang bagaimana akses terhadap air minum layak dapat berkontribusi terhadap kesehatan anak. Analisis ini diharapkan dapat memberikan informasi berharga bagi pembuat kebijakan dalam merancang program-program yang lebih efektif untuk meningkatkan akses air bersih.
Bentuk Umum persamaan regresi linear sederhana: \[ y=\beta_0 + \beta_1 X + \epsilon \]
##
## Call:
## lm(formula = Y ~ X, data = data)
##
## Residuals:
## Min 1Q Median 3Q Max
## -2.6359 -0.8667 -0.1541 0.7082 4.0376
##
## Coefficients:
## Estimate Std. Error t value Pr(>|t|)
## (Intercept) -3.54429 2.74106 -1.293 0.20526
## X 0.08719 0.03113 2.801 0.00857 **
## ---
## Signif. codes: 0 '***' 0.001 '**' 0.01 '*' 0.05 '.' 0.1 ' ' 1
##
## Residual standard error: 1.403 on 32 degrees of freedom
## Multiple R-squared: 0.1969, Adjusted R-squared: 0.1718
## F-statistic: 7.845 on 1 and 32 DF, p-value: 0.008573
\[ Y = -3.544 + 0.087 X \]
• Hipotesis
\[ H_0 : \text{Hubungan antara variabel } X \text{ dan } Y \text{ bersifat linear} \]
\[
H_1 : \text{Hubungan antara variabel } X \text{ dan } Y \text{ tidak
bersifat linear}
\]
• Keputusan dan Kesimpulan :
Secara visual Data tersebut memenuhi asumsi linearitas positif lemah dimana menunjukkan plot data mengikuti garis linearnamun sedikit menyebar.
• Hipotesis :
\[ H_0 : \text{Residual berdistribusi normal} \]
\[ H_1 : \text{Residual tidak berdistribusi normal} \] • Taraf Signifikansi: (𝛼 = 5%)
• Statistik Uji:
##
## Exact one-sample Kolmogorov-Smirnov test
##
## data: error
## D = 0.09922, p-value = 0.8587
## alternative hypothesis: two-sided
• Daerah Kritis \[ p\text{-value} < \alpha, \text{H0 ditolak} \] • Keputusan :
Karena sig (0.8587) > 0,05, maka H₀ diterima, sehingga dapat disimpulkan bahwa residual berdistribusi normal.
Secara visual,terlihat bahwa titik-titik residual cukup mengikuti garis diagonal sehingga dapat disimpulkan bahwa berdistribusi normal
Asumsi Homokedastisitas terpenuhi secara visual karena nilai menyebar secara acak dan tidak cenderung berkumpul di satu daerah.
• Hipotesis
\[ H_0 : \text{Varian residual homogen (homoskedastisitas)} \]
\[ H_1 : \text{Varian residual tidak homogen (heteroskedastisitas)} \]
• Taraf Signifikansi: (𝛼 = 5%)
• Statistik Uji
##
## Call:
## lm(formula = abs(res) ~ X, data = data)
##
## Residuals:
## Min 1Q Median 3Q Max
## -1.0931 -0.6888 -0.1835 0.5287 2.8062
##
## Coefficients:
## Estimate Std. Error t value Pr(>|t|)
## (Intercept) -1.06127 1.74871 -0.607 0.548
## X 0.02386 0.01986 1.202 0.238
##
## Residual standard error: 0.8951 on 32 degrees of freedom
## Multiple R-squared: 0.04317, Adjusted R-squared: 0.01327
## F-statistic: 1.444 on 1 and 32 DF, p-value: 0.2383
• Daerah Kritis \[ p\text{-value} < \alpha, \text{H0 ditolak} \] • Keputusan dan Kesimpulan
Karena sig(0,238) > 𝛼(5%), sehingga dapat disimpulkan bahwa varian residual homogen atau asumsi homoskedastisitas terpenuhi
• Hipotesis
\[ H_0 : \text{Tidak terdapat autokorelasi pada residual} \]
\[ H_1 : \text{Terdapat autokorelasi pada residual} \] • Taraf Signifikansi: (𝛼 = 5%)
• Statistik Uji:
##
## Durbin-Watson test
##
## data: model
## DW = 1.4242, p-value = 0.03342
## alternative hypothesis: true autocorrelation is greater than 0
• Daerah Kritis
\[ 0 < DW < d_L \quad : \text{Tolak } H_0,\ \text{terdapat autokorelasi positif} \]
\[ d_L < DW < d_U \quad : \text{Daerah ragu-ragu} \]
\[ d_U < DW < 4 - d_U \quad : \text{Terima } H_0,\ \text{tidak terdapat autokorelasi} \]
