# 1
nama_vector<-c(5,FALSE,"true","8.3","Statistika")
nama_vector
## [1] "5" "FALSE" "true" "8.3" "Statistika"
# 2
contoh_list <- list(5,FALSE,"true","8.3","Statistika")
contoh_list
## [[1]]
## [1] 5
##
## [[2]]
## [1] FALSE
##
## [[3]]
## [1] "true"
##
## [[4]]
## [1] "8.3"
##
## [[5]]
## [1] "Statistika"
# Perbedaan Vector dan List: Pada vector, output yang muncul berupa deretan dalam satu baris. Semua elemen di vector harus satu tipe (homogen), jika tipe datanya campur (angka dan teks) maka R akan mengubahnya semuanya menjadi character.Jika list, output muncul secara terpisah setiap elemen ditampilkan secara satu per satu dan diberi penanda seperti [[1]],[[2]], dan seterusnya. Output list ditampilkan seperti kumpulan beberapa bagian yang berdiri sendiri, bukan satu deretan seperti vector. Tipe data yang digunakan pada list adalah heterogen. Jika tipe data yang digunakan campur maka tipe datanya tetap tidak akan berubah seperti vector.
# 3
kelompok_kkn <- data.frame(
nama = c("Amel","Disa","Bila","Dipa","Kia",
"Naya","Lani","Kirana","Abel","Rida"),
nim = c(240401012,240401011,240401015,240401023,240401032,
240401020,240401007,240401010,240401022,240401005),
prodi = factor(c("Statistika","Sains Data","Informatika",
"Statistika","Sains Data","Informatika",
"Statistika","Akutaria","Akutaria","Sains Data"))
)
#Pemanggilan dataframe
kelompok_kkn
## nama nim prodi
## 1 Amel 240401012 Statistika
## 2 Disa 240401011 Sains Data
## 3 Bila 240401015 Informatika
## 4 Dipa 240401023 Statistika
## 5 Kia 240401032 Sains Data
## 6 Naya 240401020 Informatika
## 7 Lani 240401007 Statistika
## 8 Kirana 240401010 Akutaria
## 9 Abel 240401022 Akutaria
## 10 Rida 240401005 Sains Data
# Pemanggilan kolom
kelompok_kkn[,1]
## [1] "Amel" "Disa" "Bila" "Dipa" "Kia" "Naya" "Lani" "Kirana"
## [9] "Abel" "Rida"
# Pemanggilan baris
kelompok_kkn[1,]
## nama nim prodi
## 1 Amel 240401012 Statistika
# Pemanggilan elemen tabel
kelompok_kkn[1,2]
## [1] 240401012
# Perbedaan cara pemanggilan: Dataframe dipanggil menggunakan [baris,kolom]. Jika [,1], [,2], dst. maka yang terpanggil adalah semua data yang ada di kolom ke-1, ke-2, dst. Jika [1,], [2,] maka yang terpanggil adalah semua data yang ada pada baris ke-1, ke-2, dst. Lalu, jika [1,2] maka yang terpanggil adalah data pada baris pertama kolom kedua.
# 4
data_miss <- data.frame(
nama = c(NA,"Amel","Nabil","Rani","Duta",
"Izza",NA,"Naomi"),
nilai = c(95,NA,87,93,NA,80,98,85)
)
is.na(data_miss)
## nama nilai
## [1,] TRUE FALSE
## [2,] FALSE TRUE
## [3,] FALSE FALSE
## [4,] FALSE FALSE
## [5,] FALSE TRUE
## [6,] FALSE FALSE
## [7,] TRUE FALSE
## [8,] FALSE FALSE
# posisi data missing
which(is.na(data_miss), arr.ind = TRUE)
## row col
## [1,] 1 1
## [2,] 7 1
## [3,] 2 2
## [4,] 5 2