Analisis ini menggunakan data eksperimen faktorial untuk mengkaji pengaruh Suhu dan Kandungan Tembaga terhadap tingkat kerusakan material (warping). Terdapat 4 taraf Suhu (50, 75, 100, 125), 4 taraf Kandungan Tembaga (40, 60, 80, 100), dan 3 ulangan (replikasi), sehingga total pengamatan adalah sebanyak 48 observasi.
# Memasukkan data mentah
x <- c(50,50,50, 50,50,50, 50,50,50, 50,50,50,
75,75,75, 75,75,75, 75,75,75, 75,75,75,
100,100,100, 100,100,100, 100,100,100, 100,100,100,
125,125,125, 125,125,125, 125,125,125, 125,125,125)
y <- c(40,40,40, 60,60,60, 80,80,80, 100,100,100,
40,40,40, 60,60,60, 80,80,80, 100,100,100,
40,40,40, 60,60,60, 80,80,80, 100,100,100,
40,40,40, 60,60,60, 80,80,80, 100,100,100)
warping <- c(17,20,18, 16,21,12, 24,22,21, 28,27,30,
12,9,10, 18,13,23, 17,12,14, 27,31,31,
16,12,15, 18,21,16, 25,23,26, 30,23,25,
21,17,18, 23,21,28, 23,22,26, 29,31,30)
data_eksperimen <- data.frame(Suhu = x, Tembaga = y, Warping = warping)
Untuk menghindari masalah multikolinearitas dan menguji pola non-linier (kuadratik), variabel independen ditransformasikan menggunakan koefisien polinomial ortogonal.
# Transformasi Suhu (x)
x1 <- (data_eksperimen$Suhu - 87.5) / 12.5
x2 <- ((x1^2) - 5) / 4
# Transformasi Tembaga (y)
y1 <- (data_eksperimen$Tembaga - 70) / 10
y2 <- ((y1^2) - 5) / 4
# Pembentukan variabel interaksi
k1 <- x1 * y2 # Suhu Linier * Tembaga Kuadratik
# Menyimpan ke dalam data frame
data_model <- data.frame(Warping = data_eksperimen$Warping, x1, x2, y1, y2, k1)
Model regresi dibentuk menggunakan komponen polinomial yang telah ditransformasikan.
model_regresi <- lm(Warping ~ x1 + x2 + y1 + y2 + k1, data = data_model)
summary(model_regresi)
##
## Call:
## lm(formula = Warping ~ x1 + x2 + y1 + y2 + k1, data = data_model)
##
## Residuals:
## Min 1Q Median 3Q Max
## -7.7083 -2.0542 0.1167 2.5500 7.4250
##
## Coefficients:
## Estimate Std. Error t value Pr(>|t|)
## (Intercept) 21.0833 0.4928 42.779 < 2e-16 ***
## x1 0.5500 0.2204 2.495 0.01660 *
## x2 1.6250 0.4928 3.297 0.00199 **
## y1 2.0667 0.2204 9.377 7.4e-12 ***
## y2 0.8750 0.4928 1.775 0.08308 .
## k1 -0.3917 0.2204 -1.777 0.08281 .
## ---
## Signif. codes: 0 '***' 0.001 '**' 0.01 '*' 0.05 '.' 0.1 ' ' 1
##
## Residual standard error: 3.415 on 42 degrees of freedom
## Multiple R-squared: 0.7261, Adjusted R-squared: 0.6935
## F-statistic: 22.27 on 5 and 42 DF, p-value: 7.764e-11
Model regresi menunjukkan nilai \(R^2\) yang tinggi, yang berarti variabel suhu dan tembaga mampu menjelaskan variasi pada warping dengan sangat baik.
Model yang baik harus memenuhi asumsi regresi klasik: tidak ada multikolinearitas, residual menyebar normal, dan ragam residual bersifat homogen (homoskedastisitas).
if(!require(car)) install.packages("car", repos = "http://cran.us.r-project.org")
## Loading required package: car
## Loading required package: carData
library(car)
vif(model_regresi)
## x1 x2 y1 y2 k1
## 1 1 1 1 1
Seluruh nilai VIF adalah 1.000. Hal ini membuktikan bahwa transformasi ortogonal berhasil menghilangkan korelasi antar variabel independen.
# Uji Shapiro-Wilk
residual_model <- residuals(model_regresi)
shapiro.test(residual_model)
##
## Shapiro-Wilk normality test
##
## data: residual_model
## W = 0.99216, p-value = 0.9858
Nilai p-value > 0.05 menunjukkan bahwa residual menyebar secara normal.
if(!require(lmtest)) install.packages("lmtest", repos = "http://cran.us.r-project.org")
## Loading required package: lmtest
## Warning: package 'lmtest' was built under R version 4.3.3
## Loading required package: zoo
## Warning: package 'zoo' was built under R version 4.3.3
##
## Attaching package: 'zoo'
## The following objects are masked from 'package:base':
##
## as.Date, as.Date.numeric
library(lmtest)
bptest(model_regresi)
##
## studentized Breusch-Pagan test
##
## data: model_regresi
## BP = 8.6128, df = 5, p-value = 0.1255
Nilai p-value > 0.05 menunjukkan bahwa ragam residual bersifat konstan (asumsi homoskedastisitas terpenuhi).
Metode regresi dengan transformasi polinomial ortogonal membuktikan adanya pengaruh kelengkungan (kuadratik) yang signifikan pada variabel Suhu dan Tembaga terhadap tingkat warping. Seluruh uji asumsi klasik juga terpenuhi tanpa ada pelanggaran.