Industri penerbangan merupakan salah satu sektor transportasi yang memiliki peran penting dalam mendukung mobilitas manusia dan aktivitas ekonomi. Maskapai penerbangan harus mampu mengelola biaya operasional secara efisien agar dapat mempertahankan daya saing dan keberlanjutan operasionalnya. Biaya operasional maskapai dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti tingkat produksi layanan penerbangan, harga bahan bakar, serta tingkat pemanfaatan kapasitas pesawat.
Salah satu komponen biaya terbesar dalam operasional maskapai adalah biaya bahan bakar. Fluktuasi harga bahan bakar dapat memberikan dampak signifikan terhadap total biaya operasional. Selain itu, jumlah output penerbangan yang diukur melalui Revenue Passenger Miles (RPM) juga memengaruhi biaya karena semakin besar output layanan, semakin besar pula sumber daya yang dibutuhkan. Faktor lain yang juga berperan adalah load factor, yaitu tingkat pemanfaatan kapasitas kursi pesawat oleh penumpang.
Dalam penelitian ini digunakan data panel yang menggabungkan dimensi cross-section dan time-series, yaitu data beberapa maskapai penerbangan selama periode waktu tertentu. Data panel memungkinkan peneliti untuk menangkap perbedaan karakteristik antar maskapai serta perubahan yang terjadi dari waktu ke waktu. Dengan menggunakan pendekatan regresi data panel, hubungan antara variabel output penerbangan, harga bahan bakar, dan load factor terhadap total biaya operasional dapat dianalisis secara lebih komprehensif.
Berdasarkan latar belakang tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi total biaya operasional maskapai penerbangan menggunakan pendekatan model regresi data panel.
Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah:
Bagaimana pengaruh output penerbangan (Q) terhadap total biaya operasional maskapai penerbangan?
Bagaimana pengaruh harga bahan bakar (PF) terhadap total biaya operasional maskapai penerbangan?
Bagaimana pengaruh load factor (LF) terhadap total biaya operasional maskapai penerbangan?
Model regresi data panel manakah yang paling sesuai untuk menganalisis hubungan antara variabel-variabel tersebut?
Tujuan dari penelitian ini adalah:
Menganalisis pengaruh output penerbangan (Q) terhadap total biaya operasional maskapai penerbangan.
Menganalisis pengaruh harga bahan bakar (PF) terhadap total biaya operasional maskapai penerbangan.
Menganalisis pengaruh load factor (LF) terhadap total biaya operasional maskapai penerbangan.
Menentukan model regresi data panel yang paling tepat dalam menjelaskan hubungan antara variabel-variabel penelitian.
Penelitian ini diharapkan dapat memberikan beberapa manfaat sebagai berikut:
Manfaat akademis Penelitian ini dapat menjadi referensi bagi pengembangan ilmu pengetahuan, khususnya dalam bidang ekonometrika dan analisis data panel yang berkaitan dengan industri penerbangan.
Manfaat praktis Hasil penelitian ini dapat memberikan informasi bagi pihak manajemen maskapai dalam memahami faktor-faktor yang memengaruhi biaya operasional sehingga dapat membantu dalam pengambilan keputusan yang lebih efisien.
Manfaat bagi peneliti selanjutnya Penelitian ini dapat menjadi bahan rujukan bagi penelitian selanjutnya yang ingin mengkaji faktor-faktor yang memengaruhi biaya operasional dalam sektor transportasi udara atau sektor lainnya.
Data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan dataset yang diambil dari NYU Stern School of Business, Econometric Analysis, 5th Edition. Panel dataset yang terdiri atas data cross-sectional, yang mengandung data biaya operasional maskapai Amerika Serikat selama 15 tahun dari tahun 1970 sampai dengan tahun 1984.
