1 Tugas 1 Epidemiologi

Diajukan untuk Memenuhi Nilai Tugas Mata Kuliah Epidemiologi

Dibuat Oleh:

  1. Ega Saherti (140720250001)

  2. Mahdayani Putri Yunizar (140720250004)

Dosen Pengampu
Dr. I Gede Nyoman Mindra Jaya, M.Si


2 Soal 1: Incidence Rate

2.1 Deskripsi Kasus

Data berasal dari laporan World Health Organization (WHO) dalam Global Tuberculosis Report 2023 untuk Indonesia.

  • Perkiraan kasus baru TB = 1.060.000 kasus
  • Populasi Indonesia tahun 2022 = 275.000.000 jiwa

2.2 Rumus

\[ IR = \frac{\text{Kasus Baru}}{\text{Total Person-Time}} \]

2.3 Perhitungan dengan R

kasus_baru <- 1060000
populasi <- 275000000

IR <- kasus_baru / populasi
IR
## [1] 0.003854545

2.4 Hasil dan Interpretasi

Incidence Rate ≈ 0,003855 per person-year.

Artinya terdapat sekitar 3,86 kasus TB baru per 1.000 penduduk per tahun di Indonesia. Hal ini menunjukkan bahwa beban penyakit TB masih tinggi dan Indonesia termasuk negara dengan beban TB terbesar di dunia.


3 Soal 2: Cumulative Incidence

3.1 Deskripsi Kasus

Dalam Framingham Heart Study, peneliti mengikuti orang dewasa yang awalnya tidak mengalami hipertensi selama beberapa tahun untuk melihat kejadian hipertensi baru.

Data:

  • Populasi awal = 1.200 orang
  • Kasus baru hipertensi = 168 orang
  • Periode pengamatan = 4 tahun

3.2 Rumus

\[CI = \frac{\text{Kasus Baru}}{\text{Populasi Berisiko di Awal}}\]

3.3 Perhitungan dengan R

kasus_baru <- 168
pop_awal <- 1200

CI <- kasus_baru / pop_awal
CI
## [1] 0.14

3.4 Hasil dan Interpretasi

Cumulative Incidence = 0,14 (14%).

Artinya sekitar 14 dari setiap 100 orang sehat akan mengalami hipertensi dalam periode 4 tahun pengamatan.


4 Soal 3: Prevalensi

4.1 Deskripsi Kasus

Menurut laporan International Diabetes Federation (IDF), prevalensi diabetes pada populasi dewasa di banyak negara berkembang berkisar antara 6–10%.

Misalkan dalam suatu kota diperoleh data:

  • Total populasi = 15.000 orang
  • Jumlah kasus diabetes saat survei = 1.050 orang

4.2 Rumus

\[ \text{Prevalensi} = \frac{\text{Jumlah Kasus}}{\text{Total Populasi}} \]

4.3 Perhitungan dengan R

kasus <- 1050
populasi <- 15000

prevalensi <- kasus / populasi
prevalensi
## [1] 0.07

4.4 Hasil dan Interpretasi

Prevalensi diabetes di kota tersebut adalah 0,07 atau 7%.

Artinya dalam setiap 100 penduduk terdapat sekitar 7 orang yang menderita diabetes pada saat survei dilakukan. Kondisi ini menunjukkan bahwa beban penyakit diabetes cukup tinggi sehingga diperlukan upaya pencegahan dan pengendalian faktor risiko.


5 Soal 4: Relative Risk dan Attributable Risk

5.1 Deskripsi Kasus

Studi kohort seperti Nurses’ Health Study menunjukkan bahwa obesitas meningkatkan risiko penyakit jantung koroner.

Data penelitian:

Kelompok Sakit Total
Obesitas 54 180
Tidak Obesitas 30 300

5.2 Perhitungan dengan R

sakit_exp <- 54
total_exp <- 180

sakit_unexp <- 30
total_unexp <- 300

CI_exp <- sakit_exp / total_exp
CI_unexp <- sakit_unexp / total_unexp

RR <- CI_exp / CI_unexp
AR <- CI_exp - CI_unexp
AFe <- (RR - 1) / RR

CI_exp
## [1] 0.3
CI_unexp
## [1] 0.1
RR
## [1] 3
AR
## [1] 0.2
AFe
## [1] 0.6666667

5.3 Hasil

Cumulative Incidence kelompok obesitas = 30%
Cumulative Incidence kelompok tidak obesitas = 10%

Relative Risk (RR) = 3,0
Attributable Risk (AR) = 20%
Attributable Fraction among Exposed = 67%

5.4 Interpretasi

Individu dengan obesitas memiliki 3 kali risiko lebih tinggi terkena penyakit jantung koroner dibandingkan individu yang tidak obesitas. Sekitar 20% kelebihan risiko penyakit jantung pada kelompok obesitas dapat dikaitkan dengan kondisi obesitas tersebut.


6 Soal 5: Odds Ratio

6.1 Deskripsi Kasus

Studi kasus-kontrol klasik oleh Doll dan Hill (1950) meneliti hubungan antara kebiasaan merokok dan kejadian kanker paru.

Paparan (Merokok) Kanker Paru (+) Tidak Kanker (-)
Perokok 647 622
Bukan Perokok 2 27

6.2 Rumus

\[ OR = \frac{a \times d}{b \times c} \]

6.3 Perhitungan dengan R

a <- 647
b <- 622
c <- 2
d <- 27

OR <- (a*d)/(b*c)
OR
## [1] 14.0426

6.4 Hasil dan Interpretasi

Odds Ratio ≈ 14,04.

Hal ini menunjukkan bahwa peluang merokok pada kelompok penderita kanker paru sekitar 14 kali lebih besar dibandingkan kelompok tanpa kanker paru, yang menunjukkan adanya hubungan yang sangat kuat antara merokok dan kanker paru.


7 Soal 6: Case Fatality Rate

7.1 Deskripsi Kasus

Data berasal dari laporan resmi World Health Organization mengenai wabah Ebola di Afrika Barat tahun 2014–2016.

Data:

  • Total kematian = 11.310
  • Total kasus = 28.616

7.2 Rumus

\[ CFR = \frac{\text{Jumlah Kematian}}{\text{Jumlah Kasus}} \times 100\% \]

7.3 Perhitungan dengan R

kematian <- 11310
kasus <- 28616

CFR <- (kematian/kasus)*100
CFR
## [1] 39.52334

7.4 Hasil dan Interpretasi

Case Fatality Rate ≈ 39,5%.

Artinya sekitar 40 dari setiap 100 kasus Ebola berakhir dengan kematian, yang menunjukkan bahwa Ebola merupakan penyakit dengan tingkat fatalitas yang sangat tinggi.


8 Daftar Pustaka

World Health Organization. (2023). Global Tuberculosis Report 2023. Geneva: WHO.

Vasan, R. S., Beiser, A., Seshadri, S., Larson, M. G., Kannel, W. B., & Levy, D. (2002). Residual lifetime risk for developing hypertension in middle-aged women and men: The Framingham Heart Study. Hypertension, 39(5), 865–872.

International Diabetes Federation. (2023). IDF Diabetes Atlas.

Nurses’ Health Study. Harvard T.H. Chan School of Public Health.

Doll, R., & Hill, A. B. (1950). Smoking and carcinoma of the lung. British Medical Journal, 2(4682), 739–748.

World Health Organization. (2016). Ebola Situation Report – Final. Geneva: WHO.