Distribusi Poisson adalah distribusi peluang diskrit yang digunakan
untuk memodelkan jumlah kejadian dalam suatu interval waktu atau ruang
tertentu, dengan asumsi kejadian terjadi secara acak dan independen.
Distribusi ini dicirikan oleh satu parameter λ (lambda)
yang sekaligus merupakan mean dan
variansi distribusi.
Data: Penelitian Sadiah et.al.(2024) Referensi: Sadiah, R.M., Windani, W., Bariatul, Z., Nugraheni, G.T., & Nugraha, D.A. (2024). link: https://ejournal.ust.ac.id/index.php/CARTESIUS/article/view/4368
# 1. Menentukan parameter dari data UMKM
n_kemasan<-130 #Jumlah kemasan dalam 1 hari produksi
lambda_gagal<-1.5 #Rata-rata staples gagal per kemasan
set.seed(42)
# 2. Membuat SIMULASI
# Menyimulasikan jumlah kegagalan staples untuk masing masing 130 kemasan
X<-rpois(n=n_kemasan, lambda=lambda_gagal)
print (X)
## [1] 3 4 1 3 2 1 2 0 2 2 1 2 4 1 1 4 4 0 1 2 3 0 5 4 0 1 1 3 1 3 2 3 1 2 0 3 0
## [38] 0 3 2 1 1 0 4 1 4 3 2 4 2 1 1 1 2 0 2 2 0 1 1 2 5 2 2 3 0 1 3 2 1 0 0 0 1
## [75] 0 2 0 1 1 0 2 0 1 2 2 2 1 0 0 1 2 0 0 3 3 2 1 1 2 2 2 0 0 1 4 4 2 2 1 0 2
## [112] 3 2 1 1 1 0 1 2 3 1 1 2 2 2 1 3 4 1 2
# 3. Histogram
hist(X, breaks=-0.5+0:(max(X)+1),freq=FALSE, main="Distribusi Poisson - Kegagalan Staples per Kemasan Dodol", xlab="Jumlah Staples Gagal per Kemasan", ylab="Probabilitas", col="pink",border="white", xlim=c(-0.5, max(X)+0.5),ylim=c(0,max(dpois(0:max(X),lambda_gagal))*1.2))
# Overlay PMF teoritis
k_vals<-0:max(X)
lines(
k_vals, dpois(k_vals, lambda = lambda_gagal), type="b", pch=16, col="blue",lwd=2)
legend(
"topright",
legend = c(paste0("Simulasi (n=", n_kemasan, ")"), "PMF Teoritis λ=1.5"),
fill = c("pink", NA),
lty = c(NA, 1), pch = c(NA, 16),
col = c("black", "blue"),
border = c("black", NA),
bty = "n"
)
Histogram menunjukka distribusi yang miring ke kanan,
khas untuk distribusi Poisson dengan lambda kecil. Nilai
k=1 memiliki frekuensi tertinggi, konsisten dengan hasil perhitungan
teoritis Sadiah et al. (2024) bahwa probabilitas tepat 1 kegagalan
adalah P(X=1)= 33,47% - nilai tertinggi dibanding k lainnya. Garis biru
menunjukkan PMF teoritis yang seharusnya semakin mendekati histogram
seiring bertambahnya n. ## Distribusi Eksponensial (Kontinu) Distribusi
eksponensial adalah distribusi kontinu yang digunakan untuk memodelkan
waktu atau jarak antar kejadian dalam suatu proses acak. Distribusi ini
merupakan pasangan kontinu dari distribusi Poisson — jika jumlah
kejadian per interval mengikuti Poisson, maka jarak antar kejadian
mengikuti eksponensial.
Distribusi eksponensial adalah distribusi kontinu yang digunakan untuk memodelkan waktu atau jarak antar kejadian dalam suatu proses acak. Distribusi ini merupakan pasangan kontinu dari distribusi Poisson — jika jumlah kejadian per interval mengikuti Poisson, maka jarak antar kejadian mengikuti eksponensial.