Pada dataset ini terdapat total 90 observasi 6 maskapai yang berbeda. Data ini merupakan bagian dari kumpulan data yang lebih besar yang diberikan kepada penulis oleh Profesor Moshe Kim. Data ini awalnya disusun oleh Christensen Associates dari Madison, Wisconsin..
df <- read_csv("PanelData.csv", show_col_types = FALSE)
#(character -> factor; numeric via parse)
df <- df %>%
mutate(
I = as.factor(I),
T = as.integer(T)
)
# panel data
pdata <- pdata.frame(df, index = c("I", "T"))
str(df)## tibble [90 × 6] (S3: tbl_df/tbl/data.frame)
## $ I : Factor w/ 6 levels "1","2","3","4",..: 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 ...
## $ T : int [1:90] 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 ...
## $ C : num [1:90] 1140640 1215690 1309570 1511530 1676730 ...
## $ Q : num [1:90] 0.953 0.987 1.092 1.176 1.16 ...
## $ PF: num [1:90] 106650 110307 110574 121974 196606 ...
## $ LF: num [1:90] 0.534 0.532 0.548 0.541 0.591 ...
Dataset ini terdiri dari 90 observasi dan 6 variabel, yaitu:
Dalam penelitian ini ditetapkan:
Unit individu (cross-section): maskapai penerbangan Waktu (time-series): tahun
Model regresi yang akan diestimasi adalah: \[ C_{it} = \alpha_i + \beta_1 Q_{it} + \beta_2 PF_{it} + \beta_3 LF_{it} + u_{it} \] di mana:
Metode analisis yang digunakan adalah regresi linear berganda dengan pendekatan Ordinary Least Squares (OLS).
Tahapan analisis yang dilakukan adalah:
Persiapan Data:
Statistika Deskriptif & Eksplorasi
Estimasi Kandidat Model Panel Estimasi tiga kandidat:
Pemilihan Model Panel:
Estimasi Model Terpilih
Uji Diagnostik pada Model FE
Dilakukan pengujian pada residual FE untuk memastikan validitas inferensi:
Jika terdeteksi heteroskedastisitas dan autokorelasi, maka standard error biasa tidak reliabel.
Koreksi Standard Error: Driscoll–Kraay. Karena terdapat heteroskedastisitas dan autokorelasi, inferensi dilakukan menggunakan Driscoll–Kraay standard errors (robust). Catatan: koefisien FE tetap sama, yang berubah adalah standard error sehingga t-stat dan p-value lebih valid.
## I T C Q PF
## 1:15 Min. : 1 Min. : 68978 Min. :0.03768 Min. : 103795
## 2:15 1st Qu.: 4 1st Qu.: 292046 1st Qu.:0.14213 1st Qu.: 129848
## 3:15 Median : 8 Median : 637001 Median :0.30503 Median : 357434
## 4:15 Mean : 8 Mean :1122524 Mean :0.54499 Mean : 471683
## 5:15 3rd Qu.:12 3rd Qu.:1345968 3rd Qu.:0.94528 3rd Qu.: 849840
## 6:15 Max. :15 Max. :4748320 Max. :1.93646 Max. :1015610
## LF
## Min. :0.4321
## 1st Qu.:0.5288
## Median :0.5661
## Mean :0.5605
## 3rd Qu.:0.5947
## Max. :0.6763
## I T C Q PF LF
## 0 0 0 0 0 0
## I T C Q PF LF
## 0 0 0 0 0 0
## [1] 0
## [1] 0
df_long <- df %>%
select(C, Q, PF, LF, T) %>%
pivot_longer(cols = -C, names_to = "X", values_to = "value")
ggplot(df_long, aes(x = value, y = C)) +
geom_point(alpha = 0.7) +
facet_wrap(~ X, scales = "free_x") +
labs(
title = "Scatter plot C terhadap setiap variabel numerik",
x = "Nilai variabel Numerik",
y = "C"
) + theme(plot.title = element_text(hjust = 0.5, margin = margin(b = 5)))df_long <- df %>%
select(C, Q, PF, LF, T) %>%
pivot_longer(cols = -LF, names_to = "X", values_to = "value")
ggplot(df_long, aes(x = value, y = LF)) +
geom_point(alpha = 0.7) +
facet_wrap(~ X, scales = "free_x") +
labs(
title = "Scatter plot LF terhadap setiap variabel numerik",
x = "Nilai variabel Numerik",
y = "LF"
) + theme(plot.title = element_text(hjust = 0.5, margin = margin(b = 5)))df_long <- df %>%
select(C, Q, PF, LF, T) %>%
pivot_longer(cols = -PF, names_to = "X", values_to = "value")
ggplot(df_long, aes(x = value, y = PF)) +
geom_point(alpha = 0.7) +
facet_wrap(~ X, scales = "free_x") +
labs(
title = "Scatter plot LF terhadap setiap variabel numerik",
x = "Nilai variabel Numerik",
y = "PF"
) + theme(plot.title = element_text(hjust = 0.5, margin = margin(b = 5)))df_long <- df %>%
select(C, Q, PF, LF, T) %>%
pivot_longer(cols = -Q, names_to = "X", values_to = "value")
ggplot(df_long, aes(x = value, y = Q)) +
geom_point(alpha = 0.7) +
facet_wrap(~ X, scales = "free_x") +
labs(
title = "Scatter plot Q terhadap setiap variabel numerik",
x = "Nilai variabel Numerik",
y = "Q"
) + theme(plot.title = element_text(hjust = 0.5, margin = margin(b = 5)))df_long <- df %>%
select(C, Q, PF, LF, T) %>%
pivot_longer(cols = -T, names_to = "X", values_to = "value")
ggplot(df_long, aes(x = value, y = T)) +
geom_point(alpha = 0.7) +
facet_wrap(~ X, scales = "free_x") +
labs(
title = "Scatter plot T terhadap setiap variabel numerik",
x = "Nilai variabel Numerik",
y = "T"
) + theme(plot.title = element_text(hjust = 0.5, margin = margin(b = 5)))# ============================================================
# A) MODEL LEVEL
# C = f(Q, PF, LF)
# ============================================================
form_level <- C ~ Q + PF + LF
m_pool_lvl <- plm(form_level, data = pdata, model = "pooling")
m_fe_lvl <- plm(form_level, data = pdata, model = "within", effect = "individual")
m_re_lvl <- plm(form_level, data = pdata, model = "random", effect = "individual")
