This is an R Markdown document. Markdown is a simple formatting syntax for authoring HTML, PDF, and MS Word documents. For more details on using R Markdown see http://rmarkdown.rstudio.com.
When you click the Knit button a document will be generated that includes both content as well as the output of any embedded R code chunks within the document. You can embed an R code chunk like this:
summary(cars)
## speed dist
## Min. : 4.0 Min. : 2.00
## 1st Qu.:12.0 1st Qu.: 26.00
## Median :15.0 Median : 36.00
## Mean :15.4 Mean : 42.98
## 3rd Qu.:19.0 3rd Qu.: 56.00
## Max. :25.0 Max. :120.00
You can also embed plots, for example:
Note that the echo = FALSE parameter was added to the
code chunk to prevent printing of the R code that generated the plot.
title: “Visualisasi Data Angkatan Kerja Berdasarkan Umur” author: “Putri
Renata Rosidin” date: “2026-03-08” output: html_document —
Visualisasi data merupakan salah satu cara untuk memahami pola dan
distribusi data secara lebih mudah.
Pada laporan ini dilakukan visualisasi data angkatan kerja berdasarkan
kelompok umur.
Data yang digunakan terdiri dari tiga kategori yaitu:
Angkatan kerja dihitung sebagai jumlah dari Bekerja + Pernah Bekerja.
Berikut adalah data jumlah penduduk berdasarkan status pekerjaan dan kelompok umur.
umur <- c("15-19","20-24","25-29","30-34","35-39",
"40-44","45-49","50-54","55-59","60+")
bekerja <- c(4936027,13977178,16577144,16913459,17165872,
16653869,16019919,14211997,11549858,18536941)
pernah_bekerja <- c(181379,972616,699549,455146,301281,
241624,259237,206099,152653,250649)
belum_pernah_bekerja <- c(1321177,1368395,484539,152022,112418,
73380,61591,45710,50832,71210)
data_kerja <- data.frame(
Umur = umur,
Bekerja = bekerja,
Pernah_Bekerja = pernah_bekerja,
Belum_Pernah_Bekerja = belum_pernah_bekerja
)
data_kerja
## Umur Bekerja Pernah_Bekerja Belum_Pernah_Bekerja
## 1 15-19 4936027 181379 1321177
## 2 20-24 13977178 972616 1368395
## 3 25-29 16577144 699549 484539
## 4 30-34 16913459 455146 152022
## 5 35-39 17165872 301281 112418
## 6 40-44 16653869 241624 73380
## 7 45-49 16019919 259237 61591
## 8 50-54 14211997 206099 45710
## 9 55-59 11549858 152653 50832
## 10 60+ 18536941 250649 71210
Angkatan kerja dihitung dari jumlah penduduk yang bekerja dan yang pernah bekerja.
angkatan_kerja <- bekerja + pernah_bekerja
angkatan_kerja
## [1] 5117406 14949794 17276693 17368605 17467153 16895493 16279156 14418096
## [9] 11702511 18787590
pie(angkatan_kerja,
labels = umur,
col = rainbow(length(umur)),
main = "Pie Chart Angkatan Kerja Berdasarkan Umur")
barplot(angkatan_kerja,
names.arg = umur,
col = "skyblue",
main = "Bar Chart Angkatan Kerja Berdasarkan Umur",
xlab = "Kelompok Umur",
ylab = "Jumlah Penduduk")
data_matrix <- rbind(bekerja, pernah_bekerja, belum_pernah_bekerja)
barplot(data_matrix,
beside = TRUE,
col = c("blue","green","red"),
names.arg = umur,
legend.text = c("Bekerja","Pernah Bekerja","Belum Pernah Bekerja"),
main = "Status Pekerjaan Berdasarkan Umur",
xlab = "Kelompok Umur",
ylab = "Jumlah Penduduk")
Histogram digunakan untuk melihat distribusi jumlah angkatan kerja.
hist(angkatan_kerja,
col = "orange",
main = "Histogram Angkatan Kerja",
xlab = "Jumlah Angkatan Kerja")
Density plot menunjukkan distribusi kepadatan data angkatan kerja.
plot(density(angkatan_kerja),
col = "blue",
lwd = 2,
main = "Density Plot Angkatan Kerja",
xlab = "Jumlah Angkatan Kerja")
boxplot(bekerja, pernah_bekerja, belum_pernah_bekerja,
col = c("blue","green","red"),
names = c("Bekerja","Pernah Bekerja","Belum Pernah Bekerja"),
main = "Boxplot Status Pekerjaan",
ylab = "Jumlah Penduduk")
Berdasarkan visualisasi data yang telah dibuat, dapat dilihat bahwa:
Histogram dan density plot menunjukkan distribusi jumlah angkatan kerja yang cenderung meningkat pada kelompok umur produktif.
Berdasarkan analisis visualisasi data, dapat disimpulkan bahwa: