Load Library

library(ggplot2)
library(dplyr)
## 
## Attaching package: 'dplyr'
## The following objects are masked from 'package:stats':
## 
##     filter, lag
## The following objects are masked from 'package:base':
## 
##     intersect, setdiff, setequal, union
library(readr)

Input Data & Mempersiapkan Data

data_inflasi <- read_csv("C:/Users/priya/Data Inflasi Indonesia 2024-2025.csv")
## Rows: 24 Columns: 3
## ── Column specification ────────────────────────────────────────────────────────
## Delimiter: ","
## chr (1): Bulan
## dbl (2): Inflasi, Tahun
## 
## ℹ Use `spec()` to retrieve the full column specification for this data.
## ℹ Specify the column types or set `show_col_types = FALSE` to quiet this message.
str(data_inflasi)
## spc_tbl_ [24 × 3] (S3: spec_tbl_df/tbl_df/tbl/data.frame)
##  $ Inflasi: num [1:24] 0.04 0.37 0.52 0.25 -0.03 -0.08 -0.18 -0.03 -0.12 0.08 ...
##  $ Bulan  : chr [1:24] "Jan" "Feb" "Mar" "Apr" ...
##  $ Tahun  : num [1:24] 2024 2024 2024 2024 2024 ...
##  - attr(*, "spec")=
##   .. cols(
##   ..   Inflasi = col_double(),
##   ..   Bulan = col_character(),
##   ..   Tahun = col_double()
##   .. )
##  - attr(*, "problems")=<externalptr>
# Pastikan tipe data benar
data_inflasi$Tahun <- as.factor(data_inflasi$Tahun)
data_inflasi$Inflasi <- as.numeric(data_inflasi$Inflasi)

# Urutkan bulan biar tidak acak
data_inflasi$Bulan <- factor(data_inflasi$Bulan,
 levels = c("Jan","Feb","Mar","Apr","Mei","Jun",
            "Jul","Agu","Sep","Okt","Nov","Des"))

Scatter Plot (geom_point)

ggplot(data_inflasi, 
       aes(x = Bulan, y = Inflasi, 
           color = Tahun, size = Inflasi, shape = Tahun)) +
  geom_point() +
  theme_minimal() +
  labs(title = "Scatter Plot Inflasi 2024-2025")

INTERPRETASI:

Berdasarkan scatter plot inflasi tahun 2024 dan 2025, terlihat adanya perbedaan pola penyebaran titik antara kedua tahun tersebut. Titik-titik inflasi tahun 2024 cenderung berada dalam rentang yang relatif sempit dan banyak terkonsentrasi di sekitar nilai rendah. Hal ini menunjukkan bahwa perubahan inflasi antar bulan pada tahun 2024 tidak terlalu ekstrem dan relatif stabil.

Sebaliknya, titik-titik inflasi tahun 2025 terlihat lebih menyebar dan memiliki rentang yang lebih luas. Pada beberapa bulan awal tahun, terdapat titik dengan nilai cukup tinggi, sementara pada bulan lainnya terdapat nilai yang cukup rendah bahkan negatif. Pola ini menunjukkan bahwa fluktuasi inflasi tahun 2025 lebih besar dibandingkan tahun 2024.

Secara visual, scatter plot memperlihatkan tingkat konsistensi data. Tahun 2024 menunjukkan konsistensi yang lebih baik karena titik-titiknya tidak terlalu berjauhan, sedangkan tahun 2025 menunjukkan variasi yang lebih tinggi karena jarak antar titik lebih beragam.

Bar Plot (geom_bar)

ggplot(data_inflasi, 
       aes(x = Bulan, y = Inflasi, fill = Tahun)) +
  geom_bar(stat = "identity", position = "dodge") +
  theme_minimal()

INTERPRETASI:

Pada grafik batang, perbandingan inflasi antar tahun dalam setiap bulan terlihat lebih jelas. Tinggi batang menunjukkan besarnya inflasi, sehingga selisih antar tahun dapat diamati secara langsung.

Pada beberapa bulan seperti Maret dan April, terlihat bahwa batang tahun 2025 jauh lebih tinggi dibandingkan tahun 2024, yang menunjukkan adanya perbedaan inflasi yang cukup signifikan. Sementara pada bulan-bulan pertengahan tahun, selisih antar keduanya tidak terlalu besar dan cenderung lebih seimbang.

Grafik batang ini menegaskan bahwa meskipun secara umum pola pergerakan kedua tahun mirip (naik dan turun), intensitas inflasi pada tahun 2025 lebih tinggi pada beberapa periode tertentu.

Line Plot (geom_line)

ggplot(data_inflasi, 
       aes(x = Bulan, y = Inflasi, 
           color = Tahun, group = Tahun)) +
  geom_line(size = 1.2) +
  theme_minimal() +
  labs(title = "Tren Inflasi 2024-2025")
## Warning: Using `size` aesthetic for lines was deprecated in ggplot2 3.4.0.
## ℹ Please use `linewidth` instead.
## This warning is displayed once every 8 hours.
## Call `lifecycle::last_lifecycle_warnings()` to see where this warning was
## generated.

INTERPRETASI:

Pada grafik tren, fokus utama adalah arah pergerakan inflasi dari waktu ke waktu. Terlihat bahwa inflasi tahun 2024 mengalami kenaikan pada awal tahun, kemudian menurun secara bertahap hingga pertengahan tahun, sebelum akhirnya kembali meningkat menuju akhir tahun. Pola ini menunjukkan pergerakan yang relatif landai tanpa lonjakan yang terlalu tajam.

Berbeda dengan tahun 2024, grafik tahun 2025 menunjukkan perubahan yang lebih drastis. Awal tahun diawali dengan nilai yang cukup rendah, kemudian terjadi lonjakan signifikan pada bulan Maret dan April. Setelah itu, inflasi mengalami penurunan tajam sebelum kembali bergerak naik secara perlahan di bulan-bulan berikutnya.

Dari grafik tren ini dapat disimpulkan bahwa dinamika inflasi tahun 2025 lebih bergejolak, sedangkan tahun 2024 menunjukkan pola yang lebih stabil dan terkendali.

Boxplot (geom_boxplot)

ggplot(data_inflasi, 
       aes(x = Tahun, y = Inflasi, fill = Tahun)) +
  geom_boxplot() +
  theme_minimal() +
  labs(title = "Distribusi Inflasi per Tahun")

INTERPRETASI:

Boxplot memberikan gambaran mengenai distribusi inflasi secara keseluruhan dalam satu tahun. Dari grafik terlihat bahwa kotak (interquartile range) tahun 2025 lebih tinggi dan lebih panjang dibandingkan tahun 2024. Hal ini menunjukkan bahwa variasi inflasi pada tahun 2025 lebih besar.

Median inflasi tahun 2025 juga tampak sedikit lebih tinggi dibandingkan tahun 2024, yang mengindikasikan bahwa secara umum tingkat inflasi 2025 berada pada level yang lebih tinggi. Selain itu, terdapat nilai ekstrem (outlier) pada tahun 2025 yang menunjukkan adanya lonjakan inflasi pada bulan tertentu.

Sementara itu, boxplot tahun 2024 terlihat lebih ringkas dan tidak menunjukkan nilai ekstrem yang mencolok. Ini memperkuat kesimpulan bahwa inflasi tahun 2024 relatif lebih stabil dibandingkan tahun 2025.

Histogram (geom_histogram)

ggplot(data_inflasi, 
       aes(x = Inflasi, fill = Tahun)) +
  geom_histogram(bins = 15, alpha = 0.6, position = "identity") +
  theme_minimal() +
  labs(title = "Histogram Inflasi")

INTERPRETASI:

Histogram menunjukkan distribusi nilai inflasi pada tahun 2024 dan 2025 berdasarkan frekuensinya. Pada tahun 2024, nilai inflasi cenderung terkonsentrasi pada kisaran tertentu dengan penyebaran yang tidak terlalu lebar. Hal ini menunjukkan bahwa inflasi selama 2024 relatif stabil karena sebagian besar nilainya berada di rentang yang berdekatan.

Sebaliknya, pada tahun 2025 distribusi inflasi terlihat lebih menyebar. Terdapat nilai yang lebih rendah maupun lebih tinggi dibandingkan 2024, sehingga rentang datanya lebih luas. Kondisi ini mengindikasikan bahwa variasi inflasi pada 2025 lebih besar.

Secara distribusi, 2024 mencerminkan kondisi yang lebih konsisten, sedangkan 2025 menunjukkan tingkat variasi yang lebih tinggi.

Area Plot (geom_are)

ggplot(data_inflasi, 
       aes(x = Bulan, y = Inflasi, 
           fill = Tahun, group = Tahun)) +
  geom_area(alpha = 0.4, position = "identity") +
  theme_minimal() +
  labs(title = "Area Plot Inflasi 2024-2025")

INTERPRETASI:

Area plot memperlihatkan perkembangan inflasi secara bulanan sehingga pola pergerakannya dapat diamati dengan lebih jelas. Pada tahun 2024, inflasi mengalami kenaikan di awal tahun, kemudian menurun pada pertengahan tahun, dan kembali meningkat menjelang akhir tahun. Perubahannya cenderung bertahap tanpa lonjakan yang terlalu tajam.

Sementara itu, pada tahun 2025 terlihat fluktuasi yang lebih dinamis. Awal tahun menunjukkan nilai yang lebih rendah, kemudian terjadi peningkatan yang cukup signifikan, sebelum kembali mengalami penurunan dan kenaikan di bulan-bulan berikutnya. Pola ini menunjukkan bahwa pergerakan inflasi 2025 lebih aktif dan berubah-ubah sepanjang tahun.

Secara tren waktu, 2024 menunjukkan pola yang lebih stabil, sedangkan 2025 mencerminkan dinamika inflasi yang lebih berfluktuasi.