summary(m_pool_lvl)## Pooling Model
##
## Call:
## plm(formula = form_level, data = pdata, model = "pooling")
##
## Balanced Panel: n = 6, T = 15, N = 90
##
## Residuals:
## Min. 1st Qu. Median 3rd Qu. Max.
## -520654 -250270 37333 208690 849700
##
## Coefficients:
## Estimate Std. Error t-value Pr(>|t|)
## (Intercept) 1.1586e+06 3.6059e+05 3.2129 0.00185 **
## Q 2.0261e+06 6.1807e+04 32.7813 < 2.2e-16 ***
## PF 1.2253e+00 1.0372e-01 11.8138 < 2.2e-16 ***
## LF -3.0658e+06 6.9633e+05 -4.4027 3.058e-05 ***
## ---
## Signif. codes: 0 '***' 0.001 '**' 0.01 '*' 0.05 '.' 0.1 ' ' 1
##
## Total Sum of Squares: 1.2647e+14
## Residual Sum of Squares: 6.8177e+12
## R-Squared: 0.94609
## Adj. R-Squared: 0.94421
## F-statistic: 503.118 on 3 and 86 DF, p-value: < 2.22e-16
## Oneway (individual) effect Within Model
##
## Call:
## plm(formula = form_level, data = pdata, effect = "individual",
## model = "within")
##
## Balanced Panel: n = 6, T = 15, N = 90
##
## Residuals:
## Min. 1st Qu. Median Mean 3rd Qu. Max.
## -551783 -159259 1796 0 137226 499296
##
## Coefficients:
## Estimate Std. Error t-value Pr(>|t|)
## Q 3.3190e+06 1.7135e+05 19.3694 < 2.2e-16 ***
## PF 7.7307e-01 9.7319e-02 7.9437 9.698e-12 ***
## LF -3.7974e+06 6.1377e+05 -6.1869 2.375e-08 ***
## ---
## Signif. codes: 0 '***' 0.001 '**' 0.01 '*' 0.05 '.' 0.1 ' ' 1
##
## Total Sum of Squares: 5.0776e+13
## Residual Sum of Squares: 3.5865e+12
## R-Squared: 0.92937
## Adj. R-Squared: 0.92239
## F-statistic: 355.254 on 3 and 81 DF, p-value: < 2.22e-16
## Oneway (individual) effect Random Effect Model
## (Swamy-Arora's transformation)
##
## Call:
## plm(formula = form_level, data = pdata, effect = "individual",
## model = "random")
##
## Balanced Panel: n = 6, T = 15, N = 90
##
## Effects:
## var std.dev share
## idiosyncratic 4.428e+10 2.104e+05 0.793
## individual 1.154e+10 1.074e+05 0.207
## theta: 0.5486
##
## Residuals:
## Min. 1st Qu. Median 3rd Qu. Max.
## -535726 -238494 49890 207491 722934
##
## Coefficients:
## Estimate Std. Error z-value Pr(>|z|)
## (Intercept) 1.0743e+06 3.7747e+05 2.8461 0.004427 **
## Q 2.2886e+06 1.0949e+05 20.9015 < 2.2e-16 ***
## PF 1.1236e+00 1.0344e-01 10.8622 < 2.2e-16 ***
## LF -3.0850e+06 7.2568e+05 -4.2512 2.126e-05 ***
## ---
## Signif. codes: 0 '***' 0.001 '**' 0.01 '*' 0.05 '.' 