1 Pendahuluan

1.1 Latar Belakang

Hubungan antara spesifikasi kendaraan dan efisiensi bahan bakar merupakan salah satu topik penting dalam analisis data otomotif. Dataset mtcars yang tersedia secara bawaan dalam R memuat informasi spesifikasi dan performa dari 32 mobil yang diuji oleh Motor Trend tahun 1974.

Salah satu faktor utama yang diduga memengaruhi konsumsi bahan bakar adalah berat kendaraan. Oleh karena itu, analisis ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh berat mobil terhadap konsumsi bahan bakar menggunakan pendekatan regresi linear sederhana.

1.2 Tujuan Analisis

  1. Mendeskripsikan karakteristik statistik data.
  2. Memvisualisasikan hubungan antara berat mobil dan konsumsi bahan bakar.
  3. Membangun model regresi linear sederhana.
  4. Menguji asumsi klasik regresi.
  5. Menginterpretasikan hasil model secara statistik.

2 Deskripsi Data

data(mtcars)

Dataset mtcars terdiri dari 32 observasi dan 11 variabel numerik.

knitr::kable(head(mtcars), caption = "Tabel 1. Enam Observasi Pertama Dataset mtcars")
Tabel 1. Enam Observasi Pertama Dataset mtcars
mpg cyl disp hp drat wt qsec vs am gear carb
Mazda RX4 21.0 6 160 110 3.90 2.620 16.46 0 1 4 4
Mazda RX4 Wag 21.0 6 160 110 3.90 2.875 17.02 0 1 4 4
Datsun 710 22.8 4 108 93 3.85 2.320 18.61 1 1 4 1
Hornet 4 Drive 21.4 6 258 110 3.08 3.215 19.44 1 0 3 1
Hornet Sportabout 18.7 8 360 175 3.15 3.440 17.02 0 0 3 2
Valiant 18.1 6 225 105 2.76 3.460 20.22 1 0 3 1
knitr::kable(summary(mtcars), caption = "Tabel 2. Ringkasan Statistik Dataset mtcars", digits = 2)
Tabel 2. Ringkasan Statistik Dataset mtcars
mpg cyl disp hp drat wt qsec vs am gear carb
Min. :10.40 Min. :4.000 Min. : 71.1 Min. : 52.0 Min. :2.760 Min. :1.513 Min. :14.50 Min. :0.0000 Min. :0.0000 Min. :3.000 Min. :1.000
1st Qu.:15.43 1st Qu.:4.000 1st Qu.:120.8 1st Qu.: 96.5 1st Qu.:3.080 1st Qu.:2.581 1st Qu.:16.89 1st Qu.:0.0000 1st Qu.:0.0000 1st Qu.:3.000 1st Qu.:2.000
Median :19.20 Median :6.000 Median :196.3 Median :123.0 Median :3.695 Median :3.325 Median :17.71 Median :0.0000 Median :0.0000 Median :4.000 Median :2.000
Mean :20.09 Mean :6.188 Mean :230.7 Mean :146.7 Mean :3.597 Mean :3.217 Mean :17.85 Mean :0.4375 Mean :0.4062 Mean :3.688 Mean :2.812
3rd Qu.:22.80 3rd Qu.:8.000 3rd Qu.:326.0 3rd Qu.:180.0 3rd Qu.:3.920 3rd Qu.:3.610 3rd Qu.:18.90 3rd Qu.:1.0000 3rd Qu.:1.0000 3rd Qu.:4.000 3rd Qu.:4.000
Max. :33.90 Max. :8.000 Max. :472.0 Max. :335.0 Max. :4.930 Max. :5.424 Max. :22.90 Max. :1.0000 Max. :1.0000 Max. :5.000 Max. :8.000

Rata-rata konsumsi bahan bakar (mpg) adalah 20.09 mpg, sedangkan rata-rata berat mobil (wt) adalah 3.217 (1000 lbs).


3 Metodologi

Model regresi linear sederhana yang digunakan adalah:

\[ mpg_i = \beta_0 + \beta_1 wt_i + \varepsilon_i \]

Dimana:

  • \(mpg_i\) : konsumsi bahan bakar mobil ke-i
  • \(wt_i\) : berat mobil ke-i
  • \(\beta_0\) : intersep
  • \(\beta_1\) : koefisien regresi
  • \(\varepsilon_i\) : error

4 Analisis Deskriptif dan Visualisasi

4.1 Statistik Deskriptif

mean(mtcars$mpg)
## [1] 20.09062
sd(mtcars$mpg)
## [1] 6.026948
mean(mtcars$wt)
## [1] 3.21725
sd(mtcars$wt)
## [1] 0.9784574

