Smartphone merupakan perangkat yang banyak digunakan dalam berbagai aktivitas sehari-hari. Tingginya penggunaan smartphone menyebabkan konsumsi baterai menjadi faktor penting bagi pengguna. Beberapa faktor yang memengaruhi konsumsi baterai antara lain penggunaan CPU (CPU usage) dan lamanya layar aktif (screen on time). CPU usage yang tinggi menunjukkan bahwa perangkat menjalankan proses komputasi yang lebih berat, sedangkan screen on time yang lama meningkatkan penggunaan daya karena layar merupakan salah satu komponen yang paling banyak mengonsumsi energi. Oleh karena itu, perlu dilakukan analisis untuk mengetahui pengaruh CPU usage dan screen on time terhadap penurunan baterai per jam (battery drop per hour) pada smartphone.
Apakah CPU usage berpengaruh terhadap battery drop per jam?
Apakah screen on time berpengaruh terhadap battery drop per jam?
Apakah CPU usage dan screen on time secara simultan berpengaruh terhadap battery drop per jam?
Mengetahui pengaruh CPU usage terhadap battery drop per hour.
Mengetahui pengaruh screen on time terhadap battery drop per hour.
Mengetahui pengaruh CPU usage dan screen on time secara simultan terhadap battery drop per hour.
## # A tibble: 6 × 3
## `Screen Time` `CPU Usage` `Battery Drop`
## <dbl> <dbl> <dbl>
## 1 7 56 6
## 2 9 11 13.4
## 3 7.5 39 35.1
## 4 11.5 3 6.7
## 5 5.2 4 19.1
## 6 7.9 5 9.3
Data yang digunakan merupakan sampel dari dataset “Smartphone Battery Drain and Usage Behavior” yang tersedia pada platform Kaggle. Data ini digunakan untuk menganalisis pengaruh CPU usage dan screen on time terhadap battery drop per jam pada smartphone.
## Screen Time CPU Usage Battery Drop
## Min. : 5.200 Min. : 0.00 Min. : 0.800
## 1st Qu.: 6.450 1st Qu.: 3.00 1st Qu.: 8.025
## Median : 7.800 Median : 5.00 Median :12.450
## Mean : 7.749 Mean :14.05 Mean :12.290
## 3rd Qu.: 8.900 3rd Qu.:24.50 3rd Qu.:15.825
## Max. :11.900 Max. :56.00 Max. :36.800
Rata-rata Screen On Time adalah 7,74 jam per hari
Rata-rata CPU Usage adalah 14%
Rata-rata Battery Drop adalah 12%.
Bentuk umum persamaan Regresi Berganda: \[ y = \beta_0 + \beta_1 X_1 +\beta_2 X_2 +\epsilon \]
##
## Call:
## lm(formula = `Battery Drop` ~ `Screen Time` + `CPU Usage`, data = data)
##
## Residuals:
## Min 1Q Median 3Q Max
## -13.8072 -5.0362 -0.6779 3.9493 24.3041
##
## Coefficients:
## Estimate Std. Error t value Pr(>|t|)
## (Intercept) 20.716619 5.942799 3.486 0.00128 **
## `Screen Time` -1.077243 0.725558 -1.485 0.14609
## `CPU Usage` -0.005609 0.083356 -0.067 0.94671
## ---
## Signif. codes: 0 '***' 0.001 '**' 0.01 '*' 0.05 '.' 0.1 ' ' 1
##
## Residual standard error: 7.8 on 37 degrees of freedom
## Multiple R-squared: 0.05624, Adjusted R-squared: 0.005228
## F-statistic: 1.102 on 2 and 37 DF, p-value: 0.3427
\[ \hat{Y} = 20.7166 -1.0772 Screen\ Time -0.0056 CPU\ Usage \]
## Loading required package: zoo
##
## Attaching package: 'zoo'
## The following objects are masked from 'package:base':
##
## as.Date, as.Date.numeric
##
## RESET test
##
## data: model
## RESET = 0.36827, df1 = 2, df2 = 35, p-value = 0.6946
Karena p-value = 0.6946 > 0.05, maka disimpulkan hubungan antara CPU Usage dan Screen On Time terhadap Battery Drop per Jam pada smartphone dapat dijelaskan dengan model regresi linier berganda.