0.1 ' ' 1
##
## Total Sum of Squares: 6.6198e+13
## Residual Sum of Squares: 5.8721e+12
## R-Squared: 0.91129
## Adj. R-Squared: 0.9082
## Chisq: 883.501 on 3 DF, p-value: < 2.22e-16
## === LEVEL: Chow (Pool vs FE) ===
##
## F test for individual effects
##
## data: form_level
## F = 14.595, df1 = 5, df2 = 81, p-value = 3.467e-10
## alternative hypothesis: significant effects
## === LEVEL: LM (Pool vs RE) ===
##
## Lagrange Multiplier Test - (Breusch-Pagan)
##
## data: form_level
## chisq = 0.61309, df = 1, p-value = 0.4336
## alternative hypothesis: significant effects
## === LEVEL: Hausman (FE vs RE) ===
##
## Hausman Test
##
## data: form_level
## chisq = 60.87, df = 3, p-value = 3.832e-13
## alternative hypothesis: one model is inconsistent
##
## Breusch-Godfrey/Wooldridge test for serial correlation in panel models
##
## data: form_level
## chisq = 52.863, df = 15, p-value = 4.064e-06
## alternative hypothesis: serial correlation in idiosyncratic errors
##
## studentized Breusch-Pagan test
##
## data: m_fe_lvl
## BP = 24.082, df = 3, p-value = 2.401e-05
##
## t test of coefficients:
##
## Estimate Std. Error t value Pr(>|t|)
## Q 3.3190e+06 3.7172e+05 8.9289 1.098e-13 ***
## PF 7.7307e-01 1.2296e-01 6.2874 1.540e-08 ***
## LF -3.7974e+06 7.1983e+05 -5.2753 1.081e-06 ***
## ---
## Signif. codes: 0 '***' 0.001 '**' 0.01 '*' 0.05 '.' 0.1 ' ' 1
## Pooling Model
##
## Call:
## plm(formula = form_level, data = pdata, model = "pooling")
##
## Balanced Panel: n = 6, T = 15, N = 90
##
## Residuals:
## Min. 1st Qu. Median 3rd Qu. Max.
## -520654 -250270 37333 208690 849700
##
## Coefficients:
## Estimate Std. Error t-value Pr(>|t|)
## (Intercept) 1.1586e+06 3.6059e+05 3.2129 0.00185 **
## Q 2.0261e+06 6.1807e+04 32.7813 < 2.2e-16 ***
## PF 1.2253e+00 1.0372e-01 11.8138 < 2.2e-16 ***
## LF -3.0658e+06 6.9633e+05 -4.4027 3.058e-05 ***
## ---
## Signif. codes: 0 '***' 0.001 '**' 0.01 '*' 0.05 '.' 0.1 ' ' 1
##
## Total Sum of Squares: 1.2647e+14
## Residual Sum of Squares: 6.8177e+12
## R-Squared: 0.94609
## Adj. R-Squared: 0.94421
## F-statistic: 503.118 on 3 and 86 DF, p-value: < 2.22e-16
## Oneway (individual) effect Within Model
##
## Call:
## plm(formula = form_level, data = pdata, effect = "individual",
## model = "within")
##
## Balanced Panel: n = 6, T = 15, N = 90
##
## Residuals:
## Min. 1st Qu. Median Mean 3rd Qu. Max.
## -551783 -159259 1796 0 137226 499296
##
## Coefficients:
## Estimate Std. Error t-value Pr(>|t|)
## Q 3.3190e+06 1.7135e+05 19.3694 < 2.2e-16 ***
## PF 7.7307e-01 9.7319e-02 7.9437 9.698e-12 ***
## LF -3.7974e+06 6.1377e+05 -6.1869 2.375e-08 ***
## ---
## Signif. codes: 0 '***' 0.001 '**' 0.01 '*' 0.05 '.' 