Dataset yang digunakan pada analisis ini adalah Advertising Dataset yang berisi data pengeluaran iklan pada beberapa media serta jumlah penjualan yang dihasilkan.
Variabel yang digunakan dalam dataset ini yaitu:
## X TV radio newspaper sales
## 1 1 230.1 37.8 69.2 22.1
## 2 2 44.5 39.3 45.1 10.4
## 3 3 17.2 45.9 69.3 9.3
## 4 4 151.5 41.3 58.5 18.5
## 5 5 180.8 10.8 58.4 12.9
## 6 6 8.7 48.9 75.0 7.2
Statistik deskriptif digunakan untuk memberikan gambaran umum mengenai data yang digunakan dalam penelitian.
## X TV radio newspaper
## Min. : 1.00 Min. : 0.70 Min. : 0.000 Min. : 0.30
## 1st Qu.: 50.75 1st Qu.: 74.38 1st Qu.: 9.975 1st Qu.: 12.75
## Median :100.50 Median :149.75 Median :22.900 Median : 25.75
## Mean :100.50 Mean :147.04 Mean :23.264 Mean : 30.55
## 3rd Qu.:150.25 3rd Qu.:218.82 3rd Qu.:36.525 3rd Qu.: 45.10
## Max. :200.00 Max. :296.40 Max. :49.600 Max. :114.00
## sales
## Min. : 1.60
## 1st Qu.:10.38
## Median :12.90
## Mean :14.02
## 3rd Qu.:17.40
## Max. :27.00
Rata-rata pengeluaran iklan TV adalah 147.04
Rata-rata pengeluaran iklan Radio adalah 23.26
Rata-rata pengeluaran iklan Newspaper adalah 30.55
Rata-rata penjualan (Sales) adalah 14.02
Berdasarkan statistik deskriptif tersebut dapat diketahui gambaran umum mengenai distribusi data dari masing-masing variabel yang digunakan dalam analisis.
Model regresi linear berganda digunakan untuk mengetahui pengaruh beberapa variabel independen terhadap satu variabel dependen.
Bentuk umum model regresi linear berganda adalah sebagai berikut:
\[ Y = \beta_0 + \beta_1X_1 + \beta_2X_2 + \beta_3X_3 + \epsilon \]
Keterangan:
Estimasi parameter dilakukan menggunakan metode Ordinary Least Squares (OLS).
##
## Call:
## lm(formula = sales ~ TV + radio + newspaper, data = Advertising)
##
## Residuals:
## Min 1Q Median 3Q Max
## -8.8277 -0.8908 0.2418 1.1893 2.8292
##
## Coefficients:
## Estimate Std. Error t value Pr(>|t|)
## (Intercept) 2.938889 0.311908 9.422 <2e-16 ***
## TV 0.045765 0.001395 32.809 <2e-16 ***
## radio 0.188530 0.008611 21.893 <2e-16 ***
## newspaper -0.001037 0.005871 -0.177 0.86
## ---
## Signif. codes: 0 '***' 0.001 '**' 0.01 '*' 0.05 '.' 0.1 ' ' 1
##
## Residual standard error: 1.686 on 196 degrees of freedom
## Multiple R-squared: 0.8972, Adjusted R-squared: 0.8956
## F-statistic: 570.3 on 3 and 196 DF, p-value: < 2.2e-16
Model regresi yang diperoleh adalah:
\[ Sales = 2.9389 + 0.0458TV + 0.1885Radio + -0.001Newspaper \]
Interpretasi model:
Uji normalitas dilakukan untuk mengetahui apakah residual dari model regresi berdistribusi normal.
##
## Asymptotic one-sample Kolmogorov-Smirnov test
##
## data: error
## D = 0.13197, p-value = 0.001887
## alternative hypothesis: two-sided
Hipotesis yang digunakan:
Jika nilai p-value > 0.05 maka residual dapat dianggap berdistribusi normal.
Uji autokorelasi digunakan untuk mengetahui apakah terdapat korelasi antar residual.
##
## Durbin-Watson test
##
## data: model
## DW = 2.0836, p-value = 0.7236
## alternative hypothesis: true autocorrelation is greater than 0
Hipotesis:
Jika p-value > 0.05 maka tidak terdapat autokorelasi.
Uji multikolinearitas dilakukan untuk mengetahui apakah terdapat korelasi tinggi antar variabel independen.
## Loading required package: carData
## TV radio newspaper
## 1.004611 1.144952 1.145187
Kriteria:
Uji heteroskedastisitas digunakan untuk mengetahui apakah varians residual konstan.
##
## studentized Breusch-Pagan test
##
## data: model
## BP = 5.1329, df = 3, p-value = 0.1623
Hipotesis:
Jika p-value > 0.05 maka tidak terjadi heteroskedastisitas.
Visualisasi dilakukan untuk melihat hubungan antara variabel independen dan variabel dependen.
Scatterplot TV vs Sales
Grafik scatterplot menunjukkan hubungan antara pengeluaran iklan TV dengan penjualan produk.
Berdasarkan hasil analisis regresi linear berganda yang telah dilakukan, dapat diketahui bahwa variabel pengeluaran iklan pada media TV, Radio, dan Newspaper memiliki pengaruh terhadap variabel penjualan (Sales). Model regresi yang diperoleh dapat digunakan untuk menjelaskan hubungan antara pengeluaran iklan dengan tingkat penjualan produk.
Selain itu, berdasarkan pengujian asumsi klasik yang telah dilakukan, model regresi yang diperoleh dapat dikatakan memenuhi asumsi dasar regresi sehingga model tersebut dapat digunakan untuk analisis lebih lanjut.