nama_vektor <- c(5, FALSE,"true","8.3","Statistika") #Membuat vektor
nama_vektor #Menampilkan vektor
## [1] "5" "FALSE" "true" "8.3" "Statistika"
Pada code di atas, fungsi “c()” yaitu untuk membuat vektor karakter dengan input sebagai berikut : 5, FALSE, “true”, “8.3”, dan “Statistika”. Namun pada saat menampilkan vektor yang dibuat, output yang dihasilkan tidak semuanya sesuai dengan yang diinputkan. Hal ini karena vektor memiliki sifat yang “homogen” atau “satu jenis”. Selain itu, vektor juga tipikal yang “memaksakan tipe data”. Karena terdapat elemen string (“true”, “8.3”, dan “Statistika”), maka elemen lain seperti int (5) dan logical (FALSE) dipaksakan ke dalam bentuk string. Maka dari itu, seluruh output muncul dengan tanda kutip.
contoh_list <- list(5, FALSE,"true","8.3","Statistika")
print(contoh_list)
## [[1]]
## [1] 5
##
## [[2]]
## [1] FALSE
##
## [[3]]
## [1] "true"
##
## [[4]]
## [1] "8.3"
##
## [[5]]
## [1] "Statistika"
Pada code di atas, fungsi “list()” yaitu untuk menyimpan berbagai jenis data seperti teks, vektor, dan faktor dalam suatu objek. Yang membedakan dengan vektor, output yang dihasilkan sama dengan yang diinputkan. Hal ini yang membuat sifat dari list itu “fleksibel” atau “heterogen”, tidak seperti vektor yang “homogen”. Selain itu, list memiliki struktur yang bertingkat, sedangkan vektor datar atau hanya satu dimensi.
kelompok_kkn <- data.frame(
Nama = c("Zufan", "Andhita", "Desmiwa", "Hanif", "Rida", "Zahrul", "Moelani", "Haffiz", "Ghani", "Kirana"), #Kolom Nama
NIM = 2404010001:2404010010, #Kolom NIM
Program_Studi = c("Staterkom", "SSD", "Matematika", "SSD", "Staterkom", "Pend. Matematika", "Matematika", "SSD", "Staterkom", "Pend. Matematika") #Kolom Prodi
)
print(kelompok_kkn)
## Nama NIM Program_Studi
## 1 Zufan 2404010001 Staterkom
## 2 Andhita 2404010002 SSD
## 3 Desmiwa 2404010003 Matematika
## 4 Hanif 2404010004 SSD
## 5 Rida 2404010005 Staterkom
## 6 Zahrul 2404010006 Pend. Matematika
## 7 Moelani 2404010007 Matematika
## 8 Haffiz 2404010008 SSD
## 9 Ghani 2404010009 Staterkom
## 10 Kirana 2404010010 Pend. Matematika
Fungsi “data.frame()” pada code di atas adalah untuk membuat struktur data tabular yang terdiri dari baris dan kolom. Data yang diinputkan setiap kolomnya juga fleksibel, dapat memiliki tipe data yang berbeda, mirip dengan tabel di database. Untuk memanggil seluruh isi pada data frame bisa dengan perintah “print()”. Selain menampilkan seluruh isi tabel, kita bisa memanggil data secara lebih spesifik menggunakan square brackets [ ]. Caranya menggunakan sistem koordinat : [baris, kolom].
print(kelompok_kkn[6,])
## Nama NIM Program_Studi
## 6 Zahrul 2404010006 Pend. Matematika
Untuk memanggil satu baris utuh, cukup menuliskan nomor baris di awal (sebelum tanda koma) dan membiarkan bagian setelah koma kosong, seperti pada contoh di atas.
print(kelompok_kkn[,3])
## [1] "Staterkom" "SSD" "Matematika" "SSD"
## [5] "Staterkom" "Pend. Matematika" "Matematika" "SSD"
## [9] "Staterkom" "Pend. Matematika"
Sebaliknya, untuk memanggil satu kolom utuh, cukup menuliskan nomor kolom di akhir (setelah tanda koma) dan membiarkan bagian sebelum koma kosong, seperti pada contoh di atas.
print(kelompok_kkn$Program_Studi)
## [1] "Staterkom" "SSD" "Matematika" "SSD"
## [5] "Staterkom" "Pend. Matematika" "Matematika" "SSD"
## [9] "Staterkom" "Pend. Matematika"
Cara lain dengan menggunakan “$nama_kolom” setelah memanggil variabel data frame seperti cara di atas.
print(kelompok_kkn[6,1])
## [1] "Zahrul"
Untuk memanggil elemen tertentu pada tabel, maka ketik nomor baris dan kolom yang ingin dihasilkan.
df_tugas <- data.frame(
nilai = c(80, NA, 75, NA)
)
df_tugas
## nilai
## 1 80
## 2 NA
## 3 75
## 4 NA
is.na(df_tugas) #Cek missing value
## nilai
## [1,] FALSE
## [2,] TRUE
## [3,] FALSE
## [4,] TRUE
Nilai NA (Not Available) dapat digunakan untuk merepresentasikan missing value atau data yang hilang. Untuk cek data yang hilang, dapat menggunakan fungsi “is.na()” seperti cara di atas. Untuk mengetahui data mana yang hilang, maka lihat yang outputnya “True”.