0.1 ' ' 1
##
## Total Sum of Squares: 5.0776e+13
## Residual Sum of Squares: 3.5865e+12
## R-Squared: 0.92937
## Adj. R-Squared: 0.92239
## F-statistic: 355.254 on 3 and 81 DF, p-value: < 2.22e-16
## Oneway (individual) effect Random Effect Model
## (Swamy-Arora's transformation)
##
## Call:
## plm(formula = form_level, data = pdata, effect = "individual",
## model = "random")
##
## Balanced Panel: n = 6, T = 15, N = 90
##
## Effects:
## var std.dev share
## idiosyncratic 4.428e+10 2.104e+05 0.793
## individual 1.154e+10 1.074e+05 0.207
## theta: 0.5486
##
## Residuals:
## Min. 1st Qu. Median 3rd Qu. Max.
## -535726 -238494 49890 207491 722934
##
## Coefficients:
## Estimate Std. Error z-value Pr(>|z|)
## (Intercept) 1.0743e+06 3.7747e+05 2.8461 0.004427 **
## Q 2.2886e+06 1.0949e+05 20.9015 < 2.2e-16 ***
## PF 1.1236e+00 1.0344e-01 10.8622 < 2.2e-16 ***
## LF -3.0850e+06 7.2568e+05 -4.2512 2.126e-05 ***
## ---
## Signif. codes: 0 '***' 0.001 '**' 0.01 '*' 0.05 '.' 0.1 ' ' 1
##
## Total Sum of Squares: 6.6198e+13
## Residual Sum of Squares: 5.8721e+12
## R-Squared: 0.91129
## Adj. R-Squared: 0.9082
## Chisq: 883.501 on 3 DF, p-value: < 2.22e-16
## === LEVEL: Chow (Pool vs FE) ===
##
## F test for individual effects
##
## data: form_level
## F = 14.595, df1 = 5, df2 = 81, p-value = 3.467e-10
## alternative hypothesis: significant effects
## === LEVEL: LM (Pool vs RE) ===
##
## Lagrange Multiplier Test - (Breusch-Pagan)
##
## data: form_level
## chisq = 0.61309, df = 1, p-value = 0.4336
## alternative hypothesis: significant effects
## === LEVEL: Hausman (FE vs RE) ===
##
## Hausman Test
##
## data: form_level
## chisq = 60.87, df = 3, p-value = 3.832e-13
## alternative hypothesis: one model is inconsistent
Interpretasi Uji Pemilihan Model
Berdasarkan hasil pengujian pemilihan model panel, diperoleh hasil sebagai berikut.
Uji Chow (Pool vs Fixed Effects) Hasil uji Chow menunjukkan nilai p-value sebesar \(3.467\times10^{-10}\), yang lebih kecil dari tingkat signifikansi α = 0,05. Oleh karena itu, H₀ ditolak, sehingga model Fixed Effects (FE) lebih tepat digunakan dibandingkan dengan model Pooled OLS (Common Effect). Hal ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan karakteristik individual antar maskapai yang berpengaruh terhadap model.
Uji Lagrange Multiplier (Pool vs Random Effects) Hasil uji Lagrange Multiplier (Breusch–Pagan) menghasilkan p-value sebesar 0,4336, yang lebih besar dari α = 0,05. Dengan demikian H₀ tidak ditolak, sehingga model Pooled OLS lebih sesuai dibandingkan dengan model Random Effects (RE).
Uji Hausman (Fixed Effects vs Random Effects) Hasil uji Hausman menunjukkan p-value sebesar \(3.832\times10^{-13}\), yang lebih kecil dari α = 0,05. Oleh karena itu H₀ ditolak, sehingga model Fixed Effects (FE) lebih tepat digunakan dibandingkan dengan model Random Effects (RE).