4.2 Visualisasi Hubungan

ggplot(mtcars, aes(x = wt, y = mpg)) +
  geom_point(color = "steelblue", size = 3, alpha = 0.8) +
  geom_smooth(method = "lm", color = "red", se = TRUE) +
  labs(
    title = "Hubungan Berat Mobil dan Konsumsi Bahan Bakar",
    x = "Berat Mobil (1000 lbs)",
    y = "Miles per Gallon (mpg)"
  ) +
  theme_minimal()
Gambar 1. Scatter Plot Berat Mobil dan Konsumsi Bahan Bakar

Gambar 1. Scatter Plot Berat Mobil dan Konsumsi Bahan Bakar

Grafik menunjukkan pola hubungan negatif yang cukup jelas antara berat mobil dan konsumsi bahan bakar.


5 Analisis Regresi Linear

model <- lm(mpg ~ wt, data = mtcars)
summary(model)
## 
## Call:
## lm(formula = mpg ~ wt, data = mtcars)
## 
## Residuals:
##     Min      1Q  Median      3Q     Max 
## -4.5432 -2.3647 -0.1252  1.4096  6.8727 
## 
## Coefficients:
##             Estimate Std. Error t value Pr(>|t|)    
## (Intercept)  37.2851     1.8776  19.858  < 2e-16 ***
## wt           -5.3445     0.5591  -9.559 1.29e-10 ***
## ---
## Signif. codes:  0 '***' 0.001 '**' 0.01 '*' 0.05 '.' 0.1 ' ' 1
## 
## Residual standard error: 3.046 on 30 degrees of freedom
## Multiple R-squared:  0.7528, Adjusted R-squared:  0.7446 
## F-statistic: 91.38 on 1 and 30 DF,  p-value: 1.294e-10

Persamaan regresi yang diperoleh adalah:

\[ mpg = 37.2851 + (-5.3445)wt \]

Koefisien wt bernilai negatif, yang menunjukkan bahwa semakin berat mobil, konsumsi bahan bakar semakin rendah (lebih boros).


6 Uji Asumsi Klasik

6.1 Normalitas Residual

shapiro_test <- shapiro.test(residuals(model))
shapiro_test
## 
##  Shapiro-Wilk normality test
## 
## data:  residuals(model)
## W = 0.94508, p-value = 0.1044
ggqqplot(residuals(model)) +
  theme_minimal()

Karena p-value > 0.05, residual berdistribusi normal.


6.2 Heteroskedastisitas

bptest_model <- bptest(model)
bptest_model
## 
##  studentized Breusch-Pagan test
## 
## data:  model
## BP = 0.040438, df = 1, p-value = 0.8406

p-value > 0.05 menunjukkan tidak terdapat heteroskedastisitas.


6.3 Autokorelasi

dw_test <- durbinWatsonTest(model)
dw_test
##  lag Autocorrelation D-W Statistic p-value
##    1       0.3628798      1.251727   0.012
##  Alternative hypothesis: rho != 0

Nilai Durbin-Watson mendekati 2 menunjukkan tidak terdapat autokorelasi yang signifikan.


6.4 Linearitas

ggplot(data.frame(Fitted=fitted(model), Residual=residuals(model)),
       aes(x = Fitted, y = Residual)) +
  geom_point(color="steelblue") +
  geom_hline(yintercept = 0, color="red") +
  theme_minimal()

Plot residual menunjukkan pola acak di sekitar garis nol, sehingga asumsi linearitas terpenuhi.


7 Evaluasi Model

7.1 Koefisien Determinasi

r_squared <- summary(model)$r.squared
adj_r_squared <- summary(model)$adj.r.squared
r_squared
## [1] 0.7528328
adj_r_squared
## [1] 0.7445939

Model mampu menjelaskan sekitar 75.28% variasi konsumsi bahan bakar.

7.2 Uji F

fstat <- summary(model)$fstatistic
pf(fstat[1], fstat[2], fstat[3], lower.tail = FALSE)
##        value 
## 1.293959e-10

p-value < 0.05 menunjukkan model signifikan secara simultan.


8 Kesimpulan

  1. Berat mobil berpengaruh signifikan terhadap konsumsi bahan bakar.
  2. Hubungan bersifat negatif.
  3. Model memenuhi asumsi klasik regresi linear.
  4. Model menjelaskan sekitar 75.28% variasi mpg.
  5. Model dapat digunakan sebagai alat prediksi dalam rentang data yang dianalisis.

Secara praktis, semakin ringan kendaraan, semakin efisien konsumsi bahan bakarnya.