Data: BMKG Provinsi Bali, periode 1997-2016 Referensi: Qosim, Dharmawan, Harini (2018) link: https://www.academia.edu/download/93704736/23983.pdf
#1. Parameter dari data lapangan
set.seed(123)
n<-240 #20 tahun x 12 bulan
mu<-192.93 #rata-rata curah hujan komponen 1 (mm/bulan)
rate<- 1/mu
#2. Bangkitkan data simulasi (Distribusi ekspoensial)
exp_data <- rexp(n, rate = rate) #menghasilkan n variabe; random dari distribusi
exp_data
## [1] 162.7282094 111.2454196 256.4145556 6.0922199 10.8447836
## [6] 61.0625797 60.6238715 28.0263245 525.9728011 5.6245745
## [11] 193.8618630 92.6478274 54.2159592 72.7573431 36.3256400
## [16] 163.9492380 301.5888589 92.3672471 114.0090578 779.6323895
## [21] 162.6688776 186.3455328 286.5542589 260.0782226 225.4442969
## [26] 309.8170925 288.7666017 303.0259959 6.1289508 115.3431409
## [31] 418.2413221 97.7413725 50.0764897 501.0183960 237.1159344
## [36] 152.5462317 121.4070054 242.0578887 113.5749280 217.8739262
## [41] 81.1009814 1391.2196916 163.1651387 43.5138193 212.2883681
## [46] 433.7656172 263.1052584 111.2032445 525.7874697 253.1556158
## [51] 17.4777892 59.0759088 205.8974175 60.4866913 188.0373242
## [56] 364.2177522 108.9260791 497.1731492 202.1319406 197.6454681
## [61] 198.3068849 54.9210861 301.5596009 8.1200944 19.0288576
## [66] 19.0169774 54.0947092 57.0661779 187.6108522 178.2725723
## [71] 316.8691053 312.5297703 489.2985590 293.5525688 73.3161402
## [76] 46.0163067 89.9994186 8.1554311 61.6752642 124.1718549
## [81] 110.4645995 41.6835881 867.9290586 358.2884804 132.2455350
## [86] 277.7135952 333.9915380 240.1560421 282.3145770 296.6094203
## [91] 0.8873095 213.9141217 57.8732734 229.9731401 215.1031948
## [96] 12.9988306 92.7354163 302.9877556 50.1514024 358.2560169
## [101] 89.3689614 45.5383766 228.0624414 11.5123977 77.7967925
## [106] 181.9213834 80.3709037 145.3184269 36.4032649 169.1714174
## [111] 36.6639967 188.8935583 62.3888984 254.7597344 61.4406129
## [116] 309.6656334 28.1164831 347.8777394 5.7993706 251.4727852
## [121] 38.5459178 337.9084528 340.2645313 162.6483976 67.2848731
## [126] 636.2493386 77.5011723 212.3583856 256.3891476 123.8422779
## [131] 37.7821987 88.1282741 71.9146891 668.2313623 245.7981678
## [136] 208.6509301 57.2923309 16.2371305 569.7996390 379.7349075
## [141] 128.0775694 310.5000263 117.0770786 18.0683408 62.6318853
## [146] 339.5340945 51.3407411 181.4750065 86.6465401 248.6687270
## [151] 34.3973088 303.2331141 11.9888241 110.0826443 333.9195485
## [156] 252.8818215 249.8198414 90.1582551 6.3454269 29.5256296
## [161] 200.3524038 208.8362501 722.9648793 1.0854418 0.8425968
## [166] 327.9779442 104.3111059 90.7482162 9.9473581 99.7807604
## [171] 286.1427808 246.8511489 275.2085048 408.6825273 274.7632610
## [176] 170.5721740 519.1720946 430.2159763 100.8646645 13.2447535
## [181] 109.8062123 842.3151969 107.6803615 88.5126769 50.2126767
## [186] 134.8275379 185.8279358 141.1243505 214.5920976 116.8431436
## [191] 129.5366119 314.7959381 19.6646086 78.7123768 528.6954464
## [196] 550.2127180 4.6637687 