Distribusi binomial adalah distribusi yang menggambarkan jumlah sukses dalam n percobaan independen dengan probabilitas sukses p
set.seed(1)
n = 123456
nTrial = 50
pSukses = 0.4
binomData = rbinom(n, size = nTrial, prob = pSukses)
hist(binomData, breaks = 10,
main="Histogram Distribusi Binomial",
xlab = 'Jumlah Sukses',
col='blue')
Disini saya mencoba untuk melakukan 123456x eksperimen dengan tiap
eksperimen berisi 50 percobaan dan probabilitas sukses di tiap percobaan
adalah 0.4. Dengan demikian, expected value dari mean tiap percobaan
adalah 20, maka seharusnya data akan memusat di angka 20, dan benar
seperti apa yang ditunjukkan oleh histogram.
Distribusi normal adalah distribusi kontinu yang berbentuk lonceng, dengan mean mu dan standar deviasi sigma.
kingMU <- 17 # Biasakan gunakan KING untuk MU
sigmaBoy <- 1.945
normData <- rnorm(n, mean = kingMU, sd = sigmaBoy)
hist(normData, breaks = 10,
main = "Histogram Distribusi Normal",
xlab = "Nilai",
col = "lightpink")
Karena sebelumnya kita sudah set ānā, maka n tidak perlu dideklarasikan
ulang, dan pada distribusi ini, terlihat bentuknya simetris antara ruas
kanan dan kiri, hal ini dikarenakan kita mendeklarasikan sigma (sebaran
data) secara eksplisit.
set.seed(1312)
n = 204
meanI = 3.0
sdI = 0.4
ipk = rnorm(n, mean = meanI, sd = sdI)
ipk[ipk < 0] = 0
ipk[ipk > 4] = 4
summary(ipk)
## Min. 1st Qu. Median Mean 3rd Qu. Max.
## 1.555 2.723 2.960 2.970 3.206 4.000
hist(ipk,
breaks = 10,
main = "Histogram Simulasi IPK Mahasiswa",
xlab = "IPK",
col = "skyblue")
Di sini kita mencoba untuk mensimulasikan skor IPK mahasiswa SSD dengan
total N = 204 dan mean 3, pada baris kedua, kita memberikan batas jika
hasil simulasi mengeluarkan nilai kurang dari 0, maka akan dibulatkan
menjadi 0, jika lebih dari 4 maka akan dibulatkan menjadi 4.