Kesimpulan Pemilihan Model Berdasarkan hasil ketiga pengujian tersebut, model yang paling sesuai digunakan dalam penelitian ini adalah model Fixed Effects (FE), karena mampu menangkap perbedaan karakteristik antar individu (maskapai) yang tidak dapat diamati secara langsung dalam model.
##
## Breusch-Godfrey/Wooldridge test for serial correlation in panel models
##
## data: form_level
## chisq = 52.863, df = 15, p-value = 4.064e-06
## alternative hypothesis: serial correlation in idiosyncratic errors
Interpretasi Uji Autokorelasi
Berdasarkan hasil Breusch–Godfrey/Wooldridge test for serial correlation in panel models, diperoleh nilai p-value sebesar \(4.064\times10^{-6}\), yang lebih kecil dari tingkat signifikansi 0,05. Dengan demikian, H₀ ditolak, sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat autokorelasi pada error idiosinkratik model.
##
## studentized Breusch-Pagan test
##
## data: m_fe_lvl
## BP = 24.082, df = 3, p-value = 2.401e-05
Interpretasi Uji Heteroskedastisitas
Berdasarkan hasil studentized Breusch–Pagan test, diperoleh nilai p-value sebesar \(2.401\times10^{-5}\), yang lebih kecil dari tingkat signifikansi 0,05. Dengan demikian, H₀ ditolak, sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat heteroskedastisitas pada model.
Berdasarkan hasil perhitungan VIF diperoleh:
Seluruh nilai VIF berada di bawah 10, bahkan mendekati 1, sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat masalah multikolinearitas antar variabel independen dalam model.
Berdasarkan semua uji Asumsi yang dilakukan ditemukan beberapa temuan yaitu : 1. terdapat autokorelasi pada error idiosinkratik model. 2. terdapat heteroskedastisitas pada model. 3. tidak terdapat masalah multikolinearitas antar variabel independen dalam model.
Pada model terdapat heteroskedastisitas dan autokorelasi sehingga menyebabkan standar error parameter - parameter model menjadi bias dan dapat berakibat pula pada P - Value, T - Statistik, dan F - Statistik yang tidak valid. kedua masalah tersebut diatasi dengan mengestimasi model terpilih dengan estimator yang mengoreksi standar error parameter - parameter terkait. Model regresi linear berganda yang diestimasi adalah: \[ C_{it} = \alpha_i + \beta_1 Q_{it} + \beta_2 PF_{it} + \beta_3 LF_{it} + u_{it} \] Hasil estimasi model diperoleh sebagai berikut:
## Oneway (individual) effect Within Model
##
## Note: Coefficient variance-covariance matrix supplied: V_DK
##
## Call:
## plm(formula = form_level, data = pdata, effect = "individual",
## model = "within")
##
## Balanced Panel: n = 6, T = 15, N = 90
##
## Residuals:
## Min. 1st Qu. Median Mean 3rd Qu. Max.
## -551783 -159259 1796 0 137226 499296
##
## Coefficients:
## Estimate Std. Error t-value Pr(>|t|)
## Q 3.3190e+06 3.7172e+05 8.9289 1.098e-13 ***
## PF 7.7307e-01 1.2296e-01 6.2874 1.540e-08 ***
## LF -3.7974e+06 7.1983e+05 -5.2753 1.081e-06 ***
## ---
## Signif. codes: 0 '***' 0.001 '**' 0.01 '*' 0.05 '.' 0.1 ' ' 1
##
## Total Sum of Squares: 5.0776e+13
## Residual Sum of Squares: 3.5865e+12
## R-Squared: 0.92937
## Adj. R-Squared: 0.92239
## F-statistic: 1317.27 on 3 and 14 DF, p-value: < 2.22e-16
1. Uji t (signifikansi parsial) Hasil estimasi menunjukkan bahwa seluruh variabel independen berpengaruh signifikan terhadap total biaya operasional (C).