91.7565059 128.8981957 183.3279322
## [201] 219.5109313 15.9678682 316.9661835 30.6566570 285.2693729
## [206] 21.8072134 43.2405656 129.3616178 296.5007489 372.1276161
## [211] 41.2044846 109.5635883 372.9961608 695.0781452 254.5863081
## [216] 179.5723245 60.8610925 27.9328013 179.0958601 49.8420119
## [221] 103.8711626 14.5381179 24.7794867 501.3942307 399.4019485
## [226] 39.6241597 533.6685888 280.9722109 533.0505989 286.0831891
## [231] 52.8829352 144.7618858 202.6531899 69.7586845 185.3949593
## [236] 127.9390592 304.3735862 370.9042421 43.0239976 741.8555723
#3. Plot Histogram
hist(exp_data, breaks=30, main="Histogram Distribusi Eksponensial - Curah Hujan Kec. Sidemen", xlab= "Curah Hujan (mm/bulan)", ylab="Densitas", col="lightcoral", freq=FALSE )
Histogram menunjukkan distribusi yang miring ke kanan
(right-skewed), yang merupakan ciri khas distribusi eksponensial. Ini
menginterpretasikan bahwa curah hujan rendah lebih sering terjadi
dibandingkan curah hujan sangat tinggi dalam data bulanan di Kecamatan
Sidemen. Kondisi ini konsisten dengan karakteristik iklim wilayah
Karangasem yang memiliki bulan-bulan kering cukup panjang dalam
setahun.
Konteks: Mesin pengemasan dodol mengalami kerusakan secara acak. Waktu antar kerusakan dimodelkan dengan distribusi eksponensial (pasangan kontinu dari Poisson). Jika rata-rata 3 kerusakan/bulan (Poisson), maka waktu antar kerusakan rata-rata= 1/3 bulan=10 hari. Variabel X: waktu (hari) antar kejadian kerusakan mesin Parameter : mu = 10 hari (rate=1/10)
set.seed(42)
n <- 100 # 100 kejadian kerusakan
mu <- 10 #rata-rata waktu antar kerusakan (hari)
rate <- 1/mu
X <- rexp(n, rate=rate)
hist(X, breaks=30, fre=FALSE,
main= "Distribusi Eksponensial: Waktu Antar Kerusakan Mesin",
xlab= "Waktu antar kerusakan",
col="lightcoral", border= "white")
cat("Rata-rata waktu antar kerusakan:", round(mean(X), 2), "hari\n")
## Rata-rata waktu antar kerusakan: 11.24 hari
cat("P(mesin rusak dalam 7 hari) :", round(pexp(7,rate),4),"\n")
## P(mesin rusak dalam 7 hari) : 0.5034
Histogram menunjukkan distribusi miring ke kanan
(right-skewed), khas distribusi eksponensial. Kerusakan
mesin yang terjadi dalam waktu dekat (0-10 hari) jauh lebih sering
dibanding kerusakan yang terjadi setelah waktu lama. Ini mencerminkan
sifat nyata mesin produksi UMKM yang rentan mengalami gangguan berulang
dalam jangka pendek.
Rata-rata waktu antar kerusakan: 11,24 hari Nilai
simulasi 11,24 hari mendekati nilai teoritis mu= 10 hari. Selisi kecil
ini wajar karena simulasi hanya menggunakan n=100, bukan populasi tak
terbatas. Semakin besar n, hasil simulasi akan semakin mendekati nilai
teoritis.
P(mesin rusak dalam 7 hari)=0,5034 Dihitung menggunakan
pexp(7, rate-0.1) artinya
peluang mesin mengalami kerusakan dalam 7 hari pertama
adalah 50,34%. Secara praktis, ini berarti 1 dari 2 mesin kemungkinan
besar sudah mengalami gangguan sebelum mencapai hari ke-7. Menjadi
sinyal penting bagi UMKM untuk menjadwalkan perawatan rutin etiap 5-7
hari agar proses pengemasan 130 pack dodol per hari tidak terganggu.