residual_model <- residuals(model)
residual_std <- (residual_model - mean(residual_model)) / sd(residual_model)
ks.test(residual_std, "pnorm")##
## Exact one-sample Kolmogorov-Smirnov test
##
## data: residual_std
## D = 0.17239, p-value = 0.1648
## alternative hypothesis: two-sided
Hasil uji normalitas Kolmogorov–Smirnov menunjukkan nilai p-value = 0,1648 > 0,05. Artinya, residual pada model regresi berdistribusi normal. Dengan demikian, asumsi normalitas residual dalam analisis pengaruh CPU Usage dan Screen On Time terhadap Battery Drop per jam pada smartphone telah terpenuhi.
##
## studentized Breusch-Pagan test
##
## data: model
## BP = 0.15649, df = 2, p-value = 0.9247
Hasil uji heteroskedastisitas Breusch–Pagan menunjukkan nilai p-value = 0,9247 > 0,05. Artinya, tidak terdapat gejala heteroskedastisitas pada model. Dengan demikian, varians residual bersifat konstan (homoskedastisitas) sehingga asumsi regresi terpenuhi pada analisis pengaruh CPU Usage dan Screen On Time terhadap Battery Drop per jam pada smartphone.
##
## Durbin-Watson test
##
## data: model
## DW = 1.8118, p-value = 0.2803
## alternative hypothesis: true autocorrelation is greater than 0
Hasil uji autokorelasi Durbin–Watson menunjukkan nilai p-value = 0,2803 > 0,05. Artinya, tidak terdapat autokorelasi pada residual model.
## Loading required package: carData
## `Screen Time` `CPU Usage`
## 1.00383 1.00383
Hasil uji multikolinearitas menggunakan Variance Inflation Factor (VIF) menunjukkan bahwa nilai VIF untuk variabel Screen Time sebesar 1,00383 dan CPU Usage sebesar 1,00383. Nilai tersebut lebih kecil dari 10, sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi multikolinearitas antar variabel independen dalam model. Hal ini menunjukkan bahwa variabel Screen Time dan CPU Usage tidak memiliki hubungan korelasi yang kuat satu sama lain, sehingga keduanya layak digunakan secara bersamaan dalam model regresi untuk menganalisis pengaruh CPU Usage dan Screen On Time terhadap Battery Drop per jam pada smartphone.
## value numdf dendf
## 1.102481 2.000000 37.000000
Berdasarkan output estimasi parameter Hasil uji F menunjukkan nilai Fhitung = 1,102 dengan p-value = 0,3427. Karena p-value > 0,05, maka pada tingkat signifikansi 5% secara simultan variabel CPU Usage dan Screen On Time tidak berpengaruh signifikan terhadap Battery Drop per jam pada smartphone.
## Estimate Std. Error t value Pr(>|t|)
## (Intercept) 20.71661938 5.94279913 3.48600364 0.001280463
## `Screen Time` -1.07724302 0.72555785 -1.48471004 0.146091101
## `CPU Usage` -0.00560948 0.08335554 -0.06729583 0.946708545
Uji t digunakan untuk mengetahui pengaruh masing-masing variabel independen terhadap variabel dependen. a. Screen Time memiliki nilai p-value = 0,1461 > 0,05, sehingga tidak berpengaruh signifikan terhadap Battery Drop per Hour. b. CPU Usage memiliki nilai p-value = 0,9467 > 0,05, sehingga juga tidak berpengaruh signifikan terhadap Battery Drop per Hour.