Output penerbangan (Q)
Harga bahan bakar (PF)
Load factor (LF)
2. Uji F (signifikansi simultan)
Kesimpulan:
3. Goodness of Fit
Interpretasi:
Berdasarkan hasil estimasi, diperoleh persamaan regresi:
\[ \widehat{C_{it}}= \widehat{\alpha_{i}} + 3.3190233\times 10^{6}Q + 0.7730709PF - 3.7973676\times 10^{6}LF \] Interpretasi:
Seluruh variabel independen memiliki p-value < 0,01 sehingga signifikan pada tingkat signifikansi 5%. Hal ini menunjukkan bahwa:
Dengan demikian, masing-masing variabel secara parsial memiliki kontribusi yang signifikan terhadap total biaya operasional (C).
Berdasarkan hasil estimasi diperoleh:
Karena p-value < 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa secara simultan variabel Load Factor (LF), Fuel Price (PF), dan Output in revenue passenger miles berpengaruh signifikan terhadap Total cost (C).
Model regresi secara keseluruhan signifikan dan layak digunakan.
Nilai:
Artinya sekitar 92.93663% variasi total biaya operasional (C) dapat dijelaskan oleh ketiga variabel independen dalam model. Sisanya sebesar 7.06337% dijelaskan oleh faktor lain di luar model.
Hal ini menunjukkan bahwa model yang diestimasi memiliki kemampuan yang sangat baik dalam menjelaskan variasi total biaya operasional.
Berdasarkan hasil analisis data panel terhadap faktor-faktor yang memengaruhi total biaya operasional maskapai penerbangan, dapat diperoleh beberapa kesimpulan sebagai berikut:
Berdasarkan hasil uji pemilihan model, model yang paling sesuai digunakan dalam penelitian ini adalah Fixed Effects Model (FEM). Hal ini ditunjukkan oleh hasil uji Chow dan uji Hausman yang signifikan, sehingga model fixed effects dinilai lebih mampu menangkap perbedaan karakteristik antar maskapai.
Hasil uji asumsi menunjukkan bahwa model mengalami autokorelasi dan heteroskedastisitas, tetapi tidak mengalami multikolinearitas. Hal ini terlihat dari:
Karena terdapat autokorelasi dan heteroskedastisitas, inferensi model dilakukan menggunakan Driscoll–Kraay standard errors agar hasil pengujian statistik menjadi lebih robust dan valid.
Berdasarkan hasil estimasi model Fixed Effects dengan koreksi Driscoll–Kraay, seluruh variabel independen terbukti berpengaruh signifikan terhadap total biaya operasional maskapai (C), baik secara parsial maupun simultan.
Secara parsial, diperoleh hasil sebagai berikut:
Secara simultan, variabel Q, PF, dan LF berpengaruh signifikan terhadap total biaya operasional, yang ditunjukkan oleh F-statistic sebesar 1317,27 dengan p-value < 0,05.
Nilai R-squared sebesar 0,92937 menunjukkan bahwa sekitar 92,94% variasi total biaya operasional dapat dijelaskan oleh variabel output penerbangan, harga bahan bakar, dan load factor, sedangkan sisanya sebesar 7,06% dijelaskan oleh faktor lain di luar model. Hal ini menunjukkan bahwa model memiliki kemampuan yang sangat baik dalam menjelaskan variasi total biaya operasional maskapai.
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, maka saran yang dapat diberikan adalah sebagai berikut:
Bagi pihak manajemen maskapai, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa output penerbangan, harga bahan bakar, dan load factor merupakan faktor penting yang memengaruhi total biaya operasional. Oleh karena itu, maskapai perlu:
Bagi pengambil kebijakan di sektor transportasi udara, hasil penelitian ini dapat menjadi bahan pertimbangan dalam merumuskan kebijakan yang mendukung efisiensi operasional maskapai, khususnya yang berkaitan dengan biaya energi dan kinerja operasional penerbangan.
Bagi peneliti selanjutnya, disarankan untuk menambahkan variabel lain yang diduga memengaruhi total biaya operasional maskapai, seperti:
Penelitian selanjutnya juga disarankan untuk menggunakan periode pengamatan yang lebih panjang atau jumlah maskapai yang lebih banyak agar hasil penelitian menjadi lebih luas dan lebih representatif.
Selain itu, penelitian berikutnya dapat mempertimbangkan penggunaan pendekatan model panel lain atau pengembangan model nonlinier untuk memperoleh hasil estimasi yang lebih mendalam.