# Data set
kota <- c("Jakarta","Bandung","Surabaya","Medan","Padang","Palembang",
"Denpasar","Mataram","Makassar","Manado","Balikpapan","Pontianak")
pulau <- c("Jawa","Jawa","Jawa","Sumatera","Sumatera","Sumatera",
"Bali","Nusa Tenggara","Sulawesi","Sulawesi","Kalimantan","Kalimantan")
curah_hujan <- c(320,280,150,290,410,260,200,120,240,350,300,330)
hari_hujan <- c(18,20,10,19,23,17,14,9,16,21,18,20)
data_hujan <- data.frame(kota,pulau,curah_hujan,hari_hujan)
data_hujan
## kota pulau curah_hujan hari_hujan
## 1 Jakarta Jawa 320 18
## 2 Bandung Jawa 280 20
## 3 Surabaya Jawa 150 10
## 4 Medan Sumatera 290 19
## 5 Padang Sumatera 410 23
## 6 Palembang Sumatera 260 17
## 7 Denpasar Bali 200 14
## 8 Mataram Nusa Tenggara 120 9
## 9 Makassar Sulawesi 240 16
## 10 Manado Sulawesi 350 21
## 11 Balikpapan Kalimantan 300 18
## 12 Pontianak Kalimantan 330 20
table_pulau <- table(data_hujan$pulau)
persen <- round(table_pulau/sum(table_pulau)*100,1)
label <- paste(names(table_pulau), persen, "%")
pie(table_pulau,
labels = label,
col = c("skyblue","orange","green","pink","purple","yellow"),
main = "Distribusi Kota Berdasarkan Pulau")
Interpretasi:
Pie chart menunjukkan distribusi kota berdasarkan pulau di
Indonesia.
Pulau Jawa dan Sumatera memiliki jumlah kota yang lebih banyak
dibandingkan pulau lainnya.
barplot(data_hujan$curah_hujan,
names.arg=data_hujan$kota,
col="skyblue",
main="Curah Hujan di Beberapa Kota",
ylab="Curah Hujan (mm)")
Interpretasi:
Bar chart menunjukkan perbandingan curah hujan antar kota.
Kota Padang dan Manado memiliki curah hujan yang relatif lebih tinggi
dibandingkan kota lainnya.
hist(data_hujan$curah_hujan,
col="lightgreen",
main="Histogram Curah Hujan",
xlab="Curah Hujan (mm)")
Interpretasi:
Histogram menunjukkan distribusi data curah hujan pada beberapa kota di
Indonesia.
Sebagian besar kota memiliki curah hujan pada kisaran 200–350 mm.
plot(density(data_hujan$curah_hujan),
main="Density Plot Curah Hujan")
Interpretasi:
Density plot menunjukkan pola distribusi curah hujan secara lebih halus
sehingga dapat terlihat kecenderungan penyebaran data.
boxplot(curah_hujan ~ pulau,
data=data_hujan,
col="orange",
main="Perbandingan Curah Hujan Antar Pulau")
Interpretasi:
Boxplot menunjukkan perbandingan distribusi curah hujan antar
pulau.
Beberapa pulau memiliki variasi curah hujan yang lebih tinggi
dibandingkan pulau lainnya.
# Fungsi untuk mencari modus
modus <- function(x){
uniq <- unique(x)
uniq[which.max(tabulate(match(x, uniq)))]
}
# Mean
mean(data_hujan$curah_hujan)
## [1] 270.8333
# Median
median(data_hujan$curah_hujan)
## [1] 285
# Modus
modus(data_hujan$curah_hujan)
## [1] 320
# Kuartil
quantile(data_hujan$curah_hujan)
## 0% 25% 50% 75% 100%
## 120.0 230.0 285.0 322.5 410.0
# Q1
quantile(data_hujan$curah_hujan,0.25)
## 25%
## 230
# Q3
quantile(data_hujan$curah_hujan,0.75)
## 75%
## 322.5
# Range
range(data_hujan$curah_hujan)
## [1] 120 410
# Varians
var(data_hujan$curah_hujan)
## [1] 6935.606
# Standar Deviasi
sd(data_hujan$curah_hujan)
## [1] 83.28029
Berdasarkan analisis data curah hujan pada beberapa kota di Indonesia, dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan tingkat curah hujan di setiap kota. Kota Padang dan Manado menunjukkan curah hujan yang relatif lebih tinggi dibandingkan kota lainnya. Selain itu, distribusi data menunjukkan bahwa sebagian besar kota memiliki curah hujan pada kisaran menengah.