## [1] 0.05624192
## [1] 0.005227969
R-Squared (\(R^2\)) = 0.0562
Variabel Screen Time dan CPU Usage dalam model mampu menjelaskan 5,62% variasi dari variabel battery drop.
Adjusted R-Squared = 0.0052
Scatter Plot
par(mfrow=c(1,2))
plot(data$`Screen Time`, data$`Battery Drop`,
xlab="Screen Time",
ylab="Battery Drop",
main="Battery Drop vs Screen Time",
pch=16)
plot(data$`CPU Usage`, data$`Battery Drop`,
xlab="CPU Usage",
ylab="Battery Drop",
main="Battery Drop vs CPU Usage",
pch=16)interpretasi dari kedua grafik:
Scatter Plot Battery Drop vs Screen Time, tidak terlihat hubungan linear yang jelas. Durasi layar (Screen Time) yang lama tidak selalu menyebabkan penurunan baterai (Battery Drop) yang lebih besar. Terlihat dari scatter plot Data sangat tersebar, menunjukkan faktor lain (seperti tingkat kecerahan atau jenis aplikasi) mungkin lebih berpengaruh daripada sekadar durasi layar.
Scatter Plot Battery Drop vs CPU Usage, terlihat pola acak scatter plot Penggunaan CPU yang tinggi tidak secara konsisten menyebabkan penurunan baterai yang lebih drastis dalam data ini. Mayoritas data menumpuk pada penggunaan CPU rendah (0-10%), namun dengan tingkat penurunan baterai yang bervariasi antara 0% hingga 20%.
Maka kedua variabel (Screen Time & CPU Usage) bukan merupakan penentu utama penurunan baterai dalam kumpulan data ini.
Berdasarkan hasil analisis regresi linier berganda yang telah dilakukan untuk mengetahui pengaruh CPU Usage dan Screen On Time terhadap Battery Drop per Jam pada smartphone, dapat diperoleh beberapa kesimpulan sebagai berikut.
A. Hasil uji parsial (uji t) menunjukkan bahwa variabel Screen Time memiliki nilai p-value sebesar 0,1461 (> 0,05), sehingga dapat disimpulkan bahwa Screen Time tidak berpengaruh signifikan terhadap Battery Drop per Hour.
B. Variabel CPU Usage juga memiliki nilai p-value sebesar 0,9467 (> 0,05), sehingga dapat disimpulkan bahwa CPU Usage tidak berpengaruh signifikan terhadap Battery Drop per Hour.
C. Berdasarkan uji simultan (uji F), diperoleh nilai p-value sebesar 0,3427 (> 0,05). Hal ini menunjukkan bahwa secara bersama-sama variabel Screen Time dan CPU Usage tidak berpengaruh signifikan terhadap Battery Drop per Hour pada smartphone.
D. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,0562 menunjukkan bahwa model hanya mampu menjelaskan 5,62% variasi Battery Drop, sedangkan 94,38% sisanya dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak dimasukkan dalam model.
E. Hasil pengujian asumsi klasik menunjukkan bahwa model regresi telah memenuhi asumsi regresi, yaitu hubungan linier, residual berdistribusi normal, tidak terdapat heteroskedastisitas, tidak terjadi autokorelasi, serta tidak terdapat multikolinearitas antar variabel independen.
Secara keseluruhan dapat disimpulkan bahwa dalam dataset yang digunakan, Screen Time dan CPU Usage bukan merupakan faktor utama yang memengaruhi penurunan baterai per jam pada smartphone.
Berdasarkan hasil analisis, disarankan pada analisis selanjutnya untuk menambahkan variabel lain yang dapat memengaruhi penurunan baterai smartphone, seperti tingkat kecerahan layar, penggunaan aplikasi, dan konektivitas jaringan. Selain itu, penggunaan jumlah data yang lebih besar juga dapat membantu memperoleh hasil analisis yang lebih akurat.