\[ 4 - d_U < DW < 4 - d_L \quad : \text{Daerah ragu-ragu} \]
\[ 4 - d_L < DW < 4 \quad : \text{Tolak } H_0,\ \text{terdapat autokorelasi negatif} \]
• Keputusan dan kesimpulan
𝐻0 diterima karena DW(1.424) berada diantara dL(1.3929) dan dU(1.5136), Sehingga dapat disimpulkan asumsi nonautokorelasi dikatakan ragu-ragu atau terjadi korelasi namun tidak kuat
• Hipotesis \[ H_0 : \beta_1 = 0 \ \text{(Model regresi tidak signifikan atau variabel X tidak berpengaruh terhadap Y.)} \] \[ H_1 : \beta_1 \neq 0 \ \text{(Model regresi signifikan atau variabel X berpengaruh terhadap Y.)} \]
• Statistik Uji
## value
## 0.008573184
• Daerah Kritis:
\[ H_0 \text{ ditolak jika } F > F_{\alpha, k, n-k-1} \text{ atau } p\text{-value} < \alpha \]
• Keputusan dan Kesimpulan
Karena nilai signifikansi diperoleh sebesar
\[ p\text{-value} = 0.00857 < \alpha = 0.05 \]
Maka \(H_0\) ditolak. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa model regresi signifikan dan dapat digunakan untuk memprediksi variabel \(Y\).
• Hipotesis
\[ H_0 : \beta_j = 0 \ \text{(Model regresi tidak signifikan atau variabel $X$ tidak berpengaruh terhadap $Y$.) } \]
\[ H_1 : \beta_j \neq 0 \ \text{(Variabel $X$ berpengaruh terhadap $Y$.)} \] • Taraf Signifikansi (𝛼 = 5%)
• Statistik Uji
## Estimate Std. Error t value Pr(>|t|)
## (Intercept) -3.54428512 2.74106222 -1.293033 0.205257116
## X 0.08719404 0.03113066 2.800905 0.008573184
• Daerah Kritis
\[ H_0 \text{ ditolak jika } |t| > t_{\alpha/2,\,n-2} \] \[ p\text{-value} < \alpha \] • Keputusan dan Kesimpulan
\[ p\text{-value} = 0.009 < \alpha = 0.05 \] \[ |t| = |2.801| > t_{0.025,53} = 2.03693 \]
Sehingga \(H_0\) ditolak. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa koefisien parameter signifikan berpengaruh dalam model regresi.
##
## Call:
## lm(formula = Y ~ X, data = data)
##
## Residuals:
## Min 1Q Median 3Q Max
## -2.6359 -0.8667 -0.1541 0.7082 4.0376
##
## Coefficients:
## Estimate Std. Error t value Pr(>|t|)
## (Intercept) -3.54429 2.74106 -1.293 0.20526
## X 0.08719 0.03113 2.801 0.00857 **
## ---
## Signif. codes: 0 '***' 0.001 '**' 0.01 '*' 0.05 '.' 0.1 ' ' 1
##
## Residual standard error: 1.403 on 32 degrees of freedom
## Multiple R-squared: 0.1969, Adjusted R-squared: 0.1718
## F-statistic: 7.845 on 1 and 32 DF, p-value: 0.008573
nilai R-squarenya:
## [1] 0.1968894
Berarti bahwa hanya sebesar 19,7% variabilitas variabel Presentase Anak usia dini rawat inap mampu dijelaskan oleh model , namun sisanya sebesar 80,3% dijelaskan oleh factor lain di luar model.
Berdasarkan hasil analisis regresi linear sederhana antara persentase akses air minum layak (X) dan persentase anak usia dini yang pernah dirawat inap (Y) di Indonesia tahun 2023 diperoleh model:
\[ Y = -3.544 + 0.087 X \]
Hasil uji asumsi menunjukkan bahwa residual berdistribusi normal dan bersifat homoskedastis, sedangkan uji Durbin–Watson berada pada daerah ragu-ragu sehingga tidak dapat disimpulkan secara pasti adanya autokorelasi dan perlu uji lebih lanjut.
Berdasarkan uji F dan uji t, model regresi dan koefisien variabel X signifikan pada taraf 5%. Hal ini menunjukkan bahwa akses air minum layak berpengaruh signifikan terhadap persentase anak usia dini yang pernah dirawat inap.
Namun nilai koefisien determinasi menunjukkan bahwa model hanya mampu menjelaskan sekitar 19,7% variasi Y, sehingga sebagian besar variasi dipengaruhi oleh faktor lain di luar model.